Anda di halaman 1dari 27

ANALISA PENGARUH HARMONIK PADA TRANSFORMATOR

DISTRIBUSI

Oleh : Ir. Mohammad Amir, M.Eng Sc

Abstrak

Perkembangan kemajuan teknologi dan industri yang terus berkembang mendorong


peningkatan penggunaan perangkat elektronik dengan harapan dapat menghemat
pemakaian energi dan terpenuhinya efisien yang menjadi harapan dapat meningkatkan
mutu dan jumlah produksi. Akan tetapi disisi lain penggunaan perangkat elektronika ini
mempunyai dampak yang besar terhadap mutu sumber listrik itu sendiri karena terdistorsi
harmonik yang ditimbulkan oleh perangkatan elektronika tersebut.
Harmonik akan mendistorsi gelombang fundamental baik arus maupun tegangan
yang berbentuk sinusoidal murni, sehingga menjadi suatu gelombang yang tidak sinusoidal
lagi dengan frekuensi yang merupakan kelipatan dari frekuensi dasarnya.
Fenomena terdistorsinya gelombang ini yang akan menyebabkan gangguangangguan pada sistem distribusi daya listrik.'Sala satu peralatan pada sistem distribusi
yang mungkin mengalami pengaruh harmonis yang signifikan adalah pada transformator
distribusi. Pada transformator ini akan terjadi peningkatan rugi-rugi, dan rugi-rugi ini akan
mempengaruhi arus maksimum dan kapasitas transformator, yang selanjutnya menurunkan
kapasitas transformator seiring dengan peningkatan rugi-rugi pada transformator tersebut.

1. PENDAHULUAN
Pada saat ini dimana perkembangan teknologi yang sangat pesat
menyebabkan banyaknya penggunaan peralatan elektronik.Kecenderungan
Penggunaan peralatan elektronik dalam jumlah besar telah menimbulkan
masalahyang tidak diperkirakan sebelumnya.Beban-beban elektronik pada
umumnya menarik arus dengan bentuk nonsinusoida, walaupun disuplai dari
sumber tegangan sinusoida.Bentuk gelombang ini tidak menentu dan dapat
berubah menurut pengaturan pada parameter komponen semikonduktor dalam
peralatan elektronik, beban yang memiliki sifat ini disebut dengan beban
nonlinier.Perubahan bentuk gelombang ini tidak terkait dengan sumber
tegangan.Hal inilah yang dapat menimbulkan terjadinya harmonik.
Arus yang tidak berbentuk sinusoida tersebut mengintrodusir arus
harmonik yang terinjeksi ke jala-jala.Fenomena ini banyak terjadi pada sistem
distribusi yang memasok daerah komersial yang pada umumnya beban nonlenier
fasa satu. Sedangkan beban nonlinier di daerah industri merupakan beban
nonlinier fasa tiga , berupa motor-motor listrik, tanur busur listrik, dan
sebagainya.Setiap komponen sistem distribusi dapat dipengaruhi oleh harmonik
walaupun dengan akibat yang berbeda-beda. Namun demikian komponen tersebut
akan mengalami penurunan kinerja dan bahkan dapatmenimbulkan kerusakan
pada peralatan.. Salah satu dampak yang umum dari gangguan harmonik ialah
panas lebih pada transformator.
2. TEORI DASAR
2.1. Umum
Dalam sistem tenaga listrik idealnya energi yang dipasok mempunyai satu frekuensi dan
konstan, begitu juga dengan amplitudeyang tertentu pula. Tetapi pada kenyataannya
pasokan listrik terhadap konsumen tidak hanya memasok beban yang linier tetapi juga
beban-beban nonlinier, sehingga kondisi dimana energi yang dipasok mempunyai satu
frekuensi dan konstan dengan amplitudo yang tetap tidak akan terpenuhi akan tetapi
akan terdapat frekuensi lain yang merupakan kelipatan dari frekuensi dasarnya, yang
kemudian disebut harmonik. Perhitungan dasar harmonik diperkenalkan pertama kali
oleh ilmuwan matematika Prancis pada abad 18 dan 19, terutama oleh J.B.J.Fourier
(1768-1830).

2.2. Harmonik
Beban linier dalam sistem tenaga listrik adalah dimana bentuk gelombang arus dan
tegangan adalah sama yaitu selalu berbentuk gelombang sinusoidal,sedangkan pada
beban nonlinier bentuk gelombang arus dan tegangan tidak sama, gelombang ini tidaklah
berbentuk sinusoidal tetapi gelombang ini juga merupakan gelombang periodik.

tegangan

arus
dengan
beban
linier
Gambar 2.1. Gelombang Arus dan Tegangan Untuk Beban Linier
tegangan
arus dengan '
beben nonlinier

Gambar 2.2. Gelombang Arus dan Tegangan UntukBeban Nonlinier


Gelombang yang telah berubah bentuk ini disebut harmonik.Kata harmonik aslinya
berasal dari pengertian akustik, yang menunjukan vibrasi dari senar atau kolom udara
pada frekuensi merupakan pengulangan frekuensi dasar.Pada sistem tenaga listrik
harmonik adaJah gejala pembentukan gelombang dengan frekuensi yang merupakan
perkalian frekuensi dasarnya.

Gambar 2.3. Gelombang Fundamental dan Harmonik ke-3

Gambar 2.4. Gelombang yang Terdistorsi Harmonik


2.3Analisa Harmonik
Dalam tahun 1822 ilrmrwan matematika Prancis Jean Babtiste Joseph Fourier (1768-1830)
mengemukakan bahwa fungsi kontinui berulang dalam satu perioda dapat dinyatakan dalam
komponen dasar sinusoida, dengan komponen harmonik pada frekuensi dimana harmonik
merupakan kelipatan integer dari firekuensi dasarnya.
Analisa harmonik merupakan proses perhitungan amplitudo, fasa fundamental dan
harmonik dari bentuk gelombang periodik. Hasil deret ini kemudian
diketahui sebagai deret Fourier dan menghasilkan hubungan antara fungsi waktu dengan
fungsi frekuensi.

2.4 Deret Fourier


Pada gelombang sinusoda seperti yang terlihat dibawah ini (Gambar 2.5)

fiA

f2

o
T

----T

-*- t

Gambar 2.5 Gelombang Sinusoida

f 1 ( t )=cos

2 n
t=cos n o t
T

dan

f 2 ( t )=sin

2n
t=sin no t
T

dimanan adaiah sebuah bilangan bulat atau nol. Tiapfrekuensi dari sinusoida,
n o=

2n
T disebut harmonik ke-n dari frekuensi dasar, w0. Sebuah gelombang

periodik akan dinyatakan dalam frekuensi dasarnya, harmonik keduanya,


harmonik ketiganya, dan seterusnya, dan masing-masing dari frekuensi ini
berkaitan dengan perioda T.

Jika fit) periodik dan memenuhi kondisi Dirichelt, dimana dalam tiap perioda:
1. Fungsi mempunyai jumlah terhingga titik-titik diskontinuitas.
2. Fungsi mempunyai jumlah terhingga maksimum dan minimum.
3. Fungsi konvergen secara absolut.

f (t) dt<
o

maka deret fourier :


f ( t )=a 0+ a1 cos w 0 t + a2 cos 2 w0 t+ +an cos n w0 t ++ b1 sin w0 t + +bn sin nw0 t+

f ( t )=a 0+ a1 cos nw 0 t+ bn sin nw0 t


n=1

2.5

Cacat Harmonik Total (THD)


Setiap bentuk gelombang yang terdistorsi terbagi dalam bentuk gelombang

sinus murni, dimana frekuensinya adalah merupakan kelipatan bulat dari frekuensi
dasar.Bentuk gelombang tegangan dan arus yang terdistorsi dapatdiperoleh dengan
menjumlahkan secara aljabar suku-suku kelipatan frekuensi.Distorsi harmonik dapat
dihitung dengan mengukur cacat harmonik total.
dimana :

h=hmax

I THD =
I THD
Ih
II

dan

h=1

I 2h

= cacat harmonik total untuk arus

= arus harmonik
= arus fundamental

h=hmax

V THD =

V 2h

h=1

VI

dimana :
V THD

V I cacat harmonik total untuk tegangan tegangan harmonik =


tegangan fundamental

Vh

2.6 Nilai RMS Dan Daya


Nilai RMS dari arus setelah terdistorsi akibat adanya harmonik dapat
ditentukan dengan

h=hmax

I max=

h=1

Ih

Bila gelombang tegangan dan arus dapat dinyatakan sebagai berikut


hw0 t+ h
h=hmax

v ( t )= V h cos
h=1

hw0 t+ h
h=hmax

i ( t )=

h=1

I h cos

Maka daya aktif dapat dinyatakan dengan


h=hmax

Ptotal=

V h I h sin( h +h )

h=1

Bila daya reaktif didefenisikan dengan cara yang sama seperti daya aktif P maka daya
reaktif dapat didefenisikan dengan
h=hmax

Qtotal=

V h I h sin( h +h )

h=1

Dan daya nyata didefenisikan sebagai


h=hmax

S total=

h=1

V h Ih

2.7Sumber-Sumber Harmonik
Banyak penyebab yang dapat

menimbulkan

hannonik,

baik

dalam

pembangkitan daya, dalam sistem distribusi ataupun beban yang terhubung


dengan jaringan. Peralatan-peralatan yang menjadi sumber harmonik adalah
sebagai berikut:
1. Konverter
Arus harmonik yang dihasilkan oleh konverter tergantung pada
gelombang tegangan bolak balik pada terminal konverter, konfigurasi
konverter, jenis pengontrolan, impedansi dan parameter rangkaian arus
searah.Harmonik pada sisi arus searah berhubungan dengan jumlah pulsa pada
konverter. Hannonik pada gelombang tegangan menghasilkan ripple
padagelombang arus dc. Pada harmonik arus bolak balik dapat dituliskan
dengan rumus dibawah ini

I h=I c

2 2

sin

h
sin h
r c g h cos
3
2
6
+

2
h
1sin +
2
3 2

dimana

[ ( )]

gh=

2.

[ ( ) ( )]


2 sin h sin +

( h1 )
sin
6 2
6 2
3 2
6 2
+

h+1
h1
h

sin h+1

Lampu Flouresen
Pada pengoperasian lampu flouresen dapat mengakibatkan timbulnya

harmonik ke-3, balast-balast elektronik dapat menimbulkan harmonik ke-3


empat kali lebih besar dari balast-balast magnetik bias.
3. Tanur Busur Listrik
Harmonik yang dihasilkan oleh tanur busur listrik, yang digunakan
untuk memproduksi baja, tidak dapat diprediksi disebabkan oleh variasi siklus
dari tanur busur.Arus busur tidak periodik dan menghasilkan spektrum
berkelanjutan dari frekuensi harmonik.Harmonik pada tanur busur listrik yang
utama adalah dari orde ke-2 sampai ke orde ke-7.
4. Kompensator VAR Statik
Reaktor thyristor-controlled (TCR) telah banyak digunakan untuk
kompensator statik shunt untuk sistem distribusi tenaga untuk tanur busur
listrik dan untuk aplikasi lainnya seperti mengurangi kedip tegangan,

memperbaiki

faktor

daya,

memperbaiki

keseimbangan

fasa,

dan

memperbaikiStabilitas sistem. Arus Harmonik yang dihasiikan akan berorde


ganjil dan dituliskan dengan rumus sebagai berikut:

sin ( h1)
4 V sin ( h+1)
sin h
I h= x
+
cos
x 2(h+1)
2(h1)
h

=3,5,7,...

= Tegangan Fundamneial Line-Line

- Reaktansi induktif total dari reaktor pada setiap fasa

, dimana

= Sudut pengaturan
Dengan asumsi bahwa kondisi beban seimbang, nilai arus, yang dituliskan
dalam persen dari amplitudo dari fundamental pada kondisi penuh, adalah
sama untuk arus fasa dan arus line. Harmonik triplen akan timbul pada arus
fasa tetapi tidak ada pada arus line.
5. Switch Mode Power Supply
Penggunaan Switc mode Power Supply pada aplikasi elektroruk
membutuhkan tegangan arus searah. Sebuah kapasitor besar digunakan pada
power supply untuk menyimpan arus searah dari rectifier dan menyuplainya
kedalam rangkaian dalam. Gelombang arus bolak balik dari supply arus bolak
balik. Distorsi harmonik yang dihasiikan dari switch mode power supply
adalah
sangat tinggi, dengan dominasi harmonik orde ke-3.

6. Pengontrol Fasa Elektronik


Pengontolan

beban

dengan

konrrol

fasa

dari

thyristor

akan

menghasilkan arus harmonik. Pemanasan beban, dimana mendekati 100%


faktor daya displacement, kadang-kadang dikontrol oleh kontrol fasa dari
thynstor. Harmonik yang dihasilkan akan berorde ganjil dengan magnitude
yang berbeda.
7. Cycloconverter
Arus harmonik untuk cycloconverter sangat kompleks.Variasinya
sesuai dengan fungsi ratio frekuensi dari cycloconverter.Pada persamaan
dibawah ini menunjukkan persamaan untuk cycloconverter six-pulse.
f h=f 1 ( kq 6 n f 0 )

dimana
fh

= frekuensi harmonik

k dan n

= bilangan pengali

f0

= frekuensi keluaran dari cycloconverter

8.Pulse Width Modulated (PWM)


PWM berbeda dengan kebanyakan rangkaian konverter daya statik,
pada PWM

mempunyai

dioda

rectifier yang memberikan

faktor

dayadisplacement yang tinggi, pada PWM juga mempunyaiuntuk mengatur


tegangan pada sisi arus searah. Sebagai hasil, pada beban nngan, arus hanya
mengalir ketika tegangan keluaran dari dioda rectifier diatas tegangan
kapasitor. Harmonik yang dihasilkan mirip dengan harmonik yang dihasilkan
switch mode power supply kecuali untuk rangkaian tiga fasa harmonik yang
besar adalah harmonik orde ke-5.

3. RUGI-RUGI PADA TRANSFORMATOR


3.1 Rugi - Rugi Transformator
Rugi-rugi transformator secara umum terdiri dari rugi beban nol (rugi
besi) dan rugi beban (rugi tembaga).Rugi beban nol / rugi tanpa beban adalah
daya aktif dalam watt yang diserap oleh transformator ketika tegangan
pengenal pada frekuensi pengenal diberikan pada terminal salah satu belitan,
sedang belitan lain terbuka. Sedangkan, rugi beban adalah daya aktif dalam
watt yang diserap oleh transformator pada frekuensi pengenal ketika arus
pengenal sedang mengalir melalui terminal fasa salah satu belitan, sedang
terminal belitan lain dihubung singkat. Rugi-rugi total transformator adalah
jumlah rugi beban nol dan rugi berbeban.
3.2. Rugi beban nol

Rugi beban nol / rugi tanpa beban terdiri dari :


-

Rugi histerisis

Rugi arus pusar ( Eddy Current)


Rugi histerisis dalam pelat inti menyebabkan suatu arus pada sisi

primer yang sephasa dengan tegangan injkasi pada sisi primer. Arus ini
menyebabkan pengaruh yang sama pada arus eddy yaitu menimbulkan arus
histerisisi, dimana besarnya berbanding lurus dengan luas penampang dari inti
besi yang mempunyai remanen magnet yang agak besar sehingga banyak yang
hilang dalam besi tersebut. Untuk memperkecil rugi inti ini maka berat inti
seringan mungkin dan kerapatan fluks tidak terlalu besar. Besamya rugi-rugi
histerisis dapat dihitung dengan rumus sebagai:
Wh=Kh.f.(Bm)n
dimana:
Wh

= Rugi - rugi histerisis (watt)

Kh

= Konstanta Steinmetz

Bm

= Kerapatan fluks dalam weber/m2 (tesla)

= Frekuensi dalam hertz (Hz)

= Eksponen Steinmetz, nilainya 1,6 s/d 2,5 atau lebih

Rugi arus pusar disebabkan oleh arus yang mengalir mengintari bagian
dari suatu lapisan inti.Besamya arus pusar ditentukan oleh tegangan yang
diinduksikan pada bagian tersebut dan sifat tahanan pada bahan inti yang
dipakainya.Tegangan induksi tergantung dari perubahan fluks dan perubahan
fluks tergantung dari kerapatan fluks maksimum dan bilangan getarnya. Jadi
besamya arus pusar tergantung pada :
-

Perubahan fluks dan bilangan getarnya

Faktor konstanta yang mempengaruhi sifat tahanan bahan

Konduktivitas (kemungkinan menghantar ) dari bahan

Ukuran dari lapisan bahan

Untuk memperkecil rugi ini maka digunakan inti yang terbuat dari silikon
tingkat tinggi (high grade silicon) dan teballaminasi setipis mungkin. Besarnya
rugi arus pusar secara empiris adalah :
W e =K e . f 2 .d 2 . B2m
dimana :
We=Rugi - rugi arus pusar (watt)
f

=Frekuensi dalam hertz (Hz)

= Tebai dari lapisan (m)

Ke =Konstanta arus putar (1,64 / a) a

= tahanan jenis dari bahan inti

Bm =kerapatan fluks dalam Tesla (wcber/m2)


3.3.RugiBerbeban
Rugi - rugi beban terdiri dari:
1.Rugi 12 R karena mengalimya arus beban
2.Rugi sasar ( stray losses ) yang meliputi rugi aruspusar (arus eddy) dalam
penghantar karena fluks bocor.
Rugi I2R karena mengalimya arus beban merupakan rugi utama dari rugi
beban yang disebabkan oleh mengalimya arus beban dan tahanan dari belitan
transformator, sama dengan jumlah kuadrat arus dikalikan dengan tahanan
belitannya. Karena merupakan fungsi arus beban, jelas tidak mungkin untuk
mengurangi nilai arus supaya mengurangi rugi I 2R.Jadi faktor yang dapat
memperkecil rugi ini adalah membuat tahanan belitan sekecil mungkin.
Tahanan belitan dibuat sekecil mungkin berarti luas penampang belitan sebesar
mungkin dan panjang belitan sependek mungkin, rugi I2R dapat diperkecil tetapi
dimensi rangka atau tangki akan menjadi besar, jadi hal ini tentu menjadi tidak
ekonomis. Rugi I2R sedapat mungkin kecil tetapi sebanding dengan dimensi dari
tangki.
Rugi sasar yang paling utama adalah rugi karena arus putar dalam
penghantar.Untuk menentukan rugi ini sangat sulit, beberapa rumus telah
dibuat dari waktu ke waktu untuk menghitung rugi ini tetapi banyak faktor
yang dapat mempengaruhi perhitungan tersebut.Jadi rugi sasar biasanya
ditambahkan sebagai presentase yang didasarkan dari pengalaman.
3.4 Pengaruh Harmonik Pada Transformator
Harmonik pada transformator akan menyebabkan peningkatan rugi-rugi
transformator, rugi-rugi yang disebabkan oleh harmonik arus dan tegangan
bergantung pada frekuensi. Peningkatan frekuensi menyebabkan peningkatan
rugi-rugi.Efek keseluruhannya adalah peningkatan panas bila dibandingkan
dengan operasi pada gelombang sinus murni.
Rugi-rugi pada transformator dapat dihitung dengan rumus dibawah ini:
PT =P NL + P
dimana :

PT

: rugi total (watt)

P: rugi-rugi tanpa beban


PLL

: rugi-rugi berbeban (watt)1.


Rugi-rugi beban nol
Rugi-rugi tanpa beban pada transformator adalah rugi-rugi inti (PNI)

yang diperoleh dengan pengukuran rangkaian terbuka. Pada rugi-rugi tanpa


beban peningkatannya disebabkan oleh harmonik yang disebabkan oleh
distorsi tegangan bukan distorsi arus, akan tetapi peningkatan rugi-rugi
tanpa beban yang disebabkan oleh harmonik biasanya diabaikan.
2.

Rugi-rugi berbeban
Rugi-rugi berbeban

P pada transformator adalah rugi-rugi tembaga I2R

(PR ) , rugi Arus Eddy

P
( Ec) dan rugi Sasar

PSL

.Pada rugi-rugi

berbeban peningkatan yang terjadi dipengaruhi oleh harmonik arus. Untuk


rugi-rugi arus berbeban P didapat:
2

P =I R+ PEC + POSL
dimana :
I2R
PEC

= Rugi tembaga (watt)


=

POSL

Rugi Arus Eddy (watt)

Rugi sasar lain (watt)

a. Rugi Tembaga
Rugi tembaga berbeban yang terjadi pada transformator adalah peningkatan
rugi - rugi yang dipengaruhi oleh harmonik arus. Untuk arus beban
nonsinusoida peningkatan rugi tembaga dapat dinyatakan dengan:

h=hmax

PR =

h=1

dimana :

I 2h Rh

PR

: Rugi Tembaga

lh

: Arus rms harmonisa ke n (p.u of rated load rms current)

: Tahanan

: 3, 5, 7, 9, 11 dst

b.Rugi Arus Eddy


Rugi Arus Eddy perlu diamati karena distorsi arus beban relatif lebih tinggi.Dengan
arus-arus frekuensi harmonisa lebih tinggi menyebabkan bertambahnya rugi-rugi inti
yang sebanding terhadap kuadrat arus beban mis dan kuadrat frekuensi. Kosentrasi
arus eddy lebih tinggi pada ujung-ujung belitan transformator karena efek kerapatan
medan magnit bocor pada kumparan. Bertambahnya rugi-rugi arus eddy karena
harmonisa, berpengaruh nyata pada temperatur kerja transformator. Besarnya rugirugi total arus

eddy
h=hmax

PEC =P ECR

h1

dinyatakan

dengan

suatu

persamaan:

[ ]

Ih 2
h
IR

Juga dapat dituliskan dalam bentuk per unit (pu)


h=hmax

PEC ( pu)=P ECR ( pu)

I h ( pu )2 h2

h1

dimana :
PEC

PEC R

Total rugi arus eddy akibat harmonik


=

Rugi - rugi arus eddy dasar (persentase dari rugi TR)

Ih

= Arus rms harmonisa ke h

= 3, 5, 7, 9, 11 dst

c. Rugi Arus sasar


Rugi sasar ( stray losses ) merupakan rugi berbeban yang meliputi rugi arus pusar
(arus eddy) dalam penghantar karena fluks bocor. Rugi sasar yang terjadi pada
transformator adalah peningkatan rugi - rugi yang dipengaruhi oleh harmonik arus.
Untuk rugi sasar beban nonsinusoida peningkatan rugi sasar dapat dinyatakan
dengan:
h=hmax

POSL=POSLR

h1

[ ]

Ih 2
h
IR

Juga dapat dituliskan dalam bentuk per unit (pu)

h=hmax

POSL ( pu)=POSLR (pu)

I h ( pu ) h

h1

dimana
POSL

= Total rugi arus sasar akibat harmonik

POSLR = Rugi-rugi arus sasar dasar (pu dari rugi

I2 R

I h = Arus rms harmonisa ke h


h

= 3, 5, 6, 7

jadi untuk rugi arus eddy dan rugi arus sasar dapat dihitung dalam bentuk rumus
yang sama. Persamaan di pada perhitungan rugi-rugi dasar dapat ditulis dalam p.u
seperti di bawah ini :
P R ( pu)=1+ PEC R ( pu)+ P OSLR
I 2 R fundamental adalah satu per unit, tetapi akan berubah jika arus rms

Rugi

beban nonlinear yang tidak sama dengan satu per unit. Harga rms dijabarkan sebagai
berikut :
I rms =

1
2 2
h

[ ]
h=hmax

h1

Ampere

Dalam per unit persamaan diatas dapat dituliskan sebagai berikut :

h=hmax

I rms =

I 2h ( pu)

h1

Pada rugi-rugi arus eddy yang besar maka

POSLR

adalah sama dengan nol maka-

maka rugi-rugi akibat harmonik dapat dihitung dari menggabungkan persamaanpersamaan di atas dan untuk

I2 R

adalah sama dengan satu per unit maka akan

didapat
h=hmax

P ( pu )=

h=1

2
h

h=hmax

I ( pu ) + P ECR ( pu)

I h ( pu ) h

h =1

Dan untuk arus maksimum dapat dihitung dengan


I max ( pu ) =

1
P R ( pu)
2
1+( Kx P ECR )

dimana :
K = Faktor kemampuan transforator untuk mentoleransi penambahan panas yang

disebabkan oleh Harmonik ( derating factor ).


h=hmax

K=

f 2h ( pu ) h2

h=1
h=hmax

h=1

f 2h

dimana :
f h = Arus fundamental dalam perunit ( untuk orde ke 1 = 100 % )
Dari persamaan-persamaan di atas maka akan didapat persamaan untuk mencari
I max

adalah sebagai berikut :

PR ( pu)

I max=

[( ) ]
h=hmax

1+

f 2h h2

h=1
h=hmax

h=1

x PEC R

f 2h

dimana:
P R

= Rugi-rugi berbeban pada kondisi fundamental

fh

= Arus fundamental dalam per unit (untuk orde ke 1 = 100%)

PEC R = Rugi-rugi arus eddy pada kondisi fundamental


h

= 1, 3, 5, 7

4. PERHITUNGAN DAN ANALISA


4.l. Umum

Untuk mensimulasikan kerugian akibat pengaruh harmonis maka daerah yang


dipilih untuk studi ini adalah PT PLN (Persero) Unit Bisnis Distribusi Cabang
Bekasi. Sebagaimana diketahui Kota Bekasi mempunyai beban bervariasi dan daerah
yang tidak jauh dari industri dan perkantoran, dan total kapasitas transformator
yang dipilih dalam studi ini adalah 100 kVA.
4.2. Data Transformator
Transformator yang dijadikan bahan studi adalah
Merk

:UNINDO

Kapasitas

: 100 kVA

Tegangan
HV

: 20.000 Volt

LV

: 400 Volt

HV

: 2,9 Ampere

LV

: 145 Ampere

Arus

Hubungan Belitan

: Yzn5

Impedansi

: 4%

4.3. Data Harmonik


Data harmonik diambil dari hasil pengukuran yang dilakukan oleh
Direktorat Jendral Listik dan Pengembangan Energi dengan dua kali pengukuran.
Data-data yang diambil adalah THD dan arus harmonik (Ih) sampai dengan
harmonik ke-31 (terlampir) adalah sebagai berikut:

DATA I

DATAH

THD

THD

22,8283%

14,3670%

0,091

0,126

0,051

0,029

0,037

0,025

0,021

0,012

11

0,018

11

0,014

13

0,015

13

0,011

15

0,015

15

0,004

17

0,013

17

0,007

19

0,01

19

0,005

21

0,014

21

0,004

23

0,013

23

0,004

25

0,011

25

0,003

27

0,011

27

0,004

29

0,012

29

0,003

31

0,013

31

0,002

4.4. Perhitungan Rugi Berbeban Pada Transformator


Dengan rugi Eddy Current (PEC-R) sebesar15%dari PR (ANSI/IEEE std.
I
C57.12.01-1979).Perhitungan harga-harga rms dan daya listrik untuk
data sbb :
Data I untukHarmonik ke-3:
fh

f 2h

f 2h H 2
H2

H
f h( pu)
1
3

1
0,091

h=hmax

I rms ( pu )=

h=1

Ih

1,008281

f h( pu)2
1
0,00821
1,00821

1
9

1
0,74529
1,074529

h=hmax

P ( pu )=

1.00413

h=hmax

2
h

I ( pu ) + P ECR ( pu)

h1

I h ( pu ) h

h 1

=1,008281 +0,15x1,074529
= 1,008281+0,161179 = 1,16946 pu
I max=

[( ) ]
PR

1
2

h=hmax

f 2h h2

h1
h=hmax

x PEC R

2
h

h1

[ [(

1,15

1,074529
1+
x 0,15
1,008281

[ 0,992 ]

1
2

1
2

0,996 pu
I max=0,996 x 145
= 144,42 A
Dengan cara yang sama untuk data-data I dan II selanjutnya, maka hasil perhitungan
nya dibuat dalam bentuk tabulasi ( tabel 4.1 ).

Tabel 4.1. Tabel Hasil Perhitungan Rugi-rugi Berbeban dan Arus rms dan maksimumpada setiap Harmonik
Data I (THD 22,8283%)

Data II (THD 14,3670%)


Ih(pu)

Irms(pu)

PLL(pu)

Lmax (PU)

Imax (A)

145

1,15

145

0,996

144,42

0,126

1,0079067

1,187309

0,992

143,84

1,1818151

0,992

143,84

0,029

1,0083239

1,191303

0,99

143,55

1,00611

1,193246

0,987

143,115

0,025

1,0086337

1,196522

0,989

143,405

0,021

1,00633

1,199045

0,985

142,825

0,012

1,0087051

1,198416

0,988

143,26

11

0,018

1,00649

1,20525

0,983

142,535

0,014

1,0088023

1,202169

0,987

143,115

13

0,015

1,0066

1,211179

0,981

142,245

0,011

1,0088622

1,205358

0,985

142,825

15

0,015

1,00671

1,218998

0,978

141,81

0,004

1,0088702

1,205914

0,9849

142,8105

17

0,013

1,00679

1,22665

0,975

141,375

0,007

1,0088944

1,208087

0,984

142,68

19

0,01

1,00684

1,232008

0,973

141,085

0,005

1,0089068

1,209465

0,9839

142,6655

21

0,014

1,00694

1,245169

0,969

140,36

0,004

1,0089148

1,21054

0,983

142,535

23

0,013

1,00703

1,258748

0,963

139,635

0,004

1,0089227

1,211825

0,9828

142,506

25

0,011

1,00709

1,270213

0,959

139,055

0,003

1,0089272

1,212678

0,9825

142,4625

27

0,011

1,00715

1,283565

0,953

138,185

0,004

1,0089351

1,214444

0,982

142,39

29

0,012

1,00722

1,301875

0,947

137,315

0,003

1,0089395

1,215588

0,981

142,245

31

0,013

1,0073

1,326405

0,938

136

0,002

1,0089415

1,216169

0,98

142,1

Ih(pu)

Irms (PU)

PLL(pu)

Lmax (PU) Imax (A)

1,15

0,091

1,00413

1,16946

0,051

1,00543

0,037

Dari tabel 4.1 diatas dapat dihitung kapasitas total transformator setelah dipengaruhi oleh
harmonik yaitu menjadi :
Dari data I :
S1

= 3 x Vp x Ip
400
= 3 x 3 x 136

= 94,224 kVA

Dari data II :

S2

= 3 x Vp x Ip
400
= 3 x 3
= 98,45 kVA

x 142,1

5.KESIMPULAN :
Dari pembahsan yang dibuat dalam bentuk simulasi perhitungan terhadap adanya
harmonik dalam jaringan daya listrik , maka dapat ditarik bebberapa kesimpulan sebagai
berikut adalah:
1.Dari hasil simulasi perhitungan bahwa peningkatan rugi-rugi berbeban tergantung
pada perkalian antara kuadrat orde dengan kuadrat arus harmonik pada setiap
ordenya sehingga peningkatan rugi-rugi berbeban akan semakin membesar bila
kandungan harmonik semakin besar, terutama pada orde-orde yang besar
sebaliknya bila arus harmonik pada orde-orde besar nilainya kecil maka
peningkatan rugi berbeban akan semakin kecil, sedangkan untuk arus rms
tergantung pada kandungan arus harmonik.
2. Dengan adanya harmonik maka terjadi peningkatan panas selain panas yang
ditmbulkan oleh adanya rugi-rugi tetap yang telah diperitungkan
padatransformator akibat adanya rugi beban nol, berbeban dan rugi-rugi yang lain
yang telah direkomendasikan pabrik. Dengan demikian sumbangan kerugian akibat
adanya harmonis berupa panas tambahan yang membawa dampak besar
terhadap penurunan arusmaksimum dan kapasitastransformatorsehingga umur
transformator berkurang.

Daftar Pustaka

1. ANSI/IEEE Standard C57.110-1986, "IEEE Recommended Practice for


Establishing Transformer Capability When Supllying Nonsinusoidal Load
Currents ".
2. Bambang Hermawanto, Ir, MSc, Juni 1996, "Phenomena Harmonik di Sistem
Distribusi Tenaga Listrik : Masalah, Penyebab dan Usaha Mengatasinya",
Energi&Listrik, Vol. VI, No. 2(p9-14).
3. James K. Phipps/John P. Nelson/Pankaj K. Sen, Maret/April-1994, "Power
Quality and Harmonic Distortion on Distribution Systems ", DBEE Trans. On
Industry Appl., Vol. 30, No. 2(p476-484).
4. J. Arrillaga/ D.A. Bradley/ P.S. Bodger, 1985, "Power System Harmonics",
John Wiley &Sons, New York.
5. Joseph S. Subjak/John S. Mcquilkin, November/Desember 1990, "HarmonicsCauses, Effect, Measurment, and Analysis: An Update", IEEE Trans. On
Industry Appl., Vol. 26, No.6(pl034-1042).
6. Jusmin Susanto, 2002, "Harmonisa Dalam Sistem Tenaga Listrik", Elektro
Indonesia, Nomor44, (p25-29.)
7. M. E. Van Valkenburg, 1988, "Analisis Jaringan Listrik", Airlangga,
Jakarta.
8. Leonard R Anderson, 1983, "Electrical Machines AndTransformer", Reston
Publishing Company, A Prentice Hall Company, Reston, Virginia.
9. Richard Redl/Paolo Tenti/J. Daan Van Wyk, Mei-1997,"Power Electronics'

Polluting Effects ", IEEE Spectrum(p33-39).

10.
11.

12.
13.
14.
15.

16.

17.
18.