Anda di halaman 1dari 16

IV.

TUJUAN PRAKTIKUM

Mengetahui beda potensial pada berbagai sel volta dan membandingkan Haga
beda potensial hasil percobaan dengan hasil hitungan dari potensial electrode
standar.
V.

LANDASAN TEORI
1. Sel Volta
Sel Volta atau sel galvani adalah sel elektrokimia yang menghasilkan arus
listrik dari reaksi kimia. Sel volta melibatkan reaksi redoks. Sel Volta terdiri atas 2
jenis elektroda yaitu Katoda ( elektroda positif ) dan Anoda ( elektroda negative ).
Katode merupakan tempat berlangsungnya reaksi reduksi dan Anoda merupakan
tempat terjadinya oksidasi.
Prinsip prinsip sel volta :
1. Didalam sel volta reaksi kimianya mengandung arus listrik.
2. Terjadi perubahan energi kimia menjadi energi listrik.
3. Elektron mengair dari anoda menuju katoda.
Padas el Volta dengan electrode terpisah diperlukan jembatan garam yang
berfungsi sebagai penghantar elektrolit (mengalirkan ion-ion dari suatu electrode ke
electrode lain) guna mengimbangi aliran electron dari anoda ke katoda. Jembatan
berisi garam NaCl atau KNO3 dalam agar agar (gelatin). DKedua electrode
dihubungkan dengan kabel/kawat melewati basicmeter.

Deret Volta merupakan urutan logam-logam ditambah hydrogen berdasarkan


kenaikan potensual electrode standarnya.
Deret Volta :
Li, K, Ba, Sr, Ca, Na, Mg, Al, Mn, Zn, Cr, Fe, Ni, Co, Sn, Pb, H, Cu, Hg, Ag, Pt, Au
Semakin kekiri letak suatu logam dalam deret volta, maka logam tersebut
akan semakin mudah teroksidasi ( sifat anoda besar).
2. Potensial sel (Eo sel)
Potensial sel adalah beda potensial listrik yang terjadi antara dua elektroda
pada suatu sel elektrokimia. Potensial listrik merupakan selisih antara elektroda
yang mempuyai potensial electrode tinggi (katoda) dengan elektroda yang
mempunyaipotensial elektroda kecil (anoda). Potensial sel dirumuskan :
Eo sel : Eo Katode Eo Anode atau Eo sel = Eo reduksi Eo oksidasi
Harga potensial sel tergantung pada jenis elektroda, suhu, konsentrasi ion
dalam larutan, dan jenis ion dalam larutan.
3. Potensial elektroda Standar
Potensial elektroda standar adalah besarnya potensial logam (unsur) yang
tercelup dalam larutan elektrolitnya dengan konsentrasi 1 molar, yang dihubungkan
dengan elektroda hydrogen pada tekanan 1 atm dan suhu 25 oC
Jika potensial elektroda bertanda (+) maka eektrode lebih mudah mengalami
reduksi. Jika elektroda bertanda (-) maka elektroda lebih mudah mengalami
oksidasi.
VI.

ALAT DAN BAHAN

2 buah Gelas kimia 50 ml

- Larutan ZnSO4 1M 20 ml

Basic Meter

- Larutan MgSO4 1M 20 ml

2 kabel dengan penjepit buaya

- Larutan CuSO4 1 M 20 ml

Amplas

- Larutan FeSO4 1M 20 ml

VII.

Kertas Saring

Pipet

- Larutan NaCl
-

Sebagai Eklektroda Logam Mg, Zn, Cu, Fe (paku)

Larutan PbSO4 1M

Larutan Pb(NO3)2 0,5M

LAGKAH KERJA
1. Menyiapkan alat.
2. Membuat jembatan garam dengan membasahi kertas saring dengan Larutan
NaCl menggunakan pipet.
3. Mengamplas logam Mgm Zn, Cu, Fe (paku)
4. Mengambil dan memasukkan larutan CuSO4 1M sebanyak 20 ml kedalam gelas
kimia 1 dan larutan ZnSO4 1M sebanyak 20 ml pada gelas kimia 2. (percobaan 1)
5. Menguhubungkan kedua gelas kimia dengan jembatan garam.
6. Menjepit logam Cu pada penjepit buaya dan memasukkan ke dalam gelas kimia
1 yang berisi larutan CuSO4 1M. Kemudian menjepit logam Zn pada penjepit
buaya lain dan memasukkan kedalam gelas kimia 2 yang berisi larutan ZnSO4 1M.
7. Menghubungkan kabel kabel dari logam Cu dan Zn ke Volt meter. (apabila jarum
menunjukkan angka - , maka kabel dibalik)

