Anda di halaman 1dari 56

Pengobatan dan pencegahan

HIV/AIDS di puskesmas
tambora

Kelompok 4

Pendahuluan

Latar Belakang

Pembangunan kesehatan bertujuan untuk


memberikan kesempatan yang seluas
luasnya bagi masyarakat untuk memperoleh
derajat kesehatan yang optimal yang
diwujudkan antara lain dengan membangun
Puskesmas di seluruh Indonesia (Pasal 3
Undang-undang Kesehatan No.36 Tahun
2009). Puskesmas merupakan ujung tombak
dan sekaligus sebagai tolak ukur pelayanan
publik di bidang kesehatan.

Puskesmas
merupakan
suatu
unit
pelaksana
fungsional
yang
berfungsi
sebagai pusat pembangunan kesehatan,
pusat pembinaan peran serta masyarakat
dalam bidang kesehatan serta pusat
kesehatan
tingkat
pertama
yang
menyelenggarakan
kegiatannya
secara
menyeluruh,
terpadu,
dan
berkesinambungan pada suatu masyarakat
yang bertempat tinggal dalam suatu
wilayah
Puskesmas
tertentu
Kecamatan
Tambora
merupakan salah satu Puskesmas di
wilayah
Jakarta
Barat
yang
telah
terakreditasi ISO 9001:2008.

Setiap poli di Puskesmas Kecamatan


Tambora memiliki program dan rencana
kerja. Salah satu poli di Puskesmas
Kecamatan
Tambora
yang
memiliki
peningkatan jumlah penderita di tiap
tahunnya adalah Klinik CINTTA (Cermat
Informatif dan Terpadu Tanggulangi AIDS)
yang
menangani
pasien
Human
Immunodeficiency Virus (HIV) secara
terpadu yang telah dibentuk sejak tahun
2008

HIV merupakan penyakit yang terus


mengalami peningkatan di Indonesia. Oleh
karena
itu,
pemerintah
menggalakkan
program untuk penanganan dan pencegahan
HIV mulai dari tenaga kesehatan paling dasar,
diantaranya di Puskesmas dalam hal ini
Puskesmas Kecamatan Tambora.

Tujuan
Tujuan dari penulisan ini adalah untuk
mengetahui
penanganan
dan
pencegahan HIV terutama di Puskesmas
Kecamatan Tambora.
Manfaat
Manfaat yang dapat diambil dari penulisan
ini
bagi pihsak Puskesmas Kecamatan
Tambora agar dapat meningkatkan mutu dan
pelayanan
Puskesmas
Kecamatan
Tambora,terutama berkaitan dengan tindakan
penanganan dan pencegahan kasus HIV.
Bagi para mahasiswa/i FKG Trisakti agar
dapat menambah pengetahuan dan wawasan
mengenai pencegahan dan penanganan
kasus AIDS berdasarkan apa yang kelompok

TINJAUAN
PUSTAKA

Puskesmas Kecamatan
Tambora
Puskesmas ini memiliki
8 puskesmas kelurahan
Kelurahan
Tambora

Kelurahan Roa
Malaka

Kelurahan
Kalianyar

Kelurahan
Pekojan I

Kelurahan Angke

Kelurahan
Pekojan II

Kelurahan
Jembatan Besi

Kelurahan Duri
Utara

RUANG BERSALIN (RB) DAN USG


RUANG

METADON

(PTRM)

DAN

HIV/IMS

(KLINIK CINTTA)

:
POLI
24 JAM DAN UGD

POLI

Fasilitas di Puskesmas
Kecamatan Tambora

POLI MATA

GUDANG OBAT

RUANG OPERASI MATA (OK MATA)


RUANG PELAYANAN TERPADU (YANDU)
POLI TELINGA, HIDUNG DAN TENGGOROKAN
RUANG RUJUKAN ONLINE
(THT)
RUANG AUDIOMETRI
LOKET PENDAFTARAN & PEMBAYARAN
POLI
POLI UMUM (BP) DAN RUANG TINDAKAN
POLI TB PARU DAN PAL

