Anda di halaman 1dari 32

Carcinoma Mammae

LATAR BELAKANG
Bila pada suatu tempat di badan kita terdapat pertumbuhan sel-sel yang
berlebihan, maka akan terjadi suatu benjolan atau tumor. Tumor ini dapat bersifat
jinak maupun ganas. Tumor yang ganas inilah yang disebut dengan kanker. Tumor
ganas mempunyai sifat yang khas, yaitu dapat menyebar luas ke bagian lain di
seluruh tubuh untuk berkembang menjadi tumor yang baru. Penyebaran ini
disebut metastase. Kanker mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. Ada yang
tumbuh secara cepat, ada yang tumbuh tidak terlalu cepat, seperti carcinoma
mammae. 1,2
Sel carcinoma mammae yang pertama dapat tumbuh menjadi tumor
sebesar 1 cm pada waktu 8-12 tahun. Sel kanker tersebut diam pada kelenjar
payudara. Sel-sel carcinoma mammae ini dapat menyebar melalui aliran darah ke
seluruh tubuh. Kapan penyebaran itu berlangsung, kita tidak tahu. Sel carcinoma
mammae dapat bersembunyi di dalam tubuh kita selama bertahun-tahun tanpa kita
ketahui, dan tiba-tiba aktif menjadi tumor ganas atau kanker.1,2
Carcinoma mammae pada wanita menduduki tempat nomor dua setelah
karsinoma serviks uterus dan merupakan kanker yang sangat menakutkan kaum
wanita. Namun demikian usaha-usaha untuk penemuan dini (early detection)
dapat dilakukan dengan baik dengan mengikutsertakan masyarakat melalui
penyuluhan-penyuluhan kesehatan.3
Dalam 20 tahun terakhir ini telah terjadi kemajuan yang sangat
menyolok dalam penemuan dini dan pengobatan yang berhasil pada beberapa tipe
keganasan yang di masa lampau selalu dianggap fatal. 3,4
Kemajuan-kemajuan dalam penemuan dini yang dilengkapi dengan
kemajuan terapi baik tehnik operasi, radiasi, hormonal terapi dan kemoterapi serta
imunoterapi ataupun penatalaksanaan kombinasi terapi dari modalitas terapi
_________________________________________________________________
Bagian Bedah RS PERSAHABATAN
1

Carcinoma Mammae

diatas, yang didasarkan pada ketepatan penentuan staging dan pengenalan sifatsifat biologis kanker yang baik maka akan semakin membawa harapan baru untuk
penderita carcinoma mammae.5
TINJAUAN PUSTAKA
I.

EPIDEMIOLOGI DAN INSIDENSI


Insiden

carcinoma

mammae

pada

dekade

terakhir

ini

memperlihatkan kecenderungan meningkat. 2


Jumlah penderita carcinoma mammae di seluruh dunia terus
mengalami peningkatan. Sejak tahun 1960 di AS insiden dari carcinoma
mammae meningkat sekitar 1-2 % setiap tahunnya. Kejadian ini
meningkat seiring dengan meningkatnya usia yang dapat diketahui bahwa
kejadian ini meningkat cepat saat memasuki usia dekade ke 4 dan
melambat saat memasuki usia dekade ke 5, 6 dan 7. Di AS sekitar 75%
diagnosis baru carcinoma mammae dapat ditemukan pada wanita usia 50
tahun dan resiko seumur hidupnya terhadap diagnosis carcinoma mammae
adalah 12,5%. Pada tahun 2001 carcinoma mammae didiagnosis pada
200.000 wanita di amerika serikat, dan seperlima darinya akan meninggal
karena penyakit ini. 2,7
Kurva insidenusia bergerak naik terus sejak usia 30 tahun. Kanker
ini jarang sekali ditemukan pada wanita usia dibawah 20 tahun. Angka
tertinggi terdapat pada usia 45-66 tahun. Insiden carcinoma mammae pada
laki-laki hanya 1% dari kejadian pada perempuan. 2,9
Dari kesemuanya didapatkan bahwa angka insiden tertinggi
carcinoma mammae terdapat di AS sedangkan insiden rendah seperti
banyak di Asia. Berdasarkan penelitian (Haagensen) bahwa carcinoma
_________________________________________________________________
Bagian Bedah RS PERSAHABATAN
2

Carcinoma Mammae

mammae lebih sering terjadi di kwadran lateral atas, kemudian sentral


(subareolar) dan payudara kiri lebih sering terkena dibanding dengan
payudara kanan. Berdasarkan umur untuk kasus-kasus di Indonesia
carcinoma mammae sering ditemukan pada umur 40-49 tahun (dekade V)
yaitu 30,35% sedangkan di Jepang sekitar 40,6% carcinoma mammae
ditemukan pada usia 40-49tahun 8
Di Indonesia insiden carcinoma mammae ini belum ada datanya,
namun suatu data patological base registration mencatat bahwa carcinoma
mammae ini menduduki tempat kedua (15,8%) dari sepuluh kanker
terbanyak pada wanita setelah kanker mulut rahim di tempat pertama.1
Berdasarkan penelitian (Haagensen) carcinoma mammae lebih
sering terjadi di kuadran lateral atas, kemudian sentral (subareolar).
Payudara sebelah kiri lebih sering terkena bila dibandingkan dengan
sebelah kanan. 1,2
Berdasarkan umur, carcinoma mammae lebih sering ditemukan
pada umur 40-49 tahun (dekade V) yaitu 30,35% untuk kasus-kasus di
Indonesia.2
Risiko Carcinoma Payudara 2
Risk (%)
In 10 Years
Age (Years)Develop
Die
30
0.4
0.1
40
1.6
0.5
50
2.4
0.7
60
3.6
1.0
70
4.1
1.2

