Anda di halaman 1dari 10

PRODI D.

III KEBIDANAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES)

BHAKTI MULIA Pare


SK. DIKTI 1614/D/T/K-VII/2009& SK. DIKTI 2054/D/T/K-VII/2009
Jl. Matahari No. 1 Tulungrejo, Pare .Telp. (0354) 395455/ Fax. (0354) 395455

PENILAIAN UJIAN PRAKTIKUM


PERTOLONGAN PERSALINAN NORMAL
NAMA MAHASISWA

PENGUJI

: 1.
2.
3.
4.
5.
6.
:

Berikan angka 4,3,2,1 pada kolom mahasiswa sesuai dengan peragaan langkah
ketrampilan yang dilakukan oleh peserta ujian.
4
: langkah klinik dilakukan dengan baik, benar, dan tepat
3
: langkah klinik dilakukan dengan benar tapi kurang efektif
2
: langkah klinik dilakukan dengan tidak benar
1
: langkah klinik tidak dilakukan

No.
I.
1.

II.
2.

3.
4.
5.
6.
7.`

8.

9.

KEGIATAN
MENGENAL GEJALA DAN TANDA KALA DUA
Mendengarkan dan melihat adanya tanda persalinan kala dua
Ibu merasa ada dorongan kuat dan meneran
Ibu merasakan tekanan yang semakin meningkat pada rectum dan vagina
Perineum tampak menonjol
Vulva dan sfingter ani membuka
MENYIAPKAN PERTOLONGAN PERSALINAN
Pastikan kelengkapan peralatan, bahan dan obat obatan esensial untuk menolong
persalinan dan menatalaksana komplikasi ibu dan bayi baru lahir. Untuk asfiksia
tempat datar dank eras, 2 kain dan 1 handuk bersih dan kering, lampu 60 watt
dengan jarak 60 cm dari tibuh bayi.
Menggelar kain diatas perut ibu dan tempat resusitasi serta ginjal bahu bayi.
Menyiapkan oksitoksin 10 unit dan alat suntik steril pakai di dalam partus set.
Pakai celemek plastik
Melepaskan dan menyimpan semua perhiasan yang dipakai, cuci tangan dengan
sabun dan air bersih mengalir kemudian keringkan tangan dengan tissue atau handuk
pribadi yang bersih dan kering.
Pakai sarung tangan DTT pada tangan yang akan digunakan untuk periksa dalam
Masukan oksitoksin ke dalam tabung suntik ( gunakan tangan yang memakai sarung
tangan DTT atau steril ) dan letakan di partus set / wabah DTT atau steril ( pastikan
tidak terjadi kontaminasi pada alat suntik ).
Membersihkan vulva dan perineum, menyekanya dengan hati hati dari depan ke
belakang dengan menggunakan kapas atau kasa yang dibasahi air DTT.
Jika introitus vagina, perineum atau anus terkontaminasi tinja, bersihkan
dengan seksama, dari arah depan ke belakang.
Buang kapas atau kasa pembersih (terkontaminasi) dalam wadah yang
tersedia .
Ganti sarung tangan jika terkontaminasi (dekontaminas, lepaskan dan
rendam dalam larutan idorin 0.5% langkah #9).
Lakukan periksa dalam untuk memastikan pembukaan lengkap.
Bila selaput ketuban belum pecah dan pembukaan sudah lengkap maka
lakukan amniotomi.
Dekontaminasi sarung tangan dengan cara mencelupkan tangan yang masih

MAHASISWA
2
3
4
5

PRODI D.III KEBIDANAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES)

BHAKTI MULIA Pare


SK. DIKTI 1614/D/T/K-VII/2009& SK. DIKTI 2054/D/T/K-VII/2009
Jl. Matahari No. 1 Tulungrejo, Pare .Telp. (0354) 395455/ Fax. (0354) 395455

10.

IV.
11.

12.
13.

14.
V.
15.
16.
17.
18.
VI.
19.

20.

