Anda di halaman 1dari 9

BAB II

PEMBAHASAN
A. CAHAYA
Cahaya sebagai sumber energi untuk reaksi anabolic fotosintesis jelas akan
berpengaruh terhadap laju fotosintesis tersebut.secara umum,fiksasi CO2 maksimum terjadi
sekitar tengah hari yakni pada saat intensitas cahya mencapai puncaknya. Penutupan cahaya
matahari oleh awan juga akan mengurangi laju fotosintesis.
Untuk

mengerti

bagaimana

cahaya

mempengaruhi

fotosintesis

secara

kuintatif,pertama harus ditelaah beberapa banyak energi cahaya yang disediakan oleh
matahari.pada batas atas atmosfir pada jarak bumi-matahari rata-rata. Total radiasi matahari
(termasuk cahaya infra merah dan ultra violet) adalah sebesar 1360 J.m2.det-1.nilai ini di
sebut sebagai konstant matahari (solar costant ) pada saat cahaya matahari menuju
permukaan bumi.banyak energy yang hilang karena di serap atau di pantulkan oleh uap
air,debu dan gas-gas lainnya

yang terkandung pada lapisan atmosfir.Hanya sekitar 900

J.m2.det-1 yang di terima oleh permukaan bumi dari jumlah ini separuhnya berasal dari
cahaya inframerah dan sekitar 5$ dari cahaya ultra violet. Sisanya berada pada kisaran
panjang gelombang 400nm samapai 700nm (Radiasi aktif untuk fotosintesis,di singkat
PAR) ,yakni kira-kira 400 J.m2.det-1 jumlah actual radisasi matahari pada kisaran PAR yang
di terima oleh daun tumbuhan tergantung pada kondidi atmosfir.
Kira-Kira 80% PAR tersebut akan di serap oleh daun.Porsi yang di srap ini di
pengaruhi oleh struktur dan umur daun.Selebihnya 20%yakni cahaya hijau ) di teruskan atau
di pantulkan.Dari jumlah yang di serap daun,lebih dari 95% hilang dalam bentuk panas dan
hanya kurang dari 5% yang berhasil di manfaaatkan untuk fotosintesis. (Lakitan,1993)

B. SUHU
Kisaran suhu dimana tumbuhan dapat melangsungkan fotosintesis cukup besar.bakteri
dan ganggang biru hijau tertentu dapat berfotosintesis pada suhu sampai 70 oC,sementara itu
tumbuhan berdaun jarum (conifer) dapat melakukanya pada suhu 6oC atau lebih rendah.Pada
beberapa tumbuhan yang mendapat cahaya penuh,suhu daun dapat mencapai 35 oC atau lebih
tinggi dan fotosintesis masih dapat tetap berlangsung.
Pengaruh suhu terhadap fotosintesis tergantung pada spesies dan kondisi lingkungan
tempat tumbuhnya. Spesies yang tumbuh di gurun mempunyai suhu optimum untuk
fotosintesis lebih tinggi dari spesies tumbuhan yang tumbuh di tempat lain.Tanaman seperti
jagung dan kedelai yang tumbuh baik pada daerah dataran rendah tropis mempunyai suhu
optimum untuk fotosintesis lebih tinggi di banding tanaman yang lebih sesuai untuk daerah
pegunungan yang beriklim lebih sejuk seperti kentang dan kacang kapri. Secara umum suhu
optimum untuk fotosintesis setara dengan suhu siang hari pada habitat asal tumbuhan
tersebut. (Lakitan,1993)
Walaupun ada beberapa pengecualian,umumnya tumbuhan C-4 mempunyai suhu
optimum yang lebih tinggi di bandingkan dengan tumbuhan C-3,di mana perbedaan ini
terutama di sebabkan oleh rendahnya fotorespirasi pada tumbuhan C-4 peningkatan suhu
pada kisaran yang normal hanya sedikit berpengaruh terhadap hidrolisis air dan difusi CO2
ke dalam daun,tetapi akan sangat berpengaruh terhadap reaksi-reaksi biokimia fiksasi dan
reduksi CO2.Oleh sebab itu,peningkatan suhu akan meningkatkan laju fotosintesis sampai
terjadinya denaturasi enzim dan kerusakan pada fotosistem. (Lakitan,1993)

