Anda di halaman 1dari 55

TEKNIK KOMUNIKASI,

KONSELING
Oleh:
Deniz Mawarni, S.Ked
Berianto Agustian, S.Ked
Hema Jayabalan, S.Ked
Desti Mariani, S.Ked
Masita, S.Ked
Pembimbing:
Dr. Mariatul Fadilah, MARS
DR. Dr. Zulkarnain, M. MedSc

Page 1

PENDAHULUAN
Dalam profesi kedokteran, komunikasi dokter-pasien merupakan salah satu
kompetensi yang harus dikuasai dokter. Kompetensi komunikasi
menentukan keberhasilan dalam membantu penyelesaian masalah
kesehatan pasien.
Komunikasi yang baik dan berlangsung dalam kedudukan setara (tidak
superior-inferior) sangat diperlukan agar pasien mau/dapat menceritakan
sakit/keluhan yang dialaminya secara jujur dan jelas. Komunikasi efektif
mampu mempengaruhi emosi pasien dalam pengambilan keputusan
tentang rencana tindakan selanjutnya, sedangkan komunikasi tidak efektif
akan mengundang masalah.

Page 2

Definisi Komunikasi
Istilah komunikasi berasal dari bahasa Inggris communication
dan dari bahasa latin communicatus yang mempunyai arti
berbagi atau menjadi milik bersama.
Definisi komunikasi secara umum adalah suatu proses
pembentukan, penyampaian, penerimaan dan pengolahan pesan
yang terjadi di dalam diri seseorang dan atau di antara dua atau
lebih dengan tujuan tertentu

Page 3

Tujuan Komunikasi

Menemukan
Untuk berhubungan
Untuk meyakinkan
Untuk bermain

Page 4

Jenis-jenis Komunikasi
Komunikasi verbal dengan kata-kata
vocabulary, racing (kecepatan), intonasi, Humor, singkat
& jelas, Timing
Komunikasi non verbal disebut dengan bahasa tubuh
Ekspresi wajah, kontak mata, sentuhan, postur tubuh &
gaya berjalan, Suara, Gerak isyarat

Page 5

Bentuk-bentuk komunikasi
Berdasarkan kelangsungannya
o Langsung tanpa perantara
o Tidak langsung
Berdasarkan besarnya sasaran
o Komunikasi massa kelompok orang dalam jumlah besar
biasanya tidak dikenal
o Komunikasi kelompok sasarannya sekelompok orang,
biasanya dapat dihitung
o Komunikasi perorangan
Berdasarkan arah pesan
o Satu arah
o Dua arah

Page 6

Elemen-elemen komunikasi

Page 7

Hambatan-hambatan Komunikasi
Hambatan Proses Komunikasi (Pengiriman, Penyandian,
Media, Penerima, feedback)
Hambatan Fisik Cuaca, Kesehatan
Hambatan Semantik kata ambigu, tidak jelas, berbelitbelit
Hambatan Psikologis perbedaan nilai serta harapan
antara pengirim dan penerima pesan

Page 8

Komunikasi Kesehatan

Page 9

Definisi
Healthy People 2010,
komunikasi kesehatan studi dan
penggunaan strategi kesehatan untuk
menginformasikan dan mempengaruhi
keputusan individu dan komunitas untuk
meningkatkan derajat kesehatan.

Page 10

Pendekatan Komunikasi dalam hubungan


dokter-pasien
Menurut Kurzt (1998), dalam dunia kedokteran ada dua pendekatan
komunikasi yang digunakan:
Disease centered communication style atau doctor centered communication
style berdasarkan kepentingan dokter usaha menegakkan diagnosis,
termasuk penyelidikan dan penalaran klinik mengenai tanda dan gejalagejala.
Illness centered communication style atau patient centered communication
style berdasarkan apa yang dirasakan pasien tentang penyakitnya yang
secara individu merupakan pengalaman unik Di sini termasuk pendapat
pasien, kekhawatirannya, harapannya, apa yang menjadi kepentingannya
serta apa yang dipikirkannya

Page 11

Langkah-langkah komunikasi
kesehatan
1.

Menjelaskan perilaku kesehatan yang akan anda promosikan

2.

Memutuskan populasi yang akan dipengaruhi

3.

Menyampaikan bahwa perilaku kesehatan baru memerlukan keterampilan


baru

4.

Mempelajari tentang pengetahuan, kepercayaan, dan perilaku kesehatan


dari target kelompok

5.

Menanyakan apakah perilaku kesehatan yang kita promosikan telah


diperkenalkan sebelumnya

6.

