Anda di halaman 1dari 31

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA KELUARGA Tn.

D
A. PENGKAJIAN
1. Data Umum
a. Nama Kepala Keluarga
b. Usia
c. Alamat
d. Pekerjaan KK
e. Pendidikan KK
f. Komposisi Keluarga
N

Nama

JK

Hub

dg

: Tn. D
: 60 tahun
: RW I / RT II Kelurahan Lambung Bukit
: Buruh
:
: 4 orang

Pekerj
aan

KK

Status Imunisasi
BCG

Polio

Hepati-

tis
1 2 3 4 1 2 3
1
2
3
4

Tn. D
Ny. D
Ny. L
Tn. D

L
P
P
L

KK
Istri
Anak
Mena

60
55
35
40

Buruh
Buruh
IRT
Buruh

5
6
7
8
9
10
11

Tn. S
Ny. W
Ny.
Ny.
An. A
An. K
An. F

L
P
P
P
L
P
P

ntu
Anak
Anak
Anak
Anak
cucu
cucu
cucu

29
27
25
23
8
7

Buruh
swasta

DPT

Cam
-pak

1 2 3

Keterangan : KK mengatakan semua anak dan cucunya mendapatkan imunisasi


yang lengkap

Genogram

Keterangan :
: Laki-Laki

: Tinggal serumah

: Perempuan

g. Tipe Keluarga
Tipe keluarga Tn. D adalah tipe keluarga Extended Family ( Keluarga
besar ). Keluarga Tn. D terdiri dari Tn. D dan Ny. D serta 6 orang anak nya
yang terdiri dari 3 laki-laki dan 3 perempuan yaitu anak pertama Tn. D yaitu
Tn. . W telah menikah dan tidak tinggal dirumah Tn. D. Anak ke dua Tn. D
yaitu Ny. L telah menikah dan tinggal bersama suaminya Tn. D dirumah Tn.
D, telah memiliki 2 orang anak. 1 orang laki-laki An. R dan 1 orang
perempuan yaitu An. K.. Anak ketiga yaitu Tn. S, lalu anak keempat Tn. D
juga telah menikah dan tinggal serumah yaitu Ny. W dan memiliki 1orang
anak yaitu An. F serta anak Tn. D yang ke 5 dan ke 6. Jumlah yang tinggal
dalam satu rumah adalah 11 orang.
h. Suku Bangsa
Ny. D mengatakan bahwa keluarga merupakan penduduk asli minangkabau
dan bertempat tinggal di RT 02 RW 1 Kelurahan lambung bukit. Tn. D dan
Ny. D bersuku bangsa Minang ( Tn. D bersuku Chaniago dan Ny. D bersuku
Jambak ). Dalam percakapan sehari-hari keluarga menggunakan bahasa
minang. Menurut Ny. D aktivitas keagamaan keluarga adalah shalat dan
berdoa. Kebiasaan berpakaian keluarga sopan dan tidak bertentangan
dengan adat. Sedangkan kebiasaan diet Ny. D mengikuti kebiasaan pada
umumnya yaitu tidak terlalu pedas dan menyukai masakan minang pada
khususnya. Menurur keluarga Ny. D, apabila ada keluarganya yang sakit,

kalau tidak terlalu parah maka diobati saja dirumah dan memakai obatobatan tradisional dan jika sudah parah maka dibawa ke pelayanan
kesehatan terdekat yaitu praktek bidan vanda amd. Keb.
i. Agama
Semua keluarga Tn. D beragama islam. Dalam praktik keagamaan tidak ada
perbedaan antar anggota keluarga. Ny. D lebih sering beribadah dirumah
daripada ke mesjid karena aktifitas Ny. D yang banyak dihabiskan berkebun
sehingga badan sudah terasa lelah, apabila badan Ny. D terasa lelah Ny. D
merasa kepalanya terasa skit sehingga tidak sanggup ke mesjid tetapi sekalikali apabila ada kegiatan keagaamaan di mesjid tempat Ny. D tinggal Ny. D
pasti datang untuk mengikuti kegiatan keagamaan tersebut.
j. Status Sosial Ekonomi Keluarga
Keluarga Tn. D adalah keluarga dengan golongan ekonomi menengah
kebawah. Jumlah penghasilan rata-rata tiap bulan Rp 1.000.000. Sumber
penghasilan keluarga berasal dari hasil kebun milik orang lain yang
disewakan, keluarga Tn. D mengatakan tidak memiliki tabungan jika ada
keperluan mendesak dan dana di alokasikan untuk keperluan tersebut. Tn. D
mengatakan pendapatan keluarga cukup namun kadang masih merasa tidak
karena penghasilan dari kebun dan sawah tergantung panen berhasil atau
tidak namun tetap bersyukur akan tetapi Tn. D tetap bersyukur. Tn. D tidak
memiliki kartu BPJS jadi apabila ada keluarganya yang sakit maka keluarga
Tn. D mengeluarkan biaya sendiri untuk pengobatan.
k. Aktivitas rekreasi Keluarga
Ny. D mengatakan bahwa keluarga Tn. D kurang sekali dalam hal rekreasi
karena sehari-hari waktu sudah dihabiskan untuk berkeja seharian. Hanya
saja saat senggang Ny. D menghabiskan waktu untuk menonton dan
bercengkrama dengan anggota keluarga.
2.

Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga


a. Tahap Perkembangan Keluarga Saat Ini
Tahap perkembangan keluarga Tn. D adalah tahap perkembagan keluarga anak
dewasa, tugas perkembangan adalah (Friedman, 2010) :
1) Memperluas keluarga inti menjadi keluarga besar.

2) Mempertahankan keintiman pasangan.


3) Membantu orang tua memasuki masa tua.
4) Membantu anak untuk mandiri di masyarakat.
5) Penataan kembali peran dan kegiatan rumah tangga.
b. Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi
Tahap perkembangan keluarga sudah terpenuhi dimana keluarga Tn. D
merupakan keluarga Extended Family, dan tahap perkembangan keluarga yaitu
anak dewasa dimana peran dan fungsi dijalankan sesuai pean masing-masing.
c. Riwayat Keluarga Inti
Tn. D dan Ny. D telah menikah selama 30 tahun. Saat menikah Tn. D berumur
tahun dan Ny. D berumur

tahun. Dalam keluarga tidak ada riwayat penyakit

menular tetapi ada memiliki riwayat penyakit menahun dan keturunan.


Riwayat Keluarga Saat ini :
Ny. D mengatakan saat ini kondisi kesehatannya baik, hanya saja gula
darahnya naik turun dan tekanan darah tinggi. Menurut Ny. D mungkin
ini dikarenakan pola makan yang tidak teratur dan bekerja yang terlalu

banyak sehingga pola dan gaya hidup Ny. D tidak lagi teratur.
Berdasarkan wawancara dengan Ny. D, dia sudah mengalami hal ini
selama 1,5 tahun terakhir, sebelumnya Ny. D rutin melakukan
pemeriksaan gula darah namun selama 2 bulan ini tidak lagi kontrol gula
darahnya dan sejak 3 hari ini Ny. D mengatakan tidak lagi minum obat
untuk menurunkan tekanan darahnya. Oleh karena Ny. D tidak menjaga
asupan obat yang diberikan oleh dokter dan sering telat minum bahkan
mengabaikan untuk meminum obat tersebut. hal ini berdampak pada

Gula darah dan Tekanan Darahnya.


Pada saat pengkajian dilakukan Ny. D mengatakan bahwa kepalanya
belakangan ini sering merasa sakit, lehernya terasa berat, mata
berkunang-kunang dan badan terasa lelah, Ny. D juga mengatakan sudah

3 hari ini obat hipertensi yang diberikan tidak lagi diminum.


Saat ini Tn. D suaminya Ny. D mengeluh kedua kakinya susah di
gerakan, susah untuk di bawa berjalan, dan tekuk lututnya mengalami
pembengkakan, hal ini dikarenakan oleh asam urat yang telah di derita
selama 5 tahun belakangan. Tn. D sudah pernah membawa untuk
berobat ke bidan dan puskesmas namun penyakit asam urat Tn. D tetap
saja tidak ada perbaikan.

Ny. L anak Ny. D juga menderita hipertensi sejak kurang lebih

yang

lalu, Ny. L mengatakan saat pengkajian tidak merasa keluhan apa-apa


tetapi apabila ia sudah banyak fikiran maka pasti langsung terasa sakit
dan mata berkunang-kunang.
d. Riwayat Keluarga Sebelumnya
Ny. D mengatakan selain Ny. D dan Tn. A yang menderita penyakit diabetes
militus, hipertensi dan asam urat, anak dari Tn. D yaitu Ny. L juga menderita
hipertensi kurang lebih sudah

ini, sudah berobat ke bidan dan diberi obat

captopril.
3.

Pengkajian Lingkungan
a.
Karakteristik Rumah
Luas rumah Tn. D m dengan panjang m dan lebar m. Tn. D dan keluarga
tinggal di rumah kayu (non-permanen) yang merupakan milik pribadi. Lantai
dan dinding rumah terbuat dari kayu, atap rumah seng, perabotan rumah tidak
tersusun rapi dan ventilasi rumah cukup. Rumah ini terdiri dari 2 kamar tidur
dilantai bawah, 1 ruang tamu, 1 kamar mandi, dapur dan 2 kamar tidur bagian
atas rumah dan dibagian atas juga ada tempat menjemur pakaian, didalam
rumah terletak kursi dan meja tamu, tampak didalam rumah Ny. D tampak
tertata dengan baik tetapi perabotan rumah juga tidak terlalu banyak
Ny. D mengatakan sumber penerangan adalah PLN dan sumber air minum
berasal dari air Pansimas digunakan keluarga untuk memasak air minum,
mandi, cuci dan keperluan sehari-hari, keadaan air bersih, tidak berbau dan
tidak berwarna. Pembuangan limbah ada dibelakang rumah yaitu septi tank
yang berada 5 meter. Sanitasi ruang tamu terpapar dengan sinar matahari,
ventilasi udara cukup tetapi pembuangan sampah tidak tersedia karena keluarga
Ny. D membuang sampai ke sungai yang berada di belakang rumahnya.
Pekarangan rumah sempit, hanya pas untuk teras rumah, di tera rumah terdapat
adanya kursi dan meja untuk duduk-dudul santai diluar dan dalam keadaan
Dapur

kurang bersih, didepan rumah terdapat tanaman seperti bunga serta terdapat
adanya tanaman obat-obatan. Dibelakang rumah terdapat sawah dan kebun
Ruang makan

milik orang lain yang disewakan, tampak bersih dan rapi.