5
C. AIR
Air merupakan sumber kehidupan, tanpa air tidak ada makhluk yang dapat hidup.
Begitu juga tanaman,salah satu unsur terbesar tanaman adalah air yaitu berkisar anatara 90%
untuk tanaman muda, sampai kurang dari 10% untuk padi-padian yang menua sedangkan
tanaman yang mengandung minyak , kandungan airnya sangat sedikit. penyiraman harus
dilakukan teratur agar tidak kekurangan. Jika tidak disiram, tanaman akan mati kekeringan.
Air merupakan bahan untuk fotosintesis, tetapi hanya 0,1% dari total air yang digunakan
untuk fotosintesis. Air yang digunakan untuk transpirasi tanaman sebanyak 99 %, dan yang
digunakan untuk hidrasi 1 %, termasuk untuk memelihara dan menyebabkan pertumbuhan
yang lebih baik. Selama pertumbuhan tanaman membutuhkan sejumlah air yang tepat.
( Aak,1983)
Air merupakan reagen yang penting dalam proses-proses fotosintesa dan dalam
proses-proses hidrolik. Disamping itu juga merupakan pelarut dari garam-garam, gas-gas dan
material-material yang bergerak kedalam tumbuhtumbuhan,melalui dinding sel dan jaringan
esensial untuk menjamin adanya turgiditas, pertumbuhan sel, stabilitas bentuk daun, proses
membuk dan menutupnya stomata, kelangsungan gerak struktur tumbuh-tumbuhan .
Kekurangan air akan mengganggu aktifitas fisiologis maupun morfologis, sehingga
mengakibatkan

terhentinya

pertumbuhan.

Defisiensi

air

yang

terusmenerus

akan

menyebabkan perubahan irreversibel (tidak dapat balik) dan pada gilirannya tanaman akan
mati.(Arsyad sofyan.dkk,1983)
Untuk tumbuhan tingkat tinggi,agaknya laju fotosintesis paling di batasi oleh
ketersediaan air.secara sederhana hal ini dapat dilihat bahwa gurun merupakan ekosistem
yang tidak produktif,sebaliknya hutan hujan tropis merupakan ekosistem yang sangat
produktif.
Kekurangan air dapat menghambat laju fotosintesis,terutama karena pengaruhnya
terhadap turgiditas sel penjaga stomata .Jika kekurangan air,maka turgiditas sel penjaga akan
menurun. Hali ini menebabkan stomata menutup. Mekanisme membuka dan menutupnya
stomata telah dijelaskan dengan rinci pada bab 6 penutupan stomata ini akan menghambat
serapan CO2 yang di butuhkan untuk sintesis karbohidrat.
Air juga merupakan bahan baku fotosintesis,tetapi porsi air yang di manfaatkan
untuk fotosintesis kurang dari 5% dari air yang di serap oleh tanman.karena kecilnya porsi air
yang di gunakan untuk fotosintesis,maka hambatan fotosintesis karena kekurangan air tidak
terletak pada ketidaktersedianya sebagai bahan baku,tetapi karena pengaruhnya terhadap sel
penjaga stomata.(Lakitan,1993)

