Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN PRAKTIKUM

DINAMIKA MESIN DAN TANAH


TITIK PUSAT BEBAN APLIKATOR PUPUK UREA TABLET

Oleh :
1. Muhammad Achirul Nanda

(115100200111020)

2. Souma Wiryo Pamungkas

(115100200111024)

3. Erwin Budiawan

(115100200111042)

4. Masruri

(115100200111056)

5. Aris Irfandi

(115100201111002)
Kelas : B

LABORATORIUM DAYA DAN MESIN PERTANIAN


JURUSAN KETEKNIKAN PERTANIAN
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2015

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pemahaman berarti mengerti benar. Pemahaman mencakup kemampuan untuk
menangkap makna dan arti dari bahan yang dipelajari. Dalam proses pembelajaran, hal
yang harus dimiliki mahasiswa sebaiknya tidak hanya mengetahui tetapi hal yang
terpenting adalah memahaminya. Pada setiap materi pelajaran mahasiswa diharuskan
untuk memahami materi yang telah diajarkan, namun proses pembelajaran secara teoritis
akan membuat mahasiswa hanya sekedar tahu. Oleh sebab itu, dibutuhkan suatu cara
yang membuat mahasiswa dapat memahami materi pelajarannya. Praktikum adalah hal
yang sesuai agar mahasiswa dapat memahami materi pelajarannya.
Praktikum titik berat benda adalah praktikum yang bertujuan memahami materi
Titik Berat Benda, serta pengaplikasiaannya. Titik berat benda adalah titik dimana benda
akan berada dalam keseimbangan rotasi (tidak mengalami rotasi). Dalam kehidupan
sehari- hari berbagai inovasi dibuat dengan memerhatikan titik berat benda. Pada
praktikum ini , bagaimanakah cara mengetahui dan juga menghitung letak titik pusat
beban Aplikator Pupuk Urea Tablet?, apa saja inovasi yang mengandalkan titik berat
benda?, dengan praktikum ini mahasiswa dapat memahami materi titik berat benda serta
mampu menjawab pertanyaan diatas.

B. Tujuan praktikum
Adapun tujuan dari praktikum ini diharapkan agar mahasiswa dapat mengetahui apa
yang dimaksud serta dapat melakukan pengukuran mengenai Titik Pusat Beban Aplikator
Pupuk Urea Tablet.

C. Manfaat Praktikum
Hasil dari praktikum ini diharapkan dapat mengetahui letak titik pusat beban aplikator
pupuk urea tablet. Selain itu praktikan dapat mengembangkan keterampilannya langsung
di tempat praktikum dengan memahami cara kerja.

D. Tinjauan Pustaka
1. Pusat Massa Dan Titik Berat
Menurut Suyitno (2012), Pusat massa dan titik berat suatu benda memiliki pengertian
yang sama, yaitu suatu titik tempat berpusatnya massa/berat dari benda tersebut.
Perbedaannya adalah letak pusat massa suatu benda tidak dipengaruhi oleh medan
gravitasi, sehingga letaknya tidak selalu berhimpit dengan letak titik beratnya. Telah
dikatakan sebelumnya bahwa suatu benda tegar dapat mengalami gerak translasi (gerak
lurus) dan gerak rotasi. Benda tegar akan melakukan gerak translasi apabila gaya yang
diberikan pada benda tepat mengenai suatu titik yang yang disebut titik berat.
Benda akan seimbang jika pas diletakkan di titik beratnya. Titik berat merupakan
titik dimana benda akan berada dalam keseimbangan rotasi (tidak mengalami rotasi).
Pada saat benda tegar mengalami gerak translasi dan rotasi sekaligus, maka pada saat itu
titik berat akan bertindak sebagai sumbu rotasi dan lintasan gerak dari titik berat ini
menggambarkan lintasan gerak translasinya.
Pusat Massa
Koordinat pusat massa dari benda-benda diskrit, dengan massa masing-masing M1,
M2,....... , Mi ; yang terletak pada koordinat (x1,y1), (x2,y2),........, (xi,yi) adalah:
X = ( Mi . Xi)/(Mi) Y = ( Mi . Yi)/(Mi)
Titik Berat (X,Y)
Koordinat titik berat suatu sistem benda dengan berat masing-masing W1, W2, .........,
Wi ; yang terletak pada koordinat (x1,y1), (x2,y2), ............, (xi,yi) adalah:
X = ( Wi . Xi)/(Wi)

Y = ( Wi . Yi)/(Wi)

Titik Berat adalah, suatu titik kesetimbangan suatu benda ataupun suatu bangun baik
itu Panjang, maupun Luas, dan Volume. Benda ukurannya dapat diabaikan sehingga
dapat digambarkan sebagai suatu titik materi disebut partikel. Gerak yang terjadi pada
partikel hanyalah gerak translasi. Gerak translasi adalah gerak yang tidak menyebabkan
gerak rotasi. Oleh karena itu satu-satunya syarat agar suatu partikel seimbang adalah
resultan gaya yang bekerja pada benda tersebut sama dengan nol.

