Anda di halaman 1dari 7

Proses terjadinya Gurun

Gurun terjadi karena proses pelapukan bantuan oleh cuaca yang variasi temperatur antara
siang dan malam sangat tajam.Batuan yang menjadi sangat panas pada siang hari kemudian
menyusut dan pecah karena suhu yang sangat dingin pada malam hari. Proses pelapukan ini
berlangsung ribuan tahun,bahkan ada yang telah berumur jutaan tahun,seperti Gurun Sahara
di Afrika Utara.
Terjadinya gurun pasir juga dapat disebabkan oleh penguapan air tanah yang berlebihan oleh
pemanasan matahari tehadap permukaan tanah dan atmosfir.Padahal pemanasan atmosfer
dalam waktu yang lama akan memperkecil kemungkinan terjadinya hujan(kondensasi). Jika
itu terus berlanjut tanah pun menjadi gersang dan kemudian terciptalah gurun pasir.
http://soerya.surabaya.go.id/AuP/eDU.KONTEN/edukasi.net/Fenomena.Alam/Gurun/proses%20gurun.html

Gurun
Gurun merupakan daerah tandus yang berbatasan dengan padang rumput dan semakin
menjauh dari padang rumput semakin gersang. Ciri-ciri gurun sebagai berikut:
a. curah hujan rendah (kurang dari 25 cm per tahun);
b. hujan turun tidak teratur dan tidak pernah lebat;
c. matahari sangat terik (pada musim panas suhu dapat mencapai 40o C);
d. amplitudo harian sangat besar.
Sumber: http://id.shvoong.com/books/dictionary/2261302-jenis-jenis-vegetasi-menurutiklim/#ixzz1w1aek4jx
Bioma Gurun merupakan bioma yang di dominasi oleh batu/pasir dengan
tumbuhan sangat jarang. Bioma ini paling luas terpust di sekitar 20 derajat LU,
mulai dari Pantai Atlantik di Afrika hingga ke Asia Tengah. Sepanjang daerah itu
terdapat kompleks gurun Sahara, gurun Arab dan gurun Gobi dengan luas
mencapai 10 juta km persegi.
Bioma gurun memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1. Curah hujan sangat rendah, kurang dari 25 cm / tahun
2. Tingkat penguapan (evaporasi) lebih tinggi dari curah hujan.
3. Air tanah cenderung asin karena larutan garam dalam tanah tidak cenderung
berpindah baik karena pencucian oleh air maupun drainase
4. Tumbuhan yang hidup di daerah gurun umumnya tumbuhan yang mempunyai
daun yang kecil seperti duri dan berakar panjang.
5. interval suhu siang malam tinggi suhu permukaan tanah di atas 60C selama
siang hari
FLORA (Xerophyt )
Adapatasi
* Daun ditutupi oleh kutikula yang tebal

* Akar yang panjang.


* Sukulen atau kaktus, yang menyimpan banyak air pada batangnya dan
* Daunnya menyempit menjadi duri
* Kaktus yamh nerkemampuan menyerap air selama periode basah. dan
mengandalkan fotosintesis CAM, suatu adaptasi metabolic untuk menghemat air
dalam lingkungan kering juga terdapat Adaptasi protektif yang menghalangi
pemakanan oleh mamalia dan serangga, seperti duri pada kaktus dan racun
pada daun semak
FAUNA
Adaptasi
* Aktifitas malam hari , siang membuat lubang
* mempunyai cadangan penyimpan air
* Hewan yang hidup unta, tikus,ular, kadal, kalajengking, dan semut. Beberapa
tikus/mencit gurun tidak pernah minum, tetapi mendapatkan semua kebutuhan
airnya dari perombakan metabolic biji-bijian yang dimakannya. Kurang lebih
sepertiga wilayah bumi adalah berbentuk gurun. Bentang gurun memiliki
beberapa ciri umum. Gurun sebagian besar terdiri dari permukaan batu karang.
* Bukit pasir yang disebut erg dan permukaan berbatu merupakan bagian
pembentuk lain dari gurun.
* Gurun kadang memiliki kandungan cadangan mineral berharga yang terbentuk
di lingkungan kering (Inggris: 'arid') atau terpapar oleh erosi.
* Keringnya wilayah gurun menjadikannya tempat yang ideal untuk pengawetan
benda-benda peninggalan sejarah serta fosil.
http://biologipedia.blogspot.com/2010/10/gurun-pasir.html

