Anda di halaman 1dari 48

MATERI

AZAS REKAYASA PROSES

Materi Azas Rekayasa Proses

Page 1

BAB I
KONSEP TEKNIK KIMIA
Pengertian Teknik Kimia
Menurut Bahasa atau asal katanya.

Teknik adalah proses atau cara membuat sesuatu, sedangkan Kimia adalah
bahan-bahan yang bersifat biologis maupun fisis yang sering digunakan oleh
manusia didalam kehidupannya sehari-hari.
Jika di gabung maka teknik kimia menurut bahasa adalah proses/cara
membuat sesuatu yang bahan dasanya berupa zat baik bersifat biologis maupun
fisis yang sering diketemukan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Pandangan Umum.
Teknik kimia atau yang biasa disebut Chemical Engineering adalah ilmu teknik
atau rekayasa yang mempelajari pemrosesan bahan mentah menjadi barang
yang lebih berguna, dapat berupa barang jadi ataupun barang setengah jadi.
Ilmu teknik kimia diaplikasikan terutama dalam perancangan dan pemeliharaan
proses-proses kimia, baik dalam skala kecil maupun dalam skala besar seperti
perusahaan-perusahaan yang berbahan dasar kimia.
Ilmu-ilmu yang menjadi dasar dalam teknik kimia, antara lain adalah:

Neraca massa

Neraca energy

Peristiwa perpindahan massa, energi, momentum

Reaksi kimia

Termokimia

Termodinamika

Terdapat pula ilmu-ilmu pendukung yang teknik kimia, antara lain:

Materi Azas Rekayasa Proses

Page 2

Mekanika fluida

Ilmu tentang material

Selain ilmu dasar dan ilmu pendukung, terdapat pula kemampuan-kemampuan dan
pengetahuan-pengetahuan aplikatif yang perlu dikuasai oleh seorang insinyur teknik
kimia, antara lain:

Pengendalian proses kimia

Instrumentasi

Perancangan proses kimia

Penanganan limbah pabrik

Prosedur keselamatan pabrik kimia

Evaluasi ekonomi pabrik kimia

Manajemen proyek

Ruang lingkup pekerjaan seorang Teknik Kimia :

Process Engineer,

Project Engineer,

Plant Operation/production dalam pengoperasian pabrik,

Plant Technical Service,

Quality Control,

Research and Development (R&D),

Environment Risk Assessor ,

Environment Safety and Health,

Technical Sales,

Customer Technical Sales,

Peneliti dalam bidang penelitian dan pengembangan,

Konsultan dalam pembangunan atau operasi pabrik,

Tenaga edukatif dalam bidang pendidikan


Materi Azas Rekayasa Proses

Page 3

BAB II
SISTEM SATUAN DAN VARIABEL PROSES

Sasaran Pengajaran :
Menjumlahkan, mengurangi, mengalikan dan membagi satuan
Mengubah satuan-satuan dan fungsi persamaan dalam massa, panjang, gaya,dll
Mendefinisikan dan menggunakan factor konversi Gc
Besaran apapun yang kita ukur seperti panjang, massa atu kecepatan, terdiri
dari angka dan satuan. Sering kita diberikan besaran dalam satuan tertentu dan kita
ingin menyatakannya dalam satuan lain. Misalnya kita mengetahui jarak dua kota
dalam satuan kilometer dan kita ingin mengetahui berapa jaraknya dalam satuan
meter, untuk itu kita harus mengkonversi satuan tersebut. Konversi berarti
mengubah. Sebelum kita melakukan konversi satuan, kita harus memahami
pengertian satuan, dimensi, dan faktor koreksi.

Satuan : sesuatu yang digunakan untuk menyatakan ukuran besaran, contoh :


meter, feet, mili (panjang) ; gram, pound, slug (massa).

Dimensi : satuan yang dinyatakan secara umum dalam besaran primer, contoh
: massa (M), panjang (L).

Factor konversi : angka tak berdimensi yang merupakan ekivalensi satuan


yang bersangkutan.

Satuan :
1. Satuan internasional (SI)
Kelebihan Satuan Internasional (SI) adalah kemudahan dalam pemakaiannya,
karena menggunakan sistem decimal (kelipatan 10) dan hanya satu satuan
Materi Azas Rekayasa Proses

Page 4

pokok untuk setiap besaran dengan penambahan awalan untuk satuan yang
lebh besar atau lebih kecil.
2. FPS
Tabel 1. Sistem Unit Satuan
Nama

Panjang

Waktu

Massa

SI

Meter (m)

Detik (s)

Koligram (kg)

FPS

Foot (ft)

Detik (s)

Slug (

Gaya
Newton (N)
Pound (lb)

Tabel 2. Faktor Konversi Satuan


Kwantitas
Gaya
Massa
Panjang

FPS

SI

Pound (lb)
(

4,4482 N
14,5938 kg

Foot (ft)

0,3048 m

Tabel 3. Prefiks
Eksponensial

Prefiks

Simbol SI

1.000.000.000

109

Giga

1.000.000

106

Mega

1.000

103

Kilo

0,001

10-3

Milli

0,000 001

10-6

Micro

0,000 000 001

10-9

Nano

Multiple

Sub multiple

Materi Azas Rekayasa Proses

Page 5

Contoh :
1. 125

Penyelesaian :
125

= 0,01058

2. 20 mN x 10 MN = .. kN2
Penyelesaian :
20 mN x 10 MN = [

) ]x[

X(

) ]

= 200 kN2

Dalam kehidupan kita sehari-hari ada 4 sistem satuan yang dikenal, yaitu :

Absolute dynamic system : (cgs : cm, gram, sec)

English absolute system : (fps : ft, pound, sec)

SI ( System International) : (mks : meter, kg, sec)

Gravitational system :
1. British Engng (BE) : ft, sec, slug
2. American Engng (AE) : ft, sec, lbm , lbf

Pada operasi penambahan dan pengurangan dimensi dari bilangan yang dioperasikan

harus sama, sedangkan dalam perkalian dan pembagian tidak ada syarat dalam
operasinya.
Permasalahan:
Tentukan hasil dari operasi matematika di bawah ini :
1. 10 kg + 400 meter =
Materi Azas Rekayasa Proses

Page 6

2. 200 feet + 21 cm =
3. 500 meter 2 sekon =
4. 2 joule / 4 meter =
Contoh soal :
Selesaikanlah perhitungan dibawah ini :
(a) 20 jam + 4 meter =
(b) 2 joule + 50 Btu =
Jawaban :
(a) dapat kita lihat bahwa satuan dan dimensi yang digunakan berbeda, 20 jam
berdimensi waktu sedangkan 4 meter berdimensi panjang, maka operasi tersebut
tidak dapat diselesaikan.
(b) satuan yang digunakan berbeda namun dimensinya sama, keduanya sama-sama
dimensi energi, maka operasi dapat dilakukan dengan mengubah satuannya menjadi
sama ( konversi ), baik itu dalam joule atau Btu.
karena 1 joule = 9,484.10-4 Btu maka
2 joule + 50 BTU = 2 ( 9,484.10-4 ) Btu + 50 Btu = 50,00189 Btu

Dalam contoh soal diatas kita melihat adanya perubahan satuan dari joule ke Btu hal
inilah yang disebut dengan konversi. Konversi sering dilakukan apabila data yang
tersedia dinyatakan dalam satuan yang berbeda.
Contoh Soal :
Jika sebuah mobil menepuh jarak Jakarta bandung dengan kecepatan 10m/s dan
sebuah bus melaju dengan kecepatan 150% dari kecepatan mobil tersebut,
berapakah kecepatan bus tersebut dalam kilometer perjam?
Jawaban :
kecepatan bus 150% 10m/s = 15 m/s
Materi Azas Rekayasa Proses