Denah Rumah :

Ruang
WC
Keluarga

Kama
r
Tidur

Kamar
Tidur

Keterangan :
KT : Kamar tidur
RT : Ruang tamu
KM : Kamar mandi
RM : Ruang makan
WC : Kmar mandi
D
: Dapur

Kamar
Tidur
Teras Rumah

b. Karakteristik Lingkungan Sekitar dan Komunitas Yang Lebih Besar


Ny. D merupakan penduduk asli RT 02 RW I Lambung Bukit yang merupakan
suatu daerah yang berada di pedesaan dimana masih banyaknya terlihat sawah
dan kebun milik warga pada belakang rumah, tampak ada saluran irigasi. Namun
penduduk yang bertempat tinggal didaerah iniumumnya asli dan pendatang.
Masyarakat RT 02 umumnya baik dan ramah.
Daerah ini merupakan campuran antara hunian dan industrial kecil. Kondisi
hunian dilingkungan ini ada yang terpelihara dan ada yang tidak, sedangkan
hunian rumah Ny. D terpelihara dengan baik. Tatanan rumah di RT 02 ini ada
yang berdekatan dan ada yang jarang. Pekarangan rumah umumnya sempit dan
didepannya ada aliran sungai sehingga tidak dapat dimanfaatkan. Pembuangan
sampah umumnya ada yang dibakar, dan kebanyakan dibuang ke sungai.
Akses jalan yang ada di RT 02/RW 1 ini sudah diaspak, sempit namun jalan
yang berada disekitar kelurahan lambung bukit ini banyak yang rusak dan tidak
terpelihara dengan baik seperti banyaknya jalan berlubang. Di daerah ini adanya
industri kecil yang menjadi pusat penghasilan warga disamping bertani dan
berkebun yaitu Industri pembuatan air minum yaitu AYIA. Kemacetan tidak
terjadi walaupun jalanan tidak terlalu besar.
Daerah RT 2 tidak memiliki sekolah pendidikan negeri maupun TPA ( taman
Pendidikan Al-quran), tetapi RT 02 memiliki mesjid dimana biasanya disana

dijadikan tempat musyawarah ataupun rapat yang diadakan oleh masyarakat RT


02.
Apabila timbul masalah kesehatan dalam keluarga, keluarga menggunakan
fasilitas kesehatan yang tersedia dilingkungannya seperti praktik dokter yang
berjarak sekitar 5km dari rumah dan juga praktek bidan yang berjarak 3km
dari tempat tinggal. Pelayanan kesehatan seperti puskesmas yang berada agak
jauh dari pemukiman warga, sehingga akses ke sana lebih susah didatangi
daripada akses ke pelayanan kesehatan terdekat. Umumnya untuk kepelayanan
kesehatan tersebut menggunakan kendaraan bermotor.
Ny. D mengatakan sumber air yang digunakan oleh warga dan masyarakat disini
umumnya air bersih yang diambil dari Pansimas, air tidak berbau dan tidak
berwarna. Ny. D menggunakan air tersebut untuk keperluan sehari-hari. Dari
segi keamanan, Ny. Dmengaku selama ini aman-aman saja tetapi kadang ada
kasus pencurian dan keributan lainnya.
c. Mobilitas Geografis Keluarga
Ny. D mengatakan bahwa keluarga sudah lama tinggal ditempat yang didiami
saat ini yaitu sekitar

dan rumah merupakan milik sendiri. Ny. D mengatakan

sederatan tetangga masih merupakan sanak saudra dan keluarganya.


d. Asosiasi transaksi keluarga dengan komunitas
Ny. D mengatakan bahwa waktu berkumpul dengan anggota keluarganya
biasanya pada waktu malam hari, berkumpul sambil menonton TV dan
menyantap makan malam bersama. Interaksi atau hubungan anggota keluarga
dengan masyarakat sangat baik. Ny. D mengatakan bahwa di RT 02 tidak terlalu
banyak kegiatan atau kelompok kemasyarakatan yang terbentuk. Kegiatan
keagamaan seperti wirid, majelis taklim, dan hari-hari besar keagaman ada
dilaksanakan rutin. Apabila warga ingin mengikuti kegiatan-kegiatan tersebut,
mereka harus datang kemesjid yang berada di RT 02 yang tidak jauh dari tempat
tingga. Ny. D mengatakan ia jarang datang ke mesjid tetapi untuk acara-acara
keagamaan ia selalu menyempatkan diri untuk datang. Setiap hari terutama
dimalam hari sebelum istirahat keluarga Ny. D selalu meluangkan waktu untuk
berkumpul dan bercerita-cerita dengan semua anggota keluarga karena sudah
seharian dari pagi sampai magrib sibuk bekerja. Keluarga Ny. D juga
berinteraksi baik dengan masyarakat di sekitarnya.

4.

Struktur Keluarga
a.
Pola komunikasi keluarga
Keluarga Ny. D mempunyai pola komunikasi yang cukup baik dan terbuka.
Dimana komunikasi yang diterapkan efektif bagi semua anggota keluarga. Ny.
D mengatakan jika ada masalah dalam keluarga maka akan dibicarakan atau
musyawarahkan secara bersama-sama dengan melibatkan semua anggota
keluarga. Keluarga berusaha mendukung dan memberikan umpan balik yang
b.

tepat. Keputusan tertinggi berada pada Tn. D sebagai kepala keluarga.


