Anda di halaman 1dari 2

Nama

: Oman Setiyanto

NIM

: 115130100111015

Kelas

: A-2011

Bahasa Inggris Diingat, Bahasa Indonesia Terlupakan


Miris, inilah yang kita rasakan saat ini apabila melihat fakta-fakta yang terjadi di
lapangan. Nilai Bahasa Inggris pada saat UAN (Ujian Akhir Nasional) ditingkat SMP
maupun SMA dapat mencapai nilai sempurna yaitu 10,00. Sedangkan nilai UAN Bahasa
Indonesia hanya mencapai nilai 6,00. Mulai terasa sudah Bahasa Negeri kita sendiri sudah
dilupakan oleh Bangsanya. Justru kita harus bangga dengan bahasa kita sendiri, walaupun
bahasa di Indonesia sangat beragam karena kita terdiri dari banyak suku bangsa yang
mempunyai bahasa masing-masing. Akan tetapi bahasa kita tetap satu yaitu Bahasa
Indonesia.
Bahasa Inggris menjadi Bahasa Internasional karena banyak negara yang
menggunakan bahasa ini seperti Amerika Serikat, UK, Kanada, Singapura, Australia,
Malaysia, dan sebagainya. Dan juga alasan Bahasa Inggris menjadi Bahasa Internasional
yaitu Inggris merupakan negara yang paling banyak menjajah negara lain, baik yang sudah
merdeka maupun dimerdekakan oleh Inggris. Dan banyak juga kata sambutan di kancah
Internasional pun memakai Bahasa Inggris. Bahasa Inggris sangat gampang dipelajari
dibandingkan dengan Bahasa Indonesia, kosa katanya pun sangat banyak jika dibandingkan
dengan kosa kata bahasa negeri kita sendiri.
Jaman sekarang pun banyak alat-alat elektronik yang memakai singkatan dari Bahasa
Inggris, pengaturan pada televisi maupun radio masih banyak yang memakai Bahasa Inggris
yang tentu menyulitkan bagi orang awam yang kurang memahami maupun tidak tahu menahu
arti dari bahasa tersebut. Faktanya, ada beberapa Orang Indonesia yang pergi keluar negeri
untuk keperluan (menuntut ilmu, lapangan pekerjaan, etc) yang menuntut orang tersebut
tinggal lebih lama apabila kembali ke Indonesia orang tersebut sangat susah atau sudah tidak
bisa mengucapkan Bahasa Indonesia maupun bahasa daerahnya sendiri.
Bahasa Inggris pun seolah-olah mengharuskan rakyat Indonesia untuk mempelajari
bahasa ini. Dalam mata pelajaran Muatan Lokal di tingkat SD (Sekolah Dasar) dimasukkan

pula Bahasa Inggris didalamnya. Para mahasiswa pun mulai dituntut oleh pihak kampus
untuk mengikuti program TOEIC atau TOEFL. Lagi-lagi disini kita harus memperbagus
Bahasa Inggris kita untuk masa depan maupun persyaratan masuk ketingkat kuliah yang lebih
tinggi (Pasca-sarjana atau Doktor). Efek dari masukknya Bahasa Inggris di Indonesia
mempunyai efek negatif maupun efek positif.
Efek positif Bahasa Inggris bagi rakyat Indonesia yaitu menambah perbendaharaan
kata kita sesuai dengan tuntutan jaman. Banyak kata-kata dalam Bahasa Inggris yang dapat
diserap ke Bahasa Indonesia. Contohnya artist dalam Bahasa Inggris bila di ucapkan dengan
Bahasa Indonesia menjadi artis. Kosa kata bahasa kita pun bertambah banyak dan dapat
bersaing dengan Bahasa Inggris yang menjadi Bahasa Internasional ini. Akan tetapi, Bahasa
Inggris dapat berefek negatif yaitu tergesernya Bahasa Indonesia karena sebagian besar
masyarakat Indonesia lebih mementingkan untuk mempelajari bahasa asing seperti Bahasa
Inggris yang lebih menjanjikan untuk kedudukan dan taraf ekonomi yang lebih baik. Sebagai
contoh, sebagian besar (hampir semua) perusahaan mengutamakan pelamar dapat berbahasa
Inggris tetapi jarang perusahaan yang mengutamakan dapat berbahasa Indoensia.
Miris sekali bangsa kita ini apabila kita melihat beberapa fakta-fakta tersebut. Akan
tetapi, harus diingat bahwa Bahasa Indonesia merupakan bahasa pemersatu bangsa dan tidak
boleh diabaikan dan harus dipertahankan keberadaannya dalam konteks berbahasa Indonesia
yang baik dan benar. Dan semua itupun tergantung pada rakyat Indonesia sendiri, jangan
sampai Bahasa Indonesia tergerus oleh Bahasa Inggris.