Anda di halaman 1dari 22

INJIL SINOPTIK

PENGANTAR
1. Apakah Injil itu?
Di benak kita Injil itu adalah ke-IV Kitab Injil: Matius, Markus, Lukas
dan Yohanes
Ingat! Bahwa selama 40 tahun setelah para pengikut Yesus wafat tidak
ada Injil sebagai buku, tetapi dikatakan para pengikut Yesus giat
mewartakan Injil. Apa maksudnya?
Pewartaan mereka: Yesus diakui dan dimaklumkan sebagai Tuhan,
Mesias dan Juruselamat dunia.
Keyakinan mereka: seluruh hidup Yesus (kata-kata dan karya-Nya),
khususnya sengsara, wafat dan kebangkitan-Nya adalah sebuah karya
keselamatan.
Jadi Injil adalah Kabar Gembira: Injil-euanjelion-euanjelos
Kabar Baik itu apa?
1. Pertama dalam sejarah, manusia membiarkan Allah meraja
dalam diri-Nya secara utuh dan lengkap. Terjadi setelah Hidup,
Kematian dan Kebangkitan-Nya. Nama-Nya Yesus === Yahwe
=== Soteria
2. Berkat kemanusiaan Yesus yang menyatu dengan Allah:
manusia sangat diperkenankan oleh Allah; bagi manusia
terbuka kemungkinan untuk bersatu dengan Allah.
3. Melalui Yesus adalah Tuhan dan Manusia, status manusia
berubah sama sekali:
Kini manusia seolah-olah tidak dapat dilihat oleh Allah
dengan cara lain daripada lewat Yesus;
Bila manusia hidup dalam kebenaran dan kasih, ia menyatu
dengan Yesus Tuhan sehingga serupa dengan-Nya, ia pun
dapat berkeluarga dengan Allah
2. Terjadinya Injil sebagai Kitab
Dimulai dari kisaah Yerusalem karena lebih dekat dengan Yesus
Historis
1

Ucapan-ucapan Yesus
Mukjijat-mukjijat Yesus
Jadi pada awalnya adalah tradisi lisan yang beredar di sekitar para
pengikut Yesus yang kemudian dikumpulkan dan dijadikan sebuah
buku. Para ahli berkeyakinan bahwa yang pertama-tama
membuktikannya adalah Markus, 10 tahun kemudian Matius dan
Lukas dan lebih-kurang tahun 95 muncullah Injil Yohanes
3. Muncullah permasalahan
Lebih mementingkan Kitab Injil daripada Yesus Kristus yang
diwartakan (sola scriptura):
1. berpendapat bahwa apa yang terulis adalah laporan bahkan
semacam rekaman peristiwa dari kehidupan Yesus.
Menekankan huruf, tanpa mengerti maksud;
2. padahal yang terpenting adalah Yesus macam apa yang perlu
diterima dan diimani oleh manusia yang mau bersekutu
dengan Allah melalui dan dalam Yesus itu. Kitab-kitab Injil
bukan Novel, melainkan Buku Iman.
Bukankah sikap di atas tidak mematahakan semangat yang ingin tahu
tentang Injil yang sebenarnya? Ingat, bahwa mengetahu tidak sama
dengan mengimani!
Pemahaman teori Kue Lapis:
1. lapis pertama: Yesus historis
2. lapis kedua: dicari kebenarnan bukan ketepatan historis oleh
para saksi kehidupan Yesus dan para penerusnya
3. lapis ketiga: pengungkapan kedua lapis di atas dalam sebuah
buku dengan cara yang berbeda-beda
4. lapis keempat: isinya adalah kehidupan dan berbagai macam
masalah yang dialami umat di mana Kitab Injil dibentuk dan
tercipta
Maka cara terbaik dalam membaca Kitab Suci adalah dengan Iman
dan menempatkannya dalam sejarah (konteks).
4. Permasalahan Sinoptik
a. Sinoptik
Sin = bersama
Optik = melihat
2

b. Persamaan
1. Kesamaan dalam Isi:
Khotbah Yohanes Pembabtis
Pembabtisan Yesus
Puasa dan Cobaan
Pengajaran di Galilea
Perjalanan menuju Yerussalem
Minggu pertama di Yerusalem
Penangkapan
Presentasi milik sendiri masing-masing penginjil
Markus 7%
Matius 42%
Lukas 59%
2. Kesamaan dalam Urutan
Khotbah YB Pembabtisan Godaan/Cobaan
Mat 3:1-4:12 = Mrk 1:1-14 = Luk 3:1-4:14
Sngin Badai Kerasukan Setan Penyembuhan Lumpuh
Panggilan Matius-Levi Puasa Anak Yairus
Mat 8:23-9:26 = Mrk 4:35-5:43 = Luk 8:22-56
Pengakuan Petrus Pemberitaan tentang Penderitaan
Transfigurasi lumatico Pemberitaan kedua tentang
Penderitaan
Mat 16:13-17:22 Mrk 8:27-9:32 Luk 9:18-45
3. Kesamaan Bentuk Sastra
Mat 9:5-6 = Mrk 2:9-10 = Luk 5:23-24
Mat 17:1-13 = Mrk 9:1-9 = Luk 9:28-36
c. Perbedaan
1. Perbedaan dalam Isi
Dari presentasi di atas tampak bahwa Matius dasn Lukas
mempunyai catatan tersendiri yang perlu diperhatikan
Matius mempunyai kegelisahan Yosep (1:18-23), Tiga Raja
dari Timur, Pelarian ke Mesir, Pembunuhan anak-anak
tidak berdosa, Kembalinya dari Mesir (Bab 2),
Perumpamaan Benih (13:24-30), Harta Benda, Mutiara,

