Anda di halaman 1dari 29

P

1
A.

endahuluan

Pengertian Pola Tata Kelola


Sesuai dengan Permenkes nomor 75 tahun 2014, Puskesmas
pelaksana

teknis

dinas kesehatan

kabupaten/kota,

merupakan unit

sesuai dengan

ketentuan

perautran perundang-undangan. Organisasi Puskesmas disusun oleh dinas kesehatan


kabupaten/kota berdasarkan kategori, upaya kesehatan dan beban kerja Puskesmas.
Paling sedikit terdiri atas :
Kepala Puskesmas
Kepala sub bagian tata usaha
Penanggung jawab UKM dan Keperawatan Masyarakat
Penanggung jawab UKP, kefarmasian dan laboratorium
Penanggung jawab jaringan pelayanan Puskesmas

dan

jejaring

fasilitas

pelayanan kesehatan.
Dalam perkembangannya, telah ditetapkan bahwa puskesmas akan ditingkatkan menjadi
PPK-BLUD. Sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 61 tahun
2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Baan Layanan Umum Daerah, pola
tata kelola merupakan peraturan internal Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) atau unit
kerja yang akan menerapkan Pola pengelolaan Keuangan (PPK) BLUD.
Selanjutnya dalam pasal 3 dan 32 Permendagri nomor 61 tahun 2007 disebutkan BLUD
beroperasi berdasarkan tata kelola yang memuat antara lain :
1. Struktur Organisasi: menggambarkan posisi jabatan, pembagian tugas, fungsi,
tanggung jawab dan wewenang dalam organisasi.
2. Prosedur kerja:menggambarkan hubungan dan mekanisme kerja antar posisi jabatan
dan fungsi dalam organisasi.
3. Pengelompokan fungsi yang logis; menggambarkan pembagian yang jelas dan rasional
antara

fungsi

pelayanan

dan

fungsi

penukung yang

sesuai dengan

prinsip

pengendalian intern dalam rangka efektifitas pencapaian organisasi.


4. Pengelolaan sumber daya manusia; merupakan pengaturan dan kebijakan yang jelas
mengenai

sumber

daya

manusia yang

berorientasi

pada pemenuhan

secara

kuantitatif dan kualitatif/kompetetn untuk mendukung pencapaian tujuan organisasi

B.

secara efisien, efektif dan produktif.


Prinsip-prinsip Tata Kelola

POLA TATA KELOLA PUSKESMAS MASARAN II

Page 1

Prinsip-prinsip tata kelola BLUD sebagaimana disebutkan dalam pasal 3 ayat (2) dn
pasal 33 Permendagri nomor 61 tahun 2007 terdiri dari :
1. Transparansi
Merupakan azas keterbukaan yang dibangun atas dasar kebebasan arus informasi
agar informasi secara langsung dapat diterima bagi yang membutuhkan.
2. Akuntabilitas
Merupakan kejelasan fungsi, struktur, sistem yang dipercayakan pada BLUD agar
pengelolaanya dapat dipertanggungjawabkan.
3. Responsibilitas
Merupakan kesesuaian atau kepatuhan dalam pengelolaan organisasi terhadap
prinsip bisnis yang sehat serta perundang-undangan.
4. Independensi
Merupakan kemandirian pengelolaan organisasi secara profesional tanpa benturan
kepentingan dan pengaruh atau tekanan dari pihak manapun yang tidak sesuai
dengan peraturan perundang-undangan dan prinsip bisnis yang sehat.

C.

Tujuan Penerapan Tata Kelola


Pola Tata kelola yang diterapkan pada Badan Layanan Umum Daerah Puskesmas
bertujuan untuk :
Memaksimalkan nilai Puskesmas dengan cara menerapkan prinsip keterbukaan,
akuntabilitas, dapat dipercaya dan bertanggung jawab.
Mendorong pengelolaan Puskesmas secara profesional, transparan dan efisien
serta memberdayakan fungsi dan peningkatan kemandirian organ Puskesmas.
Mendorong agar organisasi Puskesmas dalam membuat keputusan dan
menjalankan kegiatan senantiasa dilandasi dengan nilai moral yang tinggi dan
kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta
kesadaran atas adanya tanggung jawab sosial puskesmas terhadap stakeholder.
Meningkatkan kontribusi Puskesmas dalam mendukung kesejahteraan umum

D.

masyarakat melalui pelayanan kesehatan.


Sumber Referensi Tata Kelola
1. Undang Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan.
2. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan
Badan Layanan Umum Daerah.
3. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan
Penerapan Standar Pelayanan Minimal.
4. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 61 Tahun 2007 tentang Badan Layanan
Umum
5. Peraturan Daerah Kabupaten Sragen nomor 1 tahun 2012 tentang kebijakan
penetapan tarif di puskesmas.
6. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan
Masyarakat.

POLA TATA KELOLA PUSKESMAS MASARAN II

Page 2

7. Peraturan Daerah Kabupaten Sragen Nomor 4 tahun 2011 tentang Perubahan atas
Peraturan Daerah Kabupaten Sragen Nomor 14 tahun 2008 tentang Organisasi
dan Tata kerja Dinas Daerah Kabupaten Sragen.
8. Peraturan Bupati Sragen nomor 48 tahun 2014 tentang Pedoman Tata Kelola
BLUD Unit Pelaksana Tehnis Dinas Puskesmas kabupaten Sragen.
9. Peraturan Bupati Sragen no 49 tahun 2014 tentang Standar Pelayanan Minimal
Unit Pelaksana Teknis Dinas Puskesmas kabupaten Sragen.
10. Surat Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten

Sragen

Nomor

445/2114/13/2014tentang Pembentukan Tim Pola Pengelolaan Keuangan Badan


Layanan Umum Daerah Unit Pelaksanaan Teknis Pusat Kesehatan Masyarakat di
Kabupaten Sragen.