Menyelidiki sumber informasi kesehatan yang akan diakses target


kelompok

Page 12

Langkah-langkah komunikasi kesehatan


(lanjutan)
7. Memilih channel komunikasi dan media yang paling mampu
menjangkau dan mempengaruhi target kelompok
8. Desain Pesan dan program kesehatan
9. Kembangkan dan uji materi edukasi
10. Sinkronisasi pesan edukasi dengan pelayanan pengembangan
kesehatan lainnya
11. Mengevaluasi apakah perilaku baru yang ditekankan sedang
dijalankan
12. Pengulangan dan penyesuaian pesan secara interval dalam
beberapa tahun

Page 13

Komunikasi Dokter-Masyarakat
Tugas dokter harus menghadapi
sekelompok orang (masyarakat).
Misalnya pada saat memimpin pertemuan
di puskesmas, dinas kesehatan, rapat
organisasi, presentasi, dan program
promosi kesehatan.

Page 14

Teknik Komunikasi

Teknik penyuluhan langsung


Para penyuluh langsung berhadapan
atau bertatap muka dengan sasaran.
Teknik penyuluhan tidak langsung
Penyuluh tidak langsung berhadapan
secara tatap muka dengan sasaran,
namun melalui media.

Page 15

Contoh Teknik Penyuluhan Tidak


Langsung (Leaflet)

Page 16

Jumlah Sasaran yang Dicapai

Pendekatan Perorangan
Pendekatan Kelompok
Pendekatan Masal

Page 17

Jumlah Sasaran yang Dicapai


Pendekatan Perorangan
Dalam hal ini para penyuluh berhubungan
secara langsung maupun tidak langsung
dengan sasaran secara perorangan,
misalnya kunjungan rumah dan hubungan
telepon.

Page 18

Jumlah Sasaran yang Dicapai


Pendekatan Kelompok
Petugas promosi berhubungan dengan
sekolompok sasaran, misalnya FGD
(focus group discussion), dan demonstrasi
cara.

Page 19

Jumlah Sasaran yang Dicapai

Pendekatan Masal
Pesan disampaikan secara sekaligus
kepada sasaran yang jumlahnya banyak.
Misalnya pertemuan umum, pertunjukan
kesenian, penyebaran
tulisan/poster/mediacetak, dan
pemutaran film.

Page 20

Kunjungan Rumah
Adalah suatu hubungan langsung antara
penyuluh dengan masyarakat sasaran dan
keluarganya di rumah ataupun ditempat
biasa mereka berkumpul.

Page 21

Contoh Kunjungan Rumah

Page 22

FGD (Focus Group Discussion)


Pertemuan diskusi pada kelompok kecil,
sekitar 12-15 orang saja. Biasanya
dipergunakan untuk menjelaskan suatu
informasi yang lebih rinci dan pertukaran
pendapat mengenai perubahan perilaku
kesehatan.

Page 23

Contoh FGD di Desa Booma,


Uganda

Page 24

Demonstrasi Cara
Adalah memperlihatkan secara singkat
kepada suatu kelompok bagaimana
melakukan suatu perilaku kesehatan baru.

Page 25

Para Siswa SD Mempraktekkan Cara Mencuci


Tangan

Page 26

Pertemuan Umum
Adalah suatu pertemuan dengan peserta
campuran dimana disampaikan beberapa
informasi tertentu tentang kesehatan untuk
dilaksanakan oleh masyarakat sasaran.

Page 27

Jenis Komunikasi
Dokter-Pasien
Komunikasi dokter pasien merupakan
komunikasi Interpersonal yaitu komunikasi
antara dua orang atau lebih secara
bertatap muka.
Terdiri Dari :
Konseling
Edukasi
Pemberian Motivasi
Page 28

KONSELING

Page 29

Definisi
Konseling adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan
oleh seorang ahli (disebut konselor) kepada individu yang
mengalami sesuatu masalah (disebut konsele) yang bermuara
pada teratasinya masalah yang dihadapi klien.

