Anda di halaman 1dari 21

Januari 9, 2013

PERHITUNGAN TONASE YANG DIPAKAI PADA PROSES STAMPING


4 Votes
Banyak sekali pada praktisi stamping bertanya tanya, sudah benarkah pemakaian tonase mesin
stampingnya. Untuk menjawab pertanyaan ini, tentu saja diperlukan alat tonase meter.
Tonase meter adalah alat untuk mengukur barapa ton daya yang dipakai untuk proses
stamping. Tetapi mengingat alat ini mahal, maka ada perhitungan yang bisa dilakukan.
Berikut perhitungan tonase mesin pada proses blanking.
Data yang diperlukan :
1. Panjang keseluruhan material yang akan di blanking (L mm)
2. Tebal material yang akan di blanking (t mm)
3. Tensile strength material (Ts Kg/mm2)
PERHITUNGAN TONASE :
Luas permukaan yang di blanking
A = L mm X t mm = A mm2
Tonase = Ts Kg/mm2 X A mm2 = T Kg/1000 = T ton
Tonase ini adalah tonase actual perhitungan yang dipakai pada saat proses blanking, pada
praktenya tonase mesin yang digunakan harus mempertimbangan safety factor, bianya SF=2
Sehingga tonase mesin yang digunakan adalah : 2T Ton.

Semoga bermanfaat.
MoldDie
| 2 Komentar
Januari 9, 2013
RUBBER MOLD

4 Votes

Untuk anda praktisi rubber mold, pada tulisan ini saya akan membahas tentang Rubber
Molding.
Rubber Molding yang umum terdiri dari :
1. Open press mold
2. Transfere press mold
3. Injection Mold
4. Waste zero mold.
OPEN PRESS MOLD : adalah mold karet dengan sistem pemasangan material karet diletakan
langsung secara manual pada cavity, kemudian dilakukan pengepresan oleh hydraulic press
machine dengan tekanan tertentu, dan dilakukan proses curing dengan waktu dan temperatur
tertentu.
Open press mold umumnya terdiri dari 2 plate, bisa juga 3 atau 3 plate, tergantung kebutuhan
parting line dan kemudahana dalam pengambilan produk setelah selesai curing.
TRANSFERE PRESS MOLD : adalah mold karet dengan sistem peletekan material karet pada
pot transfere, kemudian dilakukan pengepresan dengan mesin hydraulic press dengan tekanan
tertentu, maka material karet akan mengalir mengisi cavity, dan dilakukan proses curing dengan
waktu dan temperatur tertentu.
Trannsfere press mold biasanya terdiri dari 3 bagian mold, yaitu 1. Piston, 2. Pot dan sekaligus
sebagai upper plate, 3. Lower plate.
INJECTIAON MOLD : adalah mold karet dengan system pemasukan material karet dilakukan
oleh hydraulic press machine dengan sistem injeksi screw, melalui nozzle, mengalir lewat
runner mold, kemudian terbagi masuk kedalam cavity.
Injection mold umumnya terdiri dari 3 plate mold, bisa juga 2 ataupun 4 plate.
WASTE ZERO MOLD : Mold karet yang mirip dengan transfere press mold system, dengan
tambahan heater pemanas, ditujukan untuk menghilangkan waste pada runner ataupun
overflow.
Hal hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan dan design Mold Karet :

1. Material mold umumnya terbuat dari S45C atau S50C, boleh juga mold dibuat dari bahan
baja kualitas lebih tinggi, seperti NAK 50, tetapi tentu saja akan mengakibatkan mold menjadi
lebih mahal.
2. Faktor penyusutan material karet, umumnya adalah 2%, bisa juga lebih atau kurang dari 2%,
tergantung compound yang dipakai, tetapi secara umum 2% adalah angka yang sangat umum
sekali. Untuk material material khusus, dengan tolensi produk yang ketat, sebaiknya dalam
mencari factor penyusutan dibuat dahulu master mold, dengan master mold kesalahan
pembuatan mold dengan harga yang mahal dapat dihindari.
3. Parting line dari mold, sangat menentukan mudah tidaknya produk diambil dari cavity, jika
salah menentukan parting line, produk akan sulit diambil dari cavity, bahkan bisa menyebabkan
rejection rate tinggi.
4. Cut flow, design cut flow menentukan kemudahan finishing over flow.
5. Air Trap, design mold yang baik tidak menyebabkan air trap, air trap akan menyebabkan
produk menggelembung karena terisi udara.
Semoga bermanfaat

| 7 Komentar

Januari 9, 2013
HAL HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN PADA STAMPING