Gambar Rangkaian Alat

8. Mengamati beda potensial yang terjadi.


9. Melakukan langkah 4-8 untuk percobaan 2-8
-

Percobaan 2 Larutan FeSO4 dengan PbSO4

Percobaan 3 Larutan MgSO4 dengan FeSO4

VIII.

Percobaan 4 Larutan FeSO4 dengan CuSO4

Percobaan 5 Larutan FeSO4 dengan ZnSO4

Percobaan 6 Larutan ZnSO4 dengan MgSO4

Percobaan 7 Larutan ZnSO4 dengan Pb(NO3 )2

Percobaan 8 Larutan CuSO4 dengan Pb(NO3 )2

HASIL PENGAMATAN

Percobaan

Larutan 1

Larutan 2

Katoda

Anoda

Beda Potensial

Ke

IX.

(Volt)

CuSO4 1M

ZnSO4 1M

Cu

Zn

0,41

FeSO4 1M

PbSO4 0,5 M

Pb

Fe

0,02

MgSO4 1M

FeSO4 1M

Fe

Mg

0,5

FeSO4 1M

CuSO4 1M

Cu

Fe

0,1

ZnSO4 1M

FeSO4 1M

Fe

Zn

0,22

ZnSO4 1M

MgSO4

Zn

Mg

0,18

ZnSO4 1M

Pb(NO3 )2 0,5M

Pb

Zn

0,14

CuSO4 1M

Pb(NO3 )20,5M

Cu

Pb

0,1

PEMBAHASAN
1. Notasi Sel dan Eo sel berdasarkan percobaan
-

Percobaan 1
oks Zn

Zn2+ +2e-

red Cu2+ + 2eZn + Cu2+

Cu
Zn2+ + Cu

Notasi sel nya Zn/ Zn2+ // Cu2+ /Cu


-

Eo sel = 0,41 V
Eo sel = 0,41 V

Percobaan 2
oks Fe

Fe2+ +2e-

red Pb2+ + 2eFe + Pb2+

Pb
Fe2+ + Pb

Notasi selnya Fe/ Fe2+ //Pb2+ /Pb

Eo sel = 0,02 V
Eo sel = 0,02 V

Percobaan 3
Oks Mg

Mg2+ +2e-

Red Fe2+ + 2eMg + Fe2+

Fe
Mg2+ + Fe

Notasi selnya Mg/ Mg2+ //Fe2+ /Fe


-

Fe2+ +2e-

Red Cu2+ + 2eFe + Cu2+

Cu
Fe2+ + Cu

Notasi selnya Fe /Fe2+ //Cu2+ /Cu

Zn + Fe2+

Fe
Zn2+ + Fe

Notasi selnya Zn/ Zn2+ //Fe2+ /Fe

Eo sel = 0,22 V
Eo sel = 0,22 V

Percobaan 6
Oks Mg

Mg2+ +2e-

Red Zn2++ 2eMg + Zn2+

Zn
Mg2+ + Zn

Notasi selnya Mg /Mg2+ //Zn2+ /Zn

Eo sel = 0,18 V
Eo sel = 0,18 V

Percobaan 7
Oks Zn

Zn2+ +2e-

Red Pb2+ + 2eZn + Pb2+

Pb
Zn2+ + Pb

Notasi selnya Zn //Zn2+ //Pb2+ /Pb


-

Eo sel = 0,1 V

Zn2+ +2e-

Red Fe2+ + 2e-

Eo sel = 0,1 V

Percobaan 5
Oks Zn

Eo sel = 0,5 V

Percobaan 4
Oks Fe

Eo sel = 0,5 V

Eo sel = 0,14 V
Eo sel = 0,14 V

Percobaan 8
Oks Pb

Pb2+ +2e-

Red Cu2+ + 2ePb + Cu2+

Cu
Pb2+ + Cu

Notasi selnya Pb /Pb2+ //Cu2+ /Cu

Eo sel = 0,1 V
Eo sel = 0,1 V

2. Potensial Elektrode Standar (Berdasarkan perhitungan)


-

Percobaan 1
oks Zn

Zn2+ +2e-

red Cu2+ + 2eZn + Cu2+


-

Fe + Pb2+

Eo = +1,10 V
Eo = +0,409 V

Pb

Eo = -0,126 V

Fe2+ + Pb

Eo = +0,283V

Mg2+ +2e-

Red Fe2+ + 2eMg + Fe2+

Fe
Mg2+ + Fe

Eo = 2,375 V
