Anda di halaman 1dari 11

Pengendalian Intern Aktiva Tetap Pada

PDAM Tirta Anom Banjar

Struktur Pengendalian Intern aktiva tetap meliputi Organisasi, pemberian wewenang dan
prosedur pencatatan, praktek yang sehat, unsur kualitas pegawai dan adanya satuan pengawas
intern. dengan adanya pengendalian intern atas aktiva tetap diharapkan dapat menjaga aktiva tetap
milik perusahaan, memeriksa ketelitian dan kebenaran data akuntansi, membantu mendorong
dipatuhinya kebijakan pimpinan yang telah ditetapkan lebih dahulu dan meningkatkan operasional
perusahaan.
Identifikasi masalah dari penelitian ini adalah bagaimana penerapan struktur pengendalian
intern aktiva tetap? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan struktur
pengendalian intern aktiva tetap. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
deskriptif, teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dan
dokumentasi.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa struktur pengendalian intern aktiva
tetap pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Anom Banjar telah dilaksanakan dengan
cukup memadai oleh satuan pengawas intern yang dibantu oleh pengawas operasional dan
pengawas keuangan. Struktur pengendalian intern aktiva tetap telah dilaksanakan dengan cukup
memadai sehingga struktur pengendalian intern aktiva tetap yang efektif dan efisien belum
sepenuhnya terwujud. Semua karyawan dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya belum
sepenuhnya sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.
Dari kesimpulan di atas diajukan beberapa rekomendasi : 1.) Perusahaan harus melakukan
evaluasi secara rutin terhadap pelaksanaan tugas dari setiap bagian atau fungsi 2.) Pemeriksanaan
yang rutin sehingga penyelewengan atau penyimpangan dan kerusakan terhadap harta kekayaan
perusahaan dapat dihindari.
Keyword: Pengendalian Intern, Aktiva Tetap, Perusahaan
A. Pendahuluan
Setiap perusahaan dalam menjalankan usahanya tak lepas dari penggunaan harta (aktiva)
yang sifatnya relatif permanen, digunakan dalam kegiatan perusahaan yang normal. Istilah relatif
permanen menunjukan sifat dimana aktiva yang bersangkutan dapat digunakan dalam jangka waktu
yang relatif cukup lama.
Jenis-jenis aktiva yang dimiliki oleh suatu perusahaan mempunyai macam-macam bentuk
seperti tanah, bangunan, mesin-mesin dan peralatan, kendaraan, mebeler dan lain-lain.
Penggunaan aktiva tetap untuk setiap perusahaan sangat tergantung kepada kegiatan usahanya
karena penggunaan aktiva tetap dalam usaha menentukan umur ekonomi aktiva tetap.

Maju mundurnya perusahaan dipengaruhi oleh kebijakan pimpinan dalam penggunaan


aktiva tetap. Dalam perusahaan yang belum berkembang pimpinan perusahaan dapat mengawasi
dan mengendalikan sendiri secara langsung kegiatan perusahaan.
Perusahaan yang sudah berkembang jika tidak menggunakan prosedur pengendalian aktiva
tetap cenderung terjadi kecurangan dan penyalahgunaan atau pemborosan dari penggunaan aktiva
tetap. Upaya mengantisipasi kecurangan dan penyalahgunaan tersebut, maka perusahaan harus
dapat menjalankan struktur prosedur pengendalian intern secara baik.
Struktur pengendalian aktiva tetap diperlukan guna menjaga keamanan harta milik
perusahaan, memeriksa ketelitian dan kebenaran data akuntansi, membantu mendorong
dipatuhinya kebijaksanaan pimpinan yang ditetapkan terlebih dahulu. Selain daripada itu juga
meningkatkan operasional perusahaan sehingga aktiva tetap, tetap efektif dan efisien. Dengan
demikian maka struktur pengendalian intern aktiva tetap merupakan bagian penting dalam
penggunaan aktiva tetap. Fokus masalahnya adalah analisis struktur pengendalian intern aktiva
tetap dan sebagai data awal dapat disajikan sebagai berikut : jenis, jumlah, presentase, kenaikan
dan penurunan aktiva tetap pada Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Anom Banjar tahun 20082010sebagai berikut :
Tabel 1
Jenis, Jumlah, Presentase, Kenaikan dan Penurunan Aktiva Tetap
Pada PDAM Tirta Anom Banjar Tahun 2008-2010
JENIS AKTIVA

