Anda di halaman 1dari 16

Apa penyebab Anemia Gizi ?

Penyebab utama anemia gizi adalah kekurangan zat


besi (Fe) dan asam folat yang seharusnya tak perlu terjadi bila makanan sehari
hari beraneka ragam dan memenuhi gizi seimbang. Sumber makanan yang
mengandung zat besi yang mudah diabsopsi tubuh manusia adalah sumber protein
hewani seperti ikan, daging, telur, dsb. Sayuran seperti daun singkong, kangkung,
bayam dsb juga mengandung zat besi akan tetapi lebih sulit absorpsinya di dalam
tubuh. Penyakit infeksi seperti cacing, malaria dan penyakit kronis (TBC) atau
wasir yang sering menyertai dewasa muda akibat kurangnya konsumsi sayuran
hijau sering kali memeperberat keadaan anemia. Gejala anemia adalah letih, lesu
dan lemah. Anemia pada mahasiswa dapat menurunkan kapasitas belajar dan
konsentrasi, sedangkan anemia pada pekerja dapat menurunkan produktifitas
kerja. Penyebab langsung & tidak langsung defisiensi Fe (Sumber M. Husaini
dkk. Study nutritional anemia: an assessment of information complication fior
supporting and formulating national policy program th 1989) : Jumlah Fe dalam
makanan tidak cukup, misalnya : - Ketersediaan Fe dalam makanan kurang Kwalitas & kwantitas makanan kurang - Social ekonomi rendah Penyerapan zat
besi dalam tubuh rendah, misalnya : - Komposisi makanan kurang beraneka
ragam - Terdapat zat penghambat penyerapan zat besi seperti the, minum tablet
besi dengan tablet calsium sehingga zat besi tidak dapat diserap maksimal
Kebutuhan zat besi yang meningkat, misalnya : - pertumbuhan fisik anak / remaja
- wanita hamil & menyusui Kehilangan darah, misalnya : - parasit (cacing pita) infeksi - wasir/ hemorrhoid Dengan memeriksa kadar hemoglobine darah maka
anemia dapat terdeteksi. Nilai ambang anemia menurut WHO th 1993 dengan
pemeriksaan hemoglobine metode Cyan met hemoglobine adalah sebagai berikut :
(temu karya Nasional anemia th 1993) Ibu Hamil 11 g/dl Balita 11 g/dl Anak usia
sekolah 12 g/dl Remaja putri /WUS 12 g/dl Ibu menyusui > 3 bulan 12 g/dl Pria
dewasa 13 g/dl Bagaimanakah Mencegah anemia gizi ? Mengkonsumsi makanan
yang bervariasi dengan menu gizi seimbang dapat mencegah anemia gizi. Bahan
makanan yang kaya akan kandungan zat besi : Daging berwarna merah, daging
unggas, padi-padian, kuning telur, susu , biji-bijian, kacang-kacangan, sayuran
berdaun hijau tua, bit, buah-buahan. Buah-buahan seperti : jeruk, tomat dapat
membantu meningkatkan penyerapan zat besi di dalam tubuh. Contoh menu Gizi
seimbang untuk mencegah anemia : Sarapan pagi Telur matang 1 buah Susu
rendah lemak 200 ml (1 gelas) Selingan : bubur kacang hijau 1 mangkuk Makan
Siang Nasi 2 x gelas belimbing ( 200 gram ) Tumis kangkung Semur daging
kentang (1 potong sapi 50 gram) Sup kacang merah 1 mangkuk Air jeruk 1 gelas
Selingan sore : kue sus 1 buah Makan malam : Nasi 2 x gelas belimbing (200
gram) Capcay 1 mangkuk kecil Ayam angkak ( 2 potong ayam) Sapo tahu 1
mangkuk kecil Juice strawberry 1 gelas Sebelum tidur : susu rendah lemak 1 gelas
(200 ml)
Artikel kesehatan di : http://www.tanyadok.com/kesehatan/menu-sehat-cegahanemia

diet buat penderita anemia


A.

