Anda di halaman 1dari 35

BLINKER GRIPS

Summary

Summary
Blinker grips merupakan handlegrip sepeda yang ditawarkan
sebagai solusi dalam memberikan kenyamanan dan keamaan
pengendara sepeda. Produk ini diproduksi oleh PT. Litegrips yang
berlokasi di Kota Malang Jawa Timur Indonesia. Blinker grips
sama seperti handlegrip sepeda pada umumnya namun memiliki
kelebihan antara lain dilengkapi dengan lampu sein, ukuran yang
ergonomis, bahan yang berkualitas serta kemudahan dalam
penggunaan. Sasaran dari pemasaran produk Target produksi
perusahaan dalam rentang 400000-650000 unit dalam 1,5 tahun
pertama. Segementasi produk adalah Frequent Reasonable
User dengan karakteristik usia aktif dewasa dari 21 50 tahun,
baik laki-laki maupun perempuan dalam berbagai tingkat
pendidikan diutamakan pada daerah perkotaan dengan target
pasar adalah pekerja dan mahasiswa. Strategi pemasaran yang
dilakukan melalui konsep produk, penggunaan bahan baku,
kelengkapan set lampu sein, meida promosi, dan pemberian
potongan harga. Proses produksi dilakukan dalam 3 workstastion
dengan jumlah tenaga kerja Harga jual produk sebesar Rp
200.000,00. Berdasarkan analisa keuangan PT Litegrips akan
memperoleh break event point atau keadaan titik impas tidak
laba dan tidak rugi pada penjualan produk Blinker Grips akan
terjadi pada penjualan unit ke 4.388.418.

Gambaran Umum Usaha

Gambaran Umum Usaha


KONSEP USAHA
Berdasarkan konsep produk dan usaha maka
Penulis mendirikan sebuah perusahaan
dengan produksi handlegrip yaitu PT
LiteGrip. Industri produk handlegrip yang
tergolong part dari sepeda dan memiliki
demand dan teknologi pembuatan yang
tinggi sehingga Badan Usaha Perusahaan
Litegrips adalah dalam bentuk PT. Selain
sebagai badan usaha, perusahaan Litegrips
juga memerlukan badan hukum untuk
melindungi proses bisnis yang berjalan
secara hukum. Sehingga diputuskan badan
usaha yang sesuai adalah PT

Gambaran Umum Usaha


PRODUK
Produk yang akan ditawarkan adalah Blinker Grips . Manfaat
fungsional utama produk adalah agar pengendara sepeda
mampu mensinyalkan kepada pengguna jalan raya lainnya ke
arah mana mereka akan melaju terutama pada persimpangan.
Dengan ini, diharapkan jumlah kecelakaan yang terjadi pada
pengendara sepeda akan berkurang.
Kelebihan produk Blinker Grips adalah:
Memiliki bantalan ergonomis dan kedap air sehingga tidak
menyebabkan licin karena keringat.
Memiliki sein sehingga pengendara mampu mensinyalkan ke
arah mana mereka pergi.
Merupakan komponen sepeda sehingga untuk mendapatkan
fasilitas ini, pengendara sepeda tidak harus berinvestasi lagi
dengan membeli sepeda baru.
Menggunakan teknologi batre, bukan sirkuit listrik, sehingga
mudah untuk diganti ketika habis.
Pengendara sepeda tidak akan membuat bingung
pengendara lain di jalan raya karena berperilaku sopan dengan
menggunakan sein sepeda.

Gambaran Umum Usaha


ANALISIS SITUASI USAHA
PORTERS FIVE FORECES
Perusahaan secara umum memiliki tantangan akan adanya pemain baru
dengan beredarnya produk yang variatif di pasaran, selain itu
perusahaan juga memiliki tantangan akan adanya produk pengganti dari
kompetitor yang sudah ada namun tidak terlalu besar dengan adanya
inovasi yang belum ditemukan di produk competitor. Dalam mencapai
persaingan medium, maka perusahaan harus cermat menentukan
supplier serta memberikan fungsi dan desain yang lebih inovatif
dibanding kompetitor lain.

PEST(EL) ANALYSIS

Berdasarkan Pest(el) analisis terdapat faktor politik yang mempengaruhi


kebijakan tentang pajak, peraturan ketenaga kerjaan, peraturan
perdagangan, stabilitas politik dan peraturan daerah; faktor ekonomi
yang mempengaruhi: pertumbuhan ekonomi, tingkat suku bunga,
standar nilai tukar, tingkat inflasi, harga produk dan jasa; faktor sosial
yang mempengaruhi tingkat pendidikan masyarakat, tingkat
pertumbuhan penduduk, kondisi lingkungan sosial, kondisi lingkungan
kerja, keselamatan dan kesejahteraan social; faktor teknologi yang
mempengaruhi aktivitas penelitian dan pengembangan teknologi,
automatisasi, kecepatan transfer teknologi, tingkat kadarluasa teknologi.