MANAGEMEN

TERPADU

BALITA

SAKIT

(MTBS)

POLI GIZI
POLI KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA)
POLI KELUARGA BERENCANA (KB)

POLI PENYAKIT TIDAK MENULAR (PTM)

POLI GIGI

RUANG P2P DAN RUANG SANITASI

APOTIK

RUANG MANAGEMEN MUTU DAN RUANG PPBJ

LABORATORIUM

RUANG PENELITIAN VAKSIN DBD (CYD 14) DAN

RADIOLOGI

RUANG VAKSIN

RUANG MENYUSUI

RUANG MUSHOLA

RUANG RAWAT INAP


RUANG TERAPHEUTIC FEEDING CENTER
(TFC)

KLINIK CINTTA

Cermat Informatif dan Terpadu Tanggulangi AIDS

PUSKESMAS KECAMATAN TAMBORA

ESTIMASI RAWAN HIV IMS


WILAYAH KECAMATAN TAMBORA

17 waria
8

7 GAY
2

442
0

HIGH RISK MAN

TUJUAN KLINIK
CINTTA

o Memberikan

pelayanan

HIV

secara

komprehensif
o Memberikan pelayanan one stop service
o Menurunkan angka penularan HIV/AIDS
di DKI Jakarta
o Memudahkan akses layanan kesehatan
terkait penyakit HIV/AIDS
o Berupa:

Konsultasi

seksual

pemberian kondom gratis

gratis,

HISTORY
LJSS

di mulai tahun 2006


Kinik PTRM di mulai januari 2007
Layanan vct dan cst di mulai
tahun 2007
Layanan IMS mulai thn 2007
dengan jangkauan low risk
population
KlinIk CINTTA di bentuk tahun
2008

H
A
R
M
R
E
D
U
C
T
I
O
N

Dukungan
Dukungan
Sebaya
Sebaya

Outreach
Outreach

PMTCT
PMTCT

KIE
KIE
Layanan
Layanan
Kesehatan
Kesehatan
Dasar
Dasar
Terapi
Terapi
Rumatan
Rumatan
Metadon
Metadon

LJSS
LJSS

Terapi
Terapi
ARV
ARV
Care
Care
Support
Support Voluntarry
Voluntarry
Treatment
Treatment Counseling
Counseling
Testing
Testing

TB
TB
HIV
HIV
Terapi
Terapi
IMS
IMS

T
A
M
B
O
R
A

Program Harm Reduction di Puskesmas salah


satunya pemeriksaan tes HIV/AIDS dan konseling
gratis (VCP).
Sasarannya warga masyarakat yang terdeteksi atau
beresiko tinggi terkena penyakit HIV/AIDS dan datang
secara sukarela untuk mengikuti program VCT
GRATIS
Kegiatan-kegiatan klinik CINTTA dan PTRM :
Pelayanan VCT (Voluntary Counseling & Testing) Pemeriksaan
dan konseling HIV sukarela (gratis)
Pelayanan CST (Care Support & Treatment) pemberian
dukungan pengobatan pada orang dengan HIV/AIDS
Pelayanan IMS (Infeksi Menular Seksual) Pemeriksaan dan
pengobatan penyakit menular seksual
Pelayanan Pencegahan penularan HIV dan ibu hamil ke janin
yang dikandung (PMTCT)
Pelayanan Terapi Rumatan Metadon (PTRM) pengobatan adiksi
melalui konseling dan pemberian obat subtitusi serta memutus
mata rantai penularan HIV/AIDS

berkunjung rata-rata per hari 15-20


pasien. Tenaga medis yang tersedia
yaitu 1 dokter jaga dan 2 perawat
dengan jam operasional dari jam
08.00- 15.00. poli klinik cinta
menyediakan fasilatas pemeriksaan
dan perawatan sebagai berikut :
pemeriksaan IMS dan VCT, PMTCT
(Prenvention
Mother
To
Child
Transmission),
terapi
rumatan
methadone, LASS ( Layanan Alat
Suntik Steril), CST (Care Support
Therapy),
ART
(Anti
Retroviral
Therapy), TB-HIV, Mobile Clinic.
poli methadone jumlah total pasien yang menerima
perawatan methadone sebanyak 105
orang. Dimana dalam 105 orang,
70% merupakan pasien HIV. Jumlah
pasien yang berkunjung dalam sehari
kira-kira 90 orang
klinik CINTTA