2008

Tanah

2009

2010

276,755,059.10

299,581,809.85

7,6

303,081,809.85

0,34

Instalasi Sumber

1,001,486,905.10

1,034,225,897.63

3,1

1,025,731,156.27

0,82

Instalasi Pompa

1,829,275,759.05

691,548,548.43

(4,7)

573,985,762.66

(20,48)

Instalasi Pengelola

2,403,004,666.52

2,102,629,085.20

(14,3)

1,895,449,137.05

(10,93)

10,041,572,502.12

9,696,933,886.88

(3,6)

9,675,320,998.58

(0,22)

Bangunan/Gedung

363,629,370.24

596,700,865.24

39

600,508,241.74

0,63

Peralatan/Perlengkapan

180,050,728.11

157,905,704.93

14

174,946,909.86

9,7

Kendaraan/Alat Angkutan

120,501,116.32

121,513,074.16

0,83

70,687,803.33

(71,9)

Instalasi Tranmisi Distribusi

Inventaris
Jumlah Aktiva Tetap

91,900,191.53

97,375,606.75

16,308,176,298.09

14,798,414,479.07

5,6
(10,2)

72,636,675.39

34,63

14,392,348,494.73

(2,82)

(Sumber : PDAM Tirta Anom)

Dari tabel di atas, didapatkan fakta-fakta sebagai suatu fenomena pada PDAM Tirta
Anom Banjar. Pada tahun 2009 adanya penurunan pada instalasi pengolahan 14.3%, instalasi dan
distribusi 3,6%, sedangkan untuk gedung naik sebesar 39 % dan peralatan 14 %. Sementara pada
tahun 2010 penurunan terjadi pada instalasi pompa 20,48 %, instalasi pengolahan 10,93 %, instalasi
transmisi dan distribusi 0,22 %, kendaraan 71,9%. Penurunan tersebut cenderung diakibatkan oleh
faktor pelaksanaan struktur pengendalian intern.
Sehubungan dengan latar belakang tersebut, maka penulis tertarik untuk melakukan
penelitian dengan mengambil judul Analisis Struktur Pengendalian Intern Aktiva Tetap pada PDAM
Tirta Anom Banjar.
B. Kajian Pustaka
1. Struktur Pengendalian Intern

a.
1)
2)
3)
4)
b.

1)
2)
3)
4)
5)

2.