Definisi
Anemia adalah gejala dari kondisi yang mendasari seperti kehilangan

komponen darah, elemen tak adekuat atau kurang nutrisi yang dibutuhkan untuk
pembentukan sel darah, yang mengakibatkan penurunan Kapasitas pengangkut
oksigen darah ( Doenges, 2000 ).
Anemia adalah istilah yang menunjukkan rendahnya hitung sel darah merah
dan kadar hemoglobin dan hemotokrit dibawah normal. (Smeltzer, 2001, 935)
Anemia mengacu pada suatu kondisi dimana terdapat penurunan konsentrasi
hemoglobin, jumlah sel darah merah sirkulasi atau volume sel darah tanpa plasma
( hemotokrit ) dibandingkan dengan nilai nilai normal ( tambayong, 2000. 77 )
Anemia adalah reduksi dalam sel darah merah ( eritrosit ) dimana terjadi
perubahan menurunnya kapasitas pengangkutan oksigen dalam darah ( luckman,
1999, 1335 )
Tabel 1 Batas normal kadar hemoglobin

Kelompok
Anak
Dewasa

B.

Umur
6 bln s/d 6 thn
6 thn s/d 14 thn
Laki-laki
Wanita
Wanita hamil

Hemoglobin
11
12
13
12
11

Klasifikasi Anemia menurut Soeparman,1994 Sebagai berikut :


a. Anemia Aplastik
Terjadi karena ketidak sanggupan sum sum tulang untuk membentuk sel sel
darah
Etiologi dari anemia aplastik adalah :

Faktor genetik

Obat obatan dan bahan kimia

Infeksi

Radiasi

b. Anemia defisiensi besi


Cadangan besi didalam plasma dan hemoglobin kurang normal
Etiologi
-

Absorbsi yang menurun

Perdarahan kronik

Kebutuhan yang meningkat

Diet yang tidak mencukupi


c. Anemia megaloblastik
Sekelompok anemia yang ditandai oleh adanya eritoblas yang besar yang terjadi
akibat gangguan maturasi inti sel tersebut
Etiologi :

Defisiensi vitamin B12

Defisiensi asam folat

Gangguan metabolisme

Vitamin B12 dan asam folat


d. Anemia defisiensi asam folat
Asam folat terdapat dalam daging, susu, dan daun daunan, penurunan absorbsi
asam folat jarang ditemukan karena absorbsi terjadi diseluruh saluran cerna dan
berhubungan dengan serosis hepatis karena terdapat penurunan cadangan asam
folat
e. Anemia hemolitik
Suatu penyakit anemia yang disebabkan oleh hemolosis erittrosit. Eritrosit
berdasarkan reaksi antigen antibodi.
Etiologi

Cidera mekanik

Reaksi antigen antibodi SDM

Ikatan komplemen

Reaksi kimia
f. Anemia karena pendarahan
Etiologi :

Hilangnya darah akibat hemodelusi dan cairan


g. Anemia sel sabit
Jenis anemia kongenital dimana sebanyak sel darah merah berbentuk menyerupai
sabit.
C.

Etiologi dari Anemia menurut Smeltzer 2001,935, sebagai berikut :

1. Kurangnya sel darah merah


2. Kerusakan pada sel darah merah
3. Kurang nutrisi
4. Penyakit kronis
5. Faktor keturunan
6. Kehilangan darah yang berlebihan
D. Tanda dan gejala dari anemia menurut Smeltzer, 2001, Sebagai berikut:
a.

Kelemahan

b. Pendarahan
c.

Luka / ilcefation pada lidah, gusi / membran mukosa

d. Sesak
e.

Nyeri

f.

Demam

g. Pruritas
h. Kecemasan

E.

