Anda di halaman 1dari 11

MODUL IX

GERAK MELINGKAR: DINAMIKA (bagian 2)


6. Hukum Newton tentang Gravitasi Universal
Newton berusaha menentukan besar gaya gravitasi yang diberikan Bumi pada Bulan
sebagaimana dibandingkan dengan gaya gravitasi pada benda benda di
permukaan Bumi. Pada permukaan Bumi, gaya gravitasi mempercepat benda
sebesar 9,8 m/s2. Tetapi berapa percepatan sentripetal Bulan? Karena Bulan
bergerak dengan gerak melingkar yang hampir beraturan, percepatan harus dihitung
dari

a R 2 r . Kita telah melakukan perhitungan ini pada contoh 1 dan

mendapatkan hasil a R 0,0272 m/s2. Dalam percepatan gravitasi Bumi, g, hasil ini
sebanding dengan

aR

1
g
3600

Dengan demikian, percepatan Bulan terhadap Bumi kira kira 1 3600 kali besar
percepatan benda benda di permukaan Bumi. Bulan berjarak 384.000 km dari
Bumi, yang sama dengan 60 kali radius Bumi yang sebesar 6380 km. Jarak dari
pusat Bumi ke bulan 60 kali lebih jauh dari benda benda dipermukaan Bumi. Tetapi

60 x 60 = 602 = 3600. Sekali lagi angka 3600! Newton menyimpulan bahwa gaya
gravitasi yang diberikan oleh Bumi pada sembarang benda berkurang terhadap
kuadrat jaraknya, r, dari pusat Bumi :

1
2
gaya gravitasi r
Bulan, yang jauhnya 60 kali radius Bumi, merasakan gaya gravitasi hanya

1
602

1
3600

kali dibandingkan jika ia berada di permukaan Bumi. Benda apapun yang diletakkan
sejauh 384.00 km dari Bumi akan mengalami percepatan yang sama dengan yang
dialami Bulan karena adanya gravitasi Bumi : 0,00272 m/s2.
Newton menyadari bahwa percepatan gravitasi pada sebuah benda tidak
hanya bergantung pada jarak tetapi juga pada massa benda tersebut. Pada
kenyataannya, gaya ini berbanding lurus dengan massa, sebagaimana telah lihat.
Menurut hukum Newton ketiga, ketika Bumi memberikan gaya gravitasinya ke benda
apapun, seperti berlawanan arah pada Bumi (Gambar 7). Karena simetri ini, Newton
menalarkan, besar gaya gravitasi harus sebanding dengan kedua massa. Dengan
PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB
Dian Widiastuti

FISIKA I

demikian

m E mB
r2

di mana mE adalah massa Bumi, mB adalah massa benda lain, dan r adalah jarak
dari pusat Bumi ke pusat benda lain tersebut.

Bulan

Gaya gravitasi yang diberikan oleh Bumi pada Bulan

Bumi

Gaya gravitasi yang diberikan oleh Bulan pada Bumi

Gambar 7 : Gaya gravitasi yang diberikan satu benda


kepada benda kedua diarahkan menuju benda yang
pertama, sama besar dan berlawanan arah dengan gaya
yang diberikan benda kedua pada benda pertama.
Newton maju satu langkah lagi dalam analisisnya mengenai gravitasi. Dalam
pernelitiannya orbit orbit planet, ia menyimpulkan bahwa dibutuhkan gaya untuk
mempertahankan planet planet itu di orbit masing masing di sekeliling Matahari.
Hal ini membuatnya percaya bahwa pasti juga ada gaya gravitasi yang bekerja
antara Matahari dan planet planet tersebut untuk tetap berada di orbit masing
masing. Dan jika gravitasi bekerja di antara benda benda ini, mengapa tidak
bekerja di antara semua benda? Dengan demikian ia mengusulkan hukum gravitasi
universal-nya yang terkenal, yang bisa kita nyatakan sebagai berikut :
Semua partikel di dunia ini menarik semua partikel lain dengan gaya yang
berbanding lurus dengan hasil kali massa partikel partikel itu dan
berbanding terbalik dengan kuadrat jarak di antaranya. Gaya ini bekerja
sepanjang garis yang menghubungkan kedua partikel itu.
Besar gaya gravitasi dapat dituliskan sebagai

F G

m1 m 2
r2

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB


Dian Widiastuti

(5-4)

FISIKA I

dengan m1 dan m2 adalah massa kedua partikel, r, adalah jarak antaranya, dan G
adalah konstanta universal yang harus diukur secara eksperimen dan mempunyai
nilai numerik yang sama untuk semua benda, yaitu

G 6,67 10 11 Nm2/kg2.
Contoh :
8. Seseorang yang massanya 50 kg dan satu orang lagi yang bermassa 75 kg
sedang duduk di sebuah kursi taman sedekian sehingga pusat mereka
berjarak 50 cm. Perkirakan besar gaya gravitasi yang diberikan masing
masing orang terhadap yang satunya.
Jawab :
Kita gunakan persamaan 5-4, yang menghasilkan

F 6,67 10 11

50 75
1 10 6
2
0,5
N,

yang merupakan nilai yang sangat kecil kecuali jika digunakan alat yang
sangat peka.
9. Lihat Contoh Soal no 2 di modul 14.
Hitung gaya total di Bulan (mM = 7,35 x 1022 kg) yang disebabkan oleh

10.

gaya tarik gravitasi Bumi (mE = 5,98 x1024 kg), dengan menganggap
ketiganya membentuk sudut siku siku (Gambar 8).
FME

Bulan

Bumi

FMS

Matahari

Gambar 8 : Orientasi Matahari (S), Bumi (E),


dan Bulan (M) untuk Contoh 10.
Jawab :
Kita harus menambahkan kedua gaya tersebut secara vektor. Pertama kita
PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB
Dian Widiastuti

FISIKA I

hitung besarnya. Bumi terletak 3,84 x 105 km = 3,84 x 108 m dari Bulan,
sehingga FME (gaya pada Bulan yang berasal dari Bumi) adalah

FME 6,67 10 11

7,35 10 22 5,98 10 24
(3,84 10 8 ) 2

1,99 10 20 N
Matahari berada 1,5 x 108 km dari Bumi dan Bulan, sehingga FMS (gaya
pada Bulan yang berasal dari Matahari) adalah

FMS 6,67 10 11

7,35 10 22 1,99 10 30
(1,5 1011 ) 2

4,34 10 20 N
Karena kedua gaya bekerja membentuk sudut siku siku pada kasus ini
(gambar 8), gaya total adalah

F 1,99 2 4,34 2 10 20 4,77 10 20 N


1
yang bekerja pada sudut tan (1,99 4,34) 24,6 .

Hukum gravitasi universal tidak boleh dikacaukan dengan hukum gerak


Newton kedua

F ma .

Hukum gravitasi mendeskripsikan suatu gaya tertentu,

gravitasi, dan bagaimana kekuatannya bervariasi dengan jarak dan massa yang
terlibat. Hukum Newton kedua, di pihak lain, menghubungkan gaya total pada
sebuah benda (yaitu, jumlah vektor dari semua gaya yang berbeda yang bekerja
pada benda dan berasal dari berbagai sumber) dengan massa dan percepatan
benda itu.
7. Gravitasi Dekat Permukaan Bumi; Penerapan Geofisika
Ketika Persamaan 5-4 diterapkan pada gaya gravitasi antara Bumi dan benda pada
permukaannya, m1 menjadi massa Bumi, mE, m2 menjadi massa benda , m, dan r
menjadi jarak benda dari permukaan Bumi, yang merupakan radius Bumi rE. Gaya
gravitasi yang disebabkan oleh Bumi ini merupakan berat benda, yang telah kita
tuliskan sebagai FG = mg. Dengan demikian,

