Anda di halaman 1dari 9

LANDASAN HUKUM

1. Penerapan PP No. 71 Tahun 2010 mewajibkan pemerintah


untuk dapat segera menerapkan SAP yang baru yaitu SAP
berbasis akrual. Hal ini juga ditegaskan dalam pasal 4 ayat (1)
PP No. 71 Tahun 2010 yang menyebutkan bahwa Pemerintah
menerapkan SAP Berbasis Akrual. SAP tersebut disusun oleh
Komite Standar Akuntansi Pemerintahan (KSAP) yang
independen dan ditetapkan dengan PP setelah terlebih
dahulu mendapat pertimbangan dari Badan Pemeriksa
Keuangan (BPK).
2. Pasal 32 UU No. 17 tahun 2003 yang mengamanatkan
bahwa bentuk dan isi laporan pertanggungjawaban
pelaksanaan APBN/APBD disusun dan disajikan sesuai
dengan SAP.

transaksi
Akuntansi berbasis akrual merupakan suatu basis akuntansi di
mana transaksi ekonomi dan peristiwa lainnya diakui, dicatat,
dan disajikan dalam laporan keuangan pada saat terjadinya
transaksi tersebut, tanpa memperhatikan waktu kas atau
setara kas diterima atau dibayarkan.

Dalam akuntansi berbasis akrual, waktu pencatatan (recording)


sesuai dengan saat terjadinya arus sumber daya, sehingga
dapat menyediakan informasi yang paling komprehensif
karena seluruh arus sumber daya dicatat.
PSAP 01 basis akuntansi yang mengakui pengaruh transaksi
dan peristiwa lainnya pada saat transaksi dan peristiwa itu
terjadi, tanpa memperhatikan saat kas atau setara kas diterima
atau dibayar.

Tujuan Penggunaan Basis


Akrual
1. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas sistem keuangan
(penganggaran, akuntansi dan pelaporan) dalam sektor
publik.
2. Meningkatkan pengendalian fiskal, manajemen aset dan
budaya sektor public.
3. Meningkatkan akuntabilitas dalam program penyediaan
barang dan jasa oleh pemerintah.
4. Menyediakan informasi yang lebih lengkap bagi
pemerintah untuk pengambilan keputusan.
5. Mereformasi sistem anggaran belanja (apropriasi).
6. Mencapai transparansi yang lebih luas atas biaya pelayanan
yang dilakukan oleh pemerintah. Dengan demikian, tujuan
penerapan basis akuntansi akrual pada dasarnya untuk
memperolehinformasi yang tepat atas jasa yang diberikan
pemerintah dengan lebih transparan.

Keunggulan Pencatatan Akuntansi Secara Accrual Basis


1) Beban diakui saat terjadi transaksi, sehingga informasi yang diberikan
lebih handal dan terpercaya.
2) Pendapatan

diakui saat terjadi transaksi, sehingga informasi yang

diberikan lebih handal dan terpecaya walaupun kas belum diterima.


3) Piutang yang tidak tertagih tidak akan dihapus secara langsung tetapi
akan dihitung kedalam estimasi piutang tak tertagih.
4) Setiap penerimaan dan pembayaran akan dicatat kedalam masingmasing akun sesuai dengan transaksi yang terjadi.
5) Adanya peningkatan pendapatan perusahaan karena kas yang belum
diterima dapat diakui sebagai pendapatan.
6)Adanya pembentukan pencandangan untuk kas yang tidak tertagih,
sehingga dapat mengurangi risiko kerugian.

PENGARUH TERHADAP
NERACA
1.