E. Perubahan Tata Kelola


Pola Tata Kelola Puskesmas ini akan direvisi apabila terjadi perubahan terhadap
peraruran perundang-undangan yang terkait dengan pola tata kelola Puskesmas
sebagaimana disebutkan di atas, serta disesuaikan dengan fungsi, tanggung
jawab, dan kewenangan Puskesmas serta peubahan lingkungan.

POLA TATA KELOLA PUSKESMAS MASARAN II

Page 3

TRUKTUR ORGANISASI

& Uraian tugas


Struktur organisasi Puskesmas Masaran II dibentuk sesuai dengan Peraturan Daerah
Kabupaten Sragen Nomor 4 tahun 2011 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah
Kabupaten Sragen Nomor 14 tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata kerja Dinas Daerah
Kabupaten Sragen dan juga berdasarkan pada Permenkes nomor 75 tahun 2014 tentang
Pusat Kesehatan Masyarakat di dalam Bab VI tentang penyelenggaraan pada bagian kesatu
tentang kedudukan dan organisasi pasal 32 sampai dengan pasal 34 dengan ketentuan
sebagai berikut:
a.

Puskesmas

merupakan

unit

pelaksana

teknis

dinas

kesehatan

kabupaten/kota, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan.


b. Puskesmas dipimpin oleh seorang Kepala Puskesmas.

Kepala Puskesmas sebagaimana dimaksud pada ayat diatas merupakan seorang


Tenaga Kesehatan dengan kriteria sebagai berikut:
-

tingkat pendidikan paling rendah sarjana dan memiliki kompetensi


manajemen kesehatan masyarakat;

masa kerja di Puskesmas minimal 2 (dua) tahun; dan

telah mengikuti pelatihan manajemen Puskesmas.

Kepala Puskesmas bertanggungjawab atas seluruh kegiatan di Puskesmas.


Dalam melaksanakan tanggung jawab sebagaimana dimaksud pada ayat diatas,
Kepala Puskesmas merencanakan dan mengusulkan kebutuhan sumber
daya Puskesmas kepada dinas kesehatan kabupaten/kota.
c.

Organisasi

Puskesmas

disusun

oleh

dinas

kesehatan

kabupaten/kota

berdasarkan kategori, upaya kesehatan dan beban kerja Puskesmas.


d. Organisasi Puskesmas sebagaimana dimaksud pada ayat diatas paling sedikit
terdiri atas:

kepala Puskesmas;
kepala sub bagian tata usaha;
penanggung jawab UKM dan Keperawatan Kesehatan Masyarakat;
penanggung jawab UKP, kefarmasian dan Laboratorium; dan
penanggungjawab jaringan pelayanan Puskesmas dan jejaring fasilitas
pelayanan kesehatan

POLA TATA KELOLA PUSKESMAS MASARAN II

Page 4

Dengan ketentuan tersebut, maka kedudukan, fungsi dan susunan organisasi diatur
sebagai berikut :
a.

Puskesmas sebagai unit pelaksana teknis pada Dinas Kesehatan dipimpin oleh
Kepala Puskesmas yang bertanggung jawab kepada Kepala Dinas Keehatan

melalui Sekretais Dinas Kesehatan.


b. Puskesmas mempunyai tugas melaksanakan

sebagian

tugas

teknis

dinas

kesehatan di bidang penyelenggaraan pelayanan kesehatan masyarakat.


Puskesmas dalam mempunyai tugas sebagai berikut :
a.

melaksanakan kebijakan kesehatan untuk mencapai


kesehatan

di

wilayah

kecamatan sehat.
b. Dalam melaksanakan

kerjanya

tugas

tujuan

pembangunan

dalam rangka mendukung terwujudnya

sebagaimana

dimaksud

dalam

pasal diatas,

Puskesmas menyelenggarakan fungsi:


1)

penyelenggaraan UKM tingkat pertama di wilayah kerjanya; dan

2)

penyelenggaraan UKP tingkat pertama di wilayah kerjanya.


Dalam menyelenggarakan fungsi sebagaimana dimaksud dalam

ayat 1),

Puskesmas berwenang untuk:


-

melaksanakan perencanaan berdasarkan analisis masalah kesehatan


masyarakat dan analisis kebutuhan pelayanan yang diperlukan;

melaksanakan advokasi dan sosialisasi kebijakan kesehatan;


melaksanakan

komunikasi,

informasi,

edukasi,

dan

pemberdayaanmasyarakat dalam bidang kesehatan;


-

menggerakkan masyarakat untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan


masalah kesehatan pada setiap tingkat perkembangan masyarakat yang
bekerjasama dengan sektor lain terkait;

melaksanakan

pembinaan

teknis

terhadap

jaringan

pelayanan

dan

masyarakat dalam bidang kesehatan;


-

menggerakkan masyarakat untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan


masalah kesehatan pada setiap tingkat perkembangan masyarakat yang
bekerjasama dengan sektor lain terkait;

melaksanakan

pembinaan

teknis

terhadap

jaringan

pelayanan

dan

upaya kesehatan berbasis masyarakat;


-

melaksanakan

peningkatan

kompetensi

Puskesmas;
POLA TATA KELOLA PUSKESMAS MASARAN II

Page 5

sumber

daya

manusia

memantau pelaksanaan pembangunan agar berwawasan kesehatan;

melaksanakan pencatatan, pelaporan, dan evaluasi terhadap akses,


mutu, dan cakupan Pelayanan Kesehatan; dan

memberikan

rekomendasi

terkait

masalah

kesehatan

masyarakat,

termasuk dukungan terhadap sistem kewaspadaan dini dan respon


penanggulangan penyakit.

