Anda di halaman 1dari 6

AUDIT KEUANGAN 1

AUDIT PROCEDURES IN
RESPONSE TO ASSESSED
RISK-SUBSTANTIVE
TEST
TUGAS INDIVIDU

Oleh
Lidya Stefany Wara
(1601272642)
LG53
Universitas Bina Nusantara
Jakarta
2015

AUDIT PROCEDURES IN RESPONSE TO ASSESSED RISK


SUBSTANTIVE TEST
Langkah-langkah untuk Menilai Risiko Salah Saji Material:
1. Mengevaluasi jenis potensi salah saji yang mungkin terjadi
2. Mengevaluasi besarnya potensial salah saji
3. Mengevaluasi kemungkinan potensial salah saji

MENENTUKAN RESIKO DETEKSI


Deteksi Resiko adalah resiko bahwa auditor tidak akan menemukan
salah saji material yang ada dalam sebuah asersi.
Jika, AR = CR x DR dan DR = AP x TD
Jadi DR = AR / (IR X CR)
Model tersebut menunjukkan bahwa untuk tingkat resiko audit tertentu
(audit risk/ AR) yang ditentukan oleh auditor, resiko deteksi (detection
risk/ DR) berbanding terbalik dengan tingkat resiko bawaan (inherent
risk/ IR) yang diperhitungkan dan resiko pengendalian (control risk/
CR).
Berikut adalah hubungan antara strategi-strategi audit pendahuluan,
resiko deteksi yang direncanakan dan tingkat pengujian substantive:

Strategi Audit

Resiko Deteksi yang Memperoleh Keyakinan

Pendahuluan

Direncanakan

yang Direncanakan dari

Penekanan pada

Sedang atau tinggi

Bukti mengenai resiko

resiko bawaan dan

bawaan dan prosedur

prosedur analitis

analitis

Tingkat resiko

Sedang atau tinggi

Pengujian pengendalian

Pendekatan

Rendah atau

Pengujian rincian atas

pengujian substantive

sangat rendah

transaksi dan saldo

pengendalian yang
dinilai lebih rendah

PENGUJIAN KONTROL DAN PENGUJIAN SUBSTANTIF


Perbedaan antara pengujian kontrol dan pengujian substantive:

Tujuan

Jenis

PENGUJIAN KONTROL

PENGUJIAN SUBSTANTIF

Menentukan efektivitas

Menentukan kewajaran

rancangan dan operasi

asersi laporan keuangan

pengendalian internal

yang signifikan

Test control aktivitas

Prosedur awal

Test control lingkungan

Prosedur Analitis

Test system informasi dan

Pengujian rincian atas

komunikasi

transaksi

Test penilaian resiko

Pengujian rincian atas saldo

Test system pengawasan

Pengujian rincian atas

Test program dan

estimasi akuntansi

pengendalian antifraud

Pengujian substantif yang


dibutuhkan oleh GAAs
Pengujian rincian atas
pengungkapan

Sifat

Frekuensi penyimpangan

Kesalahan moneter dalam

Pengukuran

dari pengendalian yang

transaksi dan saldo

Pengujian

dirancang

Prosedur

Bertanya, mengamati,

Sama seperti pengujian

audit yang

memeriksa, reperforming,

pengendalian, ditambah

berlaku

dan teknik audit dengan

prosedur analitis,

bantuan computer

penghitungan,
mengkonfirmasi, menelusuri,
dan vouching

Pemilihan

Terutama pekerjaan

Terutama pada atau

waktu

interim

mendekati tanggal neraca

Komponen

Resiko pengendalian

Resiko deteksi

risiko audit

Standar

Kedua

Ketiga

Tidak

Iya

lapangan
utama
Dibutuhkan
oleh GAAS

PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK MENDUKUNG


PENGUJIAN SUBSTANTIF

Perangkat Lunak Audit Yang Umum.


Satu jenis perangkat lunak audit yang biasa digunakan pada saat
ini dikenal sebagai perangkat lunak audit yang umum (generalized
audit software). Penggunaan perangkat lunak audit memungkinkan auditor mengerjakan data dalam jumlah yang besar dengan
efektif.

