Anda di halaman 1dari 12

MUHAMMAD;

DARI GEMBEL JADI KAYA,


DARI ALIM JADI LALIM

AYAT-AYAT ABROGASI
(Ayat-ayat Yang Dibatalkan)
By Ali Sina

twitter: @islamexpose

Banyak ayat-ayat yg bertentangan dalam Quran yg bisa membuat kita pusing.


Dualisme makna ini membuat Muslim mengartikan masing-masing petunjuk
ilahinya sesuai dengan kepentingan mereka sendiri, sak kerepe dewe.
Muslim yg toleran atau ingin menampilkan islam sebagai agama damai dapat
mengutip bagian-bagian Quran yg menganjurkan toleransi, sementara Muslim
garis keras, fundamentalis dan teroris dapat mengutip bagian dari Quran yg
menimbulkan kebencian dan pembantaian terhadap non-muslim yang mereka
sebut sebagai kafir. Jadi setiap orang dapat mencari apa yg diinginkannya dalam
kitab itu. Wuenak tenan..!

Dan Mereka Menyebutnya "Keajaiban" Quran!


Mari kita bandingkan kedua sisi Quran ini:
Dalam Surat 73:10 Auwloh bilang pada Muhammad agar sabar terhadap
musuh-musuhnya; Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan
jauhilah mereka dengan cara yang baik.
Sementara dalam Surat 2.191 auwloh memerintahkan untuk membunuh
musuhnya; Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah
mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu.
Dalam Surat 2.256 Auwloh bilang pada Muhammad agar jangan menyebarkan
Islam dengan kekerasan; Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam).
Kemudian dalam ayat 193 ia mengatakan pada rasulnya itu untuk membunuh
siapapun yg menolak islam. Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada
fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah.
Dalam Surat 29:46 Auwloh bilang pada Muhammad untuk bicara baik-baik pada
para ahlul kitab (Kristen & Yahudi). Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli
Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang lalim
di antara mereka, dan katakanlah: "Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang
diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan
Tuhanmu adalah satu; dan kami hanya kepada-Nya berserah diri".
Tapi di Surat 9.29, Auwloh menyuruh Muhammad untuk melawan para ahlul kitab
tsb. - Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula)
kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah
diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang
benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al Kitab kepada mereka,
sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan
tunduk.
Muhammad tidak menjelaskan alasan bentrokan atau kontradiksi dalam Quran ini
dan alasan mengapa Auwloh berubah sikap dari damai ke sikap brutal dan dari
sikap 'terserah elu mau peluk Islam, kek' ke 'PERANGI kafir'!