Page 7

15 meter 1 kilometer 3600 sekon = 54 kilometer/jam


sekon
1000 meter
1 jam
Soal-Soal Latihan !
1. Ubahlah 3785 m3/jam menjadi gal/min
2. Di suatu tempat dengan percepatan grafitasi 4,5 ft/sec2 seseorang mempunyai
berat 100 lbf . Berapa Lbf kah berat orang itu di bumi??
3. Kapasitas panas spesifik untuk toluene diberikan oleh persamaan berikut :
Cp = 20,869 + 5,239.10-2 T dimana Cp dalam Btu/(lbmol)(0F) dan T(0F)
Nyatakan persamaan dalam cal/(gmol)(K) dengan T(K)

BEBERAPA BESARAN PENTING


Pada perhitungan yang menyangkut reaksi kimia sering dijumpai besaran
besaran kuantitatif dengan berbagai treminologi yang mempunyai pengertian
khusus. Besaran tersebut antara lain :
a. MOL
Mol adalah hasil bagi massa suatu zat dengan berat molekulnya.
b. Densitas ()
Densitas atau kerapatan adalah massa persatuan volum
c. Volum spesifik (Vs)
volum spesifik adalah kebalikan dari densitas, yaitu volum persatuan massa
d. Spesifik gravity / berat jenis (b.j. atau s.g.)
Berat jenis adalah perbandingan kerapatan zat tsb dengan zat pembanding
(standar). Berat jenis tidak mempunyai dimensi. sebagai pembanding biasanya
digunakan air dalam suhu 40C. Berat jenis zat cair atau padat tidak
bergantung kepada tekanan tetapi bergantung kepada suhu, oleh karena itu
dalam menyatakan berat jenis harus disebutkan suhunya.
Materi Azas Rekayasa Proses

Page 8

e. Komposisi.
Komposisi merupakan perbandingan antara suatu zat dengan seluruh
campuran. Komposisi dapat dinyatakan dalam :
o Fraksi massa atau persen berat.
Fraksi massa A = WA/WTOTAL
% berat A = WA/WTOTAL 100%
o Fraksi volum atau persen volum
Fraksi volum A = VA/VTOTAL
% volum A = VA/VTOTAL 100%
o Fraksi mol atau persen mol
Fraksi mol A = mol A / mol total campuran
% mol A = mol A / mol total campuran 100%
f. Konsentrasi.
Merupakan jumlah zat tersebut yang terlarut dalam sejumlah pelarut.
Konsentrasi dapat dinyatakan sebagai :
o

berat / volum = gram / cm3, gram / liter dll.

mol / volum = mol / liter, lbmol / ft3

o parts per million (ppm)


Dalam gas ppm dinyatakan dalam mol.
contoh :
o 100 ppm CO2 dlm udara berarti tdpt 100 mol CO2 dlm 106 mol udara
o 20 ppm besi dlm air berarti tdpt 20 gram besi setiap 106 gram air.
o Molaritas : mol / liter larutan
o Molalitas : mol / 1000 gram pelarut
o Normalitas : gram ekivalen / liter larutan

Materi Azas Rekayasa Proses

Page 9

g. Temperatur ( Suhu ).
Suhu ditetapkan dari titik tripel air, yaitu 00C atau 273,15 K.
Terdapat 4 skala suhu yang biasa dipakai dalam perhitungan, yaitu :
skala

suhu nol mutlak

ttk beku normal air

ttk didih normal air

celcius

- 273, 15 0C

0 0C

100 0C

Kelvin

0K

273,15 K

373,15 K

Fahrenheit

- 459,67 0F

32 0F

212 0F

Renkine

0 0R

492 0R

672 0R

Hubungan antara keempat skala suhu tersebut adalah sbb:


TC = 5/9(TF - 32)
TK = TC + 273,15
TR = TF + 459,67
Hubungan selisih suhu :
TC = TK

1,8 TC = TF

TF = TR

1,8 TK = TR

h. Tekanan.
Tekanan merupakan gaya persatuan luas yang tegak lurus gaya tersebut.
P = gaya / luas = F / A ( Pascal, Psi, Atm, Bar, Torr )
1 atm = 760 mmHg
1 bar = 100 kPa
1 torr = 1 mmHg
1 Psi = 1 lbf / in2

Materi Azas Rekayasa Proses

Page 10

Contoh Soal :
1. Hitunglah densitas merkuri dalam lbm/ft3 jika diketahui spesifik grafity
merkuri pada 200C adalah 13,546 dan hitunglah volume dalam ft3 jika
diketahui massa merkuri 215 kg ?
Jawab :
a. Hg = spesifik gravity massa jenis air pada suhu 200C
= 13,546 62,43 lbm/ft3
= 845,7 lbm/ft3
b. V

= 215 kg 1lbm / 0,454 kg 1 ft3 / 845,7 lbm = 0,56 ft3

2. Hitunglah mol glukosa yag terkandung dalam 10 kg gula jika fraksi berat
glukosa dalam gula 16 % !!!!
Jawab :
berat glukosa dalam gula = 16 % 10 kg = 1,6 kg
mol glukosa = berat glukosa / Mr glukosa
= 1600 gram / 160 gram/mol = 10 mol
3.Jika suatu larutan NaOH pada pabrik sabun mengalir dengan laju alir 240 liter
per menit, maka berapa mol kah NaOH yang mengalir tiap detiknya jika
diketahui konsentrasi NaOH adalah 0,02 M
Jawab :
Jumlah NaOH yang mengalir tiap detik = 240 liter/min 1 min/60det
= 4 liter/det
mol NaOH tiap detik = 4 liter/det 0,02 mol/liter = 0,08 mol/det
4.Hitunglah perbedaan suhu dalam

C jika sebuah konduktor mengalami

pemanasan dari 800F menjadi 1400F !


Jawab :

Materi Azas Rekayasa Proses

Page 11

800F = 5/9 (80 32) = 26,6 0C

cara 1.

1400F = 5/9 (140 32) = 59,90C


T = 33,3 0C
cara 2. 1,8 Tc = Tf
= (120 80) / 1,8 = 33,3 0C

SOAL LATIHAN :
1. Jika suatu pabrik gula dalam sehari dapat menghasilkan gula sebanyak 100 kg,
maka berapa % mol glukosa yang terkandung dalam gula tersebut jika diketahui
komposisi gula tersebut adalah 20% berat glukosa dan sisanya adalah air !
diketahui : Mr H2O = 18 dan glukosa = 160
2. Jika suatu alat pemanas air dapat memanaskan air dengan laju pemanasan
100C/menit maka berapakah suhu akhir dalam 0R jika air dengan suhu 293 K
dipanaskan selama 2 jam ?
3. Suatu dongkrak hidrolik mempunyai luas penampang 250 cm 2, jika pada pompa
tersebut diberikan gaya sebesar 200 Newton maka berapa Psi kah tekanan yang
diterima pompa tersebut ?
4. Suatu campuran hidrokarbon mempunyai komposisi berikut (% berat):
n-C4H10

50

n-C5H12

30

n-C6H14

20

Hitunglah: (a) Fraksi mol setiap komponen


(b) Berat molekul rata-rata campuran
5.Suatu larutan mengandung 25% berat garam dalam air. Jika densitas larutan
tersebut adalah 1,2 g/cm3. Nyatakan komposisinya dalam:
(a) Kilogram garam per kilogram air
Materi Azas Rekayasa Proses

Page 12

(b) lb garam per ft3 larutan


6. Campuran gas terdiri dari 3 komponen: argon, B dan C. Komposisi campuran adalah
sebagai berikut:
40% (mol) argon
18,75% (massa) B
20% (mol) C
Berat molekul argon adalah 40 dan berat molekul C 50. Hitunglah:
(a) Berat molekul B
(b) Berat molekul rata-rata campuran
7. Suatu manometer menggunakan kerosene (berat jenis = 0,82) sebagai fluidanya.
Jika terbaca beda tinggi manometer 5 in, berapa beda tingginya dalam mm jika
digunakan air raksa?