Struktur Kekuasaan
Ny. D mengatakan bahwa Tn. D selaku kepala keluarga memegang kendali
dalam menyelesaikan suatu hal yang terjadi dalam rumah tangga mereka.
Proses pengambilan keputusan diambil dengan cara musyawarah dan mufakat
dengan anggota keluarga. Demikian juga jika ada masalah dalam keluarga,
untuk memecahkan masalah tersebut semua keluarga bermusyawarah untuk

c.

mencapai mufakat agar masalah dapat selesai.


Struktur Peran
Peran formal : Tn. D berperan sebagai kepala keluarga dan suami bagi istrinya.
Ny. D berperan sebagai seorang istri, ibu dan nenek dalam keluarganya yang
berperan melayani suami, mendidik dan mengasuh anak. Ny. D mengatakan
peran dan fungsi mereka masing-masing berjalan sebagaimana mestinya, walau
terkadang dijumpai hambatan-hanmbatan yang terkadang dapat mengganggu
peran mereka masing-masing. Ny. D mengatakan selama ini ia dan suami
berusaha menjalaniperan masing-masing dengan baik, konsisten, dan tidak
mengalami masalah. Ny. D mengatakan bahwa meskipun suami, anak dan
cucunya mempunyai kesibukan masing-masing namun bila ada waktu luang
Tn. D, anaknya ikut membantu mengurusi rumah.
Peran Informal : dalam keluarga Tn. D terdapat beberapa peran lain yang
dijalankan oleh Tn. D dan Ny. D. tn. D selain berperan sebagai seorang suami
juga merupakan koordinator keluarga dan pendorong. Tn. D mengatur dan
merencanakan aktifitas keluarga, sehingga dapat meningkatkan kerjasama antar
anggota keluarga. Ny. D selain sebagai seorang istri juga merupakan seorang
pengasuh keluarga dan perantara keluarga. Ny. D selain merawat suami, anak
ia juga membantu anaknya mengasuh cucunya. Anak Ny. D yaitu Ny. L
berumur 28 tahun dan telah memiliki 2 orang anak dan Ny. W yang berumur 25

tahun dan belum menikah. Ny. D berperan sebagai sebagai perantara dan
penyelaras keluarga yang memantau keluarga serta membantu menengahi
perbedaan antara anggota keluarga. Peran ini juga dilakukan oleh anak Ny. D
yaitu Ny. L dan Ny. W. Suami Ny. L yaitu Tn. D juga berperan dalam
pengambilan keputusan dikeluarga kecilnya, dimana apabila ada masalah
dalam keluarga kecil Tn. D yang berperan sangat penting dalamnya dimana
tetap menghargai istri dan mertuanya.
d.

Nilai Keluarga
Keluarga beragama islam dan menerapkan adat budaya Minangkabau,
memegang norma-norma serta adat-istiadat yang berlaku baik di dalam
masyarakat maupun dalam keluarga mereka. Begitupun dalam menangani
masalah kesehatan anggota keluarga. Jika ada yang mengalami gangguan atau
masalah kesehatan, keluarga Tn. D biasanya tidak langsung membawa ke
pelayanan kesehatan. Bila sudah terjadi perubahan pada fisik atau perilaku baru
dibawa untuk diperiksa. Keluarga Tn. D biasanya berobat kepraktek bidan,
dokter, tidak mau ke puskesmas dengan alasan ada pelayanan kesehatan yang
lebih dekat.

5. Fungsi Keluarga
1. Fungsi Afektif
Ny. D mengatakan didalam keluarganya terjalin suatu hubungan yang
harmonis, saling asuh, akrab dan saling mendukung satu sama lain. Ny. D
tinggal bersama suami, anak dan cucunya,keluarga menerapkan komunikasi
terbuka antar anggota keluarga, hubungan Ny. D dan Tn. D saling bekerja sama
dalam menyelesaikan masalah keluarga, Ny. D dan anaknya juga bekerja sama
dalam masalah pekerjaan rumah.
2. Fungsi Sosialisasi
Ny. D mengatakan sebelum menikah ia sering diberi nasehat oleh ibunya
tentang bagaimana cara menghormati suami dan bersikap dalam keluarga.
Setelah menikah pun jika ada masalah dengan suaminya, Ny. D tetap meminta
pendapat/saran pada ibunya, tetapi sejak ibunya meninggal ia hanya dapat
mengingat semua pesan dan amanah dari almarhum. Semua nasehat dan
pelajaran hidup yang telah dirasakan Ny. D disampaikan begitu pula pada anak