Dalam menyelenggarakan fungsi sebagaimana dimaksud dalam ayat 2), Puskesmas


berwenang untuk:
-

menyelenggarakan

Pelayanan Kesehatan

dasar secara komprehensif,

berkesinambungan dan bermutu;


-

menyelenggarakan

Pelayanan

Kesehatan

yang

mengutamakan

upaya

promotif dan preventif;


-

menyelenggarakan

Pelayanan

Kesehatan

yang

berorientasi

pada

Pelayanan

Kesehatan

yang

individu, keluarga, kelompok dan masyarakat;


-

menyelenggarakan menyelenggarakan
mengutamakan

keamanan

dan

keselamatan

pasien,

petugas

dan

pengunjung;
-

menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan dengan prinsip koordinatif dan


kerja sama inter dan antar profesi;

melaksanakan rekam medis;

melaksanakan pencatatan, pelaporan, dan evaluasi terhadap mutu dan


akses Pelayanan Kesehatan;

melaksanakan peningkatan kompetensi Tenaga Kesehatan;

mengoordinasikan dan melaksanakan pembinaan

fasilitas pelayanan

kesehatan tingkat pertama di wilayah kerjanya; dan


-

melaksanakan penapisan rujukan sesuai dengan indikasi medis dan Sistem


Rujukan.

3)

Selain menyelenggarakan fungsi sebagaimana dimaksud dalam ayat diatas


Puskesmas

dapat

berfungsi

sebagai

wahana

Kesehatan.
Struktur organisasi dari UPTD Puskesmas terdiri dari :

a. Kepala UPTD Puskesmas,


b. Bagian Tata Usaha, yang dibantu oleh:
POLA TATA KELOLA PUSKESMAS MASARAN II

Page 6

pendidikan

Tenaga

Bagian Kepegawaian,
Bagian Keuangan,
Bagian Rumah Tangga dan
Bagian Sistem Informasi Puskesmas
Masing-masing Bagian dapat dibantu oleh beberapa staf fungsional
sebagai pengelola urusan atau kegiatan sesuai dengan kebutuhan.

c. empat Koordinator untuk pelaksanaan tugas manajemen dan tata


laksana program, yakni :
Penanggungjawab UKM esensial dan keperawatan kesehatan
masyarakat yang membawahi:

pelayanan promosi kesehatan termasuk UKS

pelayanan kesehatan lingkungan

pelayanan KIA-KB yang bersifat UKM

pelayanan gizi yang bersifat UKM

pelayanan pencegahan dan pengendalian penyakit

pelayanan keperawatan kesehatan masyarakat

Penanggungjawab UKM Pengembangan


Membawahi upaya pengembangan di Puskesmas, antara lain:

pelayanan kesehatan jiwa

pelayanan kesehatan gigi masyarakat

pelayanan kesehatan tradisional komplementer

pelayanan kesehatan olahraga

pelayanan kesehatan indera

pelayanan kesehatan lansia

pelayanan kesehatan kerja

pelayanan kesehatan lainnya

Penanggungjawab UKP, kefarmasian, dan laboratorium


Membawahi beberapa kegiatan, yaitu:

pelayanan pemeriksaan umum

pelayanan kesehatan gigi dan mulut

pelayanan KIA-KB yang bersifat UKP

pelayanan gawat darurat

pelayanan gizi yang bersifat UKP

pelayanan persalinan

pelayanan rawat inap

POLA TATA KELOLA PUSKESMAS MASARAN II

Page 7

pelayanan kefarmasian

pelayanan laboratorium

Penanggungjawab jaringan pelayanan Puskesmas dan jejaring


fasilitas pelayanan kesehatan, yang membawahi:

Puskesmas Pembantu

Puskesmas Keliling

Bidan Desa

Jejaring fasilitas pelayanan kesehatan

ROSEDUR KERJA

Hubungan dan mekanisme kerja antar posisi jabatan dan fungsi organisasi
Puskesmas Masaran II tergambar dalam proses

bisnis yang berkesinambungan yang

meliputi pelayanan medis (poli umum & tindakan, poli gigi, poli KIA) dan penunjang medis
(laboratorium, gizi, pelayanan obat, sanitasi dan kesehatan lingkungan) didukung dengan
sarana dan prasarana dalam lingkup ketatausahaan (pelatihan SDM, penempatan & mutasi
SDM, pemeliharaan sarana dan prasarana, pengendalian alat ukur, pengadaan barang,
seleksi dan evaluasi suplier, penyimpanan barang, pemeliharaan lingkungan kerja) dimana
ada sistem kontrol pelayanan puskesmas melalui tinjauan manajemen meliputi penanganan
keluhan pelanggan, survey kepuasan pelanggan, audit klinis, pengendalian layanan yang
tidak sesuai dan tindakan pencegahan perbaikan.

Proses bisnis Puskesmaa Masaran II yang berorientasi pada kepuasan pelanggan


dimulai dari peneimaan, pelayanan medis dan penunjang medis, didukung sarana dan
prasarana penunjang (sistem ketatausahaan) dan dimonitoring melalui tinjauan manajemen
untuk mendapatkan hasil akhir yakni kepuasaan pelanggan.

A.

Prosedur kerja klinis di Puskesmas Masaran II meliputi :

POLA TATA KELOLA PUSKESMAS MASARAN II

Page 8

1. Prosedur

di

ruang

pendaftaran

prosedur

ini

mencakup

penerimaan,

pendaftaran, pembuatan status rekam medis, pemberian nomor urut pasien,


entry data dalam computer sampai dengan mencari kartu status RM dan
pengembalian kartu status RM ke rak penyimpan.

2. Prosedur Poli Umum, prosedur ini dimulai dari penerimaan pasien, pemeriksaan
kartu status rekam medis, melakukan anamnese, pemeriksaan fisik, penengakan
diagnosa, pemberian terapi/resep serta surat rujukan.

3. Prosedur Poli Gigi, prosedur ini mencakup pelayanan kesehatan gigi dan mulut,
pelayanan rujukan untuk keperluan diagnostik, pengobatan dan tindakan serta
pemulihan.