Materi Azas Rekayasa Proses

Page 13

BAB III
PERSAMAAN KIMIA dan STOIKHIOMETRI

Suatu pabrik DRY ICE ingin menghasilkan 500 kg/jam dry ice dari proses

pembakaran heptana. Jika hanya 50 % CO2 yang dapat diubah menjadi dry
ice maka berapa kg hepatana yang harus dibakar setiap jamnya?
Apakah yang dimaksud dengan basis dan reaktan pembatas? Pada saat

bagaimana basis dan reaktan pembatas digunakan?


Persamaan kimia merupakan suatu gambaran atau data yang memuat data
kualitatif dan kuantitatif dalam suatu reaksi kimia.
Gambaran kualitatif dapat berupa :
o Zat pereaksi (reaktan)
o Zat hasil reaksi (produk)
o Efek panas (endoterm/eksoterm)
Sedangkan gambaran kuantitatif dapat berupa :
o Komposisi
o Hubungan kuantitatif
o Jumlah
contoh :
N2 + 3 H2

2 NH3

Hf = - 1230 kj

kualitatif

kuantitatif

reaktan N2 & H2

1 mol N2 bereaksi dengan 3 mol H2

produk NH3

menghasilkan 2 mol NH3

reaksi eksotermis

Materi Azas Rekayasa Proses

Page 14

Reaksi kimia adalah perubahan yang terjadi saat satu atau lebih zat
terkonversi

menjadi

zat

lain,

dinyatakan

dengan

persamaan

reaksi

yang

menunjukkan hubungan molar antara reaktan dan produk.


Contoh:
Jika kita meniup menggunakan sedotan ke dalam larutan yang mengandung Ca(OH)2,
terjadi reaksi berikut:
Ca 2+ + H2O + CO2 CaCO3 + 2H

Persamaan di atas menunjukkan bahwa satu mol Ca2+ membutuhkan satu mol CO2
untuk bereaksi yang menghasilkan produk satu mol padatan CaCO3 dan 2 mol ion H+.
Jika diketahui larutan mengandung 0,10 gram ion Ca2+, maka jumlah CO2 yang
dibutuhkan dapat dihitung dengan cara berikut:
Ca2+ + H2O + C2O CaCO3 + 2H+
0,10

1 mol Ca2+ ~ 1 mol CO2


Jadi CO2 yang dibutuhkan = 0,1 gram x 44 grm/mol = 0,11 grm CO2
40 gr/mol
Jenis-Jenis Reaksi Kimia:
1. Reaksi penggabungan: dua reaktan bergabung membentuk senyawa baru.
Contoh: H2 + Cl2 2HCl
2. Reaksi pertukaran: dua rekatan saling mempertukarkan ionnya.
Contoh: NaCl + AgNO3

AgCl + NaNO3

3. Reaksi pembakaran: reaksi yang melibatkan oksigen atau udara sebagai reaktan.
Contoh: C2H5OH + O2 2CO2 + 3H2O
4. Reaksi oksidasi dan reduksi (redoks): reaksi yang mengoksidasi dan atau
mereduksi suatu zat. Contoh: reaksi pembakaran.

Materi Azas Rekayasa Proses

Page 15

5. Reaksi penggantian: reaksi dimana suatu komponen menggantikan komponen


lainnya. Contoh: reaksi redoks berikut:
2Al + Fe2O3 2Fe + Al2O3 dimana Al menggantikan Fe di dalam oksida.

Stoikiometri kimia adalah hubungan kuantitatif antara reaktan dan produk,


didasarkan pada kenyataan bahwa materi tersusun atas atom dan molekul. Karena
atom dari berbagai unsur dan molekul-molekul dari berbagai zat mempunyai berat
berbeda, hubungan kuantitas yang digunakan dinyatakan dalam mol.
Stoikhiometri merupakan perhitungan yang berhubungan dengan reaksi kimia dan
proporsional dengan koefisien reaksi kimia.
Contoh:
2H2 + O2 2H2O
Artinya 2 mol hidrogen bereaksi dengan 1 mol oksigen menghasilkan 2 mol air.
Kemampuan yang harus dipelajari dalam stoikiometri:
1. Kemampuan mengubah banyaknya zat dari satuan massa ke dalam mol, atau
sebaliknya.
2. Kemampuan untuk mengerti perubahan atau reaksi kimia (mengetahui reaktan
dan produk yang dihasilkan, serta .menuliskan persamaan reaksi (balance)
Untuk mempermudah perhitungan dalam stoikhiometri kita sering menggunakan
basis. Basis adalah acuan yang dipilih sebagai dasar perhitungan.
contoh soal :
Dalam pembakaran pentana ingin dihasilkan 440 kg gas CO2, berapa kg kah pentana
yang harus digunakan untuk reaksi tersebut jika 50% CO2 menyublim menjadi dry
ice?
Jawab :
basis : 440 kg gas CO2
Materi Azas Rekayasa Proses

Page 16

berarti CO2 yang harus dihasilkan dalam proses pembakaran :


440 kg / 0,5 = 880 kg
mol CO2 = 880 kg/ 44 gram/mol
= 20 kmol
reaksi yang terjadi (stoikhiometri):
C5H12 + 8 O2 5 CO2 + 6 H2O
4 kmol
20 kmol
berat pentana yang harus dibakar = 4 kmol 72 gram/mol = 288 kg.

Materi Azas Rekayasa Proses

Page 17

BAB IV
REAKSI KIMIA DALAM INDUSTRI

Pada kenyataan di dalam industri meskipun reaktan yang dipakai tepat


stoikiometris tetapi reaksi yang terjadi tidak sempurna, yang dimaksud tidak
sempurna disini adalah ada reaktan yang tidak terpakai atau bersisa. Karena
ketidaksempurnaan inilah maka ada beberapa pengertian yang berhubungan dengan
reaksi:
1. Reaktan pembatas (limitting reactant):
Reaktan yang perbandingan stoikiometriknya paling kecil/ sedikit
2. Reaktan berlebih (excess reactan):
Reaktan yang melebihi reaktan pembatas.
% kelebihan =

mol kelebihan

X 100%

mol yg stoikiometrik dg reaktan pembatas


misalnya kelebihan udara (excess air): udara berlebih terhadap kebutuhan
teoritis untuk pembakaran sempurna pada proses pembakaran
3. Konversi (tingkat kesempurnaan reaksi):
Bagian dari umpan/reaktan yang berubah menjadi hasil/produk.
% Konversi =

jumlah mol zat yang bereaksi x 100 %


jumlah mol zat mula-mula

4. Selektivitas (selectivity) :
Perbandingan (%) mol produk tertentu (biasanya yang diinginkan) dengan mol
produk lainnya (biasanya sampingan) yang dihasilkan