21.
22.

memakai sarung tangan ke dalam larutan klorin 0.5 % kemudian lepaskan dan
rendam dalam keadaan terbalik dalam larutan klorin 0.5% selama 10 menit. Cuci
kedua tangan setelah sarung tangan dilepaskan.
Periksa denyut jantung janin ( GJJ )setelah kontraksi / saat relaksasi uterus untuk
memastikan bahwa DJJ dalam batas normal ( 120 -160 X/menit )
Mengambil tindakan yang sesuai jika DJJ tidak normal
Mendokumentasikan hasil-hasil pemeriksaan dalam DJJ dan semua hasil-hasil
penilaian serta asuhan lainya pada patograf.
MENYIAPKAN IBU DAN KELUARGA UNTUK MEMBANTU PROSES
BIMBINGAN MENERAN.
Beritahu bahwa pembukaan sudah lengkap dan keadaan janin baik dan bantu ibu
menemukan posisi yang nyaman dan sesuai dengan keinginanya.
Tunggu hingga timbul rasa ingin meneran, lanjutkan pemantauan kondisi dan
kenyamanan ibu dan janin (ikuti pedoman penatalaksanakan fase aktif) dan
dokumentasikan semua temuan yang ada.
Jelaskan pada anggota keluarga tentang bagaimana peran mereka untuk
mendukung dan member semangat pada ibu untuk meneran secara benar.
Minta keluarga membantu menyiapkan posisi meneran. (bila ada rasa ingin meneran
dan terjadi kontraksi yang kuat, bantu ibu ke posisi setengah duduk atau posisi lain
yang diinginkan dan pastikan ibu merasa nyaman).
Laksanakan bimbingan meneran saat ibu merasa ada dorongan kuat untuk meneran :
Bombing ibu agar dapat meneran secara benar dan efektif
Dukung dan beri semangat pada saat meneran dan perbaiki cara meneran
apabila caranya tidak sesuai.
Bantu ibu mengambil posisi yang nyaman sesuai pilihannya ( kecuali posisi
berbaring terlentang dalam waktu yang lama)
Anjurkan ibu untuk beristirahat di antara kontraksi
Anjurkan keluarga memberi dukungan dan semangat untuk ibu
Berikan cukup asupan air per-oral (minum)
Menilai DJJ setiap kontraksi uterus selesai.
Segera rujuk jika bayi belum atau tidak akan segera lahir setelah 120 menit
( 2 jam ) meneran ( primigravida) atau 60 menit (1 jam) meneran
(multigravida).
Anjurkan ibu untuk berjalan , berjongkok atau mengambil posisi yang nyaman ,jika
belum merasa ada dorongan untuk meneran dalam 60 menit.
PERSIAPAN PERTOLONGAN KELAHIRAN BAYI
Letakkan handuk bersih (untuk mengeringkan bayi) di perut ibu, jika kepalabayi
telah membuka vulva dengan diameter 5-6 cm.
Letakkan kain bersih yang dilipat 1/3 bagian, dibawah bokong ibu.
Buka tutup partus set dan perhatikan kembali kelengkapan alat dan bahan
Pakai sarung tangan DTT pada kedua tangan
MENOLONG KELAHIRAN BAYI
Setelah tampak kepala bayi dengan diameter 5 6 cm membuka vulva maka
lindungi perineum dengan satu tangan yang dilapisi dengan kain bersih dan kering.
Tangan yang lain menahan kepala bayi untuk menahan posisi defleksi dan membantu
lahirnya kepala. Anjurkan ibu untuk meneran perlahan atau bernafas cepat dan
dangkal.
Periksa kemungkinan adanya lilitan tali pusat dan ambil tindakan yang sesuai jika
hal itu terjadi, dan segera lanjutkan proses kelahiran bayi :
Jika tali pusat melilit leher secara longgar, lepaskan lewat bagian atas kepala
bayi.
Jika tali pusat melilit secara kuat , klem tali pusat di dua tempat dan potong
diantara dua klem tersebut.
Tangan kepala bayi melakukan putaran paksi luar secara spontan
Lahirnya bahu
Setelah kepala melakukan putaran paksi luar, pegang secara biparental. Anjurkan ibu

PRODI D.III KEBIDANAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES)

BHAKTI MULIA Pare


SK. DIKTI 1614/D/T/K-VII/2009& SK. DIKTI 2054/D/T/K-VII/2009
Jl. Matahari No. 1 Tulungrejo, Pare .Telp. (0354) 395455/ Fax. (0354) 395455

23.
24.
VII.
25.

26.

27.
28.
29.
30.

31.

32.