Eo = -0,409 V
Eo = 1,966V

Percobaan 4
Oks Fe

Fe2+ +2e-

Red Cu2+ + 2eFe + Cu2+

Eo = 0,409 V

Cu

Eo = 0,34 V

Fe2+ + Cu

Eo = 0,749V

Percobaan 5
Oks Zn

Zn2+ +2e -

Red Fe2+ + 2eZn + Fe2+

Zn2+ + Cu

Percobaan 3
Oks Mg

Eo = + 0,34 V

Fe2+ +2e-

red Pb2+ + 2e-

Cu

Percobaan 2
oks Fe

Eo = + 0,76 V

Eo= 0,76 V

Fe

Eo = -0,409 V

Zn2+ + Fe

Eo = 0,351V

Percobaan 6
Oks Mg

Mg2+ +2e -

Red Zn2++ 2eMg + Zn2+

Zn
Mg2+ + Zn

Eo = 2,375 V
Eo = -0,76 V
Eo= 1,615V

Percobaan 7
Oks Zn

Zn2+ +2e-

Red Pb2+ + 2eZn + Pb2+

Eo = 0,76 V

Pb

Eo = -0,126 V

Zn2+ + Pb

Eo = 0,634 V

Percobaan 8
Oks Pb

Pb2+ +2e-

Red Cu2+ + 2ePb + Cu2+

Eo = 0,216 V

Cu

Eo = 0,34 V

Pb2+ + Cu

Eo = 0,556V

3. Perbandingan harga potensial sel hasil percobaan dengan pptensial sel hasil
perhitungan berdasarkan potensial elektroda standar

Harga potensial sel hasil percobaan dengan potensial sel hasil


perhitungan berdasarkan potensial elektroda sangatlah berbeda. Misalnya pada
-

Percobaan 1 yang menggunakan larutan CuSO4 1M dan ZnSO4 1M.


Besar Eo Sel berdasarkan percobaan adalah 0,41 V
Sedangkan Besar Eo Sel berdasarkan hitungan adalah 1,1V
Terlihat perbedaan yang sangat besar.

Percobaan 8 yang menggunakan CuSO4 1 M dengan Pb(NO3 )2 0,5 M


Besar Eo Sel berdasarkan percobaan adalah 0,1 V
Besar Eo Sel berdasarkan perhitungan adalah 0,556 V
Terlihat perbedaan yang sangat besar

X.

KESIMPULAN

Besar kecilnya beda potensial suatu sel volta dipengaruhi oleh letak unsure
tersebut dalam deret volta. Semakin ke kanan unsur digunakan maka
semakin besar beda potensial yang terjadi.

Percobaan 7
yang didasarkan
pada potensial elektroda
standar seharusnya sama.
Oks Zn
Zn2+ +2eEo = 0,76 V
Namun dalam percobaan ini sangatlah berbeda. Hal ini disebabkan oleh :
1. Praktikum tidak berada pada suhu 25oC dan tekanan 1 atm.
2. Larutan FeSO4 dan PbSO4 yang digunakan telah rusak.
3. Larutan Pb(NO3)2 yang digunakan tidak 1M melainkan 0,5 M
4. Elektroda yang digunakan tidak bersih sempurna walaupun
sudah di amplas.

Sel Volta
A. Tujuan
1. Mempelajari sel volta
2. Mengukur beda potensial sel volta
3. Membandingkan beda potensial sel volta hasil percobaan dengan beda
potensial hasil hitungan berdasarkan potensial elektroda standar.