dan cucunya sehingga apapun masalah yang terjadi didalam keluarga dapat
diselesaikan dengan baik .
c. Fungsi Perawatan Keluarga
Ny. D mengatakan ketika ada salah satu anggota keluarga yang sakit, anggota
keluarga lainnya ikut berperan serta membantu dalam mencarai pengobatan
yang sesuai yaitu praktek bidan dan dokter terdekat. Keluarga mengatakan
pernah mengkonsumsi obat-obat tradisional atau obat herbalseperti jamu.
Keluarga mengatakan, jika ada anggota keluarga yang sakit, tidak langsung
berobat ke pelayanan kesehatan.
Ny. D mengatakan saat ini ia mudah merasa letih dan kecapean, Ny. D
mengatakan dulu ia menyempatkan diri untuk kontrol dan cek gula darah serta
hipertensinya ke pelayanan kesehatan tetapi sudah 2bulan terakhir ini tidak
lagi ke pelayanan kesehatan. Saat dilakukan pemeriksaan tekanan darah
didapatkan hasil tekanan darah 200/1 mmHg. Ny. D mengatakan tidak pernah
mendapatkan penuyuluhan dari tenaga kesehatan.
Tn. D dan Ny. D sehari-hari sibuk bekerja seharian dikebun belakang miliknya.
Tn. D mengatakan bahwa belakangan ini kedua kakainya terasa sakit dan susah
dibawa berjalan serta bergerak. Tn. D mengatakan sudah pernah berobat dan
meminum obat-obat tradisional tetapi tetap saja tidak ada perbaikan, kadang
hilang timbul.
Ny. D mengatakan bahwa sangat penting dalam menjaga kebersihan rumah dan
lingkungan tempat tinggalnya. Ny. D dan keluarga membersihkan lingkungan
rumah dan pekarangan rumah setiap harinya. Pekarangan rumah sempit, tetapi
terlihat rapi dan bersih, banyak ditanami berbagai macam tanaman dan obatobatan herbal. Rumah Ny. D memiliki pencahayaan dan ventilasi yang baik.
Ny. D mengatakan saat ini ia berobat menggunakan BPJS kesehatan.
Saat dilakukan pengkajian, Ny. D mengatakan kalau beberapa hari belakangan
ini kepala NY. D terasa sakit, mata berkunang-kunang, kuduk terasa berat, dan
badan terasa mudah lelah. Saat dilakukan pemeriksaan tekanan darah
didapatakan tekanan darah 200/1 mmHg. Ny. D mengatakan sudah 2 bulan
terakhir ini, Ny. D tidak lagi kontrol dan cek gula darah ke pelayanan
kesehatan karena sibuk dan juga sudah 3 hari ini Ny. D tidak meminum obat
untuk penurun tekanan darahnya. Ny. D mengatakan biasanya Ny. D rutin
untuk meminum obat. Ny. D juga mengatakan kalau ia sudah menderita

diabetes militus sejak 1 setengah tahun yang lalu sedangkan hipertensinya


telah diderita 1 tahun ini. Ny. D mengatakan bahwa tidak tahu banyak
penyebab, dan pencegahan hipertensi dan diabetes militus ini.
Ny. D mengatakan biasanya berobat ke bidan dan dokter terdekat. Keluarga
jarang melakukan pengecekan kondisi atau kesehatannya minimal hanya saat
sakit saja. Sumber ekonomi keluarga bersumber dari penghasilan keluarga
yang berasal dari kebun milik sendiri.
d. Stres dan koping keluarga
Ny. D mengatakan bahwa yang menjadi beban pikirannya saat ini yaitu
bagaimana menajga kesehatannya dan keluarganya.
Keluarga menggunakan koping yang adaptif dalam keluarga yaitu dengan
bersikap terbuka dalam menyelesaikan masalah yang ada, dan mendiskusikan
bersama-sama untuk mencari solusi yang tepat dalam menyelesaikan masalah
tersebut. Ny. D mengatakan ia bukan merupakan orang yang pemikir dan
tertutup, aklau sudah mengutarakan perasaanya, Ny. D sudah tidak lagi
memikirkan masalah tersebut.
Harapan keluarga atas kedatangan tim petugas kesehatan yang ada khususnya
tim keperawatan adalah agar masalah kesehatan yang menganggu Ny. D dan
keluarga saat ini bisa teratasi. Selain itu Ny. D juga berharap biasa diajarkan
mengenai cara merawat penyakit atau pertolongan pertama pada anggota
keluarga yang tiba-tiba sakit.
a. Kemampuan keluarga mengenal masalah kesehatan
1. Masalah Diabetes Militus
- Ny. D mengatakan bahwa penyakit diabetes itu adalah penyakit gula
- Ny. D mengatakan tidak tahu apa saja tanda dan gejala dari diabtets
-

militus
Ny. D mengatakan bahwa diabetes militus penyebabnya karena

makan nasi dingin dan bisa karena keturunan


Ny. D mengatakan bahwa sudah menderita diabetes militus sejak 1

setengah tahun yang lalu


2. Masalah Hipertensi
- Ny. D mengatakan tanda dan gejala hipertensi sakit kepala dan mata
-

berkunang-kunang, kesemutan diujung-ujung jari


Ny. D mnegtakan kalau hipertensi terjadi karena faktor umur
Ny. D mengatakan biasanya ia meminum obat hipertensi tetapi obat yang

diminum tidak teratur dan sudah 3 hari ini tidak minum obat tersebut
b. Kemampuan keluarga mengambil keputusan tentang tindakan kesehatan yang

tepat
1. Masalah Diabetes Militus
Ny. D mengatakan telah menderita penyakit diabetes militus sejak 1 setengah
tahun yang lalu, pernah berobat rutin tetapi sejak 2 atau 3 bulan ini sudah
tidak pernah kontrol lagi.
2. Masalah Hipertensi
Ny. D tidak mengetahui dampak lanjut dari penyakit hipertensi jika tidak
kontrol secara teratur
c. Kemampuan keluarga merawata anggota keluarga yang sakit
1. Masalah Diabetes Militus
- Ny. D mengatakan bahwa tidak ada hubungan gaya hidup dengan
-