33.
VIII.
34.
35.
36.

37.

untuk meneran saat kontraksi. Dengan lembut gerakan kepala kea rah bawah dan
distal hingga bahu depan muncul dibawah arkus pubis dan kemudian gerakan arah
atas dan distal untuk melahirkan bahu belakang.
Lahirnya badan dan tangan
Setelah kedua bahu lahir, geser tangan bawah kea rah perineum ibu untuk
menyangga kepala, lengan dan siku sebelah bawah. Gunakan tangan atas untuk
menelusuri dan memegang lengan dan siku sebelah atas.
Setelah tubuh dan lengan lahir, penelusuran tangan atas berlanjut ke punggung
bokong,tungkai, dan kaki. Pegang kedua mata kaki ( masukan telunjuk diantara kaki
dan pegang masing-masing mata kaki ibu jari dan jari-jari lainnya).
PENANGANAN BAYI BARU LAHIR
Penilaian segera bayi baru lahir :
a. Apakah bayi menangis kuat dan atau bernafas tanpa kesulitan ?
b. Apakah bayi bergerak dengan aktif?
Jika bayi tidak menangis, tidak bernafas atau megap megap segera
lakukan tindakan resusitasi ( langkah 25 ini berlanjut kelangkah
langkah prosedur resusitasi bayi baru lahir dengan asfiksa).
Keringkan dan posisikan tubuh bayi diatas perut ibu.
Keringkan bayi mulai dari muka , kepala dan bagian tubuh lainya ( tanpa
membersihkan verniks) kecuali bagian tangan.
Ganti handuk basah dengan handuk yang kering.
Pastikan bayi dalam kondisi mantap di atas perut ibu.
Periksa kembali perut ibu untuk memastikan tidak ada lagi bayi dalam uterus.(hamil
tunggal)
Beritahu ibu bahwa ia akan disuntik oksitoksin ( agar uterus berkontraksi baik).
Dalam waktu 1 menit setelah bayi lahir, suntikan oksitosin 10 unit IM
( intramaskuler) di 1/3 paha atas bagian distal lateral
(lakukan aspirasi sebelum menyuntikan oksitosin)
Dengan menggunakan klem, jepit tali pusat ( 2 menit setelah bayi lahir ) pada sekitar
3 cm dari pusar ( umbilicus ) bayi. Dari sisi luar klem penjepit, dorong isi tali pusat
kea rah distal ( ibu ) dan lakukan penjepitan kedua pada 2 cm distal dari klem
pertama.
Pemotongan dan pengikatan tali pusat.
Dengan satu tangan, pegang tali pusat yang telah dijepit kemudian lakukan
pengguntingan tali pusat ( lindungi perut bayi ) diantara 2 klem tersebut.
Ikat tali pusat dengan benang DTT / steril pada satu sisi kemudian
melingkarkan kembali benang ke sisi berlawanan dan lakukan ikatan kedua
menggunakan dengan simpul kunci
Lepaskan klem dan masukan dalam wadah yang telah disediakan.
Tempatkan bayi untuk melakukan kontak kulit ibu ke kulit bayi.
Letakan bayi dengan posisi tengkurap di dada ibu. Luruskan bahu bayi sehingga bayi
menempel dengan baik di dinding dada perut ibu. Usahakan kepala bayi berada
diantara payudara ibu dengan posisi lebih rendah dari puting payudara ibu
Selimut ibu dan bayi dengan kain hangat dan pasang topi di kepala bayi
PENATALAKSANAAN AKTIF KALA TIGA
Pindahkan klem pada tali pusat hingga berjarak 5 10 cm dari vulva.
Letakkan satu tangan diatas kain pada perut ibu, di tepi atas simfisis, untuk
mendeteksi. Tangan lain menegangkan tali pusat
Setelah uterus berkontraksi, tegangkan tali pusat kea rah bawah sambil tangan yang
lain mendorong uterus kea rah belakang atas ( dorso-kranial) secara hati-hati ( untuk
mencegah inversion uteri ). Jika placenta tidak lahir setelah 30 40 detik, hentikan
penegangan tali pusat dan tunggu hingga timbul kontraksi berikutnya dan ulangi
prosedur diatas.
Jika uterus tidak segera berkontraksi, minta ibu, suami atau anggota keluarga
untuk melakukan stimulasi putting susu.
Mengeluarkan placenta
Lakukan penanganan dan dorong dorso-kranial hingga plasenta terlepas, mintaibu

PRODI D.III KEBIDANAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES)

BHAKTI MULIA Pare


SK. DIKTI 1614/D/T/K-VII/2009& SK. DIKTI 2054/D/T/K-VII/2009
Jl. Matahari No. 1 Tulungrejo, Pare .Telp. (0354) 395455/ Fax. (0354) 395455

38.