email: namasamaran@riseup.net

twitter: @islamexpose

Para pembela muslim di negeri Barat menampilkan ayat-ayat yg lunak dari Quran
atau apa yg disebut sebagai Wahyu Awal. Sementara para ulama Islam, kalau
berceramah pada hadirin yg eksklusif muslim internal, mengatakan bahwa
ayat-ayat lembek tersebut telah dibatalkan (di-abrogasi) dan diganti oleh yg
lebih keras. Alasan yg diberikan adalah, seperti yg dikatakan oleh Al-Maudoody,
Muhammad sudah menjadi cukup kuat untuk bergerak dari taraf lemah ke taraf
Jihad.
Selama 13 tahun Muhammad berorasi di Mekah tapi kurang dari 100 orang yg
menerima dia. Orang Mekah lebih menyukai Al Nadir, tukang cerita (sastrawan,
orator, pembaca puisi) dibandingkan khotbah si Muhammad. Sikap kurang sopan
dari Muhammad terhadap dewa-dewa mereka membuat mereka marah. Jadi dia
kabur dan menetap di Medinah. Mereka biasa memberikan sebagian
makanannya pada Muhammad, yg sering tidak makan apa-apa selain beberapa
kurma.
Setelah satu tahun jadi gembel dalam pengasingan, Muhammad tidak tahan lagi
dan mulai merampok karavan pedagang yg membawa barang-barang dari
Damaskus ke Mekah. Salah satu sukses besar perampokannya terjadi dekat
Badar dan sang nabi mendapat harta yg cukup banyak dari situ. Kemudian dia
merencanakan perampokan di jalur-jalur jalan lain. Dia membagi-bagikan barang
jarahan (termasuk para perempuan tawanan) kepada para begundal pengikutnya,
dan menyimpan jatah 20% untuk dirinya sendiri. Dia bahkan mendapat uang dari
penculikan penumpang karavan dan meminta tebusan pada keluarganya. Dia
meyakinkan para pengikutnya bahwa jika mereka mati dalam pertempuran,
mereka akan mendapat hadiah yg lebih besar lagi di surga (dengan iming-iming
72 bidadari perawan di surga bagi setiap lelaki muslim).
Secara perlahan keberuntungan Muhammad berubah. Dia mulai menguat. Dia
tidak lagi seorang preman kampung semacam Habib Rizieq (FPI) yg dipandang
sebelah-mata, tapi sudah menjadi pemimpin sebuah wilayah yg memerintah
dengan kekuasaan absolut. Dengan perubahan nasib ini, pesan-pesan
Muhammad juga berubah. Dibawah ini adalah perbandingan antara beberapa
ayat-ayat awal yg dia tulis di Mekah ketika ia masih lemah dan beberapa yg ditulis
di Medina setelah ia menjadi berkuasa.

Ayat Awal di MEKAH

Ayat berikutnya di MEDINAH

2:256 Tidak ada paksaan untuk


(memasuki) agama (Islam)

9:123 Hai orang-orang yang beriman,


perangilah orang-orang kafir yang di
sekitar kamu itu, dan hendaklah
mereka menemui kekerasan
daripadamu

73:10 Dan bersabarlah terhadap apa


yang mereka ucapkan dan jauhilah

8:12 Kelak akan Aku jatuhkan rasa


ketakutan ke dalam hati orang-orang

email: namasamaran@riseup.net

twitter: @islamexpose

mereka dengan cara yang baik.

kafir, maka penggallah kepala mereka


dan pancunglah tiap-tiap ujung jari
mereka

109:6 Untukmulah agamamu dan


untukkulah agamaku

3:85 Barang siapa mencari agama


selain agama Islam, maka sekali-kali
tidaklah akan diterima (agama itu)
daripadanya, dan dia di akhirat
termasuk orang-orang yang rugi.

20:130 Maka sabarlah kamu atas apa 2:191 Dan bunuhlah mereka di mana
yang mereka katakan, dan bertasbihlah saja kamu jumpai mereka, dan usirlah
dengan memuji Tuhanmu
mereka dari tempat mereka telah
mengusir kamu
2:83 ucapkanlah kata-kata yang baik
kepada manusia.

9:5 Bunuhlah orang-orang musyrikin itu


di mana saja kamu jumpai mereka

10:99 Dan jika Tuhanmu menghendaki,


tentulah beriman semua orang yang di
muka bumi seluruhnya. Maka apakah
kamu (hendak) memaksa manusia
supaya mereka menjadi orang-orang
yang beriman semuanya?

2:193 Dan perangilah mereka itu,


sehingga tidak ada fitnah lagi dan
(sehingga) ketaatan itu hanya
semata-mata untuk Allah

50:45 Kami lebih mengetahui tentang


apa yang mereka katakan, dan kamu
sekali-kali bukanlah seorang pemaksa
terhadap mereka

9:14 Perangilah mereka, niscaya Allah


akan menyiksa mereka dengan
(perantaraan) tangan-tanganmu dan
Allah akan menghinakan mereka dan
menolong kamu terhadap mereka,
serta melegakan hati orang-orang yang
beriman