4. Prosedur poli KIA/KB/Imunisasi, mencakup penerimaan pasien, anamnese,


pemeriksaan fisik, penyuluhan, tindakan, rujukan internal jika diperlukan
sampai pemberian resep.

5. Prosedur laboratorium, mencakup mulai dari menerima surat rujukan dai poli
maupaun UGD/Rawat Inap, pengambilan sampel, pemeriksaan sample sampai
penyerahan hasil pemeriksaan laboratorium kepada pasien dan pencatatan
semua data.

6. Prosedur pelayanan Obat, proses kegiatan dimulai dari penerimaan resep,


meracik obat sampai dengan menyerahkan obat kepada pasien dengan informasi
lengkap dan benar.

7. Prosedur Pembayaran, dimulai dari menerima pembayaran dari total pelayanan


yang didapatkan pasien, baik pasien lama maupun pasien baru.
B. Prosedur Upaya Kesehatan Masyarakat Puskesmas Masaran II meliputi :
1. Mengkoordinir penyusunan rencana kegiatan di bidang UKM Esensial dan
keperawatan masyarakat yang meliputi pelayanan promosi kesehatan termasuk
UKS, pelayanan kesehatan lingkungan ,

pelayanan KIA-KB yang bersifat UKM,

pelayanan gizi yang bersifat UKM, pelayanan pencegahan dan pengendalian


penyakit dan pelayanan keperawatan kesehatan masyarakat

POLA TATA KELOLA PUSKESMAS MASARAN II

Page 9

2. Mengkoordinir pelaksanaan kegiatan di bidang UKM esensial dan keperawatan


kesehatan.
3. Mengevaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang UKM esensial dan keperawatan
kesehatan masyarakat.
4. Menilai hasil kegiatan di bidang UKM esensial dan perawatan kesehatan
masyarakat.
5. Melaporkan hasil kegiatan sebagai bahan informasi/pertanggungjawaban kepada
Kepala UPTD Puskesmas.
6. Melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh atasan.
C. Prosedur Tata Usaha, mencakup tentang :
1. Prosedur penempatan SDM, mencakup tentang proses penempatan SDN sehingga
dapat menjamin SDM yang mampu dan profesional dalam menjalankan tugas dan
memberikan pelayanan yang sesuai dengan bidangnya.
2. Prosedur Pelatihan SDM, prosedur ini ditetapkan sebagai panduan proses
pelatihan SDM, baik mencakup pelatihan yang diselenggarakan Dinas kesehatan
Kabupaten Sragen maupun Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Tengah sehingga
dapat menjamin SDM yang mampu dan profesional dalam memberikan pelayanan
kesehatan.
3. Prosedur kalibrasi alat medis, mencakup pendataan alat dan pembuatan jadwal
kalibrasi sebagai kelayakan ukur dan alat pantau oleh badan yang berkompeten,
sampai dengan pelaksanaan dan pengecekan hasil kalibrasi dan pelebelan
alat/kalibrasi.
4. Proesdur

pemeliharaan

sarpras,

mencakup

identifikasi

sarpras,

jadwal

pemeliharaan, pelaksanaan pemeliharaan baik yang dilakukan sendiri maupun


rekanan, verivikasi dan laporan hasil pemeriksaan. Sarana dan prsasran meliputi
alalt kesehatan, sistem informasi, alat transportasi dan sebagainya. Rekanan
adalah pihak tiga yang bisa melakukan pemeliharaan sarpras.
5. Prosedur pengadaan barang, merupakan mekanisme pengadaan barang yang
meliputi identifikasi kebutuhan barang, pembeliaan, penerimaan, pendistribusian
dan penyimpanan untuk mencegah kerusakan dan kehilangan serta kesesuaian
dengan spesifikasi.

POLA TATA KELOLA PUSKESMAS MASARAN II

Page 10

engelompokan fungsi

Seperti yang tergambar dalam struktur organisasi

Puskesmas Masaran II, fungsi-

fungsi yang ada dapat dikelompokkan menjadi 2 (dua) yaitu :

A.

Fungsi Pelayanan (services).

POLA TATA KELOLA PUSKESMAS MASARAN II

Page 11

Yang termasuk dalam fungsi pelayanan adalah :

upaya kesehatan masyarakat essensial dan perawatan kesehatan masyarakat,


upaya kesehatan masyarakat pengembangan,
upaya kesehatan perorangan, farmasi dan laboratorium serta
jejaring pelayanan.
Fungsi Pendukung ( supporting ).

B.

Sebagai fungsi

pendukung (supporting) untuk menunjang fungsi pelayanan

dalam

rangka efektifitas adalah sebagai berikut :

Upaya Kesehatan Penunjang (sistem informasi puskesmas)


Upaya Pelayanan Administrasi yang meliputi :
1. Administrasi Keuangan termasuk aset.
2. Administrasi Umum dan Kepegawaian serta rumah tangga
3. Administrasi di bidang Perencanaan dan Monitoring Evaluasi.

engelolaan sdm

A. Perencanaan kebutuhan SDM dan penerimaan pegawai


Puskesmas Masaran II tidak mempunyai kewenangan untuk melaksanakan
penerimaan

Pegawai

Negeri

Sipil

(PNS).

Puskesmas

Masaran

II

hanya

bisa

mengusulkan kebutuhan PNS.


Proses penerimaan pegawai non PNS akan dilakukan tes oleh DKK dengan
rekomendasi dari oleh Puskesmas Masaran II, dengan tetap berpedoman pada aturan
yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen.

B. Sistem Remunerasi

POLA TATA KELOLA PUSKESMAS MASARAN II

Page 12

Sistem remunerasi belum diberlakukan di Puskesmas Masaran II. Sedangkan


penghasilan karyawan di Puskesmas Masaran II meliputi :
1. Gaji/honor
a.