Tentang Pukat (13:44-50), Pelayan (18:23-35), Gadis-gadis


Bijaksana dan Bodoh (25:1-13)
2. Perbedaan dalam Urutan
Luk 4:1-13 (Mat 4:1-11)
Mat 8-13 (Mrk 1:29-6:13)
Mat 5-7 (Luk 6:20-49)
3..Perbedaan Sastra (Pemilihan kata-kata) Yunani
Mat 1;1-17 dan Luk 3:23-38
Mat 6:9-13 dan Luk 11:2-4
Mat 26:26-28 bdk. Mrk 14:22-24 Luk 22:19-20
Mat 27:37 dan Mrk 15:26 bdk. Luk 23:38

INJIL MARKUS
1. Pembagian Injil Markus
a) 1:1-13
b) 1:14-15
c) 2:1-3:6

d) 3:7-35
e) 4:1-34
f) 4:35-6:6

g) 6:7-29
h) 6:30-8:26

: Pengantar
: Awal pengajaran
: Lima perseteruan dengan Farisi
o) tindakan Yesus atau para murid (rasul)
o) tuduhan kaum Farisi
o) jawaban atau pembelaan Yesus
= penyembuhan orang lumpuh
= panggilan Levi
= diskusi tentang puasa
= memetik gandum pada hari Sabat
= penyembuhan tangan lumpuh
: gerakan di sekitar Yesus --- institusi 12 Rasul
: Perumpamaan: ada lima perumpamaan
: Mukjizat: ada lima mukjizat, disebut juga lima mukjizat
dari Danau:
= angin ribut diredakan
= mengusir roh jahan dari orang Gerasa
= sakit sawan
= Putri Yairus
= Mukjizat lainnya terdapat pada 6:6
: tentang penggandaan roti
4

i) 8:27-10:52

: pewahyuan diri Yesus dimulai denganpernyataan Petrus


Pernyataan ini dijelaskan melalui 3 tiang penyangga.
8:27-30: Pengakuan Petrus
8:31 s
Pemberitahuan I
Pengajaran:
sangkal
diri, Transfigurasi

j) 11:1-26
k) 11:27-12:44

l) 13:1-37

m) Bab 14-16

9:30s
Pemberitahuan II
Pengajaran:
menjadi
terakhir,
kekuatan
dalam Nama Yesus
9:41 (tambahan)
a. belaskasihan para
Rasul tentang skandal,
perceraian;
b. Yesus dan anak-anak
c. Orang kaya baik
d. bahaya kekayaan
e. ganjaran/upah

10:1 dst.
Pemberitahuan III
Pengajaran: pelayan
semua
orang,
penyembuhan orang
buta

: Yesus di Yerusalem
: Lima pertikaian Yesus dengan Farisi dan Sakudi di
Yerusalem:
1) Kuasa Yesus
2) Bayar pajak kepada Kaisar
3) Kebangkitan orang mati
4) Hukum yang utama
5) Yesus sebagai Tuan dan Anak Daud
: Khotbah akhir jaman. Ada lima khotbah:
1) ay 6-8 : Pemalsuan diri
2) ay 9-13 : Penyesahan
3) ay 14-23 : Pembinasa yang keji
4) ay 24-27 : Kedatangan Anak Manusia
5) ay 28-37 : Perumpamaan pohon Ara
: Sengsara-Kebangkitan dan Kenaikan

2. Thema Injil Markus


a. Thema Umum
Siapakah Yesus?
Pertanyaan/pernyataan sejenis banyak sekali ditemukan dalam Markus:
4:41; 6:14-15; 1:27; 6:2-3; 8:27.29; 1:34.44; 3:12; 5:43; 7:36; 8:26.30.
9:9
b. Thema Khusus

1) Yesus diakui sebagai Anak Allah oleh Bapa (1:11; 9:7) dan Setan
(1:24; 3:11; 5:7). Juga diakui sebagai Mesias (14:61-61), melebihi
malaikat (15:30), mengampuni dosa (2:10), pembuktiannya pada
mukjizat (1:31; 4:41), mengusir roh jahat (1:27; 3:23)
2) Yesus ditampakkan sebagai orang gagal di antara manusia: orang
banyak jengkel dan kesal hati (5:49; 6:2), permusuhan dari pihak
pemimpin (2:1-3:6), Yesus tidak dipahami para murid (4:13 dst)
3) Buat apa?
Allah menderita untuk menebus dosa: 10:45;
14:24. Mengapa? Itu Rahasia Allah.
Nubuat Alkitab: 9:12; 14:21.49
Ketegasan Yesus sendiri: 8:31; 9:31; 10:33
Ketegasan dar para murid-Nya: 8:34; 9:35; 10:1524.39; 13:9-13.
4) Arti sengsara dan kematian Yesus menurut Markus:
O Yesus mengalami peneguhan di hadapan penolakan manusia:
Semua murid bahkan para Rasul meninggalkan Yesus
Hakim Yahudi dan Roma menolak Yesus
Allah ya Allahku menjadi bahan tertawaan
O peneguhan (campur tangan Allah) saat kematian-Nya
o Tabir terbelah menjadi dua
o Sungguh! Dia Anak Allah, oleh serdadu Romawi
5) Makna kebangkitan menurut Markus
Hanya melalui penderitaan, para Rasul dapat mencapai
pemahaman yang lebih utuh. Penderitaan dan penolakan
merupakan bagian hakiki dari identitas Anak Allah.
Penampakan Yesus di Galilea (Mrk 14:27-28) menekankan
bahwa penderitaan para Rasul justru membawa mereka
pada terang.
Iman muncul dari pemahaman pribadi tentang Tuhan Yang
Bangkit. Mrk 16: 9-20, menekankan suatu perjumpaan
dengan Yesus yang bangkit telah menumbuhkan iman.
Peristiwa Salib yang tidak akan lepas dari kehidupan kita
sehari-hari disinari oleh cahaya iman yang secara definitif
diteguhkan oleh kemenangan Paskah.
3. Keterangan lebih lanjut tentang Injil Markus
Pengarang

