Anda di halaman 1dari 5

Heru Sulaksono Divonis 9 Tahun Penjara

Senin, 22 Desember 2014 | 22:12

Heru Sulaksono. [Google]


[JAKARTA] Pengadilan Tipikor Jakarta juga menjatuhi hukuman 9 tahun penjara kepada
mantan petinggi PT Nindya Karya, Heru Sulaksono dalam perkara korupsi dan pencucian uang
proyek pembangunan Dermaga Sabang pada Kawasan Pelabuhan dan Perdagangan Bebas
Sabang tahun 2006-2011. Tpikor sebelumnya sudah memvonis mantan Deputi Teknik Badan
Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) Ramadhani Ismy 6 tahun pidana penjara, dalam kasus
yang sama.
"Pidana penjara selama 9 tahun, dikurangkan dari masa tahanan seluruhnya," kata Hakim Ketua
Casmaya, membacakan amar putusan, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (22/12).
Majelis hakim menilai Heru bersama-sama dengan Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Sabang
(BPKS) 2006-2010 Teuku Syaiful Achmad selaku Kuasa Pengguna Anggaran, dan Ramadhani
Ismy terbukti merugikan keuangan negara mencapai Rp 313 miliar dalam proyek pembangunan
Dermaga Sabang.
Heru yang dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 juncto pasal 18 UU Nomor 31/1999 tentang
Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20/2001 Jo Pasal
55 ayat (1) ke-1 Jo Pasal 65 ayat (1) KUHPidana selain UU Tipikor dinyatakan terbukti secara
sah dan meyakinkan melakukan perbuatan melawan hukum dengan memperkaya diri sendiri dan
terlibat pidana pencucian uang.

Selain pidana badan, Heru dikenakan denda Rp 500 juta dan diwajibkan membayar uang
pengganti kerugian negara Rp 12,625 miliar dari Rp 23 miliar dikurangkan dari harta benda yang
sudah disita negara.
Pihak lain yang disebut menikmati uang dari proyek dermaga Sabang adalah karyawan PT
Nindya Karya cabang Sumut dan Aceh, Sabir Said, Direktur PT Tuah Sejati M. Taufik Reza,
Kepala BPKS sekaligus kuasa pengguna anggaran pada 2004 Zubir Sahim, penanggung jawab
Kepala BPKS dan kuasa pengguna anggaran Februari-Juli 2010 Nasruddin Daud, Kepala BPKS
dan KPA 2011 Ruslan Abdul Gani, tenaga lepas BPKS Ananta Sofwan, dan pimpinan proyek
2004 Zulkarnaen Nyak Abbas.
Sedangkan pihak swasta yang disebut turut terlibat dalam perkara Heru antara lain Direktur PT
Budi Perkasa Alam (BPA) 2007-2008 Zaldy Noor, Komisaris Utama PT BPA 2007-2011
Pratomo Santosanengtyas, Direktur PT Swarna Baja Pacific (SBP) 2007-2010 Pandu Lokiswara
Salam, dan Direktur CV SAA Inti Karya Teknik dan Komisaris Utama PT Budi Perkasa Alam
Askaris Chioe.
Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa yang menuntut pidana penjara 10 tahun, denda Rp
600 juta, dan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 23,127 miliar.
Sikap Heru berbeda dengan Ismy yang menyatakan dengan tegas menerima putusan hakim
sepenuhnya. Heru mempertimbangkan mengajukan banding setelah mendengar vonis hakim.
"Kami pikir-pikir dulu," kata Heru. [E-11/N-6]

9
9 " "

.6022-6002 ()
2
' 9 '

() 6020-6002
" "
21 . 6 2 Rp 313
2999/12
6002/60 55 ( )2 )2( 25


6 2 21 2999/12
6002/60 55 ( )2
)2( 25

500
26265000000 61
" "
. PT Tuah

David 6002
Abdul / / 6020 6022
6002

(CPA) PT 2007-2011 PT 6001-6002 Zaldy
" "
( ) 6020-6002
" "
20 200
61262000000
" " .

' - '

Kosakata tentang hukum:


No.

Bahasa Arab

Pengucapan

,
1.

2.

3.

hukmun,
qodloo-un

sijnun,
zinzaanatun

Artinya

Vonis

Penjara

mas-alatun,
sya'nun,

Perkara

syu-uunun

4.

qodliyyatun

Kasus

5.

mahbuusun

Tahanan

6.

qoodlin

Hakim

7.

al-fatwa

Putusan

,
,
8.

,( )

mahkamatun,
mahaakimun,
al-muhkamatu
(mahaakimu), daarul

Pengadilan

qodloo-i

9.

hukmun

Hukum

10.

ghoroomatun

Denda