Gaji, meliputi gaji pokok dan tunjangan-tunjangan, untuk seluruh SDM yang
berstatus PNS dengan ketentuan pelaksanaannya berdasarkan:
-

UU nomor 8 tahun 1974 sebagaiman yang telah diubah dengan UU nomor


43 tahun 1999 tentang Pokok-pokok kepegawaian.

PP nomor 25 tahun 2010 tentang peraturan gaji pegawai negeri sipil.

b. Honor, yaitu untuk tenaga honorer dan pegawai harian lepas yang besarnya
disesuaikan dengan kemampuan keuangan Puskesmas Masaran II.

2. Jasa pelayanan
Jasa pelayanan merupakan kompensasi atas pelayanan kesehatan yang telah
dilakukan baik kepada pasien umum dan BPJS. Jasa pelayanan ini merupakan
imbalan yang diberikan kepada pelaksana yang secara langsung maupun tidak
langsung

melakukan

pelayanan

kesehatan

kepada

masyarakat.

Ketentuan

pelaksanaan terkait jasa pelayanan adalah sebagai berikut :


-

Keputusan Menteri Kesehatan nomor 857 tahun 2009 tentang penilaian


kinerja pegawai.

Peraturan Menteri Kesehatan nomor 19 tahun 2014 tentang penggunaan


dana kapitasi jaminan kesehatan nasional.

Keputusan

Kepala

Dinas

Kesehatan

Kabupaten

Sragen

no

445/3838/13/2014 tentang pola pembagian jasa pelayanan kesehatan


nasional di puskesmas kabupaten Sragen.

C. Pembinaan SDM

Pembinaan dilakukan oleh Kepala UPTD Puskesmas/pemimpin BLUD


dan pejabat yang berwenang

(Dinas Kesehatan dan Badan Kepegawaian

Daerah Kabupaten), sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku


termasuk pemberian penghargaan ataupun sanksi (reward and punishment).

D. Pemutusan Hubungan Kerja


vPemutusan hubungan kerja untuk pegawai berstatus PNS berpedoman pasa
Peraturan Pemerintah nomor 32 tahun 1979 tentang pemberhentian PNS dan
Peraturan Pemerintah nomor 53 tahn 2010 tentang Displin PNS. Sedangkan untuk
POLA TATA KELOLA PUSKESMAS MASARAN II

Page 13

pegawai non PNS pemutusan hubungan kerja berpedoman pada perjanjian kontrak
kerja.

istem akutansi berbasis

Kinerja
POLA TATA KELOLA PUSKESMAS MASARAN II

Page 14

Dalam upaya mewujudkan akuntabilitas berbasis kinerja, maka dibuatlah Rencana


Strategis Bisnis (RSB) BLUD yang mencakup pernyataan visi, misi, program strategis,
pengukuran pencapaian kinerja, rencana pencapaian lima tahunan dan proyeksi keuangan
lima tahunan BLUD. Rencana Strategis Bisnis (RSB) BLUD dipergunakan sebagai dasar
penyusunan Rencana Bisnis Anggaran (RBA) dan evaluasi kerja.
A. VISI :
TERWUJUDNYA MASYARAKAT SEHAT DAN MANDIRI SERTA BERKEADILAN
B. MISI :
-

Meningkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Yang Merata, Terjangkau Dan Berkeadilan

Meningkatkan Pengendalian Penyakit Dan Penyehatan Lingkungan

Meningkatkan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat Yang Berkesinambungan

Menggerakkan Peran Serta Masyarakat Dalam Pembangunan Berwawasan Kesehatan


Dengan Kemitraan

Mendorong Terwujudnya Kemandirian Masyarakat Untuk Hidup Sehat


C. MOTTO :
MEMBERIKAN PELAYANAN YANG TERBAIK UNTUK MASYARAKAT
Untuk mencapai hasil kegiatan (kinerja) sesuai standar pelayanan minimal (SPM), ada

sekitar 21 upaya/program dan kegiatan pokok yang akan dilaksanakan oleh UPTD
Puskesmas Masaran II sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis Daerah Dinas Kesehatan
Kabupaten Sragen.
1. Upaya Kesehatan Ibu Anak (KIA) dan Keluarga Berencana (KB)

1. Kegiatan Pokok
a.

Pendataan Bumil, bayi dan balita

b.

ANC dan pemberian buku KIA

c.

pencatatan kohort ibu ,bayi balita.

d.

Deteksi bumil resti/komplikasi

e.

Pertolongan Persalinan

f.

Pemantauan pasca`persalinan dan MTBM, pelayanan kunjungan neonatus di


dalam dan diluar gedung, pelayanan rujukan neonatus, audit kesakitan dan
kematian neonatus.

g.

Pembuatan PWS KIA

POLA TATA KELOLA PUSKESMAS MASARAN II

Page 15

h.

Peningkatan kompetensi petugas, MTBS, DDTK, kunjungan bayi di dalam dan


diluar gedung.

i.

Pelayanan kunjungan anak balita dan prasekolah.

j.

Pelayanan KB yang berkualitas.

2. Indikator Kinerja
a. Cakupan kunjungan ibu hamil K1 dan K-4.
b. DO K1 K4.
c. Cakupan DDRT ibu hamil.
d. Ibu hamil resiko tinggi yang dirujuk.
e. Cakupan kunjungan neonatus.
f. Cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan.
g. Cakupan kunjungan bayi.
h. Cakupan BBLR ditangani.
i. Cakupan deteksi dini anak balita dan pra sekolah.
j. Cakupan peserta KB baru.
k. Cakupan peserta KB aktif.
1.1. Imunisasi
1.Kegiatan Pokok.
a. Penyediaan dan penyimpanan vaksin yang baik dan benar
b.