Menurut Arens dan Loebbecke yang diterjemahkan oleh Amir Abadi Yusup dalamAuditing Suatu
Pendekatan Terpadu (2003:261) menyatakan bahwa pengertian struktur pengendalian intern adalah
struktur pengendalian intern mencakup lima kategori dasar kebijakan dan prosedur yang di rancang
dan di gunakan manajemen untuk memberikan keyakinan yang memadai bahwa tujuan
pengendalian dapat di penuhi.
Sedangkan Ikatan Akuntan Indonesia (2010:319) dalam Standar Profesional Akuntan Publik
mengemukakan pengertian Struktur Pengendalian Intern adalah Struktur pengendalian intern
satuan usaha terdiri dari kebijakan dan prosedur yang diterapkan untuk memberikan keyakinan
(assurance) memadai bahwa tujuan tertentu satuan usaha akan tercapai.
Dari kedua pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa struktur pengendalian intern
merupakan kebijakan dan prosedur yang ditetapkan untuk memberikan jaminan yang memadai agar
tujuan organisasi dapat dicapai.
Tujuan Struktur Pengendalian Intern
Perancangan struktur pengendalian Intern memiliki empat tujuan pokok hal itu dikemukakan oleh
Lamidjan dalam Sistem Informasi Akuntansi (2007:58) bahwa tujuan pengendalian intern adalah :
Mengamankan harta kekayaan perusahaan
Menguji/mengecek ketelitian dan kebenaran data akuntansi perusahaan
Meningkatkan efisiensi perusahaan
Ketaatan pada kebijakan-kebijakan manajemen perusahaan.
Adapun ke empat tujuan tersebut dapat di uraikan sebagai berikut :
Unsur-unsur Struktur Pengendalian Intern
Adapun unsur-unsur pokok struktur pengendalian intern yang di kemukakan oleh Hartadi (2004:81)
dalam bukunya Sistem Pengendalian Intern adalah sebagai berikut :
Lingkungan Pengendalian Intern
Perkembangan Resiko
Kegiatan pengendalian
Komunisasi dan informasi
Monitoring
Pada kenyataannya struktur pengendalian intern yang dilaksanakan tidak sepenuhnya dapat
mengatasi penyelewenangan dan kesalahan karena adanya keterbatasan-keterbatasan yang ada
pada struktur pengendalian intern tersebut.
Theodorus M. Tuanakotta (2002:100-101) dalam Auditing Petunjuk Pemeriksaan Akuntan
Publik mengemukakan batas-batas pengendalian intern sebagai berikut : a) Persekongkolan, b)
Biaya, c) Kelemahan manusia.
Aktiva Tetap
Pengertian aktiva tetap menurut Baridwan (2004:271) dalam intermediate accountingadalah aktivaaktiva yang berwujud yang sifatnya permanen yang digunakan dalam kegiatan perusahaan yang
normal sedangkan menurut Ikatan Akuntansi Indonesia (2009:16) aktiva tetap adalah
Aktiva berwujud yang diperoleh dalam bentuk siap pakai atau dengan dibangun lebih dahulu, yang
digunakan dalam operasi perusahaan tidak dimaksudkan utuk dijual dalam rangka kegiatan normal
perusahaan dan mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun.
Pendapat lain dikemukakan oleh Mulyadi (2001:591) dalam Sistem Akuntansi aktiva tetap adalah
Kekayaan perusahaan yang memiliki wujud, mempunyai manfaat ekonomis lebih dari satu tahun
dan diperoleh perusahaan untuk melaksanakan kegiatan perusahaan, bukan untuk dijual kembali
sementara Soemarso (2005:23) dalam Akuntansi Suatu Pengantar mengemukakan bahwa : aktiva
tetap adalah aktiva yang terdiri dari :
1) Jangka waktu yang pemakaiannya lama;
2) digunakan dalam kegiatan perusahaan;

a.
1)
2)
3)

b.

1)
2)
3)

3) dimiliki tidak untuk dijual kembali dalam kegiatan normal perusahaan ;


4) nilainya cukup besar.
Baridwan (2004:272) dalam Intermediate Accounting mengemukakan bahwa: aktiva tetap
dalam operasi perusahaan dapat digolongkan dalam 2 (dua) kategori yaitu : aktiva tetap berwujud
dan aktiva tetap tidak berwujud. Pendapat tersebut dapat diuraikan sebagai berikut :
Aktiva tetap berwujud yaitu : aktiva-aktiva berwujud yang sifatnya relatif permanen yang digunakan
dalam kegiatan perusahaan yang normal, aktiva itu meliputi :
Aktiva tetap yang umumnya tidak terbatas seperti : tanah untuk letak perusahaan, pertanian dan
peternakan
Aktiva tetap yang umurnya terbatas dan apabila sudah habis masa penggunaannya dapat diganti
dengan aktiva sejenis, misalnya : bangunan, mesin, alat-alat mebeuler, kendaraan dan lain-lain
Aktiva tetap yang umumnya terbatas dan apabila sudah habis masa penggunaannya tidak dapat
diganti dengan aktiva yang sejenis, misalnya : sumber-sumber alam seperti tambang, hutan dan
lain-lain
Aktiva tetap tidak berwujud, yaitu : aktiva-aktiva yang umumnya lebih dari satu tahun atau tidak
mempunyai bentuk fisik, aktiva seperti ini mempunyai nilai karena diharapkan dapat memberikan
sumbangan pada laba, aktiva ini meliputi :
Hak paten adalah suatu hak yang diberikan kepada pihak yang menemukan suatu hal baru untuk
membuat, menjual atau mengawasi penemuannya selama jangka waktu 17 tahun atau kurang
Hak cipta adalah hak yang diberikan kepada pengarang atau pemain untuk menerbitkan, menjual
atau mengawasi karangannya, musik atau pekerjaan pementasan
Good will adalah semua kelebihan yang teradapat dalam suatu usaha seperti letak perusahaan
yang baik, nama yang terkenal, tumpuan yang ahli dan lain-lain.

a.

