Anda di halaman 1dari 23

BAB 7

1.ANGGA ANUGRAWAN
2.RIFAL PRIMA SANTANA

KLASIFIKASI INVESTASI SAHAM


(SAK ETAP 2009)
1. Efek ekuitas perdagangan dan efek ekuitas tersedia

untuk dijual
2. Investasi pada entitas asosiasi
3. Investasi pada entitas anak

INVESTASI PADA ENTITAS ASOSIASI:


METODA BIAYA
1. Investasi dicatat sebesar biaya perolehan
2. Pendapatan dividen diakui hanya apabila

perusahaan menerima dividen tunai dari entitas


asosiasi
3. Pada tanggal neraca, investasi disajikan sebesar
biaya perolehan saham yang masih tersisa
4. Jika terjadi penurunan nilai investasi yang bersifat
permanen (bukan fluktuasi temporer), maka
penurunan nilai tersebut diakui sebagai beban di
laporan laba-rugi

PENGAKUAN AWAL
Metoda biaya mengukur investasi mula-mula sebesar

biaya peorlehan.
Contoh: Pada 1 Januari 2015 PT BagusBudi membeli
tunai 12500 lembar saham biasa PT ARMINA, nominal
per lembar Rp 100, dengan biaya perolehan
Rp2.120.000. Jumlah saham PT ARMINA yang beredar
adalah 50.000 lembar sehingga proporsi kepemilikan
PT BagusBudi adalah 25 persen (12.500/50.000x100%).
Investasi ini diyakini mempunyai pengaruh signifikan
pada kebijakan keuangan PT ARMINA. Buatlah
jurnalnya!

PENGAKUAN AWAL
Jurnal pembelian saham
Jan 1 Investasi pada Entitas Asosiasi

Kas

2.120.000
2.120.000

PENERIMAAN DIVIDEN TUNAI


Metoda biaya mengakui pendapatan dividen ketika

investor menerima hak atas dividen tersebut.


Contoh: 1 Februari 2015 PT ARMINA mengumumkan
dividen tunai Rp720.000 atau Rp 14,40 per lembar
(Rp720.000 untuk 50.000 lembar). Dividen ini baru
dibayar pada 1 maret 2015. Hitunglah dividen tunai
yang diterima oleh PT BagusBudi dan buatlah
jurnalnya!

PENERIMAAN DIVIDEN TUNAI


Jurnal Pengumuman Dividen
Feb 1 Piutang Dividen
Pendapatan Dividen
Jurnal Penerimaan Dividen Tunai
Maret 1 Kas
Piutang Dividen

180.000
180.000
180.000
180.000

PEMBAGIAN DIVIDEN SAHAM


(STOCK DIVIDEND)
Dividen yang dibagikan kepada pemegang saham

dalam bentuk saham sejenis dengan saham yang telah


beredar.
-biaya perolehan total investasi tidak berubah
- biaya perolehan per lembar berubah
-jumlah lembar saham bertambah
Contoh: Pada 1 April 2015 PT BagusBudi menerima
dividen saham berupa 2.500 lembar saham biasa PT
ARMINA (20% dari jumlah saham yang dimilikinya).
Hitunglah nilai tercatat investasi setelah menerima
dividen saham ini dan buatlah jurnalnya!

PEMBAGIAN DIVIDEN SAHAM


(STOCK DIVIDEND)
Nilai tercatat investasi total tidak berubah, tetapi per
lembarnya berubah sebagaimana perhitungan berikut.
Nilai tercatat 12.500 lembar
(+) biaya perolehan 2.500 lembar dari dividen saham
Nilai tercatat 15.000 lembar
Nilai tercatat per lembar Rp 2.120.000 : 15.000 lembar

2.120.000
-02.120.000
141,33

Jurnal
Tidak ada pencatatan. Sekedar untuk memo, dalam kolom uraian akun
investasi diberi keterangan yang menunjukkan bahwa jumlah lembar
saham kini menjadi 15.000 lembar

PEMECAHAN NILAI NOMINAL


SAHAM(STOCK SPLITS-UP)
Pemecahan nilai nominal per lembar saham
- Tidak mempengaruhi biaya perolehan total atau nilai
tercatat totalnya, namun per lembarnya berubah
menjadi semakin rendah.
- Tidak dicatat dalam posisi keuangan perusahaan
namun dicatat dalam memorandum untuk
menunjukkan nilai tercatat terbaru perlembar

PEMECAHAN NILAI NOMINAL


SAHAM(STOCK SPLITS-UP)
Contoh: Pada 1 juli 2015, 15.000 lembar saham PT
ARMINA, nominal @ Rp100 yang dimiliki oleh PT
BagusBudi ditarik dan diganti dengan 60.000
lembar dengan nilai nominal per lembar Rp25.
Hitunglah nilai tercatat investasi setelah peristiwa
stock splits-up dan buatlah jurnalnya!