Penyusunnya adalah Yohanes Markus, murid Rasul Petrus dan teman


Rasul Paulus.
Penyusun
Diperkirakan Injil ini disusun tidak lama setelah Rasul Petrus
dibunuh, jadi diperkirakan tahun 65-70 SM
Sasaran
Umat Kristen di luar Palestina, tepat orang-orang
yang dulu kafir menjadi warga Gereja entah di
Roma, entah di wilayah jajahan kekuasaan Roma
Umat Kristen barudi atas bingung:
Apakah Yesus Putra Allah yang mulia?
Dimanakah kuasa-Nya yang hebat?
Mengapa Dia dislibkan dan dibunuh?
Mengapa Dia tidak turun dari salib?
PENGAJARAN INJIL MARKUS
o Mengantarkan para Pembaca kepada pengertian bahwa
kuasa Yesus sebagai Putra Allah, Raja yang Mulia,
jangan dicari dalam kejayaan, melainkan justru dalam
salib-Nya. Makanya kisah sengsara dan wafat hampir
menyita sebagian kitab Markus: Bab 8-16
o Beriman Kristen berarti menerima Yesus sebagai Kristus
dan Putra Allah. Untuk sampai kepada iman ini manusia
banyak menemukan kesulitan. Menurut Markus Yesus
bukan Mesias Jaya dalam arti duniawi. Ia dapat dikenal
secara tepat saat Dia disalibkan. Yesus tidak datang untuk
mengubah apa-apa, melainkan menawarkan keinginan
untuk berubah.

INJIL MATIUS
1. Pembagian Injil Matius
a) Mat 1-2
: Kisah kanak-kanak Yesus
b) 3:1-4:11
: Pengantar pengajaran Yesus (isi sama dengan Markus
dan Lukas)
c) 4:12-25
: Awal pengajaran di Galilea
7

d) Bab 5-6
1) 5:3-12

: Khotbah di Bukit
: Sabda Bahagia
Inti: merekalah empunya Kerajaan Allah

2) 5:13-16 : Garam Dunia dan Terang Dunia


Inti: demi kemuliaan Bapa di Surga
3) 5:17-48 : Yesus dan Hukum Taurat
* 17-20
* 21-26 bdk Kel 20:13; Ul 5:17
* 27-30 bdk Kel 20:14; Ul 5:17
* 31-32 bdk Ul 24:1
* 33-37 bdk Im 19:12; Bil 30:3; Ul 23:22
* 38-42 bdk Kel 21:24;Im 24:20; Ul 19:21
* 43-48 bdk Im 19:18
4) 6:1-18 : Pengadilan dalam kerajaan
Inti: BAPA DI SURGA, DIKUDUSKAN NAMANYA
5) 6:19-34 : Percaya pada penyelenggaraan ilahi
6) 7:1-12 : Penghakiman-Doa-Jalan Benar (Hukum Emas)
7) 7:13-27 : Kesimpulan---Praktekkan Hukum Kristus
e) 8:1-10:4
:Mukjizat dan para murid
1) Tiga mukjizat (8:1-17)
a. Penyembuhan sakit kusta (=Markus)
b. Penyembuhan hamba seorang perwira Kapernaum (=Lukas)
c. Penyembuhan ibu mertua Petrus dan lain-lain (=Markus)
1) Dua panggilan para murid (8:18-22): (=Lukas)
2) Tiga mukjizat (8:23-9:8)
a. Angin ribut diredakan
b. Kerasukan setan
c. Penyembahan orang lumpuh (=Markus)
2) Dua pengajaran kepada murid (9:9-17)
a. Panggilan Matius
b. Tentang puasa dan pendosa
3) Tiga mukjizat (9:18-34)
a. Penyembuhan sakit pendarahan dan anak Yairus
b. Penyembuhan orang buta
c. Penyembuhan orang bisu (=Lukas)
3) Dua pengajaran untuk para murid (9:35-10:4)
8

a. Belaskasihan untuk orang banyak


b. Pengutusan para Rasul dan nama-nama mereka
f) Pembekalan missi/pengutusan (10:5-42. Dibagi menjadi 3 bagian:
1. 7-15
: perutusan
2. 16-39
: pusat perjuangan kerasulan dan penderitaan
3. 40-42
: perutusan
11-15 (didengarkan masyarakat orang banyak)
16-23 (penganiayaan)
24-25 (guru dan murid)
26-31 (perlindungan)
32-33 (Yesus dan para murid)
34-39 (bukan damai tetapi pemisahan)
40-42 (mendengarkan murid: menerima Yesus dan menyambut Kerajaan Allah)

g) Pergerakan di sekitar Yesus: kawan dan lawan (11:1-12:50)


1) Lawan (11:1-24)
1) Kawan (11:25-30)

: pengadilan negatif pada keturunan


: Injil bagi yang sederhana dan Yesus rendah
hati.