Akuntansi Aktiva Tetap


Menurut Standar Akuntansi Keuangan (SAK) Nomor 16 dijelaskan sebagai berikut :
1) Suatu benda berwujud harus diakui sebagai salah satu aktiva dan di kelompokkan sebagai aktiva
tetap bila :
a. Besar kemungkinan (probable) bahwa manfaat keekonomian di masa yang akan datang
yang berkaitan dengan aktiva tersebut akan mengalir ke dalam perusahaan; dan
b. Biaya perolehan aktiva dapat di ukur secara andal
2) Suatu benda berwujud yang memenuhi kualifikasi untuk diakui sebagai suatu aktiva dan
dikelompokkan sebagai aktiva tetap, pada awalnya harus diukur berdasarkan biaya perolehan
3) Harga perolehan dari masing-masing aktiva yang diperoleh secara gabungan ditentukan dengan
mengalokasikan harga gabungan tersebut berdasarkan perbandingan nilai wajar masing-masing
aktiva yang bersangkutan
4) Suatu aktiva tetap dapat diperoleh dalam pertukaran atau pertukaran sebagian untuk suatu aktiva
yang tidak serupa atau aktiva lain. Biaya dari pos semacam itu diukur pada nilai wajar aktiva yang
dilepas atau yang diperoleh, yang mana yang lebih handal, ekuivalen dengan nilai wajar aktiva yang
dilepaskan setelah disesuaikan dengan jumlah setiap kas atau setara kas yang di transfer

5) Aktiva tetap yang diperoleh dari sumbangan harus dicatat sebesar harga taksiran atau harga pasar
yang layak dengan mengkreditkan akun model yang berasal dari sumbangan.
b. Pemilihan Aktiva Tetap
Dalam pemilihan aktiva tetap perlu diketahui adanya ciri khusus berbagai assetsantara lain sebagai
berikut :
1) Assets ini merupakan barang-barang fisik yang diadakan oleh perusahaan untuk melaksanakan
atau membantu produksi barang-barang lain atau pemberian jasa pada perusahaan atau
pelanggannya dalam usaha bisnis yang normal
2) Assets ini mempunyai unsur yang terbatas dan pada akhirnya harus dibuang atau diganti, umumnya
ini tergantung dari keausan dan pemeliharaan atau perawatan aktiva tetap
3) Nilai assets ini berasal dari kemampuan untuk memperoleh penggunaan atasassets tersebut secara
sah (berdasarkan hukum) dan bukannya pemaksaan berdasarkan kontrak
4) Umumnya jasa-jasa yang diberikan assets ini meliputi periode-periode yang baik dari satu tahun
atau satu periode akuntansi
Akan tetapi karakteristik-karakteristik di atas tidak bisa secara tegas membedakan aktiva tetap
perusahaan dengan aktiva tetap perusahaan lainnya. Karena jika hanya mngikuti karakteristik di
atas aktiva tetap akan meliputi sejumlah barang yang sangat banyak, yang mempunyai nilai yang
bervariasi yang relatif sangat besar sampai dengan relatif yang sangat kecil.
c.

Struktur Pengendalian Intern Aktiva Tetap


Mulyadi (2001:600) dalam Sistem Akuntansi mengemukakan bahwa dokumen yang digunakan
untuk merekam dapat transaksi yang mengubah harga pokok aktiva tetap dan akumulasi depresiasi
aktiva tetap adalah :
1) Surat permintaan otorisasi investasi (expendirure outhorization request atau authorization for
expenditure)
2) Surat permintaan reparasi (autorization for repair)
3) Surat permintaan transfer aktiva tetap
4) Surat permintaan penghentian pemakaian aktiva tetap
5) Surat perintah kerja (work order)
6) Surat order pembelian
7) Laporan penerimaan barang
8) Faktur dari pemasok
9) Bukti kas keluar
10) Bukti memorial
d. Fungsi yang terkait dengan aktiva tetap
Mulyadi (2001:608) dalam Sistem Akuntansi mengemukakan bahwa fungsi yang terkait dalam
transaksi yang mengubah harga pokok aktiva tetap dan akumulasi depresiasi aktiva tetap adalah :
1) Fungsi pemakai
2) Fungsi riset dan pengembangan
3) Direktur yang bersangkutan
4) Fungsi pembelian
5) Fungsi penerimaan
6) Fungsi aktiva tetap
7) Fungsi akuntansi

e.

