Anda di halaman 1dari 3

Saponin

Fitokimia merupakan ilmu yang mempelajari berbagai senyawa organik yang


dibentuk dan disimpan oleh tumbuhan, yaitu tentang struktur kimia, biosintetis, perubahan
dan metabolisme, penyebaran secara alami dan fungsi biologis dari senyawa organik.
Skrinning fitokimia merupakan analisis kualitatif terhadap senyawa-senyawa
metabolit sekunder. Suatu ekstrak dari bahan alam terdiri atas berbagai macam metabolit
sekunder yang berperan dalam aktivitas biologinya. Senyawa-senyawa tersebut dapat
diidentifikasi dengan pereaksi-pereaksi yang mampu memberikan ciri khas dari setiap
golongan dari metabolit sekunder (Harborne,1987).
Senyawa yang terdapat pada tumbuhan secara sederhana dibedakan menjadi metabolit
primer dan

metabolit skunder.

Metabolit

primer terdapat

pada semua tumbuhan

dan

mempunyai peranan tertentu dalam metabolisme. Metabolit sekunder umumnya terdapat


dalam

jumlah

terbatas

dan

peranannya

belum

jelas.

Empat

kelompok

utama metabolit primer yaitu Karbohidrat, Protein, Asam nukleat dan Lipida. Kemudian ada
tiga kelompok utama metabolit sekunder pada tumbuhan yaitu alkaloid, terpenoid dan
Fenolik.
Saponin adalah segolongan senyawa glikosida yang mempunyai struktur steroid dan
mempunyai sifat-sifat khas dapat membentuk larutan koloidal dalam air dan membuih bila
dikocok.
Saponin merupakan senyawa berasa pahit menusuk dan menyebabkan bersin dan
sering mengakibatkan iritasi terhadap selaput lender. Saponin juga bersifat menghancurkan
butir darah merah lewat reaksi hemolisis, bersifat racun bagi hewan berdarah dingin, dan
banyak diantaranya digunakan sebagai racun ikan.

Saponin bila terhidrolisis akan menghasilkan aglikon yang disebut sapogenin. Ini
merupakan suatu senyawa yang mudah dikristalkan lewat asetilasi sehingga dapat dimurnikan
dan dipelajari lebih lanjut. Saponin yang berpotensi keras atau beracun seringkali disebut
sebagai sapotoksin.
Struktur kimiawi
Saponin pada hidrolisis menghasilkan suatu aglikon yang dikenal sebagai
sapogenin. Berdasarkan struktur aglikonnya (sapogeninnya), saponin dapat dibedakan
menjadi 2 macam yaitu tipe steroid dan tipe triterpenoid. Kedua senyawa ini memilki
hubungan glikosidik pada atom C-3 dan memilki asal usul biogenetika yang sama lewat asam
mevalonat dan satuan-satuan isoprenoid.

Identifikasi Saponin
Masukkan 0,5 g serbuk simplisia ke dalam tabung reaksi, tambahkan 10 ml air panas,
dinginkan dan kemudian kocok kuat-kuat selama 10 detik (jika zat yang diperiksa berupa
sediaan cair, encerkan 1 ml sediaan yang diperiksa dengan 10 ml air dan kocok kuat-kuat

selama 10 detik) terbentuk buih yang selama tidak kurang dari 30 detik, setinggi 1 cm-3cm.
pada penambahan 1 tetes asam klorida 2 N, buih tidak hilang.
Simplisia sebanyak 0,5 gram dimasukkan ke dalam tabung reaksi yang telah berisikan
kloroform 10 ml, dipanaskan selama 5 menit dengan penangas air sambil dikocok. Kemudian
ditambahkan beberapa tetes pereaksi LB. Jika terbentuk cincin coklat atau violet maka
menunjukkan adanya saponin triterpen, sedangkan warna hijau atau biru menunjukkan
adanya saponin steroid.

Alat dan Bahan


Alat

Bahan

1. Pipet tetes

1. HCl 2N

2. Neraca analitik

2. Pereaksi LB

3. Gelas ukur

3. Aquadest

4. Tabung reaksi
5. Beaker glass
6. Pembakar spiritus
7. Kaki tiga
8. Kawat kasa

Prosedur Kerja