In 20 Years
Develop
2.0
3.9
5.7
7.1
6.5

Die
0.6
1.1
1.6
2.0
1.9

In 30 Years
Develop
4.3
7.1
9.0
9.1
7.1

Die
1.2
2.0
2.6
2.6
2.0

Berdasarkan informasi dari Feuer EJ et al.: "The lifetime risk of developing


breast cancer." Journal of the National Cancer Institute 85(11):892-897,
1993.
_________________________________________________________________
Bagian Bedah RS PERSAHABATAN
3

Carcinoma Mammae

II.

DEFINISI
Carcinoma mammae adalah jenis kanker yang mengenai payudara.
Kanker didefinisikan sebagai kelompok penyakit dimana sel-sel tubuh
mengalami perubahan dalam ukuran dan fungsi. Sel-sel abnormal ini dapat
tumbuh diluar kontrol dan membentuk massa yang disebut tumor.4,5
Tumor payudara terjadi ketika sel-sel di payudara mulai tumbuh
diluar kontrol (abnormal) yang kemudian menginvasi jaringan disekitarnya
atau menyebar keseluruh tubuh. Sel-sel yang dalam jumlah besar tumbuh
diluar kontrol disebut sebagai tumor. Tumor payudara yang dikatakan jinak
jika pertumbuhan dari sel-sel yang abnormal hanya terbatas pada beberapa
lapis sel saja. Tumor dikatakan bersifat ganas atau kanker bila sel-sel
abnormal tersebut telah menginvasi jaringan dan organ sekitarnya.3,4
Berdasarkan lokasi, dari penelitian Haagensen, carcinoma mammae
sering terjadi di kuadran lateral atas, kemudian sentral (subareolar).
Payudara kiri lebih sering terkena dibandingkan sebelah kanan.
Berdasarkan umur, carcinoma mammae lebih sering ditemukan pada umur
40-49 tahun ( dekade V ) yaitu 30,35% untuk kasus-kasus di Indonesia, di
Jepang juga demikian yaitu 40,6% carcinoma mammae ditemukan pada
dekade V.1

III.

ANATOMI

_________________________________________________________________
Bagian Bedah RS PERSAHABATAN
4

Carcinoma Mammae

Sampai sebelum terjadinya pubertas payudara pria dan wanita


mempunyai struktur yang sama. Pada saat wanita memasuki masa
pubertas, jaringan payudara akan merespon dengan dilepaskannya hormon
estrogen dan progesterone. Hal ini berhubungan dengan penambahan
_________________________________________________________________
Bagian Bedah RS PERSAHABATAN
5

Carcinoma Mammae

volume dan elastisitas dari jaringan payudara, penambahan jaringan lemak


dan

peningkatan

vaskularisasi.

Progesteron

akan

menstimulasi

pembentukan lobus. Parenkim epithelial dibentuk oleh + 15-20 lobus yang


masing-masing mempunyai saluran sendiri untuk menyalurkan produknya
dan bermuara pada putting susu.Tiap lobus dibentuk oleh lobulus-lobulus
yang masing-masing terdiri dari 10-100 kelompok kelenjar. Lobulus ini
merupakan struktur dasar dari glandula mamma.Glandula mamma
dibungkus oleh fascia pektoralis superfisialis dimana permukaan anterior
dan posterior dihubungkan oleh ligamentum Cowper yang berfungsi
sebagai penyangga. Ligamentum Cowper dapat mengalami pemanjangan
pada waktu terjadi kegemukan, usia tua dan kehamilan yang berulang
sehingga payudara akan tampak seperti pendulum. 3,4,5,6
Payudara terletak pada hemithoraks kanan dan kiri dengan batas-batas
sebagai berikut:

1. Batas-batas payudara tampak dari luar


i. Superior : iga II atau III
ii. Inferior : iga VI atau VII
_________________________________________________________________
Bagian Bedah RS PERSAHABATAN
6

Carcinoma Mammae

iii. Medial

: Linea parasternalis

iv. Lateral

: Linea axillaris anterior

2. Batas-batas payudara sesungguhnya


i. Superior : Hampir sampai clavicula
ii. Medial

: garis tengah

iii. Lateral

: m. latissimus dorsi

Vaskularisasi payudara : 3,4,5,6

Arteri
o Payudara mendapat perdarahan dari cabang-cabang perforantes
a.mammaria interna. Cabang I, II, III dan IV dari a. mammaria
interna menembus dinding dada dekat pinggir sternum pada
interkostal yang sesuai, menembus m. pectoralis mayor dan memberi
pendarahan tepi medial glandula mamma.
_________________________________________________________________
Bagian Bedah RS PERSAHABATAN
7

Carcinoma Mammae

o Rami pektoralis a. thoraco acromialis. Arteri ini berjalan turun


diantara m.pectoralis minor dan m. pectoralis mayor. Pembuluh ini
merupakan pembuluh utama m. pektoralis mayor. Setelah menembus
m. pectoralis mayor, arteri ini akan memperdarahi glandula mamma
bagian dalam.
o Thorakalis lateralis (a.mammaria eksterna). Pembuluh ini jalan turun
menyusuri tepi lateral m. pectoralis mayor untuk mendarahi bagian
lateral payudara.
o A. thorako dorsalis, merupakan cabang dari a. subscapularis. Arteri
ini memperdarahi m. latossimus dorsi dan m. serratus magnus.

