Anda di halaman 1dari 19

Osteomielitis kronis cruris dextra

Oleh:
DYAH ISTIYANI
04033100023
Pembimbing:
Dr. Rendra Leonas, SpOT

IDENTIFIKASI

Nama
Jenis kelamin
Umur
Alamat
Agama
Bangsa
MRS

: By.Bayu anggara
: laki-laki
: 3 tahun
: kertapati
: Islam
: Indonesia
: 2 juni 2008

ANAMNESIS

Alloanamnesis
Keluhan utama :
Tungkai kanan bengkak dan mengeluarkan
nanah

Riwayat perjalanan penyakit :


1 tahun SMRS penderita pernah terjatuh tapi
orang tua penderita tidak tahu jatuh dari mana.
Ketika pulang dari bermain penderita menangis
dan mengeluh tungkai kanannya sakit. Kemudian
oleh orang tua penderita, penderita dibawa
ketukang pijat.
6 bulan SMRS lutut kanan penderita bengkak,
oleh orang tua penderita dibawa ketukang pijat.
Kemudian bengkak tersebut mengecil.
4 bulan SMRS tungkai kanan penderita bengkak,
berwarna kemerah, mengeluarkan nanah, dan
semakin lama semakin besar, nyeri (+), demam (+)

Riwayat penyakit lain :


Riwayat trauma (+) 1 tahun yang lalu
Riwayat batuk-batuk yang lama (-)
Riwayat penurunan berat badan (-)
Riwayat kejang-kejang (-)

Riwayat penyakit dalam keluarga :


Tidak ada

PEMERIKSAAN FISIK

Status generalis
:
Kesadaran
: compos mentis
RR
: 24 x/ menit
Tekanan darah : 120/80 mmHg
Nadi
: 90 x/ menit
Suhu
: 37.0 oC
Keadaan gizi : cukup, BB=13 kg
Kepala
: Tidak ada kelainan
Kulit
: Tidak ada kelainan
KGB
: Tidak ada pembesaran
Pupil
: isokor, reflek cahaya +/+
Leher
: Tidak ada kelainan
Thorax
: Tidak ada kelainan
Abdomen
: Tidak ada kelainan
Ekstremitas atas
: Tidak ada kelainan
Ekstremitas bawah
: Lihat status lokalis

Status lokalis
Regio cruris dextra
Look
: deformitas (+) tungkai kanan
bengkok, fistula (+), pus (+), eritem (+), edema
(+)
Feel
: nyeri tekan (+), krepitasi (-), NVD
baik
Move : ROM aktif pasif terbatas

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan radiologi
Rontgen cruris dextra AP/Lateral :
Tampak gambaran parotik dan kalsifikasi pada tulang
Tampak gambaran osteolisik
kesan: suspect osteomielitis

Gambar rontgen cruris dextra AP/Lateral


Sebelum debridement
sequesterectomy

Sesudah debridement
sequesterectomy

Pemeriksaan laboratorium ( Tanggal 4 juni 2008 )

Hemoglobin : 11,0 gr/dl ( = 14-18 gr/dl)


Hematokrit : 31 vol % ( = 40-48 vol%)
Leukosit
: 13.600 / mm3 (5.000-10.000/mm3)
Trombosit
: 488.000/ mm3 (200.000500.000/mm3)
LED
: 13 mm/jam (<10 mm/jam)
Hitung jenis : 0/3/0/49/46/2
Protein total : 8,5 g/dl (6,0-7,8/dl)
Albumin
: 4,2 g/dl (3,5-5,0/dl)
Globulin
: 4,3 g/dl
Natrium
: 136 mmol/l (135-155 mmol/l)

Hasil kultur pus : Staphylococus aureus


Hasil pemeriksaan kepekaan (sensitivity test):
Staphylococcus aureus :

Penicilin 10 unit (sensitive)


Ampicilin 10 mcg (sensitive)
Cefotaxim 30 mcg (sensitive)
Gentamicin 10 mcg (sensitive)
Erythromicin 15 mcg (sensitive)
Vancomycin 30 mcg (sensitive)

DIAGNOSIS
Osteomielitis kronis cruris dextra

PENATALAKSAAN
Diet TKTP
IVFD RL gtt X/ menit
Inj cefotaxim 3x gr
Analgetik
Bed rest
Rencana tindakan operatif yang meliputi
debridement sequesterectomy, dan drainase
dengan menggunakan cairan NaCl 0,9% dan

