Anda di halaman 1dari 18

DASAR-DASAR KELISTRIKAN

Advertisement

KELISTRIKAN
Pada artikel kali ini admin mengupas tentang dasar-dasar kelistrikan. Seperti kita
ketahui listrik adalah salah satu bagian yang sangat penting dalam sebuah mobil.
Dimana pada sebauah mobil banyak komponen-komponen yang bekerja berdasarkan
kelistrikan, misalnya ada kelistrikan bodi, kelistrikan mesin, kelistrikan panel instrumen,
dan lain sebagainya. Namun untuk lebih memahami entang listrik penjelasan di bawah
ini mungkin akan memberikan sedikit bagaimana listrik bisa terjadi.
I. KOMPOSISI DARI BENDA-BENDA

Suatu benda bila kita bagi, kita akan mendapatkan suatu partikel yang di sebut molekul
dan bila kita bagi lagi kita akan mendapatkan beberapa atom. Semua atom terdiri dari
inti yang dikelilingi oleh partikel-partikel tipis yang biasa disebut dengan elektronelektron.
Inti terdiri dari proton dan neutron dalam jumlah yang sama, kecuali atom hydrogen
yang kekurangan neutron.

Proton dan elektron mempunyai suatu hal yang sama yaitu muatan listrik (electrical
charge). Proton mempunyai muatan positf dan elektron mempunyai muatan negatif
sedangkan neutron tidak bermuatan.

II. ELEKTRON BEBAS

Elektron-elektron yang orbitnya paling jauh disebut valence electron. Karena elektron
yang mempunyai orbit paling jauh dari inti gaya tariknya lemah, maka elektron ini
cenderung akan berpindah ke atom lain tembaga, perak atau logam lainnya, valensi
elektronnya akan bergerak hampir bebas terhadap intinya, dengan demikian elektron
disebut elektron bebas
TIPE LISTRIK DAN SIFAT-SIFATNYA
I. LISTRIK STATIS DAN LISTRIK DINAMIS

Ada dua tipe listrik yaitu : listrik statis dan listrik dinamis. Listrik dinamis dibagi menjadi
arus searah (DC / Direct Current) dan arus bolak-balik (AC / Alternating Current).
A.

Listrik

Statis

Bila sebatang kaca (glass rod) digosok dengan kain sutera, glass rod dan sutera
menjadi bermuatan listrik, satu bermuatan positif dan satu lagi bermuatan negatif.
Tanpa menyentuh kedua benda tersebut dan menghubungkan dengan konduktor,
muatan listrik tetap berada pada batang kaca dan kain sutera. Karena tidak terjadi
gerakkan maka tipe kelistrikkan ini disebut listrik statis.
Dalam rumus elektron bebas, listrik statis adalah suatu keadaaan dimana elektron
bebas sudah terpisah dari atomnya masing-masing, tetapi tidak bergerak dan hanya
berkumpul di atas permukaan benda.

B.

Listrik

Dinamis

Listrik dinamis adalah suatu ke-adaan dimana terjadinya perge-rakan dari elektronelektron bebas melalui suatu konduktor.
Listrik arus searah (DC) adalah bila elektron-elektron bebas melalui suatu konduktor.
Listrik arus bolak-balik (AC) adalah bila elektron-elektron bebas bergerak dengan arah
yang
bervariasi.

II. ARUS LISTRIK

1.

Arus

Listrik

Bila kita menghubungkan battery dan lampu dengan kabel tembaga, maka lampu akan
menyala. Arus listrik mengalir dari positif ke negatif, tetapi elektron mengalir dari negatif
ke positif.
2.

Satuan Pengukuran Arus Listrik


Besar arus listrik yang mengalir melalui konduktor adalah sama dengan jumlah elektron
bebas yang melewati penampang konduktor setiap detik.

Arus listrik dinyatakan dengan I (intensity) sedangkan besar arus listrik dinyatakan
dengan satuan ampere (A)
Satu ampere sama dengan pergerakan 6,25 x 1018 elektron bebas (1 coloumb) yang
melewati
konduktor
tiap
detik.

3.

