Anda di halaman 1dari 17

Cost Utility Analysis

Definisi Cost Utility Analysis


Cost utility analysis merupakan tipe analisis
yang membandingkan biaya terhadap program
kesehatan yang diterima dihubungkan dengan
peningkatan kesehatan yang diakibatkan perawatan
kesehatan.
Dalam cost utility analysis, peningkatan
kesehatan diukur dalam bentuk penyesuaian kualitas
hidup (quality adjusted life years, QALYs) dan hasilnya
ditunjukkan dengan biaya per penyesuaian kualitas
hidup. Data kualitas dan kuantitas hidup dapat
dikonversi ke dalam nilai QALYs

Cost Utility Analysis dari Manejemen


Antara Intervensi Pharmaceutical care
dan Usual Care Terhadap Pasien DM
Tipe 2 di Nigeria

DEFINISI PHARMACEUTICAL
CARE
Pharmaceutical care adalah patient centered
practice yang mana merupakan praktisi yang
bertanggung jawab terhadap kebutuhan terapi
obat pasien dan memegang tanggung jawab
terhadap komitmen (Cipole dkk, 1998)

Diabetes mellitus (DM) berhubungan


sekali dengan keadaan tidak sehat dan angka
kematian yang cukup besar. Penyakit ini
merupakan faktor resiko utama untuk penyakit
kardiovaskular, stroke dan gagal ginjal.

Dengan meningkatnya permintaan untuk


manajemen yang lebih baik dari diabetes tipe
2, perhatian telah difokuskan pada manfaat
potensial pharmaceutical care (PC) untuk
meningkatkan hasil kesehatan pasien. Banyak
Program PC telah didirikan di berbagai negara
untuk meningkatkan hasil klinis dan kualitas
kesehatan yang berhubungan dengan
kehidupan. Program ini dilaksanakan oleh
apoteker, dengan kerjasama dokter dan
profesional kesehatan lainnya.

TUJUAN

Untuk menilai efektivitas


kegunaan biaya antara intervensi
Pharmaceutical Care dan Usual
Care terhadap pasien DM tipe 2
di Nigeria

Metode Penelitan
Pengambilan sampel secara acak, terkontrol
longitudial prospectif selama 12 tahun
Sampel : 110 sampel dipilih secara acak,
masing-masing untuk intervensi PC dan UC.

Metode Penelitan
Keriteria Inklusi
- Pasien DM tipe 2
yang memenuhi
kriteria
- Pasien DM tipe 2
yang di terapi
dengan hipoglikemi
oral

Keriteria eksklusi
- Pasien yang di
diagnosis DM tipe 1
- Pasien dengan usia
kurang dari 18 tahun
- Pasien hamil
- Pasien yang suka rela

Kelompok kontrol (UC)


(55 pasien)

Menerima perwatan biasa atau


konvensional berupa:
Konsultasi dokter
Resep obat-obatan
Tes laboratorium
Review diagnosis
Rujukan

Kelompok intervensi (PC)


(55 Pasien)
Pasien PC menerima PC dan UC berupa :
Menerima prioritas perawatan pasien
Menilai pendidikan khusus pasien
Memberi konseling pada pasien
Memberikan informasi yang kuat pada pasien
Dokter memberikan kunjungan pada pasien
Resep dan tes LAB
Sebelum memberikan pelatihan/konseling, Dievaluasi oleh
dokter dan perawat di klinik diabetes terlebih dahulu.
Pelatihan pasien terdiri dari 90 menit dan 120 menit.
Perawat dan dokter diminta untuk menilai indikator sangat
baik, baik, normal, buruk, dan tidak berguna.

PENGUMPULAN DATA

Frekuensi pemantauan diri


Jumlah rata-rata durasi kunjungan ke RS
Dosis obat yang diminum secara teratur
Variabel penggunaan perawatan kesehatan
lainnya. Termasuk perawatan primer (praktek
umum dan konsultasi perawat)
Perawatan di RS
Perawatan kesehatan tambahan
Perawatan kesehatan pribadi
(Data dikumpulkan dari rekam medik pasien)

HASIL
Hasil dari pelatihan dan pendidikan medis
dinilai positif oleh 17 dokter dan 29 perawat
82,6% terbaik (excellent) yaitu 32 orang
8 orang sangat baik (very good) atau baik
(good)
3 orang (6,5%) menyarankan sedikit modifikasi
atau perubahan

KESIMPULAN
Intervensi PC lebih efektif terhadap pasien
diabetes melitus tipe 2 dan mengeluarkan
88,525%/$571.13 untuk meningkatkan 1 tingkat
QALY.