mg G

mmE
rE2

Berarti

g G

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB


Dian Widiastuti

mE
rE2

(5-5)
FISIKA I

Berarti, percepatan gravitasi pada permukaan Bumi, g, ditentukan oleh mE dan rE.
Sampai G terukur, massa Bumi tidak diketahui. Tetapi begitu G diketahui, Persamaan
5-5 dapat digunakan untuk menghitung massa Bumi, dan Cavendish merupakan
orang pertama yang melakukannya. Karena g = 9,8 m/s2 dan radius Bumi adalah rE =

6,38 x 106 m, maka, dari Persamaan 5-5, kita dapatkan


mE

grE2 9,8 (6,38 10 6 ) 2

5,98 10 24 kg
11
G
6,67 10

untuk massa Bumi.


Ketika memperhitungkan berat benda benda pada permukaan Bumi, kita
dapat melanjutkan dengan menggunakan mg saja. Jika kita ingin menghitung gaya
gravitasi pada sebuah benda yang berada pada jarak tertentu dari Bumi, atau gaya
yang disebabakan oleh benda luar angkasa lainnya, misalnya yang diberikan oleh
Bulan atau sebuah planet, kita dapat menghitung nilai efektif g dari Persamaan 5-5,
dengan menggantikan rE dan mE dengan jarak dan massa yang tepat, atau kita bisa
menggunakan Persamaan 5-4 secara langsung.
Contoh :
11. Perkiraan nilai efektif g di puncak gunung Everest, 8848 m (29.028 kaki) di
atas permukaan Bumi. Yaitu, berapa percepatan yang disebabkan oleh
gravitasi pada benda benda yang dibiarkan jatuh bebas pada ketinggian
ini?
Jawab :
Mari kita ingat percepatan gravitasi pda suatu titik g. Kita gunakan
Persamaan 5-5, dengan rE digantikan oleh r = 6380 + 8,8 = 6389 km = 6,389

x 106 m:
mE
5,98 10 24
11
g G 2 6,67 10
9,77
r
(6,389 10 6 ) 2
m/s2
'

yang merupakan penurunan sekitar 3 bagian dari seribu (0,3 %). Perhatikan
bahwa kita mengabaikan massa yang terakumulasi di bawah puncak gunung,
dan kita gunakan 1 N/kg =1 m/s2.
8. Satelit
Satelit satelit buatan yang mengelilingi Bumi sekarang merupakan hal yang biasa
(Gambar 9). Sebuah satelit diletakkan di orbitnya dengan mempercepat hingga
mencapai

suatu

laju

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB


Dian Widiastuti

tengensial

yang

tinggi

FISIKA I

dengan

menggunakan

roket,

sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 10. Jika laju terlalu teinggi, pesawat luar
angkasa tersebut tidak akan tertahan oleh gravitasi Bumi dan akan lepas, tidak akan
kembali. Jika laju terlalu rendah, satelit tersebut akan kembali ke Bumi. Satelit
satelit biasanya diletakkan pada orbit melingkar (atau hampir berupa lingkaran),
karena membutuhkan laju lepas landas yang paling kecil. Jika kadang kadang
ditanyakan : Apa yang membuat satelit tetap di atas? Jawabannya adalah lajunya
yang tinggi. Jika sebuah satelit berhenti bergerak, ia jelas akan jatuh langsung ke
Bumi. Tetapi dengan laju tinggi yang dipunyai satelit, ia juga bisa dengan cepat
terbang keluar angkasa (Gambar 11) jika tidak ada gaya gravitasi Bumi yang menarik
satelit ke orbitnya. Kenyataannya, sebuah satelit sedang jatuh (dipercepat menuju
Bumi), tetapi laju tangensialnya menahannya untuk tidak menabrak Bumi.

Gambar 9: Gambar 10 dam Gambar 11.

Untuk satelit salelit yang bergerak dalam lingkaran (setidak tidaknya


2
kurang lebih demikian), percepatannya adalah r . Gaya yang memberikan

percepatan ini kepada satelit adalah gaya gravitasi, dan karena sebuah satelit
mungkin berada sangat jauh dari Bumi, kita harus menggunakan Persamaan 5-4
untuk gaya yang bekerja padanya. Ketika kita memakai hukum

F ma

newton kedua,

, kita dapatkan

mmE
2

m
r2
r'

di mana m adalah massa satelit. Persamaan ini menghubungkan jarak satelit dari
pusat Bumi, r, dengan lajunya, . Perhatikan bahwa hanya satu gaya gravitasi
yang bekerja pada satelit, dan bahwa r adalah jumlah radius Bumi rE ditambah
ketinggian satelit di atas Bumi, h : r = rE + h.
Contoh :
12. Satelit geosinkron adalah satelit yang berada pada satu titik yang sama di
atas ekuator Bumi. Sateli satelit semacam ini digunakan untuk hal hal
seperti transmisi TV kabel, untuk ramalan cuaca, dan sebagai relai
komunikasi. Tentukan (a) ketinggian di atas permukaan Bumi di mana satelit
semacam itu harus mengorbit dan (b) laju satelit tersebut.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB


Dian Widiastuti

FISIKA I

Jawab :
(a) Satu satunya gaya pada satelit adalah gravitasi, sehingga kita gunakan
Persamaan 5-6 dengan menganggap satelit bergerak dalam lingkaran :

m Sat mE
2

m
sat
r
r2

Persamaan ini tampaknya mempunyai dua hal yang tidak diketahui, r dan .
Tetapi kita tahu bahwa pasti sedemikain sehingga satelit mengitari Bumi
dengan periode yang sama dengan Bumi berotasi pada sumbunya, yaitu
sekali dalam 24 jam. Dengan demikian, laju satelit adalah

2 r
T

di mana T = 1 hari = 24 3600 detik = 86.400 detik. Kita masukkan nilai ini ke
dalam persamaan pertama di atas dan kita dapatkan (setelah mencoret msat
pada kedua sisi) :

mE (2 r ) 2
G 2
r
rT 2
Kita selesaikan untuk r :

GmET 2 6,67 10 11 5,98 10 24 86.400 2


r

4 2
4 2
7,54 10 22 m 3
3

7
dan, dengan mengambil akar pangkat tiga, r 4,23 10 m, atau 42.300 km

dari pusat Bumi. Kita kurangi dengan radius Bumi sebesar 6380 km untuk
mendapatkan bahwa satelit itu harus mengorbit sejauh 36.000 km (sekitar 6

rE) di atas permukaan Bumi.


(b) Kita selesaikan Persamaan 5-6 untuk :

GmE

6,67 10 11 5,98 10 24
3070
4,23 10 7
m/s

Kita dapatkan hasil yang sama jika kita gunakan 2 r T .


9.

Hukum Kepler dan Sintesa Newton

Lebih dari setengah abad sebelum Newton mengajukan ketiga hukumnya tentang
gerak dan hukum gravitasi universalnya, ahli astronomi Jerman Johannes Kepler
(1571- 1630) telah menghasilkan telah menghasilkan sejumlah karya astronomi di
mana kita bisa mendapatkan penjelasan rinci mengenai gerak planet di sekitar
Matahari. Karya Kepler sebagian dihasilkan dari tahun tahun yang ia habiskan
PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB
Dian Widiastuti

FISIKA I

untuk mempelajari data yang dikumpulkan oleh Tycho Brahe (1546 - 1601) mengenai
posisi planet planet dalam geraknya di luar angkasa. Di antara hasil karya Kepler
terdapat tiga penemuan yang sekarang kita sebut sebagai Hukum Kepler mengenai
gerak planet. Hukum hukum tersebut dirangkum sebagai berikut, dengan
penjelasan tambahan Gambar 12:
Hukum Kepler pertama : Lintasan setiap planet mengelilingi Matahari
merupkan sebuah elipsa (gambar 12a) dengan Matahari terletak pada salah
satu fokusnya.

