Anda di halaman 1dari 1

Abstrak

Pelabuhan laut adalah suatu titik atau node dimana pergerakan


barang dan atau penumpang dengan menggunakan moda laut akan dimulai,
diakhiri, atau melakukan perpindahan atau transit. Hirarki Pelabuhan
Jepara dalam Tatanan Kepelabuhanan Nasional ada lah sebagai Pelabuhan
Pengumpan, yang fungsi pokoknya melayani kegiatan angkutan laut dalam
negeri, alih muat angkutan laut dalam negeri dalam jumlah terbatas,
pengumpan bagi pelabuhan utama dan pelabuhan pengumpul, dan sebagai
tempat asal tujuan penumpang dan atau/barang. Berdasarkan data dari
Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Jepara menunjukkan bahwa arus
kunjungan kapal, turun/naik penumpang dan bongkar/muat barang melalui
Pelabuhan Jepara dalam kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir mengalami
peningkatan yang cukup signifikan. Karena terbatasnya anggaran yang
diberikan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dalam menjamin
kondisi aset pelabuhan dapat memenuhi kebutuhan pengguna jasa, maka
Pelabuhan Jepara harus dapat mengidentifikasi dan menentukan strategi
dalam meningkatkan pelayanan jasa kepelabuhanan.
Penelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisis kebutuhan
pengembangan fasilitas pelabuhan serta menentukan kebijakan dan strategi
yang dipilih dalam peningkatan pelayanan jasa kepelabuhanan pada
pelabuhan yang tidak diusahakan. Adapun penentuan prioritas
pengembangan pelabuhan dilakukan menggunakan pendekatan analytic
hierarchy process (AHP). AHP adalah metodologi pengambilan keputusan
yang dikembangkan oleh Saaty untuk memecahkan persoalan yang
melibatkan banyak kriteria di mana terdapat umpan balik dan keterkaitan
antara kriteria dan alternatif. Pemilihan dan pembobotan kriteria dilakukan
dengan penelusuran literatur dan melalui survey terhadap pemangku
kebijakan di bidang kepelabuhanan, penyelenggara pelabuhan serta
pengguna jasa.
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa hirarki pada level
pertama adalah optimalisasi fasilitas yang telah ada dengan bobot prioritas
0,760. Pada hirarki level kedua yang mendapatkan nilai prioritas tertinggi
adalah Peningkatan Pelayanan Penumpang dengan nilai 0,481 dan
selanjutnya urutan prioritasnya yaitu Peningkatan Pelayanan Kapal dengan
nilai 0,227; Peningkatan Pelayanan Barang dengan nilai 0,191, dan
Peningkatan Sumber Daya Manusia dengan nilai 0,101. Pada hira rki level
ketiga dapat diketahui bahwa terhadap upaya peningkatan pelayanan
kapal, barang dan penumpang, penetapan sistem dan prosedur menjadi
prioritas utama. Sedangkan untuk kriteria peningkatan Sumber Daya
Manusia menetapkan peningkatan kompetensi sebagai fokus utamanya.
Untuk mengantipasi kebutuhan pada masa yang akan datang fasilitas
pelabuhan yang perlu dikembangkan adalah ruang tunggu kedatangan,
dermaga, dan lapangan penumpukan.
Kata Kunci : pelabuhan, Jepara, prioritas pengembangan, analytic
hierarchy process