1)
2)
3)
1.

2.
3.

Catatan Akuntansi Aktiva Tetap


Menurut Mulyadi (2001:608) dalam sistem akuntansi mengemukakan bahwa : Catatan
akuntansi yang digunakan untuk mencatat transaksi yang mengubah harga pokok aktiva tetap
adalah : 1) Kartu aktiva tetap, 2) Jurnal umum dan 3) Register bukti kas keluar.
Mulyadi (2001:592) dalam sistem akuntansi mengemukakan bahwa Transaksi yang
bersangkutan dengan aktiva tetap terdiri dari 3 kelompok yaitu :
Transaksi yang mengubah rekening aktiva tetap,
Transaksi yang mengubah rekening depresiasi aktiva tetap yang bersangkutan, dan
Transaksi yang mengubah rekening biaya reparasi dan pemeliharaan aktiva tetap.
Pendapat tersebut dapat diuraikan sebagai berikut :
Jenis transaksi yang mengubah harga pokok aktiva tertap terdiri dari : transaksi perolehan
(pembelian, pembangunan dan sumbangan) pengeluaran modal, reparasi, pertukaran, penghentian
pemakaian dan penjualan
Jenis transaksi yang mengubah akumulasi depresiasi aktiva tetap terdiri dari: deperensasi,
pengehentian pemakaian penjualan dan pertukaran
Jenis transaksi yang mengubah rekening biaya reparasi dan pemeliharaan aktiva tetap adalah
konsumsi sebagai sumber daya : bahan dan suku cadang, sumber daya manusia, energi peralatan
dan sumber daya lain untuk kegiatan reparasi dan pemeliharaan aktiva tetap

C. Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penyelidikan deskriptif
studi kasus, metode penyelidikan deskriptif adalah suatu penelitian yang membicarakan beberapa
kemungkinan untuk memecahkan masalah yang aktual, dengan jalan mengumpulkan data,
menyusun
atau
mengklasifikasikannya,
menganalisa
dan
menginterprestasi (Surakhmad,1998:147).
Adapun ciri-ciri metode deskriptif menurut (Surakhmad, 1998:147) adalah sebagai berikut :
1. Memusatkan diri pada pemecahan masalah-masalah yang ada pada masa sekarang. Pada
masalah-masalah yang akan datang
2. Data yang dikumpulkan mula-mula di susun dijelaskan dan kemudian di analisa (karena metode ini
sering pula disebut metode analitik)
Maka dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penyelidikan deskriptif studi kasus.
Penelitian ini memusatkan perhatian pada suatu kasus secara intensif dan mendetail. Subjek yang
di selidiki terdiri dari satu unit yang dipandang sebagai kasus, yang pada umumnya menghasilkan
gambaran yakni hasil pengumpulan dan analisis data kasus dalam suatu jangka waktu.
D. Hasil Penelitian
1. Hasil Penelitian mengenai pelaksanaan Struktur Pengendalian Intern Aktiva Tetap pada
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Anom Banjar
Pengendalian intern terhadap aktiva tetap yang dilaksanakan oleh Perusahaan Daerah Air
Minum (PDAM) Tirta Anom Banjar dilaksanakan oleh Satuan Pengawas Intern (SPI) yang
bertanggung jawab kepada direktur Utama.

