Anda di halaman 1dari 20

KETERGANTUNGAN LAJU REAKSI PADA TEMPERATUR

I Kadek Pater Suteja


1108105016
Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana
________________________________________________________________________

ABSTRAK
Telah dilakukan percobaan ketergantungan laju reaksi pada temperature, dimana variasi
suhu yang digunakan pada pengukuran yaitu 65 oC, 70oC, 75oC.

Pengukuran laju

menggunakan larutan ferri klorida (FeCl3) 0,5 M,. Dalam perhitungan, didapatkan
konsentrasinya dalam 1 botol untuk 1 liter larutan yaitu 3,0824M. Hasil pengamatan volume
gelembung gas yang dihasilkan terhadap temperatur menunjukkan bahwa semakin tinggi
temperatur, maka gelembung gas yang dihasilkan semakin cepat. Dalam percobaan ini
didapat nilai energi aktivasi (Ea) dan faktor pra-eksponensial (A) masing-masing sebesar
dan 4,0443x1020. Nilai waktu paruh pada k1 = 0,1558 didapatkan 4,4448
menit, nilai waktu paruh pada k2 = 0,1219 didapatkan 5,6849 menit, nilai waktu paruh pada k3
= 1,1022 didapatkan 0,6287 menit.
Kata kunci : Laju Reaksi, Temperatur, Energi Aktifitas, Nilai Paruh Waktu
PENDAHULUAN
Pada

umumnya,

meningkat

dengan

temperatur.

Biasanya,

laju

meningkat. Kenaikan temperature sebasar


reaksi

bertambahnya
laju

reaksi

meningkat secara eksponensial sebanding


dengan kenaikkan temperatur. Kenaikan
laju reaksi ini dapat dijelaskan dengan
gerak

molekulnya.

temperatur
meningkat,

gerakan

Dengan

kenaikan

molekul

semakin

sehingga

kemungkinan

terjadinya tabrakan antar molekul juga

10C menyebabkan kenaikan laju reaksi


sebesar 2 sampai 3 kali. Dalam kinetika
kimia dijelaskan pengaruh laju reaksi
terhadap

konsentrasi

mengetahui

mekanisme

berdasarkan pengetahuan
reaksi

yang

diperoleh

reaktan
suatu

dan
reaksi

tentang laju
berdasarkan

eksperimen. Selama berlangsungnya suatu


reaksi, molekul reaktan akan terurai
sedangkan molekul produk akan terbentuk
sehingga dapat diamati proses suatu reaksi

melalui penurunan konsentrasi reaktan

atau produk sehingga panjang gelombang

atau

tertentu sebanding dengan konsentrasinya.

peningkatan

konsentrasi

produk.

Sehingga kecepatan reaksi dapat dimonitor


dari perubahan konsentrasi reaktan dan
produk.

Untuk

reaksi

stokiometri

Dalam percobaan ini, kita tidak akan


mengukur

H 2 O2

tetapi yang diukur

adalah volum oksigen yang dikeluarkan

sederhana seperti:
A

(pada tekanan atmosfer dan temperatur

B
mengungkapkan

kamar) pada waktu yang bervariasi selama

kecepatan reaksi dalam konteks perubahan

reaksi. Volume oksigen yang timbul pada

konsentrasi antara reaktan atau produk

sembarang waktu adalah berbanding lurus

adalah:

dengan banyaknya jumlah mol H2O2 yang

Maka

untuk

Kecepatan

terurai waku reaksi. Jadi jika V

A
B

t
t

pembentukan

produk

waktu tak hingga maka :


V H 2 O 2 0

dan
( V Vt ) H 2 O 2 t

Untuk suatu reaksi umum yaitu:


aA + bB

cC + dD
diatas
dibagi

maka akan diperoleh persamaan:


( V Vt ) =

merupakan

persamaan perubahan laju konsentrasi


unsurnya

(seluruh H2O2 telah

terurai pada waktu tak hingga)

B bernilai positif.

setiap

adalah

volume oksigen yang dihasilkan pada

tidak memerlukan tanda minus (-) karena

Persamaan

dengan

koefisiennya dalam keadaan setimbang.