Vena

Pada daerah payudara terdapat tiga group vena :

_________________________________________________________________
Bagian Bedah RS PERSAHABATAN
8

Carcinoma Mammae

o Cabang-cabang

perforantes

v. mammaria

interna.

Vena

ini

merupakan vena terbesar yang mengalirkan darah dari payudara .


Vena ini bermuara pada v.mammaria interna yang kemudian
bermuara pada v. innominata.
o Cabang-cabang v. axillaris yang terdiri dari v. thorakoakromialis, v.
thorakalis lateralis dan v. thoracodorsalis.
o Vena-vena kecil bermuara pada v. intercostalis. Vena intercostalis
bermuara pada v. vertebralis, kemudian bermuara pada v. azigos
(melalui vena-vena ini metastasis dapat langsung ke paru).
Sistem limfatik payudara3,4,5
Pada payudara terdapat aliran pembuluh limfe yang kompleks,
dimana pembuluh limfe ini mempunyai peranan yang utama untuk
memberi perlindungan terhadap tubuh pada saat terjadinya infeksi.
Pembuluh limfe berisi cairan yang bersifat serous yang berjalan sepanjang
dinding kapiler. Pada payudara terdapat 3 kelompok pembuluh limfe yang
berjalan mengelilingi putting susu dari arah lateral,medial dan inferior.
Aliran pembuluh limfe yang utama (75%) berjalan dari sebelah lateral ke
kelenjar getah bening axilla di ketiak yang terdapat + 10-30 kelenjar.
Pembuluh limfe medial berjalan kearah sternal atau ke kelenjar getah
bening mammaria interna dan ke kelenjar getah bening supraclavicula.
Pembuluh limfe inferior berjalan ke kelenjar getah bening infraclavicula
dan ke pembuluh limfe pada payudara sebelahnya.
IV.
V.

FISIOLOGI3,4,5
Payudara mengalami tiga macam perubahan yang dipengaruhi hormon.
Perubahan pertama ialah mulai dari massa hidup anak melalui masa

_________________________________________________________________
Bagian Bedah RS PERSAHABATAN
9

Carcinoma Mammae

pubertas, masa fertilitas, sampai ke klimakterium dan menopause. Sejak


pubertas pengaruh estrogen dan progesteron yang diproduksi ovarium dan
juga hormon hipofise, telah menyebabkan duktus berkembang dan timbul
asinus. 3,4,5
Perubahan kedua adalah perubahan sesuai jalur menstruasi. Sekitar
hari kedelapan menstruasi payudara menjadi lebih besar dan pada
beberapa hari sebelum menstruasi berikutnya terjadi pembesaran
maksimal. Kadang timbul benjolan yang nyeri dan tidak rata. Selama
beberapa hari menjelang menstruasi payudara menjadi tegang dan nyeri.
Sehingga pemeriksaan fisik, terutama palpasi, tidak mungkin dilakukan.
Pada waktu pemerikasaan foto mammogram tidak berguna karena kontras
kelenjar terlalu besar.Begitu menstruasi mulai,semuanya berkurang. 4,5
Perubahan ketiga terjadi pada waktu hamil dan menyusui. Pada
kehamilan payudara menjadi besar karena epitel duktus lobul dan duktus
alveolus berploriferasi dan tumbuh duktus baru. 3,5
Sekresi hormone prolaktin dari hipofisis anterior memicu laktasi, Air
susu diproduksi oleh sel-sel alveolus, mengisi asinus, kemudian
dikeluarkan melalui duktus ke putting susu.

_________________________________________________________________
Bagian Bedah RS PERSAHABATAN
10

Carcinoma Mammae

VI.

ETIOLOGI3,4,5,7,8,9
Penyebab carcinoma mammae
dengan

pasti,

tetapi

mungkin

sampai saat ini belum diketahui


multifaktoral

dimana

yang

satu

mempengaruhi yang lain. Meskipun penyebab pasti terjadinya carcinoma


mammae belum diketahui tetapi terdapat beberapa faktor resiko yang
dapat mempengaruhi terjadinya carcinoma mammae, belum diketahui
tetapi terdapat beberapa faktor resiko yang dapt mempengaruhi terjadinya
carcinoma mammae, diantaranya :
1. Umur lebih dari 30 tahun mempunyai kemungkinan yang lebih besar
untuk mendapat carcinoma mammae dan resiko ini akan bertambah
sampai umur 50 tahun dan setelah menopause.
2. Tidak kawin / nullipara resikonya 2-4 x lebih tinggi daripada wanita
kawin dan punya anak.
3. Anak pertama lahir setelah 35 tahun resikonya 2 x lebih besar.
4. Menarche kurang dari 12 tahun resikonya 1,7-3,4 x lebih tinggi
daripada wanita dengan menarche yang datang pada usia normal, atau
lebih dari 12 tahun.
_________________________________________________________________
Bagian Bedah RS PERSAHABATAN
11