F = 0
Jika partikel terletak pada bidang x-y,maka suatu kesetimbangan dapat ditulis :
Fx = 0 (Resultan pada sumbu x)
Fy = 0 (Resultan pada sumbu y)
Ketika partikel seimbang, partikel itu ada dalam keadaan diam (Seimbang statis) atau
bergerak dengan kecepatan konstan (Seimbang dinamis). Apabila ada 3 buah gaya yang
seimbang, maka resultan 2 buah gaya akan sama besar dan berlawanan arah dengan gaya yang
lain. Hasil bagi setiap besar gaya dengan sudut sinus di seberangnya pun selalu bernilai sama.
Konsep Titik Berat
Semua benda di bumi mempunyai berat. Berat suatu benda dapat dianggap
terkonsentrasi pada satu titik yang di sebut pusat gravitasi atau titik berat. Pada titik berat ini
gaya-gaya yang bekerja menghasilkan momen resultan sama dengan nol. Karena itulah benda
yang di tumpu pada titik beratnya akan berada dalam keseimbangan statik. Dengan kata lain
titik berat adalah titik tangkap dari semua gaya yang bekerja. Benda dengan berat w tersusun
atas partikel-partikel dengan berat w1, w2, w3, .... yang terletak pada koordinat (x1,y2,z3),
(x2,y2,z2), (x3,y3,z3) dan seterusnya.
2. Koordinat Titik Berat Benda
Menurut Toyib (2013), bahwa:
-

Suatu benda tegar dapat dipandang tersusun atas partikel-partikel yang masingmasing mempunyai berat. Resultan dari seluruh berat partikel dinamakan gaya berat
benda.

Titik berat adalah titik tangkap gaya berat benda.

Untuk menentukan letak titik berat diginakan koordinat titik berat benda, yang secara
umum dapat ditentukan dengan cara sebagai berikut

Untuk menentukan absis dari koordinat titik berat benda secara keseluruhan sebagai berikut:

Untuk menentukan ordinat dari koordinat titik berat benda secara keseluruhan sebagai
berikut:

Apabila benda sangat kecil dapat kita anggap berbentuk titik maka koordinat titik beratnya
adalah sebagai berikut:

Ditinjau dari dimensinya, benda-benda homogen dapat dikelompokkan menjadi tiga macam
yaitu:
-

Titik Berat Benda Berbentuk Garis


Benda berbentuk garis (satu dimensi) adalah benda yang lebar dan tebalnya dapat di

abaikan, misalnya kawat. Berat benda berbentuk garis sebanding dengan panjangnya, karena
karena lebar dan tebalnya dapat diabaikan. Koordinat titik berat gabungan dari beberapa
benda berbentuk garis dapat ditentukan dengan persamaan sebagai berikut:

Titik Berat Benda Berbentuk Luasan


Benda berbentuk luasan (dua dimensi) adalah benda yang ketebalannya dapat

diabaikan, misalnya bidang segitiga, juring lingkaran, jajaran genjang, setengah lingkaran,
kulit silinder, kulit bola dan lain-lain. Berat benda berbentuk bidang luasan sebanding dengan
5

luas bidang benda. Koordinat titik berat gabungan dari beberapa benda berbentuk bidang
luasan dapat ditentukan dengan persamaan sebagai berikut:

Titik Berat Benda Berbentuk Ruang


Koordinat titik berat gabungan dari beberapa benda berbentuk ruang dapat ditentukan

dengan persamaan sebagai berikut:

BAB II
BAHAN DAN METODE
A. Waktu dan Tempat Praktikum
Praktikum ini dilaksanakan pada tanggal 17 Desember 2014 Laboratorium Daya dan
Mesin Pertanian Jurusan Keteknikan Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas
Brawijaya Malang.

B. Alat dan Bahan


Pada praktikum ini alat dan bahan yang digunakan adalah sebagai berikut:
-

Alat
Penggaris

: Sebagai alat untuk mengukur titik pusat beban aplikator pupuk urea

tablet.
-

Balok kayu

: Sebagai alat untuk tempat titik acuan pada pengukuran titik pusat

beban aplikator pupuk urea tablet.


-

Bahan
Aplikator Pupuk Urea Tablet : Sebagai bahan pengukuran titik pusat beban.