1 Vote

Kegagalan pada proses stamping, rejection rate yang tinggi, ataupun waste yang terlalu
banyak, tentu sangat merugikan dan tidak diharapkan pada proses stamping.
Pada kondisi sekarang dengan persaingan harga yang begitu tinggi, diperlukan effisiensi yang
tinggi pada proses manufactur agar harga bisa bersaing, begitupun pada proses stamping.
Reject yang tinggi, life time dies yang rendah, waste material yang banyak, sistem setting die
yang lama, production speed yang rendah, tentu saja akan menyebabkan cost yang tinggi.
Yang membuat produk tidak bisa bersaing secara regional maupun global.
HAL HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN UNTUK PRAKTISI STAMPING DIE :
1. Jika Dies terlalu besar, mesin yang dipakai tonase kurang, tidak memadai, tidak memikirkan
safety factor, akan menyebabkan mesin cepat rusak, terutama pada bagian bearing dan poros
engkol, demikian juga motor bisa terbakar akibat over load.
2. Jika stroke setting terlalu tinggi, produk yang dihasilkan tidak bagus reject.
3. Jika stroke terlalu rendah akan menyebakan upper die dan lower die tabrakan, dies bisa
pecah.
4. Jika upper die dan lower die tidak center akibat slider stroke sudah aus (sudah kocak), maka
produk yang dihasilkan tidak bagus reject.
5. Jika guide pos dan guide bush sudah aus atau tidak center, produk yang dihasilkan tidak
bagus.
6. Jika clearance pada blanking antara upper die dan lower die, terlalu kecil bisa menyebabkan
die pada saat stamping tidak bisa membuka, atau bisa juga die cepat aus, Jika clearance
terlalu besar akan cepat menimbulkan bari.
7. Jika hardening die terlalu keras die gampang pecah, jika hardening die terlalu lunak die
gampang aus
8. Jika pemilihan material die tidak bagus, die cepat rusak.
9. Jika toleransi ketebalan material yang distamping terlalu tinggi akan menyebabkan die cepat
rusak. Produk tidak bagus.
10. Jika kekerasan material yang distamping tidak stabil, akan menyebabkan die cepat rusak,
dan produk tidak bagus.
11. Jika bearing bearing pada mesin sudah aus, terutama pada bagian yang berhubungan
dengan stroke, Die bisa cepat rusak, atau produk tidak bagus.
12. Jika yang design die kurang ahli, dalam hal design die, maka bisa jadi die akan cepat rusak,
produk tidak bagus.

13. Jika komponen komponen die dari komponen dengan qualitas rendah, akan menyebabkan
die cepat rusak, produk kurang bagus.
Untuk menghasilkan proses stamping yang baik, agar tidak ada masalah, dan dihasilkan produk
dengan kwalitas tinggi diperlukan :
1. Kondisi mesin yang sehat (pengertian mesin yang sehat bukan bearti mesin baru, mesin
yang sehat adalah kondisi mesin prima, bearing pada poros engkol tidak aus clearance masih
sesuai std pabrik, stroke slide clearancenya masih sesuai std, tonase mesin jika digunakan
masih sesuai std pabrik).
2. Design dan proses pembuatan die, design die harus dilakukan oleh ahlinya, yang mengerti
tentang proses design dengan segala perhitungan teknisnya mengerti std toleransi dan
mengerti proses produksi stamping, mengerti tentang ilmu logam, mengerti tentang std std
komponen die, mengerti tentang karakteristik material yang akan diproses stamping, mengerti
tentang mesin stamping, mengerti tentang perhitungan tonase.
Proses pembuatan die benar benar dilakukan oleh ahli pembuat die, toleransi per part die benar
benar presisi, kekerasan die sesuai spec, proses finishing die sangat baik, Jika die di assy dan
dipergunakan menghasilkan presisi tinggi antara upper dan lower die.
3. Material yang akan distamping, tentu saja material dengan kwalitas bagus, ini bisa dilihat dari
sertifikat mill sheet material, atau msds material, Jika material kwalitas tidak bagus, misal
kekerasan tidak stabil, tebal material tidak stabil, tensile strength tidak sesuai std, bisa
menyebabkan part nya crack, bahkan die nya pun bisa pecah.
Semoga bermanfaat
Salam dari Mold&Die
| Tinggalkan komentar

Juni 6, 2011
Seputar Stamping Press
5 Votes

Proses stamping adalah proses pencetakan metal secara dingin dengan menggunakan dies
dan mesin press umumnya plate yang dicetak, untuk menghasilkan produk sesuai dengan yang
dikehendaki.
Untuk saat sekarang proses stamping ada 3 jenis dies yang umum dipergunakan :
1. Step forming dies
2. Progresive dies
3. Transfere dies.
Step forming : proses pencetakan satu- satu, artinya setiap step proses stamping dilakukan
oleh 1 dies, 1 mesin, 1 operator. sehingga pada konsep ini jika diperlukan proses stamping
untuk 5 step, akan diperlukan 5 dies, 5 mesin press dan 5 operator.
Step forming bisa disimpulkan
1. Cocok untuk produksi dengan kebutuhan sedikit.
2. Dies harganya murah.
3. Memerlukan banyak operator.
4. Proses berjalan lambat, kapasitas sedikit.
5. Memerlukan banyak dies
6. Memerlukan banyak mesin.
7. Design dan proses pembuatan dies simple.
8. Cocok untuk segala jenis produk besar ataupun kecil.
Progresive proses : Proses pencetakan / stamping dilakukan semua proses dalam satu dies.
Seluruh proses dilakukan dalam satu dies, sehingga sekali cetak produk akhir sudah langsung
didapatkan.
Progresive bisa disimpulkan :
1. Cocok untuk produksi masal
2. Harga dies sangat mahal.
3. Bisa dikatakan hampir tidak memerlukan operator, karena satu operator bisa menhandle
banyak mesin untuk sistem ini.
4. Proses stamping berjalan cepat, kapasitas sangat besar.
5. Umumnya diperlukan mesin dengan tingkat presisi tinggi.
6. Design dan proses pembuatan dies rumit dan sulit.
7. Biasanya dipergunakan untuk produksi barang barang kecil.
8. Memerlukan mesin dan dies presisi tinggi.

