Anda di halaman 1dari 19

MAKALAH

METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN PONDASI CAKAR


AYAM DAN SHEET PILE

Oleh :
MIDZUAN MIRANDI

11301010004

SUFIAN BIN SAMSIR

11301010009

DEDY SAPRIANSAH

11301010026

TEGUH PURWANTO

11301010028

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL


JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS BORNEO
TARAKAN
2014
1

KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan puji syukur ke hadirat Allah SWT, atas limpahan
rahmat dan hidayah-Nya, penulis dapat menyajikan makalah yang berjudul:
Metode Pelaksanaan Pekerjaan Pondasi Cakar Ayam dan Sheet Pile.
Adapun maksud penulisan makalah ini adalah sebagai salah satu syarat
untuk memperoleh gelar Sarjana Teknik pada Fakultas Teknik Universitas Borneo
Tarakan.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih banyak kelemahan dan
kekurangannya, oleh karena itu sangat diharapkan saran yang membangun agar
tulisan ini lebih disempurnakan.

Tarakan, 9 Desember 2014

Kelompok 5\
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR................................................................................ i
DAFTAR ISI........................................................................................... 1
BAB 1 PONDASI CAKAR AYAM..........................................................1

1.1

Pengertian

1.2

Kondisi tanah dan Lingkungan

1.3

Pola dan Besar Beban Bangunan1

1.4

Kondisi Air Tanah dan Air Permukaan

1.5

Topograf

1.6

Dampak Konstruksi Pada Lahan Sekitar

1.7

Metode Konstruksi dan Resiko

3
3

BAB 2 SHEET PILE / TURAP...............................................................7


2.1

Pengertian Sheet Pile (Dinding Turap) 7

2.2

Penggunaan Sheet Pile

2.3

Tipe Tipe Sheet Pile

BAB 1
1.1

2.3.1

Sheet Pile Kayu........................................................................7

2.3.2

Sheet Pile Beton.......................................................................8

2.3.3

Sheet Pile Baja.........................................................................9

PONDASI CAKAR AYAM


Pengertian

Prof Dr Ir

Sedijatmo tahun 1961 ingin mendirikan 7 menara listrik

tegangan tinggi di daerah rawa-rawa Ancol Jakarta. Karena waktunya sangat


mendesak, sedangkan sistem pondasi konvensional sangat sukar diterapkan di
rawa-rawa tersebut, maka lahirlah ide Ir Sedijatmo untuk mendirikan menara di
atas pondasi yang terdiri dari plat beton yang didukung oleh pipa- pipa beton di
bawahnya. Pipa dan plat itu melekat secara monolit (bersatu), dan mencengkeram
tanah lembek secara meyakinkan. Oleh Sedijatmo, hasil temuannya itu diberi
nama sistem pondasi cakar ayam. Menara tersebut dapat diselesaikan tepat pada
waktunya, dan tetap kokoh berdiri di daerah Ancol yang sekarang sudah menjadi
ka wasan industri.
1.2

Kondisi tanah dan Lingkungan

Kondisi tanah dan lingkungan untuk mendukung pembangunan pondasi


cakar ayam disarankan pada tanah yang lembek dapat ditemukan di daerah-daerah
yang lembap atau memiliki curah hujan relatif tinggi, misalnya di daerah rawa
rawa. Tetapi berdasarkan pengalaman lebih ekonomis bila diterapkan atas tanah
yang berdaya dukung 1,5 sampai 4 ton per meter persegi. Karena pipa-pipa beton
(cakar) yang dipasang dibawah pelat berfungsi sebagai paku yang menjaga agar
dasar pelat beton dan tanah tetap rapat (tak terjadi rongga). Hal ini, akan
memperkecil lendutan pelat. Lendutan yang kecil tersebut membuat pelat menjadi
lebih awet (tahan lama) dibandingkan dengan sistem perkerasan kaku dari pelat
beton yang konvensional. Keawetan pelat ini memperkecil biaya pemeliharaan.
1.3

Pola dan Besar Beban Bangunan

Pondasi cakar ayam terdiri dari plat beton bertulang yang relatif tipis yang
didukung oleh buis-buis beton bertulang yang dipasang vertikal dan disatukan
secara monolit dengan plat beton pada jarak 200-250 cm. Tebal pelat beton
berkisar antara 10-20 cm, sedang pipa-buis beton bertulang berdiameter 120 cm,
tebal 8 cm dan panjang berkisar 150-250 cm. Buis-buis beton ini gunanya untuk
pengaku pelat. Dalam mendukung beban bangunan, pelat buis beton dan tanah
yang terkurung di dalam pondasi bekerjasama, sehingga menciptakan suatu siatem
komposit yang di dalam cara bekerjanya secara keseluruhan.