Adapun laju reaksi dari persamaan tersebut
dapat dinyatakan dengan:

V e kt

Vt V V e kt

(3)

Jadi jika volume oksigen yang


dihasilkan itu (Vt) diukur pada waktu yang
bervariasi selama percobaan maka data
dapat dicocokkan dengan relasi dalam
persamaan

(3)memakai

prosedur

nonlinear least squares yang nonlinear


V

1 A
1 B
1 C
1 D

a t
b t
c t
d t

Penentuan laju reaksi dapat diukur


dengan menggunakan gelombang cahaya
yang akan diserap oleh salah satu reaktan

sehingga memberikan nilai V yang


terbalik dan juga nilai k pada temperatur
reaksi.
Jika

reaksi

dilaksanakan

pada

temperatur yang bervariasi maka akan


dapat diamati bahwa tetapan kecepatan (k)

untuk reaksi akan bervariasi pula. Untuk

makin banyak terjadi. Ini berati bahwa laju

reaksi-reaksi yang sederhana, hubungan

reaksi kimia semakin tinggi.

tetapan kecepatan (k) dengan waktu dapat

METODE

dirumuskan dengan:
Peralatan

k = A e Ea/RT

Peralatan

dimana :
A

= faktor pra-eksponensial

Ea

= energi aktivasi (kJ/mol)

konstanta gas (8,314

digunakan

pada

percobaan ini antara lain adalah pengaduk


magnetik, pemanas, labu reaksi 100 mL,
buret gas, pipet volume 25 mL dan 2 mL,
termometer, bola hisap, dan gelas beker

J/mol K)
T

yang

Bahan

= temperatur absolut

bilangan dasar

Bahan-bahan yang digunakan pada


percobaan ini antara lain adalah larutan

logaritma (2,7183)
Persamaan diatas dikenal dengan
persamaan Arrhenius. Jika persamaan
tersebut ditulis dalam bentuk logaritma

hidrogen peroksida (H2O2), ferri klorida


0,5 M, dan aquadest.
Cara Kerja

maka diperoleh:
1. Peralatan disusun seperti gambar

Ea 1
ln k
x ln A
R T

dibawah ini.

Dengan demikian maka tetapantetapan empiris Ea dan A dapat diperoleh


dari slope dan intersep garis grafik nilainilai

konstanta

kecepatan

(k)

pada

berbagai temperatur.
Menaikkan

temperatur

berarti

menambah energi. Energi yang diserap


oleh molekul-molekul sehingga energi
kinetik molekul menjadi lebih besar,
akibatnya molekul-molekul bergerak lebih
cepat dan tabrakan dengan benturan yang
lebih besar makin sering terjadi. Dengan
demikian,tabrakan antar molekul yang
mempunyai energy kinetik yang cukup
tinggi, menyebabkan reaksi kimia juga

2. Ke

dalam

labu

reaksi

ditambahkan 25 mL larutan Fe3+


dan dibiarkan beberapa menit
sehingga sistem berada dalam
kesetimbangan
badnya.

termal

dengan

3. Kran pada bagian atas labu reaksi

suhu yang digunakan pada pengukuran

dibiarkan terbuka dan reservoir

yaitu 65 oC, 70oC, 75oC. Pengukuran laju

diatur

menggunakan larutan ferri klorida (FeCl3)

sehingga

buret

gas

menunjukkan nol
4. Ke

dalam

0,5 M,. Dalam perhitungan, didapatkan


labu

reaksi

konsentrasinya dalam 1 botol untuk 1 liter

secepatnya

larutan yaitu 3,0824M. FungsiFe3+yang

sebanyak 2 mL larutan H2O2 20%

digunakan pada percobaanyaitu sebagai

volume, sumbat ditutup kembali

katalis dengan mempercepat laju reaksi.

dan kran ditutup.

