Anda di halaman 1dari 11

KERAJINAN GERABAH

1. Risalah / Latar Belakang


Gerabah adalah perkakas yang terbuat dari tanah liat yang dibentuk kemudian dibakar
untuk kemudian dijadikan alat-alat yang berguna membantu kehidupan manusia.
Gerabah merupakan seni kerajinan tangan yang telah melegenda, seni dan
pembuatannya pun telah turun temurun, yang pada dahulu kala gerbah digunakan
untuk menyimpan beras, garam dan bumbu-bumbuan disamping digunakan untuk
tujuan memasak namun seiring berjalan waktu kini gerabah dapat bernilai seni tinggi
tergantung kreativitas dan sang pembuat gerabah.
2. Kegunaan Produk
Sebagai alat memasak, bisa juga sebagai aksesoris maupun pajangan
3. Manfaat dan Sisa Hasil Usaha
Pelestarian budaya. Saat ini gerabah menjadi nilai seni yang cukup tinggi, selain
menjadi alat untuk memasak. Tidak ada yang tersisa dari pembuatan gerabah semua
bahan-bahannya terpakai
4.
a. Bahan Baku Produk
-Tanah liat
- Air
b. Bahan Pendukung lainnya
- Alat pembuat gerabah
- Kain
5. Peralatan yang digunakan
- Tungku untuk membakar gerabah
- Biji asam / lainya untuk pewarnaan gerabah
6. Permodalan
Modal sendiri
7. Pemasaran yang dilakukan
Produk ini biasanya berdasarkan pemesanan dari Pulau Bali. Tidak berani untuk
menyiapkan barang-barang gerabah dalam jumlah yang banyak

8. Pembinaan yang dilakukan


9. Pembuat / Kontak Penyedia
Ibu Bidarsih, Dusun Tongke, Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten
Lombok Tengah.
10. Sumber Informasi
BPMPD Kabupaten Lombok Tengah
11. Alur Proses Produksi disertai gambar/foto/video
Membuat sebuah pot sederhana saja tidak semudah orang-orang pikirkan karena
membutuhkan proses berliku dan lama, sebagai informasi, kami ketengahkan caracara pembuatan gerabah ini sebagai berikut:
1. Proses Pencarian tanah liat
Butuh inspeksi yang teliti untuk mendapatkan tanah liat terbaik yang sesuai dengan
kualitas standart. Tanah liat yang bagus tidak harus berasal dari desa penghasil
gerabah namun berasal dari desa terdekat. Tanah liat tidak serta merta langsung
digunakan tapi butuh ketelitian yang mendalam dan memastikan kalau tanah liat tidak
bercampur batu-batu kecil dan kotoran.
2. Proses Pengeringan
Setelah inspeksi, tanah liat dipotong-potong seperti kubus dan dijemur di bawah sinar
matahari, butuh sekitar 3 atau 4 hari. Bila potongan kubus-kubus tersebut sudah
kering, kemudian ditumbuk jadi seperti adonan tepung yang lembut dan disimpan
sebelum digunakan sebagai adonan. Yang paling menarik untuk disaksikan tidak ada
alat-alat modern yang mendukung dalam pembuatan gerabah, tapi lapisa-lapisan tanah
liat terus ditambahkan dari jumlah adonan asli sementara para pengrajin gerabah
memutar benda/alat yang digunakan sampai terbentuk benda yang diinginkan, kendati
bentuknya seperti sudah jadi namun sebenarnya belum selesai, lalu ada juga pengrajin
yang ditugaskan khusus untuk mendekorasi setelah itu benda/pot yang dimaksudkan
dibiarkan kering di tempat yang tidak terlalu banyak kena sinar matahari.
3. Proses Mempernis dengan minyak kelapa
Benda/pot yang sudah dipernis adalah kombinasi minyak kelapa dan dibiarkan kering
sebelum di kerik/digosok dengan batu hitam atau alat-alat tradisisonal lainnya karena
itu permukaannya kelihatan mengkilat dan lagi dikeringkan diterik sinar matahari dan
itu butuh satu hari bahkan juga digosok halus di pertengahan siang hari untuk
menambah kilauannya.
4. Proses Pembakaran
Benda/pot siap untuk dibakar and dikumpulkan kedalam oven terbuka yang ditutupi
jerami padi yang dibakar selama lebih dari 4 jam dan temperature produksinya sekitar
400 sampai 800 derajat Celsius.
5. Proses Pewarnaan
Pekerjaan terakhir adalah memilih warna yang tepat , bila warna merah tua yang
dikehendaki dilapisi dengan sari biji asam dan bila warna merah jentik yang

dikehendaki, cukup jentikkan dengan sekam.

1. Bahan baku tanah yang diambil dari gunung

2. Alat untuk membuat gerabah yang bisa diputar, dibuat dari kayu dua lapis yang
berbentuk bulat

3. Sedang membuat gerabah

4. Bagian atas gerabah yang sudah jadi

5. Membersihkan alas gerabah

6. Membuat tatakan gerabah agar bisa diletakkan dengan baik

7. Tempat untuk pembakaran gerabah, untuk membakar gerabah penduduk biasanya


bersama-sama untuk membakar gerabah

8. Jerami untuk membakar gerabah dari dalam

9. Kayu bakar untuk membakar gerabah

10. Tungku untuk membakar gerabah

11. Gerabah yang sudah dibakar

12. Gerabah dikerok sesuai dengan pola

13. Pensil untuk mengukir dan mengerok gerabah

14. Beberapa hasil kerajinan gerabah

15. Salah satu gerabah yang dihiasi dengan kulit telor

16. Kulit dari biji buah asam untuk memberikan warna pada gerabah

17. Perpaduan gerabah dengan kulit telur, sehingga dapat meningkatkan nilai jual
pada gerabah tersebut