Gambar 1.1. Pondasi Cakar Ayam

Gambar 1.2 Tampak Atas Pondasi Cakar Ayam


Telapak beton, pada pondasi cakar ayam sangat baik untuk beban yang
merata. Sistem pondasi ini mampu mendukung beban 500-600 ton per kolom.
Dalam hal ini, di bagian bawah kolom dibuatkan suatu telapak beton, untuk
mengurangi tegangan geser pada plat beton. Untuk gedung berlantai 3-4 misalnya,
sistem cakar ayam biayanya akan sama dengan pondasi tiang pancang 12 meter.
1.4

Kondisi Air Tanah dan Air Permukaan

Dilihat dari jenis tanahnya yang mendukung pondasi cakar ayam yaitu
tanah lunak, kondisi air tanah pada tanah lunak memiliki kadar air yang tinggi.
Dan muka air tidak terlalu dalam karena tanahnya lembek atau di daerah rawa
rawa. Dimana pelat beton bertulang yang tipis akan mengapung di atas tanah rawa
atau tanah lembek. Kemudian pada bagian bawah pelat, dipasang pipa pipa
beton sebagai cakar yang berfungsi sebagai pengaku agar pelat beton tetap berdiri
kokoh. Pipa-pipa beton ini dapat berdiri tegak dikarenakan adanya tekanan tanah

lateral di dalam tanah. Kombinasi ini membuat pelat dan pipa-pipa menjadi
konstruksi yang kaku dan tidak mudah digoyahkan.
1.5

Topograf

Kondisi topografi atau permukan tanah untuk pembangunan pondasi cakar


ayam yaitu datar atau rata.
1.6

Dampak Konstruksi Pada Lahan Sekitar

Dampak negatif pembangunan pondasi cakar ayam yaitu :


1. Tingkat kebisingan yang dihasilkan alat
2. Tingkat polusi udara yang dihasilkan alat
3. Kemacetan lalu lintas
4. Mengotori jalan raya
Dampak positif pembangunan pondasi cakar ayam yaitu :
1. Mendukung penataan kota.
2. Meningkatkan perekonomian bagi masyarakat sekitar
3. Tingkat ekonomi Indonesia semakin meningkat
1.7

Metode Konstruksi dan Resiko

Metode konstruksi pondasi cakar ayam

1. Melakukan pengukuran serta pembersihan lahan seluas yang


digunakan
2. Lakukan penggalian tanah yang akan digunakan sebagai lantai
kerja setebal 30 50 cm, kemudian pada jarak 2,5 meter dibuat
lubang dengan diameter 80 120 cm sedalam 1,2 meter yang
nantinya di gunakan sebagai cakar.
3. Buat bekisting pada galian tersebut.
4. Rangkai besi tulangan sebagai perkuatan pondasi, siapakan juga
campuran beton dengan keteapan yang sudah ditentukan.
5. Masukkan pipa baja ke dalam cakar pondasi.
6. Rangkaikan tulangan pada galian pondasi setelah siap tuangkan
campuran beton.
7. Tunggu selama 28 hari hingga kekuatan beton berkekuatan 100%
atau maksimal

Resiko dari pembangunan pondasi cakar ayam :


1. Mahalnya biaya pembuatan cakar ayam
2. Membutuhkan peralatan khusus
3. Memerlukan tenaga kerja yang ahli

BAB 2
2.1

SHEET PILE / TURAP


Pengertian Sheet Pile (Dinding Turap)

Sheet Pile atau dinding turap adalah dinding vertikal relatif tipis yang
berfungsi untuk menahan tanah dan untuk menahan masuknya air ke dalam
lubang galian. Turap merupakan konstruksi lentur.
2.2

Penggunaan Sheet Pile

Sheet Pile atau turap banyak digunakan pada pekerjaan-pekerjaan, seperti :


