Anda di halaman 1dari 3

Pemeriksaan pada infeksi jamur

Mikosis subkutan
Contoh : Tinea
Tes diagnostik laboratorium
Bahan : kerokan kulit, kuku, dan rambut yang dikumpulkan dari daerah yang
terserang. Rambut yang terserang Microsporum memberikan fluorosensi di
bawah lampu Wood dalam ruangan gelap.
Pemeriksaan mikroskopis : bahan diletakkan di kaca objek + KOH, ditutup
dengan kaca penutup, diperiksa pada saat itu dan diperiksa kembali setelah 20
menit. Pada kulit dan kuku tampak hifa bercabang atau cabang artospora, pada
rambut, spesies microsporum terdiri atas spora dalam bentuk mozaik.
Biakan : bahan diinokulasikan pada agar miring Sabouraud yang berisi
sikloheksimida dan kloramfenikol untuk menekan pertumbuhan jamur dan
bakteri, dieramkan 1-3 minggu pada suhu kamar, bila perlu periksa lebih lanjut
dalam biakan kaca objek. Penentuan spesies berdasarkan morfologi koloni,
pemeriksaan mikroskopik dan tes biokimiawi.
Mikosis subkutan
-

Sporothrix schenckii

Tes diagnostik laboratorium :


Bahan : nanah atau hasil biopsi dari lesi-lesi.
Pemeriksaan mikroskopis : pada lesi manusia, organisme jarang terlihat
Biakan : koloni koloni khas dengan pengelompokan konidia menentukan
diagnosis.
Serologi : aglutinasi suspensi sel ragi atau partikel-partikel lateks yang diliputi
oleh antigen timbul dalam titer tinggi pada serum penderita yang terinfeksi.
-

Kromoblastomikosis

Bahan : terdiri atas kerokan atau biopsi dari lesi


Pemeriksaan mikroskopis : kerokan diletakkan dalam KOH 10%, diperiksa
dibawah gelas penutup untuk mencari sel-sel jamur yang bulat dan gelap. Hal
yang diagnostik adalah ditemukannya badan sklerotik.
Biakan : bahan sebaiknya dibiakkan pada agar Souboraud supaya dapat
ditemukan struktur dan susunan konidia yang khas.
-

Faehomikosis

Tes diagnostik laboratorium

Beberapa granul mempunyai sifat-sifat morfologi serta warna khas yang


membantu dalam identifikasi bila tidak dapat dilakukan biakan. Diagnosis
misetoma sebaiknya tidak pernah dibuat kecuali terlihat granula granula.
Mikosis yang mengenai organ dalam ( mikosis profunda / sistemik )
-

Coccidioides immitis

Bahan : sputum, nanah, cairan spinal, contoh biopsi jaringan untuk pembiakan,
dan darah untuk diagnostik serologik.
Pemeriksaan mikroskopik : bahan sebaiknya periksa dalam keadaan segar ( bila
perlu setelah dipusingkan) untuk menemukan sferul - sferul yang khas.
Biakan : dapat ditumbuhkan pada agar darah dengan suhu 37 C dan pada agar
Sabouraud dengan suhu 20 C. Perhatian, artospora dari biakan sangat menular.
Inokulasi hewan : tikus yang disuntik secara intraperitoneal akan mengalami lesi
progresif.
Serologi : antibodi IgM dan IgG terhadap koksidiodin timbul dalam 2-4 minggu
setelah infeksi dan dapat diketahui dengan mudah melalui tes imunodifusi dan
aglutinasi lateks.
Tes kulit : tes kulit koksidiodin mencapai indurasi maksimal antara 24 -48 jam
setelah penyuntikkan 0,1 ml pengenceran 1 : 100. Tes seringkali negatif pada
penyakit yang tersebar.
-

Histoplasma capsulatum

Bahan : sputum, urin, kerokan lesi, sel darah kering untuk pembiakan, biopsi dari
sumsum tulang, kulit, kelenjar getah bening untuk pemeriksaan histologik, dan
darah untuk serologi.
Pemeriksaan mikroskopik : sel lonjong kecil di intrasel potongan histologik yang
diwarnai pewarnaan Gomori.
Biakan : bahan dibiakkan pada suhu 37 C pada agar darah glukosa-sistein dan
agar Sabouraud pada suhu kamar.
Serologi : tes-tes aglutinasi, presipitasi, dan imunodifusi menjadi positif dalam 25 minggu setelah infeksi.
Tes kulit : tes kulit histoplasmin menjadi positif segera setelah infeksi dan tetap
positif selama bertahun tahun.
Jamur jamur opportunistik
-

Candida

Bahan : usapan dan kerokan permukaan lesi, sputum, eksudat dan bahan yang
dikeluarkan dari kateter intravena.

Pemeriksaan mikroskopik : bahan diperiksa dengan sediaan apus yang diwarnai


Gram untuk mencari pseudohifa dan sel-sel bertunas.
Biakan : semua bahan dibiak pada agar Sabouraud pada suhu kamar dan suhu
badan. Koloni khas diperiksa adanya sel sel dan pseudomiselium yang
bertunas.
Serologi : ekstrak karbohidrat Candida kelompok A memberikan reaksi presipitin
yang positif dengan serum pada 50% orang normal dan pada 70% orang dengan
kandidiasis mukokutan.
Tes kulit : tes Candida pada orang dewasa normal hampir selalu positif, jadi
digunakan untuk indikator kompetensi imunitas seluler.
-

Aspergilosis

Bahan : cairan spinal, eksudat, sputum, dan serum


Pemeriksaan mikroskopis : bahan diperiksa dalam keadaan basah, secara
langsung maupun setelah dicampur dengan tinta India.
Biakan : pertumbuhan cepat di suhu 20-37 C pada agar Sabouraud dan
perbenihan lab lainnya yang tidak mengandung sikloheksimida.
Serologi : tes tes antigen kapsular polisakarida kriptokokus dapat dilakukan
pada cairan serebrospinal dan serum.