39.

IX.
40.
41.
X.
42.
43.

44.
45.

46.

47.
48.

meneran sambil penolong menarik tali pusat dengan arah sejajar lantai dan kemudian
kea rah atas, mengikuti poros jalan lahir ( tetap lakukan tekanan dorso-kranial)
Jika tali pusat bertambah panjang, pindahkan klem hingga berjarak sekitar 5
10 cm dari vulva dan lahirkan placenta
Jika plasenta tidak lepas setelah 15 menit menegangkan tali pusat :
1. Beri dosis ulangan oksitoksin 10 unit IM.
2. Lakukan kateterisasi ( aseptic ) jika kandung kemih penuh.
3. Minta keluarga untuk menyiapkan rujukan.
4. Ulangi penegangan tali pusat 15 menit berikutnya
5. Segera rujuk jika placenta tidak lahir dalam 30 menit setelah bayi lahir
6. Bila terjadi perdarahan, segera lakukan placenta manual.
Saat placenta muncul di introitus vagina, lahirkan placenta dengan kedua tangan.
Pegang dan putar placenta hingga selaput ketuban terpilin kemudian lahirkan dan
tempatkan placenta pada tempat yang telah disediakan.
Jika selaput ketuban robek, pakai sarung tangan DJJ atau steril untuk
melakukan eksplorasi sisa selaput kemudian gunakan jari jari tangan atau
klem DTT atau steril untuk mengeluarkan bagian selaput yang tertinggal.
Rangsangan taktil (masase uterus)
Segera setelah placenta dan selaput ketuban lahir,lakukan masase uterus, letakkan
telapak tangan di fundus dan lakukan masase dengan gerakan melingkar dengan
lembut hingga uterus berkontraksi ( fundus teraba keras)
Lakukan tindakan yang diperlukan jika uterus tidak berkontraksi setelah 15
detik melakukan rangsangan taktil / masase.
MENILAI PERDARAHAN
Periksa kedua sisi placenta baik bagian ibu maupun bayi dan pastikan selaput
ketuban lengkap lengkap dan utuh. Masukan placenta ke dalam kantung plastic atau
tempat khusus.
Evaluasi kemungkinan laserasi pada vagina dan perineum. Lakukan penjahitan bila
laserasi menyebabkan perdarahan.
Bila ada robekan yang menimbulkan perdarahan aktif, segera lakukan penjahitan
MELAKUKAN PROSEDUR PASCA PERSALINAN
Pastikan uterus berkontraksi dengan baik dan tidak terjadi perdarahan pervaginam
Beri cukup waktu untuk melakukan kontak kulit ibu bayi ( di dada paling sedikit 1
jam )
Sebagian besar bayi akan berhasil melakukan inisiasi menyusu dini dalam
waktu 30.- 60 menit. Menyusu pertama biasanya berlangsung sekitar 10 15
menit. Bayi cukup menyusu dari satu payudara.
Biarkan bayi berada di dada ibu selama 1 jam walaupun bayi sudah berhasil
menyusu.
Lakukan penimbangan / pengukuran bayi, beri tetes mata antibiotic profilaksis, dan
vitamin K1 1mg intramuscular dip aha kiri anterolateral setelah satu jam kontak kulit
ibu bayi.
Berikan suntikan imunisasi hepatitis B ( setelah satu jam pemberian vitamin K 1)
dipaha kanan anterolateral.
Letakan bayi dalam jangkauan ibu agar sewaktu waktu bias disusukan.
Letakan kembali bayi pada dada ibu bila bayi belum berhasil menyusu di
dalam satu jam pertama dan biarkan sampai bayi berhasil menyusu.
Evaluasi
Lanjutkan pemantauan kontraksi dan mencegah perdarahan pervaginam :
2 3 kali dalam 15 menit pertama pasca persalinan
Setiap 15 menit pada 1 jam pertama pasca persalinan
Setiap 20 30 menit pada jam kedua pasca persalinan
Jika uterus berkontraksi dengan baik, melakukan asuhan yang sesuai untuk
menatalaksana atonia uteri
Ajarkan ibu / keluarga cara melakukan masase uterus dan menilai kontraksi
Evaluasi dan estimasi jumlah kehilangan darah