penyakit Diabetes militus


Ny. D mengatakan tidak tahu obat tradisional untuk diabetes militus
Ny. D mengatakan pernah berobat dan kontrol gula darah tetapi sejak 2

bulan terakhir sudah tidak pernah cek gula darah lagi


2. Masalah Hipertensi
- Ny. D mengatakan sejak 1 minggu terakhir kepala sering pusing, badan
terasa mudah lelah dan kesemutan pada jari-jari tangan
- Ny. D mengatakan tidak tahu akibat lanjut dari hipertensi
d. Kemampuan memelihara lingkungan yang sehat
1. Masalah Diabetes Militus
- Ny. D tidak mengetahui lingkungan yang baik dan cocok untuk penderita
-

diabetes
NY. D tidak mengetahui bagaimana cara memodifikasi lingkungan untuk

meningkatkan kesehatan
2. Masalah Hipertensi
- Ny. D tidak mengetahui bagaimana lingkungan yang baik untuk
-

penderita hipertensi
Ny. D tidak mengetahui bagaimanan memodifikasi lingkungan yang baik

dan nyaman untuk penderita hipertensi


e. Kemampuan keluarga menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan
1. Masalah Diabetes Militus
- Ny. D mengatakan sudah 2 bulan ini tidak lagi cek atau kontrol gula
-

darahnya ke pelayanan kesehatan


Ny. D mengatakan jika manfaat pelayanan kesehatan hanya untuk

berobat saja
2. Masalah Hipertensi
- Ny. D mengatakan sudah tidak teratur minum obat hipertensi ini, bahkan
-

sudah 3 hari ini tidak lagi meminumnya


Ny. D mengatakam obat hipertensinya diminum hanya saat ia merasakan
keluhan hipertensi tersebut

Ny. D mengatakan kalau seandainya sakit kepalanya sudah tidak


tertahankan baru ia datang berobat ke pelayanan kesehatan terdekat yaitu
praktek bidan

PEMERIKSAAN FISIK PADA KELUARGA


No

Pemeriksaan

Tn.D

Ny.D

Tn. D

Ny. L

Ny. W

An. A

An. K

Fisik
1.

Keadaan

Baik

Baik

Baik

Baik

Compos

Compos

Compos

Compos

Compos

Compos

Compos

Mentis

Mentis

Mentis

Mentis

Mentis

Mentis

Mentis

Tanda-Tanda

TD :

TD :

TD :

TD :

mmHg
N :
P:
S :

mmHg
N :
P:
S :

TD :
N :
P:
S :

TD :

Vital

TD :
N :
P:
S :

TB :

TB :

TB :

BB :

BB :

BB :

Umum
2.

Kesadaran

Kepala
Rambut
4

Mata
Telinga
Hidung
Mulut

Leher

Kulit

120/90

120/90

120/90

TB :

mmHg
N :
P:
S :
TB :

mmHg
N :
P:
S :
TB :

mmHg
N :
P:
S :
TB :

BB :

BB :

BB :

BB :

Thoraks

Abdomen
8

Genetalia /
Anus

10

Ekstremitas

DATA PENUNJANG KESEHATAN


- Tipe rumah
- Ventilasi
- Pencahayaan
- Saluran buang air limbah
- Jamban/ MCK
- Tempat sampah
- Luas ruangan

: Semi permanen
: Cukup
: Cukup
: Septi tank
: Kamar mandi/WC
: dibuang ke sungai
: cukup

2. NURSING CARE PLANNING


No

Batasan Karakteristik

Pengkajian

Percepatan gejala penyakit

pada anggota keluarga

Keterangan
Tekanan darah Ny. D 200/160 mmHg, Ny. D mengeluhkan
kepala terasa sakit/pusing dan kuduk terasa berat,mata
berkunang-kunang

Aktifitas

keluarga

yang

tidak sesuai dengan tujuan

Ny. D mengatakan ia memiliki riwayat hipertensi sejak 1 manajemen


setengah tahun yang lalu, namun sudah 2 bulan ini tidak lagi pengobatan

tidak diminum obatnya, Ny. D mengatakan apabila kepala


sakit saja ia baru minum obat itupun kalau obatnya ada. Ny.
D mengatakan telah mengurangi makan makanan yang
bergaram dan berkolesterol tinggi.
Mengatakan
untuk

keinginan

memanajemen

Ny. D mengatakan ingin tahu lebih lanjut mengenai peyakit


hipertensi dan penanganannya

penyakit
4

Mengungkapkan kesulitan
dengan
ditentukan

Ketidakefektifan

kontrol ke pelayanan kesehatan. Selain itu, obat hipertensi keluarga


yang diberikan tidak diminum teratur dan sudah 3 hari ini ( Hipertensi )

kesehatan

Diagnosa

regimen

yang

Ny. D mengatakan ingin pergi kontrol rutin namun karena


sibuk bekerja Ny. D tidak sempat untuk melakukan kontrol
rutin, sepulang kerja dari kebunnya ia sudah merasa capek dan

langsung istirahat., selain kesibukannya yang menghambat


Ny.D untuk berobat, Ny. D mengatakan ia juga malas untuk
datang ke puskesmas.

