Anda di halaman 1dari 10

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI GULA DAN TETES

DENGAN METODE REGRESI LINIER BERGANDA


(Studi Kasus:PT Perkebunan Nusantara X Pabrik Gula Tjoekir Jombang)

Makalah Seminar Proposal


Konsentrasi Rekayasa Sistem Industri

Disusun Oleh:
CHINDY ELSANNA REVADI
NIM. 115060702111003

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN NASIONAL


UNIVERSITAS BRAWIJAYA
FAKULTAS TEKNIK
MALANG
2014

BAB I
PENDAHULUAN
Bab ini berisi latar belakang dari dilakukannya penelitian, identifikasi masalah,
perumusan masalah yang akan diteliti, batasan masalah untuk membatasi ruang lingkup
penelitian, serta tujuan dan manfaat yang diharapkan dapat diperoleh dari penelitian
1.1

Latar Belakang
Industri gula merupakan salah satu Industri penghasil bahan pokok yang telah

berkembang sejak jaman Hindia Belanda. Pada abad ke XVII

pengolahan gula

sederhana dimulai di Pulau Jawa (Toharisman, 2009). Seiring berjalannya waktu


industri gula sederhana di Indonesia berkembang dan mengalami moderenisasi.
Berdasarkan data dari Kementrian Perindustrian hingga tahun 2014 telah terdapat 56
pabrik gula yang tersebar di seluruh Indonesia (Kemenperin, 2014).
Pemerintah melalui Kementrian Pertanian serta Kementrian Perindustrian
mencangankan kegiatan swasembada gula dalam rangka pemenuhan kebutuhan nasional
gula baik untuk konsumsi masyarakat maupun kebutuhan industri makanan minuman
(Kemenperin, 2014). Berdasarkan rencana strategi Kementrian Pertanian 2010-2014,
swasembada gula nasional baru tercapai sekitar 50% sampai dengan Juni 2012.
Kementrian Pertanian memperkirakan akan terjadi defisit gula nasional sebesar 2,25
juta ton pada 2014. Sehubungan dengan hal tersebut, Kementrian Pertanian melalui
Direktorat Jendral Perkebunan membuat proyeksi produksi gula kristal putih sebesar
3,10 ton untuk tahun 2014 (Kementan, 2014).
Pabrik Gula Tjoekir Jombang adalah salah satu perusahaan pengolah dan
penghasil gula yang tergabung dalam PT Perkebunan Nusantara X (PERSERO). Produk
utama yang dihasilkan oleh Pabrik Gula Tjoekir adalah Gula Kristal Putih I dan produk
sampingan berupa nira tapis. Dalam satu hari Pabrik Gula Tjoekir mampu mengolah
maksimal 4200 ton tebu. Proses produksi dilalukan selama masa giling dalam periode
selama 6 bulan berlangsung 24 jam dengan pembagian 3 shift pekerja yaitu shift pagi,
siang dan malam dimana setiap periode yang terdiri atas 15 hari produksi dilakukan
pencatatan oleh perusahaan,
Dalam rangka mendukung program swasembada gula yang dicanangkan oleh
pemerintah, Pabrik Gula Tjoekir menyusun sasaran kinerja pada tahun 2014 dengan
target produksi utama Gula Kristal Putih I (GKP I) sebesar 8.22% dari jumlah ton tebu

yang digiling dengan kandungan kadar gula (polarisasi) sebesar 99,79 %. Berdasarkan
data produksi perusahaan pada periode produksi 1 sampai dengan periode produksi 8
dimana satu periode terdiri atas 15 hari giling ditemukan beberapa kegagalan
pencapaian sasaran kinerja dalam jumlah GKP I yang dihasilkan berada dibawah nilai
target prosentase per dari tebu yang digiling. Pada gambar 1.1 berikut digambarkan
jumlah produk GKP I yang dihasilkan per ton tebu sampai 8 periode giling. Berdasarkan
grafik tersebut dapat diketahui bahwa selama 8 periode Pabrik Gula Tjoekir tidak
mampu mencapai sasaran produksinya dalam memproduksi GKP I hingga 8.22 % per
ton tebu .
10.00%
8.00%
6.00%
Prosentase GKP per ton tebu giling