Dalam melaksanakan tugasnya, Satuan Pengawas Intern (SPI) dibantu oleh pangawas
operasional dan pengawas keuangan. Pengawas operasional memiliki tugas untuk melakukan
pengawasan terhadap seluruh kegiatan operasional perusahaan. Sedangkan pengawas keuangan
bertugas untuk melakukan pengawasan terhadap keuangan perusahaan dengan cara melakukan
pemeriksaan laporan keuangan perusahaan secara berkala.
Pelaksanaan Pengendalian Intern Aktiva Tetap di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)
Tirta Anom Banjar dilakukan oleh pengawas operasional atas perintah Satuan Pengawas Intern
(SPI) yang bertanggung jawab kepada Direktur Utama dengan cara melakukan pemeriksaan
terhadap Aktiva Tetap yang dimiliki oleh perusahaan dengan tujuan agar dapat diketahui jika terjadi
penyimpangan, penyelewengan atau kerusakan pada Aktiva Tetap.
Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) PDAM Tirta Anom Banjar berdasarkan SK
Walikota Banjar Nomor 539/Kpts.269-HUK/XII tanggal 21 Desember 2004 tentang pengisian struktur
organisasi. Adapun Struktur Organisasi Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Anom Banjar meliputi :
a. Direktur Utama
Direktur utama dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh :
Direktur Umum
Direktur Teknik
Direktur Pengawas Intern
Bidang penelitian dan pengembangan
b. Direktur Umum
Direktur umum dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh :
Kepala Bagian Hubungan langganan
Kepala bagian administrasi umum
Kapala bagian keuangan dan pembukuan
c. Direktur Teknik
Direktur teknik dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh :
Kepala Bagain pengoperasian
Kepala bagian perencanaan
Berdasarkan pembagian fungsi pada PDAM Tirta Anom Banjar apabila dihubungan dengan
pengelolaan aktiva tetap adalah sebagai berikut :

a. Unit Pemakai
Unit organisasi pemakai aktiva tetap berfungsi mengelola pemakaian aktiva tetap. Dalam
hal ini dilaksanakan oleh sub bagian gudang yang berada dibagian administrasi dan umum. Dalam
melakukan teknis pengelolaan aktiva tetap. Bagian gudang memgang peranannya dalam
pengadaan dan pengeluaran (pemakaian) aktiva tetap misalnya pipa instalasi sumber, instalasi
pengelohan air, instalasi pompa, instalasi transmisi dan distribusi. Oleh karena itu bagian gudang
akan selalu mengetahui penerimaan dan pengeluaran barang di gudang.
b. Fungsi Akuntansi
Fungsi ini dipegang oleh sub bagian pembukuan dan pengolah data, segala pencatatan
mulai dari peerolehan pemakaian, penyusutan dan pelepasannya dilaksanakan oleh sub bagian
pembukuan dan pengolah data.

1)
2)
3)
4)
5)
6)
7)

1)
2)
3)
4)
5)
a.
b.
c.

a.

b.

Pada PDAM Tirta Anom Banjar otorisasi dilakukan oleh Direktur Utama dan bagian-bagian
lainnya yang berwenang dan memegang jabatan dalam setiap kegiatan perusahaan khususnya
mengenai aktiva tetap, dimana dari mulai pembelian atau pengadaan aktiva tetap sampai pada
pelepasannya tidak terlepas dari otoritas pimpinan perusahaan. Misalnya :
Surat permintaan otorisasi investasi diotorisasi oleh Direktur yang bersangkutan
Surat permintaan otorisasi reparasi diotorisasi oleh Direktur Utama
Surat pemerintah kerja di otorisasi oleh kepala bagian yang bersangkutan
Surat Order pembelian di otorisasi oleh Direktur utama
Laporan penerimaan barang di otorisasi oleh bagian penerimaan barang (tim pemeriksa)
Bukti kas keluar di otorisasi oleh direktur utama
Bukti memorial di otorisasi oleh bagian pembukuan
Setiap pemutakhiran data yang dicatat dalam kartu aktiva tetap di lakukan oleh sub bagian
pembukuan dan unit pengolahan data yang dasarkan pada dokumen, sumber yang di otorisasi oleh
pejabat yang berwenang serta dilampiri dokumen pendukung yang sahih.
Dokumen-dokumen yang digunakan adalah :
Persetujuan anggaran
Bukti kas keluar (Voucher)
Surat Penawaran Harga
Surat Pengajuan Perbaikan Aktiva Tetap
Bukti penerimaan barang
Sedangkan untuk catatan-catatan yang biasa digunakan adalah :
Jurnal umum
Buku besar
Buku pembantu
Pembagian tanggung jawab fungsional dan sistem wewenang dan prosedur pencatatan
yang telah ditetapkan tidak akan terlaksana dengan baik jika tidak di ciptakan cara-cara untuk
menjamin praktek yang sehat dalam pelaksanaannya.
Adapun cara yang dilakukan oleh PDAM Tirta Anom Banjar dalam menciptakan
praktek yang sehat adalah :
Pengendalian fisik atas aktiva tetap
Pengendalian fisik atas aktiva tetap yang dilaksanakan oleh PDAM Tirta Anom Banjar
adalah :
Pengendalian fisik terhadap aktiva tetap digudang dilakukan oleh sub bagian gudang
Pengendalian fisik terhadap pemeliharaan aktiva tetap dilaksanakana oleh bagian pemeliharaan
Pengendalian fisik terhadap pencatatan dilaksanakan oleh sub bagian pembukuan dan pengolah
data melalui pencocokan aktiva tetap secara fisik dengan kartu aktiva tetap
Pengendalian fisik atas catatan yang dilakukan oleh PDAM Tirta Anom Banjar adalah
Untuk aktiva tetap yang berasal dari pembelian menggunakan persetujuan anggaran
Dokumen dan catatan disimpan di tempat aman dan dalam file komputer
Pengertian independen atas pelaksanaan pengelolaan aktiva tetap pada PDAM Tirta Anom Banjar
dilakukan oleh satuan pengawas intern.
Adanya kebijakan akuntansi tentang pemisahan

