Anda di halaman 1dari 9

STATUS PSIKIATRI

I. Identitas Pasien
Nama

: An.M

Jenis Kelamin

: Laki-Laki

Tempat Tanggal Lahir

: Purworejo,6 Juli 1998

Usia

: 15 tahun

Agama

: Islam

Alamat

: Kramat 1RT 6/10 No.122 Lubang Buaya,Cipayung

Suku Bangsa

: Jawa

Pendidikan terakhir

: SMP

Status pernikahan

: Belum menikah

Pekerjaan

: Tidak Bekerja

Tanggal masuk RSIJ

: 14 Januari 2014

Riwayat Perawatan Jalan : Mulai tahun 2010


Rawat Inap

II. Riwayat Psikiatrik


Berdasarkan :
Autoanamnesis :
Diambil pada tanggal : 18 Desember 2013 (pukul 10.00-12.00 WIB)
Alloanamnesis

Diambil pada tanggal 20 Desember 2013 (pukul 19.00 WIB)


Diperoleh data dari :
Nama (inisial)

: Ny. H

Pekerjaan

: Ibu rumah tangga

Hubungan dengan pasien : Ibu kandung


Lama kenal

: Sejak lahir

Keluhan Utama
Pasien marah- marah di sekolah hampir memukul temanya menggunakan kayu.
Keluhan Tambahan

Birbicara kacau

Bicara sendiri

Tidak bias tidur

Gelisah.

Mudah emosi
Riwayat Gangguan Sekarang
AUTOANAMNESIS
Pasien berkata bahwa dirinya di bawa ke rumah sakit oleh ayahnya, menurut
pasien alasan di bawanya ke rumah sakit karna sempat memukul adek kelas nya,
pasien juga merasa dirinya kuat dan ingin beradu tenaga dengan orang lain pasien
merasa kekuatan tubuhnya di dapatkan dari malaikat yang datang ketika di
mimpinya, dia juga merasa bahwa dirinya adalah seorang psikolog muda dengan
IQ230, pasien juga merasa dirinya adalah titisan tokoh tokoh terkenal, menurut
pasien pasien sering sekali di bawa ke RSJI klender dan kurang lebih 5-6 kali setiap
tahunya. Pasien menyadari dirinya sering kali marah apalagi kalau nilainya turun
dan kalau ayahnya mulai memukul.
ALLOANAMNESIS
Os dibawa oleh orang tuanya ke RS jiwa islam klender karena sering marahmarah sejak 5 hari SMRS. Menurut ibu OS hal tersebut di picu setelah pembagian
raport, sebab ranking OS turun, serta OS sangat khawatir dengan ujian nasional yang
akan di hadapi. 2 hari terakhir os tidak bisa tidur, gelisah dan pada saat berada di
sekolah sering ingin memukul teman-temannya dengan kayu. Selain itu os juga
sering merasa bingung, curiga kepada orang disekitarnya dan menurut pengakuan
orang tuanya sering bicara kacau, bicara sendiri dan emosi yang tidak stabil.
Terkadang ibu OS sering kali melihat OS memukul mukul tanganya ke tembo,
memukul gallon kosong, dan juga men-ngegas motor dengan kencang dan di ulang
berkali kali, ibu OS juga melihat OS sering kali mengirim pesan ke teman teman
wanita (>1 teman) melalui SMS, dan Os juga mengaku ke ibunya sering mendengar
bisikan-bisikan

yang

mengatakan

teman-temannya

tidak

terima

dengan

kepintarannya. Os juga merasa dirinya hebat, mengaku sebagai psikolog muda. Os


sampai saat ini sedang menjalani pengobatan gangguan bipolar sejak 3 tahun yang
2

lalu. 6 jam SMRS Os dibawa oleh orang tuanya ke RS jiwa islam klender karena os
marah-marah yang semakin memuncak hingga membanting pintu, bicara semakin
kacau dan tidak terarah. Os mengaku sering mendengar bisikan-bisikan yang
mengatakan teman-temannya tidak terima dengan kepintarannya. Os juga merasa
dirinya hebat, mengaku sebagai psikolog muda. Os sampai saat ini sedang menjalani
pengobatan gangguan bipolar sejak 3 tahun yang lalu.