Trasfere dies : adalah proses stamping gabungan antara step forming dan progresive, artinya
proses stamping dilakukan secara step by step ( satu satu) dengan mekanisme mesin dilakukan
proses transfere dari satu step ke step berikutnya, dan akan didapatkan produk jadi pada satu
mesin tsb.
Transfere dies bisa disimpulkan :
1. Umumnya diperlukan ukuran mesin dan tonase yang besar.
2. Cocok untuk produksi
3. Harga mesin dan dies mahal.
4. Proses desin dan pembuatan dies rumit dan sulit.
5. Memerlukan mesin dan dies presisi tinggi.
6. Cocok untuk produksi ukuran benda medium.
7. Tidak memerlukan banyak operator.
8. Investasi sangat mahal.
Step by step proses stamping :
1. Blanking : proses persiapan material, material dipotong sesuai dengan yang dibutuhkan.
2. Drawing : Material yang sudah dipotong dicetak, karena sifat material yang rigid dan mudah
pecah, proses drawing jika diperlukan bisa beberapa kali ( drawing 1, drawing 2, drawing 3 dst)
3. Proses piercing : Proses pemberian lubang ataupun pemotongan sehingga dihasilkan
lubang pada produk. Proses inipun bisa dilakukan beberapa kali jika dibutuhkan.
4. Bending : Proses pembengkokan, jika memang produk perlu dibengkokan.
5. Proses Triming : Proses pemotongan waste/kelebihan material yang tidak diperlukan akibat
dari
Drawing ataupun bending.
6. Sizing : Proses ini jika diperlukan saja untuk penyempurnaan produk, agar didapat hasil
yang lebih sempurna baik dari dimensi maupun visual.
Produk produk yang biasa dibuat oleh proses stamping :
1. Part part sepeda motor yang umumnya terbuat dari plate besi.
2. Part mobil : misalnya body mobil, pintu mobil dll.
3. Plate casing dari Compo, DVD dll.
4. Part mesin cuci.
5. Plate plate AC
6. dll hampir seluruh alat kebutuhan manusia salah satu partnya di buat oleh stamping.
Dies :
Material Dies yang dipergunakan adalah : umumnya special alloy stell, yang bisa dilakukan
proses hardening sampai kekerasan HRC diatas 60, misalnya : DC 53, SKD 11, dll
Ada beberapa bagian dies yang penting : Misalnya cavity, Guide Post, Upper plate, Lower
Plate.
Mesin Press :
Mesin press sendiri banyak sekali macamnya, yang paling penting untuk mesin press adalah

tingkat kepressian stroke dan kapasitas tonase, kapasitas tonase dari yang terkecil dibawah 1
ton sampai dengan yang terbesar ratusan bahkan ada yang ribuan ton.
Kapasitas yang kecil tentu saja untuk produk yang kecil, semakin besar maka semakin besar
pula produk yang bisa dibikin.
Material plate :
Material yang dipergunakan untuk proses stamping ini umumnya adalah material yang
mempunyai kekerasan yang rendah , bisa juga dikatakan material golongan low carbon steel,
material golongan low carbon steel ini mudah ditekuk, ditekan, dan dibentuk.
Contohnya yang banyak dipergunakan adalah : SS41P.

Wassalam
Die Mold
| 1 Komentar

Juni 6, 2011
SEPUTAR SPRING UNTUK MOLD DIE
1 Vote
SEPUTAR SPRING UNTUK EJECTOR MOLD DAN DIE.
SPRING BANYAK DIGUNAKAN SEBAGAI SUMBER ENERGI PENEKAN PADA EJECTOR,
BAIK DI MOLD MAUPUN DIE, FUNGSI EJECTOR SENDIRI ADALAH SEBAGAI PENEKAN
AGAR PRODUCT ATAU WASTE BISA KELUAR DENGAN SENDIRINYA DARI DIE ATAU
MOLD.
SPRING YANG UMUM DIGUNAKAN ADALAH MEMILIKI CIRI WARNA, DIMANA MASING
MASING WARNA MEMPUNYAI ARTI KEKUASAN DAN KEKERASAN TENAGA DORONG
YANG DIHASILKAN.
YANG UMUM UNTUK SPRING ADALAH :
1. SPRING WARNA KUNING : SPRING DAYA TER RENDAH
2. SPRING WARNA BIRU : SPRING DAYA RENDAH
3. SPRING WARNA MERAH : SPRING DAYA MENENGAH
4. SPRING WARNA HIJAU : SPRING DAYA TINGGI
5. SPRING WARNA COKLAT : SPRING DAYA SUPER TINGGI
PENGGUNAAN :
UMUMNYA UNTUK PLATIK INJECTION MOLD MENGGUNAKAN WARNA KUNING DAN
BIRU, SEDANG UNTUK STAMPING DIE MENGGUNAKAN WARNA MERAH, HIJAU DAN
COKLAT.
JIKA ANDA KESULITAN CARA MEMILIH DAN MENGHITUNG SPRING SILAHKAN HUBUNGI
SAYA, DI EMAIL SAYA, INSYA ALLAH SAYA JAWAB.
JIKA ANDA KESULITAN UNTUK MENDAPATKAN SPRING TSB DENGAN KWALITAS YANG
BAIK DENGAN HARGA YANG SANGAT KONPETITIF SILAHKAN HUBUNGI SAYA JUGA.
INSYA ALLAH SAYA AKAN LEBIH AKTIF LAGI MENGUPDATE BLOG INI DENGAN
INFORMASI SEPUTAR DIE DAN MOLD YANG MUNGKIN BERMANFAAT.
SALAM DIEMOLD