Pengeluaran modal (Capital Expenditure) dengan pengeluaran pendapatan (Revenue


Expenditure). Yang dapat dikategorikan ke dalam pengertian barang modal (Aktiva Tetap) adalah
pengeluaran-pengeluaran untuk pembelian barang-barang yang berwujud dalam bentuk siap pakai
atau di bangun terlebih dahulu untuk digunakan dalam operasi perusahaan. Barang-barang modal
tersebut tidak dimaksudkan untuk dijual dalam rangka kegiatan usaha yang normal dan mempunyai
masa manfaat lebih dari satu tahun dengan batasan diatas Rp. 500.000 dengan memperhatikan :
1. Batas Minimal
2. Ditetapkan dengan keputusan Direksi
Namun dengan demikian jika terdapat pembelian barang-barang tertentu yang harga
satuannya dibawah Rp. 500.000,- akan tetapi barang-barang tersebut lazimnya dibutuhkan dalam
jumlah lebih dari 1 (satu) buah sehingga melampaui nilai Rp. 500.000 maka transaksi pembelian
tersebut harus dibukukan sebagai pengeluaran barang modal. Selanjutnya pembelian-pembelian di
kemudian hari untuk menggantikan satuan-satuan yang rusak, dapat dibukukan sebagai
pengeluaran biaya.
Pengeluaran-pengeluaran utuk penggantian komponen-komponen mesin atau
instalasi yang bersifat pemeliharaan rutin dibukukan sebagai biaya. Akan tetapi bila
perbaikan/penggantian komponen yang dimaksud memberi tambahan masa atau nilai manfaat dari
aktiva tersebut dan nilainya melebihi Rp. 500.000 seperti tersebut di atas agar dibukukan sebagai
pengurang (debet) akumulasi penyusutan.
Jika terdapat pengeluaran-pengeluaran untuk memudahkan instalasi dari satu tempat ke
tempat lain dengan maksud agar instalasi tersebut dapat berfungsi sebagaimana mestinya maka
biaya pemudahan dibukukan sebagai beban tahun berjalan (biaya). Khusus untuk pemindahan pipapipa distribusi yang harus dilakukan karena faktor-faktor diluar kemampuan manajemen untuk
mengendalikannya (misalnya karena pelebaran jalan tersebut) maka nilai buku dari instalasi yang
digunakan harus dikeluarkan dari instalasi yang digantikan harus dikeluarkan dari harga
perolehannya. Demikian untuk pengeluaran-pengeluaran renovasi, dianut perlakuan akuntansi yang
sama.
Adapun perubahan naik turun jumlah aktiva tetap dari tahun 2008 sampai dengan 2010
sebagai berikut :
Tabel 2
Perubahan Naik Turun Aktiva Tetap
Tahun 2008 - 2010