Konseling merupakan pertemuan antara konselor dengan


kliennya yang memungkinkan terjadinya dialog dan bukannya
pemberian terapi atau treatment. Konseling juga mendorong
terjadinya penyelesaian masalah oleh diri klien sendiri

Page 30

Tujuan Konseling ( Menurut Hopson)

Menolong pasien agar mereka dapat:


Mengembangkan hubungan sedemikian rupa sehingga
mereka merasa dimengerti untuk selanjutnya dapat
secara jujur dan terbuka mendiskusikan masalahnya.
Mendapatkan pengertian yang mendalam akan masalah
yang mereka hadapi.
Mendiskusikan alternatif pemecahan masalah dan
menentukan keputusan
Merencanakan dan melaksanakan tindakan yang
spesifik dan
Merasakan perasaan yang berbeda yang membuat
mereka lebih tenang dan bahagia.
Page 31

Tahap-tahap Konseling
Membangun hubungan mendengarkan dengan seksama
dan mencoba mengerti perasaan dan pikiran yang
diutarakan klien
Eksplorasi dan pengertian masuk lebih dalam ke dunia
kliennya untuk memberi kesempatan pada klien
mengerti dirinya sendiri, situasi, dan masalahnya lebih baik
Diskusi Rasional
penguraian dan penilaian masalah
Penetapan tujuan dan implementasi terapeutik

Page 32

Teknik-teknik Konseling
Teknik BATHE (Background, Affect, Trouble,
Handling Empathy)
Menggunakan SOAP untuk BATHE (Support,
Objectivity, Acceptance, Present Focus)

Page 33

B Background
Menanyakan kemungkinan masalah
psikologis:
Bagaimana keadaan di rumah? Di kantor?
adakah perbedaan antara hidup Anda
sekarang dan sebelumnya?

Page 34

T Trouble
Menanyakan hal yang paling mengganggu pasien:
Hal apa yang membuat Anda paling khawatir dalam hidup?
Apa yang sudah Anda coba untuk menyelesaikan kesulitan?
Seberapa besar dukungan yang Anda dapat di rumah atau di
kantor?
Siapa yang memberi Anda dukungan saat menghadapi
masalah?

Page 35

HE Handling Empathy
Ekspresikan pengertian akan hal yang
membuat pasien tidak nyaman:
Saya dapat mengerti bahwa Anda merasa
marah.
Hal itu pasti sulit.

Page 36

A Affect
Menanyakan area umum yang membangkitkan
perasaan:
Bagaimana perasaan Anda tentang kehidupan di
rumah?
Bagaimana perasaan Anda tentang pekerjaan atau
sekolah?
Bagaimana perasaan Anda tentang hidup Anda
secara umum?
Page 37

TEKNIK-TEKNIK KHUSUS KONSELING


Latihan Asertif
Desensitisasi Sistematis
Pengkondisian Aversi
Pembentukan Perilaku Model
Permainan Dialog

Latihan Saya Bertanggung Jawab


Teknik Pembalikan
Bertahan dengan Perasaan
Home work assigments
Adaptif
Page 38

TEKNIK-TEKNIK KHUSUS KONSELING (Lanjutan)

Latihan Asertif

Digunakanpasien

yang

mengalami

kesulitan

untuk

menyatakan diri bahwa tindakannya adalah layak atau benar,


tidak bisa mengungkapkan perasaan tersinggung, menyatakan
tidak, dan mengungkapkan respon posistif.

CaraPermainan peran dengan bimbingan konselor dan


diskusi-diskusi kelompok
Page 39

TEKNIK-TEKNIK KHUSUS KONSELING (Lanjutan)

Desensitisasi Sistematis
memfokuskan bantuan untuk menenangkan
pasien dari ketegangan, kecemasan relaksasi
dan

menyertakan respon yang berlawanan

dengan perilaku yang akan dihilangkan

Page 40

TEKNIK-TEKNIK KHUSUS KONSELING (lanjutan)

Penkondisian Aversi

Menghilangkan kebiasaan buruk meningkatkan kepekaan


pasien agar mengamati respon pada stimulus yang disenanginya
dengan kebalikan stimulus tersebut membandingkan
terbentuk asosiasi antara perilaku yang tidak dikehendaki
dengan stimulus yang tidak menyenangkan

Page 41

TEKNIK-TEKNIK KHUSUS KONSELING (lanjutan)

Pembentukan Perilaku Model


Digunakanmembentuk perilaku baru dan memperkuat
perilaku yang sudah terbentuk.
Konselor menunjukkantentang perilaku model, dapat
menggunakan model audio, model fisik, model hidup atau

lainnya yang teramati dan dipahami jenis perilaku yang


hendak dicontoh.

Page 42

TEKNIK-TEKNIK KHUSUS KONSELING (Lanjutan)

Permainan Dialog
Pasien dikondisikan untuk mendialogkan dua kecenderungan
yang saling bertentangantop dog dan under dog
misalnya:

Kecenderungan kuat atau tegar lawan kecenderungan


lemah.
Gesaltpasien akan mengarahkan dirinya pada suatu posisi
di mana ia berani mengambil risiko
Page 43

TEKNIK-TEKNIK KHUSUS KONSELING (Lanjutan)

Latihan Saya Bertanggung Jawab


mengakui dan menerima perasaannya dari
memproyeksikan perasaannya itu kepada orang lain.

pada

Konselor meminta pasien untuk membuat suatu


pernyataanditambahkan dalam pernyataan itu dengan
kalimat :
dan saya bertanggung jawab atas hal itu.