Kejadian-Kejadian Yang Disebabkan Oleh Arus Listrik


Bila arus mengalir pada konduktor atau elektrolit akan menyebabkan tiga kejadian :
1.
Pembangkitan
panas,
contohnya
headlight,
cigarette
lighter,
dll.
2. Aksi kimia terjadi pada elektrolit battery yang memungkinkan arus dapat mengalir.
3. Pembangkitan magnet, bila arus listrik mengalir pada kumparan (relay, selenoid,
dll)
III. TEGANGAN LISTRIK

Bila dua buah tangki air yang berbeda tingginya dihubungkan oleh pipa, air akan
mengalir dari tangki yang lebih tinggi ke tangki yang lebih rendah. Hal ini disebabkan
oleh adanya head (perbedaan tinggi) sehingga terjadi perbedaan tekanan (beda
potensial).
Hal yang sama juga terjadi, bila lampu dihubungkan dengan battery oleh kabel.

Hal ini disebabkan oleh adanya potensial tinggi pada terminal positif dan potensial
rendah pada terminal negatif battery (beda potensial), dan te-gangan listrik
menyebabkan arus listrik akan mengalir dan lampu menyala. Tegangan listrik ini
disebut dengan voltage.
Satuan Pengukuran Tegangan Listrik
Satuan tegangan listrik dinyatakan dengan volt (V)

Satu volt adalah tegangan listrik yang dapat mengalirkan arus sebesar 1 ampere pada
konduktor
dengan
tahanan
1
W.

IV. TAHANAN LISTRIK

Dalam hal tahanan terhadap aliran listrik, maka benda-benda digolongkan ke dalam tiga
kategori.
1.

Konduktor
Konduktor adalah material (benda-benda) yang dapat dialiri arus dengan mudah (emas,
perak, tembaga, logam).

2.

Semi Konduktor
Semi konduktor adalah material dimana arus listrik dapat mengalir tetapi tidak semudah
konduktor (silikon, germanium).

3. Isolator
Isolator adalah material yang tidak dapat dialiri arus sama sekali (karet, kaca, plastik).
Tahanan

Listrik

Tahanan listrik adalah derajat kesulitan dari arus listrik (elektron-elektron) mengalir
melalui suatu benda.
Satuan Pengukuran Tahanan Listrik
Tahanan listrik dinyatakan dengan resistance (R) & satuan ohm ().
Satu ohm adalah tahanan yang mampu menahan arus yang mengalir sebesar 1 A
dengan tegangan 1 volt.

Hubungan Antara Diameter Dan Panjang Konduktor Dengan Tahanan


Tangki-tangki dengan ketinggian sama tetapi dihubungkan oleh pipa-pipa dengan
diameter berbeda. Meskipun ketinggiannya sama, tetapi air akan lebih mudah mengalir
pada tangki-tangki yang dihubungkan dengan pipa yang lebih besar.
Kejadian ini juga berlaku untuk listrik, dimana arus listrik ( elektron ) lebih mudah
mengalir pada kabel yang lebih besar.

Bila arus listrik mengalir pada jarak yang jauh (kabel yang panjang), maka tahanan
akan menjadi lebih besar.
Kesimpulannya, tahanan listrik pada suatu konduktor akan berbanding lurus dengan
panjang konduktor dan berbanding terbalik terhadap luas penampang konduktor.

Hubungan

Antara

Temperatur

dan

Tahanan

Listrik

Tahanan listrik pada konduktor akan berubah-ubah dengan ada-nya perubahan


temperatur, bi-asanya tahanan akan naik bila temperatur naik.
Bila sebuah lampu dihubungkan dengan battery melalui kawat, dan kawat tersebut
kemudian di-panaskan dengan api, maka lampu akan menjadi redup.
> Thermistor adalah suatu material yang akan merubah tahanannya dalam dua cara
terhadap perubahan suhu.
> Thermistor PTC (positive temperature coefficient) adalah thermistor yang tahanannya
bertambah jika suhu naik.
> Thermistor NTC (negative temperature coefficient) adalah thermistor yang
tahanannya
berkurang
jika
suhu
naik.