Tahun

Jumlah

Persentase

Perubahan
naik/turun

Keterangan

2008
2009
2010

16,308,176,298.09
14,798,414,479.07
14,392,348,494.73
45,498,939,271.89

35.84
32.53
31.63
100

3,31
0,9
-

Turun
Turun
-

Berdasarkan tabel tersebut dapat diketahui bahwa terjadi perubahan dalam jumlah aktiva
tetap dari tahun 2008 sampai dengan tahun 2010. Perubahan jumlah aktiva tetap pada tahun 2009
terjadi penurunan sebesar 3,31 % sedangkan untuk tahun 2010 terjadi penurunan sebesar 0,9 %

penurunan aktiva tetap tersebut dikarenakan perusahaan melakukan pengendalian intern dalam
pengelolaan aktiva tetap.
E. Penutup
1. Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan oleh penulis, maka dapat
diambil kesimpulan secara umum struktur pengendalian intern aktiva tetap pada Perusahaan
Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Anom Banjar telah dilaksanakan dengan cukup memadai oleh
satuan pengawas intern yang dibantu oleh pengawas operasional dan pengawas keuangan.
Struktur pengendalian intern aktiva tetap telah dilaksanakan dengan cukup memadai
sehingga struktur pengendalian intern aktiva tetap yang efektif dan efisien belum sepenuhnya
terwujud. Semua karyawan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Anom Banjar dalam
melaksanakan tugas dan kewajibannya belum sepenuhnya sesuai dengan prosedur yang telah
ditetapkan.
2. Saran
Berdasarkan kesimpulan yang telah dikemukakan maka penulis mencoba menyampaikan
rekomendasi sebagai berikut :
1. Peningkatan struktur pengendalian intern aktiva tetap pada PDAM Tirta Anom Banjar hendaknya
dapat mendorong karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan aturan yag telah
ditetapkan. Untuk itu perusahaan harus melakukan evaluasi secara rutin terhadap pelaksanaan
tugas dari setiap bagian atau fungsi.
2. Untuk lebih menjamin peranan pengendalian intern aktiva tetap yang ditetapkan dalam perusahaan,
maka diperlukan pemeriksaan yang rutin sehingga penyelewengan atau penyimpangan dan
kerusakan terhadap harta kekayaan perusahaan dapat dihindari.
F. Daftar Pustaka
Hartadi, B. 2004. Auditing; Suatu Pendekatan Komprehensif Per Pos & Per Siklus, Edisi ke-2. Salemba
Empat:Jakarta.
IAI.
2010. SAK
Entitas
Tanpa
Akuntabilitas
Publik
(ETAP). available
online
at:www.iaiglobal.or.id/prinsip_akuntansi/standar.php?cat=SAK%20Umum&id=71 (accessed October
2011)
Ikatan Akuntansi Indonesia. 2009. Standar Akuntansi Keuangan. Jakarta: Salemba Empat.
La Midjan dan Azhar Susanto.2007. SIA Pendekatan Manual Penyusunan Metode-Metode Prosedur Edisi
8. Lingga Jaya.
Mulyadi. 2001. Sistem Perancangan dan pengendalian Manajemen. Jakarta: Salemba Empat.
Soemarso S.R. 2005. Akuntansi Suatu Pengantar. Jakarta: Salemba Empat.
Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) PDAM Tirta Anom Banjar berdasarkan SK Walikota Banjar Nomor
539/Kpts.269-HUK/XII tanggal 21 Desember 2004 tentang pengisian struktur organisasi.
Surakhmad.Winarno.1998. Pengantar Penelitian Ilmiah: Dasar, Metode dan Teknik, edisi kedelapan,
Bandung: Tarsito (anggota IKAPI).
Theodorus M. Tuanakotta. 2002. Teori Akuntansi. Jakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Yusuf, A.Abadi, Rudi M. Tumbunan. 2003 : (Penterjemah : Sistem Informasi Akuntansi, Jilid 1,Edisi
Indonesia, Jakarta:Indeks Kelompok Gramedia.
Zaki Baridwan. 2004. Intermediate Accounting. Yogyakarta: BPFE.