29:45 Dan janganlah kamu berdebat


dengan Ahli Kitab, melainkan dengan
cara yg paling baik, kecuali dengan
orang-orang lalim di antara mereka,
dan katakanlah: "Kami telah beriman
kepada (kitab-kitab) yg diturunkan
kepada kami dan yang diturunkan
kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu
adalah satu; dan kami hanya
kepada-Nya berserah diri

9:29 Perangilah orang-orang yang tidak


beriman kepada Allah dan tidak (pula)
kepada hari kemudian dan mereka
tidak mengharamkan apa yang telah
diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya
dan tidak beragama dengan agama yg
benar (agama Allah), (yaitu
orang-orang) yg diberikan Al Kitab
kepada mereka, sampai mereka
membayar jizyah dengan patuh sedang
mereka dalam keadaan tunduk.

2:62 Sesungguhnya orang-orang


mukmin, orang-orang Yahudi,
orang-orang Nasrani dan orang-orang
Shabiin, siapa saja di antara mereka
yang benar-benar beriman kepada

9:30 Orang-orang Yahudi berkata:


"Uzair itu putra Allah" dan orang
Nasrani berkata: "Al Masih itu putra
Allah". Demikian itulah ucapan mereka
dengan mulut mereka, mereka meniru

email: namasamaran@riseup.net

twitter: @islamexpose

Allah, hari kemudian dan beramal


saleh, mereka akan menerima pahala
dari Tuhan mereka, tidak ada
kekhawatiran terhadap mereka, dan
tidak (pula) mereka bersedih hati.

perkataan orang-orang kafir yang


terdahulu. Dilaknati Allah-lah mereka;
bagaimana mereka sampai berpaling?

7:199 Jadilah engkau pemaaf dan


suruhlah orang mengerjakan yang
makruf, serta berpalinglah daripada
orang-orang yang bodoh..

9:28 Hai orang-orang yang beriman,


sesungguhnya orang-orang yang
musyrik itu najis, maka janganlah
mereka mendekati Masjidilharam
sesudah tahun ini

15:85 maka maafkanlah (mereka)


dengan cara yang baik....

14:16 di hadapannya ada Jahanam dan


dia akan diberi minuman dengan air
nanah.

6:108 Dan janganlah kamu memaki


sembahan-sembahan yang mereka
sembah selain Allah, karena mereka
nanti akan memaki Allah dengan
melampaui batas tanpa pengetahuan.
Demikianlah Kami jadikan setiap umat
menganggap baik pekerjaan mereka.
Kemudian kepada Tuhan merekalah
kembali mereka, lalu Dia memberitakan
kepada mereka apa yg dahulu mereka
kerjakan

3:61 Siapa yg membantahmu tentang


kisah Isa sesudah datang ilmu (yg
meyakinkan kamu), maka katakanlah
(kepadanya): "Marilah kita memanggil
anak-anak kami dan anak-anak kamu,
istri-istri kami dan istri-istri kamu, diri
kami dan diri kamu; kemudian marilah
kita bermubahalah kepada Allah dan
kita minta supaya laknat Allah
ditimpakan kepada orang-orang yang
dusta.

43:88,89 Ya Tuhanku, sesungguhnya


mereka itu adalah kaum yang tidak
beriman". Maka berpalinglah (hai
Muhammad) dari mereka dan
katakanlah: "Salam (selamat tinggal)."
Kelak mereka akan mengetahui (nasib
mereka yang buruk)

47:4 Apabila kamu bertemu dengan


orang-orang kafir (di medan perang)
maka pancunglah batang leher mereka.
Sehingga apabila kamu telah
mengalahkan mereka
maka tawanlah mereka.