Manajemen Usaha

Produk Lifecycle

Manajemen Usaha
Visi
Menjadi produsen handlegrip
sepeda multinasional yang
mengutamakan keamanan
pengguna, berkualitas tangguh,
dengan harga terjangkau.
To become a multinational
handlegrip manufacturer ensuring
safety riding as a top priority,
delivering quality products, at
reasonable price.

Manajemen Usaha
Misi
Senantiasa menyediakan handlegrip sepeda yang
sesuai dengan kebutuhan pengendara sepeda
Indonesia yang mendukung keamanan pengguna,
kualitas yang lebih baik, dengan harga yang
terjangkau.
Senantiasa melakukan riset dan inovasi mengenai
teknologi dan fitur pada handlegrip yang
mendukung keamanan pengendara sebagai
komitmen untuk menjaga kelangsungan hidup,
pertumbuhan, dan profitabilitas perusahaan.
Senantiasa menjadi perusahaan yang responsif
terhadap kondisi sosial masyarakat sekitar dan
kelestarian lingkungan melalui pelaksanaan
program-program CSR.
Senantiasa menciptakan budaya dan lingkungan
yang nyaman dan penuh apresiasi sebagai tempat
bekerja bagi karyawan sehingga dapat
mereliasasikan kompetensi terbaiknya.

Struktur Jabatan

Analisis Kelayakan Pasar

Analisis Kelayakan Pasar


SEGMENTASI PASAR
Berdasarkan hasil dari cluster analysis
maka segmentasi pasar yang
ditentukan adalah Frequent
Reasonable User dengan karakteristik
usia aktif dewasa dari 21 50 tahun,
baik laki-laki maupun perempuan
dalam berbagai tingkat pendidikan
diutamakan pada daerah perkotaan.
PENENTUAN PASAR TARGET
Berdasarkan hasil analisis penentuan
target pasar, perusahaan menentukan
target utama dan target kedua antara
lain:
Target utama: Pekerja kantoran di

Proyeksi Pemasaran
Periode

Demand

Periode

Demand

60.000

100.000

65.000

110.000

70.000

120.000

75.000

10

120.000

80.000

11

120.000

90.000

12

120.000

Analisis Kelayakan Teknis

DESKRIPSI DAN SPESIKFIKASI


TEKNIS PRODUK
Bagian dari spesifikasi teknis produk
akan dijelaskan pada BOM Tree
berikut :

Analisis Kelayakan Teknis

Proses Produksi
Proses pembuatan handlegrip sepeda adalah sebagai berikut:

Pembuatan rangkaian listrik PCB pada handlegrip bagian dalam untuk


sein dan tombol on/of sein. Proses ini dilakukan oleh pekerja manusia
pada lini yang digerakkan oleh conveyor. Pada proses ini pekerja juga
melakukan inspeksi. Adapun komponen yang harus dipasang adalah
sebagai berikut

Set up Board (6 detik)

Merekatkan Batre (18 detik)

Merekatkan Lampu LED (20 detik)

Merekatkan Tombol (18 detik)

Merekatkan Kabel (30 detik)

Inspeksi (28 detik)


Total proses perangkaian dilakukan selama 2 menit. Alat yang
dibutuhkan adalah:

Memasukkan rangkaian listrik PCB pada kerangka besi handlegrip.


Proses ini dilakukan oleh pekerja manusia pada lini yang digerakkan
oleh conveyor. Proses ini dilakukan selama 30 detik.

Rubber molding untuk pembuatan lapisan campuran karet handlegrip


sepeda. Proses ini dilakukan dengan menggunakan rubber injection
molding machine. Perpindahan ke proses selanjutnya dilakukan dengan
conveyor. Adapun spesifikasi mesin ini adalah sebagai berikut:

Pemasangan label dan merk dilakukan pada produk handlegrip


menggunakan teknologi hot-stamping yang akan dipasang pada lapisan
karet produk. Perpindahan ke proses selanjutnya dilakukan dengan
conveyor. Proses ini dilakukan dengan menggunakan mesin hot-stamp.

Pengemasan dilakukan untuk membungkus produk agar siap dijual ke


masyarakat, proses ini dilakukan dengan menggunakan mesin rottary
blister packing. Perpindahan ke proses selanjutnya dilakukan dengan
conveyor.

Inspeksi Produk dilakukan untuk memastikan bahwa produk yang akan


beredar di masyarakat sesuai dengan standard yang diingkan serta
memiliki kualitas baik. Inspeksi dilakukan oleh operator mesin blister
packing selama 5 detik per produk.

Boxing dilakukan untuk mengumpulan sejumlah produk ke dalam


kardus sehingga lebih mudah untuk disimpan dalam gudang dan
diditribusikan ke penjual. Packing dilakukan oleh pekerja manusia
dimana 1 kardus dapat memuat 15 unit produk handlegrip. Perpindahan
ke proses selanjutnya dilakukan dengan pallet yang digerakkan dengan
handlift. Pengemasan 15 unit dilakukan selama 1 menit. Pemindahan ke
gudang dilakukan selama 3 menit.