6
D. ANGIN
Angin merupakan unsur penting bagi tanaman, karena angin dapat mengatur
penguapan atau temperature, membantu penyerbukan (lebih lebih penyerbukan silang),
membawa uap air sehingga udara panas menjadi sejuk, dan membawa gas gas yang sangat
dibutuhkan oleh tanaman. Hal hal tersebut ditinjau dari keuntungannya, tetapi dari segi
kerugiannya adalah tanaman bisa terbakar karena angin, penyerbukan karena angin bijinya
tidak bisa menjadi murni sehingga tanaman perlu diisolasi, dapat menyebarluaskan gulma,
membawa serangga tertentu kemana mana, dan angin yang kencang dapat merebahkan
tanaman. Salah satu jalan untuk mengatasi pengaruh buruk angin, ialah dengan jalan
menanam pohon penahan angin yang dapat menjamin perlindungan sejauh 15 20 kali tinggi
pohon perlindung. Misalnya tinggi pohon 10 meter, tanaman sejauh 150 200 meter dapat
dilindungi sehingga memperlambat kecepatan angin. Angin dengan kecepatan 4 5 sampai 6
-7 m / sec sudah tidak mampu untuk merobohkan tanaman. Angin mempengaruhi transpirasi
dengan bergeraknya uap air disekitar tanaman, sehingga memberikan kesempatan terjadinya
penguapan lebih lanjut. Situasi ini merupakan tekanan yang kuat bagi keseimbangan air,
meskipun jumlah air dalam tanah cukup banyak. Pertumbuhan vertical akan terbatas sesuai
dengan kemampuan mengisap dan mentransformasikan air ke atas untuk mengimbangi
transpirasi yang cepat, hasilnya mungkin akan membentuk tanaman yang kerdil. (Aak. 1983)
E. TANAH/MINERAL
Tanah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan tumbuhan karena
tanah merupakan media bagi tumbuhan yang hidup diatasnya, sumber nutrisi dan tempat
melekatkan diri dengan akarnya. Kondisi fisik tanah sangat ditentukan oleh tekstur dan
struktur tanah.
Tekstur tanah ditentukan oleh ukuran partikel-partikel yang membangun tanah
tersebut,yang berdasarkan kelompoknya dapat kita kelompokkan menjadi pasir, debu (silt),
dan liat (clay). Campuran ketiga komponen partikel tanah tersebut dalam jumlah atau porsi
yang sama disebut loam atau partikel-partikel tanah. Struktur tanah tergantung pada
macam partikel yang membentuknya struktur tanah lepas (clump) dan berat (puddle atau
heavy clay).
Tanah disebut juga dengan Pedosfer. Sebagai bagian tubuh alam pedosfer (material
tanah secara keseluruhan) memiliki hubungan timbal balik dengan tubuh alam yang lain
yaitu: Litosfer (batuan), Biosfer (makhluk hidup), Hidrosfer (perairan), dan Atmosfer (udara)

1. Komponen Tanah
Ada lima komponen tanah yang dapat kita kategorikan :
a. Mineral Tanah
Mineral tanah berasal dari batuan-batuan induk yang nantinya mengalami proses
penghancuran sehingga menjadi partikel-partikel yang lebih kecil. Penghancuran batuan
induk di alam dapat terjadi karena iklim (perubahan panas dan dingin, hujan, angin), oleh
aktifitas tumbuhan pionir (lumut kerak atau lichen) atau kegiatan mekanik sepertinya
terjadinya gesekan-gesekan antar batuan dan oleh adanya aktivitas manusia.
Mineral tanah dapat dibagi menjadi pasir (kasar dan halus), debu (slit) dan loam.
Tergantung pada tekstur tanah, kemampuan tanah mengikat air dapat berbeda makin halus
partikel tanah akan makin kuat tanah tersebut dalam kemampuan air mengikatnya yaitu Pasir,
Debu, Liat Makin kuat
b. Organik Tanah
Bahan organik dalam tanah berasal dari tumbuhan dan hewan-hewan yang telah mati,
yang mengalami penghancuran dan pembusukan oleh serangga dan mikroba, komponen
organiknya akan masuk kedalam tanah dan merupakan bagian dari tanah.
Kadar bahan organik didalam tanah sangat bervariasi, dari mulai kurang lebih 95% pada
tanah gambut sampai 0% pada tanah dipadang pasir. Tanah pertanian yang ideal harus
mengandung bahan organik sekitar 15%. Untuk mengetahui kadar organic dalam tanah dapat