4.00%
2.00%

Aktual
Sasaran

0.00%

1357
02468

Periode

Gambar 1.1 Data Jumlah GKP per ton tebu digiling


Sumber : Data Laporan Giling Pabrik Gula Tjoekir
Sejauh ini Pabrik Gula Tjoekir telah menjalankan beberapa usaha dalam perbaikan
secara terus menerus dalam meningkatkan hasil produksi. Hal yang perlu dipertahikan
dalam peningkatan hasil produksi adalah faktor-faktor yang berpengaruh pada proses
produksi. Dengan identifikasi faktor proses produksi maka perusahaan dapat
mengetahui keterkaitan antar faktor tersebut. Selain itu, perusahaan mampu melakukan
perbaikan

terhadap

faktor-faktor

produksi

dalam

meningkatkan

produktivitas

perusahaan.
Berdasarkan permasalahan di atas dibutuhkan identifikasi faktor-faktor dengan
menggunakan analisis regesi linier berganda. Regeresi linier berganda merupakan
hubungan antara sebuah peubah tak bebas dan dua buah atau lebih peubah bebas dalam
bentuk regresi yang memiliki variabel tak bebas sebagai peubah yang dipengaruhi oleh
variabel bebas dalam model (Sudjana, 2003). Pada konsep industri gula variabel tak
bebas sebagai pencapaian kinerja adalah jumlah produksi gula dan produksi tetes yang
merupakan produk utama dan sampingan perusahaan. Dalam penelitian terdahulu Glen

(2010) memaparkan bahwa masalah yang mempengaruhi produksi pada industri gula
secara umum terdiri atas on farm yang melingkupi pertanian tebu, off farm yang terdiri
atas kinerja pabrik serta masalah lain. Menurut Widarwati (2008) variabel bebas dalam
industri gula ditentukan berdasarkan faktor yang mempengaruhi hasil produksi gula.
Pada penelitian bidang ketahanan pangan,) melakukan analisis regresi dengan variabel
bebas yang dapat diukur dalam fungsi produksi gula antara lain jumlah tebu digiling,
rendemen, jam mesin, tenaga kerja, bahan pembantu serta lama giling. Sedangkan
berdasrkan penelitian Mustaqim (2010) variabel yang mempengaruhi tingkat produksi
gula dan tetes adalah luas lahan tebu, unit pengangkutan, penggilingan tebu per hari,
efisensi pabrik serta rendemen,
Pada penelitian ini akan dilakukan analisis faktor produksi dari Pabrik Gula
Tjoekir dengan menggunakan regresi linier berganda dengan dua variabel tak bebas
yaitu jumlah produksi Gula Kristal Putih dan produksi tetes. Variabel bebas yang
digunakan dalam fungsi tersebut dibatasi hanya dari sisi off farm dimana berfokus pada
proses produksi di pabrik. Variabel bebas tersebut antara lain jumlah tebu digiling
rendemen, jam mesin, tenaga kerja, bahan pembantu serta lama giling. Selain
melakukan analisis regresi, dapat dilakukan penyusunan serta rekomendasi alternatif
perbaikan faktor produksi dalam meningkatkan pencapaian kinerja perusahaan.
1.2

Identifikasi Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang, identifikasi masalah yang didapatkan adalah

sebagai berikut :
Proses produksi di Pabrik Gula Tjoekir yang berlangsung selama 24 jam selama
periode masa giling membutuhkan analisis faktor yang mempengaruhi peningkatan
produksi serta alternatif solusi dalam peningkatan hasil produksi.
1.3

Perumusan Masalah
Rumusan masalah yang diambil dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Bagaimana mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan produksi?


2. Bagaimana menenentukan alternatif solusi dalam peningkatan hasil produksi?
1.4

Tujuan Penelitian
Tujuan dilakukan penelitian adalah sebagai berikut :

1. Melakukan analisis faktor-faktor yang berpengaruh dalam peningkatan produktivitas


proses produksi pada Pabrik Gula Tjoekir
2. Menentukan altenatif solusi peningkatan produktivitas pada Pabrik Gula Tjoekir.
1.5

Manfaat
Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian adalah sebagai berikut:

1. Dapat meningkatkan hasil produksi pada Pabrik Gula Tjoekir


2. Dapat mencapai sasaran kinerja Pabrik Gula Tjoekir
1.6

Batasan Penelitian
Batasan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Penelitian dilakukan pada Pabrik Gula Tjoekir pada Departemen Pengolahan
2. Peneelitian dilakukan sampai dengan tahap penentuan alternatif solusi dimulai
dari tahap identifikasi masalah, pengumpulan dan pengolahan data, hingga
analisis dan penentuan alternatif solusi.
3. Produktivitas diukur pada masa giling dari bulan Juli-November 2014

1.7

Asumsi Penelitian
Asumsi penelitian yang digunakan adalah: tidak terjadi perubahan iklim dan

cuaca yang ekstrim yang mempengaruhi kualitas bahan baku.

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
Metodologi penelitian merupakan cara atau prosedur beserta tahapan-tahapan yang
jelas dan disusun secara sistematis dalam proses penelitian. Penelitian ini harus
mempunyai tujuan dan arah yang jelas. Oleh karena itu diperlukan sistematika kegiatan
yang akan dilaksanakan dengan metode dan prosedur yang tepat mengarah kepada
sasaran atau target yang telah ditetapkan. Adapun yang diuraikan dalam bab ini adalah
metode penelitian, tempat dan waktu penelitian, pengumpulan data, langkah-langkah
penelitian, dan diagram alir penelitian.

