Anda di halaman 1dari 23

PENGARUH KONSENTRASI MINYAK PEPPERMINT

SEBAGAI PENETRATION ENHANCER TERHADAP


PERMEASI GENISTEIN PADA SEDIAAN GEL
EKSTRAK TEMPE SECARA IN VITRO DENGAN
FRANZ DIFFUSION CELL
Cindy Tiara Sari / 108114142

PENGANTAR
PENELAAHAN PUSTAKA
METODE PENELITIAN
HASIL DAN PEMBAHASAN
KESIMPULAN & SARAN

PENGANTAR 1

Latar belakang
TERAPI
FITOESTROGEN
ESTROGEN

+
Peppermint oil

PENGANTAR 2

Perumusan Masalah

Apakah variasi konsentrasi penambahan peppermint oil sebagai penetration


enhancer meningkatkan jumlah genistein dalam sediaan gel anti-aging ekstrak
kedelai yang menembus melalui kulit secara in vitro?
Apakah penambahan peppermint oil dalam formulasi sediaan gel anti-aging ekstrak
kedelai menimbulkan reaksi iritasi melalui uji iritasi HET-CAM?

Keaslian Penelitian
Manfaat Penelitian

Teoritis
Praktis
Metodologis

Chadha et al., (2011)


Georgetti et al., (2008)
Rajan et al., (2012)

PENGANTAR 3

Tujuan Penelitian
Tujuan umum
Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk membuat sediaan gel antiaging ekstrak kedelai yang efektif, memenuhi persyaratan kriteria sifat fisik
dengan proses produksi yang efisien.
Tujuan khusus
Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengetahui signifikansi
pengaruh variasi konsentrasi penambahan minyak peppermint sebagai
penetration enhancer terhadap kemampuan permeasi genistein pada
ekstrak kedelai dalam formulasi sediaan gel anti-aging.

PENELAAHAN PUSTAKA - 1

Skin Aging
Kulit
Kedelai
Gel
Bahan Formulasi
Uji Iritasi HET-CAM
Uji Sifat Fisik
Uji Difusi In-Vitro
Metode Penetapan Kadar dengan HPLC

PENELAAHAN PUSTAKA - 2

Landasan Teori

Aging pada kulit disebabkan karena kurangnya hormon estrogen yang menstimulasi
pembentukan serat kolagen dan elastin, dua komponen penting yang berperan
dalam menjaga konsistensi dan kekenyalan kulit.
Aglikon isoflavon dari tanaman kedelai merupakan salah satu senyawa yang
mempunyai struktur fitoestrogen. Salah satu isoflavon dari tanaman kedelai,
genistein, merangsang produksi kolagen dengan menghambat enzim pemecah
kolagen. Selain itu, genistein juga memilki aktivitas antioksidan yang dapat
mencegah terbentuknya radikal bebas yang dapat mempercepat terjadinya penuaan
dini.
Gel merupakan suatu sediaan dispersi semisolid yang mengandung gelling agent
yang mengembang dalam pelarut menjadi struktur tiga dimensi.
Peppermint oil mengandung terpen yang dapat berperan sebagai penetration
enhancer dengan meningkatkan partisi senyawa menembus stratum
corneum.Mekanisme terpen dalam meningkatkan partisi senyawa dengan merusak
ikatan hidrogen antar ceramide pada stratum corneum secara reversibel sehingga
senyawa aktif lebih mudah masuk.

PENELAAHAN PUSTAKA - 3

Hipotesis
Penambahan peppermint oil dalam formulasi sediaan
anti-aging memberikan peningkatan jumlah isoflavon
genistein yang menembus melalui kulit tikus dalam uji
difusi in vitro.

METODE PENELITIAN 1

Jenis dan Rancangan Penelitian : eksperimental murni


Variabel Penelitian
Variabel Utama
Variabel bebas : konsentrasi penetration enhancer yaitu
peppermint oil.
Variabel tergantung : nilai fluks, koefisien permeabilitas, dan
jumlah kumulatif genistein yang berpermeasi menembus
stratum korneum.
Variabel Pengacau
Variabel pengacau terkendali : suhu dan kecepatan
pengadukan cairan medium
Variabel pengacau tak terkendali : suhu dan kelembaban
ruangan ketika pembuatan sediaan.