A. Riwayat gangguan Sebelumnya


Alloanamnesis :
Pasien merupakan seorang pribadi yang perfeksionis dalam mengerjakan
tugas sekolah, dan pasien sangat berambisi menjadi juara 1 di setiap smester, hal
tersebut sudah di amati ibunya sejak pasien kelas 1 Sekolah dasar. Pada tahun 2010
saat pasien duduk di kelas VI Sekolah dasar ibu pasien merasa pasien mengalami
perubahan sikap yang sebelumya tidak pernah di alami yakni, pasien menjadi lebih
diam dari biasanya,pasien juga menagis, sering kali merasa pusing dan pasien juga
merasa tidak bias pelajaran matematika. Hal tersebut berlangsung 2 minggu. Namun
setelah itu pasien sudah tidak bersikap seperti itu dan mampu beraktivitas secara
biasa. Dan ibu pasien tidak membawa ke RS karna di anggap pasien hanya
mengalami masalah belajar yang biasa saja. 4 bulan kemudian pasien mengalami
perubahan sikap yakni, pasien tidak bias mengontrol aktivitas yang berlebihan. Dia
antaranya pasien Pada tahun 2011 perubahan sikap tersebut juga seringkali timbul,
dan pasien sering kali di bawa ke RSJI klender setiap bulanya untuk control, namun
pasien lebih sering datang ke poli di keranakan aktivitas yang berlebihan, seperti
main play station yang tidak bias di control hingga tidak mau masuk sekolah,
beberapa kali pasien juga sering berbicara kacau. Beberapa kali saat keadaan tidak
bias di control pasien juga sering di rawat beberapa waktu di RSJI klender. dan saat
pulang pasien selalu control sesui jadwal yang di buat dokter. Pada tahun 2012
pasien masih rutin control ke poli klinik dan mendapatkan obat obat dan pasien
selalu rutin minum obat. Ada kalanya menurut ibu pasien pasien menjadi malas
belajar, tidak semangat. Dan keluarga memwanya kembali ke RSJI klender dan di
berikan obat. Dan pasien rutin mengkonsusmsi obatnya.

Pada tahun 2013 pasien sering kali masuk rumah sakit karna tidak bias mengontrol
emosi dan aktivitas yang belebihan, terkadang pasien juga sempat memukul mukul
tembok, me mainkan gas motor dengan kencang, dan menggodai teman teman
perempuanya melalui pesan SMS. Hal tersebut sempat berulang ketika mendekati
ujian di tambah saat pengambilan rapot nilai ranking pasien sempat turun dari juara
1 menjadi 4 emosi pasien menjadi meningkat. Serta ibu pasien juga kurang rutin
memberikan obat dan pergi control karna terkadang di anggap sudah mulai stabil.

B. Riwayat Kehidupan Pribadi Sebelum Sakit


o Riwayat Perkembangan prenatal dan perinatal
Menurut ibu pasien, selama kehamilan ibu pasien dalam sehat,
tidak pernah mengalami gangguan kesehatan baik fisik maupun psikis.
Pasien dilahirkan dalam keadaan cukup bulan dan di lahirkan secara
normal dibantu oleh bidan. Pada saat lahir bayi langsung menangis.
Pasien merupakan anak yang dikehendaki orangtuanya. Tidak pernah
ada sakit kejang atau penyakit lainnya yang bermakna. Tidak ada
kecelakaan yang bermakna, riwayat operasi tidak ada.
o Riwayat Perkembangan masa kanak - kanak ( 0 3 tahun)
Pasien diasuh oleh ibu kandungnya dan diberikan ASI . Tidak ada
cacat bawaan yang ditemukan dan menurut ibu pasien perkembangan
fisik pasien cukup baik, pola perkembangan motorik tidak ada hambatan,
seperti kebanyakan anak yang normal. Menurut ibu pasien, pasien dapat
berjalan saat berumur lebih dari 1 tahun dan tidak pernah ada
keterlambatan berbicara. Tidak ada kebiasaan buruk pasien, seperti
membenturkan kepala atau menghisap jari.
o Riwayat Kanak-kanak pertengahan ( 4 11 tahun)
Menurut penuturan ibu pasien, perkembangan fisik pasien
umumnya baik. Pasien sempat memiliki konflik dengan orang tua saat
pasien mengetahui ibunya mengandung adiknya hal tersebut terjadi saat
pasien usia 8 tahun, sebab pasien tidak menginginkan kedatangan adik
karna pasien merasa dengan kedatangan adik kasih sayang orang tuanya
akan berkurang, di tambah 1 tahun setelah adik laki-laki nya lahir ibunya
melahirkan lagi adik perempuan. Pasien mulai masuk Sekolah Dasar
ketika berusia 7 tahun. Semasa sekolah dasar pasien dinilai tidak banyak
bertingkah di sekolah, pasien cenderung bisa bergaul dengan teman4