B. Tempat dan Waktu Percobaan


1. Tempat
2. Waktu

: Laboratorium Kimia SMA N 1 Klaten


: Kamis, 7 Agustus 2008 pukul 08.30 WIB

C. Alat dan Bahan


1. Beker glass 2 buah
2. Elektroda logam Cu, Zn, Mg, Pb, Fe masing-masing 1 buah
3. Avometer 1 buah
4. 2 kabel dengan penjepit buaya
5. Kertas saring 6 lembar
6. Amplas
7. Larutan ZnSO4 1 M 25 ml
8. Larutan MgSO4 1 M 25 ml
9. Larutan Pb(NO3)2 1 M 25 ml
10. Larutan CuSO4 1 M 25 ml
11. Larutan FeSO4 1 M 25 ml
12. Larutan NaCl secukupnya

D. Langkah Kerja
a. Percobaan 1
Masukkan ke dalam beker glass pertama larutan ZnSO4 1 M 25 ml dan ke
dalam beker glass kedua larutan CuSO4 1 M 25 ml.
Amplas sampai mengkilat logam Zn dan Cu.
1

Jepit logam Zn dan Cu dengan penjepit buaya.

-Masukkan
Percobaan
7 saring ke dalam larutan NaCl sampai semua basah.
kertas
Hubungkan
Oks Zn beker
Zn2+ glass
+2e- pertama danEobeker
= 0,76glass
V kedua dengan jembatan
garam yang dibuat dari kertas saring yang dibasahi dengan NaCl tadi.
Masukkan logam Zn ke dalam larutan ZnSO4 1 M dan logam Cu ke dalam
larutan CuSO4 1 M.
Hubungkan kabel-kabel dari logam Zn dan Cu ke Avometer dengan skala
3 volt, apabila arah jarum avometer ke kiri, balik posisi kabel yang masuk
ke avometer.
Catat beda potensial yang dihasilkan.

b. Percobaan 2
- Percobaan 7
Masukkan ke dalam beker glass pertama larutan MgSO4 1 M 25 ml dan
2+
o
ke dalam
larutan ECuSO
M 25 ml.
Oks Zn beker
Znglass
+2ekedua
= 0,76
4 1V
Amplas sampai mengkilat logam Mg dan Cu.
Jepit logam Mg dan Cu dengan penjepit buaya.
Masukkan kertas saring ke dalam larutan NaCl sampai semua basah.
Hubungkan beker glass pertama dan beker glass kedua dengan jembatan
garam yang dibuat dari kertas saring yang dibasahi dengan NaCl tadi.
Masukkan logam Mg ke dalam larutan MgSO4 1 M dan logam Cu ke
dalam larutan CuSO4 1 M.
Hubungkan kabel-kabel dari logam Mg dan Cu ke Avometer dengan skala
3 volt, apabila arah jarum avometer ke kiri, balik posisi kabel yang masuk
ke avometer.
Catat beda potensial yang dihasilkan.
c. Percobaan 3
Masukkan ke dalam beker glass pertama larutan MgSO4 1 M 25 ml dan
ke dalam beker glass kedua larutan ZnSO4 1 M 25 ml.
Amplas sampai mengkilat logam Mg dan Zn.
Jepit logam Mg dan Zn dengan penjepit buaya.
Masukkan kertas saring ke dalam larutan NaCl sampai semua basah.
Hubungkan beker glass pertama dan beker glass kedua dengan jembatan
garam yang dibuat dari kertas saring yang dibasahi dengan NaCl tadi.
Masukkan logam Mg ke dalam larutan MgSO4 1 M dan logam Zn ke
dalam larutan ZnSO4 1 M.
Hubungkan kabel-kabel dari logam Mg dan Zn ke Avometer dengan skala
3 volt, apabila arah jarum avometer ke kiri, balik posisi kabel yang masuk
ke avometer.
Catat beda potensial yang dihasilkan.
d. Percobaan 4
Masukkan ke dalam beker glass pertama larutan ZnSO4 1 M 25 ml dan ke
dalam beker glass kedua larutan Pb(NO3)2 1 M 25 ml.
Amplas sampai mengkilat logam Zn dan Pb.
Jepit logam Zn dan Pb dengan penjepit buaya.
Masukkan kertas saring ke dalam larutan NaCl sampai semua basah.
Hubungkan beker glass pertama dan beker glass kedua dengan jembatan
garam yang dibuat dari kertas saring yang dibasahi dengan NaCl tadi.
Masukkan logam Zn ke dalam larutan ZnSO4 1 M dan logam Pb ke dalam
Pb(NO3)2 1 M 25 ml.
Hubungkan kabel-kabel dari logam Zn dan Pb ke Avometer dengan skala
3 volt, apabila arah jarum avometer ke kiri, balik posisi kabel yang masuk
ke avometer.
Catat beda potensial yang dihasilkan.