PRODI D.III KEBIDANAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES)

BHAKTI MULIA Pare


SK. DIKTI 1614/D/T/K-VII/2009& SK. DIKTI 2054/D/T/K-VII/2009
Jl. Matahari No. 1 Tulungrejo, Pare .Telp. (0354) 395455/ Fax. (0354) 395455

49.

50.
51.
52.
53.
54.
55.
56.
57.
58.

Memeriksa nadi ibu dan keadaan kandung kemih setiap 15 menit selama 1 jam
pertama pasca persalinan dan setiap 30 menit selama jam kedua pasca persalinan.
Memeriksa temperature tubuh ibu sekali setiap jam selama 2 jam pertama
pasca persalinan.
Melakukan tindakan yang sesuai untuk temuan yang tidak normal
Periksa kembali kondisi bayi untuk memastikan bahwa bayi bernafas dengan baik
( 40 60 kali/menit ) serta suhu tubuh moral ( 36.5 37.5 )
Kebersihan dan keamanan
Tempatkan semua peralatan bekas pakai dalam larutan klorin 0.5 % untuk
dekontaminasi ( 10 menit ) . cuci dan bilas peralatan setelah didekontaminasi
Buang bahan bahan yang terkontaminasi ke tempat sampah yang sesuai.
Bersihkan badan ibu dengan menggunakan air DTT. Bersihkan sisa cairan ketuban ,
lender, dan darah. Bantu ibu memakai pakaian yang bersih dan kering.
Pastikan ibu merasa nyaman. Bantu ibu memberikan ASI. Anjurkan keluarga untuk
member ibu minuman dan makanan yang diinginkannya.
Dekontaminasi tempat bersalin dengan larutan klorin 0.5 %
Celupkan sarung tangan kotor ke dalam larutan klorin 0.5 % balikan bagian dalam
ke luar dan rendam dalam larutan klorin 0.5 % selama 10 menit
Cuci kedua tangan dengan sabun dan air mengalir kemudian keringkan dengan tissue
atau handuk pribadi yang kering dan bersih.
Dokumntasi
Lengkapi patrograf ( halaman depan dan belakang ) periksa tanda vital dan asuhan
kala IV
SIKAP
a. Memperhatikan keamanan dan kenyamanan pasien
b. Komunikasi selama melaksanakan tindakan
c. Tempat dan cara menyuntikan reaksi yang terjadi

Aspek yang dinilai pada sikap

Mahasiswa
1

Sikap :
1. Memperhatikan keamanan dan kenyamanan pasien
2. Memperhatikan keamanan dan kesehatan bagi bidan
3. Komunikasi selama melakukan tindakan
Jumlah
Aspek yang dinilai pada responsi

Mahasiswa
1

Responsi :
1. Ketepatan dalam menjawab
2. Mampu memahami setiap langkah dan ketrampilan
3. Penampilan
Jumlah

PRODI D.III KEBIDANAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES)

BHAKTI MULIA Pare


SK. DIKTI 1614/D/T/K-VII/2009& SK. DIKTI 2054/D/T/K-VII/2009
Jl. Matahari No. 1 Tulungrejo, Pare .Telp. (0354) 395455/ Fax. (0354) 395455

Penilaian akhir :

Jumlah Skor
X 100 = NA
Jumlah Skor Maksimal

Jumlah NA Ketrampilan

KONVERSI

X 100 =

232
Jumlah NA sikap

X 100 =

:
12

Jumlah NA responsi

X 100 =

:
12

Pembobotan nilai :
1. Ketrampilan
2. Sikap
3. Responsi

: NA X 50
: NA X 25
: NA X 25

Jumlah pembobotan nilai : NA yang kemudian dikonversi


100
KONVERSI NILAI
A. : 79 - 100
B. : 68 - 78
C. : 56 - 67
D. : 48 55
E. : 0 - 47
Pare,............................2013
Penguji