Pelayanan imunisasi yang berkualitas sesuai dengan SOP meliputi Imunisasi


Dasar Lengkap,BIAS Campak,DT TD, WUS.

c.

Pendataan jumlah murid kelas I ,II DAN III SD.

d.

Peningkatan kompetensi petugas kesehatan, penyelidikan epidemiologi.

e.

Pencatatan dan Pembuatan PWS Imunisasi.

f.

Penanganan kasus sesuai SOP apabila ada kasus KIPI

2.Indikator Kinerja
a.

Cakupan imunisasi Hb-0 bayi lahir < 7 hari.

b.

Cakupan imunisasi BCG.

c.

Cakupan imunisasi Hb- DPT 3.

d.

Cakupan imunisasi polio 4.

e.

Cakupan imunisasi campak

f.

DO Hb-DPT 3 Campak.

g.

Desa/ kelurahan UCI.

h.

Status T5 ibu hamil.

POLA TATA KELOLA PUSKESMAS MASARAN II

Page 16

i.

Cakupan BIAS Campak kelas 1 SD.

j.

Cakupan BIAS DT Kelas 1 dan Td kelas 2-3 SD.

k.

Kejadian KIPI.

1.2. Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat.


1. Kegiatan Pokok
a. Penimbangan bayi dan balita di posyandu.
b. Verfikasi status Gizi, KIE dan intervensi dengan PMT pemulihan.
c. Distribusi vitamin A dosis tinggi untuk bayi 6-12 bln ,balita dan bufas .
d. Pelaksanaan Kadarzi.
e. Perencanaan dan distribusi tablet Fe kepada bumil dan bufas
f. Bekerjasama dengan KIA dalam penatalaksanaan bumil KEK
g. Monitoring GAKI
h. Pemberian PMT penyuluhan di posyandu dg D/S < 80%

2. Indikator Kinerja
a. Cakupan Balita terdaftar dan memiliki buku KIA
b. Cakupan D/S, N/D.N/S
c. Balita Gizi kurang tertangani.
d. Balita Gizi Buruk tertangani.
e. Balita mendapat Vit. A 2 kali pertahun.
f. Pelaksanaan PSG posyandu.
g. Pemantauan Kadarzi.
h. Ibu hamil yang diukur LILA.
i. Ibu hamil KEK tertangani.
j. Ibu Nifas dapat Vitamin A.
k. Ibu Hamil dapat tab Fe 90 tablet.
l. MP-ASI pada bayi BGM dari Maskin.
1.3. Upaya Pemberantasan dan Pencegahan Penyakit Menular

1. Kegiatan Pokok
a. Pemastian KLB, investigasi, penanggulangan, pemutusan mata rantai, dan
pengamatan pasca KLB.
b. Sosialisasi AFP, pencarian kasus, dan kunjungan ulang.
c. Penemuan kasus,diagnosa dan pengobatan Tb paru, dan kunjungan rumah.
POLA TATA KELOLA PUSKESMAS MASARAN II

Page 17

d. Penemuan dan pengobatan pneumonia.


e. Tata laksana terapi ODHA, dan peningkatan PHBS.
f. Diagnosis dan tatalaksana DBD, PE, dan PSN.
g. Diagnosis dan tatalaksana diare, dan PE.
h. Diagnosis dan tatalaksana malaria.
i. Diagnosis dan tatalaksana kusta, serta kontak serumah.
j. Diagnosis dan tatalaksana IMS.
k. Sosialisasi rabies dan tatalaksana gigitan HPR.

2. Indikator Kinerja
a. Desa/ kelurahan mengalami KLB ditangani < 24 jam.
b. Desa/kelurahan bebas rawan gizi.
c. AFP per 100.000 penduduk< 15 tahun.
d. Penemuan suspek TB Paru.
e. TBParu BTA +
f. Kesembuhan TB Paru BTA +
g. Pemeriksaan kontak serumah TB Paru BTA +.
h. Cakupan balita dengan pneumonia yang ditangani.
i. Klien yang mendapat penanganan HIV-AIDS.
j. Penderita DBD yang ditangani.
k. Balita dengan diare yang ditangani.
l. Penderita malaria yang diobati.
m.Penderita kusta yang selesai berobat (RFT).
n. IMS yang diobati.
o. Kasus gigitan HPR ditangani.
1.4. Upaya Kesehatan Lingkungan

1. Kegiatan pokok
a. Pendataan, kemitraan, pengawasan, dan advokasi.
b. Inspeksi sanitasi.
c. Pelaksanaan STBM (Sanitasi Total berbasis masyarakat)
d. Pelayanan klinik sanitasi.
e. Pengelolaan limbah sesuai standar.

2. Indikator kinerja
a. Institusi yang dibina.
POLA TATA KELOLA PUSKESMAS MASARAN II

Page 18

b. Rumah/bangunan bebas jentik Aedes.


c. TTU/TPM yang diawasi.
d. TTU/TPM yang memenuhi syarat.
e. Cakupan SAB.
f. Cakupan jamban keluarga.
g. Cakupan SPAL.
h. Cakupan klinik Sanitasi.
i. Terkelolanya limbah sesuai standar baik limbah medis dan non medis.
1.5. Upaya Promosi Kesehatan

1. Kegiatan Pokok
a. Pembinaan dan pengendalian UKBM.
b. Penyuluhan

yang

menyangkut

materi

ASI

eksklusif,

garam

beryodium,

posyandu, NAFZA, pemberantasan penyakit menular dan tidak menular.


c. Pembinaan dan analisa Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di setiap
tatanan.
d. Peningkatan peran serta dan pemberdayaan masyarakat.
e. Pembinaan jaminan kesehatan nasional/JKN

2. Indikator Kerja
a. Bayi yang dapat ASI eksklusif.
b. Desa dengan garam beryodium baik.
c. Strata Posyandu.
d. Penyuluhan NAFZA oleh petugas kesehatan.
e. Cakupan peserta jaminan kesehatan Nasional
f. Cakupan jaminan kesehatan Gakin.
g. Tingkat pencapaiann PHBS di setiap tatanan.
1.6. Upaya Pengobatan

1. Kegiatan Pokok
a. Melaksanakan pelayanan pengobatan rawat jalan tingkat pertama sesuai
standar.
b. Input riwayat penyakit pasien ke dalam SIMPUS dan medical record
c. Melaksanakan pelayanan kedaruratan medik.
d. Melaksanakan upaya rujukan sesuai strandar.