8
dilakukan dengan cara membakar tanah (terlebih dahulu dikeringkan) pada suhu yang tinggi,
sehingga seluruh bahan organiknya terurai menjadi H2O dan CO2, berat yang hilang dari
tanah yang kering tadi adalah bahan organik yang di kandung oleh tanah tersebut.
Salah satu bentuk bahan organik yang penting didalam tanah adalah humus. Humus
tersusun oleh selulosa dan lignin, berbentuk kloida dengan kapasitas imbibisi yang tinggi
serta membuat fisik tanah menjadi baik.
c. Air dan Larutan Tanah
Air dalam tanah merupakan komponen yang penting bagi kehidupan tumbuhan yang
tumbuh diatasnya. Didalam air tanah biasanya terlalu banyak mineral dan senyawa lainnya,
yang secara keseluruhan disebut larutan tanah dan merupakan sumber nutrisi bagi tumbuhan.
d. Atmosfir Tanah
Udara yang mengisi rongga-rongga antar partikel tanah disebut sebagai atmosfir tanah.
Kandungan udara antar partikel tanah ditentukan oleh ukuran tanah yang membangunnya dan
berkisar antara 30% untuk tanah pasir sampai 50% untuk tanah liat. Kandungan udara tanah
ini akan lebih besar lagi pada tanah-tanah yang kaya akan bahan organik.
e. Organisme Tanah
Organisme yang hidup dalam tanah dapat dimasukkan sebagai bagian dari tanah itu
sendiri. Organisme tanah yang terdiri dari flora dan fauna, banyak membantu dalam
menentukan struktur dan sifat tanah, seperti tingkat kegemburan tanah, kandungan organik
dan mineral tanah serta udara tanah. Termasuk dalam dalam flora tanah adalah bakteri, jamur
dan gangguan, sedangkan yang termasuk ke dalam fauna tanah adalah protozoa, nematode,
cacing, insekta, larva insekta dan hewan-hewan tinggi yang membuat lubang di dalam tanah
(Sasmita mihardja,2003: 38-40).

Sutanto, R. 2005. Dasar-Dasar Ilmu Tanah, Konsep dan

Kenyataan. Kanisius.

Yogyakarta. 209h.
Faktor-faktor tanah yang mempengaruhi kemampuan tanaman menyerap hara
adalah:
a. Konsentrasi oksigen dalam udara tanah. Energi yang diperlukan untuk serapan hara
berasal dari proses respirasi dalam akar tanaman.

Untuk semua tanaman akuatik

ternyata proses respirasi ini tergantung pada suplai oksigen dalam udara tanah. Oleh
karena itu aerasi yang buruk akan menghambat proses penyerapan unsur hara,
disamping mempengaruhi tingkat oksidasi beberapa macam unsur hara.

10
b. Temperatur tanah. Penyerapan unsur hara berhubungan dengan aktivitas metabolik
yang selanjutnya sangat tergantung pada suhu. Konsentrasi hara dalam larutan tanah
yang lebih