Pada percobaan digunakan juga termostat

ditambahkan

5. Pemanas dihidupkan kemudian

yang berfungsi sebagai pengatur suhu.

suhu diatur pada posisi 60 0C

Sebanyak 25 ml larutan Fe3+

dengan menggunakan pengatur

tersebut dimasukkan dalam labu reaksi

suhu

dengan

besertalarutan hidrogen peroksida (H2O2)

termometer. Suhu dijaga agar

sebanyak 2 mL. Selanjutnya dilakukan

tetap konstan.

pemanasan larutan dengan variasi

dan

diukur

6. Larutan harus diaduk agak cepat

65oC, 70oC , 75oC dan larutan diaduk

dan pada laju yang tetap selama

dengan

percobaan.

magnetik(stirer)

7. Stopwatch (jam) dihidupkan dan

suhu

menggunakan

pengaduk

untuk

mempercepat

proses homogenisasi pada larutan. Selain

diamati gelembung yang timbul

itu,

pemanasan

pada buret gas. Volume gas yang

percobaan

timbul dicatat setelah 1, 2, 5, 10,

penguraian katalitik hidrogen peroksida.

15, 20 menit dan seterusnya

Dalam percobaan, dilakukan pengamatan

sampai tidak terjadi perubahan

gelembung gas yang timbul dengan waktu

volume oksigen lagi

yang bervariasi sampai diperoleh volume

juga

yang

dilakukan

mempercepat

saat
reaksi

yang konstan. Untuk percobaan pertama,


HASIL DAN PEMBAHASAN
Pada

percobaan

dilakukan

dilakukan pengamatan gelembung gas


sampai waktu 10 menit pada suhu 65 oC,
diperoleh

volume

gas

oksigen

yang

pengukuran volume gas oksigen yang

konstan yaitu sebesar 6,50 ml.

dikeluarkan pada temperatur. Dari reaksi

volume

penguraian katalitik H2O2 akan diketahui

menunnjukkanbahwa penguraian hidrogen

orde reaksi, tetapan laju (k), serta waktu

peroksida telah selesai sehingga tidak

paruh pada temperatur tertentu. Variasi

menimbulkangelembung gas kembali.

gas

yang

Nilai
konstan

Dari
dilakukan

percobaan
maka

yang

telah

didapatkan

data

pengamatan sebagai berikut :

Pada suhu 60oC


t

Vt

(menit)

(mL)

0,5

1,0

1,5

2,5

Pada suhu 65oC


t

Vt

(menit)

(mL)

0,5

1,0

1,5

2,0

2,5

2,7

3,0

3,5

3,7

4,0

5,0

Pada suhu 75oC

Hasil

Vt

(menit)

(mL)

0,42

0,57

1,5

0,72

1,7

0,9

2,0

2,5

3,0

3,1

3,2

4,0

4,5

pengamatan

volume

reaksi

penguraian

katalitik

hidrogen

gelembung gas yang dihasilkan terhadap

peroksida. Adapun reaksi ini merupakan

temperatur menunjukkan bahwa semakin

reaksi orde kesatu, dimana nilai k dapat

tinggi temperatur, maka gelembung gas

dihitung

dengan

Vt

ln 1

kt .

yang

dihasilkan

semakin

cepat.