temannya. Menurut ibu pasien, pasien tidak pernah terlibat perkelahian


dengan teman sebayanya di sekolah. Sejak duduk di kelas 1 SD pasien
memang sudah memiliki sifat perfeksionis, selalu ingin ranking 1 dan
rajin sekali dalam belajar, hasil nilai nya pasien memang selalu 5 besar di
setiap smesternya. Namun saat mendekati ujian akhir sekolah saat kelas
6 SD barulah muncul perubahan tingkah laku dan sikap pasien.
o Riwayat Masa Pubertas dan remaja
o Riwayat Masa Dewasa
Riwayat Keluarga

Pasien

adalah anak pertama dari tiga

bersaudara yang kehadirannya diharapkan. Ayah pasien seorang pegawai di


perusahan korea dan Ibu pasien rumah tangga saja. Pasien tinggal bersama
dengan ibu dan ayah pasien di Jakarta. Hubungan pasien dengan saudarasaudaranya baik. Pasien termasuk anak yang baik. Menurut ibu pasien, adik dari
nenek pasien mengalami gangguan jiwa, berupa sering marah marah dan
berbicara kacau, adik dari ayah pasien juga sempat mengalami depresi karna
suatu kejadian.

III. Status Mental


1) Deskripsi Umum
o Penampilan
Pasien laki-laki 15 tahun, tinggi 168 cm, tampak sesuai dengan
usianya. Bentuk tubuh tinggi besar dengan taksiran berat badan 75 Kg,
memiliki kulit sawo matang, wajah normal, rambut pandek tampak tebal
dan

hitam.

Saat

wawancara

pasien

menggunakan

kaos

biru,

menggunakan celana pendek biru dan tidak memakai alas kaki. Kuku
tangan dan kaki bersih, namun di bagian dengkul pasien ada gambaran
bolpoin gambaran pasien yang di anggap sumber kekuatan yang di
berikan malaikat.

o Perilaku dan aktivitas psikomotor


Selama wawancara pasien tiduran bangku, dan dalam posisi dudu
sambil menggambar dan mewarnai, pasien saat di tanya mengenai
keadaannya sering kali mengalihkan pembicaraan dan mengarahkan
pembicaraan ke gambar yang di buatnya. Pasien menjawab pertanyaan
sesekali sambil menggambar dan sering kali marah kalau terus terusan
bertanya ke padanya.
Pembicaraan (speech)
Cara berbicara
: Spontan.
Volume berbicara
: Normal
Irama
: Normal
Kelancaran berbicara : Lancar
Kecepatan berbicara : Sedang
Gaya berbicara
: Tegas.

o Sikap terhadap pemeriksa


Pewawancara agak sulit menggali pertanyaan, sikap pasien sering
kali mengalihkan ke gambar yang sedang di buatnya, dapat menerima
pewawancara, terkadang menyangkal namun cukup sopan. Pasien kurang
6

perhatian

dalam

pewawancara,

mendengarkan

pertanyaan

yang

dilontarkan

matanya sesekali melihat pewawancara, namun lebih

sering mengarah ke kertas yang sedang di gambarnya.