2. Indikator kinerja
POLA TATA KELOLA PUSKESMAS MASARAN II

Page 19

a. Cakupan rawat jalan umum (Utilisasi rawat jalan).


b. Cakupan Kunjungan rawat jalan gigi
c. Cakupan penanganan kegawatdaruratan sesuai standar.

1.7. Usaha Kesehatan Sekolah

1. Kegiatan Pokok
a. Penjaringan anak kelas 1 SD
b. Pemeriksaan berkala
c. Pembinaan dokter kecil.
d. Pembinaan sekolah sehat.

2. Indikator Kinerja
a. Cakupan penjaringan siswa kelas 1 SD dan setingkat oleh tenaga kesehatan
b. Pembentukan dokter kecil tingkat SD.
c. Cakupan pelayanan kesehatan remaja.
d. Cakupan sekolah sehat.
1.8. Upaya Kesehatan Usia Lanjut

1. Kegiatan Pokok
a. Perencanaan dan pelaksanaan pelayanan kelompok usia lanjut.
b. Pembinaan kelompok usia lanjut.
c. Melaksanakan upaya rujukan usia lanjut yang beresiko tinggi.

2. Indikator Kerja
a. Cakupan Pelayanan usia lanjut.
b. Cakupan kelompok-kelompok usia lanjut melalui posyandu.
c. Adanya pelayanan dengan sistem UPTD Puskesmas Santun Lansia.
1.9. Upaya Kesehatan Jiwa Masyarakat

1. Kegiatan Pokok
a. Penemuan kasus dan pelayanan
b. pencatatan dan pelaporan.

2. Indikator Kinerja
a. Pendataan gangguan jiwa berat di masyarakat.
b. Pelayanan gangguan jiwa di UPTD Puskesmas.
1.10.Perawatan Kesehatan Masyarakat (Perkesmas)
POLA TATA KELOLA PUSKESMAS MASARAN II

Page 20

1. Kegiatan Pokok
a. Perencanaan dan pelaksanaan Perkesmas penduduk yang rawan kesehatan.
b. Pembinaan dan pelayanan bagi penduduk miskin.
c. Melaksanakan upaya rujukan.

2. Indikator Kinerja
a. Perkesmas Bumil resti,neonatal resti, balita resti, dan penderita TBParu.
b. Cakupan Perkesmas bagi masyarakat miskin.
1.11.Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut

1. Kegiatan Pokok
a. Melaksanakan pengobatan rawat jalan gigi tingkat pertama sesuai stndar.
b. Melaksanakan pembinaan dan pelayanan kesehatan gigi masyarakat.
c. Melaksanakan pembinaan dan pelayanan kesehatan gigi anak sekolah.

2. Indikator Kinerja
a. Cakupan penduduk dapat pelayanan kesehatan gigi dan mulut.
b. Cakupan ibu hamil dapat pelayanan kesehatan gigi dan mulut.
c. Cakupan desa binaan UKGMD.
d. Ratio penambalan dan pencabutan.

1.12.Upaya Pengobatan Rawat Inap

1. Kegiatan Pokok
a. Melaksanakan pelayanan persalinan normal sesuai dengan standar.
b. Melaksanakan pelayanan persalinan dengan penyulit sesuai dengan standar.
c. Melaksanakan upaya rujukan sesuai stndar.

2. Indikator Kinerja
a. Cakupan penanganan persalinan normal dan persalinan dengan penyulit sesuai
standar.
b. Cakupan visite rate.
c. Cakupan pemberi pelayanan rawat inap oleh tenaga para medis.
1.13.Upaya Kesehatan Kerja

1. Kegiatan Pokok
Pendataan, sosialisasi, perencanaan jadwal, pelaksanaan, dan monev.

2. Indikator Kinerja
POLA TATA KELOLA PUSKESMAS MASARAN II

Page 21

a. Cakupan Pos UKK yang di bina.


b. Kasus penyakit akibat kerja
c. Cakupan penanganan kasus penyakit akibat kerja
1.14.Regestrasi Pasien dan Catatan Medik

1. Kegiatan Pokok
a. Persiapan sarana, prasarana, dan pengaturan tenaga
b. Melaksanakan registrasi pasien dengan SIMPUS
c. Monitoring

rekam

medik

sesuai

waktu

penyimpanan,

pemilahan,

dan

pemusnahan.

2. Indikator Kinerja
a. Lama waktu pendaftaran pasien.
b. Waktu pembuatan/penemuan catatan medik.
c. Kelengkapan pengisian dan penataan kembali rekam medik 24 jam
setelah selesai pelayanan.
d. Waktu tunggu pasien di rawat jalan.
e. Kenyamanan ruang tunggu.
f. Tata kelola rekam medik.
1.15.Upaya Pelayanan Logistik (Farmasi)
1. Kegiatan Pokok
a. Perencanaan obat, permintaan, dan penerimaan.
b. Stok opname obat, kartu stok, gudang penyimpanan obat, dan almari obat.
c. Optimalisasi SIMPUS, pengadaan resep, pelayanan, dan sampling survey.
2. Indikator Kinerja

a. Ketersediaan obat sesuai kebutuhan.


b. Ketersediaan obat esensial dan generik.
c. Tata kelola obat sesuai standar.
d. Tidak ada kesalahan pemberian obat.
e. Tata kelola dokumen resep.
1.16.Laboratorium Sederhana
1. Kegiatan Pokok
a. Persiapan sarana dan prasarana
b. Pelayanan pemeriksaan laboratorium sederhana
c.