Persediaan diakui pada saat potensi manfaat ekonomi masa depan


diperoleh pemerintah dan mempunyai nilai atau biaya yang dapat
diukur dengan andal. Persediaan diakui pada saat diterima atau hak
kepemilikannya dan/atau kepenguasaannya berpindah.
2. Investasi, suatu pengeluaran kas atau aset dapat diakui sebagai
investasi apabila memenuhi salah satu kriteria:
a) Kemungkinan manfaat ekonomik dan manfaat sosial atau jasa
pontensial di masa yang akan datang atas suatu investasi tersebut
dapat diperoleh pemerintah;
b) Nilai perolehan atau nilai wajar investasi dapat diukur secara
memadai (reliable). Pengeluaran untuk perolehan investasi jangka
pendek diakui sebagai pengeluaran kas pemerintah dan tidak
dilaporkan sebagai belanja dalam laporan realisasi anggaran,
sedangkan pengeluaran untuk memperoleh investasi jangka panjang
diakui sebagai pengeluaran pembiayaan

3. Aktiva tetap, untuk dapat diakui sebagai aset tetap, suatu aset
harus berwujud dan memenuhi kriteria:
a. Mempunyai masa manfaat lebih dari 12 (dua belas) bulan;
b. Biaya perolehan aset dapat diukur secara andal;
c. Tidak dimaksudkan untuk dijual dalam operasi normal entitas;
d. Diperoleh atau dibangun dengan maksud untuk digunakan
4. Konstruksi Dalam Pengerjaan (KDP), suatu benda berwujud
harus diakui sebagai KD jika:
a. besar kemungkinan bahwa manfaat ekonomi masa yang akan
datang berkaitan dengan aset tersebut akan diperoleh;
b. biaya perolehan tersebut dapat diukur secara andal;
c. aset tersebut masih dalam proses pengerjaan
KDP dipindahkan ke pos aset tetap yang bersangkutan jika kriteria
berikut ini terpenuhi:
a.Konstruksi secara substansi telah selesai dikerjakan; dan
b. Dapat memberikan manfaat/jasa sesuai dengan tujuan
perolehan.

5. Kewajiban, suatu kewajiban yang diakui jika besar kemungkinan bahwa


pengeluaran sumber daya ekonomi akan dilakukan atau telah dilakukan
untuk menyelesaikan kewajiban yang ada sampai saat ini, dan perubahan
atas kewajiban tersebut mempunyai nilai penyelesaian yang dapat diukur
dengan andal.

Tantangan
1.

Sistem Akuntansi dan IT Based System


Melihat kompleksitas implementasi akuntansi berbasis akrual,
memerlukan sistem akuntansi dan IT based system yang lebih rumit,
perlu juga dibangun sistem pengendalian intern yang memadai
untuk memberikan keyakinan memadai demi tercapainya tujuan
organisasi melalui kegiatan yang efektif dan efisien, keandalan
pelaporan keuangan, pengamanan aset negara, dan ketaatan
terhadap peraturan perundang-undangan.
2. Komitmen dari pimpinan
Dukungan yang kuat dari pimpinan merupakan kunci keberhasilan
dari suatu perubahan. Salah satu penyebab kelemahan penyusunan
Laporan Keuangan pada beberapa Kementerian/Lembaga adalah
lemahnya komitmen pimpinan satuan kerja khususnya SKPD
penerima dana Dekonsentrasi/Tugas Pembantuan.

3. Tersedianya SDM yang kompeten


Penyiapan dan penyusunan laporan keuangan tersebut
memerlukan SDM yang menguasai akuntansi pemerintahan. Untuk
itu, pemerintah pusat dan daerah perlu secara serius menyusun
perencanaan SDM di bidang akuntansi pemerintahan. Termasuk di
dalamnya memberikan insentif dan remunerasi yang memadai
untuk mencegah timbulnya praktik KKN oleh SDM yang terkait. Di
samping itu, peran dari perguruan tinggi dan organisasi profesi
tidak kalah pentingnya untuk memenuhi kebutuhan akan SDM
yang kompeten di bidang akuntansi pemerintahan.
4. Resistensi terhadap perubahan
Sebagai layaknya untuk setiap perubahan, bisa jadi ada pihak
internal yang sudah terbiasa dengan sistem yang lama dan enggan
untuk mengikuti perubahan. Untuk itu, perlu disusun berbagai
kebijakan dan dilakukan berbagai sosialisasi sehingga penerapan
akuntansi pemerintahan berbasis akrual dapat berjalan dengan
baik.