Carcinoma Mammae

5. Menopause datang terlambat lebih dari 55 tahun, resikonya 2,5-5 x


lebih tinggi.
6. Pernah mengalami infeksi, trauma atau tumor jinak payudara,
resikonya 3-9 x lebih besar.
7. Adanya kanker pada payudara kontralateral, resikonya 3-9 x lebih
tinggi.
8. Pernah mengalami operasi ginekologis-tumor ovarium, resikonya 3-4 x
lebih tinggi.
9. Ada riwayat keluarga dengan carcinoma mammae. Riwayat keluarga
ada yang menderita carcinoma mammae pada ibu, saudara perempuan
ibu,saudara perempuan, resikonya 2-3 x lebih tinggi.
10. Terapi hormonal lama, Kontrasepsi oral pada penderita tumor payudara
jinak seperti kelainan fibrokistik

yang ganas akan meningkatkan

resiko untuk mendapatkan carcinoma mammae 11 x lebih tinggi.


11. Pernah mengalami radiasi di daerah dada
Faktor Risiko
Wanita yang berumur lebih dari 50 tahun.
Wanita yang memiliki ibu atau saudara perempuan yang pernah
menderita carcinoma mammae.
Wanita yang pernah menjalani pengangkatan salah satu payudaranya.
Wanita dalam golongan ini harus berada dalam pengawasan yang
ketat.
Wanita yang belum pernah melahirkan anak. Ternyata pada golongan
ini sering dijumpai serangan carcinoma mammae.
VII.

MANIFESTASI KLINIS3,4,5,7,8,9

_________________________________________________________________
Bagian Bedah RS PERSAHABATAN
12

Carcinoma Mammae

Benjolan di payudara biasanya mendorong penderita untuk ke


dokter. Benjolan ganas yang kecil sukar dibedakan dengan benjolan tumor
jinak, tetapi kadang-kadang dapat diraba benjolan ganas yang melekat
pada jaringan sekitarnya. Bila tumor telah besar, perlekatan lebih jelas.
Konsistensi kelaianan ganas biasanya keras. Pengeluaran cairan dari
putting biasanya mengarah ke papiloma atau karsinoma intraduktal,
sedangkan adanya nyeri lebih mengarah ke kelainan fibrokistik. Pada
umumnya penderita datang ke dokter bila karsinomanya telah lanjut,
penderita biasanya tidak mengeluhkan sakit pada payudaranya, data
statistik menunjukkan pasien datang dengan benjolan pada payudara yang
tidak nyeri (66%), benjolan nyeri (10%), pengeluaran cairan dari putting
(10%), perubahan mammae seperti kelainan kulit atau retraksi putting dan
edema setempat.

Peau d Orange
Anamnesis. 4,5
_________________________________________________________________
Bagian Bedah RS PERSAHABATAN
13

Carcinoma Mammae

Pasien biasanya datang dengan keluhan adanya benjolan atau


massa di payudar, rasa sakit, keluarnya cairan dari putting susu, timbulnya
kelainan kulit (dimpling, kemerahan, ulserasi, peau dorange), retraksi
putting susu, adanya ekzema disekitar aerola atau keluhan lain berupa
pembesaran kelenjar limfe atau adanya keluhan nyeri tulang, batuk,sesak
nafas, nyeri di ulu hati menunjukkan adanya metastasis ke tempat lain. 4,5
Dalam anamnesis juga perlu ditanyakan secara lengkap mengenai
riwayat keluarga, riwayat haid, riwayat reproduktif, pemakaian preparat
hormonal, operasi payudara, riwayat operasi ginekologik dan riwayat
menopause. Tanyakan juga ada tidaknya rasa nyeri karena kanker tidak
menimbulkan rasa nyeri, tetapi hal ini tidak dijadikan sebagai suatu
patokan bahwa tumor tersebut bersifat ganas bila tidak nyeri, pengeluaran
cairan dari putting susu yang biasanya mengarah ke papiloma
intraduktuli. 4,5
Pemeriksaan Fisik4,5
Karena payudara dipengaruhi oleh faktor hormonal antara lain
estrogen dan progesteron maka sebaiknya pemeriksaan payudara
dilakukan saat pengaruh hormonal ini seminimal mungkin, yaitu setelah
menstruasi 1 minggu dari hari pertama menstruasi. Pada pemeriksaan
fisik dilakukan dengan posisi tegak (duduk) dan posisi berbaring dengan
punggung diganjal dengan bantal agar payudara jatuh tersebar di dinding
dada. 4,5

Posisi duduk
Penderita duduk dengan tangan bebas ke samping,
pemeriksa berdiri di depan dalam posisi kurang lebih sama tinggi.
Perhatikan kesimetrisan payudara kanan dan kiri, perubahan warna

_________________________________________________________________
Bagian Bedah RS PERSAHABATAN
14

Carcinoma Mammae

kulit, kelainan papila, letak dan bentuk retraksi putting susu, kelainan
kulit berupa peau dorange, dimpling, ulserasi, tanda2 radang.
Lakukan juga dalam keadaan kedua tangan diangkat ke atas dan
turun ke bawah untuk menilai fiksasi kulit atau papilla mamae.
Palpasi juga axilla, supraclavikula dan infraklavikula untuk melihat
pembengkakan kelenjar getah bening.