50:45 Kami lebih mengetahui tentang


apa yang mereka katakan, dan kamu
sekali-kali bukanlah seorang pemaksa
terhadap mereka

8:65, Hai Nabi, kobarkanlah semangat


para mukmin itu untuk berperang. Jika
ada dua puluh orang yg sabar di antara
kamu, niscaya mereka dapat
mengalahkan dua ratus orang musuh.
Dan jika ada seratus orang (yang
sabar) di antaramu, mereka dapat
mengalahkan seribu daripada
orang-orang kafir

16:90 Sesungguhnya Allah menyuruh


(kamu) berlaku adil dan berbuat
kebajikan, memberi kepada kaum
kerabat, dan Allah melarang dari

3:28 Janganlah orang-orang mukmin


mengambil orang-orang kafir menjadi
teman atau penolong dengan
meninggalkan orang-orang mukmin.

email: namasamaran@riseup.net

twitter: @islamexpose

perbuatan keji, kemungkaran dan


permusuhan. Dia memberi pengajaran
kepadamu agar kamu dapat mengambil
pelajaran.

Barang siapa berbuat demikian,


niscaya lepaslah ia dari pertolongan
Allah kecuali karena (siasat)
memelihara diri dari sesuatu yang
ditakuti dari mereka. Dan Allah
memperingatkan kamu terhadap diri
(siksa) Nya. Dan hanya kepada Allah
kembali (mu).

45.14 Katakanlah kepada orang-orang


yang beriman hendaklah mereka
memaafkan orang-orang yang tiada
takut akan hari-hari Allah karena Dia
akan membalas sesuatu kaum
terhadap apa yang telah mereka
kerjakan..

8:60 Dan siapkanlah untuk menghadapi


mereka kekuatan apa saja yang kamu
sanggupi dan dari kuda-kuda yang
ditambat untuk berperang (yang
dengan persiapan itu) kamu
menggentarkan musuh Allah,
musuhmu

Dikotomi (pemikiran bercabang) ini dijelaskan oleh beberapa ulama Muslim.


Dr.M. Khan, penerjemah Sahih Bukhari dan Quran ke dalam bahasa Inggris
menulis: Auwloh menunjukkan dalam Surat At Taubah (Ultimatum/Repentance,
Surat 9), perintah untuk membuang semua kewajiban (perjanjian, dll), dan
memerintahkan para muslim untuk melawan semua kaum berhala, termasuk
melawan orang yg diberikan Alkitab (Yahudi & Kristen) jika mereka tidak memeluk
islam, sampai mereka membayar Jizya (sebuah pajak yg dikenakan untuk orang
Yahudi & Kristen) dan patuh secara sukarela dan merasa diri mereka tunduk
(seperti yg dinyatakan dalam 9:29).
Jadi para muslim tidak diijinkan untuk mengabaikan pertempuran melawan kaum
Pagan, Yahudi dan Kristen. Tidak diijinkan pula untuk rukun dengan mereka, dan
agar muslim tetap bersikap memusuhi mereka hingga perioda waktu yg tidak
ditentukan. Jadi pada awalnya pertempuran DILARANG, kemudian DIIJINKAN,
dan setelah itu DIWAJIBKAN (Introduction untuk Terjemahan Inggris dari Sahih
Bukhari, halaman xxiv).
Q9.5 : maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana saja kamu jumpai
mereka.
Jadi menurut Dr. M. Khan dalam Quran 9:5 Auwloh, sang dewa islam,
memerintahkan Muhammad untuk membatalkan semua perjanjian dan melawan
kaum Pagan, Yahudi dan bahkan Kristen. Ini bertentangan dengan apa yg ditulis
Muhammad sebelumnya.
Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persabahatannya dengan
orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya kami
ini orang Nasrani" (Q 5.82)

email: namasamaran@riseup.net

twitter: @islamexpose

Dr. Khan melanjuntukan:


Mujahidin yg bertempur melawan musuh-musuh Auwloh dengan maksud
membuat semua pemujaan hanya untuk Auwloh saja (dan tidak untuk tuhan lain)
dan bahwa perintahnya adalah Auwloh (yakni tidak ada yg lain yg berhak untuk
dipuja kecuali Auwloh dan agamanya, Islam), harus yang paling ditinggikan.
Jadi pertamanya adalah: Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam) (Q
2:256), dan kemudian:
Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan
yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman
kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu.
Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya, niscaya Allah akan
mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang
mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal
yang baik di dalam surga Adn. Itulah keberuntungan yang besar.. (Q 61:10-12).
Dr. Sobhy as-Saleh, seorang akademisi jaman ini, tidak melihat dalam Q 2:256
dan Q 9:73 sebagai kasus penggantian (abrogasi) tapi sebuah kasus
penundaan atau penangguhan perintah untuk melawan para kafir. Untuk
mendukung pandangannya dia mengutip Imam Suyuti, Penulis Itqan Fi Ulum
al-Quran yg menulis: Perintah untuk melawan para kafir DITUNDA HINGGA
PARA MUSLIM MENJADI KUAT, tapi dikala mereka (masih) lemah mereka
diperintahkan untuk bertahan dan bersabar. [Sobhy as-Saleh, Mabaheth Fi
'Ulum al- Qur'an, Dar al-'Ilm Lel-Malayeen, Beirut , 1983, p.269].
Dr. Sobhy, dalam catatan kaki, menulis pendapat seorang ulama bernama
Zarkashi yg berkata: Auwloh yg paling tinggi dan bijaksana menunjukkan pada
Muhammad dalam kondisi lemahnya apa yg cocok untuk situasi itu, karena
rahmat padanya dan para pengikutnya. Karena jika Dia memberi perintah untuk
melawan ketika mereka lemah akan sangat memalukan dan sangat sulit, tapi
ketika kuat dan akan membuat Islam berjaya Dia memerintahkan padanya apa yg
cocok dengan situasi tersebut, yaitu meminta orang yg diberi Alkitab (Yahudi dan
Kristen) untuk menjadi muslim atau membayar pajak (jizyah) dan pada para kafir
untuk menjadi muslim atau mati. Dua pilihan ini, bertempur atau damai
dikembalikan menurut kondisi kekuatan atau kelemahan dari para muslim. [ibid
p.270].
Dan Nahas menulis; ... para ulama berbeda pendapat mengenai Q 2:256 [Tidak
ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam)]. Ada yg bilang: Itu telah
digantikan (dibatalkan atau di-abrogasi) karena sang nabi memaksa orang Arab
untuk memeluk Islam dan melawan mereka dan tidak menerima alternatif lain
kecuali menyerah/takluk pada islam.
Ayat yg digantikan adalah Q 9.73: Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang
kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka.

email: namasamaran@riseup.net

twitter: @islamexpose

Muhammad meminta ijin auwloh untuk melawan mereka dan dikabulkan.