Penggunaan katalis Fe3+ yang berasal dari

rumus,

yaitu

Dari data tersebut

larutan FeCl3 dapat mempercepat laju

maka dapat dihitung nilai k dari masing-

reaksi yang digunakan untuk menentukan

masing percobaan,dengan hasil sebagai

nilai tetapan laju (k) dan waktu paruh dari

berikut :

Pada suhu 60oC

Vt

(menit
)

(mL)

(mL)

0,5

2,5

3
4

Vt
V

Vt

Vt

ln 1

0,2

0,8

-0,2231

0,1116

1,0

0,4

0,6

-0,5108

0,1703

1,5

0,6

0,4

-0,9163

0,2291

0,8

0,2

-1,6094

0,2682

2,5

Pada suhu 65oC

Vt

(menit
)

(mL)

(mL)

0,5

0,1

1,0

Vt

ln 1

0,9

-0,1054

0,0351

0,2

0,8

-0,2231

0,0744

1,5

0,3

0,7

-0,3567

0,0892

2,0

0,4

0,6

-0,5108

0,1277

2,5

0,5

0,5

-0,6931

0,1386

2,7

0,54

0,46

-0,7765

0,1294

3,0

0,6

0,4

-0,9163

0,1527

3,5

0,7

0,3

-1,2039

0,2007

3,7

0,74

0,26

-1,3471

0,1924

4,0

0,8

0,2

-1,6094

0,2012

5,0

Vt
V

5,0

Vt

Pada suhu 75oC

Vt

(me
nit)

(mL)

(mL)

0,42

0,57

Vt

Vt

ln 1

0,2222

0,7778

-0,2513

3,5814

1,5

0,3333

0,6667

-0,4054

0,7112

0,72

1,7

0,3778

0,6222

-0,4745

0,6590

0,9

2,0

0,4444

0,5556

-0,5877

0,653

2,5

0,5556

0,4444

-0,8110

0,8110

3,0

0,6667

0,3333

-1,0987

1,0987

3,1

0,6889

0,3111

-1,1676

1,1676

4,5

Vt
V

3,2

0,7111

0,2889

-1,2418

1,2418

4,0

0,8889

0,1111

-2,1973

1,0987

4,5

Dari nilai rata rata ketetapan laju reaksi


pada

percobaan

ditentukan

Grafik hubungan antara ln k

regresi

liniernya, regresi linier merupakan ukuran

dengan

plot antara temperatur dengan laju reaksi.


Dari

hasil

pengukuran

didapatkan

persamaan regresi sebesar y = 47,449 16549x,

dimana

nilai
. Dari persamaan

y = 47,449 - 16549x; dimana harga


KESIMPULAN
Dan

berdasarkan

hasil

perhitungan kalkulator yang ditampilkan

1. Laju suatu reaksi berbanding lurus


dengan temperatur dimana semakin
tinggi temperatur yang dipergunakan

pada table sebelumnya diperoleh bahwa

maka laju reaksi akan semakin cepat,

harga c = 47,449, Maka nilai A didapatkan

demikian pula sebaliknya, dimana

20

sebesar 4,0443x10 . Dan nilai waktu


paruh

yang

didapatkan

dari

dalam percobaan ini digunakan suhu

hasil

perhitungan adalah untuk nilai waktu

bervariasi yaitu

paruh pada k1 = 0,1558 didapatkan 4,4448

2. Jumlah volume hidrogen peroksida

menit, nilai waktu paruh pada k2 = 0,1219

(H2O2) yang terurai berbanding lurus

didapatkan 5,6849 menit, nilai waktu

dengan jumlah perubahan volume

paruh pada k3 = 1,1022 didapatkan 0,6287

oksigen.

menit.
Dari data tersebut maka dapat dibuat

3. Reaksi penguraian katalitik hidrogen


peroksida (H2O2) termasuk reaksi

grafik hubungan antara ln k dengan 1/T

orde satu.

sebagai berikut :

4. Waktu paruh reaksi penguraian


katalitik

hidrogen

peroksida

(H2O2) tidak dipengaruhi oleh

(A)

masing-masing

sebesar

konsentrasi reaktan.
dan

5. Keadaan tak hingga merupakan


keadaan dimana volume oksigen
yang

terbentuk

dari

reaksi

4,0443x1020.
6.