Posisi berbaring ( supine )


Penderita berbaring telentang dengan kedua tangan
diangkat diatas kepala dan diusahakan agar payudara jatuh tersebar
merata diatas lapangan dada bila perlu diganjal dengan bantal kecil.
Palpasi mulai dari cranial setinggi iga ke 2 samapai distal setinggi
iga ke 6, serta daerah subareolar dan papilla atau dilakukan secara
sentrifugal, terakhir lakukan penekanan daerah papilla untuk
mengetahui adanya cairan yang keluar aatau tidak. Bila ditemukan
tumor tentukan konsistensinya, batasnya, letak ,ukuran, mobilisasi
tumor terhadap kulit dan m.pectoralis atau dinding dada.

Periksa juga organ lain untuk melihat adanya metastasis, yaitu hepar,
lien, tulang belakang, paru. Gejala-gejala yang ditemukan :
1. Otak: nyeri kepala, mual, muntah, epilepsi, ataksia, paresis,
paralysis
2. Paru: efusi, sesak nafas
3. Hati: massa ikterus obstruktif
4. Tulang: nyeri, patah tulang

Untuk inspeksi, pasien diminta untuk duduk tegak atau berbaring,


Pada inspeksi dilihat simetri payudara kiri dan kanan, kelainan papilla,
letak dan bentuknya adalah retraksi putting susu, kelainan kulit, tandatanda radang, peau dorange, dimpling, ulserasi dan lain-lain. Pada
_________________________________________________________________
Bagian Bedah RS PERSAHABATAN
15

Carcinoma Mammae

palpasi dipergunakan phalang distal dan medial jari II, III, IV dan
dikerjakan secara sistematis mulai dari kranial setinggi iga ke-2 sampai
ke distal setinggi iga ke-6, jangan dilupakan pemeriksaan di daerah
sentral subareolar dan papil. Dengan lengan diangkat lurus ke atas
kelainan terlihat jelas. Palpasi lebih baik dilakukan pada posisi
berbaring dengan bantal kecil di punggung sehingga payudara tersebar
merata.

Setelah seluruh payudara diperiksa, areola mammae di inspeksi


untuk melihat adakah tanda retraksi pada putting payudara, kemudian
dipalpasi untuk mencari adakah massa di sekitar areola dan periksa
adakah cairan yang keluardari papila mammae. Juga tidak ketinggalan
palpasi kelenjar getah bening leher, supraklavikula, infraklavikula,
ketiak.
Pada keadaan tumor perlu ditetapkan lokasi tumor menurut kuadran

di payudara, ukuran tumor, konsistensi, batas tumor tegas atau tidak tegas,
mobilitas tumor terhadap kulit dan m. pectoralis atau dinding dada. Selain
terfokus pada payudara, juga dilakukan pemeriksaan pada kelenjar getah
bening regional yakni di daerah aksilla dan subklavikula.
Organ lain yang perlu diperiksa untuk melihat adanya metastase
yaitu hepar, lien, tulang belakang dan paru. Metastase jauh dapat bergejala
sebagai berikut:
-

Otak

: nyeri kepala, mula, muntah, epilepsi, ataksia, paresis

Paru

: efusi, sesak napas

Hati

: kadang tanpa gejala, massa ikterus obstruksi

Tulang : nyeri, patah tulang

_________________________________________________________________
Bagian Bedah RS PERSAHABATAN
16

Carcinoma Mammae

VIII.

PEMERIKSAAN PENUNJANG3,4,5,6,7,8,9
USG7,8,9
Sekarang ada USG Doppler untuk melihat neo vaskularisasi dan ada USG
4 dimensi. Pada pemeriksaan USG curiga ganas bila batas tidak tegas,
inhomogen, dan ada kalsifikasi.

IX.

Mammografi5,8,9
Bila ditemukan adanya benjolan, dilakukan pemeriksaan mammografi.
Mammografi adalah pemeriksaan payudara dengan alat rontgen dan
merupakan suatu cara pemeriksaan yang sederhana, tidak sakit, dan hanya
memakan waktu 5 - 10 menit saja. Saat terbaik untuk menjalani
pemeriksaan mammografi adalah seminggu setelah selesai menstruasi.
Caranya adalah meletakkan payudara secara bergantian antara 2 lembar
alas, kemudian dibuat foto rontgen dari atas ke bawah, kemudian dari kiri
ke kanan. Hasil foto ini akan diperiksa oleh dokter ahli radiologi. Sebuah
benjolan sebesar 0,25 cm sudah dapat terlihat pada mammogram. Prediksi
malignansi dapat di permudah dengan menerapkan kategori BI-RADS
(Breast Imaging Reporting and Data System). Adapun kategori BIRADS,yaitu:
o kategori 0

: tidak diperlukan pemeriksaan tambahan

o kategori 1

: tidak tampak kelainan

o kategori 2

: lesi benigna

o kategori 3

: kemungkinan lesi benigna, diperlukan follow

up 6 bulan.
_________________________________________________________________
Bagian Bedah RS PERSAHABATAN
17

