Anda di halaman 1dari 8

Pulmonary embolism

Paling sering diakibatkan trombus yang berasal dari sistem


vena yang dalam pada ekstremitas bawah
Komplikasi dari trombosis vena
Mengakibatkan hipoxemia, hipergventilasi, kematian alveolus
Berdasarkan study PIOPED Dyspnea merupakan gejala yang
paling sering timbul, diikuti pleuritic chest pain, batuk,
hemoptisis
Gejala fisik lain: takipnea, ronki, takikardia, demam,
diaphoresis, gallop, murmur, sianosis

Primary Pulmonary
hypertension

a)
b)
c)
d)
e)
f)

Penyakit yang jarang. Adanya peningkatan pulmonary arteri


pressure tanpa sebab yang jelas
Mutasi gen KCNK3
Patofisiologi belum dapat dijelaskan. Terkait defek pada gen,
trauma berulang karena autoimmune, infeksi, dsb mengakibatkan
pembentukan scar vaskuler, dan trombosis
Gejala utama: dyspnea, weakness, reccurent syncope
Gejala fisik lainnya:
S2 meningkat, menggambarkan fixed or paradoxic splitting pada
severe ventricular dysfunction
Pulmonic regurgitation (graham stell murmur)
A murmur of tricuspid regurgitation
Peningkatan jugular venous pulsation
Hepatomegaly
Pitting edema on extremity

Pulmonary Veno Occlusive


disease

a)
b)
c)
d)

Akibat trauma berulang akibat autoimune, infeksi, genetic, toxic,


radiology, coagulopathic
Konstriksi dan oklusi pada vena pulmkonal, dan venula
Oklusi berasal dari jaringan yang lepas, edem, yang selanjutnya
berubah menjadi sclerotic fibrous tissue
Gejala yang timbul memiliki spesifikasi yang rendah
Gejala utama: exertional dyspnea, fatigue, cough
Gejala pada stadium lanjut berkaitan dengan kegagalan ventrikel
kiri:
Chest pain
Dizziness with exertion
Abdominal pressure and tenderness secondeary to hepatic
congestion
Exertional syncope

Pleural effusion

a)
b)
c)
d)
e)
f)
g)

Akumulasi cairan pada pleura space akibat peningkatan prodiksi cairan


atau penurunan absorpsi
Manifestasi paling sering dari pleural disease
Indikasi darpi penyakit lain yang mendasari bisa pulmonal or non
pulmonal, akut atau kronis
Penyebab paling sering: CHF, pneumonia, Malignancy, Pulmonary
embolism
Gejala utama: Dyspnea, Cough, Chest Pain
Gejala lain:
Extremity edema
Orthopnea
Paroxysmal nocturnal dyspnea
Night sweats
Fever
Hemoptysis
Wigh loss (TB)

Pnysical examination:

Dullness to percussion
Decreased tactile fremitus
Asymmetrical chest expansion
Mediastinal shift away
Displacement of trachea and mediastinum
Dimished or inaudible breath sounds
Egophony
Pleural friction rub

Pneumothorax
Adanya Udara atau gas di pleural cavity
Dibagi 3 type:
Spontaneous Pneumothorax
Iatrogenic pneumothorax
Tension Pneumothorax

Physical examination:

a)
b)
c)
d)
e)
f)
g)

Respiratory findings:
Respiratory distress
Tachypnea
Asymmetric lung expansion
Distant or absent breath sounds
Hyperresonance on percussion
Decrease tactile fremitus
Adventitious lung sounds

Cardiovascular findings:
a) Tachycardia
b) Pulsus paradoxus
c) Hypotension
d) Jugular venous distention
e) Cardiac apical displacement