C. Gambar Alat, Bagian, dan Fungsi

Roda depan

: untuk menggerakkan memindahkan alat

Pelampung I

: sebagai landasan di atas tanah

Pelampung II

: sebagai landasan di atas tanah

Transmisi

: mentrasnmisikan daya

Hopper

: memasukkan pupuk urea tablet


7

Pembuka alur

: membuka alur lahan

D. Metode Pengoperasian
-

Disiapkan alat dan bahan

Ditentukan titik acuan pengukuran pada aplikator pupuk urea tablet dan diberi balok
kayu

Diukur titik x, y dan z pada roda depan

Diukur titik x, y dan z pada roda pelampung I

Diukur titik x, y dan z pada roda pelampung II

Diukur titik x, y dan z pada transmisi

Diukur titik x, y dan z pada hopper

Diukur titik x, y dan z pada pembuka alur

Dihitung besar Wx, Wy dan Wz pada setiap bagian

besar W pada setiap bagian

sudah diketahui
-

Diukur titik X, Y dan Z dengan rumus (sumbu n =

BAB III
PEMBAHASAN
A. Hasil Data
Hasil data dapat Pada praktikum Titik Pusat Beban Aplikator Pupuk Urea Tablet
diperoleh data sebagai berikut:

No

(cm)

(cm)

(cm)

(gram)

Wx

Wy

Wz

Roda Depan

31,5

62,5

31

750

23625

46875

23250

Pelampung I

11

19

2,5

335

3685

6365

837,5

Pelampung II

54,5

22,5

2,8

335

18257,5

7537,5

938

Transmisi

32

21

31,5

1450

46400

30450

45675

Hopper

32

28,8

44

620

19840

17856

27280

Pembuka Alur

33,5

28,5

160

5360

4560

1120

194,5

182,3

118,8

3650

117167,5

113643,5

99100,5

JJumlah

Maka diperoleh perhitungan sebagai berikut:

X=

Y=
Z=

= 32,10 cm

= 31,13 cm
= 27,15 cm

B. Pembahasan
- Analisa Prosedur
Pada pengukuran titik pusat beban aplikator pupuk urea tablet, hal pertama yang
dilakukan adalah penentuan titik acuan, titik acuan pada praktikum ini menggunakan
balok kayu. Dalam praktikum ini setiap kelompok akan melakukan 1 kali pengukuran
(sumbu x, y, z) setiap bagian pada

aplikator pupuk urea tablet yaitu roda depan,

pelampung I, pelampung II, transmisi, hopper dan pembuka alur menggunakan penggaris
sehingga nantinya akan ditemukan titik pusat beban pada aplikator pupuk urea tablet
dengan menggunakan rumus (sumbu n =

).

- Analisa Hasil
Hasil pengukuran sumbu x pada roda depan, pelampung I, pelampung II, transmisi,
hopper dan pembuka alur berturut-turut yaitu 31,5; 11; 54,5; 32; 32; 33,5 dan didapatkan
total jumlah sebesar 194,5 cm, sedangkan untuk hasil pada sumbu y berturut-turut yaitu
62,5; 19; 22,5; 21; 28,8; 28,5 dan didapatkan total jumlah sebesar 182,3 cm, dan untuk
hasil pada sumbu z berturut-turut yaitu 31; 2,5; 2,8; 31,5; 44; 7 dan didapatkan total
jumlah sebesar 118,8 cm. Sedangkan untuk berat (W) pada roda depan, peampung I,
pelampung II, transmisi, hopper dan pembuka alur berturut-turut sebesar 750, 335, 335,
1450, 620, 160 dan didapatkan jumlah berat total sebesar 3650 gram.
Setelah itu dihitung besar Wx, Wy, dan Wz pada setiap bagian alat. Untuk nilai Wx
pada roda depan, pelampung I, pelampung II, transmisi, hopper dan pembuka alur
berturut-turut didapatkan hasil sebesar 23625; 3685; 18257,5; 46400; 19840; 5360 dan
didapatkan total jumlah Wx sebesar 117167,5. Sedangkan untuk nilai Wy berturut-turut
didapatkan hasil sebesar 46875; 6365; 7537,5; 30450; 17856; 4560 dan didapatkan total
jumlah Wy sebesar 113643,5. Dan untuk nilai Wz berturut turut didapatkan hasil sebesar
23250; 837,5; 938; 45675; 27280; 1120 dan didapatkan total jumlah Wz sebesar 99100,5.
Sehingga besar x, y dan z titik pusat beban aplikator pupuk urea tablet dapat dihitung.
Untuk besar x, y dan z didapatkan hasil berturut-turut sebesar 32,10; 31,13 dan 27,15.