PATOFISIOLOGI

Reflek dari tiap anemia adalah kegaggalan sumsum atau kehilangan sel darah
merah yang banyak atau kedua duanya. Kegagalan sum sum ( penurunan
eritropares B ) mungkin terjadi akibat dari defisit nutrisi didapat racun, invasi
tumor dari penyebab yang tidak diketahui. Sel darah merah mungkin hilang
melalui perdarahan atau hemolosis. Penurunan sel darah merah terjadi terutama
pada sel fagosit dari reti kulo dihasilkan dalam proses ini bilirubin dibentuk dalam
fagosit masuk dalam aliran darah, bertambah banyaknya kerusakan dari sel darah

merah ( hemolosis ) merupakan refleksi dari bertambahnya plasma bilirubin ( H :


1 mg / dl atau lebih dari 1,5 mh / dl hasilnya kekuningan pada sklera ) jika terjadi
gangguan hemolitik, sel darah merah dirusak dalam sirkulasi darah yang terdapat
dalam HB dan plasma ( hemoglobinemia ) . Jika konsentrasi plasma melebihi
kapasitas dari plasma haptoglobin ( terjepitnya protein untuk membebaskan Hb ).
Jika jumlahnya lebih dari 100 mg / dl Hb yang tersebar melalui renal glomenulus
dan masuk ke dalam urin ( hemoglobinurea ). Anemia disebabkan oleh kerusakan
Sel Darah Merah / tidak adekuatnya produksi Sel Darah Mrah yang biasanya
dapat dicapai dalam dasar dari sistem retikuloendoteal proliferasi dalam sum
sum

tulang

Belakang

keadaan

dari

hiperbilirubenemia

dan

hemoglobinemia(Smeltzer, 2001 ).
F. PENATALAKSANAAN

G. TUJUAN DIIT
1. Meningkatkan asupan makanan sumber Fe sehingga tidak terjadi anemia
2. Mencapai dan mempertahankan tekanan darah normal
3. Mencapai dan mempertahankan BB dan setatus gizi yang optimal sehingga tidak terjadi
malnutrisi
4. Memperbaiki pola makan yang salah
5. Mengurangi/ mencegah timbulnya factor resiko lain/ penyakit baru pada saat kehamilan/
setelah melahirkan
6. Memenuhi kebutuhan energi dan protein yang meningkat untuk mencegah dan

mengurangi kerusakan jaringan tubuh.


G. SYARAT DIIT ANEMIA
1. Energi sesuai kebutuhan diberikan 2515,356 kkal

2. Protein tinggi 1,5 gr/kg BB yaitu sebesar 91,5 gram


3. Lemak sedang diberikan 25 % yaitu sebesar 69,871 gram
4. Karhohidrat sesuai kebutuhan diberikan 380,13 gram
5. Vitamin dan mineral terutama pemberian Fe, asam folat, dan vit B12 serta vit C
6. Pemberian makan disesuaikan dengan kebutuhan pasien

H. DIIT pada KLIEN ANEMIA

Nilai Gizi
Energi (kkal)
Protein (g)
Lemak (g)
Karbohidrat (g)
Kalsium (mg)
Besi (mg)
Vitamin A (RE)
Tiamin (mg)
Vitamin C (mg)

Tabel 2 Nilai gizi diit TETP


TETP I
2690
103
73
420
700
30,2
2746
1,5
114

TETP II
3040
120
98
420
1400
36
2965
1,7
116

Tabel 3 Bahan Makanan yang Dianjurkan dan yang Tidak Dianjurkan


Bahan makanan
Sumber Karbohidrat

Dianjurkan
Nasi, mie, roti, macaroni,

Tidak Dianjurkan

dan hasil olah tetepungtepungan lain, seperti cake,


tarcis, pudding, dan pastry,
dodol, ubi, karbohidrat
sederhana seperti gula
Sumber Protein

Sumber Protein Nabati

Sayuran

pasir.
Daging sapi, ayam, ikan,

Dimasak dengan banyak

telur, susu, dan hasil olah

minyak atau kelapa/ santan

seperti keju dan yoghurt

kental.

custard dan es krim.


Semua jenis kacang-

Dimasak dengan banyak

kacangan dan hasil

minyak atau kelapa/ santan

olahanya, seperti tempe,

kental.

tahu, dan pindakas.