PRODI D.III KEBIDANAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES)

BHAKTI MULIA Pare


SK. DIKTI 1614/D/T/K-VII/2009& SK. DIKTI 2054/D/T/K-VII/2009
Jl. Matahari No. 1 Tulungrejo, Pare .Telp. (0354) 395455/ Fax. (0354) 395455

PENJAHITAN LUKA PERINEUM


NAMA MAHASISWA

PENGUJI

: 1.
2.
3.
4.
:

Berikan angka 4,3,2,1 pada kolom mahasiswa sesuai dengan peragaan langkah
ketrampilan yang dilakukan oleh peserta ujian.
4
: langkah klinik dilakukan dengan baik, benar, dan tepat
3
: langkah klinik dilakukan dengan benar tapi kurang efektif
2
: langkah klinik dilakukan dengan tidak benar
1
: langkah klinik tidak dilakukan

NO.
I.
1.
2.

3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.

15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.

KEGIATAN
PERSIAPAN PENJAHITAN
Bersihkan sarung tangan di dalam larutan klorin 0.5 %, lepaskan dalam keadaan terbalik.
Siapkan peralatan untuk melakukan penjahitan
Dalam wadah set partus masukan : sepasang sarung tangan, pemegang jarum,
jarum jahit, chronic catgut, atau catgut no 2/0 atau 3/0 , pinset
Buka alat suntik sekali pakai 10 ml , masukan ke dalam wadah set partus
Patahkan tabung lidokain ( lidokain 1 % tanpa epinefrin) tabung volume
lidokain yang akan di pergunakan sesuaikan dengan besar / dalamnya robekan.
Bila tidak tersedia larutan lidokain 1 % dapat menggunakan lidokain 2 % yang
d encerkan 1 : 1 dengan menggunakan akuades steril.
Posisikan bokong ibu pada sudut ujung tempat tidur, dengan posisi litotomi
Pasang kain bersih dibawah bokong ibu
Atur lampu sorot / senter kearah vulva / perineum ibu
Pakai sarung tangan
Isi tabung suntik 10 ml dengan larutan lidokain 1 % tanpa epinefrin
Lengkapi pemakaian sarung tangan kedua tangan
Gunakan kasa bersih untuk membersihkan daerahluka dari darah atau bekuan darah, dan
nilai kembali luas dan dalamnya robekan pada daerah perineum.
ANESTESI LOKAL
Beritahu ibu akan disuntik yang akan terasa perih dan menyengat
Tusukan jarum suntik pada ujung luka / robekan perineum, masukan jarum suntik secara
subkutan sepanjang tepi luka.
Aspirasi untuk memastikan tidak ada darah terhisap. Bila ada darah tarik jarum sedikit
dan kembali masukan. Ulangi lagi aspirasi (cairan lidokain yang masuk ke dalam
pembuluh darah dapat menyebabkan denyut jantung tidak teratur)
Suntikan cairan lidokain 1% sambil menarik jarum suntik pada tepi luka darah perineum.
Tanpa menarik jarum keluar dari luka arahkan jarum suntik sepanjang tepi luka pada
mukosa vagina, lakukan aspirasi, suntikan cairan lidokain 1 % sambil menarik jarum
suntik ( bila robekan besar dan dalam, anestesi daerah bagian dalam robekan alur
suntikan anestesi akan berbentuk kipas, tepi perineum, dalam luka, tepi muka vagina)
Lakukan langkah no. 11 s/d 14 untuk kedua tepi robekan
Tunggu 1 2 menit sebelum melakukan penjahitan untuk mendapatkan hasil optimal
dari anestesi
PENJAHITAN ROBEKAN
Lakukan inspeksi vagina dan perineum untuk melihat robekan
Jika ada perdarahan yang terlihat menutupi luka episiotomy, pasang tampon atau kasa ke
dalam vagina ( sebaiknya menggunakan tampon berekor benang)
Tempatkan jarum jahit pada pemegang jarum, kemudian kunci pemegang jarum
Pasang benang jahit ( chromic 2-0) pada mata jarum
Lihat dengan jelas batas luka episiotomy

MAHASISWA
2
3
4

PRODI D.III KEBIDANAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES)

BHAKTI MULIA Pare


SK. DIKTI 1614/D/T/K-VII/2009& SK. DIKTI 2054/D/T/K-VII/2009
Jl. Matahari No. 1 Tulungrejo, Pare .Telp. (0354) 395455/ Fax. (0354) 395455

22.