2) Aspek dan Ekspresi Afektif
o Mood
o Afek
o Kesesuaian

: Normotimik
: Luas
: Serasi

3) Gangguan Persepsi (persepsi panca indera)


o Halusinasi
o Auditorik
o Visual
o Taktil
o Olfaktorik
o Gustatorik
o Ilusi
o Depersonalisasi
o Derealisasi

: Tidak ada.
: Tidak ada.
: Tidak ada
: Tidak ada.
: Tidak ada.
: Ada.
: Tidak ada.
: Tidak ada.

4) Proses Fikir
o Arus pikir
Produktivitas
:
Kontinuitas
:
Blocking
: Ada
Asosiasi Longgar
: Ada
Inkoherensi
: Tidak Ada
Flight of idea
: Tidak Ada
Word Salad
: Tidak Ada
Neologisme
: Tidak Ada
Sirkumstansialitas
: Tidak Ada
Tangensialitas
: Tidak Ada
Hendaya berbahasa : Tidak ada
o Isi pikir
Preokupasi : Keinginan untuk pulang agar bebas dan tidak bosan.
Gangguan isi pikiran :
Waham
: Ada
Ideas of References
: Tidak ada
Obsesi
: Tidak Ada
5) Fungsi Kognitif dan Kesadaran

Kesadaran : Compos mentis


Orientasi : Cukup baik
7

Waktu (pasien ingat hari, mampu menjelaskan saat ini sore hari

menjelang magrib)
Tempat (Rumah Sakit Jiwa Islam Klender Jakarta Timur di bangsal

perawatan)
Orang ( ingat nama pewawancara : dokter muda dan mengetahui
bahwa yang memakai jas putih adalah dokter)

Konsentrasi : baik (pasien mampu mengurangi 7 dari angka 100 secara berurutan
namun lambat)
Daya ingat.
Daya ingat segera : baik (pasien ingat nama dokter muda yang
wawancara saat itu, dan dapat mengulang dengan baik urutan nama

benda Bangku, kursi, jam, meja, buku, pensil)


Daya ingat tentang keadaan baru-baru ini (pasien ingat menu sarapan

pagi tadi, pukul berapa bangun pagi tadi)


Daya Ingat peristiwa yang baru terjadi (Pasien ingat tentang kejadian

siapa yang menjenguk pasien)


Daya Ingat Lama (pasien ingat nama sekolah SD dulu, alamat rumah,
nama jalan. telepon rumah)

Intelegensia dan Pengetahuan umum : Luas.


5 Nama Presiden RI?
Soekarno, Soeharto, Habibie, Gusdur, Megawati, SBY .

(pertanyaan tidak dapat dijawab dengan baik oleh pasien)


Bendera kebangsaan berikut artinya?
Merah putih, merah berani, putih berarti suci. (pertanyaan dapat

dijawab dengan baik oleh pasien)


Lambang negara dan Jumlah Bulu pada sayap?
Burung Garuda. (jumlah bulu tidak dapat dijawab)

Pikiran abstrak : Baik (pasien mampu mengartikan makna dari kiasan


panjang tangan dan kaki tangan)

6) Daya Nilai
o Daya nilai sosial: baik.
o Menurut pasien jika pasien bertamu kerumah seseorang pasien harus
mengetuk pintu dan mengucapkan salam sebelum masuk kerumah.
o Uji daya nilai : Baik.
8

o Misalnya, jika malam hari terjadi kebakaran di rumah, pasien akan


buru-buru keluar karena takut terbakar.
7) Reality Test Ability (RTA)
Terganggu.
8) Tilikan : Derajat
Tilikan 4 (sadar bahwa penyakitnya disebabkan oleh sesuatu yang tidak ia
ketahui).
9) Taraf dapat Dipercaya.
o Tidak dapat dipercaya.
Pada waktu yang berbeda, pasien memberikan kesimpulan jawaban
yang berbeda, begitu juga setelah dilakukan alloanamnesis dengan
ibu pasien, ada beberapa jawaban yang berbeda.