Pemilihan dan pencetakan sampel-sampel audit.


Komputer dapat diprogram untuk memilih sampel audit sesuai
kriteria yang dispesifikasikan oleh auditor. Dalam kasus permintaan
konfirmasi tersebut, computer juga dapat digunakan untuk
mencetak surat dan amplop permintaan konfirmasi.

Pengujian kalkulasi dan pembuatan perhitungan.


Kegunaan umum lainnya dari computer adalah untuk menguji
keakuratan perhitungan dalam mesin yang dapat membaca arsip
data (machine-readable data files). Pengujian penjumahan ke
samping, penjumlahan ke bawah atau perhitungan lain dapat
dilakukan.

Peringkasan data dan pelaksanaan analisis.


Dengan demikian, dalam melakukan prosedur analitis, auditor
dapat menggunakan computer untuk menghitung rasio yang
diinginkan dan data komparatif lainnya.

MERANCANG PENGUJIAN AUDIT


Perancangan pengujian substantive meliputi penentuan sifat, waktu,
luas pengujian dan penentuan staf audit yang digunakan guna
memenuhi tingkat resiko deteksi yang dapat diterima untuk setiap
asersi.
SIFAT
Sifat pengujian substantive mengarah pada jenis dan efektivitas
prosedur pemeriksaan yang dilakukan. Jika tingkat resiko deteksi yang
dapat diterima rendah, auditor harus menggunakan prosedur yang
lebih efektif, dan biasanya lebih mahal. Jika tingkat resiko deteksi yang
dapat diterima tinggi, prosedur yang kurang efektif dan murah dapat
digunakan.
PENENTUAN WAKTU
Pengujian Substantif Sebelum Tanggal Neraca. Seorang auditor dapat
melakukan pengujian substantive atas rincian akun pada tanggal
interim (interim date). Pengujian substantive lebih awal atas saldo akun
tidak

bisa

dilakukan,

kecuali

pengujian

pengendalian

telah

memberikan bukti bahwa pengendalian internal beroperasi secara


efektif.
LUAS PENGUJIAN SUBSTANTIF
Semakin banyak bukti yang diperlukan untuk mencapai tingkat resiko
deteksi yang rendah, yang dapat diterima daripada resiko deteksi
yang tinggi. Auditor dapat mengubah jumlah bukti yang diperoleh
dengan mengubah luas pengujian substantive yang dilakukan. Dalam
praktek, perluasan digunakan untuk merata-ratakan jumlah item atau
ukuran sampel dimana pengujian atau prosedur tertentu diterapkan.
PEMILIHAN STAF
Pengujian substantive harus ditugaskan kepada personil dengan
keahlian, kemampuan dan pengalaman yang cukup.

PERTIMBANGAN KHUSUS DALAM MERANCANG PENGUJIAN SUBSTANTIF

AKUN-AKUN LAPORAN KEUANGAN

Pengujian rincian atas saldo lebih berfokus pada asersi laporan


keuangan yang berkaitan dengan akun-akun laporan laba-rugi.
Pendekatan efisien dan logis karena setiap akun laporan laba-rugi
berkaitan dengan satu atau lebih akun-akun neraca.

TRANSAKSI PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA

Auditor harus mengidentifikasi transaksi pihak yang mempunyai


hubungan

istimewa

dalam

perencanaan

audit.

Auditor

perlu

menentukan substansi transaksi pihak yang mempunyai hubungan


istimewa dan pengaruhnya terhadap laporan keuangan.
PROGRAM AUDIT ILUSTRATIF UNTUK PENGUJIAN SUBSTANTIF
Keputusan auditor mengenai pada rancangan pengujian substantive
diperlukan untuk pendokumentasian pada kertas kerja dalam bentuk
program audit tertulis. Program audit merupakan daftar prosedur audit
yang akan dilakukan. Program audit harus cukup rinci memberikan:

Garis besar pekerjaan yang akan dilakukan

Dasar koordinasi, supervise, dan pengendalian audit

Catatan pekerjaa yang dilakukan.