Perencanaan Kapasitas

PEMILIHAN PERENCANAAN
AGREGAT
Berdasarkan perbandingan harga antara chase dan level strategy, maka
dipilih level strategy sebagai metode terpilih untuk perencanaan agregat 1
tahun kedepan (Januari-Desember 2015) karena biaya level strategy yang
dipilih lebih kecil daripada chase strategy.
Perencanaan agregat juga dilakukan untuk mesin dan tenaga kerja pada
material handling dengan level strategy. Berikut ini adalah perhitungan
perencanaan agregat pada pekerja material handling. Pada material
Handling Workstation 1 ke 2, Workstation 2 ke 3, pekerja yang dibutuhkan
adalah level rata-rata pekerja yaitu 4 orang, dengan pembagian 2 orang di
setiap workstation.

Pada material Handling Workstation 3 ke Gudang Finish Product, pekerja


yang dibutuhkan adalah level rata-rata pekerja yaitu 2 orang.

Berikut ini adalah perhitungan perencanaan agregat pada mesin. Pada


mesin rubber mold pada workstation 2, mesin yang dibutuhkan adalah
level rata-rata mesin yaitu 17 mesin.

Pada mesin rubber mold pada workstation 3, mesin yang dibutuhkan


adalah level rata-rata mesin yaitu 1 mesin.

Pada mesin hot stamp, mesin yang dibutuhkan adalah level rata-rata
mesin yaitu 1 mesin.

Pada mesin blister packing, mesin yang dibutuhkan adalah level rata-rata
mesin yaitu 1 mesin

KAPASITAS PRODUKSI
Dengan
mempertimbangkan
perencanaan
agregat
Dari perencanaan
agregat di hasil
atas, peramalan
didapatkandan
biaya
tenaga kerja
untuk
material
handlingkapasitas
dan tenaga
kerja untuk
sebagai
berikut.
maka
ditentukan
produksi
harianpermesinan
dari perusahaan
4.800
unit
produk/hari.

ALOKASI MESIN, FASILITAS,


DAN TENAGA KERJA

Perencanan tata Letak

Analisis Kelayakan
Finansial

Harga

Pokok Produksi

HPP = Total Pengeluaran / Jumlah Produksi =


179.722.244.600 / 1.130.000= Rp 159.046,23
Penentuan

Harga Jual
Harga Jual = HPP + Keuntungan
= Rp 159.046,23 + (Rp 159.046,23 x 25,59%)
= Rp 199.746,17
Rp 200.000

Proyeksi Analisis Neraca


Keuangan

Proyeksi Aliran Kas


Net Present Value
Net Present Value atau NPV merupakan arus kas yang diperkirakan
pada masa yang akan datang yang didiskontokan pada saat ini,
dimana nilai NPV diperoleh dari selisih antara pengeluaran dan
pemasukan yang telah didiskon dengan menggunakan social
opportunity cost of capital sebagai diskon faktor. Dengan nilai
penjualan sebesar Rp 250.500.000.000 (penjualan saham dan produk
selama 1 tahun) dan nilai pengeluaran sebesar Rp 179.942.484.600
(pengeluaran selama 1 tahun sebelum ppn) serta tingkat bunga yang
relevan sebesar 10%. Usaha ini diharapkan dapat menghasilkan nilai
pendapatan perbulan sama dengan nilai net cash flow. Berikut
merupakan perhitungan net present value dari usaha penjualan
blinker grips:
PVpenerimaan = Rp 250.500.000.000 / ( 1 + 0.10 )1 = Rp 227.727.272.727

PVinvestasi = Rp 179.722.244.600/ ( 1 + 0.10 )0 = Rp 179.722.244.600


Maka NPV yang akan dihasilkan yaitu sebesar:
NPV = - PVinvestasi + PVpenerimaan
= - Rp 179.722.244.600 + Rp 227.727.272.727
= Rp 48.005.028.127
Dari hasil perhitungan NPV diperoleh hasil sebesar Rp 48.005.028.127
yang menunjukkan bahwa nilai NPV > 0, hal ini menunjukkan bahwa
usaha ini layak untuk dijalankan.

Pemodalan
Penjualan

Saham
Harga Saham = Rp 179.722.244.600 / 12 /
100
= Rp 149.768.537
= Rp 150.000.000 @ 100%

Analisis Keuangan

Penentuan
Break-Even Point

Berikut adalah analisa perhitungan Break


Event Point dari penjualan produk Blinker
Grips.

Berdasarkan perhitungan ditas, dapat


diketahui bahwa break event point atau
keadaan titik impas tidak laba dan tidak rugi
pada penjualan produk Blinker Grips akan
terjadi pada penjualan unit ke 4.388.418.

Terimakasih