November 24, 2009


Urutan Proses Stamping Press

5 Votes

Urutan proses stamping press yang lengkap adalah sbb:


1. Blanking
2. Drawing
3. Piercing
4. Trimming
1.Process Blanking
Process blanking adalah prosess pemotongan material plat agar didapat ukuran material sesuai
dengan yang diharapkan, dan penggunaan material seefisien mungkin, dengan waste material
sesedikit mungkin.
Yang perlu diperhatikan pada prosess Blanking adalah :
1. Design Blanking Die
2. Design Blanking Punch
3. Pemilihan material dan process hardening untuk die dan Punch
4. Toleransi antara Die dan Punch, harus sesuai dengan perhitungan yang tepat, agar tidak
timbul bari pada produk.
5. Jenis, ketebalan, dimensi material yang akan di Blanking.
Design Perhitungan antara Blanking Die dan Blanking Punch. (akan dijelaskan detail silahkan
hubungi email : sfrddnz@gmail.com).
Pemilihan material process hardening untuk Blanking Die dan Blanking Punch (dijelaskan detail
silahkan hubungi : sfrddnz@gmail.com).
Pada tulisan berikutnya akan saya jelaskan process selanjutnya.

Stamping Proses

A. Pengertian Proses Stamping


Proses stamping adalah proses pencetakan metal secara dingin dengan menggunakan
dies dan mesin press umumnya plate yang dicetak, untuk menghasilkan produk sesuai dengan
yang dikehendaki blog diemolds. diakses dari.

B. Hal hal yang perlu diperhatikan dalam Proses Stamping


1.

2.

Jika Dies terlalu besar, mesin yang dipakai tonase kurang, tidak memadai, tidak memikirkan
safety factor, akan menyebabkan mesin cepat rusak, terutama pada bagian bearing dan poros
engkol, demikian juga motor bisa terbakar akibat over load.
Jika stroke setting terlalu tinggi, produk yang dihasilkan tidak bagus reject.

3.

Jika stroke terlalu rendah akan menyebakan upper die dan lower die tabrakan, dies bisa
pecah.

4.

Jika upper die dan lower die tidak center akibat slider stroke sudah aus (sudah kocak), maka
produk yang dihasilkan tidak bagus reject.

5.

Jika guide pos dan guide bush sudah aus atau tidak center, produk yang dihasilkan tidak
bagus.

6.

Jika clearance pada blanking antara upper die dan lower die, terlalu kecil bisa menyebabkan
die pada saat stamping tidak bisa membuka, atau bisa juga die cepat aus, Jika clearance
terlalu besar akan cepat menimbulkan bari.

7.

Jika hardening die terlalu keras die gampang pecah, jika hardening die terlalu lunak die
gampang aus.

8.

Jika pemilihan material die tidak bagus, die cepat rusak.

9.

Jika toleransi ketebalan material yang distamping terlalu tinggi akan menyebabkan die cepat
rusak. Produk tidak bagus.

10.

Jika kekerasan material yang distamping tidak stabil, akan menyebabkan die cepat rusak, dan
produk tidak bagus.

11.

Jika bearing bearing pada mesin sudah aus, terutama pada bagian yang berhubungan dengan
stroke, Die bisa cepat rusak, atau produk tidak bagus.

12.

Jika yang design die kurang ahli, dalam hal design die, maka bisa jadi die akan cepat rusak,
produk tidak bagus.

13.

Jika komponen komponen die dari komponen dengan qualitas rendah, akan menyebabkan die
cepat rusak, produk kurang bagus.

C. Macam macam Proses Stamping


Secara umum proses-proses yang terdapat pada proses stamping dikelompokkan menjadi
tiga bagian yaitu:
1.

Proses Cutting ( pemotongan ).


Proses pemotongan adalah proses dimana material di potong sesuai dengan ukuran yang
diinginkan agar material tersebut dapat dikerjakan kedalam proses berikutnya. Jenis jenis
proses pemotongan antara lain :

a.

Blanking
Blanking adalah proses persiapan material, material dipotong sesuai dengan yang
dibutuhkan. Proses blanking bertujuan agar mendapatkan hasil potongnya atau blank,
sedangkan sisanya akan dibuang sebagai sampah atau disebut scrap.

b.

Cutting
Yaitu suatu proses pemotongan material yang masih berbentuk lembaran (blank
material). Proses cutting merupakan proses pemotongan beberapa bagian dari suatu part. Sisa
pemotongan dibuang sebagai scrap.

c.

Trimming
Yaitu sutu proses pemotongan material pada bagian tepi. Biasanya proses ini adalah lanjutan
dari proses sebelumnya seperti draw, stamp dan sebagainya.

b.

Notching.
Notching adalah proses pemotongan pada bagian pinggir material part, biasanya pada
progressive dies. Dengan pemotongan tersebut, part berangsur terbentuk walaupun masih
menempel pada scrap skeleton.

c.

Parting atau Separating

Parting atau separating adalah proses pemisahan suatu part menjadi dua bagian atau beberapa
bagian dari sheet metal strip sehingga menghasilkan part yang dikehendaki. Pada proses
separating terdapat scrap yang tidak terpakai.