DATA PASIEN HIV/AIDS DI PUSKESMAS KECAMATAN


TAMBORA JANUARI-SEPTEMBER 2014

PASIEN VCT
Jumlah Pasien HIV

86

+
Jumlah Ibu Hamil

HIV+
PASIEN PITC

Jumlah Pasien HIV

19

+
Jumlah Ibu Hamil

118

HIV/AIDS
INFEKSI
OPORTUNISTI
K

CD 4
MENURU
N

OBAT??

Fasilitas di Puskesmas
Kecamatan Tambora
1.

RUANG BERSALIN (RB) DAN USG

2.

RUANG METADON (PTRM) DAN POLI HIV/IMS

(KLINIK CINTTA)

1.

POLI MATA

3. : POLI 24 JAM DAN UGD

2.

RUANG OPERASI MATA (OK MATA)

4.

GUDANG OBAT

3.

POLI TELINGA, HIDUNG DAN TENGGOROKAN

5.

RUANG PELAYANAN TERPADU (YANDU)

6.

RUANG RUJUKAN ONLINE

1.

LOKET PENDAFTARAN & PEMBAYARAN

2.

POLI UMUM (BP) DAN RUANG TINDAKAN

3.

POLI TB PARU DAN PAL

4.

POLI KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA)

5.

POLI KELUARGA BERENCANA (KB)

6.

POLI GIGI

7.

APOTIK

8.

LABORATORIUM

9.

RADIOLOGI

10. RUANG MENYUSUI

(THT)
4.

RUANG AUDIOMETRI

5.

POLI MANAGEMEN TERPADU BALITA SAKIT


(MTBS)

6.

POLI GIZI

7.

POLI PENYAKIT TIDAK MENULAR (PTM)

8.

RUANG P2P DAN RUANG SANITASI

9.

RUANG MANAGEMEN MUTU DAN RUANG PPBJ

10. RUANG PENELITIAN VAKSIN DBD (CYD 14)


DAN RUANG VAKSIN
11. RUANG MUSHOLA
1. RUANG RAWAT INAP
2.

RUANG TERAPHEUTIC FEEDING CENTER (TFC)

3.

RUANG KAPUSKES KEC. TAMBORA

4.

RUANG RAPAT DAN KESMAS

5.

RUANG TATA USAHA (TU)

6.

RUANG DATA DAN PERENCANA

Jumlah Pasien HIV/AIDS


Klinik CINTTA

VCT

HIV

10 9
21 15

+
WPS
PPS
Wari

a
LSL 16
IDU 1
Rist i 0
PLG 0
PS
Bum

8
15

7
8

6
1

5
5

4
2

3
5

2
11

1
3

1
1

1
1
2

1
1
1
1

6
1

2
4

4
1

5
2

19

Pasien

HIV

+
Jumlah

Ibu

Hamil HIV+
PITC

84

63

il
HIV
+
Kon 36 32 156 102
dom

Jumlah

99

204 102 136

118

HIV/AIDS
INFEKSI
OPORTUNISTI
K

CD 4
MENURU
N

OBAT??