besar

seringkali diperlukan

untuk

mencapai

laju pertumbuhan

maksimum dalam kondisi tanah dingin dibandingkan dengan tanah-tanah yang hangat.
c. Reaksi-reaksi antagonistik yang mempengaruhi serapan hara. Walaupun konsentrasi hara
pada permukaan akar dapat menjadi faktor paling kritis yang mempengaruhi laju
serapan hara pada kondisi lingkungan normal, reaksi-reaksi antagonistik di antara ionion juga dapat menjadi penting. Kalium (Ca) diambil dari tanah sebagai kation.
Kekurangan Ca menyebabkan desintegrasi pada ujung-ujung batang maupun ujungujung akar. Daun-daun yang paling muda menjadi abnormal bentuknya. Kekurangan
unsur kalsium didalam tanah menyebabkan pengambilan unsur magnesium secara
berlebih-lebihan sehingga tanaman menunjukkan tanda-tanda keracunan. Itulah sebabnya
maka tanamanyang kekurangan kalsium perlu tambahan pupuk yang mengandung
kalsium untuk memperoleh keseimbangan pengambilan unsur-unsur Ca dan Mg.
d. Substansi toksik. Suatu substansi yang mengganggu proses metabolisme tanaman juga
dapat mempengaruhi serapan hara. Substansi toksik seperti ini di antaranya adalah
konsentrasi Mn atau Al yang tinggi dalam tanah masam, konsentrasi garam terlarut
yang sangat tinggi, jumlah B yang berlebihan, dan lainnya.
2. NUTRISI TUMBUHAN
Nutrisi adalah substansi organik yang dibutuhkan organisme untuk fungsi normal dari
pertumbuhan suatu pohon. Nutrisi didapatkan dari makanan dan cairan yang selanjutnya
diasimilasi oleh tubuh tumbuhan. Adapun nutrisi di dalam tanah adalah berupa air dan
mineral.
Pengambilan nutrien oleh tumbuhan dengan cara akar menyerap air dan mineral
tanah, dengan mikoriza dan rambut akar yang sangat banyak meningkatkan luas permukaan
untuk penyerapan. Karbon dioksida, sumber karbon untuk fotosintesis, berdifusi kedalam
daun dari udara disekitarnya lewat stomata. Tumbuhan juga memerlukan O 2 untuk respirasi
seluler, meskipun tumbuhan adalah penghasil O 2, dari nutrient anorganik ini tumbuhan dapat
menghasilkan semua bahan organiknya sendiri (Campbell, 2003: 339).
Nutrisi tumbuhan dikategorikan menjadi 2 kelompok, yaitu :
a. Makronutrien.

11
Makronutrien adalah elemen-elemen yang dibutuhkan tumbuhan dalam jumlah banyak,
yaitu nitrogen, kalsium, potasium, sulfur, magnesium, dan fosfor.
b. Mikronutrien
Mikronutrien adalah elemen-elemen yang dibutuhkan tumbuhan dalam jumlah sedikit,
seperti besi, boron, mangan, seng, tembaga, klor, dan molybdenum.
Baik makro dan mikronutrien diperoleh akar tumbuhan melalui tanah. Akar tumbuhan
memerlukan kondisi tertentu untuk dapat mengambil nutrisi-nutrisi tersebut dari dalam tanah.
Adapun syarat untuk memilih nutrisi tumbuhan yang baik, yaitu :
a. Tanah harus lembap sehingga nutrien dapat diambil dan ditransport oleh akar.
b. pH tanah harus berada dalam rentang dimana nutrien dapat dilepaskan dari molekul
tanah.
c. Suhu tanah harus berada dalam rentang dimana pengambilan nutrien oleh akar dapat
terjadi.
Suhu, pH, dan kelembapan optimum untuk tiap spesies tumbuhan berbeda. Hal ini
menyebabkan nutrien tidak dapat dipergunakan oleh tumbuhan meskipun nutrien tersebut
tersedia di dalam tanah. Pertumbuhan tanaman tidak hanya dikontrol oleh faktor dalam
(internal), tetapi juga ditentukan oleh faktor luar (eksternal). Salah satu faktor eksternal
tersebut adalah unsur hara esensial. Unsur hara esensial adalah unsur-unsur yang diperlukan
bagi pertumbuhan tanaman. Apabila unsur tersebut tidak tersedia bagi tanaman, maka
tanaman akan menunjukkan gejala kekurangan unsur tersebut dan pertumbuhan tanaman
akan

terhambat.

Berdasarkan

jumlah

unsur hara makro dan unsur hara mikro.

yang

diperlukan

kita

mengenal

adanya