- Perbandingan Dengan Jurnal


Aspek yang dibandingkan pada praktikum ini adalah metode pengukuran titik pusat beban
pada suatu alat. Menurut Hadi dan Sigit (2012), Dari letak titik berat mesin, kita bisa
10

mengetahui pengaruh beban dinamis terhadap letak garis kerjanya. Dari frekuensi yang
dihasilkan dan amplitudo yang terjadi dari mesin, kita bisa bisa mengetahui ukuran
kelayakan dari suatu mesin. Karena frekuensi dan amplitudo yang terjadi, seringkali
menimbulkan efek yang bervariasi, mulai dari ketidaknyamanan yang dirasakan oleh
manusia yang berada di dekat mesin sampai kerusakan struktural serta kerusakan pada
mesin itu sendiri.
Perbandingan metode pengukuran pusat titik berat
- Menurut Lemaire et al., (1991), menentukan titik berat beban dengan
menggunakan metode manual yakni dengan menaruh sebuah kayu sebagai
penyangga selanjutnya diberi beban. Proses pengukuran seperti gambar di bawah
ini dengan kursi roda sebagi sampel.

Proses pengukuran akan dihitung dengan persamaan sebagai berikut:

R3

= Jarak dari titik poros untuk pasien- yang pusat kursi roda gravitasi.

R2

= Jarak dari titik poros untuk keseimbangan pusat platform gravitasi.

R1

= Jarak antara dua titik poros (baja piring).

W ws = Berat kursi roda dan pasien.


Wbp

= Berat platform keseimbangan.

W sc = Berat dari skala.


Mp

= Momen

- Menurut Wells dan Menthon (1987), metode pengukuran titik pusat beban adalah
seperti gambar di bawah ini. Bahwa benda yang akan di ukur ditaruh menggantung
pada sebuah dua besi. Dari model tersebut dapat di ukur juga momen inersia.

11

Pada praktikum ini menggunakan metode pengukuran titik pusat berat secara
manual yakni dengan menancapkan kayu sebagi acuan pengkuran koordinat benda
dan diletakkan di atas sebuah meja. Pada proses pengujian ini memiliki kelemahan
yakni tidak dapat mengetahui momen inersia benda karena kondisi benda dalam
keadaan statis. Lemaire et al., (1991) bahwa kegunaan menghitung titik pusat beban
adalah untuk mengetahui ketahanan guling benda (rolling resistence) yang mana pada
kemiringan berapa dan beban berapa benda tersebut akan terguling. Berikut adalah
gambar benda yang akan di ukur.

12

BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Kesimpulan dari paraktikum ini adalah sebagai berkut:
1. Titik pusat beban adalah titik dimana benda akan berada dalam keseimbangan rotasi
(tidak mengalami rotasi) dan ketahanan guling suatu benda (rolling resistence) yang
mana pada kemiringan berapa dan beban berapa benda tersebut akan terguling.
2. Titik pusat beban aplikator pupuk urea tablet didapatkan sebesar X = . 32,10, Y =

31,13 dan Z= 27,15.


3. Pada praktikum ini menggunakan metode pengukuran titik pusat berat secara manual
yakni dengan menancapkan kayu sebagi acuan pengkuran koordinat benda dan
diletakkan di atas sebuah meja. Pada proses pengujian ini memiliki kelemahan yakni
tidak dapat mengetahui momen inersia benda karena kondisi benda dalam keadaan
statis.

B. Saran
-

Praktikum ini sangat bagus materinya dan mengarah ke jurusan TEP. Namun
hendaknya praktikum dikemas secara rapi agar praktikum bisa berjalan dengan lancar.

Matakuliah Dinamika Mesin dan Tanah hendaknya diwajibkan pada semester 4-6
dikarenakan materi praktikum sangat bermanfaat dan lebih mengarah ke jurusan
keteknikan pertanian.

13

DAFTAR PUSTAKA
Hadi, Achmad, Luqman, dan Ananta, Sigit, Sidharta. 2012. Studi Pengaruh Beban Dinamis
pada Perencanaan Pondasi Turbin dengan Studi Kasus Pondasi Turbin di Duri, Riau.
Vol.1. No.1 : Hal 1- 6
Lemaire et al,. 1991. A technique for the determination of center of gravity and rolling
resistance for tilt-seat wheelchairs. Vol.28 No.3: Hal 51-57
Suyitno, ahmadi. 2012. Percobaan Menentukan Titi Berat Benda.
http://suyitkeren.blogspot.com/2013/04/percobaan-menentukan-titik-berat-benda-i.html.
Diakses pada taggal 7 Desember 2015
Toyib.
2013.
Titik
Berat
Benda
Homogen.
http://masthoyib.blogspot.com/2011/03/titik-berat-benda-homogen.html. Diakses pada taggal
7 Desember 2015
Wells, Amels P Dan Dementhon, Daniel F. 1987. Measurernent of Body Segment Mass,
Center of Gravity, and Determination of Moments of Inertia by Double Pendulum in
Lemur fulvus. Vol.12 : Hal 299-308

14

LAMPIRAN
JURNAL

15