2.

Proses Forming ( pembentukan ).


Forming adalah istilah umum yang dipakai pada proses pembentukan sheet metal untuk
mendapatkan contour yang diinginkan. Proses forming, tidak menghasilkan pengurangan atau
penghilangan material seperti yang terjadi pada proses cutting. Maka untuk istilah pembentukan
juga berbeda-beda agar tidak salah pengertian. Jenis-jenis proses pembentukan tersebut
antara lain:

a.

Bending
Bending adalah proses penekukan plat dimana hasil dari penekukan ini berupa garis sesuai
dengan bentuk sudut yang diinginkan.

b.

Flanging.
Flanging adalah sama seperti bending namun garis bending yang dihasilkan tidak lurus
melainkan mengikuti bentuk part yang bersangkutan. Proses ini dimaksudkan untuk
memperkuat bagian sisi dari produk atau untuk alasan, keindahan.

c.

Forming.
Forming mengacu pada pengertian yang lebih sempit yang artinya adalah deformasi dari
sheet metal yang merupakan kombinasi dari proses bending dan flanging. Proses forming
menghasilkan bentuk yang sangat kompleks dengan tekukan-tekukan serta contour part yang
rumit.

d. Drawing.
Drawing adalah forming yang cukup dalam sehingga proses pembentukannya memerlukan
blank holder atau stripper dan air cushion / spring untuk mengontrol aliran dari material. Untuk
bentuk yang tidak beraturan diperlukan bead untuk menyeimbangkan aliran material. Untuk
menghasilkan produk yang baik, sebaiknya digunakan steel sheet khusus proses drawing dan
menggunakan mesin press hidrolik.
e.

Deep Drawing.
Deep Drawing merupakan proses drawing yang dalam sehingga untuk mendapatkan
bentuk dan ukuran produk akhir diperlukan beberapa kali proses drawing. Blank holder /
stripper mutlak diperlukan dan hanya dapat diproses pada mesin press hidrolik dan
menggunakan sheet metal khusus untuk deep drawing.

3.

Proses Compression ( penekanan).


Proses ini termasuk dalam operasi forming yang mana tekanan yang kuat diberikan pada
sheet metal untuk menghasilkan tegangan kompresi yang tinggi pada plat untuk menghasilkan
deformasi plastis. Jenis-jenis proses penekanan ini adalah :

a.

Stamping atau Marking.


Stamping atau Marking atau kadang-kadang disebut proses coining digunakan untuk
membuat tanda, simbol, huruf atau bentuk lainnya dengan proses cold forging.

b.

Heading.
Heading adalah proses pembentukan kepala dari part, biasanya pada material steel bar.
Proses pembentukannya dengan proses hot forging atau cold forging dimana bagian ujung dari
part diproses dengan menggunakan pressing dies untuk membentuk kepala.

c.

Sizing.
Sizing adalah operasi dimana material plat diberi tekanan tinggi yang mana menyebabkan
material mengalir, karena itu sizing bertujuan untuk memperbesar akurasi dimensi dari part /
benda kerja.

D. Alat alat Pendukung Mesin Stamping.


Dalam Proses Stamping selain mesin press dalam melakukan produksi juga membutuhkan
alat alat pendukung Untuk menghasilkan kualitas pengepresan yang baik.
Alat-alat pendukung mesin press antara lain :
1.

Dies
Dies adalah suatu cetakan yang digerakan oleh mesin press untuk menekan atau
mengepress bahan / material untuk menghasilkan barang yang sesuai dengan contoh. Material
Dies yang dipergunakan adalah : umumnya special alloy stell, yang bisa dilakukan proses
hardening sampai kekerasan HRC diatas 60, misalnya : DC 53, SKD 11, dll. Ada beberapa
bagian dies yang penting : Misalnya cavity, Guide Post, Upper plate, Lower Plate.
Secara umum konstruksi dies dibagi menjadi 2 bagian, yaitu :

a.

Single Operation Dies.


Single Operation Dies atau biasa disebut single dies adalah konstruksi dies yang mempunyai
sebuah proses pada die set-nya dan hanya menghasilkan sebuah part dalam sekali stroke. Part
yang dihasilkan dapat berupa hasil blank, part setengah jadi atau finish goods part.
Macam macam single operation dies antara lain:

1)

Cut Off Die.


Cut off die dipergunakan hanya untuk proses cutting dengan tujuan cutting blank,
separating atau scrap cutting. Cut off die juga kerap kali dipadukan dengan proses blanking
untuk memotong scrap. Pemotongan blank dengan cut off die terbatas pada blank yang
sederhana dan tidak dituntut ketelitian.

2)

Cut Off dan Drop Through Blanking Die.


Cut Off dan Drop Through Blanking Die dipergunakan untuk proses blankcutting, hanya
saja hasil pemotongan akan jatuh ke bagian bawah dari die melewati lubang pada bolster mesin
dan masuk ke tempat penampungan. Cut off sangat efisien dalam pemakaian bahan karena
scrap yang terbuang sangat sedikit.

3)

Drop Through Die.