Ulama lain berkata Q 2.256 tidak digantikan, tapi mendapat penerapan khusus.
Ayat ini muncul karena mengenai para ahlul kitab (Yahudi & Kristen); mereka
tidak dapat dipaksa untuk memeluk Islam jika mereka membayar pajak jizyah
(Pajak untuk non-muslim dibawah undang-undang muslim). Hanya para pemuja
berhalayg yg dipaksa untuk memeluk agama Islam dan pada merekalah ayat Q
9.73 diterapkan. Ini pendapat dari Ibnu Abbas yg diakui sebagai pakar terbaik
karena kesahihan otoritasnya. [al-Nahas, An-Nasikh wal-Mansukh, p.80. See also
Ibn Hazm al-Andalusi, A-Nnasikh wal-Mansukh, Dar al-Kotob al-'Elmeyah, birute,
1986, p.42.]
Ibnu Hazm al-Andalusi menulis: Dan perangilah di jalan Allah orang-orang
yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu menyerangnya, karena
sesungguhnya Allah tidak menyukai para penyerang.
Dalam wewenang Gafar ar-Razi dari Rabi Ibnu Ons, dari Abil-Aliyah yg berkata:
Ini ayat pertama yg diucapkan dalam Quran mengenai pertempuran di Medinah.
Waktu diucapkan, nabi biasa melawan mereka yg melawannya dan menghindari
mereka yg menghindarinya, sampai Surat 9 diucapkan. Dan begitu juga dengan
pendapat Abd ar-Rahman Ibn Zayd Ibn Aslam yg berkata ayat ini dibatalkan
oleh 9.5; maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana saja kamu jumpai
mereka. [Ibn Hazm al-Andalusi, An-Nasikh wal- Mansukh, Dar al-Kotob
al-'Elmeyah, birute, 1986, P.27]
Untuk lebih jelas lagi dalam hal subjek ini, lihat DISINI.
Muhammad menuntut para pengikutnya untuk berperang terhadap kaum
kerabatnya sendiri dan untuk membenarkan pesta pembantaian ini, ia berkata;
Penindasan (terhadap Islam) lebih buruk dari pembunuhan. Ayat berikut
diucapkan untuk menghasut para imigran agar membunuh teman-teman
Mekahnya karena menolak Islam.
Q 2.191: Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah
mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan penindasan itu
lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi
mereka di Masjidilharam, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika
mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikianlah
balasan bagi orang-orang kafir.
Kenyataannya kaum Quraish tidaklah bersimpati terhadap kaum muslim. Kaum
Quraish mengejek dan menggoda Muslim tapi tidak pernah membunuh seorang
Muslim-pun karena alasan mereka memeluk islam. Alasan tidak adanya rasa
suka ini karena kenyataan bahwa Muhammad melakukan pelecehan terhadap
dewa-dewa mereka dan tidak menghormati kepercayaan mereka. Reaksi dari
orang Mekah ini normal dan dapat dibenarkan.

email: namasamaran@riseup.net

twitter: @islamexpose

Tapi apa yg dilakukan Muhamad pada mereka yg mengejeknya? Dia bukan orang
yg dengan enteng menghadapi kritik. Abu Afak, yg berumur 120 dan Asma Binti
Marwan ibu yg sedang menyusui dan mempunyai 5 anak dibunuh atas perintah
Muhammad karena membuat puisi yg isinya dianggap menyerang Muhammad.
Cuma karena itu saja, ia mengambil nyawa mereka. Luuaarr biaa...dab!!
Muhammad bilang penindasan/penekanan (terhadap islam) lebih buruk dari
pembunuhan. Meskipun pernyataannya ini menggelikan, dia sendiri menyuruh
para pengikutnya untuk bersikap keras dan menekan ketika berurusan dengan
orang-orang kafir.
Q 9.123 Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di
sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu.
Tapi bagaimanapun, kenyataannya tetap terbukti bahwa orang kafir itu tidak
menyerang kaum muslim. Muslimlah yg menyerang Mekah, Khaibar dan tempat
tinggal orang Yahudi di Medinah. Apakah orang Persia yg merampok Muslim?
Apakah India yg mencegah orang Arab menyembah auwloh? Apakah Spanyol
datang untuk berperang dengan Muslim? Jika Auwloh si dewa islam itu adalah
benar-benar Tuhan yg sejati, kita mestinya dapat mengharap setitik kejujuran dari
sang utusan dan pujaannya itu.
Muhammad bilang siapapun yg tidak percaya padanya harus dibunuh. Tapi dia
tidak membunuh Kristen dan Yahudi kalau mereka membayar pajak hukuman
(jizyah). Di Kaibar dia memeras 50% dari total produksi panen Yahudi dari tanah
mereka sendiri yg disita untuk diambil olehnya. Apa ini bukan penindasan? Tentu
saja ketika Muhammad mati, Omar membasmi semua Yahudi malang itu dari
seluruh Kaibar. Quran tidak ragu-ragu dalam hal penindasan kafir.
Q 9.29 : Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula)
kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah
diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang
benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al Kitab kepada mereka,
sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan
tunduk.
Muslim yg menyatakan bahwa Islam adalah agama damai dan mengutip
ayat-ayat Quran --dimana Muhammad terus mengingatkan bahwa Allah maha
pengampun dan pemaaf-- ketika ditunjukkan ayat-ayat Quran ini dan warisan
berdarah dari peperangan dan penjarahan-penjarahan nabinya, mengubah taktik
mereka dan berkata: Ya, Islam menyetujui penggunaan kekerasan dlm situasi
tertentu, seperti yg ditulis oleh seorang pembela islam pada saya.
Apa yg dimaksud dengann 'situasi tertentu'??
Mari kita jelaskan bahwa kita tidak membicarakan tentang penggunaan