ETIOLOGI

DULU AKU DISEBUT

LAV
Virus HIV
menular
melalui
cairan
semen,
darah dan cairan
vagina

Im HIV
VIRUS

Tapi aku
gak tahan
panas

Penularan HIV

SEXUAL
NON
SEXUAL

HOMOSEXUAL
HETEROSEXUAL
JARUM SUNTIK TIDAK
STERIL
TRANSFUSI DARAH
TANPA SCREENING
IBU POSITIF HIV

PATOGENESIS
Menyerang sistem kekebalan
tubuh yaitu sel target ( limfosit T)
CD4 menurun akan tampak
klinisnya

HIV

PATOGENESIS
Periode jendela

Tanpa gejala (hiv


positif)
Gejala (HIV positif)

AIDS

Klasifikasi Klinis Infeksi HIV pada Orang Dewasa Menurut WHO


Stadium
I

Gejala Klinis

Aktivitas
Asimptomatik,

1. Asimptomatik
2.

II

Skala

Limfadenopati aktifitas normal

generalisata
1. Berat badan menurun < 10 % Simptomatik,
2. Kelainan
yang

kulit

dan

ringan

mukosa aktifitas normal


seperti:

dermatitis seboroik, prurigo,


onikomikosis, ulkus oral yang
rekuren, kheilitis angularis
3. Herpes zoster dalam 5 tahun
terakhir
4. Infeksi saluran nafas bagian

III

1.Berat

badan

menurun

< Pada umumnya

10%

lemah

2.Diare

kronis

berlangsung

lebih

yang aktivitas
dari

1 ditempat tidur

bulan

kurang

3.Demam

berkepanjangan 50%

lebih dari 1 bulan


4.Kandidiasis orofaringeal
5.Oral hairy leukoplakia
6.TB

paru

dalam

tahun

terakhir
7.Infeksi bakterial yang berat
seperti
piomiositis

pneumonia,

dari

IV

1.HIV
wasting
syndrome
seperti yang didefinisikan
oleh CDC
2.Pnemonia
Pneumocystis
carinii
3.Toksoplasmosis otak
4.Diare
kriptosporidiosis
lebih dari 1 bulan
5.Kriptokokosis
ekstrapulmonal
6.Retinitis virus situmegalo
7.Herpes
simpleks
mukokutan > 1 bulan
8.Leukoensefalopati
multifocal progresif
9.Mikosis diseminata seperti
histoplasmosis
10.Kandidiasis
di
esophagus
,
trakea
,
bronkus , dan paru
11.Mikobakterisosis atipikal
diseminata
12.Septisemia salmonelosis
non tifoid

Pada
sangat

umumnya
lemah,

aktivitas di tempat
tidur
50%

lebih

dari

Tanda dan gejala yang patut


diduga infeksi HIV

Keadaan umum
Kehilangan berat badan 10% dari berat
badan dasar

Demam

(terus-menerus

atau

intermitten,

temperature oral >37,50C yang lebih dari


satu hari

Diare (terus- menerus atau intermitten) yang


lebih dari satu bulan

Limfadenopati meluas
Kulit
PPE dan kulit kering yang luas merupakan
dugaan kuat infeksi HIV. Beberapa kelainan
seperti

kulit

genital,

folikulitis

dan

psoriasissering terjadi pada ODHA tapi tidak


selalu terkait dengan HIV

INFEKSI
Infeksi Jamur

Kandidiasis oral

Dermatitis seboroik

Infeksi viral

Kandidiasis vagina berulang


Herpes zoster

Herpes genital

Moluskum kontagiosum

Kondiloma

Gangguan

Batuk lebih dari satu bulan

pernafasan

Sesak nafas

Tuberkulosis

Pnemonia berulang

Sinusitis kronis atau berulang

Nyeri kepala yang semakin parah

Gejala Neurologis

( terus menerus dan tidak jelas


penyebabnya)

Kejang demam

Menurunnya fungsi kognitif

PEMERIKSAAN LABORATORIUM
UNTUK PASIEN HIV
test 20 menit
ELISA periode 6-12 minggu
tidak terdeteksi
Western Blot di tes tiap 2 minggu
tidak dapat disimpulkan 6 bulan
lebih spesifik dibanding elisa
PCR (Polymerase Chain Reaction)
digunakan kalau yang lain tidak
mempan
Rapid