Peningkatan kompetensi petugas

d. Pencatatan dan pelaporan.


2. Indikator Kinerja
POLA TATA KELOLA PUSKESMAS MASARAN II

Page 22

a. Durasi pemeriksaan specimenlaboratorium sederhana.


b. Hasil laboratorium terkonfirmasi kepada petugas medis.
1.17.SP2TP
1. Kegiatan Pokok
Pengadaan administrasi pencatatan pelaporan puskesmas dan

koordinasi lintas

program.
2. Indikator Kinerja
Pengumpulan dan pelaporan Tepat waktu.
1.18.Upaya Rujukan
1. Kegiatan Pokok
a. Melaksanakan rujukan sesuai perbup rujukan kab. Bandung Barat.
b. Pencatatan dan pelaporan
2. Indikator Kinerja

Rujukan sesuai standar.


1.19.Administrasi dan Kepegawaian
1. Kegiatan Pokok
a. Pembinaan pegawai dan waskat.
b. Pengadaan sarana dan prasarana surat menyurat.
c. Monitoring

jenjang

kepangkatan,

daftar

pengendalian,

pembinaan,

sebagainya.

2. Indikator Kinerja
a. Tepat waktu absensi pegawai.
b. Pengendalian surat-surat dinas sesuai alur dan prosedur.
c. Ketepatan waktu usul naik pangkat, gaji berkala, DP3, dan lain-lain.

POLA TATA KELOLA PUSKESMAS MASARAN II

Page 23

dan

ebijakan Layanan

Jasa, Tarif, dan Sistem


1. Standar Pelayanan Minimum (SPM)
POLA TATA KELOLA PUSKESMAS MASARAN II

Page 24

Bupati menetapkan
memastikan

bahwa

Standar

seluruh

Pelayanan

pelanggan

Minimum Puskesmas

untuk

telah memperoleh layanan secara

profesional sesuai standar, yang mencakup kualitas fasilitas, kualitas layanan,


pemerataan dan kesetaraan layanan, biaya serta kemudahan untuk mendapatkan
layanan.
Puskesmas harus menetapkan mekanisme pemberian layanan jasa sesuai
dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pemberian jasa pelayanan
kesehatan dilaksanakan oleh staf medis dan tenaga kesehatan lainnya secara
profesional sesuai dengan standar profesi, kompetensi dan pelayanan medis dalam
rangka mencapai kualitas layanan yang dipersyaratkan melalui

penerapan sistem

manajemen mutu untuk menjamin kepuasan pelanggan dan seluruh stakeholders.

2. Tarif Layanan
Bupati

menetapkan tarif layanan dalam Peraturan Derah nomor 1 tahun

2012 dengan mempertimbangkan kontinuitas dan pengembangan layanan, daya beli


masyarakat, asas keadilan dan kepatutan dan kompetensi yang sehat.
Puskesmas harus melakukan evaluasi

kualitas

pemberian jasa

pelayanan

yang telah dilakukan pada akhir periode sebagai bahan masukan pada periode
berikutnya.
3. Sistem Penatausahaan dan Akuntansi Pengelolaan BLUD
Pedoman mengenai sistem penatausahaan dan akuntansi yang diterapkandi
Puskesmas Masaran II adalah :
o

Peraturan Pemerintah nomor 24 tahun 2005 tentang standar Akutansi

Pemerintah.
Peraturan Pemerintah nomor 58 tahun 2005 tentang pengelolaan keuangan

Daerah
Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 13 tahun 2006 tentang pedoman
Pengelolaan Keuangan Daerah.

7.2. Kebijakan Pengelolaan Lingkungan dan Limbah


Limbah medis adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan medis. Limbah
puskesmas cenderung ersifat infeksius dan kimia beracun yang dapat mempengaruhi
POLA TATA KELOLA PUSKESMAS MASARAN II

Page 25

kesehatan manusia, memperburuk kelestarian lingkungan hidup apabila tidak dikelola


dengan baik.
Limbah puskesmas meliputi semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan
puskesmas dalam bentuk padat, cair dan gas, merupakan bahan yang tidak berguna,
tidak digunakan atau terbuang. Limbah puskesmas dapat dibedakan menjadi limbah
medis dan non medis.
Limbah cair terdiri dari semua air buangan termasuk tinja yang berasal dari
puskesmas yang kemungkinan mengandung mikroorganisme, bahan kimia beracun dan
radioaktif yang berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan.
Limbah klinis berupa limbah yang berasal dari pelayanan medis, perawatan gigi,
veterany, farmasis atau yang sejenis, pengobatan, perawatan, yang menggunakan bahanbahan yang beracun, infeksius, berbahaya atau bisa membahayakan kecuali jika
dilakukan dengan pengamanan tertentu.
Pengelolaan limbah di Puskesmas Masaran II melalui tiga cara yakni untuk
limbah padat non medis dikelola melalui penampungan di TPS (Tempat Pembuangan
Sementara) untuk kemudian dibuang ke TPA(Tempat Pembuangan Akhir), sementara
limbah padat medis di kelola melalui kerjasama antara Puskesmas Masaran II dengan
Rumah Sakit Daerah Sragen dan untuk penanganan limbah cair dengan cara
menggunakan IPAL (Instalaasi Pembuangan Air Limbah).

POLA TATA KELOLA PUSKESMAS MASARAN II

Page 26

LAMPIRAN

POLA TATA KELOLA PUSKESMAS MASARAN II

Page 27

POLA TATA KELOLA PUSKESMAS MASARAN II

Page 28

POLA TATA KELOLA

PUSKESMAS MASARAN II

Page 29

Anda mungkin juga menyukai