METODE PENELITIAN 2

Definisi Operasional
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Alat dan Bahan


alat-alat gelas (PYREX GERMANY), corong
pisah, cawan porselen, neraca digital, waterbath,
magnetic stirrer, tabung effendorf, pipet volume,
HPLC, membrane filter, sendok, alat cukur, alat
bedah, Franz-cell (modifikasi), pH meter, kertas
pH, mikropipet Socorex, pompa vakum, corong
buchner, kertas saring, kertas saring metanol,
kertas saring, aquadest, millipore 0,45 m, spuit,
Viskometer seri VT 04 (RION-JAPAN), scalpel,
pH stick, kolom C18, syringe filter 0,22 m ,
syringe filter 0,45 m, degassing, botol fase
gerak, Spektrofotometer.

Gel
Penetration enhancer
Franz Diffusion Cell
Jumlah kumulatif
Nilai fluks
Sifat fisik gel
Carbopol 940, Tween 80, Oleum Menthae Piperita,
Viskositas
Propilenglikol, tempe kedelai putih, aquadest, etanol
teknis, etil asetat p.a, etanol p.a, metanol p.a,
Daya sebar
aquabidest, petroleum eter, NaCl, KCl, HCl 0,1 M,
Na2HPO4, KH2PO4, NaOH 1N, telur ayam berumur
Iritasi
9-10 hari, tikus galur Wistar.

METODE PENELITIAN 3

Tata Cara Penelitian


Pembuatan
crude extract
tempe

Standarisasi
kandungan
isoflavon genistein
dari crude extract
tempe

Uji Iritasi
HET-CAM

Uji permeasi
dengan
modifikasi franz
diffusion cell

Pembuatan gel antiaging ekstrak kedelai


(formula)

Uji Sifat
Fisik

METODE PENELITIAN 4

Bahan
Crude extract
tempe
Carbopol 940
Aquadest
Tween 80
Propilenglikol
Benzalkonium
klorida
Trietanolamin
Peppermint oil
Total berat

Formula I Formula II Formula III Formula IV


0,5 g
0,5 g
0,5 g
0,5 g
0,5 g
28,35 g
15 g
5g
0,05 g

0,5 g
28,10 g
15 g
5g
0,05 g

0,5 g
27,85 g
15 g
5g
0,05 g

0,5 g
27,35 g
15 g
5g
0,05 g

0,6 g
50 g

0,6 g
0,25 g
50 g

0,6 g
0,5 g
50 g

0,6 g
1g
50 g

HASIL DAN PEMBAHASAN - 1

A. Ekstraksi isoflavon genistein dari tempe


Tempe sebagai sumber isoflavon genistein.

Metode yang digunakan adalah maserasi.

HASIL DAN PEMBAHASAN - 2

B. Standarisasi isoflavon genistein dari tempe

Penentuan panjang gelombang maksimum (teoritis menurut


Lin, 2012)
Parameter kromatogram:
Fase gerak
Fase diam
Flow rate
Wavelength UV

Persamaan linier:
y= 34598642,83x + 19430,1

: 70% Metanol 30% Air


: C18 ukuran partikel 45 m panjang kolom 15 cm
: 0,7 ml/menit
: 261 nm (hasil optimasi)
AUC

Jumlah genistein dalam


vol. injeksi 20 l

92885

2,12 ng

77662

1,68 ng

77472

1,68 ng

Rata-rata= 82673 8844, 36

1,83 ng 2 ng = 0,002 g

HASIL DAN PEMBAHASAN - 5

Perhitungan regresi linier


kurva baku standar
genistein
Konsentrasi
0,03625 ppm
0,07250 ppm
0,10854 ppm
0,14501 ppm
0,18126 ppm
0,54432 ppm
b
a
r2

AUC
21379
31257
38760
48622
56899
152777
259060,0206
-11312,161
0,9998

Kurva Baku Standar Genistein AUC vs


Konsentrasi (ppm)

HASIL DAN PEMBAHASAN - 6

C. Pembuatan Gel Anti-Aging


Pengembangan carbopol
Penambahan Tween 80 sebagai solubilizer
Penambahan benzalkonium klorida sebagai
pengawet