Nilai waktu paruh pada k1 =

penguraian sudah mencapai nilai

0,1558 didapatkan 4,4448 menit,

konstan

(tidak

nilai waktu paruh pada k2 =

perubahan

pada

mengalami
waktu

yang

0,1219 didapatkan 5,6849 menit,

cukup lama). Dalam percobaan

nilai waktu paruh pada k3 =

ini didapat nilai energi aktivasi

1,1022 didapatkan 0,6287 menit.

(Ea) dan faktor pra-eksponensial

DAFTAR PUSTAKA
Bird, Tony. 1993. Kimia Fisika untuk Universitas. Gramedia: Jakarta
Dogra, S.K dan S. Dogra. 1990. Kimia Fisik Jilid I, edisi keempat. Erlangga: Jakarta
Gede Bawa, I.G.A, dkk. 2005. Kimia Dasar II. Jurusan Kimia FMIPA Universitas Udayana:
Bukit Jimbaran.
Karlohadiprodjo, Irma. 1990. Ilmu Kimia untuk Universitas Jilid I, edisi keenam. Erlangga:
Jakarta
Tim Laboratorium Kimia Fisika. 2014. Penuntun Praktikum Kimia Fisika III. Jurusan Kimia
F.MIPA Universitas Udayana: Bukit Jimbaran.

LAMPIRAN
Perhitungan dan Jawaban Pertanyaan
PERHITUNGAN
A. Pembuatan Larutan FeCl3 0,5M sebanyak 50 ml
Diketahui

: V. Larutan = 50 ml = 0,05 L
Mr FeCl3 = 162,21 g/mol
(larutan FeCl3) = 0,5M= 0,5 mol/L

Dit

: massa FeCl3 yang ditimbang?

Jawab

:M

mol
volume

Mol FeCl3

= M FeCl3 x volume larutan


= 0,5 M x 0,05 L
= 0,5 mol x

Massa FeCl3

50
ml = 0,025 mol
1000

= mol FeCl3 x Mr FeCl3


= 0,025 mol x 162,21 g/mol
= 4,055 gram

Jadi, FeCl3 yang harus ditimbang untuk membuat larutan FeCl 3 0,5 M sebanyak 50
mL adalah 4,055 gram.

B. Penentuan Konstanta Laju (k)


Untuk suhu : 600 C
V Vt V e kt
V Vt
V

e kt

V Vt

V V

ln

kt

Vt

ln 1

kt

Nilai k pada t1 = 2 menit


Diketahui : V

= 2,5 mL

Vt
Ditanya

: k

Jawab

= 0,5 mL
= . . . . . . .?

Vt

ln 1

kt

0,5

ln 1

2,5

k .2

ln 1 0,2 k .2

ln 0,80 k .2

-0,2231 = -k.2
k = 0,1116
Jadi nilai k pada t1 = 2 menit adalah 0,1116
Maka dengan cara yang sama dapat dihitung nilai konstanta laju (k) pada menitmenit selanjutnya yang dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
t

Vt

(menit
)

(mL)

(mL)

0,5

0,2

1,0

1,5

6
9

Vt

ln 1

0,8

-0,2231

0,1116

0,4

0,6

-0,5108

0,1703

0,6

0,4

-0,9163

0,2291

0,8

0,2

-1,6094

0,2682

2,5

2,5

Vt
V

Vt

k1 = k pada 600C =

k
n

0,7792
0,1558
5

Untuk Suhu : 650 C


V Vt V e kt
V Vt
V

e kt

V Vt

V V

ln

Vt

ln 1

kt

kt

Nilai k pada t1 = 3 menit


Diketahui

: V

= 5 mL

Vt
Ditanya

: k

Jawab

= 0,5 mL
= . . . . . . .?

