Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN PENDAHULUAN KEGIATAN

PENYULUHAN PENTINGNYA ASI EKSLUSIF BAGI BAYI


DI DESA SULEUE, KEC.DARUSSALAM
KAB. ACEH BESAR, SABTU/15 SEPTEMBER 2012

A. Latar Belakang
Modal dasar pembentukan manusia berkualitas dimulai sejak bayi dalam
kandungan disertai dengan pemberian Air Susu Ibu (ASI) sejak usia dini,
terutama pemberian ASI Eksklusif, yaitu pemberian hanya ASI kepada bayi
sejak lahir sampai berusia 6 bulan. Bagi bayi ASI merupakan makanan yang
paling

sempurna,

karena

kandungan

gizi

sesuai

kebutuhan,

untuk

pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Artinya ASI selain merupakan


kebutuhan juga merupakan hak asasi bayi yang harus dipenuhi oleh orang
tuanya. Hal ini telah dipopulerkan pada pekan ASI sedunia tahun 2000 dengan
tema "Memberi ASI adalah hak asasi ibu, mendapat ASI adalah hak asasi
bayi" (Kautsar, 2010).
Salah satu langkah dalam mensukseskan pemberian ASI Eksklusif adalah

dengan melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Meski tertinggal belasan


tahun dari negara maju, beberapa tahun terakhir ini Indonesia gencar
mempromosikan IMD. Menurut Dr Utami Roesli, SpA, MBA, IBCLC, pakar
ASI sekaligus Kepala Bagian Sentra Laktasi RS Carolus Jakarta, IMD berarti
meletakkan atau membiarkan bayi di dada ibunya segera setelah lahir,

minimal satu jam, agar bayi mencari puting ibunya dan menyusu (Yayasan
KAKAK, 2009).
Kesadaran memberikan ASI secara dini pada satu jam pertama kelahiran
bayi di Pemerintah Aceh masih rendah, hanya 0,5 % secara nasional. Data
dari baseline survey Health Services Program (HSP), United States Agency
International Development (USAID) pada 2005 lalu, Pemerintah Aceh paling
rendah untuk menyusu dini dibandingkan daerah lain. Untuk seluruh Aceh,
menyusui dini dalam satu jam pertama kelahiran hanya terjadi di Kabupaten
Aceh Jaya sebesar 2,6 % dan 1 % di Aceh Utara. Sementara, menurut survey
yang dilakukan oleh lembaga pembinaan masyarakat (LPPM) berdasarkan
baseline survey yang dilakukan terhadap 120 responden di 3 kecamatan Kota
Banda Aceh yaitu Meraxa, Banda Raya, dan Kopelma Darussalam, rata-rata
masyarakat diwawancarai tidak mengetahui pentingnya ASI Eklusif dan IMD
rata-rata Ibu memberikan ASi setelah melahirkan dan ternyata ASI belum
keluar bayi langsung diberikan susu formula. Di Banda Aceh hanya 50%
yang memberikan ASi Eklusif (Kompas, 2012).
Penelitian

lain

membuktikan

bahwa

IMD

dapat

meningkatkan

keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Bayi dengan IMD 8 kali lebih berhasil
menyusu 6 bulan eksklusif (Fernandez, 2009).
Fakta menunjukkan bahwa pemberian ASI Eksklusif masih belum
maksimal.

Kurangnya

informasi

kepada

ibu

yang

menyusui

juga

mempengaruhi dalam pemberian ASI eksklusif kepada bayi. Banyak ibu


yang merasa bahwa susu formula itu sama baiknya atau malah lebih baik dari

ASI sehingga cepat menambah susu formula bila merasa bahwa ASI kurang.
Petugas kesehatanpun masih banyak yang tidak memberikan informasi pada
saat pemeriksaan kehamilan atau saat memulangkan bayi. Disamping itu,
banyak masyarakat yang mengartikan salah bahwa menyusui dapat merusak
payudara sehingga dapat mengganggu kecantikan ibu dan sebagian
beranggapan bahwa menyusui merupakan perilaku yang kuno. Bila ibu ingin
disebut modern ibu yang menggunakan susu formula (Depkes RI, 2005).
Setelah dilakukan pengkajian di Desa Selue Kec. Drussalam, Aceh Besar
dengan menggunakan kuesioner dan observasi didapatkan datapada Ibu nifas
dan menyusui Sebagai berikut: Ibu yang menyusui bayi selama 2 tahun
sebanyak 55,6 %, Ibu yang menyusui selama 6 bulan 33,3 %, Ibu yang
menyusui kurang dari 6 bulan 11,1 %, Hasil Windshield survey didapatkan
rata-rata wanita usia subur bekerja sebagai ibu rumah tangga, Hasil
wawancara didapatkan data ibu menyusui kurang mendapatkan informasi
tentang ASI eksklusif.
B. Rencana Keperawatan
1. Diagnosa Keperawatan
Resiko terjadi gangguan proses menyusui di Desa Suleue Kec.Darussalam
Kab.Aceh Besar berhubungan dengan kurangnya informasi yang
dibutuhkan selama menyusui dan perawatannya.
2. Tujuan Umum
Setelah mengikuti penyuluhan 1 x 60 menit, diharapkan ibu mampu
memahami mengenai pentingnya asi ekslusif

3. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan, diharapkan ibu mampu:
a. Mengetahui pengertian ASI Eksklusif.
b. Mengetahui pengelompokan ASI Eksklusif.
c. Memahami keuntungan ASI Eksklusif

C. Rencana Kegiatan
1. Nama Kegiatan
Penyuluhan Pentingnya ASI Eksklusif
2. Metode
Ceramah, diskusi tentang ASI Eksklusif
3. Media
Laptop, Infocus dan Leaflet
4. Waktu
Hari/Tanggal : Sabtu/15 September 2012
Pukul

: 10.30 wib s.d selesai

5. Tempat
Meunasah Desa Suleue Kecamatan Darussalam, A. Besar

6. Strategi Pelaksanaan
WAKTU
10.30-10.40 WIB

KEGIATAN
1. Pembukaan

PJ
Moderator

a. Memberikan salam
b. Membuat kontrak waktu
c. Menjelaskan tujuan pertemuan
10.40-11.10 WIB

2.

Kegiatan inti:
Menjelaskan dan mendiskusikan
ASI Eksklusif
- Pengertian ASI Eksklusif.
- Pengelompokan ASI Eksklusif.
- Keutungan ASI Eksklusif

Moderator ,
penyaji

3. Penutup
11.10-11.35 WIB

a. Memberi kesempatan kepada


peserta untuk bertanya
b. Membuat kesimpulan kegiatan
c. Mengucapkan salam

Moderator,
penyaji

D. Pengorganisasian Kelompok
1. Penanggung jawab
2. Moderator
3. Leader
4. Notulen
5.

: Suwarni, S. Kep
: Rismanita,S.Kep
: Hernalina, S. Kep
: Ernita, S.Kep

Fasilitator

: Fitri yanti, S.kep


Nurfita fajri, S.Kep
Ramlah, S. Kep
Asniar, S. Kep
Redha Sasthifa, S.kep
Risti Cintiana, S.Kep
Elisa Novianda, S.kep
Zulkarmi, S.Kep
Rieny dephy syahputri, S. Kep
Dessy Shahyani, S.Kep

6.

Dokumentasi

: Mulyadi, S.Kep

7.

Tempat dan perlengkapan

: Ida Suryawati, S.Kep


Masdiana, S. Kep

Observer

: Risda puspita sari, S.Kep

9.

Konsumsi

: Rizky Ananda , S.Kep


Nurul Aflah Rissa , S.Kep

Kriteria Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
a.
b.
c.
d.

Laporan pendahuluan telah dibuat sesuai dengan rencana kegiatan


Adanya partisipasi ibu ibu dalam mengikuti kegiatan
Media dan peralatan telah tersedia
Waktu dan Tempat kegiatan sesuai perencanaan

2. Evaluasi Proses
a. Kegiatan selesai sesuai dengan perencanaan
b. Mahasiswa dan peserta berperan aktif selama kegiatan berlangsung
c. Tidak ada gangguaan selama kegiatan
3. Evaluasi Hasil
a. 80% Ibu-ibu dapat menyebutkan kembali pengertian ASI Eksklusif.
b. 80% Ibu-ibu dapat menyebutkan kembali
pengelompokan ASI
Eksklusif.
c. 80% Ibu-ibu menyebutkan kembali manfaat ASI Eksklusif.

MATERI PENYULUHAN
INISIASI MENYUSU DINI

A. Pengertian Inisiasi Menyusu Dini


Inisiasi menyusu dini adalah prinsip menyusu/pemberian ASI segera setelah
lahir, setelah tali pusat dipotong, dengan meletakkan bayi tengkurap di dada
ibu dengan kulit bayi melekat pada kulit ibu selama paling sedikit 1 jam.

B. Tujuan ASI Eklusif


Tujuan inisiasi menyusu dini adalah untuk mempererat ikatan batin antara ibuanak. Memulai menyusu dini akan:
1. Mengurangi 22% kematian bayi berusia 28 hari kebawah.
2. Meningkatkan keberhasilan menyusui secara eksklusif dan meningkatkan
lamanya bayi disusui
3. Merangsang produksi susu
4. Memperkuat refleks menghisap bayi. Refleks menghisap awal pada bayi
paling kuat dalam beberapa jam pertama setelah lahir.