Materi Azas Rekayasa Proses

Page 18

5. Yield :Untuk reaktan dan produk tunggal adalah berat/mol produk akhir
dibagi dengan berat/mol reaktan awal, sedangkan untuk reaktan & produk
yang lebih dari 1 harus dijelaskan reaktan yang menjadi dasar yield.
% Yield =

berat atau mol produk


x 100 %
berat atau mol reaktan awal

MACAM-MACAM LAJU ALIR


1. Point linear velocity (Laju alir linear titik): laju alir ditinjau pada satu titik.
V [=] 1/t [=] m/jam, ft/det , m/jam dsb
2. Average linear velocity (Laju alir linear rata-rata) : laju alir linear rata-rata pada
seluruh penampang
V = Q / A = debit/luas = l3/t = l/t = m/det = ft/det dsb
l2
3. Volumetric flow rate (laju alir volum) : sejumlah volum yang mengalir per satuan
waktu (debit = Q)
Q = volum / waktu = A . V = l3/t = m3/menit , gallon/menit =
4. Mass flow rate (laju alir massa) : sejumlah massa yang mengalir per satuan
Waktu
= massa/waktu = m / t = kg/menit ; ton/jam ; lb/detik ; dsb
5. Molal flow rate (laju alir molal) : sejumlah mol yang mengalir per satuan waktu
= mol / waktu = massa/BM = gmol/menit; lbmol/det ; dsb
T
Contoh soal 1 :
Antimon dibuat dengan cara memanaskan stibnit (Sb2S3) dengan serpihan besi,
lelehan antimon dikeluarkan dari bawah reaktor. Sebanyak 0,6 kg stibnit dan 0,25
kg serpihan besi dipanaskan bersama-sama ternyata dihasilkan 0,2 kg antimon.
Rx : Sb2S3 + 3Fe

2 Sb + 3 FeS

Materi Azas Rekayasa Proses

Page 19

Hitunglah:
a. reaktan pembatas

b. reaktan berlebih

c. tingkat kesempurnaan reaksi

d. % konversi

e. selektivitas

f. Yield

Jawab:

Rx : Sb2S3 + 3Fe

2 Sb + 3 FeS

a & b. Menentukan reaktan pembatas dan berlebih:


untuk bereaksi dengan 1,77 mol Sb2S3 membutuhkan 3 X 1,77 mol = 5,31 mol Fe
sedangkan Fe yang tersedia hanyalah 4,48 mol. Disini terlihat bahwa Fe
stiokiometrik terkecil jumlahnya maka Fe merupakan reaktan pembatas, dan
Sb2S3 adalah reaktan berlebih.
c. Walaupun Fe adalah reaktan pembatas tetapi tidak semua Fe habis bereaksi, jika
dilihat dari produk Sb yang dihasilkan hanya 1,64 mol ini berarti Fe yang
bereaksi sebanyak:
3 mol Fe X 1,64 mol Sb = 2,46 mol Fe
2 mol Sb
maka tingkat kesempurnaan reaksi Fe menjadi FeS = 2,46 / 1,77 x 100 % = 55 %
sedangkan untuk 1.64 mol Sb maka Sb2S3 yang bereaksi sebanyak:
1 mol Sb2S3 X 1,64 mol Sb = 0,82 mol Sb2S3
2 mol Sb

Materi Azas Rekayasa Proses

Page 20

maka tingkat kesempurnaan reaksi Sb2S3 menjadi Sb =


0.82 /1,77 X 100% = 46,3%
e. Selektivitas didasarkan pada Sb2S3 yang seharusnya dapat dikonversikan
dengan Fe yang ada :
selektivitas = (0,82 / 1,49) x 100 % = 55 %
f.

Yield = kg Sb terbentuk
kg Sb2S3 mula-mula

= 0,2 kg
0,6 kg

x 100 % = 33,5 % ( Sb/Sb2S3 )

Contoh soal 2:
Alumunium sulfat dapat dibuat dengan mereaksikan pecahan biji bauksit dengan
asam sulfat menurut reaksi :
Al2O3 + 3 H2SO4 Al2(SO4)3 + 3 H2O
Biji bauksit mengandung 55,4% alumuniumoksida dan sisanya pengotor. Sedangkan
asam sulfat berkadar 77,7% H2SO4 (sisanya air). Untuk menghasilkan 800 kg
alumunium sulfat dipergunakan 480 kg biji bauksit dan 1200 kg asam sulfat.
Pertanyaan:
a. Zat manakah yang berlebih dan berapa %
b. Berapa % reaktan berlebih yang terpakai
c. Berapa tingkat kesempurnaan reaksi
d. Berapa yield alumunium sulfat
Jawab :
55,4% Al2O3

H 2O

REAKTOR
77,7% H2SO4

Materi Azas Rekayasa Proses

Al2(SO4)3

Page 21

Reaktan

Produk

Zat

BM

Massa (Kg)

Mol (kmol)

Al2O3

101.9

0,554 x 480

2,61

H2SO4

98.1

0,777 x 1200

9,50

Al2(SO4)3

342,1

800

2,33

Rx: Al2O3 + 3 H2SO4 Al2(SO4)3 + 3 H2O


a. Menentukan reaktan berlebih :
Untuk bereaksi dengan 2,61 kgmol Al2O3 membutuhkan 3 x 2,61 = 7,83 kgmol
H2SO4 sedangkan H2SO4 yang tersedia 9,505 kgmol jadi H2SO4 lebih maka
reaktan berlebihnya adalah H2SO4 sedangkan reaktan pembatasnya adalah Al2O3
% H2SO4 berlebih = 9,505 7,83 X 100% = 21,39 %
9,505
b. Menghitung reaktan berlebih yang terpakai :
Produk Al2(SO4)3 2,338 kgmol ini memerlukan:
2,338 kgmol Al2(SO4)3 X 3 kgmol H2SO4 = 7,014 kgmol H2SO4
1 kgmol Al2(SO4)3
% H2SO4 terpakai = 7,014 kgmol X 100% = 73,79%
9,505 kgmol
c. Tingkat kesempunaan reaksi : (dipandang atas dasar Al2O3 yang bereaksi)
= (2,333/ 2,61) X 100% = 89%
d. Yield = kg Al2(SO4)3 = 800 = 1,66 (Al2(SO4)3/ Al2O3)
kg Al2O3
480
dalam hal ini yield lebih dari satu karena perhitungan dalam berat padahal BM
produk jauh lebih besar dari pada reaktan.

Materi Azas Rekayasa Proses

Page 22

Soal-soal Latihan
1. Gypsum (CaSO4.2H2O) dihasilkan dengan mereaksikan kalsium karbonat dan
asam sulfat. Analisa dari batu kapur adalah: CaCO3 96,89%; MgCO3 1,14%;
inert 1,7%. Untuk mereaksikan seluruh batu kapur seberat 5 ton tentukan :
a. Berat gypsum anhidrat (CaSO4) yang dihasilkan
b. Berat larutan asam sulfat (98% berat) yang dibutuhkan
c. Berat Karbondioksida yang dihasilkan
(BM: CaCO3 = 100; MgCO3 = 84,32; H2SO4 = 98; CaSO4 = 136; MgSO4 =120;
H2O = 18; CO2 = 44)
2. Sintesis amonia menggunakan reaksi berikut:
N2 + 3 H2 2 NH3
Pada sebuah pabrik, 4202 lb nitrogen dan 1406 lb hidrogen diumpankan
kedalam reaktor perjam. Produk amonia murni yang dihasilkan oleh reaktor ini
sebanyak 3060 lb per jam.
a. Tentukan reaktan pembatas
b. Berapa % excess reaktan
c. Berapa % konversi yang didapatkan berdasarkan pada reaktan pembatas
3. 5 lb bismut (BM=209) dipanaskan bersama dengan 1 lb sulfur untuk
membentuk Bi2S3 (BM= 514). Pada akhir reaksi, zat yang dihasilkan
mengandung 5% sulfur bebas. Tentukan:
Reaksi : 2 Bi + 3 S Bi2S3
a. Reaktan pembatas
b. % excess reaktan
c. % konversi dari sulfur menjadi Bi2S3

Materi Azas Rekayasa Proses

Page 23

BAB V
KESETIMBANGAN MATERI

Gambar di atas adalah lembar alir sederhana untuk pabrik gula. Tebu
dimasukan ke dalam sebuah penggilingan dengan sirup diperas keluar dan bagase
yang dihasilkan mengandung 80% pulp. Sirup E yang mengandung potongan-potongan
halus pulp dimasukan kedalam saringan yang menghilangkan semua pulp dan
menghasilkan sirup jernih pada aliran H yang mengandung 5% gula dan 85% air.
Evaporator membuat sirup kental dan kristalizer menghasilkan 1000 lb/jam kristal
gula.
Dari keterangan yang diberikan ini dapatkah anda mencari:
1. Berapa banyak air yang dihilangkan didalam evaporator (lb/jam) ?
2. Berapa besar fraksi massa komponen-komponen dalam arus buangan G ?
3. Berapa besar laju masukan tebu kedalam unit (lb/jam) ?