Intervensi Keperawatan
No
1

Diagnosa
Ketidakefektifan
manajemen
pengobatan
keluarga
(Hipertensi)

Intervensi
1. Luangkan waktu bersama keluarga
2. Mendukung anggota keluarga untuk menghadiri
dan berpartisipasi di dalam tahap pengobatan

Rasional
1. Untuk mengetahui anggota keluarga secara individu,

membina hubungan saling percaya dengan setiap


anggota
keluarga
dan
untuk
membantu
mengidentifikasi sumber daya keluarga

2. Untuk meningkatkan kebersamaan keluarga dan


meningkatkan solusi penyelesaian konflik atau
3. Bantu anggota keluarga untuk menyatakan
masalah
perasaan yang berhubungan dengan penyakit
pada saudara mereka agar membawa konflik 3. Tidak terselesainya konflik dalam keluarga bisa
keluarga menjadi terbuka
mencegah anggota keluarga mengimplementasikan
regimen pengobatan secara menyeluruh
4. Mendorong kepercayaan individu/kepercayaan
diri setiap angoota keluarga tentang penyakit 4. Untuk mencipatkan dukungan mereka dalam
dan review informasi yang relevan
meningkatkan manajemen regimen pengobatan
5. Ajarkan anggota keluarga mengenal prose 5. Jika keluarga mengetahui alasan tentang perilaku
penyakit dan jelaskan hubungan antara proses
yang spesifik, mereka menjadi lebih yakin untuk
penyakit dan regimen pengobatan
mengatur gaya hidup mereka
6. Bekerjasama
denga
keluarga
untuk
mengidentifikasi perilaku yang berkntribusi 6. Untuk meningkatkan penyelesaian masalah atau
menjadi konflik dalam keluarga dan membantu
konflik
mereka mengidentifikasi perilaku alternatif
7. Bantu anggota keluarga mengklarifikasi nilai
yang berhubungan dengan gaya hidup
7. Untuk meningkatkan pemahaman mengenai konflik

atau masalah antara gaya hidup dan tuntutan dari


8. Bekerjasama dengan anggota keluarga untuk
regimen pengobatan
mengembangkan aktifitas sehari-hari yang
mengatur regimen pengobatan yang sesuai 8. Berkolaborasi dengan anggota keluarga menciptakan
dengan gaya hidup
faktor-faktor gaya hidup yang sesuai menjadi
mungkin untuk diterapkan
9. Arahkan anggota keluarga ke agensi yang sesuai
bila dibutuhkan
9. Ini bisa meyakinkan keberlanjutan dukungan
keluarga dan membatu mengurang konflik atau
10. Membantu keluarga merencanakan untuk
masalah
mengikuti penyuluhan mengenai penyakit untuk
masa yang akan datang
10. Peningkatan kemampuan perencanaan anggota
keluarga untuk mengembangkan strategi yang sesuai
yang bertujuan untuk mengatur regimen pengobatan

CATATAN PERAWATAN DAN PERKEMBANGAN KELUARGA


No
1

Diagnosa Keperawatan
Ketidakefektifan
manajemen pengobatan

Hari / Tanggal
Rabu, 7 Januari 2015

Implementasi Keperawatan
1. Meluangkan waktu bersama keluarga

Paraf

keluarga (Hipertensi)

(kunjungan pertama)

melalui kunjungan rumah pada keluarga.


2. Berkenalan dengan masing-masing
anggota keluarga :
a. Tn.D terdiri dari 11 orang anggota
keluarga, yaitu Tn. D (60 tahun), Ny.
D (55 tahun), Ny. L (35tahun), Tn. D
(40 tahun), An. A (8tahun), An. K
(7tahun), Tn. S (29tahun), Ny. W
(27tahun), An. F (5tahun), Tn,
(25tahun), Ny. (23tahun).
b. Membina hubungan saling percaya
antar anggota keluarga.
c. Mendukung anggota keluarga untuk
menghadiri dan berpartisipasi di
dalam tahap pengobatan
1.
Saat pengkajian Ny. D
mengatakan kepalanya terasa sakit
dan kuduk terasa berat serta badan
terasa lelah dan lemas, TD yaitu
200/140mmHg. Nadi 110x/i
2.
Memberikan penjelasan kepada
keluarga bahwa Ny. D perlu

diberikan perawatan dengan baik


setidaknya untuk kembali cek dan
control DM serta hipertensi
3.
Ny. D mengatakan kalau sudah
lama ia tidak control kepelayanan
kesehatan dan minum obat teratur
karena obatnya juga sudah abis.
Yaitu obat diabetes militus
Methaformin 500 mg dan captopril
50mg. dan Ny. D mengatakan
kalau ia malas ke puskesmas
disamping jauh dan Ny. D juga
tidak memiliki kartu jaminan
kesehatan untuk berobat.
4.
Keluarga Tn. D dan Ny. D
menyetujui pembinaan keluarga
oleh mahasiswa melalui kunjungan
rumah.
3. Membantu anggota keluarga untuk
menyatakan perasaan yang
berhubungan dengan penyakit pada

Ny. D agar membawa konflik keluarga


menjadi terbuka, dengan melakukan
diskusi bersama keluarga terkait
masalah masalah apa saja yang
terjadi dalam keluarga.
a.
Ny. D mengatakan bahwa ia
kurang memahami bagaimana cara
merawat diri
b. Ny. D juga mengatakan tidak tahu
bagaimana cara mencegah
hipertensi tersebut

No
1

Diagnosa Keperawatan
Ketidakefektifan
manajemen pengobatan
keluarga (Hipertensi)

Hari / Tanggal
Kamis, 8 Januari 2015
(kunjungan ke dua)

