Anda di halaman 1dari 5

Clinical Pathway adalah suatu konsep perencanaan pelayanan terpadu yang merangkum setiap

langkah yang diberikan kepada pasien berdasarkan standar pelayanan medis dan asuhan
keperawatan yang berbasis bukti dengan hasil yang terukur dan dalam jangka waktu tertentu
selama di rumah sakit. (Firmanda D)
Dalam era Jaminan Kesehatan Nasional, Clinical Pathway menjadi penting mengingat efisiensi
pembiayaan perawatan pasien menjadi sesuatu yang harus dilakukan oleh rumah sakit bila
menghendaki rumah sakit tetap survive. Clinical pathway sebagai sebuah tools merupakan
panduan dalam penanganan pasien berbasis bukti, sehingga penanganan pasien menjadi efisien,
efektif dan adil bagi semua pasien tanpa memandang latar belakang sosial ekonomi, pendidikan
maupun gender.
Persoalan di lapangan, ketika profesi perawat dilibatkan dalam penyusunan clinical pathway,
kebanyakan tidak tahu apa yang harus dimasukan dalam templete clinical pathway. Persoalannya
bukan karena tidak tahu apa yang dilakukan, tapi persoalannya adalah pada apa yang
didokumentasikan. Dokumentasi keperawatan selama ini berisi tentang aktifitas keperawatan
yang sangat banyak dan tidak menggunakan bahasa standar.

Form Clinical Pathway


Kondisi itulah yang menjadikan konsep clinical pathway yang berkembang di Indonesia, isinya
didominasi oleh profesi tertentu, sementara perawat yang berada di sisi pasien selama 24 jam
hampir tidak terlihat apa yang dilakukan. Perhatikan templete clinical pathway di samping ini.
Hanya ada dua kontribusi perawat yaitu mobilisasi dan pendidikan kesehatan.
Sebenarnya kita bisa mengacu pada kebutuhan dasar manusia seperti konsepnya Virginia
Henderson (dalam Potter dan Perry, 1997) yaitu (1). Bernapas secara normal, (2) Makan dan
minum yang cukup, (3) Eliminasi, (4) Bergerak, (5) Tidur dan istirahat, (6) Memilih pakaian

yang tepat, (7) Mempertahankan suhu tubuh, (8) Menjaga kebersihan diri dan penampilan, (9)
Menghindari bahaya dari lingkungan, (10) Berkomunikasi, (11) Beribadah, (12) Bekerja, (13)
Bermain dan (14) Belajar.
Memang agak sulit KDM nya Virginia Henderson ketika di-breakdown dalam bahasa intervensi
keperawatan. Alasan itulah saya lebih suka menggunakan SNL nya The University of IOWA
yaitu Nursing Intervention Clasification (NIC).
Sedikitnya ada 6 komponen yang bisa dimasukan dalam Nursing Clinical Pathway yaitu :
Physiological Basic yang terdiri dari :
1. Manajemen aktifitas dan latihan : ex. manajemen energi, therapi latihan peregangan,
therapi latihan mobilitas, therapi latihan kontrol otot dll.
2. Manajemen eliminasi: ex. irigasi blader, perawatan inkontinensia, lavemen, perawatan
ostomy dll
3. Manajemen imobilitas : ex. perawatan bedrest, bidai/spalk, perawatan gips dll
4. Dukungan nutrisi : ex. pentahapan diet, memberikan makan melalui enteral (NGT),
pemasangan NGT, monitor nutrisi dll.
5. Peningkatan kenyamanan fisik : ex. akupressure, aromatherapy, manajemen mual,
manajemen nyeri dll
6. Memfasilitasi perawatan diri : ex. memandikan, perawatan telinga, perawatan rambut,
perawatan perineal dll
Physiological Complex yang terdiri dari :
1. Manajemen elektrolit dan asam basa : ex. monitor asam basa, monitor elektrolit dll
2. Manajemen obat : ex. pemberian analgetik, pemberian medikasi, manajemen sedasi,
pemasangan infus dll
3. Manajemen neurologi : ex. menejemen edema serebral, menejemen ECT, monitor
neurologi dll.
4. Perawatan perioperative : ex. perawatan post anastesi, persiapan operasi, pendidikan
preoperasi dll
5. Manajemen respirasi : ex. manajemen jalan nafas, suctioning jalan nafas dll
6. Manajemen kulit/luka : ex. perawatan amputasi, perawatan ulkus dikubitus, perawatan
luka dll

7. Thermoregulasi : ex. pengaturan temperatur, fever treatment


8. Manajemen perfusi jaringan : ex. pengurangan perdarahan, perawatan jantung,
manajemen hipovolemi, manajemen shock dll
Perilaku yang terdiri dari :
1. Therapy perilaku : ex. therapy aktifitas, therapy menggambar dll
2. Therapy kognitif : ex. bantuan kontrol marah, latihan memori dll
3. Peningkatan komunikasi : ex. mendengar aktif, peningkatan komunikasi : defisit
pendengaran dll
4. Bantuan koping : ex. anticipatory guidance, peningkatan body image, support spiritual
dll
5. Pendidikan pasien : ex. pendidikan kesehatan, pendidikan preoperatif dll
6. Peningkatan kenyamanan psikologi : ex. penurunan kecemasan, distraksi, therapy
relaksasi dl
Keselamatan yang terdiri dari :
1. Manajemen krisis : ex. intervensi krisis, manajemen kode, resusitasi, triage dll
2. Manajemen resiko : ex. manajemen alergi, manajemen anafilaksis, pencegahan aspirasi
dll
Keluarga yang terdiri dari :
1. Perawatan bayi baru lahir : ex. melahirkan, pengurangan perdarahan : postpartum
uterus, bantuan breastfeeding, perawatan sirkumsisi, kangoroo care dll
2. Perawatan anak : ex. infant care, pendidikan kesehatan : anak, rawat inkontinensia urin :
enuresis dll
Sistem Kesehatan yang terdiri dari :
1. Mediasi sistem kesehatan : ex. admission care, discharge planning dll
2. Managemen sistem kesehatan : ex. transport dll
3. Managemen informasi : ex. konsultasi, rujuk dll

Dengan pendekatan NIC ini, kontribusi perawat dalam clinical pathway semakin nyata dan jelas
dalam tiap-tiap kasus.