Drop Through Die atau dengan stilah lain Blank Through Die adalah konstruksi press dies
yang produknya jatuh ke bawah die dan melewati lubang pada bolster mesin dan masuk ke
penampungan. Konstruksi dies seperti ini pada umumnya untuk proses blanking dan untuk
membuang scrap pada proses pierching. Untuk jenis konstruksi dies ini memerlukan stripper
untuk menahan material ketika dies sedang bekerja. Inverted Die atau istilah lainnya ReturnType Blanking Die adalah die dimana hasil blank akan jatuh ke bawah die tetapi kembali ke
atas pada posisi yang sama pada saat pemotongan. Mekanisme ini dapat terjadi karena
adanya pad yang mengangkat kembali hasil blank karena adanya gaya spring
atau urethane yang menekan pad ke atas. Kadang kala susunan punch dan die dibalik yaitu
dengan menempatkan punch di bawah dan die di atas, dengan demikian blank yang dihasilkan
akan berada di atas yang kemudian dengan mekanisme knockout.

b.

Multi Operation Dies.


Multi Operation Dies adalah dies yang didesain untuk bekerja pada dua atau lebih operasi
dalam sekali stroke. Konstruksi dies ini memang lebih rumit sebab harus dicari kesesuaian die
height 4 dari proses-proses tersebut. Bila die height-nya tidak sama maka part yang dihasilkan
tidak sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan dari drawing produknya. Macam-macam multi
opration dies adalah:

1) Compound Dies.
Compound Dies merupakan gabungan dua atau lebih proses yang berhubungan menjadi
satu artinya adalah dua atau lebih proses dirancang terdapat pada satu dies. Waktu prosesnya
dilakukan serentak. Pilihan untuk membuat compound dies tergantung pada beberapa
pertimbangan antara lain:
a)

Cost produksi

b) Cycle time yang pendek


c)

Akurasi part

d) Penghematan pemakaian mesin

2) Combination Dies.
Combination Dies atau istilah yang lazim disebut Group Tool, Gang Process atau Family
Dies yang artinya adalah gabungan dari dua atau lebih proses pada satu die set yang tidak
sejajar pemakaiannya. Ini mengandung arti bahwa pada satu die set terdapat dua atau lebih
proses. Dalam sekali stroke dihasilkan jumlah part sesuai dengan jumlah proses yang ada pada
satu die set.

3) Progressive Dies.
Progresive proses : Proses pencetakan / stamping dilakukan semua proses dalam satu
dies. Seluruh proses dilakukan dalam satu dies, sehingga sekali cetak produk akhir sudah
langsung didapatkan. Progressive Dies terdiri dari banyak proses atau multiple station yang
saling berhubungan yang berasal dari material yang sama. Pada progressive dies umumnya
menggunakan coil ( steel sheet gulungan ) dan coil feeder sebagai penggerak coil secara
otomatis. Part yang diproses dari awal akan menempel terus pada lembaran plat sampai
dengan proses terakhir. Harga progressive dies memang sangat mahal, oleh karena itu hanya
produk yang volume produksinya tinggi yang menggunakan press dies jenis ini.

2.

Mesin Press.
Mesin press adalah mesin yang menompang sebuah landasan dan sebuah penumbuk,
sebuah sumber tenaga, dan suatu mekanisme yang menyebabkan penumbuk bergerak lurus
dan tegak menuju landasanya. Mesin press sendiri banyak sekali macamnya, yang paling
penting untuk mesin press adalah tingkat kepressian stroke dan kapasitas tonase, kapasitas
tonase dari yang terkecil dibawah 1 ton sampai dengan yang terbesar ratusan bahkan ada yang
ribuan ton. Kapasitas yang kecil tentu saja untuk produk yang kecil, semakin besar maka
semakin besar pula produk yang bisa dibuat.
Macam macam mesin press antara lain :

a.

Mesin O.B.I. prees


Salah satu mesin press yang sering dijumpai dipasaran adalah O.B.I. Press (Open-Back
Inclunable, Punch Press).
Bila kita lihat O.B.I. press cocok untuk pangerjaan stamping, blanking, forming, drawing,
perforating (melubang), embos, coining, coining, notching, membengkok,
shearing(menggunting).
Kecepatan variabel motor penggerak tergantung pada mesin. Untuk merubah kecepatan
diperlukan penggentian pully sesuai kecepatan gerakan yang diperlukan.

b.

Mesin GAP Press.


GAP Press mempunyai body utuh yang keras.Alat ini menangani pengerjaan plat panjang
dan lebar, dan juga menyediakan ruang disekitar dies. GAP Press biasa digunakan untuk
stamping biasa.

c.

Horning Press.
Horning press digunakan pada objek silinder. Digunakan untuk seaming (kampuh),
puncing, embosing. Mesin ini dilengkapi pos yang lebar pada bed .Beban yang dipaksakan
dalam dies secara vertikal . Tegangan diterima oleh side frame. Tapi faktanya terjadi tendensi
kecil pada punch dan die. Pada mesin press tipe ini cara pengoperasian nya berbeda untuk
menjalankan RAM. Engkol tunggal umumnya hanya mampu digunakan pada penekanan
ringan. Untuk pengerjaan berat ditambahkan poros engkol untuk mendistribusi beban agar
merata pada slide.

d. Mesin Hidrolik Prees.


Hidrolik press digunakan khusus untuk pengerjaan drawing karena pengoperasiannya yang
lambat sehingga tidak cocok untuk kegiatan produksi. Hidrolik press dibuat untuk
pengoperasian seperti deed - draw forming, straightening, plastic molding, dic spotting, dan
powered metal compacting. Mesin ini tidak dapat digunakan pada pengerjaan heavy blanking
dan punching..
e.