2) Lawan (12:1-14)

: diskusi dengan orang Farisi: petik gandum


dan penyembuhan pada hari Sabat
: orang banyak ikut Yesus; Hamba Tuhan

2) Kawan (12-15-21)

3) Lawan (12:16.22-45) : lihat Kitab Suci


3) Kawan (12:46-50) : sanak saudara Yesus; melakukan kehendak
Bapa.
h) Tentang Perumpaman (13:1-52)
i) Transisi (13:53-14:12)
j) Sessi Roti (14:13-16:12)
k) Pernyataan/pewahyuan rahasia Kristus (16:13-20:34)
l) Pengajaran Yesus di Yerusalem (21:1-22)
m) Perseteruan Yesus dengan kaum Farisi, Saduki di Yerusalem
(21:23-23:39)
n) Khotbah tentang akhir zaman
2. Thema Injil Matius
a. Thema Umum
9

Warta tentang Kerajaan Surga (=Allah)


Mat 5-7
: khotbah di Bukit
Mat 10
: pedoman hidup bagi pewarta Kerajaan Allah
Mat 13
: penjelasan mengenai Kerajaan Allah (warta pokok
ajaran Tuhan Yesus)
Mat 18
: pengajaran bagi para murid dalam hidup bersama
Mat 24-25 : uraian di Bukit Zaitun tentang kedatangan Kerajaan
Allah pada akhir zaman
Dinamika Pewartaan Kerajaan Allah
Khotbah di Bukit (bab 5-7) dilihat dalam hubungannya dengan warta
pokok yakni Kerajaan Allah (bab 13) dan apa kenyataannya yang
penuh nanti pada akhir zaman (bab 24-25). Dengan demikian, para
murid akan siap menghayati pedoman hidup secara orang per orangan
(bab 10) maupun dalam kebersamaan (bab 18).
Bukit Zaitun
Akrab dengan Perjanjian Lama: diturunkannya Taurat pada Musa di
Sinai. Taurat berisi ajaran kehidupan dalam bentuk pedoman,
petunjuk, tata cara ibadat, hukum yang bila dijalani dengan jujur dan
ikhlas akan membuat mereka menjadi dekat dengan Tuhan dan
dilindungi oleh Tuhan. Dengan latar belakang inilah Matius
mengisyaratkan bahwa Yesus menjalankan peran Musa, Yesus
membawa petunjuk, ajaran, kebijaksanaan yang bila dihayati akan
membuat orang menjadi bagianndari umat yang baru sebagai pewaris
Kerajaan Surga.
(Perbedaan Yesus-Musa: tinggi-dataran; awan menggentarkankemanusiaan (immanuel) menggentarkan; kekeramatan tinggikekeramatan dekat alias tidak sulit dijangkau; Musa hanya melihat
Tanah Terjanji-Yesus (Yosua) memimpin orang banyak memasuki
negeri baru yang dijanjikan, yakni Kerajaan Surga).
b. Themas Khusus
1) Penggenapan Perjanjian Lama, yaitu Allah sebagai Raja: mengabdi
dan mencintai umat
keturunan Daud (1:1-17)
lahir dari seorang Perawan (1:23 = Yes 7:4)
tinggal di Mesir dan menetap di Kapernaum (4:1416 = Yes 8:23)

10

masuk ke Yerusalem sebagai Mesias (21:5.16 =


Yes 62:11; Zak 9:9; 11:29)
menyembuhkan orang sakit (11:4-5 = Yes 26:19.16-21)
ajaran-Nya menggenapi Hukum Taurat (5:21-48;
19:3-9.16-21
pembunuhan anak-anak (2:17 = Yer 31:15)
masa muda Yesus bersembunyi di Nazareth (2:23
= Yes 11:1; 53:2; Hak 13:5)
kelembuhan Hati Sang Hamba yang berbelaskasih
(12:17-21 = Yes 42:1)
murid-murid meninggalkan-Nya (26:31 = Zak
13:17)
penahanan Yesus (26:54 = Zak 13:7; Yes 66:8)
penguburan-Nya 3 hari (12:40 = Yun 2:1)
ketidakpercayaan orang Yahudi (13:13-15 = Yes
6:9)
pengajaran berupa perumpamaan (13:14-15.35 =
Mzr 78:2)
terlalu melekat pada adat istiadat (15:7-9 = Yes
29:13; Mzr 78:36)
2) Semangat baru yang menjiwai Kerajaan Allah
- arti kebahagiaan (5:3-48)
- sikap terhadap hukum dan adat istiadat (6:1-18)
- sikap terhadap harta benda (6:19-34)
- hubungan dengan sesama (7:1-12)
- keputusan pantang mundur dan melaksanakannya dalam
Perbuatan nyata (7:13-17)
3) Sengsara dan kematian menurut Matius
= menonjolkan karakter Yudas: lebih baik bagi Yudas bila tidak
dilahirkan di dunia (bdk. 2Sam 15:17 = Yudas akhirnya bunuh
diri).
= darah orang tida bersalah:
+ mimpi istri Pilatus (supaya Yesus jangan diganggu)
+ Pilatus cuci tangan
+ bila dibandingkan Yer 26:8.15, Matius menulis semua
orang bertanggungjawab tampak dalam kehancuran
Yerusalem 46 tahun kemudian.
= Kematian Yesus ditandai dengan hal mentakjubkan (penghakim11

an Allah telah dimulai di dunia ini), yaitu:


+ bukan hanya Bait Allah terbelah (=Markus)
+ tetapi juga gempa bumi yang dahsyat, batu-batu karang terBelah, kuburan-kuburan terbuka, bangkitnya orang kudus.
Tampak bahwa gambaran Matius tentang kematian Yesus
merupakan sebuah lukisan yang hidup tentang para partisipan
(semua orang ambil bagian).
4) Kebangkitan menurut Matius
= Markus dalam 16:1-8 tidak melukiskan tentang penampakan,
tetapi Matius mrlukiskannya dalam 28:9 yang merupakan
perwakilan tradisi kuno (bdk. 1Kor 15)
= Beberapa orang berusaha menghalangi krbangkitan Yesus
(27:62-66; 28:4.11-15). Hal ini sejajar dengan awal Injil sendiri
Raja Herodes, para imam, ahli Taurat yang merencanakan
membunuh bayi Mesias (2:3-5.16-18.20). Tetapi Allah menghalangi rencana mereka.
= Di Galilea Yesus berjanji untuk selalu beserta kita. Markus
Hanya berjanji, tetapi Matius benar-benar beserta kita tentang
Pewartaan Kerajaan Allah.
+ Mat 5-7: khotbah di Bukit adalah ajaran mendasar dari
Baru-Nya tentang Kerajaan Allah
+ 10:6-7: para murid mewartakan Kerajaan Allah itu
kepada domba yang hilang dari umat Israel; sekarang
dari Bukit juga Yesus mengutus murid ke segala penjuru dunia.
+ dari awal Injil (1:23) sampai akhir (28:20) tetap menetapkan Immanuel untuk menyertai kita sampai akhir.
3. Keterangan lebih lanjut tentang Injil Matius
Pengarang
Penulis adalah Matius Rasulyang ditulis dalam bahasa Ibrani/Aram.
Tulisan ini hilang namun dimanfaatkan oleh penulis Kristen yang
disusun seperti dimiliki sekarang ini. Penulis yang tidak dikenal ini
menuliskannya dalam bahasa Yunani. Tetapi dia toleran terhadap
bangsa bukan Yahudi juga. Kemudiqn diolah juga oleh seorang
berpendidikan sebagai guru kristen, Jadi ada tiga tahap penulisan Injil
Matius. Tanggal penulisan diperkirakan tahun 80 SM
Sasaran

12

orang kristen kebangsaan Yahudi yang tidak


tinggal di Palestina tetapi di Sirya, Anthiokia dan
sekitarnya;
orang Yahudi yang cinta tradisi mereka tetapi
berpihak kepada Yesus;
membantu mereka yang kebingungan.
PENGAJARAN INJIL MATIUS
a) menyadarkan jemaat bahwa sebagai pengikut Yesus benar-benar
mewarisi tradisi para leluhur.
b) Keraan Allah yang dijanjikan kepada leluhur terwujud dalam diri
Yesus. Yesus adalah Musa Baru yang berhasil membawa umat
beriman kepada keluaran baru.
c) Yesus adalah Mesias, artinya Hamba Tuhan yang dinubuatkan
Yesaya.
d) Yesus adalah Anak Daud, anak Raja yang penuh kasih.
e) Semua yang menerima Yesus telah menjadi sebuah Umat Allah
Yang Baru.
f) Umat kristen asal Yahudi janganlah gelisah, mereka adalah penerus
Umat Allah Perjanjian Baru. Jadi tujuan Matius adalah menghibur
dan menguatkan umat Kristen asal Yahudi.

INJIL LUKAS
1. Pembagian Injil Lukas
a) Pengantar (bab 1-2)
b) BAGIAN I : Pernyataan Diri sebagai Mesias di Galilea (3:1-9:17)
b1. Sesi I (3:1-6:11)
o 3:1-4:13 : kehadiran Mesias
- khotbah Yohanes Pembabtis
- Babtisan Yesus
- pencobaan di padang gurun
o 4:14- 5:16 : awal pewartaan di Galilea
- khotbah di Galilea
- di Nazareth Dia ditolak : antisipasi tentang kematian kebangkitan.
- rumah ibadat di Kapernaum : pengajaran penting
- penyembuhan mertua Petrus
- penyembuhan pada sore hari

13

- khotbah di Galilea
- empat Rasul yang pertama
- penyembahan sakit kusta
o 5:17-6:11 : perselisihan dengan pemimpin agama Yahudi
- orang lumpuh dan dosa
YESUS MENGAMPUNI
- Levi pemungut cukai
PANGGILAN
- Puasa dan pengantin pria
YESUS: PENGANTIN PRIA
- Gandum dan Sabat
HUKUM KASIH
- Penyembuhan Sabat
PENYELAMATAN
b2. Sesi II (6:12-8:21)
o 6:12-19 : pengantar
- pemilihan Rasul
- orang banyak mengikuti Yesus
o 6:20-49 : khotbah I
AJAKAN KERAJAAN
o 7:1-8:3
: bagian tubuh cerita
- mukjizat penyembuhan hamba dan anak janda Naim
- diskusi: Yesus dan Yohanes Babtis Pengadilan umum
- setia pada Yesus: pendosa wanita diampuni;
wanita-wanita yang melayani Yesus.
o 8:4-18
: khotbah II
KELAHIRAN DAN
PERKEMBANGAN
KERAJAAN MENGIKUTI YESUS.
o 8:19-21: kesimpulan
b3 Sesi III (8:22-9:17)
- angin ribut diredakan
KEMENANGAN PENYELAMAT
- roh jahat di Gerasa
ATAS KEKUATAN JAHAT,
- sakit ayan
HALANGAN ALAM,
- anak Yairus
SETAN, PENYAKIT DAN KEMATIAN
- misi ke-12 Rasul
- kebimbangan Herodes
- penggandaan roti

KERJASAMA PD KARYA
SIAPAKAH YESUS?
ROTI KESELAMATAN

MESIAS

c) BAGIAN II : Perjalanan Mesias ke Yerusalem (9:18-19:27)