Planet

1
4

F1
F1
Matahari

Matahari

2
(a)

(b)

Gambar 12 : (a) Hukum Kepler pertama, elips merupakan


sebuah kurva tertutup sedemikian sehingga jumlah jarak pada
sembarang titik P pada kurva itu ke dua titik yang tetap (disebut
fokus, F1 dan F2) tetap konstan. Yaitu, jumlah jarak F1P + F2P
tetap sama untuk semua titik pada kurva. Lingkaran merupakan
kasus khusus elips di mana kedua fokus berada di titik yang
sama, yaitu di pusat lingkaran. (b) Hukum Kepler kedua, dua
daerah yang diarsir mempunya luas yang sama. Planet
bergerak dari titik 1 ke titik 2 dalam waktu yang sama dengan
geraknya dari titik 3 ke titik 4. Planet bergerak paling cepat pada
bagian orbitnya yang paling dekat dengan matahari.
Hukum Kepler kedua : Setiap planet bergerak sedemikian sehingga suatu
garis khayal yang ditarik dari Matahari ke planet tersebut mencakup daerah
dengan luas yang sama dalam waktu yang sama (Gambar 12)
Hukum Kepler ketiga : Perbandingan kuadrat periode (waktu yang dibutuhkan
untuk satu putaran mengelilingi Matahari) dua planet yang mengitari Matahari
sama dengan perbandingan pangkat tiga jarak rata rata planet planet

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB


Dian Widiastuti

FISIKA I

tersebut dari Matahari. Dengan demikian, jika T1 dan T2 menyatakan periode


dua planet, dan r1 dan r2 menyatakan jarak rata rata mereka dari Matahari,
maka

T1

T2

r
1
r2

Kita dapat menuliskannya kembali menjadi

r13
r23

T12 T23
3
2
yang berarti bahwa r T harus sama untuk setiap planet. (Data terakhir

diberikan pada Tabel 5-1; lihat kolom terakhir.)


TABEL 5-1
Data Planet yang Dipakai pada Hukum Kepler Ketiga
Planet

Jarak rata rata dari

Periode, T

r3/T2

Merkurius
Venus
Bumi
Mars
Jupiter
Saturnus
Uranus
Neptunus
Pluto

Matahari, r (106 km)


57,9
108,2
149,6
227,9
778,3
1.427
2.870
4..497
5.900

(tahun Bumi)
0,241
0,615
1,0
1,88
11,86
29,5
84,0
165
248

(1024 km3/th2)
3,34
3,35
3,35
3,35
3,35
3,34
3,35
3,34
3,33

Newton bisa menunjukkan bahwa hukum hukum Kepler dapat diturunkan secara
matematis dari hukum gravitasi universal dan hukum hukum gerak. Ia juga
menunjukkan bahwa di antara kemungkinan yang masuk akal mengenai hukum gaya
gravitasi, hanya satu yang berbanding terbalik dengan kuadrat jarak yang konsisten
dengan hukum Kepler. Ia kemudian menggunakan hukum Kepler sebagai bukti
hukum gravitasi gravutasi universalnya, Persamaan 5-4.
Hukum Kepler ketiga adalah yang paling mudah untuk diturunkan, dan kita
melakukannya di sini untuk kasus orbit lingkaran. (Sebagian besar orbit planet
hampir mendekati lingkarang, yang merupakan kasus khusus dari elips.) Pertama,
kita tuliskan hukum Newton kedua mengenai gerak,

F ma . Kemudain untuk

kita substitusikan hukum gravitasi universal, Persamaan 5-4, dan untuk a

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB


Dian Widiastuti

FISIKA I

2
percepatan sentripetal, r :