Carcinoma Mammae

o Kategori 4

: kemungkinan maligna

o Kategori 5

: sangat dicurigai maligna

Lesi ganas memperlihatkan gambar stelata dan batas irreguler, kelompok


mikrokalsifikasi yang berspikula, distorsi parenkim disekitar lesi. Lesi
jinak mempunyai batas tegas dan bulat,bila ada kalsifikasi berbentuk bulat
dan jarang berkelompok.
Foto thoraks
Untuk melihat adanya dugaan metastasis ke paru, metastasis jauh.
USG Abdomen
Pemeriksaan ini digunakan untuk mencari metastase jauh.
Bone scanning
Pemeriksaan ini digunakan untuk mencari metastase jauh.
Bila sitologi (+) atau klinis sangat mencurigai pada lesi >5cm.
Biopsi (incisional/eksisisonal/jarum)
Dilakukan pada lesi yang secara klinis dan radiografik dicurigai ganas.
Aspirasi jarum halus (FNAB)7,8,9
Tehnik diagnosa yang aman dan reliable. Selain aman, efektif dalam biaya
serta akurat. Massa tumor difiksasi dengan satu tangan, jarum ditusukkan
melalui kulit sampai massa dengan sudut sedikit oblik untuk
meminimalkan kemungkinan penetrasi dinding dada. Tujuan FNAB
mengisi jarum dengan kumpulan sel.
Adapun ciri-ciri sel ganas adalah:
_________________________________________________________________
Bagian Bedah RS PERSAHABATAN
18

Carcinoma Mammae

- sel besar dan atau pleomorfik


- tidak berbatas tegas
- membentuk untaian sel tumor infiltratif
- adanya vakuola di dalam epitel skuamosa
Laboratorium (kimia darah)
Peningkatan kadar serum alkali posphatase berkaitan dengan metastase ke
hati dan tulang.Hiperkalsemia merupakan tanda yang penting dalam tumor
payudara.
X.

STADIUM KLINIS 5,7,8,9


Stadium I (stadium dini)
Besarnya tumor tidak lebih dari 2 - 2, 25 cm, dan tidak terdapat
penyebaran (metastase) pada kelenjar getah bening ketiak. Pada stadium I
ini, kemungkinan penyembuhan secara sempurna adalah 70 %. Untuk
memeriksa ada atau tidak metastase ke bagian tubuh yang lain, harus
diperiksa di laboratorium.
Stadium II
Tumor sudah lebih besar dari 2, 25 cm dan sudah terjadi metastase pada
kelenjar getah bening di ketiak. Pada stadium ini, kemungkinan untuk
sembuh hanya 30 - 40 % tergantung dari luasnya penyebaran sel kanker.
Pada stadium I dan II biasanya dilakukan operasi untuk mengangkat selsel kanker yang ada pada seluruh bagian penyebaran, dan setelah operasi
dilakukan penyinaran untuk memastikan tidak ada lagi sel-sel kanker yang
tertinggal.

_________________________________________________________________
Bagian Bedah RS PERSAHABATAN
19

Carcinoma Mammae

Stadium III
Tumor sudah cukup besar, sel kanker telah menyebar ke seluruh tubuh,
dan kemungkinan untuk sembuh tinggal sedikit. Pengobatan payudara
sudah tidak ada artinya lagi. Biasanya pengobatan hanya dilakukan
penyinaran dan chemotherapie (pemberian obat yang dapat membunuh sel
kanker). Kadang-kadang juga dilakukan operasi untuk mengangkat bagian
payudara yang sudah parah. Usaha ini hanya untuk menghambat proses
perkembangan sel kanker dalam tubuh serta untuk meringankan
penderitaan penderita semaksimal mungkin.
Penentuan stadium carcinoma mammae berdasarkan klasifikasi TNM
AJCC 2002 :
T

menunjukkan kondisi tumor primer antara lain diameter dan kondisi


kulit yang menutupi tumor.

Penilaian terhadap kemungkinan adanya metastase pada KGB


regional

Menggambarkan metastase pada organ lain

T1

Tumor < 2 cm

T2

Tumor 2 5 cm

T3

Tumor > 5 cm

T4

Tumor dengan penyebaran langsung ke dinding toraks atau ke kulit


dengan tanda udem, tukak, peau dorange

Metastase kelenjar

N0

Tidak teraba kelenjar aksila

_________________________________________________________________
Bagian Bedah RS PERSAHABATAN
20

Carcinoma Mammae

N1

Teraba kelenjar aksila (+) yang tidak melekat

N2

Teraba kelenjar aksila (+) yang melekat satu sama lain atau melekat
pada jaringan sekitarnya

N3

Teraba kelenjar supraklavikula

Mx Metastase jauh tidak dapat ditentukan


M0 Tidak ada metastase jauh
M1 Terdapat metastase jauh, termasuk ke kelenjar supraklavikula
Stadium carcinoma mammae berdasarkan TNM (UICC)
Stadium 0

Tis N0 M0

Stadium I

T1 N0 M0

Stadium IIA

T0 N1 M0
T1 N1 M0
T2 N0 M0

Stadium IIB

T2 N0 M0
T3 N0 M0

Stadium IIIA

T0 N2 M0
T1 N2 M0
T2 N2 M0
T3 N1 N2 M0

Stadium IIIB

T4 N0-3 M0
T0-4 N3 M0

Stadium IV
XI.