Tahanan Sambungan (Contact Resistance)


Bila penyambungan kabel ke battery atau ke beban keadaannya kurang baik, atau bila
terdapat karat pada switch yang menghubungkan dua kom-ponen, maka arus listrik
menjadi sulit mengalir.
Tahanan sambungan adalah tahanan yang disebabkan oleh hubungan yang kurang
baik.
SIRKUIT KELISTRIKAN
I. TEORI DASAR

Sirkuit kelistrikan adalah rangkaian dimana arus listrik dapat mengalir.

Pada gambar di atas arus listrik mengalir dari terminal positif battery - kabel - fuse switch - kabel - lampu - kabel - terminal negatif battery.
a. Beban

Beban adalah Perlengkapan-perlengkapan kendaraan yang menggunakan listrik


(lampu, klakson, motor wiper, dll).
Dalam sirkuit kelistrikan semua beban dikategorikan sebagai tahanan.
Sirkuit

Listrik

Pada

Mobil

Dalam sirkuit kelistrikan mobil, salah satu ujung kabel dari setiap beban dihubungkan
dengan body atau rangka mobil yang berfungsi sebagai massa (ground) dari sirkuit
(mengembalikan arus ke negatif battery).

II. HUKUM OHM

Bunyi hukum ohm adalah Arus yang mengalir akan berbanding lurus dengan tegangan
yang diberikan dan berbanding terbalik terhadap tahanan.

Penggunaan

Hukum

Ohm

III. TAHANAN RANGKAIAN

1.

Rangkaian Seri

Rangkaian seri mempunyai karakteristik :


a. Tahanan total / kombinasi (combined resistance) selalu lebih besar dari nilai tahanan
terbesar.
b. Arus yang mengalir pada tiap-tiap hambatan sama.
c. Tegangan sumber adalah hasil penjumlahan tegangan-tegangan jatuh ( Voltage drop
).

Tahanan total : R0 = R1 + R2
Arus listrik yang mengalir : I = V =
V
R0
R1+R2
Hitunglah berapa tahanan total dan arus yang mengalir pada sirkuit di bawah ini:

Penurunan Tegangan (Voltage Drop)


Voltage drop adalah Besarnya perubahan tegangan dengan adanya tahanan.

2.

Rangkaian Pararel
Rangkaian
pararel
mempunyai
karakteristik
:
a.
Tahanan kombinasi selalu lebih kecil dari nilai tahanan terkecil.
b.
Tegangan
pada
tiap-tiap
tahanan
adalah
sama.
c. Arus total adalah penjumlahan dari arus-arus yang melewati tiap-tiap tahanan.

3.

Rangkaian

Seri

Pararel

IV. KERJA DAN DAYA LISTRIK

Daya Listrik (Electric Power)


Daya listrik adalah energi listrik yang dirubah menjadi energi lain (energi panas, energi
radiasi
/
sinar,
dan
energi
mekanis.

Satuan

Kerja Listrik

pengukuran

daya

listrik

Kerja listrik adalah jumlah kerja yang dilakukan oleh listrik, dinyatakan dengan simbol W
(work) dengan satuan Ws (watt second), Wh, kWh.
Kerja listrik dapat dihitung dengan rumus :
W= P xt
= VxIxt
PENGARUH ARUS LISTRIK
A. PEMBANGKITAN PANAS

Bila arus listrik mengalir melalui cigarette lighter, maka kabel nichrome pada cigarette
lighter akan menjadi panas dan membara.

B. AKSI MAGNET

1.

Magnet
Magnet akan menarik logam karena mempunyai kemagnetan. Semua benda yang
mempunyai kemagnetan disebut magnet. Kutub magnet (magnetic pole) adalah Bagian
pada magnet yang mempunyai kemagnetan kuat. Bila magnet batang digantung
dengan tali, maka magnet akan menunjuk ke arah kutub utara dan kutub selatan. Kutub
magnet yang menunjuk ke arah kutub utara bumi disebut Utara (U) atau North (N), dan
sebaliknya.