FUNGSI GURUN
FUNGSI GURUN
Sejak beberapa dekade terakhir ini, organisasi PBB untuk memerangi penggurunan, terus
berusaha keras untuk mencegah meluasnya gurun pasir. Sejauh ini manusia melihat gurun
pasir sebagai ancaman ekologi. Bukannya sebagai kesatuan ekologi global. Keberadaan
gurun pasir, seperti juga kutub utara dan selatan, terbukti menciptakan sistem cuaca dan iklim
global. Jika tidak ada gurun Sahara di Afrika, maka Eropa tidak akan mengalami musim
panas. Jika tidak ada gurun Gobi di Cina, tidak akan ada kawasan subur di Korea dan
Amerika Utara. Gurun dan kutub, dua ekosistem alam yang sifatnya berlawanan, ternyata
menjadi mesin iklim raksasa bagi Bumi.
Sekitar 170 tahun lalu, pencetus teori evolusi, Charles Darwin melaporkan hujan debu pasir
di kawasan Cape Verde, antara benua Afrika dan Amerika. Pada saat itu, Darwin berada di
atas kapal penelitian Inggris, Beagle, yang berlayar ratusan kilometer dari benua Afrika. Juga
kapal-kapal lainnya, yang sedang berlayar, bahkan ribuan kilometer dari Afrika melaporkan
fenomena yang sama. Sekarang pada ahli merasa tertarik dengan fenomena yang dilaporkan
Darwin 170 tahun lalu. Penelitian menunjukan, debu pasir dari kawasan gurun ternyata
membentuk ekosistem global dan mempengaruhi keberadaan makhluk hidup.

Pengamatan satelit menunjukan terjadinya pergerakan debu gurun secara global. Setiap
tahunnya, sekitar dua milyar ton debu gurun berpindah tempat melalui atmosfir Bumi.
Misalnya saja debu pasir dari gurun Sahara di Afrika, bergerak sampai ke kepulauan Karibia
dan Amerika Selatan. Dalam waktu hanya sepekan, debu pasir berukuran sepeseribu
milimeter dari Sahara dapat mencapai Karibia. Para ahli memperkirakan, hampir seluruh
lapisan tanah subur di Karibia berasal dari gurun Sahara. Sementara debu pasir dari gurun
Gobi di Cina bergerak sampai ke Amerika Utara dan dari kawasan Sahel di Afrika bergerak
sampai Eropa tengah.
Tentu saja pergerakan debu pasir gurun ini berdampak positif dan negatif. Debu pasir gurun
sahara yang jatuh di kawasan hutan Amazon, menjadi medium subur bagi tanaman efifit
seperti misalnya Bromelia. Setiap tahunnya, sekitar 17 juta ton debu pasir dari gurun Sahara
jatuh di kawasan rimba tropis Amazon di Amerika Selatan. Debu pasir gurun ini kaya akan
mineral, bahan makanan, bibit tanaman dan juga sisa bangkai binatang. Juga debu pasir dari
gurun Gobi di Cina memiliki fungsi serupa bagi flora dan fauna di kepulauan Hawaii.
Selain membuat subur tanah, terbukti pula tanaman asing yang dibawa debu gurun dapat
mematikan flora dan fauna lokal. Misalnya saja kematian terumbu karang dalam skala luas di
kawasan Karibia disebabkan oleh debu gurun ini. Gene Shinn dari lembaga penelitian geologi
AS-USGS, menarik kesimpulan tsb setelah melakukan penelitian cukup lama. USGS sudah
meneliti fenomena musnahnya terumbu karang di Karibia sejak 40 tahun lalu. Yang membuat
mereka heran, adalah kemusnahan terumbu karang yang hampir bersamaan di Karibia,
Barbados dan Florida. Yang juga menarik, landak laut ikut musnah hampir secara bersamaan.
Artinya, ada penyebab global dan bukannya bencana lokal.
Penelitian lebih lanjut menunjukan, musnahnya terumbu karang dan landak laut terjadi
hampir serentak mulai tahun 1983. Penyebabnya sama, yakni akibat serangan sejenis jamur
racun, yang berasal dari Afrika. Biasanya jamur racun ini tidak dapat hidup di dalam laut.
Akan tetapi penelitian menggunakan citra satelit menunjukan, pada tahun 1983, 1987 dan
1993 volume debu pasir gurun yang bergerak ke seluruh dunia meningkat hampir tiga kali
lipat. Akibat volume yang cukup besar itulah, jamur racun masih tetap hidup dalam sedimen
pasir gurun di laut dan menyerang terumbu karang.
Pakar mikrobiologi dari USGS, Dale Griffin juga melakukan penelitian bahaya debu pasir
gurun itu terhadap kesehatan manusia. Disebutkannya, sejak 15 tahun terakhir ini, debu dari
gurun pasir menjadi lebih berbahaya akibat aktivitas manusia. Dahulu, debu gurun hanya
terdiri dari mineral, unsur makanan bagi tumbuhan, sisa bangkai binatang dan tanaman.
Namun dalam dasawarsa terakhir, debu gurun juga mengandung bahan berbahaya Dioxin.
Penyebabnya adalah aktivitas manusia di kawasan gurun, yang mengikuti cara hidup modern
dan memproduki cukup banyak sampah plastik. Untuk memusnahkan sampah plastik ini,
mereka membakarnya tanpa menyadari bahaya Dioxin yang muncul.
Juga masih diizinkannya penggunaan racun anti hama DDT di sebagian Afrika dan Asia,
menyebabkan pergerakan cemaran DDT ke seluruh dunia. Jika terjadi serangan belalang atau
hama lainnya di Afrika atau Asia, kebanyakan pemerintahnya masih mengizinkan
penggunaan DDT, untuk membasmi hama. Walaupun di AS, Kanada dan Eropa barat DDT
sudah dilarang, namun sisa pestisida berbahaya ini masih dapat dilacak. Debu gurun lah yang
membawanya ke kawasan ini. Ibaratnya melempar bumerang, warga dan industri di AS dan
Eropa terkena dampak baliknya.