PROGNOSIS
Qua ad vitam
: bonam
Qua ad functionam : dubia ad bonam

ANALISIS KASUS

Seorang anak laki-laki berumur 3 tahun, beralamat di kertapati


(dalam kota), masuk rumah sakit dengan keluhan Tungkai kanan
bengkak dan mengeluarkan nanah. Pada alloanamnesis lebih lanjut,
diketahui bahwa keluhan tersebut telah dialami penderita sejak 4
bulan sebelum datang kerumah sakit. Tungkai kanan penderita
bengkak, berwarna kemerah, mengeluarkan nanah, dan semakin
lama semakin besar, nyeri (+), demam (+). 1 tahun SMRS
penderita pernah terjatuh tapi orang tua penderita tidak tahu jatuh
dari mana. Ketika pulang dari bermain penderita menangis dan
mengeluh tungkai kanannya sakit. Kemudian oleh orang tua
penderita, penderita dibawa ketukang pijat. 6 bulan SMRS lutut
kanan penderita bengkak, oleh orang tua penderita dibawa
ketukang pijat. Kemudian bengkak tersebut mengecil. Gejala-gejala
klinis yang dikeluhkan penderita merupakan gejala-gejala
osteomielitis, tetapi diagnosis lain seperti keganasan masih belum
dapat disingkirkan. Riwayat trauma (+) 1 tahun yang lalu.

Riwayat penyakit dahulu tidak ada. Penderita


menyangkal adanya riwayat penyakit yang sama
dalam keluarganya.
Dari pemeriksaan fisik, status generalis
didapatkan pernafasan, nadi, tekanan darah dan
suhu berada dalam batas normal. Dari hasil
pemeriksaan fisik status lokalis pada regio cruris
dextra inspeksi terlihat deformitas (+) tungkai
kanan bengkok, fistula (+), pus (+), eritem (+),
edema (+). Pada palpasi, regio cruris dextra nyeri
tekan (+), krepitasi (-). Adanya sinus dengan
drainase nanah menandakan bahwa penyakit ini,
bila benar merupakan osteomielitis, bersifat
kronis, NVD pasien masih baik dan ROM aktif
pasif terbatas.

Pemeriksaan penunjang yang dilakukan berupa


pemeriksaan laboratorium dan radiologi (foto Rntgen).
Dari pemeriksaan laboratorium didapatkan jumlah leukosit
13.600/mm3 dan laju endap darah 13 mm/jam tidak dalam
batas normal hal ini dikarenakan penderita setiap bulannya
tidak kontrol di rumah sakit dan tidak mendapatkan
pengobatan antibiotik. Foto Rntgen cruris dextra
menunjukkan gambaran parotik dan kalsifikasi pada tulang
dan tampak gambaran osteolisik mengesankan adanya
osteomielitis kronis. Meskipun gambaran destruksi tulang
juga dapat dijumpai pada osteosarcoma, namun pada foto
tersebut tidak tampak gambaran khas berupa Codmans
triangle dan sunburst appearance, seperti pada
osteosarcoma. Sedangkan untuk membedakannya dari
Ewing sarcoma, reaksi periosteal pada foto tersebut tidak
menunjukkan gambaran seperti kulit bawang yang berlapislapis. Hasil pemeriksaan penunjang ini sangat mendukung
ditegakkannya diagnosis osteomielitis.

Berdasarkan kriteria diagnosis osteomielitis yang


telah dijelaskan pada Bab II, telah didapatkan positif 3
dari 4 kriteria, sehingga diagnosis osteomielitis kronis
cruris dekstra sudah dapat ditegakkan.

Penatalaksanaan terhadap penderita ini meliputi


tindakan konservatif dan operatif. Tindakan konservatif
berupa diet TKTP, pemberian infus, pemberian
analgetik untuk mengurangi nyeri, pemberian
antibiotik parenteral yang sesuai dengan hasil kultur
dan test resistensi serta bed rest. Kemudian
direncanakan tindakan operatif yang meliputi
debridement sequesterectomy, dan drainase dengan
menggunakan cairan NaCl 0,9% dan dengan antibiotik.

Prognosis penderita quo ad vitam adalah bonam


dan quo ad functionam adalah dubia ad bonam.

TERIMA
KASIH