e. Percobaan 5
- Percobaan 7
Masukkan ke dalam beker glass pertama larutan MgSO4 1 M 25 ml dan
2+
o
ke dalam
larutan EPb(NO
1 M 25 ml.
Oks Zn beker
Znglass
+2ekedua
= 0,76
3)2 V
Amplas sampai mengkilat logam Mg dan Pb.
Jepit logam Mg dan Pb dengan penjepit buaya.
Masukkan kertas saring ke dalam larutan NaCl sampai semua basah.
Hubungkan beker glass pertama dan beker glass kedua dengan jembatan
garam yang dibuat dari kertas saring yang dibasahi dengan NaCl tadi.
Masukkan logam Mg ke dalam larutan MgSO4 1 M dan logam Pb ke
dalam Pb(NO3)2 1 M 25 ml.
Hubungkan kabel-kabel dari logam Mg dan Pb ke Avometer dengan skala
3 volt, apabila arah jarum avometer ke kiri, balik posisi kabel yang masuk
ke avometer.
Catat beda potensial yang dihasilkan.
2. Percobaan 6
Masukkan ke dalam beker glass pertama larutan FeSO4 1 M 25 ml dan ke
dalam beker glass kedua larutan CuSO4 1 M 25 ml.
Amplas sampai mengkilat logam Fe dan Cu.
Jepit logam Fe dan Cu dengan penjepit buaya.
Masukkan kertas saring ke dalam larutan NaCl sampai semua basah.
Hubungkan beker glass pertama dan beker glass kedua dengan jembatan
garam yang dibuat dari kertas saring yang dibasahi dengan NaCl tadi.
Masukkan logam Fe ke dalam larutan FeSO4 1 M dan logam Cu ke dalam
larutan CuSO4 1 M.
Hubungkan kabel-kabel dari logam Fe dan Cu ke Avometer dengan skala
3 volt, apabila arah jarum avometer ke kiri, balik posisi kabel yang masuk
ke avometer.
Catat beda potensial yang dihasilkan.

E. Hasil- Pengamatan
Percobaan 7
No.

Oks Zn
Zn

Percobaan

Zn2+ +2e-

Eo = 0,76 V

Hasil Pengamatan

Cu

1.

Beda potensial = 0,25 volt

25 ml ZnSO4 1 M dan 25 ml CuSO4 1 M

Mg

Cu

2.

Beda potensial = 0,45 volt

25 ml MgSO4 1 M dan 25 ml CuSO4 1 M

Mg

Zn

3.

Beda potensial = 0,12 volt

25 ml MgSO4 1 M dan 25 ml ZnSO4 1 M

Zn

Pb

4.

Beda potensial = 0,11 volt

25 ml ZnSO4 1 M dan 25 ml Pb(NO3)2 1 M

Mg

Pb

5.

Beda potensial = 0,1 volt

25 ml MgSO4 1 M dan 25 ml Pb(NO3)2 1 M

Percobaan 7
FeOks Zn

Zn2+ +2e-

Cu

Eo = 0,76 V

6.

Beda potensial = 0,1 volt

25 ml FeSO4 1 M dan 25 ml CuSO4 1 M

F. Kesimpulan
- Percobaan 7

1. Notasi sel hasil percobaan untuk:


Oks Zn 1: Zn2+ +2ea) Percobaan
Zn
Zn2+ + 2e
2+
Cu
Cu + 2e
_
_ +
Zn + Cu2+
Zn2+ + Cu