Jadi bagaikan pisau bermata dua, debu pasir dari gurun di dunia, dapat berdampak positif
maupun negatif. Bagi tanaman di rimba tropis Amazona atau di hutan kutub Kanada, debu
gurun pasir yang kaya mineral dan unsur makanan, membuat hutan bertambah subur. Namun
juga tanaman ganggang pengganggu di kawasan pantai barat Florida, mendapat berkah dari
debu gurun pasir yang kaya mineral. Ganggang beracun berkembang biak amat pesat.
Sebagai dampaknya, ganggang atau plankton makanan ikan dan mamalia laut musnah.
Terakhir ikan, burung dan mamalia laut yang cukup besar juga musnah, akibat musnahnya
makanan mereka. Hal itu menunjukan, ekosistem dunia memang harus dipahami secara
global, agar kita juga mengerti dampak timbal baliknya secara global.

Sepuluh gurun terluas di dunia di luar Antarktika

No
.

Nama

Lokasi

Area
(mil
persegi)

Area
(km
persegi)

Sahara

Afrika Utara

3.500.000

9.100.000

Australia
(termasuk Gibson, Great Sandy, Great
Victoria dan Simpson)

Australia

1.300.000

3.400.000

Semenanjung Arab
(termasuk an-Nafud dan Rub al-Khali)

Asia Barat

1.000.000

2.600.000

Turkestan
(termasuk Kara-Kum dan Kyzylkum)

Asia Tengah

750.000

1.900.000

Gobi

Asia Tengah

500.000

1.300.000

Gurun Amerika Utara


(termasuk Great Basin, Mojave, Sonorah USA dan Mexico
dan Chiahuahuan)

500.000

1.300.000

Patagonia

260.000

670.000

Argentina Selatan

Thar

India dan Pakistan


bagian utara

230.000

600.000

Kalahari

Afrika bagian barat


daya

220.000

570.000

Tiongkok bagian
barat laut

185.000

480.000

10 Takla Makan

Afrika

Gurun Sahara gurun panas terbesar di dunia, di Afrika Utara

Gurun Kalahari di Afrika bagian selatan

Gurun Namib di Afrika bagian selatan

Antarktika

Benua Antarktika pusatnya merupakan gurun terbesar di dunia, dengan cuaca yang
membekukan.

Gurun
Gurun
Gurun
Gurun
Gurun
Gurun
Gurun
Gurun
Gurun

Gobi di Mongolia
Taklamakan di China
Ordos di China
Kara Kum di Central Asia
Kyzyl Kum di Kazakhstan dan Uzbekistan
Thar- di India
Cholistan Pakistan
Dasht-e Lut - di Iran.
Dasht-e Kavir di Iran

Australia
Gurun-gurun utama:

Gurun Victoria Besar di selatan Australia Tengah

Gurun Simpson di Australia Tengah

Gurun Strzelecki di selatan Australia Tengah

Gurun Tanami di Australia Utara

Gurun Barat di bagian barat Australia


o Gurun Gibson
o Gurun Sandy Besar
o Gurun Sandy Kecil

Gurun Rangipo - di Selandia Baru

Eropa

Hlendi di Islandia

Gurun Bdw di Polandia

Deliblatska Peara di Vojvodina, Serbia

Gurun Oltenia di Oltenia

Gurun Tabernas di Almera, Spanyol.

Gurun Accona - di Tuscany, Italia

Timur Tengah

Gurun Arabia di Semenanjung Arabia


o Gurun Al-Dahna, Gurun Nefud, dll

Gurun Dasht-e Kavir di Iran Tengah

Gurun Dasht-e Lut padang gurun garam di Iran Tenggara

Gurun Yudea di Israel Timur dan di Tepi Barat

Gurun Negev di Israel Selatan

Gurun Sinai di Semenanjung Sinai

North America
Gurun-gurun utama:

Gurun Basin Besar di Amerika Serikat Barat

Gurun Mojave di California Selatan, AS

Gurun Chihuahua di AS dan Meksiko

Gurun Sonora di AS dan Meksiko

South America

Gurun Patagonia di Argentina

Gurun Monte di Argentina

Gurun La Guajira di Kolombia Utara dan Venezuela

Gurun Atacama di Chili

Gurun Sechura
Sumber : The Top 10 of Everything 2007 oleh Russel Ash
http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_gurun_di_dunia