Semua jenis sayuran,

Dimasak dengan banyak

terutama jenis B, seperti

minyak atau kelapa/ santan

bayam, buncis, daun

kental.

singkong, kacang panjang,


labu siam dan wortel

direbus, dikukus dan


Buah-buahan

ditumis.
Semua jenis buah segar,
buah kaleng, buah kering

Lemak dan minyak

dan jus buah.


Minyak goring, mentega,

Santan kental

margarine, santan encer,


Minuman
Bumbu

salad dressing.
Soft drink, madu, sirup,

Minuman rendah energy

teh dan kopi encer.


Bumbu tidak tajam, seperti Bumbu yang tajam, seperti
bawang merah, bawang

cabe dan merica

putih, laos, salam, dan


kecap.
Tabel 4 Contoh Menu Sehari TETP II
Pagi
Nasi
Telur dadar
Daging semur
Ketimun + tomat iris
Susu
Pukul 10.00
Bubur kacang hijau
susu

Siang
Nasi
Ikan
Ayam goring
Tempe bacam
Sayur asam
Papaya
Pukul 16.00
susu
-

Malam
Nasi
Daging empal
Telur balado
Sup sayuran
Pisang
Pukul 21.00
Telur masak
Formula komersial

PENUTUP
A. KESIMPULAN
Anemia adalah gejala dari kondisi yang mendasari seperti kehilangan komponen
darah, elemen tak adekuat atau kurang nutrisi yang dibutuhkan untuk
pembentukan sel darah, yang mengakibatkan penurunan Kapasitas pengangkut
oksigen darah
Diit yang di berikan pada klien anemia adalah diit TETP ( tinggi energi tinggi
protein). Diberikan diit TETP bertujuan untuk :
1. Meningkatkan asupan makanan sumber Fe sehingga tidak terjadi anemia
2. Mencapai dan mempertahankan tekanan darah normal
3. Mencapai dan mempertahankan BB dan setatus gizi yang optimal sehingga tidak terjadi
malnutrisi
4. Memperbaiki pola makan yang salah
5. Mengurangi/ mencegah timbulnya factor resiko lain/ penyakit baru pada saat kehamilan/
setelah melahirkan
6. Memenuhi kebutuhan energi dan protein yang meningkat untuk mencegah dan

mengurangi kerusakan jaringan tubuh.

PENATALAKSANAAN DIET ANEMIA


Formulis Studi Kasus

I. Identitas Pasien
A. Nama Pasien : Ny. DW
B. Umur : 25 tahun
C. Jenis Kelamin : Perempuan
D. Pekerjaan : Karyawan bank swasta
II. Data Subyektif
Pasien hamil 14 minggu dirawat di Rumah Sakit karena pendarahan, tetapi
janin masih bisa diselamatkan
Keluhan : sering pusing, badan lemah, merasa mudah lelah dan nafsu
makan kurang
Selama kehamilan trimester I sering mengalami mual muntah, namun
gejala tersebut mereda setelah trimester II
Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya indikasi anemia
Dokter menyarankan bed rest beberapa hari
III. Data Obyektif
A. Pemeriksaan Antropometri
BB terakhir = 61 kg
BB sebelum hamil = 60 kg
TB = 165 cm
BB Ideal = TB 100
= 165 100
= 65 kg (BB yang tertimbang mencangkup berat janin yang
telah dikandung selama 14 minggu)

IMT sebelum hamil = BB/ (TB)2


= 60/ (1,65)2
= 22 kg/m2
B. Pemeriksaan Fisik
Keadaan umum : sadar, pasien tampak lemah
Mata : conjunctiva anemis
C. Pemeriksaan Klinis
Pemeriksaan