email: namasamaran@riseup.net

twitter: @islamexpose

kekerasan terhadap pelaku kriminal biasa, pembunuh atau pemerkosa. Kita


bicara tentang kekerasan terhadap orang-orang tak bersalah yg tidak menerima
kenabian Muhammad dan lebih memilih untuk memuja tuhan mereka sendiri
dengan cara mereka sendiri.
Hukuman mati telah dihilangkan dari negara-negara beradab. Bahkan negara yg
masih mempraktekkannya akan menghukum mati terdakwa dengan suntikan mati
atau cara yg tidak menyakitkan dan lebih manusiawi. Si penjahat tidak pernah
disiksa atau di-cincang tubuhnya. Tapi Muhammad menerapkan siksaan keji bagi
mereka yg tidak menerima agama omong kosongnya itu.
Q 5.33 : Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi
Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka
dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal
balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai)
suatu penghinaan untuk mereka di dunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan
yang besar.

Jenis tuhan sadis apakah Auwloh itu?!


Satu pertanyaan yg tidak pernah saya dapat jawabannya adalah: jika Auwloh
(dewa-nya islam itu) ingin membunuh orang kafir, kenapa dia tidak melakukannya
sendiri? Akan mudah sekali baginya membunuh mereka, membuntungi mereka,
membakar mereka dan memukul mereka dengan segala macam bencana dan
malapetaka untuk memuaskan sifat balas dendam dan hasrat haus darahnya.
Kenapa dia malah meminta utusannya dan para pengikut fanatiknya untuk
melakukan pekerjaan kotornya? Apa mungkin karena dia tidak mampu
melakukannya sendiri?
Muhammad menyatakan bahwa ketidakpercayaan pada auwloh adalah kejahatan
terbesar yg dapat dihukum dengan kematian. Siapa yg mendapat keuntungan
dari ini? Dia (si Mamad, nabi islam itu) adalah satu-satunya kontak antara Auwloh
dan para pengikutnya yg dungu, terbelakang mental, dan idiot. Tidak patuh
padanya berarti tidak patuh pada tuhan. Apa tuhan peduli jika manusia percaya
dia atau tidak? Apa yg dia dapat dari ini? Apa harga diri tuhan terluka jika
primata-primata (manusia) bumi tidak mengenal dan memujanya? Apa dia akan
begitu marah hingga dia akan membakar manusia selamanya? Ini betul-betul
sebuah pemikiran takhyul. Tapi ini memberi Muhammad kuasa yg sama seperti
tuhan untuk melakukan apapun yg dia inginkan tanpa ada yg
mempertanyakannya. Dia punya kuasa untuk membunuh siapapun, untuk
menuntut pengikutnya berperang, bahkan jika itu untuk memerangi sekutu
mereka sendiri, kerabat atau teman-teman mereka sendiri, dan kemudian
membawa setoran 20% dari jarahan itu kepadanya. Ini memberi dia hak untuk
meniduri banyak perempuan dan memilih yg termuda dan tercantik dari para
perempuan yg ditangkapnya.