Implementasi Keperawatan
1. Meluangkan waktu bersama
keluarga melalui kunjungan
kedua diketahui nahwa sumber
daya keluarga yaitu Tn. D dimana
Tn. D hanya duduk saja dirumah
karena asam uratnya, yang
bekerja yaitu Ny. D sebagai buruh

Paraf

kebun penghasil terong, serta


anaknya Ny. W bekerja sebagai
swasta.
2. Membantu anggota keluarga
untuk menyatakan perasaan yang
berhubungan dengan penyakit
pada saudara mereka agar
membawa konflik keluarga
menjadi terbuka
a. Ny. D mengatakan sudah
pernah membawa ke
puskesmas dan praktek bidan,
tetapi sudah 2 bulan terakhir
ini sudah tidak pernah control
lagi, sehingga obat yang
diminum tidak teratur, bahkan
3 hari ini obatnya sudah habis
tapi belum dibeli kembali
b. Ny. D mengatakan saat ini
kuduknya terasa berat, mata
berkunang-kunang, TD :

180/130mmHg
c. Ny. D mengatakan kalau ia
malas untuk kepuskesmas,
disamping jauh, Ny. D akhirakhir ini juga sibuk di
kebunnya karena lagi panen

No

Diagnosa Keperawatan

Hari / Tanggal

Implementasi Keperawatan

Ketidakefektifan
manajemen pengobatan
keluarga (Hipertensi)

senin, 12 Januari 2015

1. Mendorong kepercayaan
individu/kepercayaan diri setiap
angoota keluarga tentang
penyakit dan review informasi
yang relevan
a. Keluarga bersedia diberikan
penjelasan tentang
pengertian, pembagian,
penyebab, tanda dan gejala,
serta akibat lanjut dari
hipertensi
b. Menyakinkan keluarga
bahwa pentingnya untuk
mengetahui apa itu hipertensi
2. Ajarkan
anggota
keluarga
mengenal prose penyakit dan
jelaskan hubungan antara proses

(kunjungan ke tiga)

Paraf

penyakit
dan
regimen
pengobatan
a. Menjelaskan
pengertian
Hipertensi. Hipertensi adalah
tekanan darah yang terusmenerus melebihi batas
normal (140/90mmHg)
b. Menjelaskan penyebab
hipertensi
1. Keturunan
2. Kebiasaan merokok
3. Kegemukan
4. Makanan yang banyak
mengandung garam dan
berkolesterol tinggi
5. Stress
6. Sakit gula/diabetes
militus
7. Sakit ginjal
c. Menjelaskan pembagian dari
hipertensi
1. TD tinggi ringan : 140150/90-99mmHg
2. TD tinggi sedang : 160179/100-109mmHg
3. TD tinggi berat : 180209/100-119
4. TD tinggi sangat berat :

lebih dari 210/lebih dari


120mmHg
d. Menyebutkan tanda dan
gejala dari hipertensi
1. Sakit kepala
2. Pusing
3. Rasa berat di tengkuk
4. Jantung berdebar-debar
5. Gelisah
6. Sesak nafas
7. Keletihan
8. Mual muntah
9. Mata berkunang-kunang
10. Mudah marah
11. Sukar tidur
e. Menjelaskan akibat lanjut
dari hipertensi
1. Penyakit jantung
2. Gangguan peredaran
darah / stroke
3. Penyakit ginjal, dll.

Lampiran materi
A. DEFINISI
Hipertensi adalah tekanan darah yang terus-menerus melebihi batas normal
(140/90mmHg).
B. PEMBAGIAN TEKANAN DARAH
1. TD tinggi ringan : 140-150/90-99mmHg
2. TD tinggi sedang : 160-179/100-109mmHg
3. TD tinggi berat : 180-209/100-119
4. TD tinggi sangat berat : lebih dari 210/lebih dari 120mmHg
C. TANDA DAN GEJALA
1. Sakit kepala
2. Pusing
3. Rasa berat di tengkuk
4. Jantung berdebar-debar
5. Gelisah
6. Sesak nafas
7. Keletihan
8. Mual muntah
9. Mata berkunang-kunang
10. Mudah marah
11. Sukar tidur
D. ETIOLOGI
1. Keturunan
2. Kebiasaan merokok
3. Kegemukan
4. Makanan yang banyak mengandung garam dan berkolesterol tinggi
5. Tress
6. Sakit gula/diabetes militus
7. Sakit ginjal
E. AKIBAT LANJUT
1. Penyakit Jantung
Sesak nafas setelah bekerja atau melakukan kegiatan, lekas lelah, kaki bengkak,
lama kelamaan akan menyebabkan penurunan oto jantung dan sakit jantung
2. Gangguan peredaran darah/stroke
3. Penyakit ginjal

DIAGNOSA

KRITERIA HASIL
1

terselesaikan

Ketidakefektifan
manajemen

Anggota keluarga menghadiri dan berpartipasi dalam


tahapan pengobatan keluarga

pengobatan keluarga
(Hipertensi)

Anggota keluarga mengidentifikasi konflik yang tidak

Anggota keluarga mengatakan keinginan untuk


menyelesaikan konflik atau masalah

Anggota keluarga melaksanakan regimen pengobatan

Anggota keluarga membuat perencanaan untuk


mengikuti penyuluhan mengenai penyakit untuk masa
yang akan datang