C. Keuntungan inisiasi Menyusu Dini


1. Keuntungan kontak kulit dengan kulit dengan bayi

Mengoptimalkan keadaan hormonal ibu dan bayi

Kontak memastikan perilaku optimum menyusu berdasarkan insting


dan bisa diperkirakan:

Menstabilkan pernapasan

Mengendalikan temperatur tubuh bayi

Memperbaiki/mempunyai pola tidur yang lebih baik

Mendorong ketrampilan bayi untuk menyusu yang lebih cepat dan


efektif

Meningkatkan kenaikan berat badan (kembali ke berat badan


lahirnya dengan lebih cepat).

Meningkatkan hubungan antara ibu dan bayi

Tidak terlalu banyak menangis selama satu jam pertama

Menjaga kolonisasi kuman yang aman dari ibu di dalam perut bayi
sehingga memberikan perlindungan terhadap infeksi

Bilirubin akan lebih cepat normal dan mengeluarkan mekonium


lebih cepat sehingga menurunkan kejadian ikterus bayi baru lahir

Kadar gula dan parameter biokimia lain yang lebih baik selama
beberapa jam pertama hidupnya.

2. Keuntungan kontak kulit dengan kulit untuk ibu

Merangsang produksi oksitosin dan prolaktin pada ibu

Oksitosin:

Membantu kontraksi uterus sehingga perdarahan pasca persalinan


lebih rendah

Merangsang pengeluaran kolostrum

Penting untuk kelekatan hubungan ibu dan bayi

Ibu lebih tenang dan lebih tidak merasa nyeri pada saat plasenta
lahir dan prosedur pasca persalinan lainnya

Prolaktin:

Meningkatkan produksi ASI

Membantu ibu mengatasi stres. Mengatasi stress adalah fungsi

oksitosin

Mendorong ibu untuk tidur dan relaksasi setelah bayi selesai

menyusu

Menunda ovulasi

3. Keuntungan menyusu dini untuk bayi

Makanan dengan kualitas dan kuantitas optimal agar kolostrum segera


keluar yang disesuaikan dengan kebutuhan bayi.

Memberikan kesehatan bayi dengan kekebalan pasif yang segera


kepada bayi. Kolustrum adalah imunisasi pertama bagi bayi.

Meningkatkan kecerdasan

Membantu bayi mengkoordinasikan hisap, telan dan napas

Meningkatkan jalinan kasih sayang ibu-bayi

Mencegah kehilangan panas

Merangsang kolostrum segera keluar

4. Keuntungan menyusu dini untuk ibu

Merangsang produksi oksitosin dan prolaktin

Meningkatkan keberhasilan produksi ASI

Meningkatkan jalinan kasih sayang ibu-bayi

D. Langkah Inisiasi Menyusu Dini dalam Asuhan Bayi Baru Lahir


1. Minta dukungan suami atau keluarga untuk mendampingi dan mendukung
ibu saat melahirkan.
2. Minta ke dokter untuk jangan menggunakan obat kimiawi dalam
menolong ibu saat melahirkan (bisa dengan pijat, musik atau aroma
terapi).
3. Biarkan ibu sendiri yang menentukan cara dan posisi melahirkan.
4. Keringan

bayi

secepatnya

tanpa

menghilangkan

vernix

yang

menyamankan kulit bayi.


5. Tengkurapkan bayi di dada atau perut ibu dengan kulit bayi melekat pada
kulit ibu. Selimuti keduanya. Kalau perlu menggunakan topi bayi.
6. Ini yang terpenting: biarkan bayi mencari puting susu ibu sendiri. Ibu
dapat merangsang bayi dengan sentuhan lembut. Bila perlu ibu boleh kok
mendekatkan bayi pada puting tapi jangan memaksakan bayi ke puting
susu.
7. Hindari membasuh atau menyeka payudara ibu sebelum bayi menyusu

8. Biarkan bayi dalam posisi kulit bersentuhan dengan kulit ibu sampai
proses menyusu pertama selesai.
9. Bila ibu melahirkan dengan proses operasi berikan kesempatan skin to
skin contact.
10. Bayi dipisahkan dari ibu untuk ditimbang, diukur, dicap setelah menyusu
dini selesai. Tunda prosedur yang infasif.
11. Hindari pemberian minuman prelaktal
REFERENSI
Fernandez, S. M. 2009. Asuhan Bayi baru lahir & IMD. Diakses dari
http://www.poskupang.com/read/artikel/34589/spiritntt/dinaskesehat
anntt/2009/9/2/asuhan-bayi-baru-lahir-dan-inisiasi-menyusu-dini.
Diakses tanggal 22 Oktober 2010.
Kautsar,

U.

2010.

IMD.

Diakses

dari

http://ummukautsar.wordpress.com/2010/02/10/imd-inisiasimenyusu-dini/. Diakses tanggal 5 Oktober 2010.


Yayasan

KAKAK.

2009.

Seminar

Nasional

http://kakak.org/home.php?page=news
Oktober 2010.

IMD.

Diakses

dari

& id. Diakses tanggal 22