Hasil

Normal

Tensi

110/ 80 mmHg

120/ 80 mmHg

Nadi

88 x/ menit

80 90 x/ menit

Respirasi

20 x/ menit

20 40 x/ menit

37 C

36 37 C

Hasil

Normal

Hb

8 g/ dl

12 14 g/ dl

Ht

30 %

40 48 %

Suhu

D. Pemeriksaan Biokimia
Pemeriksaan

Fe serum

rendah

MCV

rendah

MCHC

rendah

IV. Anamnesa Gizi


A. Kebiasaan Makan
Biasa mengkonsumsi secangkir kopi sebelum berangkat ke kantor dan
biasa mengkonsumsi setelah makan
Jarang mengkonsumsi sayuran dan buah

Buah yang biasa dikonsumsi adalah pepaya dan pisang


Lauk hewani yang biasa dikonsumsi adalah telur (4 5 x seminggu)
Lauk nabati (tempe/ tahu) 2 x sehari
B. Asupan
Gambaran asupan makan sehari :
Energi = 1850 kkal
Protein = 50 gram
Lemak = 51 gram
KH = 300 gram
C. Pantangan
Ikan tidak pernah dikonsumsi karena dapat menimbulkan alergi
V. Assesment
Penyakit : Anemia Mikrositik Hipokromik

VI. Masalah/ Diagnosa Gizi


A. Domain Intake
Problem
NI 1.5.3

Etiologi
Pola makan salah

Asupan energy-protein yang tidak adekuat

Sign

BB terakhir 61kg dr BB sb
hamil 60 kg.
BBI = 65 kg

B. Domain Clinical
Problem
NC 2.2
Perubahan nilai laboratorium yang
berkaitan dengan gizi (Penurunan Hb, Ht,
Fe serum, MCV, MCHC)

Etiologi
Anemia

Sign
Hb = 8 g/ dl
Ht = 30 %
Fe serum, MCV, MCHC

rendah

C. Domain Behavioral Environment


Problem
NB 1.4
Self monitoring deficit/
monitoring diri sendiri

Etiologi
Pengetahuan
kurangnya kurang

Sign
gizi Jarang mengkonsumsi
sayuran dan buah

Biasa minum kopi dan teh


VII. Perencanaan Terapi Diet
Tujuan

Prinsip/ Syarat Diet

1. Meningkatkan asupan makanan sumber Fe sehingga 1. Energi sesuai kebutuhan diberikan 2515,35
tidak terjadi anemia

kkal

2. Mencapai dan mempertahankan tekanan darah 2. Protein tinggi 1,5 gr/kg BB yaitu sebesa
normal

91,5 gram

3. Mencapai dan mempertahankan BB dan setatus gizi 3. Lemak sedang diberikan 25 % yaitu sebesa
yang optimal sehingga tidak terjadi malnutrisi
4. Memperbaiki pola makan yang salah

4. Karhohidrat sesuai kebutuhan diberika

5. Mengurangi/ mencegah timbulnya factor resiko lain/


penyakit

baru pada

saat

kehamilan/

69,871 gram

380,13 gram

setelah 5. Vitamin dan mineral terutama pemberia

melahirkan

Fe, asam folat, dan vit B12 serta vit C

6. Pemberian makan disesuaikan denga


kebutuhan pasien

VIII. Macam Diet/ Bentuk Makanan


Diet tinggi protein (1,5 gr/kg BB) / bentuk biasa
IX. Perhitungan Kebutuhan Gizi
A. Kebutuhan Energi
Menentukan bsaran energi yang diperlukan untuk memenuhi
metabolism basal (Basal Energy Expenditure/ BEE)

BEE = 655 + (9,6 x BB) + (1,8 x TB) (4,7 x U)


= 655 + (9,6 x 61) + (1,8 x 165) (4,7 x 25)
= 655 + 585,6 + 297 117,5
= 1420,1
Menentukan

jumlah

total

kebutuhan

energy

(Total

Energy

Expenditure/ TEE)
TEE = BEE x Faktor aktivitas x Faktor injury
= 1420,1 x 1,2 x 1,3
= 2215,356
Menambah energy untuk kehamilan (300 kkal per hari)
TEE menjadi 2215,356 + 300 kkal = 2515,356 kkal
Range kebutuhan energi : 2389,59 2641,12 kal
B. Kebutuhan Protein
1,5 gr/kg BB = 1,5 x 61 = 91,5 gr
Range kebutuhan protein : 86,93 96,08 gram
C. Kebutuhan Lemak
25 % x 2515,356 = 628,839 kkal = 69,871 gram
9
Range kebutuhan lemak : 66,38 73,36 gram
D. Kebutuhan Karhohidrat
2515,356 - (366 + 628,84) = 380,13 gram
4
Range kebutuhan KH : 361,12 399,14 gram