9:18-21: Pengakuan Petrus

YESUS MESIAS

A. 9:22-42
B. 9:43-50
- pernyataan I tentang - pernyataan II

C. 18:31-19:27
- pernyataan III
14

Kesengsaraan dan
Kebangkitan
- pengajaran: menyang
Kal diri
- kemuliaan Kristus
Transfigurasi
- pengusiran roh jahat

- pengajaran:
- penderitaan
menjadi kecil
- kekuatan Nama - orang buta di Yeriko
Zakeus: kemuliaan
9:52-18:14 Ajaran tentang Kerajaan Allah
18:15-30
Katekese
- Yesus dan anak-anak
- Kaya yang baik
- bahaya kekayaan
- upah mengikut Yesus

PENCARIAN
KERAJAAN
ALLAH

d) BAGIAN III : Mesias di Yerusalem SAAT MESIANITAS


d.1 Sesi I : 19:28-21:38 (Mesias di Yerusalem)
o 19:28-48: Masuk ke Yerusalem
- Yesus dielu-elukan
MESIAS MENGAMBIL
- tangisan atas Yerusalem ALIH KOTA & BAIT
- menyucikan Bait Suci
o 20:1-21:4 (perselisihan dengan Farisi)
KUASA MESIAS
- kuasa Yesus + pekerja kebun anggur
PESAN YESUS
- hak kaisar
- kebangkitan orang mati
- anak dan tuan Daud
Pengadilan tentang Farisi janda
PENGADILAN
o 21:5-38 (Ajaran akhir jaman)
- keruntuhan Bait Allah
- penyisaksaan
ESKATOLOGIS
- kejatuhan Yerusalem
PARUSIA
- kedatangan Anak Manusia
PENANTIAN
d.2 Sesi II : Saat Mesias
o 22:1-23:56 (kesengsaraan)
DASAR KERAJAAN
o 24:1-53 (kebangkitan)
PENDERITAAN DAN
KEMULIAAN MESIAS

15

2. Thema Injil Lukas


a) Thema Umum
Tuhan melawat umat-Nya
b) Thema khusus
Dikenal sebagai penulis kerendahan hati, maka yang menonjol dari
Injil ini adalah kelembutan hati.
Berbelaskasih kepada kaum pendosa: 15:11-32; 19:1-10; 23:34.39-43
Kelembutan hati terhadap orang hina, miskin; dan orang kaya
dipermalukan dengan keras: 1:51-53; 6:20-26; 12:13-21; 14:7-11;
16:15.19-31; 18:9-14
Walaupun ada hukuman, hukuman itu dijatuhkan setelah penundaan
yang penuh kesabaran dan belaskasihan (13:6-9). Yang penting orang
itu bertobat dan menyangkal diri (14:25-34) khususnya tuntutan
meninggalkan kekayaan (6:34; 12:33; 14:12-14; 16:9-13)
Ada tiga syarat orang disebut miskin:
a. tidakmenganggap rendah dan hina orang lain: anak hilang
b. orang Samaria yang baik hati: menolong orang sebanyak mungkin
c. rendah-hati: 10:21 dan Magnificat: 1:46-66
Maka Lukas mengajak kita
a. Berdoa: 11:5-8; 18:1-8
b. Karya Roh Kudus: 1:15.35.41; 2:25-27; 4:1.4.18; 10:21; 11:13
c. Rasa Syukur: 2:14; 5:26; 10:17; 13:17; 18:43; 19:37; 24:51
c) Arti kesengsaraan dan kematian menurut Lukas
Gambaran kesengsaraan dan kematian agak berbeda:
Para Rasul tampak lebih simpatik, tetap setia walaupun diadili
(22:28)
Tertidur karena lelah
Penguasa Yahudi-Pilatus mengakui Yesus tidak bersalah (3x)
Orang yang berpihak Yesus merasa sedih
Yesus tidak peduli pada nasib-Nya, bahkan memperhatikan orang
lain:
a. menyambung telinga Malkus
b. menghibur wanita-wanita Yerusalem
c. mengampuni mereka yang menyalibkan Dia
d. menjanjikan surga pda penjahat bertobat --- khas Lukas
e. wafat dengan tenang: Bapa, ke dalam tangan-Mu,
Ku-serahkan nyawa-Ku!

16

Model kematian Yesus === Stefanus (Kis 7:59), orang pertama


menyerahkan nyawa demi Kristus; pengampunan kepada mereka yang
melemparinya dan juga berdoa: Tuhan Yesus, terimalah roh-ku!
Hanya Lukas mempunyai Buku II (Kisah para Rasul) sebagai
pelengkap dan sekaligus menginginkan pembacanya melihat
kesejajaran antara Yesus dengan apa yang menimpa orang Kristen
yang telah gigih berjuang demi Kristus.
d) Kebangkitan menurut Lukas
Sama seper Matius, Lukas juga mengambil cerita Kubur Kosong dari
Markus, tetapi ditambahkan dengan penampakan Yesus menurut
versinya sendiri: Matius menceritakan penanpakan kepada 2 wanita,
Lukas menceritakannya dengan panjang lebar (24:13-35) penampakan
pada 2 murid ke Emaus.
Dalam Buku II (Kis 2:42.46; 20:11) menekankan arti penting
pemecahan roti dalam kehidupan komunitas kristiani.
Pemecahan Roti tetap menjadi thema penting dsalam kehidupan kita
selaku orang kristen sekarang ini, sebab pemecahan roti dalam
Ekaristi merupakan salah satu jalan utama untuk menjalani kehadiran
Yesus yang bangkit.
Lukas melihat kebangkitan Yesus sebagai penggenapan Kitab Suci:
a. lebih dari Markus dan Matius, Lukas menekankan apa yang sudah
terimplisit dalam kubur kosong: realita tubuh Yesus yang bangkit, Dia
tidak hanya Roh (24:37-43)
b. Lukas menekan bahwa Yesus yang bangkit mengajarkan kepada
kesebelas murid-Nya tentang kematian dan kebangkitan-Nya dengan
menjelaskan Kitab Suci (24:44)
c. Melalui perjalanan ke Emaus, Lukas menekankan persiapan jalan
bagi kehidupan Gereja (Kis 2:14-21; 7:1-50; 13:16-22) === Kitab
Suci telah bicara terlebih dahulu.
Lukas menampilkan Yerusalem sebagai tempat penampakan dan
kenaikan Yesus ke surga. Penampakan kepada ke-12 murid di
Yerusalem. Maksud Lukas, Injil diawali dengan penampakan Gabriel
kepada Zakaria di Bait Suci di Yerusalem dan sekarang Injil diakhiri
dengan murid-murid Yesus berada di Bait Suci memuliakan Allah
Kis 1:3.9-12 = Luk 24:50-51 ----- Naik ke Surga di bukit Zaitun
Pelukisan ganda seperti di atas merupakan pemahaman teologi Lukas:

17

Lukas: di satu pihak, kembalinya Yesus kepada Bapa merupakan


akhir dari karya-Nya di atas bumi, sesuatu yang diawali dan diakhiri
di Yerusalem dn demikian daerah terbatas Yahudi;
Kisah para Rasul: di lain pihak, kembalinya ke Yesus pada BapaNya memulai kehidupan Gereja yang berawal di Yerusalem (Yahudi)
dan berkembang hingga ke Roma (orang kafir).
3. Keterangan lebih lanjut tentang Injil Lukas
Pengarang
Pengarangnya adalah Lukas. Dia seorang tabib yang menyertai paulus
daslam tahap pertama karya-nya di Eropa. Diduga dia kebangsaan
Yunani, seorang terpelajar dan penulis sangat berbakat, dikagumi para
ahli sampai sekarang.
Tanggal Penulisan
Dia menulis dua kitab saling melengkapi, yaitu Kisah para Rasul.
Keduanya disusun sekitar tahun 80-85
Sasaran
Menulis injilnya bagi orang-orang kristen bukan bangsa Yahudi. Para
pembacanya mengenal Perjanjian Lama dan adat-istiadat Yahudi
sedikit saja. Maka agak menghindari hal-ihwal khas Yahudi, dia
menulis kedua kitabnya berdasarkan riset: berusaha menulis sejarah
berdasarkan fakta yang ditelitinya dengan seksama mungkin.
PENGAJARAN INJIL LUKAS

a) Dalam 10 bab yang orisinal (khusus Lukas) mau memperkenalkan


Yesus bersama murid-Nya menuju kota Yerusalem: di Yerusalem Dia
ditangkap, diadili lalu dijatuhi hukuman mati.
b) Dalam Kisah Kanak-kanak Yesus khusus Lukas (beda dengan
Matius) mau menekankan bahwa Yesus sungguh Allah dan sungguh
manusia. Lahir di Betlehem, dikunjungi para gembala mau
menekankan ciri khas Yesus di kemudian hari, yaitu sederhana,
miskin, tidak dipedulikan masyarakat dan setelah Dia dewasa, Yesus
paling senang bergaul dengan rakyat kecil semacam itu.
c) Menampakkan Yesus sebagai pribadi penuh kasih sayang;
perhatian-Nya ialah semua orang yang biasanya kurang diperhatikan
oleh umat kristen keturunan Yahudi.
d) Menggambarkan Yesus Universal (orang miskin, wanita, janda)
18

e) Tetapi juga memperkenalkan Yesus yang tegas, bahkan radikal


walaupun penuh kasih sayang. Radikal artinya menempatkan Diri
pada pendirian Allah, yaitu pendirian kerahiman. Ajaran yang bersifat
radikal ini bertujuan agar tidak salah paham mengenai pengertian
tentang Tuhan (domba yang hilang, mata uang yang hilang, anak
yang hilang).
ORANG KRISTEN RADIKAL ARTINYA BERUSAHA TERUSMENERUS MENUNJUKKAN CINTAKASSIH SEPERTI BAPA
DI SURGA
KISAH KANAK-KANAK YESUS (MATIUS LUKAS)
1. Identitas
Yosef keturunan Daud menekankan bahwa Yesus sungguh Putra Daud
Maria mengandung dari Roh Kudus menekankan bahwa Yesus
sunguh-sungguh Putra Allah
Identitas ganda ini merupakan hal yang sangat penting dalam
pemahaman Perjanjian Baru mengenai Injil atau Kabar Baik.
Identitas Yesus yang sebenarnya hanya diketahui melalau Wahyu
Allah:
a)
Lukas-Matius karena utusan Allah melalui malaikat
b)
Paulus juga mengatakan karena Allah berkenan menyatakannya
(Gal 1:12.16)
c)
Pengakuan Petrus (mat 16:16-17)
d)
Tetapi wahyu itu harus dinyatakan bukan disimpan kepada
orang lain: wahyu kepada Yosef (Matius) --- kepada Majus;
wahyu kepada Maria (Lukas) --- kepada para gembala
Tetapi ada juga sisi negatif dari identitas ini:
a)
ahli kitab, Taurat, para imam menolak (Matius)
b)
menimbulkan banyak perbantahan (Lukas): Lk 2:34-35
2. Yesus merangkum cerita Israel
Kisah Kanak-kanak sebagai peralihan (jembatan) dari Kitab Yahudi
kepada cerita tantang karya kerasulan Yesus.
Hal ini kita praktekkan dalam masa Advent: motif-motif Perjanjian
Lama dirangkup dalam permulaan karya Yesus
3. Jembatan Matius dari Kitab Suci Yahudi
19