Vt

ln 1

kt

ln 1

0
,5

k .3

ln 1 0,1

k .3

ln 0,9 k .3

-0,1054 = -k.3
k = 0,0351
Jadi nilai k pada t1 = 3 menit
Maka dengan cara yang sama dapat dihitung nilai konstanta laju (k) pada menitmenit selanjutnya yang dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Vt

(menit

(mL)

(mL)

Vt
V

Vt

Vt

ln 1

)
3

0,5

0,1

0,9

-0,1054

0,0351

1,0

0,2

0,8

-0,2231

0,0744

1,5

0,3

0,7

-0,3567

0,0892

2,0

0,4

0,6

-0,5108

0,1277

2,5

0,5

0,5

-0,6931

0,1386

2,7

0,54

0,46

-0,7765

0,1294

3,0

0,6

0,4

-0,9163

0,1527

3,5

0,7

0,3

-1,2039

0,2007

3,7

0,74

0,26

-1,3471

0,1924

4,0

0,8

0,2

-1,6094

0,2012

5,0

5,0

k2 = k pada 650C =

k
n

1,3414
0,1219
11

Untuk Suhu : 750 C


V Vt V e kt
V Vt
V

e kt

V Vt

V V

ln

Vt

ln 1

Nilai k pada t1 = 25 detik atau 0,42 menit


Diketahui

: V
Vt

= 4,5 mL
= 1 mL

kt

kt

Ditanya

: k

Jawab

= . . . . . . .?

Vt

ln 1

kt

ln 1

4
,5

k .0,42

ln 1 0,2222

k .0,42

ln 0,2222 k .0,42

-1,5042 = -k.0,42
k = 3,5814
Jadi nilai k pada t1 = 0,04 menit
Maka dengan cara yang sama dapat dihitung nilai konstanta laju (k) pada menitmenit selanjutnya yang dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
t

Vt

(menit

(mL)

(mL)

Vt
V

Vt

Vt

ln 1

)
0,42

0,2222

0,7778

-0,2513

3,5814

0,57

1,5

0,3333

0,6667

-0,4054

0,7112

0,72

1,7

0,3778

0,6222

-0,4745

0,6590

0,9

2,0

0,4444

0,5556

-0,5877

0,653

2,5

0,5556

0,4444

-0,8110

0,8110

3,0

0,6667

0,3333

-1,0987

1,0987

3,1

0,6889

0,3111

-1,1676

1,1676

3,2

0,7111

0,2889

-1,2418

1,2418

4,0

0,8889

0,1111

-2,1973

1,0987

4,5

K3 = k pada 650C =

4,5

k
n

11,0224
1,1022
10

C. Mencari persamaan regresi linear


1

Diketahui :

k = 0,1558 ; T = 60 C = 333 K
2

k = 0,1219 ; T = 65 C = 338 K
3

k = 1,1022 ; T = 75 C = 348 K
Ditanya : Persamaan regresi linearnya?
Perhitungan:

Bila persamaan tersebut diubah ke dalam bentuk

, (persamaan

gradient suatu garis)


Maka

Koordinat

T (K)

ln k (sebagai
y)

(sebagai x)

0,1558

333

-1,8592

0,003003003

0,1219

338

-2,1046

0,002958579

1,1022

348

0,0973

0,002873563

Dengan menggunakan program regresi linear pada kalkulator, maka harga m


(gradient), c (konstanta), r (regresinya) dapat kita hitung dengan cara
memasukkan harga x dan y sebagai titik koordinat (x, y)
Koordin

ln k (sebagai

at

y)

(sebagai x)

-1,8592

0,003003003

-2,1046

0,002958579

0,0973

0,002873563

Nilai r

0,9021

(gradient

(konstant

a)

-16549

47,449

Maka, persamaan regresi


Menjadi y = 47,449 - 16549x

Mencari nilai Ea

Dari persamaan y = 47,449 - 16549x; dimana Harga

Dan dari hasil perhitungan dengan memakai program kalkulator diperoleh harga
m = -16549

Maka,

Mencari nilai A (praeksponensial)


Dari persamaan y = 47,449 - 16549x; dimana harga
Dan berdasarkan hasil perhitungan kalkulator yang ditampilkan pada table
sebelumnya diperoleh bahwa harga c = 47,449
Maka,
ln A= 47,449
A = 4,0443x1020