(tanpa
peppermint oil)

(0,5%
peppermint oil)

(1%
peppermint oil)

(2%
peppermint oil)

HASIL DAN PEMBAHASAN - 7

D. Uji Sifat Fisik


Warna
Bau
pH
Replikasi
1
2
3
Rata-rata
SD

F0
Kuning
kecoklatan
Tidak berbau
6,0
F0 (cm)
2,8
2,9
2,7
2,8
0,1

F1
Kuning
kecoklatan
Bau mint
5,5

F2 (cm)
2,8
2,8
2,7
2,77
0,05

Uji Viskositas

F2
Kuning
kecoklatan
Bau mint
5,5

F2 (cm)
3,0
3,0
3,1
3,03
0,05

F3
Kuning
kecoklatan
Bau mint
5,5

F3 (cm)
3,2
3,0
3,3
3,17
0,15

Replikasi
1
2
3
Rata-rata
SD

F0 (dPas)
280
285
285
283,33
2,89

Uji Organoleptis
dan pH sediaan

Uji Daya Sebar

F1 (dPas)
280
280
280
280
0

F2 (dPas)
240
235
240
238,33
2,89

F3 (dPas)
225
220
220
221,67
2,89

HASIL DAN PEMBAHASAN - 8

E. Uji Permeasi dengan Modifikasi Franz


Diffusion Cell

Genistein akan mengalami ionisasi pada pH 7 ke atas, karena adanya gugus OH yang
terlepas oleh adanya proton (Kobayashi, Shinohara, Nagai dan Konizhi, 2013).
Genistein mempunyai nilai log Kow sebesar 2,94 sehingga digolongkan senyawa
lipofilik. Senyawa lipofilik mempunyai permeabilitas yang rendah pada kulit sehingga
dibutuhkan enhancer .

HASIL DAN PEMBAHASAN - 5

Mekanisme terpen dalam merusak lapisan lipid bilayer pada


stratum corneum (Jain et al., 2002).

HASIL DAN PEMBAHASAN - 9


Grafik Hubungan Jumlah Kumulatif
Genistein yang Terpenetrasi pada Formula 0,
Formula 1, Formula 2, dan Formula 3.
Nilai Fluks dan Nilai Kumulatif
Isoflavon Genistein dari Formula 0, 1, 2,
dan 3 pada jam ke-8
Nilai Fluks pada Nilai Qkum pada jam
Formula
jam ke-8
ke-8
2
(g/cm jam)
(g/cm2)
Formula
0,3293 0,035
2,5605 0,237
0
Formula
0,5401 0,200
4,1589 1,719
1
Formula
0,7561 0,041
6,0405 0,342
2
Formula
1,007 0,045
8,0501 0,368
3

Hasil uji statistik ANOVA menyatakan adanya perbedaan pada kelompok formula
yang dibandingkan, dilihat dari nilai f-value yang lebih kecil dari 0,05 (0,000268).

HASIL DAN PEMBAHASAN - 10

F. Uji Iritasi HET-CAM


Replikasi 1

Skor Iritasi
Replikasi 2 Replikasi 3

NaCl 9%
Basis + NaCl 9%
Basis + NaOH

NaOH
Basis Gel
Gel F0
Gel F1
Gel F2
Gel F3

12
-

12
-

12
-

Perlakuan NaOH

Perlakuan Basis +
NaOH

KESIMPULAN DAN SARAN - 1

Kesimpulan

Peningkatan pemberian minyak peppermint sebagai penetration enhancer


dalam formulasi gel anti-aging memberikan pengaruh terhadap jumlah
genistein yang menembus membran tikus dalam uji difusi in vitro.
Dari keempat formula gel anti-aging ekstrak tempe tidak ada yang
memberikan efek samping iritasi berdasarkan hasil uji iritasi HET-CAM
sehinga aman untuk digunakan.

Saran
Perlu adanya studi penetrasi secara in vitro pada formulasi gel anti-aging
ekstrak tempe dengan menggunakan minyak peppermint untuk melengkapi
data bioavailibitas gel yang diberikan secara topikal, serta uji aktivitas untuk
memastikan efektivitas terapi dari sediaan gel anti-aging.

Terima Kasih .!