Anda di halaman 1dari 15

MAINTAINABILITY

Hanif Ryanas P
Ike Agustine Rintami
Rahmatul Fitriani
Zatriananda Dibya
Adi Saputro
Diandra Tamara
Faisal Arif

2212030098
2212030100
2213030030
2213030078
2213030080
2213030084
2213030092

Definisi
Maintainability merupakan parameter yang
bertujuan untuk mengurangi waktu
perbaikan, perawatan suatu barang atau
alat.

Tujuan

Memaksimalkan equipment dan facility availability

Mengurangi waktu perbaikan dan biaya perbaikan

Menentukan labor-hours dan sumber daya lain yang


dibutuhkan untuk melakukan maintenance

Menggunakan maintainability data untuk menentukan


item availability/unavailability

Management Maintainabilty dalam


Sistem Life Cycle
Dibagi menjadi 4 tahapan:
Pengemb
angan
Konsep

Operasi

Validasi

Produksi

Tahap 1:
Pengembangan Konsep

Pokok dari maintainability pada tahap ini


merujuk pada kebutuhan dan kriteria
efektifitas dari system.

Tahap 2:
Validasi

Kebutuhan operasional yang


dikembangkan dan diformulasikan pada
tahap sebelumnya kemudian diperjelas
sesuai dengan kebutuhan disain sistem.

Tahap 3:
Produksi

Dalam Tahap ini, sistem dimanufaktur,


diuji, serta dikirim, dan dalam beberapa
kasus, dipasang untuk setiap paket data
teknis yang dihasilkan dari Tahap I dan II.

Tahap 4:
Operasi

Pada tahap IV, sistem digunakan, didukung


dalam logistik, dan dimodifikasi yang tepat.

Tahap ini merupakan tahap yang paling krusial


karena keefektifan biaya dan dukungan logistik
dari sistem diperlihatkan dan data yang
berhubungan dengan maintainabilitas
didapatkan dari praktik langsung yang dapat
digunakan untuk keperluan di masa yang akan
datang.

Aksebilitas

Merupakan tingkat kemudahan suatu alat dapat


dijangkau untuk diganti atau diperbaiki

Faktor-faktor yang mempengaruhi aksebilitas:

Lokasi didapatkannya alat dan

Kebutuhan visual pekerja

lingkungannya
Jarak yang harus ditempuh
untuk mendapatkan alat
Frekuensi masuknya akses alat
Tipe pemeliharaan yang
dilakukan

Tipe peralatan dan aksesoris

yang dibutuhkan pekerja


Tingkat bahaya
Waktu yang dibutuhkan
Tipe pakaian yang digunakan.

modularisasi

Modularisasi merupakan pembagian suatu


produk berdasarkan fungsi dan bentuk
fisik untuk memudahkan pemindahan dan
pergantian.

Tingkat modularisasi dalam suatu sistem


atau produk bergantung pada faktor
seperti biaya, kemudahan, dan fungsi

Interchangeability

Interchangeability merupakan aspek yang


disengaja dalam suatu perancangan, yang
berarti tiap bagian/komponen/unit dapat
digantikan dengan bagian yang serupa

Standarisasi

Standarisasi dapat dideskripsikan sebagai pencapaian dari


keseragaman praktis maksimum dalam suatu perancangan
alat

Keuntungan dari standarisasi:

Pengurangan dalam waktu Perancangan,biaya manufaktur,


serta waktu dan biaya pemeliharan

Mengurangi kebutuhan bagian khusus dari komponen

Berguna untuk mengurangi probabilitas dari kecelakaan


menahan dari prosedur yang tidak jelas atau tidak benar

Pengurangan dalam kesalahan penggunaan alat atau


komponen

Mengurangi
permasalaha
n
penyimpanan

Mengurangi
jumlah model
yang berbeda dan
membuat
peralatan terpakai

Meminimisasi
jumlah dari tipe
atau
bagian/komponen
yang berbeda

Tujuan
Standarisasi

Mengkontrol dan
memudahkan
inventarisasi dan
pemeliharaan

Memaksimalkan
penggunaan
bagian-bagian
umum di dalam
produk yang
berbeda

Memaksimalkan
penggunaan
interchangeable

perhitungan & fungsi

Perhitungan: (digunakan dalam analisis waktu pemeliharaan)

Mean Time To Repair (MTTR)

Mean Preventive Maintenance Time

Mean Maintenance Downtime

Fungsi: (digunakan untuk prediksi probabilitas waktu


pemeliharaan hasil perhitungan)

Exponential Distribution

Weibull Distribution

Gamma Distribution

Erlangian Distribution

Normal Distribution

TERIMA KASIH