Materi Azas Rekayasa Proses

Page 24

NERACA BAHAN
Neraca bahan adalah perincian dari jumlah bahan-bahan yang masuk, keluar dan
yang menumpuk di dalam sebuah sistem. Sistem ini dapat berupa satu alat proses
maupun rangkaian dari beberapa alat proses, bahkan rangkaian dari banyak alat
proses.
Prinsip dari neraca bahan itu sendiri adalah:
1. Neraca bahan merupakan penerapan hukum kekekalan massa terhadap suatu
sistem proses atau pabrik.
2. Massa berjumlah tetap, tidak dapat dimusnahkan maupun diciptakan

RUMUS UMUM NERACA BAHAN


Input

output

generate

Input

= masukan ke system

Output

= keluaran dari system

Generate

= terbentuk hasil reaksi

Consumption =

Acumulation

Consumption = digunakan oleh reaksi


Accumulation = terkumpul dalam system

JENIS-JENIS PROSES
Berdasarkan kejadiannya proses terbagi menjadi dua yaitu proses Batch
(per-angkatan) dan proses kontinyu (berkesinambungan)
A. Proses Batch :
Pemasukan reaktan dan pengeluaran hasil dilakukan dalam selang waktu tertentu/
tidak terusmenerus.
Contoh: - Proses memasak didalam sebuah panci (panci menjadi alat proses)
Materi Azas Rekayasa Proses

Page 25

- Pemanasan air dengan koil pada teko


B. Proses Kontinyu:
Proses dengan pemasukan bahan dan pengeluaran produk dilakukan secara terus
menerus/ berkesinambungan dengan laju tertentu.
Bahan masuk dengan laju tetap

REAKTOR

Produk keluar dengan laju tetap

Berdasarkan keadaannya proses dibedakan menjadi dua yaitu proses dalam


keadaan tunak (steady) dan keadaan tak tunak (unsteady)
A. Proses steady:
Semua aliran di dalam sistem mempunyai laju, komposisi, massa dan suhu yang tetap
atau tidak berubah terhadap waktu. Sehingga pada keadaan ini jumlah akumulasi di
dalam sistem tetap.
Laju alir masuk = Laju alir keluar
in

out

B. Proses Unsteady
Dalam proses unsteady terjadi perubahan dalam sistem terhadap waktu. Baik
berupa perubahan laju, komposisi, massa maupun suhu. Karena adanya perubahan
laju maka terdapat perubahan akumulasi di dalam sistem sehingga akumulasi massa
harus diperhitungkan.

Materi Azas Rekayasa Proses

Page 26

PENYUSUNAN PERSAMAAN NERACA BAHAN


Neraca massa dibuat untuk satu alat/unit atau rangkaian alat dengan batasan
sistem (system boundary) tertentu/jelas, jumlah bahan yang dihitung adalah hanya
bahan-bahan yang masuk dan keluar dari sistem yang telah ditentukan batasnya.
Neraca yang dibuat harus berdasarkan Hukum kekekalan massa yaitu massa tidak
dapat diciptakan atau dimusnahkan; kalaupun berubah hanya bentuk atau tempatnya.
Tahap-tahap pembuatan neraca bahan:
1. Tentukan jenis proses
2. Jika pada proses tidak menyangkut reaksi kimia, neraca bahan dapat dibuat
dalam satuan massa atau mol untuk satu periode waktu tertentu.
3. Jika terdapat reaksi kimia , sebaiknya digunakan satuan mol untuk setiap

unsur/komponen karena jika disusun neraca molekul harus diperhatikan


senyawa-senyawa yang berkaitan satu sama lain secara stoikiometrik.
4. Persamaan neraca yang terbentuk akan berupa persamaan linier atau non
linier; baik persamaan-persamaan tersebut tidak tergantung (independent)
ataupun

saling

tergantung

(dependent)

atau

keduanya.

Penyelesaian

persamaan-persamaan tersebut dapat dilakukan dengan cara eliminasi,


substitusi atau jika perlu diselesaikan secara serempak (simultan). Ada satu
ukuran yang dapat memberikan indikasi apakah persamaan neraca bahan
dapat diselesaikan atau tidak ukuran ini adalah Degree of freedom atau
Derajat Kebebasan (DK), DK akan kita bahas setelah contoh-2 soal berikut.
Contoh soal 1
Suatu bahan dengan kandungan air 60% dikeringkan sampai 75% airnya menguap.
Hitunglah :
a) Jumlah air yang diuapkan tiap kg bahan basah
b) Komposisi bahan akhir
Materi Azas Rekayasa Proses

Page 27

jawab:
1. Buatlah diagram alir dan tulis hal-hal yang diketahui (besaran kualitas dan
kuantitas)

2. Tentukan basis
Basis: 100 kg bahan basah
air dalam bahan basah: 0,6 x 100 = 60 kg
air yang menguap : 0,75 x 60 = 45 kg
padatan yang terdapat dalam bahan basah = 0,4 x 100 = 40kg
3. Buatlah persamaan neraca bahan:
air yang tersisa dalam bahan = air dalam bahan air yang menguap
= 60 kg 45 kg = 15 kg
a. jumlah air yang diuapkan tiap kg bahan basah = 45 / 100 = 0,45 kg
b. komposisi bahan akhir :
air

= ( 15/ 15+ 40 ) x 100 % = 27,3 %

padatan = 100% - 27,3% = 72,7%

KESETIMBANGAN MATERI TANPA REAKSI KIMIA


Pada kesetimbangan materi tanpa reaksi kimia, rumus umum yang digunakan adalah :
Laju masuk - laju keluar = akumulasi
hal ini karena tidak adanya pembentukan zat ataupun reaksi kimia yang menggunakan
zat tersebut,

Materi Azas Rekayasa Proses

Page 28

Contoh soal 2
Sebanyak 100 mol/jam larutan etilen diklorida 40% dalam toluena dimasukkan ke
sebuah kolom (menara) distilasi. Di dalam menara distilasi proses berlangsung
secara kontinyu dan tidak terjadi akumulasi sehingga 100 mol/jam bahan juga keluar
dari kolom. Aliran keluar kolom dibagi menjadi dua yaitu aliran distilat (D) dan aliran
dasar (B = bottom) Aliran distilat keluar dari puncak kolom mengandung 10% mol
etilen diklorida. Tentukan laju alir masing-masing aliran tersebut.
Jawab:

Neraca massa (mol) total : F = D + B ....................................(1)


Neraca massa (mol) komponen (dalam soal ini hanya satu komponen) :
F . XF = D . XD + B . XB .....................................(2)
(1) 100 mol/jam = D + B
B = 100 mol/jam D
(2) 100 . (0,4) = D . (0,95) + B . (0,1)
40= 0,95D + (100-D) . (0,1)
40 = 0,95D + 10 - 0,1D
30 = 0,85D
D = 35,3 mol/jam
B = 100 mol/jam 35,3 mol/jam
B = 64,7 mol/jam
Materi Azas Rekayasa Proses

Page 29

Dua buah contoh soal di atas merupakan contoh sederhana dari suatu system proses
yang tidak melibatkan reaksi kimia. Persamaan-persamaan neraca massa yang
terbentuk masing-masing merupakan persamaan linier yang dapat diselesaikan
dengan cara eliminasi biasa. Berikut ini adalah contoh system proses yang
melibatkan reaksi kimia.