Mesin Turret Press.


Mesin turret press terdiri dari turret pembawa atas dan bawah, yang membawa punches
dan dies dengan ukuran yang bermacam-macam. Pemukul (punches) tepat berada di atas dan
di bawahnya terdapat dies. Mesin ini dapat membuat lubang yang ukurannya bervariasi. Turret
punch press dengan tape pengontrol yang bervariasi tersedia pada kapasitas 15-150 ton.
Numerical - positioing control dapat membuat 65 lubang per menit degan ketelitian 0,004.

d. Mesin High - Production Transfer Press and Others.


Mesin transfer press bekerja untuk produksi seperti Ice cube trays (nampan es batu), tempat
oli, dan rumah lampu kendaraan dengan rata - rata 500 - 1500 buah per menit. Cara kerjanya
yaitu: bahan dimasukkan pada mesin dari rools, kemudian dipindahkan dari satu posisi ke
posisi berikutnya oleh kerja mekanisme.
e.

Mesin Press Brake.


mesin press brake yang diatur untuk membentuk lekukan dan shape logam, yang dapat
menangani lembaran lebar dan dapat menampung beberapa dies (landasan). Mesin tipe ini
khusus untuk memanjangkan, membengkok lurus. Mesin press brake idealnya digunakan untuk
pekerjaan Corrugating, seaming, notching, embossing, wiring, atau curling dan membentuk
silinder taper tabung.

f.

Mesin Shears (Gunting).

Mesin shears (gunting) digolongkan sebagai berikut:


1) Pisau pemotong (blade shear).
2) Billet, atau gunting struktur.
3) Nibbler.
Mesin ini dirancang untuk memotong logam dengan pisau untuk memotong lembaran lembaran plat. Pisau diperasikan leh pedal kaki, jari menahan pelat yang akan dipotong.
Sebelum memotong pelat tentukan garis pemotongan, bila sudah tepat, tekan pedal.
3. Material plate
Material yang dipergunakan untuk proses stamping ini umumnya adalah material yang
mempunyai kekerasan yang rendah , bisa juga dikatakan material golongan low carbon steel,
material golongan low carbon steel ini mudah ditekuk, ditekan, dan dibentuk. Contohnya yang
banyak dipergunakan adalah : SS41P.

Daftar Pustaka :
Rony Sudarmawan Theryo, Press Dies Maintenance, Politeknik Manufaktur Astra.

Hilman, azmi. Perancangan dan Analisis Stamping Dies untuk Pembuatan Produk Bracket
Bumper Dengan Proses Press Multi Forging. FTIUG, Depok, 2005.

. BLANKING Presented by: Andrew Refieska Arismon Saputra Zamianto Efpendi


2. TUJUAN PRAKTIKUM 1. : Mengukur gaya pelubangan plat secara eksperimen dan
membandingkannya dengan gaya teoritis. 2. Mengetahui pengaruh geometris pelubang terhadap gaya
penekanan. 3. Mengetahui pengaruh celah terhadap kualitas bibir lubang.
3. DEFINISI Blanking adalah salah satu proses pembentukan logam dalam bentuk lembaran dengan
cara melubangi material dengan bantuan penekan (punch) dan cetakan (die)
4. SKEMATIK BLANKING
5. Pada saat penekanan punch di lekatkan pada material Kemudian Testing yang ditekan Machine
akan dipotong. dengan Universal hingga melubangi material plat yang akan dipotong. Jenis punch akan
mempengaruhi hasil potong. Hal ini dikarenakan semakin tumpul punch yang dipakai maka makin besar
gaya yang diperlukan dan semakin besar blur yang dihasilkan
6. FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BLANKING 1. Geometri punch Gaya yang digunakan
untuk melubangi plat pada proses blanking dapat direduksi dengan memvariasikan bentuk geometri dari
penekan (punch). Pada dasarnya ada 3 jenis geometri dari ujung pelubang pada punch, yaitu : a. Ujung
Tumpul b. Ujung Miring Ganda c. Ujung Miring Tunggal
7. 2. GAYA PENEKANAN DARI PENEKAN (PUNCH) Dari rumus gaya penekanan, P = F/A maka kita akan
mengetahui bahwa gaya yang paling besar akan kita dapatkan jika kita menggunakan jenis punch tumpul
karena semua permukaan punch berkontak langsung dengan spesimen. Sedangkan gaya yang paling
kecil adalah pada ujung miring tunggal karena sedikit permukaan punch yang berkontak dengan
spesimen.
8. 3. DIAMETER PELUBANGAN Semakin besar gaya yang diberikan kepada material yang akan
dilubangi maka akan semakin besar diameter dari blank yang dihasilkan. Sesuai dengan rumus dalam
teori gaya penekanan proses blanking.
9. 4. Besarnya clearance Pada proses blanking, terdapat clearance atau celah yang sangat
berpengaruh terhadap kualitas tepi lubang yang dihasilkan. Clearance merupakan jarak antara diameter
die dan diameter punch. Jika clearance terlalu kecil, maka patahan yang terjadi cenderung melewati
batas, sedangkan jika clearance terlalu besar, maka hasil perpotongannya menjadi kurang tepat. Dari
kualitas blank yang dihasilkan jika clearance-nya kecil maka permukaan patahan blank-nya akan baik dan
sebaliknya.
10. Rumus perhitungan clearance : C = Ac . t dimana : C = clearance (mm) Ac = clearance allowance
(tergantung tipe material) t = stuck thickness (mm)
11. 5. Ketebalan Plat Semakin tebal plat yang digunakan maka semakin besar gaya penekanan. 6.
Pelumasan Pelumasan berguna untuk mengurangi gesekan antara punch dengan dies dan agar umur
punch lebih lama. 7. Material punch dan die Semakin besar kekuatan punch dan die maka semakin
kecil gaya