Grafik hubungan antara ln k dengan

D. Waktu Paruh Penguraian H2O2


Reaksi penguraian katalitik H2O2 :
Fe3+ / H+
H2O2

H 2O

(aq)

laju

d H 2 O2
k H 2 O2
dt

Jadi reaksi ini termasuk Reaksi Orde Satu


Maka:

t1 / 2

A
1
x ln 0
k
At

Jika konsentrasi At = A0 :

t1 / 2

A0
1
x ln
k
1 / 2 A0

t1 / 2

1
x ln 2
k

t1 / 2

0,693
k

(l)

Nilai waktu paruh pada k1 = 0,1558

O2

(g)

t1 / 2

0,693
k

t1 / 2

0,693
0,1558

= 4,4448 menit

Nilai waktu paruh pada k2 = 0,1219


t1 / 2

0,693
k

t1 / 2

0,693
0,1219

= 5,6849 menit

Nilai waktu paruh pada k3 = 1,1022


t1 / 2

0,693
k

t1 / 2

0,693
1,1022

= 0,6287 menit

Jawaban Pertanyaan
1. Pada temperatur berapa tetapan laju reaksi itu akan menjadi dua kali nilai yang telah
anda tentukan?
Jawab : Dalam penentuan laju reaksi menjadi dua kalinya diperlukan nilai temperatur
awal dan temperatur akhir. Pada percobaan ini digunakan temperatur 60oC,
65oC dan 75oC, sehingga bila dilihat dari nilai k pada masing-masing suhu
tersebut, maka kecepatan reaksi pada suhu 75oC kurang lebih 2 kali lebih
besar dibandingkan pada suhu 65oC begitu pula pada suhu 65oC dua kali
lebih besar dibandingkan pada suhu 60oC.
2. Cara-cara apa, selain menaikkan temperatur, yang dapat digunakan untuk menaikkan
laju peruraian H2O2 dalam percobaan anda?
Jawab: Selain dengan menaikkan temperatur, cara yang dapat digunakan untuk
menaikkan laju peruraian katalitik hidrogen peroksida, diantaranya :
a. Dengan menambahkan katalis. Dalam percobaan ini adalah dengan melakukan
penambahan FeCl3 . Dimana larutan Fe3+ berfungsi untuk mempercepat laju
reaksi. Katalis dapat digunakan menurukan energi aktifasi. Dengan penurunan
energi aktifasi, maka energi minimum yang dibutuhkan untuk terjadinya
tumbukkan semakin berkurang dan ini menyebabkan laju reaksinya semakin
cepat.

b. Dengan pengadukan yang dapat mempengaruhi kecepatan reaksi. Dimana yang


berperan dalam percobaan ini adalah pengaduk magnetik yang berfungsi untuk
mempercepat homogenisasi larutan.
c. Dengan menambahkan konsentrasi hidrogen peroksida sehingga volume oksigen
yang terbentuk semakin banyak sehingga laju penguraian akan semakin cepat.
Dimana laju reaksi berbanding lurus dengan konsentrasi.
3. Berapa banyakkah mol H2O2 yang telah terurai jika volume oksigen yang timbul
adalah 30 ml pada temperatur kamar 250C?
Jawab :
Diketahui :
VO2 = 30ml = 0,03 liter
T
= 250C = 298K
R
= 0,082 atm L mol-1 K-1
Ditanya :
mol (n) H2O2 = ..........?
Jawab :
PV
= nRT
n

=
=

= 1,228 x 10-3 mol


Jadi, mol H2O2 yang terurai sebanyak 1,228 x 10-3 mol.

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIKA III


KETERGANTUNGAN LAJU REAKSI PADA TEMPERATUR

OLEH :
I KADEK PATER SUTEJA
1108105016

JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS UDAYANA
BUKIT JIMBARAN
2014