Pencegahan menular
HIV/AIDS

TERAPI ARV
PERHATIKAN PEMBERIAN ARVJANGAN
KECEPATAN / KELAMBATAN
PEMILIHAN OBAT YANG TIDAK ADA EFEK
SAMPING DENGAN OBAT LAIN BILA ADA
INFEKSI OPORTUNISTIK
DAYA BELI
DUKUNGAN KELUARGA MEMBANTU

Kampanye Getting to Zero

Pembahasan

Pendirian klinik cinta


Jumlah penderita HIV/AIDS di Dunia
meningkat

Di Indonesia juga meningkat


Didiriikan kelinik Cintta
tahun 2008

KLINIK CINTTA

Fasilitas

Kerjasama dengan
LSM

Ruang
pemeriksaan
Ruang konseling
Ruan tunggu

DATA PASIEN KLINIK CINTTA TAHUN


2014

Terdapat

peningkatan jumlah
pengunjung di tahun 2014 : 520 orang
Pasien baru : 455 orang
LSM : 377 orang
Di testing HIV : 524 orang
Positif HIV/AIDS
Sudah ARV?

:87 orang

Dirujuk dari LSM :67 orang


Jumlah kondom didistrubusikan : 1603

Alur pasien klinik Cintta

Tata Cara Penanganan


Infeksi HIV menurut
Kemenkes RI
Informed Consent tes HIV

Pemberian ARV

Mencatat semua
kegiatan layanan

Pemberian ARV
profilaksis pada bayi

Anamnesis & pem. Fisik


lengkap

Pemberian imunisasi dan


pencegahan
kotrimoksazil pada bayi
lahir dan ibu dengan HIV
positif.
Anjuran rutin tes HIV,
malaria, sifilis dan IMS
lainnya pada perawatan
antenatal.

Skrinning TB dan infeksi


oportunistik
Konseling ODHA
perempuan usia subur
Pemberian obat
kotrimoksasol

Tata Cara Penanganan


Infeksi HIV menurut
Kemenkes RI

Konseling untuk memulai terapi


Konseling tentang gizi, pencegahan penularan,
narkotika dan konseling lainnya sesuai keperluan
Menganjurkan tes HIV pada pasien TB, infeksi menular
seksual (IMS), dan kelompok resiko tinggi berserta
pasangan seksualnya, sesuai dengan ketentuan yang
berlaku
Pendampingan oleh lembaga non kesehatan sesuai
kebutuhan pasien

Pelayanan di Klinik
CINTTA

KEGIATAN VCT

Melakukan pemeriksaan konseling


pre test HIV
Melakukan testing hiv/ rapid test di
laboratorium puskesmas
Melakukan konseling post test HIV
Bekerjasama
dengan
LSM
memberikan
dampingan
pada
pasien post test hiv positive
Melakukan testing hiv ulang pada
pasien risiko tinggi

KEGIATAN CST

Mendiagnosis stadium hiv pada


ODHA
Memberikan terapi infeksi
oportunistik pada ODHA
Memberikan profilaksis
kotrimoksazol pada ODHA
Melakukan pemeriksaan CD4 gratis
Melakukan terapi TB pada pasien TBHIV
Memberikan dukungan pasien anak
dengan HIV
Melakukan kunjungan rumah pada
pasien AIDS

KEGIATAN LASS (LAYANAN


ALAT SUNTIK STERIL)

Melakukan
terhadap

penjangkauan
penasun

(outreach)

(pengguna

napza

suntik) utk dapat mengakses layanan


kesehatan di puskesmas
Memberikan

konseling

adiksi/ketergantungan

bagi

penasun

serta membuat Adiction several index


Memberikan

informasi

dan

edukasi

mengenai bahaya penggunaan Napza

KEGIATAN LASS (LAYANAN


ALAT SUNTIK STERIL)
Memberikan

informasi

memfasilitasi
pengobatan

dan
pilihan

ketergantungan

Napza
Melakukan

pencegahan

penularan

penyakit

yg

diakibatkan penggunaan jarum


suntik (HIV/AIDS,Hepatitis dll)
dengan
insul

memberikan
(insul

steril,

paket
alkohol

swab,kondom dan media KIE)