T0-4 N0-3 M1

DIAGNOSIS PASTI3,5,7,8

_________________________________________________________________
Bagian Bedah RS PERSAHABATAN
21

Carcinoma Mammae

Diagnosis

pasti

hanya

dengan

ditegakkan

dengan

pemeriksaan

histopatologis yang dilakukan dengan:


1. Eksisional biopsi, kemudian diperiksa potong beku atau PA. Hal ini
untuk kasus-kasus yang diperkirakan masih operable atau stadium
dini.
2. Insisional biopsi, cara ini untuk kasus-kasus ganas yang sudah
inoperable atau lanjut
Cara lain dengan FNAB (Fine Needle Aspiration Biopsy) merupakan suatu
pemeriksaan sitopatologi yang mana memerlukan keahlian khusus dalam
pembacaan dan ketepatan dalam mengambil aspiratnya.
XII.

PENATALAKSANAAN3,4,5,6,7,8,9
Dalam hal pengobatan yang perlu diketahui:
1. Pengobatan pada stadium dini akan memberikan harapan kesembuhan
dan harapan hidup yang baik
2. Jenis-jenis pengobatan:
Pada stadium I, II, III awal (stadium operabel), sifat pengobatan adalah
kuratif. Semakin dini semakin tinggi kurasinya. Pengobatan pada
stadium I, II dan IIIa adalah operasi yang primer, terapi lainnya hanya
bersifat adjuvant. Untuk stadium I, II pengobatan adalah dengan
lumpectomy, radikal mastektomi atau modified radical mastectomy
dengan atau tanpa radiasi dan sitostatika adjuvant. Berdasarkan
protokol di RSCM, diberikan terapi radiasi pasca operasi radikal
mastektomi, tergantung dari kondisi kelenjar getah bening aksila. Jika
kelenjar getah bening aksila mengandung metastasis maka diberikan
terapi radiasi adjuvant dan sitostatika adjuvant. Jika kelenjar getah

_________________________________________________________________
Bagian Bedah RS PERSAHABATAN
22

Carcinoma Mammae

bening aksila tidak mengandung metastasis, maka terapi adjuvant tidak


diberikan.
Stadium IIIa, adalah simple mastectomy dengan radiasi dengan
sitostatika adjuvant.
Stadium IIIb dan IV, sifat pengobatannya adalah paliasi, yaitu terutama
untuk mengurangi penderitaan penderita dan memperbaiki kualitas
hidup.
Untuk stadium IIIb atau yang dinamakan locally advanced pengobatan
utama adalah radiasi dan dapat diikuti dengan modalitas lain yaitu
hormonal terapi dan sitostatika (kemoterapi).
Stadium IV pengobatan yang primer adalah yang bersifat sistemik
yaitu hormonal dan kemoterapi.
Selain dari terapi di atas juga dikenal terapi BCT (breast Conserving
Treatment). Cara

ini yaitu hanya dengan mengangkat tumor dan

diseksi aksila diikuti dengan radiasi kuratif. Hal ini hanya dilakukan
pada stadium I dan II.
Penatalaksanaan pada carcinoma mammae tergantung dari staging
(TNM), grading (gambaran mikroskopik ), usia, positif terhadap reseptor
hormon dan protein (her 2) atau tidak. Penatalaksanaan dengan kuratif
atau operabel sampai stadium IIIA. Sedangkan untuk stadium IIIB dan IV
dengan paliatif. Tujuan dari terapi paliatif yaitu mempertahankan kualitas
hidup pasien agar tetap tinggi, menghilangkan rasa nyeri.
BCT (Breast Conserving Therapi) adalah terapi dengan
pengangkatan tumor saja, diseksi kelenjar aksila dan radiasi (ukuran tumor
<3 cm) dengan syarat tertentu. Tiga tindakan tersebut merupakan satu
_________________________________________________________________
Bagian Bedah RS PERSAHABATAN
23

Carcinoma Mammae

paket terapi yang harus dilakukan. Termasuk BCT yaitu lumpektomi


(eksisi lokal luas), kuadrantektomi (eksisi segmental ).
Syarat untuk melakukan BCT :
1. Tumor primer < 2 cm
2. N1b < 2 cm
3. Tidak ada tumor primer lainnya
4. Payudara kontralateral bebas kanker
5. Tumor primer tidak terlokasi di belakang puting susu
6. Tidak dilakukan pada payudara kecil karena hasil kosmetiknya tidak
terlalu menonjol.

Type mastektomi:
a.

Simple mastektomy yaitu mengangkat hanya jaringan payudara saja.

b.

Modified radical mastectomy yaitu mengangkat semua jaringan


payudara,kelenjar limfe aksila

c.

Radical mastectomy 9

_________________________________________________________________
Bagian Bedah RS PERSAHABATAN
24

Carcinoma Mammae

_________________________________________________________________
Bagian Bedah RS PERSAHABATAN
25

Carcinoma Mammae

_________________________________________________________________
Bagian Bedah RS PERSAHABATAN
26

Carcinoma Mammae

yaitu mengangkat semua jaringan payudara, kelenjar limfe aksila dan


Musculus Pectoralis
Lumpectomy

_________________________________________________________________
Bagian Bedah RS PERSAHABATAN
27

Carcinoma Mammae

XIII.