Eo = 0,76 V

Eo sell = 0,25 V

Zn/Zn2+ // Cu2+/Cu Eo sell = 0,25 V


b) Percobaan 2:
Mg
2+
Cu + 2e
_
Mg + Cu2+

Mg2+ + 2e
Cu
_
Mg2+ + Cu

Eo sell = 0,45 V

Mg/Mg2+ // Cu2+/Cu Eosell = 0,45 V


c) Percobaan 3:
Mg
Zn2+ + 2e
_
Mg + Zn2+

Mg2+ + 2e
Zn
_
Mg2+ + Zn

Eo sell = 0,12 V

Mg/Mg2+ // Zn2+/Zn Eosell = 0,12 V


d) Percobaan 4:
Zn
2+
Pb + 2e
_
Zn + Pb2+

Zn2+ + 2e
Pb
_
Zn2+ + Pb

Eo sell = 0,11 V

Zn/Zn2+ // Pb2+/Pb Eosell = 0,11 V


e) Percobaan 5:
Mg
Pb2+ + 2e
_
2+
Mg + Pb

Mg2+ + 2e
Pb
_
2+
Mg + Pb

sell

= 0,1 V

Mg/Mg2+ // Pb2+/Pb Eosell = 0,1 V


f) Percobaan 6:
Fe
Cu2+ + 2e
_
2+
Fe + Cu

Fe2+ + 2e
Cu
2+

Fe

_
+ Cu

Eo sell = 0,1 V

Fe/Fe2+ // Cu2+/Cu Eo sell = 0,1 V

2. Hasil
berdasarkan
potensial elektroda standar:
- hitungan
Percobaan
7
a) Potensial sel percobaan 1:
2+
Zn Oks Zn
EEoo == 0,76
Zn2+Zn
+2e- + 2e
0,76 V
2+
o
Cu
Cu + 2e
E = 0,34 V
_
_ +
2+
2+
o
Zn + Cu
Zn + Cu
E sell = 1,1 V
Zn/Zn2+ // Cu2+/Cu Eo sell = 1,1 V
b) Potensial sel percobaan 2:
Mg
Mg2+ + 2e
2+
Cu
Cu + 2e
_
_
2+
2+
Mg + Cu
Mg + Cu

Eo = 2,38 V
o
E = 0,34 V
+

sell

= 2,72 V

Mg/Mg2+ // Cu2+/Cu Eosell = 2,72 V


c) Potensial sel percobaan 3:
Mg2+ + 2e
Mg
2+
Zn
Zn + 2e
_
_
2+
2+
Mg + Zn
Mg + Zn

Eo = 2,38 V
Eo = -0,76 V
+

sell

= 1,62 V

Mg/Mg2+ // Zn2+/Zn Eosell = 1,62 V


d) Potensial sel percobaan 4:
Zn2+ + 2e
Zn
2+
Pb
Pb + 2e
_
_
2+
2+
Zn + Pb
Zn + Pb

Eo = 0,76 V
Eo = -0,13 V
+

sell

= 0,63 V

Zn/Zn2+ // Pb2+/Pb Eosell = 0,63 V


e) Potensial sel percobaan 5:
Mg2+ + 2e
Mg
2+
Pb
Pb + 2e
_
_
Mg + Pb2+
Mg2+ + Pb

Eo = 2,38 V
Eo = -0,13 V
+

Eo sell = 2,25 V

Mg/Mg2+ // Pb2+/Pb Eosell = 2,25 V


f) Potensial sel percobaan 6:
Fe
Fe2+ + 2e
2+
Cu
Cu + 2e
_
_
Fe + Cu2+
Fe2+ + Cu

Eo = 0,41 V
Eo = 0,34 V
+

Eo sell = 0,75 V

Fe/Fe2+ // Cu2+/Cu Eo sell = 0,75 V

Harga Potensial sel hasil percobaan dengan harga potensial hasil perhitungan
3. Hasil percobaan dan hasil hitungan ternyata berbeda jauh karena:
a) Saat melakukan percobaan, suhu dan tekanan berbeda dengan keadaan
standar yang dibutuhkan untuk menentukan potensial elektroda, yaitu 25o C 1
atm.
b) Elektroda logam yang digunakan memiliki tingkat pengotor yang tinggi sehingga
mengganggu jalannya reaksi sel volta.
c) Larutan elektrolit yang digunakan sebagian sudah tidak murni karena tercampur
zat lain ataupun mengalami koagulasi.
d) Jembatan garam yang digunakan hanyalah kertas saring yang dibasahi NaCl,
sehingga tidak dapat menyeimbangkan muatan pada kedua larutan elektrolit
sehingga mengganggu jalannya reaksi sel volta.