12. Jenis Blanking 1. Fine Blanking Karakteristik dari fine blanking adalah clearance sampai 1% tebal
plat, sudut halus dan bersih, ketebalan material 0.0006 in sampai 0.6 in, menggunakan V-ring untuk
mengatur patahan benda kerja, punch tidak masuk ke die. Kelebihan fine blanking: Kekurangan fine Kualitas tepi lubang blanking: sangat baik. - Biaya mahal - Gaya yang dibutuhkan - Waktu yang
dibutuhkan kecil. lama
13. Skematik Fine Blanking
14. Dengan ini v-shaped stinger, berguna untuk mengunci lembaran sehingga mencegah distorsi
material. Proses ini melibatkan ketepatan pada pemasangan 1 % dari ketebalan lembaran, sesuai
dengan jumlahnya 8 %, di dalam proses pemotongan. Ketebalan lembaran bisa bergerak akibat dari aksi
hidrolik penekanan pada pemindahan dari penekanan, jenis bantalan dan kontrol dari masing-masing
cetakan fine blanking dapat melibatkan jenis bantalan dan kontrol cetakan untuk dapat melubang
dengan penekanan pelubangan.
15. 2. Normal Blanking Karakteristik dari normal blanking adalah menggeser benda kerja ketika
punch masuk ke die, kualitasnya dikontrol oleh punch dan die serta Clearance sampai 14% dari tebal
plat. Kelebihan normal blanking: - Biaya murah - Waktu yang dibutuhkan pendek Kekurangan normal
blanking: - Gaya yang dibutuhkan besar - Kualitas tepi lubang kurang bagus
16. Skematik Normal Blanking
17. PERBEDAAN BLANKING DAN PUNCHING Sebuah plat yang akan dilakukan proses pelubangan
(blanking) dengan memanfaatkan gaya tekan dari punch dan cetakan dari die sehingga material tersebut
terpotong dan berlubang menghasilkan material yang tersisa atau material yang terpotong menyerupai
geometri dari punch yang disebut dengan blank dan produk dari blanking, sedangkan plat yang tersisa
dari proses tersebut dan mengalami pereduksian luas permukaan ataupun volume dari plat tersebut
dalam bentuk berlubang disebut dengan produk dari punching
18. PRODUK BLANKING PLAT PRODUK PUNCHING
19. GAYA PEMBEBANAN PROSES BLANKING Dalam melakukan proses blanking terhadap suatu
meterial plat, kita membutuhkan suatu gaya (F) untuk melubangi plat yang tergantung pada seberapa
besar nilai diameter (D), tebal plat (t), dan tegangan ultimate dari material tersebut ( u) .
20. RUMUS GAYA PEMBEBANAN F = c. u .t. L dimana: u : tegangan ultimate c : konstanta yang
tergantung pada jenis material t : tebal spesimen D : diameter lubang L : keliling lubang ; pada lingkaran
L = .D
21. METODOLOGI 1. Alat dan Bahan Punch Spesimen Universal Testing Machine
22. SKEMA ALAT UNIVERSAL TESTING MACHINE
23. 2. Prosedur Percobaan Ada 2 macam jenis percobaan yang dilakukan pada praktikum ini: A.
Pengaruh Geometri Ujung Pelubang Terhadap Gaya Penekanan 1. Siapkan spesimen dan segala

peralatan pendukung untuk proses pelubangan. 2. Ukur tebal plat yang akan dilubangi. 3. Lubangi plat
dengan geometri pelubang (punch) yang berbeda-beda, yaitu ujung tumpul, ujung runcing dan ujung
runcing tunggal. 4. Catat gaya penekanan untuk setiap geometri pelubang yang berbeda-beda.
24. B. Pengaruh Celah Terhadap Kualitas Lubang 1. Lubangi plat dengan ukuran celah yang berbedabeda. 2.Ambil grafik vs ketebalan. 3. Sketsa Kualitas tepi lubang.
25. DATA HASIL PERCOBAAN PERCOBAAN A TEBAL PLAT = 0,5 MM BEBAN C = 15000 KGF TABEL DATA
PENGARUH GEOMETRI PUNCH (NORMAL No Punch BLANKING) Fpraktikum (kgf) 1 Miring Tunggal 525 2
Miring Ganda 525 3 Kerucut 525
26. PERCOBAAN B PUNCH BEBAN C = MIRING GANDA = 15000 KGF 1. NORMAL BLANKING Tabel Data
pengaruh clearance (geometri Miring ganda) Normal Blanking No Tebal Plat (mm) Fpraktikum (kgf) 1 0,5
600 2 0,3 575
27. 2. Fine Blanking Tabel Data pengaruh clearance (geometri Miring ganda) Fine Blanking No Tebal
Plat (mm) Fpraktikum (kgf) 1 0,5 625 2 0,3 575