email: namasamaran@riseup.net

twitter: @islamexpose

Semakin dia mengagungkan Auwloh, semakin bertambah kekuasaannya. Auwloh


cuma kedok untuk memberi kuasa pada seorang yg lapar akan kekuasaan untuk
bangkit dari kemelaratan menuju kekuasaan absolut dan membuatnya makin
bermimpi untuk menaklukan kerajaan besar Persia dan Byzantine.
Katakanlah: "Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum
keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu
khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah
lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya,
maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya." Dan Allah tidak
memberi petunjuk kepada orang-orang fasik. Q 9.24
Muhamad bukan guru bermoral. Kebaikan atau sifat baik tidak punya arti baginya.
Keasyikannya hanyalah membuat orang tunduk pada kehendak dewa-nya yg
bernama Auwloh itu, yg siapapun tidak punya akses kecuali dia sendiri. Semakin
keji dia lukiskan dewa-nya, semakin banyak kendali yg dapat dia lakukan pada
pengikutnya. Auwloh adalah sebuah alter-ego untuk seorang narsisis gila kuasa
yg haus akan kekuasaan dan seks. Obsesinya untuk menundukkan orang-orang
agar menerima dewa-nya sedemikian hingga dia menjanjikan bagi para pezinah
dan perampok sebuah tempat disurga jika mereka menerimanya. Sementara bagi
mereka yg tidak menerimanya akan dibakar di neraka meskipun jika mereka
hidup baik bagai orang suci.
Sahih Bukhari Volume 4, Buku 54, Nomor 445
Diceritakan oleh Abu Dhar:
Nabi berkata; Jibril berkata padaku, 'Siapapun diantara para pengikutmu yg mati
tanpa menyembah tuhan lain selain auwloh, akan masuk surga (atau tidak akan
masuk neraka).' Nabi bertanya. 'Bahkan jika dia telah melakukan hubungan *seks
tak lazim atau pencurian?? Jawabnya, 'Ya, bahkan merekapun.'
* [ada yg agak janggal disini; mengapa si Mamad spontan merespon perkataan
jibril itu dengan mengaitkannya dengan SEX, seks tak lazim pula?! Mengapa
bukan dengan kejahatan-kejahatan yang lainnya; mengapa harus sex yg dia
tanyakan pertama ke jibril? Seks yg menyimpang pula?! (Apakah itu berarti
Muhammad dan para pengikutnya berperilaku seks menyimpang?)... Respon
pertanyaan yg spontan dari si muhammad tersebut, menunjukkan apa isi
kepalanya; otak ngeres nabi cabul! admin]
Ini bahkan dipastikan oleh Quran:
4.48 : Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia
mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang
dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia
telah berbuat dosa yang besar.
Tentu saja tidak dikatakan bahwa muslim yg membunuh orang tak bersalah bagi
sang nabi dalam nama Auwloh akan langsung masuk Surga. Bagaimana bisa
orang yg berpikiran normal menerima omong kosong ini? Bagaimana mungkin

email: namasamaran@riseup.net

10

twitter: @islamexpose

orang tidak berhenti sejenak untuk berpikir tentang semua ini? Kenapa kita tidak
bertanya pada diri sendiri pertanyaan sederhana ini, seperti:
Kenapa Auwloh merasa PERLU dikenal?
Jika dia begitu ingin dikenal, kenapa dia tidak menampakkan dirinya pada setiap
orang seperti dia menampakan dirinya pada si nabi?
Kenapa dia main petak umpet dan kemudian menghukum mereka yg gagal
menemukannya?
Kenapa utusannya bertindak begitu kejam dan hidup begitu tidak bermoral
seakan membuat keraguan akan integritas dan kejujurannya?
Kenapa ayat-ayat dalam Quran begitu bertentangan terhadap sains, logika dan
akal sehat?
Ini adalah pertanyaan-pertanyaan yg sederhana tapi penting, setiap muslim harus
bertanya pada dirinya sendiri. Kita bukan kambing, Kita manusia yg diberi akal
sehat & hati nurani, dan tergantung kita apakah akan kita gunakan atau tidak.
***

Source Links: Link-1, Link-2.

email: namasamaran@riseup.net

11

Anda mungkin juga menyukai