F ma
G

m1 M 2
12

m
1
r1
r12

Di sini m1 adalah massa suatu planet tertentu, r1 adalah jarak rata ratanya dari
Matahari, dan 1 merupakan laju rata rata di orbit. Kemudian M2 pada Persamaan
5-4 dianggap MS, massa Matahari, karena gaya tarik gravitasi dari Mataharilah yang
mempertahankan setiap planet pada orbitnya. Sekarang periode T1 dari planet
adalah waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan satu orbit, jarak yang sama
dengan 2r1, keliling lingkaran. Dengan demikian,

2 r1
T1

Kita substitusikan rumus ini untuk 1 pada persamaan di atas :

m1 M S
4 2 r1
G
m1
r12
T12
Kita susun ulang untuk mendapatkan

T12
4 2

r12 GM S

(5-7a)

Kita turunkan persamaan ini untuk planet 1 (katakanlah, Mars). Penurunan yang
sama bisa dipakai untuk sebuah planet kedua (katakanlah, Saturnus) :

T22
4 2

r22 GM S
dengan T2 dan r2 adalah periode dan radius orbit, untuk planet kedua. Karena sisi
2
3
2
3
kanan pada kedua persamaan sama, kita dapatkan T1 r1 T2 r2

atau jika

disusun ulang,

T1

T2

r
1
r2

(5-7b)

yang merupakan hukum Kepler ketiga.


Penurunan Persamaan 5-7a dan b (Hukum Kepler ketiga) cukup umum untuk
diterapkan pada sistem lain. Sebagai contoh, kita bisa menentukan massa Bumi dari
Persamaan 5-7a dengan menggunakan periode Bulan mengelilingi Bumi dan jarak
Bulan dari Bumi, atau massa Jupiter dari periode dan jarak salah satu bulannya (cara
inilah yang dipakai untuk menentukan massa). Kita juga bisa menggunakan

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB


Dian Widiastuti

FISIKA I

10

Persamaan 5-7a dan b untuk membandingkan benda benda yang mengelilingi


pusat pusat yang penarik lainnnya, seperti Bulan dan satelit cuaca yang
mengelilingi Bumi. Tetapi hati hati, jangan menggunakan Persamaan 5-7 untuk
membandingkan, misalnya, orbit Bulan dengan Mars karena keduanya bergantung
pada pusat pusat penarik yang berbeda.
Pada contoh contoh berikut ini, kita angap orbit berbentul lingkaran,
walaupun pada umumnya hal ini tidak benar.
Contoh :
13.

Periode Mars (tahun-nya) pertama ditentukan Kepler 687 hari (hari


Bumi), yang sama dengan (687 hari / 365 hari) = 1,88 tahun. Tentukan jarak
Mars dari Matahari dengan menggunakan Bumi sebagai acuan.

Jawab :
Periode Bumi adalah TE = 1 tahun, dan jarak Bumi dari Matahari adalah rES =
1,5 x 1011 m. Dari hukum Kepler ketiga (Persamaan 5-7b) :
2

rMS TM

rES TE

1,88

1,52

Jadi Mars terletak pada jarak 1,52 kali jarak Bumi dari Matahari, atau 2,28 x
1011 m.
14.

Tentukan massa Matahari jika diketahui jarak Bumi dari Matahari


adalah rES = 1,5 x 1011 m.

Jawab :
Kita dapat menggunakan Persamaan 5-7a dan menyelesaikan untuk MS :

MS

2
4 2 rES
4 2 (1,5 1011 ) 3

GTE2
6,67 10 11 (3,16 10 7 ) 2

2 10 30 kg
di mana kita menggunakan kenyataan bahwa
1

TE = 1 tahun = 365 2 hari 24 jam/hari 3600 s/jam = 3,16 x 107 s

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB


Dian Widiastuti

FISIKA I

11