Lakukan penjahitan 1 cm, di atas puncak luka robekan di dalam vagina ikat jahitan
pertama dengan simpul mati. Potong ujung benang yang bebas ( ujung benang tanpa
jarum ) hingga 1 cm.

23.

Jahit mukosa vagina dengan menggunakan jahitan jelujur hingga tepat dibelakang
lingkaran hymen.
Bila menggunakan benang plan cutgut, buat simpul mati pada jahitan jelujur di belakang lingkaran himen.
24.
Tusukan jarum pada mukosa vagina dari belakang lingkaran himen hingga menembus
luka robekan bagian perineum
Bila robekan yang terjadi sangat dalam :
Lepaskan jarum dari benang
Ambil benang baru dan pasang pada jarum
Buat jahitan terputus pada robekan bagian dalam untuk menghindari rongga
bebas dead space
Gunting sisa benang
Pasang kembali jarum pada benang jahitan jelujur semula
25.
Teruskan jahitan jelujur pada luka robekan perineum sampai ke bagian bawah luka
robekan
Bila menggunakan benang plain, cutgut, buat simpul mati pada jahitan jelujur paling
bawah
26.
Jahit jaringan subkutis kanan-kiri kearah atas hingga tepat dimuka lingkaran hymen
27.
Tusukan jarum dari depan lingkaran hymen ke mukosa vagina di belakang lingkaran
hymen. Buat simpul mati dibelakang lingkaran hymen dan potong benang hingga tersisa
1 cm.
28.
Bila menggunakan tampon / kasa di dalam vagina, keluarkan tampon / kasa. Masukan
jari telunjuk ke dalam rectum dan rabalah dinding atas rectum. ( bila teraba jahitan, ganti
sarung tangan dan lakukan penjahitan ulang).
29.
Nasehati ibu agar :
Membasuh perineum dengan sabun dan air terutama setelah buang air besar
( arah basuhan dari bagian muka ke belakang)
Kembali untuk kunjungan tindak lanjut ( setelah 1 minggu ) untuk pemeriksaan
jahitan dan rectum ( rujuk ke dokter jika terjadi fistula)
Lanjutkan langkah / kegiatan untuk kebersihan dan keamanan sesuai dengan PB persalinan normal
TOTAL

Aspek yang dinilai pada sikap

Mahasiswa
1

Sikap :
4. Memperhatikan keamanan dan kenyamanan pasien
5. Memperhatikan keamanan dan kesehatan bagi bidan
6. Komunikasi selama melakukan tindakan
Jumlah
Aspek yang dinilai pada responsi

Mahasiswa
1

Responsi :
4. Ketepatan dalam menjawab
5. Mampu memahami setiap langkah dan ketrampilan
6. Penampilan
Jumlah
Penilaian akhir :

Jumlah Skor
X 100 = NA
Jumlah Skor Maksimal

KONVERSI

PRODI D.III KEBIDANAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES)

BHAKTI MULIA Pare


SK. DIKTI 1614/D/T/K-VII/2009& SK. DIKTI 2054/D/T/K-VII/2009
Jl. Matahari No. 1 Tulungrejo, Pare .Telp. (0354) 395455/ Fax. (0354) 395455

Jumlah NA Ketrampilan

X 100 =

232
Jumlah NA sikap

X 100 =

:
12

Jumlah NA responsi

X 100 =

:
12

Pembobotan nilai :
1. Ketrampilan
2. Sikap
3. Responsi

: NA X 50
: NA X 25
: NA X 25

Jumlah pembobotan nilai : NA yang kemudian dikonversi


100
KONVERSI NILAI
F. : 79 - 100
G. : 68 - 78
H. : 56 - 67
I. : 48 55
J. : 0 - 47
Pare,............................2013
Penguji

PRODI D.III KEBIDANAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES)

BHAKTI MULIA Pare


SK. DIKTI 1614/D/T/K-VII/2009& SK. DIKTI 2054/D/T/K-VII/2009
Jl. Matahari No. 1 Tulungrejo, Pare .Telp. (0354) 395455/ Fax. (0354) 395455