3.1

Metode Penelitian
Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif, karena

melakukan pengumpulan informasi mengenai status atau keadaan gejala yang kemudian
dideskripsikan sejumlah variabel yang berhubungan dengan objek penelitian untuk
mengeksplorasi dan mengklarifikasi mengenai suatu kondisi/keadaan atau kenyataan
sosial yang terjadi. Penelitian ini juga termasuk rekayasa yang menerapkan ilmu
pengetahuan dalam suatu rancangan guna mendapatkan hasil kerja yang sesuai dengan
persyaratan yang ditentukan. Rancangan tersebut merupakan sintesis unsur-unsur
rancangan yang dipadukan dengan metode ilmiah agar menjadi suatu model yang
memenuhi spesifikasi tertentu.
3.2

Tempat dan Waktu Penelitian


Penelitian ini dilaksanakan di Pabrik Gula Tjukir Jombang. Penelitian ini

dilakukan selama sau bulan untuk melakukan pengumpulan data.


3.3

Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan dengan metode sebagai berikut
1. Observasi
Observasi atau pengamatan langsung dilakukan terhadap kegiatan proses
produksi maupun adiminstrasi dari Pabrik Gula Tjoekir Jombang
2. Interview
Interview dilakukan dengan beberapa karyawan terkait dengan kondisi
perusahaan dan penelitian yang dilakukan

3. Brainstorming
Brainstorming atau diskusi dilakukan dengan para expert dalam faktor-faktor
utama atau variabel dari sistem produksi yang nantinya akan dimodelkan.
Brainstorming juga dilakukan untuk mengetahui faktor paling berpengaruh guna
dijadikan control untuk pembuatan skenario perbaikan
Dari pengumpulan data, didapatkan data-data yang mendukung penelitian.
Data-data tersebut adalah:
1. Data tahapan produksi Pabrik Gula Tjoekir
2. Data indikator sumber daya dan hasil proses produksi Pabrik Gula Tjukir
3. Data sasaran kinerja Pabrik Gula Tjoekir
4. Data laporan produksi per periode Pabrik Gula Tjoekir
3.4

Langkah-Langkah Penelitian
Langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Studi Lapangan dan Studi Pustaka
Studi lapangan dalam penelitian ini dilakukan dengan mengamati langsung
kondisi perusahaan dan melakukan pengumpulan data yang dibutuhkan sesuai
dengan objek penelitian di Pabrik Gula Tjukir Jombang. Sedangkan studi
pustaka dilakukan untuk melihat teori yang mungkin d
2. Identifikasi Masalah
Identifikasi permasalahan pada produksi serta aliran proses produksi pada Pabrik
Gula Tjoekir Jombang
3. Perumusan Masalah
Setelah mengidentifikasi masalah dengan seksama, tahap selanjutnya adalah
merumuskan masalah sesuai dengan kenyataan di lapangan.
4. Perumusan Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ditentukan berdasarkan perumusan masalah yang telah
dijabarkan sebelumnya. Tujuan penelitian ini adalah dapat mengetahui faktor
yang paling berpengaruh pada produksi perusahaan serta menentukan alternatif
solusi peningkatan produksi.
5. Pengumpulan Data
Pengumpulan data adalah pencatatan hal/informasi yang dibuthkan untuk
menunjang dan mendukung penelitian.

6. Pengolahan Data
Data yang telah dikumpulkan selanjutnya diolah dan dianalisis, adapun langkah
pengolahan data adalah sebagai berikut:
a. Penentuan nilai variabel tetap dan variabel tidak tetap
Penentuan nilai variabel tetap dan tidak tetap diperlukan untuk memenuhi
fungsi dalam analisis regresi liner berganda.
b. Perhitungan analisis regresi linier berganda
Perhitungan analisis regresi linier berganda diperlukan untuk mengetahui
faktor yang paling berpengaruh terhadap tingkat produktivitas perusahaan.
7. Analisis dan Kesimpulan
Analisis dan kesimpulan yang dilakukan dalam penelitian ini, yaitu:
a. Analisa dan pembahasan dari hasil pengolahan analisis regresi linier
berganda kemudian dimuncilkan alternatif solusi untuk dianalisis menjadi
alternatif terpilih.
b. Menarik kesimpulan dari hasil saran dan memberikan saran untuk
perusahaan serta kegiatan penelitian selanjutnya.

3.5

Diagram Alir Penelitian


Gambar 3.1 merupakan diagram alir penelitian yang dimulai dengan studi
pustaka, kemudian dilanjutkan dengan studi lapangan, identifikasi masalah,
tujuan penelitian. Kemudian pada tahap pengumpulan dan pengolahan data
dilakukan pengumpulan data dari perusahaan serta pengolahan menggunakan
analisis regresi liner berganda serta menentukan alternatif solusi perbaikan
produksi.

G
ambar 3.1 Diagram Alir Penelitian