KESETIMBANGAN MATERI DENGAN REAKSI KIMIA.


Pada keadaan ini rumus yang digunakan sama dengan rumus umum kesetimbangan
materi yaitu:
laju alir masuk laju keluar + pembentukan konsumsi = akumulasi

Contoh soal 3
Pada suatu pembakaran, sebanyak 300 kg udara dan 24 kg karbon diumpankan ke
dalam reaktor pada suhu 600oF. Setelah pembakaran sempurna tidak ada bahan
tersisa di dalam reaktor. Hitunglah:
a. Berapa berat karbon, oksigen & berat total bahan yang keluar dari reaktor?
b. Berapa mol karbon & mol oksigen yang masuk dan keluar dari reaktor?
c. Berapa mol total yang masuk dan berapa yang keluar reaktor?
Jawab:

Neraca massa adalah:


Input - output + generation - consumption = accumulation ( 0 )
input + generation = output + consumption

Materi Azas Rekayasa Proses

Page 30

Neraca yang digunakan:


1. Neraca mol total (semua komponen)
2. Neraca mol komponen : CO2 dan O2
Basis : 24 kg C dan 300 kg udara
Komponen yang masuk ke reaktor:

Reaksi yang terjadi : C + O2 CO2


Dari stoikiometri diketahui untuk membakar sempurna 2 kmol C dipakai 2 kmol O2
jadi masih terdapat sisa O2
Neraca O2 : O 2 input + O2 generate = O2 output + O2 consumption
2,17 kmol + 0 = O2 output + 2 kmol
O2 output = 0,17 kmol
Neraca N2 : N 2 input + N2 generate = N2 output + N2 consumption
8,17 kmol + 0 = N2 output + 0
N2 output = 8,17 kmol
Neraca C : C input + C generate = C output + C consumption
0 + 2 kmol = C output + 0
C output = 2 kmol
Tabulasi perhitungan (neraca komponen dalam mol)

Materi Azas Rekayasa Proses

Page 31

a. Tidak ada karbon keluar dalam bentuk C, tetapi dalam bentuk CO2 seberat 88 kg
dimana dalam CO2 tersebut mengandung C seberat 24 kg. O2 yang keluar 0,17
kmol, sisanya keluar dalam bentuk CO2. Berat bahan total yang keluar sama
dengan berat bahan total yang masuk yaitu 324 kg
b. 2 kmol C dan 2,17 kmol O2 yang masuk kedalam reaktor, sedangkan yang keluar
dari reaktor adalah 0 kmol C dan 0,17 kmol O2
c. 2,34 kmol total masuk ke reaktor dan 10,34 kmol keluar dari reaktor.

Contoh soal 4:
Dalam suatu proses pembakaran, gas etana dicampur dengan oksigen dengan
perbandingan 80% etana dan sisanya oksigen campuran ini dibakar dengan udara
berlebih 200%. Pada pembakaran tersebut ternyata 80% gas etana terbakar
menjadi CO2, 10% menjadi CO dan 10% tidak terbakar. Hitung komposisi gas hasil
bakar (dasar basah)
Jawab:

Materi Azas Rekayasa Proses

Page 32

Basis : 100 mol bahan bakar


C2H6 = 80% x 100 mol = 80 mol
O2

= 20% x 100 mol = 20 mol

Reaksi:

Oksigen dari udara yang masuk 200% berlebih berarti 3 x dari yang dibutuhkan
secara teoritis untuk pembakaran sempurna.
Oksigen teoritis yang dibutuhkan untuk pembakaran sempurna :

Oksigen yang terikut dalam bahan bakar = 20 mol


Oksigen teoritis yang dibutuhkan dari udara = 280 mol 20 mol = 260 mol
Oksigen total yang masuk dari udara = 3 x 260 mol = 780 mol
Nitrogen yang masuk bersama udara = 79/21 x 780 mol 2934,3 mol
Menghitung komposisi produk (hasil):
Untuk reaksi (1)
CO2 : (0,8 x 80 mol) x 2 = 128 mol CO2
H2O : (0,8 x 80 mol) x 3 = 192 mol H2O
Untuk reaksi (2)
CO : (0,1 x 80 mol) x 2 = 16 mol CO
H2O : (0,1 x 80 mol) x 3 = 24 mol H2O
Total H2O = 192 + 24 = 216 mol

Materi Azas Rekayasa Proses

Page 33

Total O2 terkonsumsi:
reaksi (1) : (0,8 x 80 mol) x 3,5 = 224 mol
reaksi (2) : (0,1 x 80 mol) x 2,5 = 20 mol
total = 224 + 20 = 244 mol O2
O2 yang keluar bersama gas hasil pembakaran = 800 244 = 556 mol
C2H6 sisa = 0,1 x 80 mol = 8 mol
Ringkasan hasil hitungan

Jika dianalisis orsat ( dasar kering) H2O tidak dihitung. Jumlah mol total = 3642,3
mol.
Komposisi gas kering:
CO2 = 3,51%
O2 = 15,26%
CO = 0,45%
C2H6 = 0,22%
N2 = 80,56%

Dari penyelesaian soal proses dengan melibatkan reaksi kimia ini dapat disimpulkan:

Materi Azas Rekayasa Proses

Page 34

Walaupun massa total yang masuk sama dengan massa total yang keluar (sesuai
dengan hukum kekekalan massa), tetapi jumlah mol yang masuk tidak sama dengan
jumlah mol yang keluar. Hal Hal ini disebabkan oleh adanya reaksi kimia pada
komponen-komponennya.

NERACA BAHAN DENGAN tie component ATAU key component


Banyak persoalan neraca bahan yang seolah-olah rumit tetapi sebenarnya
kalau diperhatikan dengan seksama dapat disederhanakan karena terdapat tie

component atau key component . Komponen ini adalah komponen yang selama proses
dari satu aliran ke aliran lain tidak mengalami perubahan sama sekali (numpang lewat
doang).
Misalnya pada contoh soal 1, yang menjadi tie component adalah bahan padat
(karena tidak mengalami perubahan sama sekali dan jmlahnya tetap) , sedangkan
pada contoh soal 3 dan 4 yang menjadi tie component adalah Nitrogen (karena tidak
ikut bereaksi/ inert).

DERAJAT KEBEBASAN ATAU DEGREE OF FREEDOM


Ada suatu ukuran yang dapat memberikan indikasi bahwa suatu persamaan
(neraca bahan) mungkin dapat diselesaikan atau tidak. Ukuran ini adalah degree of

freedom atau derajat kebebasan dari suatu persoalan. Seharusnya bila ada n
besaran yang tidak diketahui maka untuk menyelesaikannya dibutuhkan n buah
persamaan yang independen.
Bila jumlah persamaan yang tersedia kurang dari n buah maka persoalan
tersebut tidak dapat diselesaikan. Sebaliknya jika terdapat lebih dari n buah
persamaan maka harus diambil hanya n buah persamaan untuk menyelesaikannya. Itu
pun dengan resiko bila persamaan yang kita ambil salah maka dapat terjadi ketidak
Materi Azas Rekayasa Proses

Page 35

konsistenan ketentuan di antara persamaan persamaan yang berlebih tersebut


sehingga hasil yang diperoleh salah.
Derajat kebebasan adalah ukuran yang sederhana untuk mengetahui hal
tersebut. Analisis derajat kebebasan merupakan mekanisme yang sistematis untuk
menghitung semua variabel, persamaan-persamaan neraca dan hubungan-hubungan
yang terkait dalam permasalahan.
Derajat Kebebasan (DK) =
Jumlah variabel aliran yang independen - Jumlah persamaan neraca yang
independen - Jumlah veriabel aliran terspesifikasi yang independen Jumlah
hubungan yang terkait ( yg membentuk persamaan)
Jika DK > 0 : Permasalahan tdk dapat diselesaikan (kurang terspesifikasi)
Jika DK < 0 : Permasalahan kelebihan spesifikasi dapat menyebabkan inkonsistensi
Jika DK = 0 : Permasalahan terspesifikasi dengan benar karena jumlah var yang
tidak diketahui sama dengan jumlah persamaan yang ada