1. Dinding penahan tanah misalnya tebing jalan raya atau tebing sungai.
2. Penahan tebing galian misalnya pada pembuatan pondasi langsng atau
pondasi menerus dan pembuatan basement.
3. Bangunan-bangunan pelabuhan misalnya dinding dermaga dan dok kapal
Sheet pile tidak cocok untuk menahan tanah yang sangat tinggi karena
akan memerlukan luas tampang bahan turap yang besar. Selain itu sheet pile juga
tidak cocok digunakan pada tanah yang mengandung banyak batuan, karena
menyulitkan pemancangan.
2.3

Tipe Tipe Sheet Pile

Tipe sheet pile dapat dibedakan menurut bahan yang digunakan. Bahan
Sheet pile tersebut bermacammacam, contohnya: kayu, beton bertulang, dan
baja.

2.3.1

Sheet Pile Kayu


Sheet pile kayu digunakan untuk dinding penahan tanah yang tidak begitu

tinggi. Karena tidak kuat menahan beban-beban lateral yang besar. Sheet pile kayu
ini tidak cocok digunakan pada tanah yang berkerikil karena sheet pile cenderung
retak bila dipancang. Bila sheet pile kayu digunakan untuk bangunan permanen
yang berada diatas muka air, maka perlu diberikan lapisan pelindung agar tidak
mudah lapuk. Sheet pile kayu banyak digunakn pada pakerjaan-pekerjaan
sementara, misalnya untuk penahan tebing galian.
Tiang sheet pile yang digunakan adalah papan kayu atau beberapa papan
yang digabung (wakefield piles). Papan kayu kira-kira dengan ukuran penampang
50 mm x 300 mm dengan takik pada aujung-ujungnya seperti terlihat pada gambar
3(a). Tiang wakefield dibuat dengan memakukan tiga papan seca bersama-sama
dimana papan tengahnya dioffset sejauh 50-75 mm seperti pada gambar 3(b).
Papan kayu juga bisa ditatik dalam bentuk tatik lidah seperti pada gambar 3(c).
Atu dengan menggunakanbesi yang ditanamkan pada masing-masing papan
setelah tiang dimasukan kedalam tanah seperti pada gambar 3s(d).

2.3.2

Sheet Pile Beton


Sheet pile beton merupakan balok-balok beton yang telah dicetak sebelum

dipasang dengan bentuk tertentu. Balok-balok sheet pile dibuat saling mengkait
satu sama lain. Masing-masing balok, kecuali dirancang kuat menahan bebanbeban yang akan bekerja pada waktu pengangkatannya.
Sheet pile beton ini biasanya digunakan untuk konstruksi berat yang
dirancang dengan tulangan untuk menahan beban permanen setelah konstruksi
dan juga untuk menangani tegangan yang dihasilkan selama konstruksi.
Penampang tiang-tiang ini adalah sekitar 500-800 mm lebar dan tebal 150-120
mm. Ujung bawah turap biasanya dibentuk meruncing untuk memudahkan
pemancangan.

2.3.3

Sheet Pile Baja


Sheet pile baja sangat umum digunakan, baik digunakan untuk bangunan

permanen maupun sementara, karena lebih menguntungkan dan mudah


penanganannya. Keuntungan-keuntungannya antara lain:
1. Kuat menahan gaya-gaya benturan pada saat pemacangan
2. Bahan turap relatif tidak begitu berat
3. Dapat digunakan berulang-ulang
4. Menpunyai keawetan yang tinggi
5. Penyambungan mudah
Tebal sheet pile baja berkisar antara 10-13 mm. Penampang sheet pile bisa
berbentuk Z, lengkung dalam (deep arch), lengkung rendah (low arch) atau sayap

lurus (straight web). Interlok pada sheet pile dibentuk seperti jempol-telunjuk atau
bola-keranjang yang bisa dihubungkan sehingga dapat menahan air.

2.4

Metode Pelaksanaan

Secara umum berikut urutan pekerjaan pemasangan sheet pile dengan


Vibro Hammer.
1. Penentuan titik atau lokasi sheet pile akan dipasang.
2. Vibro Hammer mengangkat sheet pile lalu didirikan di titik yang
diinginkan lalu ditekan masuk ke dalam tanah.
3. Setelah itu masukkan sheet pile berikutnya