X. Makanan Yang Boleh/ Tidak Boleh Diberikan


Makanan Yang Boleh Diberikan

Makanan Yang Tidak Boleh

Diberikan
1. Makanan sumber zat besi seperti hati ayam, tempe, 1.
kacang kedelai, daun singkong, bayam, dll

Makan

makanan

dan

minum yang merangsang

2. Makanan sumber asam folat seperti hati ayam, hati sapi,

(berbumbu tajam)

kacang kedelai, rumput laut, kacang merah, asparagus, 2. Makanan dengan minyak,
dll

santan kental berlebih

3. Makanan sumber vitamin B12 seperti hati sapi, kuning


telur
4. Makanan suber vitamin C seperti buah-buahan seperti
jeruk, apel, dll

XI. Monitoring Dan Evaluasi


A. Monitoring
a. Memantau hasil pemeriksaan laboratorium yaitu Hb, Ht, Fe serum,
MCV, MCHC.
b. Memantau data antropometri yaitu BB.
c. Memantau asupan makan pasien dengan melihat pola makan dan
kebiasaan makan pasien.
B. Evaluasi
a. Peningkatan kadar Hb, Ht, Fe serum, MCV, MCHC mencapai normal.
b. Peningkatan BB mencapai normal sehingga diperoleh Berat Badan
Ideal.
c. Perubahan pola makan dan kebiasaan makan pasien yang salah
dengan pola menu seimbang dengan energi sesuai kebutuhan.
XII. Diskripsi Terapi Diet
Masalah Gizi
Anemia

Indikator

Tujuan

Hb = 8 g/ dl

Meningkatkan

Ht = 30 %

kadar Hb

Implementasi

Banyak mengkonsumsi maka


makanan

sumber

folat, vitamin C

Fe,

asam

Fe serum, MCV, MCHC

Meningkatkan konsumsi vit C

rendah
Berat badan kurang

BB terakhir 61kg BBI = Meningkatkan


65 kg

Pola

makan

untuk membantu peyerapan Fe

yang Jarang mengkonsumsi

salah

sayuran dan buah


Biasa minum kopi dan
teh

BB

Meningkatkan

asupan

maka

sesuai kebutuhan

Merubah

pola Pola menu seimbang denga

makan

dan

energi sesuai kebutuhan

kebiasaan
makan pasien

XIII. Perencanaan Menu Sehari


Dapat dilihat di lampiran Daftar Menu Sehari
XIV. Rencana Penyuluhan Dan Konseling Gizi
Penyuluhan
Tempat : Ruang rawat inap
Waktu : 30 menit
Sasaran : Pasien dan keluarga
Metode : Penyuluhan dan konsultasi
Topik : Diet tinggi protein dan menu seimbang
Tujuan :
1. Memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang anemia, diet
anemi tinggi protein dan menu seimbang
2. Memperbaiki pola makan dan kebiasaan makan yang salah
3. Memperbaiki status gizi yang salah
4. Memberikan contoh bahan makanan dan menu gizi seimbang yang
dianjurkan dan yang tidak dianjurkan
Manfaat :
1. Agar pasien mengetahui dan mematuhi terapi diet yang diberikan.
2. Agar keluarga pasien dapat membantu kesembuhan pasien

Materi :
1. Pemahaman dasar mengenai pengaturan makanan sehat
2. Penjelasan mengenai anemia, diet anemi tinggi protein dan menu
seimbang
3. Pengaturan pola makan
4. Penjelasan mengenai bahan makanan yang diperbolehkan dan yang
tidak diperbolehkan untuk penyakit anemi