Anda di halaman 1dari 1

Nama : Yusuf Sofyan Anshori

NIM : 23131026
Kelas : Teknik Informatika 3A

KEAMANAN JARINGAN NIRKABEL


Lantaran
memanfaatkan
gelombang
radio,
sistem
keamanan
dalam jaringan nirkabel ini menjadi satu masalah pelik. Paket data yang terkirim pada suatu
saat akan berada di udara dan sangat rentan untuk diintip oleh pihak yang tak berkepentingan.
Tidak hanya itu, sistem nirkabel juga sangat rawan terhadap penyusup dari luar lantaran
siapapun memiliki kesempatan untuk masuk dalam satu sistem jaringan selama perangkat
yang dimiliki memilik kemampuan untuk itu dan masuk dalam radius jangkauan access point.
Oleh karena cukup rawan akan bahaya penyusupan maupun pencurian data, tak heran jika
banyak pihak kemudian membuat sistem keamanan sistem nirkabel yang berlapis-lapis, mulai
dari tingkat clien atau pengguna, di tingkat access point, maupun di tingkat yang lebih tinggi.
Beberapa standar sistem keamanan nirkabel kemudian menjadi standar baku untuk menjaga
agar sistem tetap aman dari penyusup atau bahaya pembobolan. SSID (Service Set Identifier)
Fungsi SSID ini sangat mirip seperti nama network pada jaringan kabel. SSID inilah yang
merupakan garda terdepan untuk sistem keamanan jaringan nirkabel. Untuk dapat mengakses
access point yang menjadi pusat dari sistem jaringan nirkabel, client harus mengetahui SSID
yang digunakan oleh access point yang terdekat. Namun demikian, SSID dapat dengan
mudah diketahui oleh pengguna lain selama SSID diatur pada setting broadcast. Dengan
setting semacam ini, siapa pun yang memiliki perangkat WLAN yang cocok dapat masuk
dengan cara melakukan pencarian access point terdekat dengan metode pencarian sederhana
yang dimiliki software utility yang diinstal terpisah maupun pada sistem operasi.. Pada
perangkat modern, metode pencarian access point dapat dengan mudah menangkap access
point terdekat, lengkap dengan nama SSID yang digunakan sehingga pengguna yang tak
terotorisasi pun dapat dengan mudah terkoneksi ke dalam jaringan dengan mengatur alamat
IP pada setting DHCP (Dynamic Host Configuration protocol). MAC addressSistem
keamanan kedua adalah dengan menggunakan MAC (Medium Access Control) address yang
ada pada setiap kartu WLAN sebagai fitur otorisasi untuk masuk ke dalam
sebuah jaringan nirkabel. Setiap kartu WLAN memiliki MAC address yang unik dengan
penomoran sesuai dengan standar IEEE. Dengan adanya otorisasi menggunakan MAC
address ini, access point dapat mengenali masing-masing client yang terkoneksi berdasarkan
MAC address yang dimiliki untuk melakukan otorisasi. MAC address yang sebelumnya
sudah dimasukkan akan menyatpami siapa pengguna yang boleh terkoneksi ke
dalam jaringan dan siapa yang tidak. Namun demikian, nyatanya otorisasi dengan MAC
address ini tidak seratus persen menjamin sistem jaringan nirkabel aman. Jaringan masih juga
dapat ditembus dengan metode yang disebut sniffing, di mana pengguna yang tidak
terotorisasi masih dapat masuk dengan beragam cara. Dengan menggunakan software
sniffing sederhana yang dapat diperoleh dengan mudah via Internet, pengguna yang tak
terotorisasi pun dapat dengan mudah melihat MAC address yang digunakan masing-masing
client yang sudah terotorisasi untuk selanjutnya menggunakannya untuk masuk secara ilegal
ke dalam jaringan nirkabel.