Contoh 1 menghitung DK
Suatu umpan kolom destilasi dengan laju alir 1000 mol/jam mempunyai komposisi
sebagai berikut (%mol): 20% propane, 30% isobutane, 20% isopentane dan sisanya
normal pentane Destilat yang dihasilkan mengandung semua propane dan 80%
isopentane yang masuk kolom, serta mengandung 40% isobutane. Produk bawah
(bottom prod) mengandung semua normal pentane yang masuk kolom. Hitung
komposisi kedua produk tersebut.
Analisis:
1. Terdapat 1 kolom destilasi (1 alat saja)
2. Terdapat 3 aliran (1 masuk, 2 keluar)
Materi Azas Rekayasa Proses

Page 36

3. Anggaplah tiap-tiap aliran mempunyai 4 variabel yaitu 1 var laju alir dan 3 var
komposisi. Dengan demikian untuk ketiga aliran tersebut masingmasing
terdapat 4 var aliran yang nantinya dapat disusun menjadi 4 persamaan
neraca bahan yang independen.
4. Variabel-veriabel aliran yang terspesifikasi (biasanya ditentukan atau
diketahui) sehingga variabel independen dari aliran adalah:
a. 3 var indep komposisi umpan = 20% C3, 30% C4, 20% C5
b. 2 var indep komposisi destilat = 0% C5 dan 40% C4
c. 1 var indep komposisi bottom prod = 0% C3
d. 1 var indep laju umpan = 1000 mol/jam
Berdasarkan analisis diatas maka dapat dijawab sbb:
- Jumlah variabel aliran = 3 aliran x 4 var/aliran = 12 var
- Jumlah persamaan neraca bahan independen = jumlah komponen yang terdapat
dalam sistem yaitu 4 persamaan
- Jumlah var terspesifikasi ada 2 macam yaitu :
* komposisi ada 6 (a,b & c)
* aliran ada 1 (d)
- Jumlah hubungan terkait berupa perolehan di destilat (80%)
Maka:
Jumlah variabel aliran yang independen

= 12

Jumlah persamaan neraca yang independen

=4

Jumlah veriabel aliran terspesifikasi yang independen


Komposisi

=6

Aliran

=1

Jumlah hubungan yang terkait ( yg membentuk persaman) = 1 _ Derajat Kebebasan (DK)


Materi Azas Rekayasa Proses

=0
Page 37

Disini permasalahan terspesifikasi dengan benar sehingga persoalan hanya memiliki


satu penyelasaian. Tetapi perhitungan jumlah variabel dan spesifikasi ini sering
tidak sama pada berbagai literatur karena adanya penyederhanaan oleh masingmasing analis, meskipun hasil akhirnya (DK) tetap sama. Seperti contoh di atas, bisa
saja jumlah variabel aliran hanya 10 karena kita sudah mengetahui bahwa komposisi
dari C5 pada produk destilat = 0. Dengan demikian untuk perhitungan jumlah
variabel komposisi aliran yang terspesifikasi juga akan berkurang 2 (kedua
komposisi tadi) sehingga menjadi 4 Maka:
DK = 10 var aliran - 4 persamaan neraca bahan independen - 4 komposisi 1 aliran 1 hub terkait
DK = 0

Contoh 2 menghitung DK
Titanium dioksida TiO2 banyak digunakan sebagai zat warna pada industri cat dan
kertas. Dalam suatu unit pencuci pada pabrik zat tersebut diinginkan untuk
memproduksi 4000 lb/jam TiO2 kering dan maksimum mengandung 100 ppm garam
basis kering. Keluar dari alat pembuatnya zat pewarna tersebut (raw pigmen)
mengandung 40% TiO2, 20% garam dan sisanya air (% massa).
Pemurnian dilakukan dengan cara pencucian menggunakan air (H2O) kemudian
pemisahan dengan pengendapan hingga diperoleh produk pewarna yang bersih
(washed product) dan air bekas mencuci yang disebut waste water. Pewarna yang
dikehendaki minimal haruslah mengandung 50% TiO2. Karena air buangan bekas cuci
tersebut akan dibuang ke sungai maka komposisinya harus diketahui dengan tepat.
Hitunglah
Analisis:

Materi Azas Rekayasa Proses

Page 38

ncuci
Dari diagram diatas dapat dilihat bahwa jumlah variabel aliran-aliran tersebut
adalah:
- Pewarna kotor 3
- Air pencuci 1
- pewarna bersih 3
- Air cucian 2
9
Jumlah komponen dalam soal ini ada 3, jadi pesamaan neraca independen juga ada 3
Jumlah komposisi yang terspesifikasi : 2 untuk pewarna kotor, 1 untuk pewarna
bersih
Jumlah hubungan tambahan, kapasitas produk dan kandungan garam, ada 2
Maka:
Jumlah variabel aliran yang independen

=9

Jumlah persamaan neraca yang independen

=3

Jumlah veriabel aliran terspesifikasi yang independen

=3

Jumlah hubungan yang terkait ( yg membentuk persaman) = 2 _


Derajat Kebebasan (DK)

Materi Azas Rekayasa Proses

=1

Page 39

DK = 1 atau >0 hal ini berarti soal tersebut tidak bisa diselesaikan (kurang
terspesifikasi), Ada 3 variabel yang tidak diketahui sedangkan hanya ada 2
persamaan jadi perlu satu persamaan lagi, persaman ini bisa berasal dari komposisi,
laju alir atau perbandingan lain yang menyebabkan tambahan hubungan diantara
veriabel-variabel yang tidak dketahui tersebut. Sekarang coba selesaikan dengan
tambahan keterangan perbandingan penggunaan massa air pencuci/pewarna adalah 6
lb H2O per lb pewarna atau F2/F1 = 6

Materi Azas Rekayasa Proses

Page 40

Bypass, Recycle, Purge, Spliter & Mixer

Pada diagram di atas dapat dilihat terdapat beberapa aliran dan alat, berikut akan
dijelaskan tiap aliran dan alat yang digunakan:
I adalah alat yang disebut dengan separator: alat ini berfungsi untuk memisahkan
komposisi tertentu dari suatu aliran sehingga komposisi pada aliran yang dihasilkan
berbeda dengan aliran awal.
II adalah alat yang disebut dengan spliter: alat ini berfungsi untuk memisahkan
aliran tetapi tanpa mengubah komposisi yang terdapat pada lairan sehingga
komposisi aliran yang dihasilkan sama dengan komposisi aliran awal.
III adalah alat yang disebut dengan mixer: alat ini berfungsi untuk mencampurkan
aliran.
Untuk separator dan spliter bisa terdapat pada aliran yang akan di purge, recycle
ataupun yang akan di bypass, tetapi mixer biasanya hanya terdapat pada aliran yang
akan dicampur.
Aliran R

adalah aliran Recycle

(Daur ulang), aliran ini berfungsi untuk

mengembalikan zat-zat, yang masih dibutuhkan, yang masih terdapat dalam aliran
keluar untuk kembali mengalami proses.