Bila dua buah magnet dengan kutub yang sama saling didekat-kan, maka magnet
tersebut akan tolak-menolak. Bila dua buah magnet dengan kutub yang berbeda saling
didekatkan, maka magnet tersebut akan tarik-menarik.
Gaya tarik-menarik dan tolak-menolak ini disebut gaya magnet

Bila serbuk besi ditaburkan di atas kaca dan sebuah magnet berbentuk tapal kuda
ditempatkan di bawah kaca, serbuk besi akan membentuk formasi seperti pada gambar.

Garis-garis yang dibentuk oleh serbuk besi disebut garis-garis gaya magnet (magnetic
line) atau magnetic flux. Bila kutub-kutub yang polaritasnya berbeda (U dan S), maka
akan terben-tuk fluksi magnet yang saling tarik menarik. Bila kutub-kutub yang
polaritasnya sama (U dan U atau S dan S), maka akan terbentuk fluksi magnet yang
saling tolak menolak.
Fluksi magnet (magnetic flux) dimulai dari kutub utara ke kutub selatan.
2.

Arus

Listrik

dan

Kemagnetan

Bila sepotong kertas dan kawat disusun seperti pada gambar, kemudian kawat dialiri
arus listrik. Serbuk besi yang disebarkan akan membentuk lingkaran-lingkaran.
Kerapatan serbuk besi makin mendekati titik, makin rapat, yang menunjukkan bahwa
medan magnet makin kuat. Saat diletakkan jarum magnet kecil pada kertas. Jarum
akan menunjukkan arah fluksi magnet. Arah arus dan arah magnetic flux dapat
dinyatakan dengan kaidah ulir kanan Yang berbunyi : ketika arus listrik searah dengan
gerakan sekrup ulir kanan saat diputar masuk, fluksi magnet yang dihasilkan searah
dengan gerakan memutar dari sekrup.

Bila konduktor lurus dibengkokkan, sehingga terbentuk lingkaran akan menghasilkan


magnetic flux yang lebih besar dan lebih kuat. Ini menghasilkan kutub utara dan selatan
seperti pada gambar.

Bila konduktor dililitkan berbentuk kumparan (gambar C) disebut selenoid.

Bila arus mengalir seperti pada gambar, arah magnetic flux sedemikian rupa sehingga
kutub S berada dibawah selenoid sedangkan kutub U berada di atas. Garis gaya
magnet akan bertambah sebanding dengan jumlah gulungan dan besarnya arus yang

mengalir pada kumparan dan juga bila kita letakkan inti besi dalam kumparan.

3.

Gaya Elektromagnetik
Gaya Elektromagnetik adalah gaya yang bekerja pada konduktor bila arus mengalir
pada
konduktor
di
dalam
medan
magnet.

Bila sebuah konduktor dan dua buah magnet dengan kutub yang berbeda, disusun
seperti pada gambar, kemudian arus listrik dialirkan melalui konduktor. Garis-garis gaya
magnet di atas konduktor adalah lebih kecil karena fluksi magnet yang dihasilkan oleh
magnet arahnya berlawanan dan yang dihasilkan oleh arus listrik. Sebaliknya garisgaris gaya magnet di bawah konduktor adalah lebih besar karena arahnya
sama. Sehingga menyebabkan konduktor akan terdorong ke atas. Gaya ini disebut
gaya elektromagnetic.
Arah gaya elektromagnetik dapat ditentukan oleh kaidah tangan kiri flemming.

Dimana, jari telunjuk menunjuk-kan arah fluksi magnet, jari tengah menunjukkan arah
arus, dan ibu jari menunjukkan arah gerakan konduktor.

C.

AKSI

KIMIA

Bila dua plat logam dimasukkan ke dalam larutan garam atau asam sulfat. Kemudian
dihubungkan dengan sirkuit kelistrikan seperti pada gambar, lampu akan menyala. Hal
ini membuktikan telah terjadi aksi kimia pada plat logam sehinga arus dapat mengalir
melalui cairan. Salah satu contoh aksi kimia adalah pengisian battery.
Demikian pembahasan tentang dasar-dasar listrik ini, semoga dapat bermanfaat.