PROGNOSIS
Prognosis carcinoma mammae ditentukan oleh
1. Staging (TNM)
Semakin dini semakin baik prognosisnya
Stadium I : 5 10 tahun

90-80%

II :

70-50%

III :

20-11%

IV :

0%

Untuk stadium 0 (in situ)

96,2%

2. Jenis histopatologis keganasan


Karsinoma in situ mempunyai prognosis yang baik dibandingkan dengan
karsinoma yang sudah invasif.
_________________________________________________________________
Bagian Bedah RS PERSAHABATAN
28

Carcinoma Mammae

XIV.

SADARI 2
Perlu untuk diketahui, bahwa 9 di antara 10 wanita menemukan
adanya benjolan di payudaranya. Untuk pencegahan awal, dapat dilakukan
sendiri.

Sebaiknya

pemeriksaan

dilakukan

sehabis

selesai

masa

menstruasi. Sebelum menstruasi, payudara agak membengkak sehingga


menyulitkan pemeriksaan. Cara pemeriksaan adalah sebagai berikut :
Bagaimana melakukan
pemeriksaan payudara sendiri
1. Berdirilah di depan cermin dan
perhatikan apakah ada kelainan
pada payudara, biasanya ukuran
kedua payudara sedikit berbeda,
putingnya juga tidak terletak pada
ketinggian yang sama. Lihat
perubahan perbedaan ukuran
antara payudara dan perubahan
pada putting susu, Perhatikan
apakah terdapat keriput, lekukan,
atau puting susu tertarik ke dalam.
2. lihatlah dengan dekat pada
cermin, Letakkan kedua lengan di
atas kepala. Posisi dapat membantu
melihat perubahan yang ada pada
payudara akibat kanker. Perhatikan
perubahan bentuk dan kontur
_________________________________________________________________
Bagian Bedah RS PERSAHABATAN
29

Carcinoma Mammae

payudara, terutama bagian bawah


payudara.
3. taruh tangan pada pinggul,
sehingga pundak dan lengan ke
arah depan (sedikit membungkuk)
hingga payudara tergantung ke
bawah, dan periksa lagi.

4. angkat lengan kiri. Gunakan 3-4 jari


kanan, periksa payudara kiri dengan
bagian jari yang rata. Gerakkan jari secara
sirkular, dari luar mengarah ke putting
susu. Tekan dengan lembut, rasakan
apakah teraba adanya benjolan.
Periksa dan rabalah puting susu dan
sekitarnya. Pada umumnya kelenjar susu
bila diraba dengan telapak jari-jari tangan
akan terasa kenyal dan mudah digerakkan.
Bila ada tumor, maka akan terasa keras
dan tidak dapat digerakkan (tidak dapat
dipindahkan dari tempatnya). Bila terasa
ada sebuah benjolan sebesar 1 cm atau
lebih, segeralah pergi ke dokter. Makin
dini penanganan, semakin besar
kemungkinan untuk sembuh secara
sempurna
Ulangi langkah4 dan 5 pada payudara kanan, angkat lengan kanan dan
_________________________________________________________________
Bagian Bedah RS PERSAHABATAN
30

Carcinoma Mammae

gunakan tangan kiri.


6. Berbaringlah di tempat tidur dan
letakkan tangan kiri di belakang
kepala, dan sebuah bantal di bawah
bahu kiri. Posisi ini mempermudah
memeriksa karena posisi payudara
lebih datar. Pariksa payudaya
seperti pada langkah 4 dan 5
payudara kiri. Periksalah apakah
ada benjolan pada payudara.
Kemudian periksa juga apakah ada
benjolan atau pembengkakan pada
ketiak kiri. Ulangi pada

_________________________________________________________________
Bagian Bedah RS PERSAHABATAN
31

Carcinoma Mammae

DAFTAR PUSTAKA
1. Ama, Faisol, 1990. Masalah Carcinoma mammae dan pemecahannya.
Majalah Kesehatan Masyarakat Indonesia. Tahun XIX. Nomor 1 Maret.
Jakarta.
2. www.merck.com/media/mmhe2/
3. Vaidya, M.P, and Shukla, H.S. A textbook of Breast Cancer. Vikas
Publishing House PVT LTD.
4. R Syamsuhidajat. Wim de Jong: Buku ajar Ilmu bedah. Edisi 2. Penerbit
Buku Kedokteran EGC.
5. David C Sabiston Jr,MD: Buku Ajar Ilmu Bedah. Edisi 1. EGC. Jakarta
1994.
6. Arif Mansjoer, Kuspudi Triyanti, Rakhmi Savitri, dkk: Kapita Selekta
Kedokteran Edisi Ketiga Jilid Satu. Media Aesculapius FKUI.
7. Http://Wikipedia.org-medicine-mammo_breast_cancer
8. Http://Breast_Cancer.org
9. www.gentryvisualization.com/PE_MastRad.html

_________________________________________________________________
Bagian Bedah RS PERSAHABATAN
32