Materi Azas Rekayasa Proses

Page 41

Aliran B adalah aliran Bypass, aliran ini adalah aliran yang melewati satu atau
beberapa tahap proses yang langsung menuju pada proses selanjutnya.
Aliran P adalah aliran Purge aliran ini adalah aliran pembuangan untuk mengeluarkan
akumulasi dari inert atau materi yang tidak diinginkan yang jika tidak dikeluarkan
akan tertimbun dalam aliran Recycle.
Dalam neraca massa dengan reaksi kimia kita akan menemui istilah fraction

conversion , fraction conversion yang dimaksud di sini adalah banyaknya jumlah zat
yang digunakan dalam suatu proses dibandingkan dengan jumlah input zat tersebut.
Faktor konversi dibedakan menjadi 2 jenis yaitu :
1. Overall fraction conversion (konversi keseluruhan )

2. Single pass atau once through conversion

Secara singkat dapat dikatakan bahwa single pass hanya menghitung konversi pada
satu alat saja, sedang overall menghitung konversi dalam sistem.

SOAL 1
Asam asetat dapat diproduksi melalui reaksi berikut:
2C2H5OH + 2Na2Cr2O7 + 8H2SO4

3CH3COOH + 2Cr2(SO4)3 + 2Na2SO4 + 11H2O

Reaksi berlangsung dalam system dengan recycle seperti digambarkan dalam


diagram berikut:

Materi Azas Rekayasa Proses

Page 42

Konversi etanol overall sebesar 90% dicapai jika laju alir recycle sama dengan laju
umpan segar C2H5OH. Laju umpan segar H2SO4 dan Na2Cr2O7 masing-masing
berlebih 20% dan 10% secara stoikiometrik terhadap jumlah umpan segar C2H5OH.
Jika aliran recycle mengandung 94% H2SO4 dan sisanya C2H5OH (% dalam mol),
hitunglah:
a. Laju alir produk (P)
b. Laju alir dan komposisi produk limbah (W)
c. Konversi single pass reactor etanol
SOAL 2
Dalam suatu industri minuman, jus jeruk segar mengandung 12% padatan dan sisanya
air; sedangkan produk jus kental mengandung 42% padatan. Jika proses pengentalan
dilakukan dengan proses evaporasi tunggal, sebagian kandungan zat-zat volatile ikut
teruapkan bersama air dan mengakibatkan rasa yang hambar. Untuk mengatasi
masalah ini, sebagian aliran jus jeruk segar di bypass untuk kemudian digabungkan
dengan aliran keluaran evaporator. Sementara itu, aliran jus jeruk segar dikentalkan
dalam evaporator hingga kandungan padatan menjadi 58%.
a. Gambarkan proses yang terjadi!
b. Hitunglah julah produk jus kental yang dihasilkan per 100 kg jus jeruk
segar yang diumpankan ke proses!

Materi Azas Rekayasa Proses

Page 43

c. Hitunglah fraksi jus jeruk segar yang di bypass!


Gunakan notasi-notasi berikut:
F = Aliran jus jeruk segar; E = aliran keluaran evaporator; B = aliran bypass; P =
aliran produk jus kental.

GAS, UAP, CAIRAN DAN PADATAN


4.1 HUKUM GAS IDEAL
Gas ideal adalah gas imajiner yang memenuhi persamaan :
PV=nRT
Dengan :
P = tekanan gas
V = volum total gas
n = jumlah mol gas
R = konstanta gas ideal
T = Suhu dalam kelvin
Persamaan ini dapat diterapkan untuk komponen murni atau campuran.
Sejumlah keadaan standar yang ditentukan secara sembarang atau yang dikenal
dengan standard condition dari suhu dan tekanan ditentukan untuk mengetahui nilai
R, jadi kenyataan bahwa sebuah unsur tdk berwujud gas pada 0oC dan 1 atm (dalam
keadaan standar) tidaklah penting. Sebagai contoh uap air pada 0oC tdk dapat
berada dalam tekanan yang lebih besar dari 0,61 kPa tanpa terjadi pengembunan.
4.1.1 Penerapan hukum gas ideal:
Hk gas ideal dapat digunakan untuk menentukan volume, tekanan, atau suhu suatu
zat dalam keadaan tertentu.
Contoh:
Materi Azas Rekayasa Proses

Page 44

Berapakah densitas O2 pada 27oC dan 250 kPa dalam satuan SI ?


27oC = 300 K ; R = 0,008314 kPa m3/mol K
basis = 1 m3 gas O2

massa O2 = 3,2 kg
densitas O2 = 3,2kg/1m3 = 3,2 kg/m3

4.1.2 Campuran gas ideal dan tekanan gas parsial


Dalam kehidupan sehari-hari, gas biasanya berada dalam suatu campuran
dengan gas lain. Dalam keadaan seperti ini anda tetap dapat menggunakan hukum gas
ideal. Biasanya kita menggunakan kuantitas khayalan yang disebut tekanan parsial.
Tekanan parsial dari gas I didefinisikan sebagai Pi. Jadi hukum gas idealnya
menjadi:
Pi Vtotal = ni R T
Atau

Dimana Yi = Fraksi mol zat i


Contoh soal:
Udara di bumi terdiri dari 21% (%V) oksigen dan 79% nitrogen. Tekanan parsial
oksigen 21 kPa, berapakah tekanan total udara?
PO2 = 21kPa
Materi Azas Rekayasa Proses

Page 45

YO2 = 0,21

4.2 KEJENUHAN (SATURATION)


Kejenuhan adalah suatu keadaan setimbang daimana saat tekanan persial
dalam gas sama dengan tekanan uap cairan tersebut, dalam keadaan ini tidak ada
lagi zat cair yang menguap atau gas yang mengembun. Pada saat titik jenuh tercapai
kita dapat menyatakan bahwa zat tersebut berada dalam titik embun (dew point).
Dengan mengasumsikan bahwa sistem gas ideal berlaku pada saat jenuh maka kita
dapat menuliskan hubungan tekanan (P) gas dengan tekanan (P) cairan dalam keadaan
jenuh sebagai berikut.

4.3 KEJENUHAN PARSIAL DAN KELEMBAPAN


Kejenuhan parsial adalah kondisi dimana uap tidak berada dalam ekuilibrium
dengan fase cair, dan tekanan parsial uap lebih kecil daripada tekanan uap cairan
pada suhu tertentu. Ketika uap adalah uap air dan gas adalah udara, berlaku istilah
khusus kelembapan (humidity). Untuk gas atau uap lainnya digunakan istilah
kejenuhan (saturation).
Kejenuhan relatif (relative saturation) didefinisikan sebagai :

Materi Azas Rekayasa Proses

Page 46

Dengan:
Puap

= Tekanan parsial uap dalam campuran gas

Pjenuh = tekanan parsial uap dalam campuran gas jika gas jenuh pada suhu campuran
yang diberikan (yaitu tekanan uap dari komponen uap)
Untuk ringkasnya :

Kejenuhan molal adalah cara lain untuk menyatakan konsentrasi uap dalam gas
adalah menggunakan rasio mol uap terhadap mol gas bebas uap:

untuk suatu sistem biner dimana 1 menunjukan uap dan 2 menunjukkan gas kering:

Kelembapan atau Humidity (H) manunjukan massa uap cair per massa udara kering
(bonedry air)

Kejenuhan (kelembapan) Absolut, Presentase Kejenuhan (Kelembapan).


Kejenuhan Absolut didefinisikan sebagai rasio mol uap per mol gas bebas-uap
terhadap mol uap yang akan ada per mol gas bebas-uap jika campuran tersebut

jenuh secara sempurna pada suhu dan tekanan total yang ada:
Materi Azas Rekayasa Proses

Page 47

Dengan 1 untuk uap dan 2 untuk gas bebas uap


Persen kejenuhan absolut =

Titik Embun. Selama gas yang jenuh secara parsial mendingin pada volume konstan,
ataupun pada tekanan total konstan, gas yang takdapat mengembun akhirnya
menjadi jenuh dengan uap, dan uap tersebut mulai mengembun. Suhu pengembunan
dimulai pada titik embun (dew point).

Materi Azas Rekayasa Proses

Page 48

Anda mungkin juga menyukai