PEMECAHAN NILAI NOMINAL


SAHAM(STOCK SPLITS-UP)
Nilai tercatat total investasi
Nilai tercatat 15.000 lembar, nominal @Rp100
Nilai tercatat per lembar (sebelum stock splits-up)
Nilai tercatat 60.000 lembar, nominal @Rp25
Nilai tercatat per lembar setelah stock splits-up

2.120.000
141,33
2.120.000
35,33

Jurnal
Tidak mencatat apapun dalam buku jurnal. Pencatatan dilakukan di
memo dalam uraian akun investasi diberi keterangan jumlah lembar
saham menjadi 60.000 lembar

PELEPASAN INVESTASI
Selisih antara harga jual bersih dan nilai tercatat,

maka selisihnya diakui sebagai untung (rugi)


pelepasan
Contoh: Akun investasi pada Entitas Asosiasi dalam
buku besar PT BagusBudi menunjukkan saldo per 31
September 2015 sebesar Rp2.120.000 untuk 60.000
lembar. Nilai tercatat per lembarnya adalah 35,33. pada
1 oktober PT BagusBudi menjual 10.000 lembar
dengan harga jual bersih Rp 300.000. Hitunglah
untung(rugi) pelepasan dan buatlah jurnalnya!

PELEPASAN INVESTASI
Untung(rugi) pelepasan
Harga jual bersih
(-) nilai tercatat investasi 10.000 x35,33
Untung (rugi) pelepasan

300.000
353.300
(53.300)

Jurnal
Okt 1 Kas
Rugi pelepasan investasi pada entitas asosiasi
Investasi pada entitas asosiasi

300.000
53.300

Saldo investasi menjadi Rp1.766.700 (Rp2.120.000-Rp353.300)

353.300

PENILAIAN DAN PENYAJIAN DI


NERACA
-diklasifikasikan sebagai aset tak lancar
-dicatat sesuai nilai buku pada akhir tahun
-jika ada penurunan nilai maka nilai tercatat dikurangi

penurunan nilai
-penurunan nilai dianggap ada jika nilai wajar
investasi dikurangi biaya untuk menjualnya lebih
rendah daripada nilai tercatatnya

Jurnal penyesuaian
Contoh: evaluasi pada 31 desember 2015 menunjukkan terjadinya
penurunan nilai investasi pada entitas asosiasi sebesar Rp300.000 dan
bersifat permanen. Buatlah jurnal penyesuaian dan sajikanlah investasi
di neraca
Jurnal penyesuaian
Dec 31 Rugi penurunan nilai investasi pada entitas asosiasi
300.000
Investasi pada entitas asosiasi
300.000
Neraca
Aset tak lancar
Investasi pada entitas asosiasi
Rp 1.467.000
(nilai tercatat setelah penurunan nilai Rp300.000)

INVESTASI PADA ENTITAS ANAK:


METODA EKUITAS
Dicatat dengan metoda ekuitas.
2. Mula-mula dicatat sebesar biaya perolehan termasuk
biaya transaksi.
3. Biaya perolehan tersebut ditambah (dikurangi) laba
(rugi) entitas anak dan dikurangi dividen tunai yang
diterima dari entitas anak (menjadi nilai pada
neraca).
4. Jika diyakini nilai investasi menurun, maka investasi
yg disajikan pada neraca setelah penurunan nilai
tersebut.
1.

Contoh: PENGAKUAN AWAL


Pada 1 Jan 2014 PT Induka membeli tunai 40.000
lembar saham biasa PT Anaka, nominal per lembar
Rp100, dengan biaya perolehan Rp25.000.000. Jumlah
saham PT Anaka yang beredar adalah 50.000 lembar
sehingga proporsi kepemilikan PT Induka adalah 80 %
(40.000/50.000 x 100%).
Maka jurnalnya sebagai berikut:
Jan 1

Investasi pada Entitas Anak


Kas
25.000.000

25.000.000

1. Perolehan laba
kenaikan
PEROLEHAN
LABAmerupakan
PERUSAHAAN

ekuitas.
2. Ekuitas anak bertambah, maka investasi
perusahaan induk juga bertambah.
3. Ketika perusahaan anak mengumumkan
perolehan laba, maka induknya mengakui
kenaikan
investasinya
yang
juga
merupakan
kenaikan
pendapatan
investasi.

Contoh: PEROLEHAN LABA


PERUSAHAAN ANAK
Akhir tahun 2014 PT Anaka mengumumkan perolehan
laba tahun 2014 sebesar Rp3.000.000. Hitunglah jumlah
bagian laba yang menjadi hak PT Induka dan buatlah
jurnalnya!
Jumlah bagian laba perusahaan investor adalah
Rp2.400.000, yakni 80% x Rp3.000.000. Jurnalnya
sebagai berikut:
Des 31
2.400.000

Investasi pada Entitas Anak


Pendapatan dari Investasi

2.400.000

1. Dividen tunai DIVIDEN


adalah bagian
laba
PENERIMAAN
TUNAI
perusahaan yang dibagikan secara tunai
kepada para pemegang sahamnya.
2. Ketika mengumumkan dividen tunai
sebuah
perusahaan
berkurang
ekuitasnya.
3. Bagi induk, penerimaan dividen tunai
harus dianggap sebagai pengembalian
investasi.

Contoh: PENERIMAAN DIVIDEN


TUNAI
1 Feb 2015 PT Anaka mengumumkan dan membayar
dividen tunai Rp2.000.000 atau Rp40 per lembar.
Hitunglah dividen tunai yang diterima oleh PT Induka dan
buatlah jurnalnya!
Dividen tunai yang menjadi hak induk adalah
Rp1.600.000 (80% x Rp2.000.000). Jurnalnya sebagai
berikut:
Feb 1

Kas

1.600.000
Investasi pada Entitas Anak

1.600.000

Setelah tiga jurnal sebelumnya diposting, maka nilai


tercatat (carrying value) investasi adalah Rp25.800.000
(Rp25.000.000 + Rp2.400.000 Rp1.600.000)
sebagaimana tertera pada tabel berikut: