Anda di halaman 1dari 3

1.

Pidato Tentang Narkoba Nama : Muhammad Azis Assalamu


alaikum wr.wb. Bapak-ibu guru yang saya hormati Anak-anakku seluruh
siswa SMA Negeri 1 Raha yang bapak banggakan Puji dan syukur
pertama-tama marilah kita panjatkan ke hadirat Allah SWT karena berkah
dan karunianya kita semua dapat berkumpul di pagi yang cerah ini dalam
keadaan sehat walafiat. Penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan
terlarang di kalangan generasi muda dewasa ini kian meningkat. Banyak
sekali berita-berita yang menayangkan betapa anak muda begitu mudah
menjadi korban narkoba. Bahkan bukan hanya kalangan remaja saja
melainkan berbagai kalangan termasuk artis dan pejabat. Maraknya
penyimpangan perilaku generasi muda tersebut, dapat membahayakan
keberlangsungan hidup bangsa ini di kemudian hari. Karena pemuda
sebagai generasi yang diharapkan menjadi penerus bangsa, semakin hari
semakin rapuh digerogoti zat-zat adiktif penghancur syaraf. Sehingga
pemuda tersebut tidak dapat berpikir jernih. Akibatnya, generasi harapan
bangsa yang tangguh dan cerdas hanya akan tinggal kenangan. Sasaran
dari penyebaran narkoba ini adalah kaum muda atau remaja. Inilah kiranya
kesimpulan dari apa yang bapak temukan dri berita-berita. Para pengedar
kini makin nekat untuk memperbanyak korban bahkan sampai kepada
murid SD sekalipun. Ini sungguh keterlaluan. Kalau dirata-ratakan, usia
sasaran narkoba ini adalah usia pelajar, yaitu berkisar umur 11 sampai 24
tahun. Hal tersebut mengindikasikan bahwa bahaya narkoba sewaktuwaktu dapat mengincar kalian kapan saja. Anak-anakku seluruh siswa
SMA Negeri 198 Sidoarjo yang bapak cintai. Mungkin kalian juga pernah
mendengar apa itu narkoba. Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan
obat-obatan terlarang. Sementara nafza merupakan singkatan dari
narkotika, alkohol, dan zat adiktif lainnya (obat- obat terlarang, berbahaya
yang mengakibatkan seseorang mempunyai ketergantungan terhadap
obat-obat tersebut). Kedua istilah tersebut sering digunakan untuk istilah
yang sama, meskipun istilah nafza lebih luas lingkupnya. Narkotika berasal
dari tiga jenis tanaman, yaitu (1) candu, (2) ganja, dan (3) koka.
Ketergantungan obat dapat diartikan sebagai keadaan yang mendorong
seseorang untuk mengonsumsi obat-obat terlarang secara berulang-ulang

atau berkesinambungan. Apabila tidak melakukannya dia merasa


ketagihan (sakau) yang mengakibatkan perasaan tidak nyaman bahkan
perasaan sakit yang sangat pada tubuh. Hati-hatilah jangan sampai kalian
terjerumus karena sekali terjebak maka sulit untuk keluar.

2. Di Indonesia, pencandu narkoba ini perkembangannya semakin


pesat. Para pencandu narkoba itu pada umumnya berusia antara 11
sampai 24 tahun. Artinya usia tersebut ialah usia produktif atau usia
pelajar. Pada awalnya, pelajar yang mengonsumsi narkoba biasanya
diawali dengan perkenalannya dengan rokok. Karena kebiasaan merokok
ini sepertinya sudah menjadi hal yang wajar di kalangan pelajar saat ini.
Dari kebiasaan inilah, pergaulan terus meningkat, apalagi ketika pelajar
tersebut bergabung ke dalam lingkungan orang-orang yang sudah menjadi
pencandu narkoba. Awalnya mencoba, lalu kemudian mengalami
ketergantungan. Inilah dampak negatif penyalahgunaan narkoba bagi para
korbannya : perubahan dalam sikap, perangai dan kepribadian, sering
membolos, menurunnya kedisiplinan dan nilai-nilai pelajaran, menjadi
mudah tersinggung dan cepat marah, sering menguap, mengantuk, dan
malas, tidak memedulikan kesehatan diri, suka mencuri untuk membeli
narkoba. Lalu bagaimana cara mengatasinya jika terlanjur terjerumus
menjadi korban Narkoba? Upaya pencegahan terhadap penyebaran
narkoba di kalangan pelajar, sudah seyogianya menjadi tanggung jawab
kita bersama. Dalam hal ini semua pihak termasuk orang tua kalian, guru,
dan masyarakat harus turut berperan aktif dalam mewaspadai ancaman
narkoba ini. Tetapi yang lebih menentukan adalah kalian sendiri karena
kalianlah yang memilih hidup kalian. Orang lain mungkin hanya memberi
saran jangan sampai kalian menjadi korban. Tetapi ketika kalian lepas
kontrol diri dan sembarangan dalam memilih teman bergaul maka kondisi
sangat rentan, bisa-bisa kalian jadi korban. Karenanya hati-hatilah. Anakanakku seluruh siswa SMA Negeri 198 Sidoarjo yang bapak banggakan.
Para pengedar Narkoba sedang mengincar kalian kapan saja dan dimana
saja. Mereka akan menggunakan berbagai cara agar kalian bisa tergoda
untuk mencobanya. Karena dengan mencobanya maka lambat laun kalian

akan ketagihan. Dan jika sudah ketagihan maka berati mereka sudah
berhasil merekrut satu lagi korban yang siap menjadi konsumen mereka.
Mereka, para pengedar, tidak akan mau tahu kalian dan tidak pernah
peduli dengan kehidupan kalian dimasa depan. Yang jelas mereka sedang
memburu kalian dan siap-siap menghancurkan masa depan kalian. Maka
tiada pilihan lain kecuali kalian tetap waspada dan mampu membawa diri
untuk tidak terpancing oleh rayuan mereka sehingga kalian mencoba.
Kasihanilah hidup kalian, kasihanilah masa depan kalian, kasihanilah
orang yang melahirkan dan membesarkan yaitu orang tua. Semoga kalian
diberi kekuatan untuk tidak terjerumus menjadi korban narkoba. Sekian
dulu dari bapak. Semoga apa yang bapak sampaikan dapat bermanfaat
buat kita semua. Mohon maaf jika ada kata-kata yang tidak berkenan.
Wassalamu 'alaikum wr.wb