Page 44

TEKNIK-TEKNIK KHUSUS KONSELING (Lanjutan)

Teknik Pembalikan
Konselor meminta pasien untuk memainkan
peran yang berkebalikan dengan perasaanperasaan yang dikeluhkannya
Misalnya : konselor memberi kesempatan
kepada pasien untuk memainkan peran
ekshibisionis bagi pasien pemalu yang
berlebihan.
Page 45

TEKNIK-TEKNIK KHUSUS KONSELING (Lanjutan)

Bertahan dengan Perasaan


Mendorong pasien untuk bertahan dengan ketakutan atau
kesakitan perasaan yang dialaminya sekarang membuka

dan membuat jalan menuju perkembangan kesadaran


perasaan yang lebih baru dibutuhkan keberanian dan
pengalaman untuk bertahan dalam kesakitan perasaan yang

ingin dihindari

Page 46

TEKNIK-TEKNIK KHUSUS KONSELING (Lanjutan)

Home work assigments


Membina dan mengembangkan sikap-sikap tanggung jawab, percaya
diri serta kemampuan pengarahan, pengelolaan diri dan mengurangi
ketergantungannya kepada konselor.
Tekniknya tugas-tugas rumah melatih, membiasakan diri, dan
menginternalisasikan sistem nilai tertentu yang menuntut pola
perilaku yang diharapkan mengurangi atau menghilangkan ideide dan perasaan-perasaan tidak rasional dan tidak logis, mengubah
aspek-aspek kognisinya yang keliru dilaporkan oleh pasien dalam
suatu pertemuan tatap muka dengan konselor

Page 47

TEKNIK-TEKNIK KHUSUS KONSELING (Lanjutan)

Adaptif

melatih,
pasien

mendorong,
untuk

dan

secara

membiasakan
terus-menerus

menyesuaikan dirinya dengan perilaku yang


diinginkan

Page 48

MENDENGARKAN

Page 49

Kebutuhan untuk Mendengar


Mendengar langkah penting dalam
konseling/komunikasi.
Saat kita mendengar, orang merasa lebih
tenang dan merasa ada orang yang peduli

Page 50

Manfaat Mendengar

Pembebasan dari tekanan


Penghilangan kemarahan, agresi, frustrasi
Klarifikasi pikiran
Membagi beban
Membangun hubungan

Page 51

Kualitas dari Pendengar yang Baik


Banyak kualitas positif menerima, sabar, mengayomi,
simpatik,
peduli,
menjaga
rahasia,
memahami,
menghargai, berpengetahuan, mendorong, toleran, hangat,
dan dapat dipercaya
Sensitif terhadap perasaan orang lain, memahami
dinamika seseorang, dan tahu apa inti dari diri orang itu
Perlu apa yang tersembunyi di balik kata-kata. Pendengar
yang baik membuat pembicara menunjukkan perasaan
sesungguhnya

Page 52

Halangan untuk pendengaran yang baik


Ketidaksabaran
Membentuk pendapat terlalu awal
Membuat komentar, mengeritik, kurang memahami dan
insight, melompat ke kesimpulan yang salah, tidak
menyetujui, berargumentasi, atau menyela.
Memberi nasihat yang menunjukkan ia tahu jawaban
dari suatu masalah orang cenderung tidak percaya
bahwa solusi yang diberikan tepat saat masalah tidak
didengar dengan baik.
Memberi kesan bahwa masalah yang diutarakan tidak
serius.
Page 53

Halangan Pendengaran yang Baik (lanjutan)


Ingin berbicara mungkin teringat hal yang ia pernah dengar
dan membicarakannya dibanding mendengarkan.
Berlaku pasif tampak bosan atau tidak tertarik.
Tidak mampu konsentrasi terhadap suatu masalah atau cerita.
Interupsi orang di sekitar membuat kebisingan. Suasana
yang tenang dibutuhkan agar pendengaran yang baik
tercapai.
Waktu yang kurang/terlalu sadar waktu adalah halangan.
Pembicara merasa terbatasi dan tidak dapat mengekspresikan
dirinya dengan seharusnya

Page 54

TERIMA KASIH

Page 55