Cerita tentang asal-usul Yesus Kristus (Mat 1:1) dibagi menjadi


tiga (3) bagian:
(1) para bapa bangsa (Abraham sampai Daud)
(2) Raja-raja (Daud sampai pembuangan ke Babilonia)
(3) orang-orang lain yang tidak dikenal (dari pembuangan hingga
Yosef)
Keputusan Allah yang aneh: pemilihan nenek moyang Yesus (Yakub,
Yudas, dll) bukan yang jujur (Esau-Yusuf) mau menunjukkan
keputusan Yesus di kemudian hari lebih memilih orang berdosa.
Raja Daud dilanjutkan dengan Babilonia (Kejayaan-Kehancuran) mau
menunjukkan gagasan Yesus tentang Kerajaan Allah yang terbalik,
yaitu tidak perlu mencari kekuasaan tetapi anak kecil yang tergantung
pada Allah.
Nama-nama yang dimasukkan setelah pembuangan Babilonia tidak
terkenal untuk menggambarkan pemungut cukai yang tidak masuk
hitungan menjadi ahli waris Yesus
Memasukkan juga tokoh-tokoh perempuan tidak kudus bukan seperti
Sara, Rebeka, Rakhel, melainkan tokoh seperti Tamar (Kej 38); Rahat
(Yos 2), seperti RUT dan istri Uria, Bethsyeba (2Sam 11), perempuanperempuan reputasi buruk untuk menekankan pengikut Yesus atas
pilihan Yesus terhadap orang berdosa agar karya Roh Kudus tampak
nyata.
Nama Yosef mengingatkan akan Yusuf
Yusuf

Yosef

Membawa saudaranya ke Mesir


Firaun jahat membunuh
Bayi Musa selamat
Keluar dari Mesir

Membawa keluarga ke Mesir


Herodes jahat membunuh
Bayi Yesus (Musa baru)selamat
Keluar dari Mesir untuk selamatkan
umat manusia

Orang Majus mengingatkan kita akan kitab Bilangan


Bilangan 22-24

Orang Majus

Bileam diminta mengutuk orang Israel


Tetapi oleh Roh Tuhan membelokkan
Hatinya untuk berpihak ke Isarel

Diminta melapor, tetapi digerakkan


oleh Tuhan untuk mencari jalan lain.

Yesaya 7:14 : kandungan dan kelahiran Yesus sebagai Immanuel


4. Jembatan Lukas dari Kitab Suci Yahudi

20

Perjanjian Lama

Perjanjian Baru

Abraham/Sara
Lanjut usia
Darimana aku tahu? (Kej 5:8)
Kutipan dari Perjanjian Lama
1Sam 2:1-10
Hana membawa Samuel ke Bait Allah
Diterima Eli yang lanjut usia
Dihadapan manusia dan Tuhan: kuat(1Sam 1.2)
Pekerjaan Daud sebagai gembala

Zakaria/Elisabet
lanjut usia
Luk 1:18
Nyanyian Zakaria, Maria, Simeon
Magnificat
Maria membawa Yesus ke Bait Allah
Diterima Simeon yang lanjut usia
Kuat (Luk 2:40.52)
Para gembala menerima khabar pertama

5. Pesan dari kedua penginjil di atas


Penekanan tajam pada Raja Sang Penyelamat dari keturunan Daud
dan Putra Allah
Referensi Perjanjian Lama menunjukkan bahwa Allahlah yang akan
berekarya melalui Putra Sang Penyelamat dan Tuhan dengan cara
yang digunakan-Nya di waktu lampau.
PERUMPAMAAN DAN MUKJIZAT YESUS DALAM KARYA-NYA
1. Perumpamaan
Perumpamaan pada dasarnya adalah suatu perbandingan yang
dikembangkan menjadi kisah Tujuannya adalah mengajak agar para
pendengar merenungkan kehidupan atau tingkah laku mereka, menilainya,
dan dengan demikian mengajak orang untuk mengubah kehidupan natau
tingkah laku itu. Contoh: Natan dan Daud dalam 2Sam 12:1-15
Perumpamaan berbeda dengan allegori, sebab allegori dimaksudkan
untuk pengajaran, membantu kita untuk memahami sesuatu. Contoh:
Akulah pokok anggur, kamu carang-carangnya
Satu hal penting yang mengiringi perumpamaan adalah
Sebagaimana demikian. Contoh lain: Orang Samasia yang baik hati.
Ini adalah sebuah perumpamaan. Sebab menyangkut perubahan hidup yang
harus dijalankan. Demiukian juga dengan Mat 20:1-16.
2. Mukjizat
Mukjizat adalah suatu tanda bagi orang yang percaya. Oleh karena itu
mukjizat Yesus selalu berhubungan dengan pengajaran-Nya mengenai
Kerajaan Allah. Kalau kita membaca Kitab Suci, kita dituntut untuk
21

menyadari bahwa seluruh dunia ini adalah mukjizat, tanda kemurahan hati
Tuhan.
Kisah mukjizat biasanya memuat lima (5) langkah ini:
1)
Pembukaan: memperkenalkan masalah;
2)
Permohonan untuk campur-tangan. Langkah ini untuk
menunjukkan iman orang yang memohon atau orang yang ada
di sekitarnya;
3)
Campur tangan orang/pribadi yang dimohon;
4)
Hasil;
5)
Reaksi para pemirsa: takut, heran, kagum.

22