KEGIATAN POLI IMS

Memberikan

pelayanan

pengobatan

yang

diakibatkan Penyakit Menular Sexual


Melakukan

diagnosis

penyakit

IMS

dengan

pendekatan laboratorium
Bekerjasama dengan VCT melakukan pemeriksaan
HIV pada pasien risiko tinggi
Melakukan penyuluhan mengenai IMS/ ISR dan HIV
pada remaja dan siswa SMA/sederajat
Melakukan mobile ims melalui pendekatan syndrom

Poli Terpadu Rumatan


Methadone
Definisi

program terapi substitusi utk pasien ketergantungan opioid


dgn memberikan metadon

Tujuan

menurunkan laju prevalensi HIV/AIDS dikalangan Pengguna


Narkoba suntik

Sasaran

kelompok ketergantungan opioid dgn jarum suntik utk


pengguna Narkoba Suntik

Kegiatan

Memberikan pelayanan substitusi metadon pada


ex penasun sesuai dengan buku pedoman Depkes
Memberikan layanan konsultasi dan konseling bagi
klien
Melakukan pertemuan rutin klien metadon
Melakukan pertemuan orang tua pasien
Melakukan pertemuan dengan pasangan penasun

PMTCT (Prevention
Mother to Child
Transmision)
Untuk ibu pada saat masa kehammilan
ARV diberikan saatTrimester pertama sampai
seumur hidup secara rutin 80% bayi lahir negatif
HIV
ART (Anti Retrophyral
Therapy)

Mobile Clinic

Dilakukan
setiap
hari
untuk
menekan
pertumbuhan Virus HIV
Sebelum teraphy harus melakukan periksaan
CD4 dan selama di teraphy di lakukan juga
pemeriksaan untuk mengetahui perkembahan
dan tingkat keberhasilan terapi
Pemberian ARV pada pasien dengan infeksi
oportunistik berupa TB diberikan setidaknya 2
minggu setelah pasien mendapatkan pengobatan
infeksi oportunistiknya.

ART (Anti Retrophyral


Therapy)
Dilakukan
setiap
hari
untuk
menekan
pertumbuhan Virus HIV
Sebelum teraphy harus melakukan periksaan
CD4 dan selama di teraphy di lakukan juga
pemeriksaan untuk mengetahui perkembahan
dan tingkat keberhasilan terapi
TB-HIV
70% pasien dengan HIV positif juga terdapat
infeksi oportunistik seperti tuberculosis.
Pemberian ARV pada pasien dengan infeksi
oportunistik berupa TB diberikan setidaknya 2
minggu
setelah
pasien
mendapatkan
pengobatan infeksi oportunistiknya.

Mobile Clinic

Promosi

Preventif

Penanganan pada
Puskesmas
Tambora

Rehabilitatif

Kuratif

Kesimpulan
dan
Saran

kesimpulan
HIV

terus mengalami peningkatan


HIV adalah virus yang menyerang
sistem kekebalan tubuh manusia
Untuk menekan jumlah pasien HIV Di
puskesmas Tambora melalui Klinik
Cintta

Upaya puskesmas tambora


untuk menekan pasien HIV
Pemeriksaan

IMS dan VCT,

PMTCT (Prevention Mother to Child

Transmision)
terapi rumatan methadone
LASS (layanan alat suntik steril)
CST (care support therapy)
ART (anti retroviral therapy)

TB- HIV
Mobile Clinic

Saran
Menambah

tenaga medis di Klinik

Cintta,
Puskesmas menjaring lebih banyak
kader
Lebih banyak melakukan penyuluhan
pada kelompok risiko tinggi terkena
HIV

THANK YOU