Anda di halaman 1dari 41

MODUL PELATIHAN

DYNAMITE TRAINING

2009

Materi I = Perkenalan dan Pembukaan


A. DESKRIPSI SINGKAT
Sebelum pelatihan memasuki materi utama maka diperlukan suatu kegiatan pembuka
agar peserta dapat mengenal satu sama lain, baik sesama peserta maupun fasilitator, memahami
tujuan dan manfaat pelatihan, serta membuat peserta dapat mengikuti jalannya pelatihan dengan
rileks dan menyenangkan.
B. TUJUAN AKTIVITAS:
- Mencairkan suasana sehingga peserta dapat mengikuti pelatihan dengan rileks.
- Memperkenalkan Tim Pelatihan
- Membuat Kesepakatan Bersama
- Memperkenalkan atribut-atribut yang dapat mendukung jalannya pelatihan dan menjadi
identitas dari peserta selama pelatihan.
- Breaking Paradigma
C. WAKTU:
- 60 menit
D. TEMPAT:
- Kelas
E. KELOMPOK AKTIVITAS:
1.
2.
3.
4.
5.

Perkenalan Tim Pelatihan, Penjabaran Tujuan, Manfaat Pelatihan, dan Doa Bersama
Pembuatan Kesepakatan Bersama, Harapan, dan Kekhawatiran Peserta
Brain Gym
DENGAN BANGGA SAYA PERKENALKAN....! (Pengenalan Peserta)
Ice Breaking Mill-Mill-Mill (Breaking Paradigm)

F. METODE:
- Permainan
- Ceramah
G. ALAT:

- Laptop
- LCD Projector
- Sound system

H. AKTIVITAS:
A)

PERKENALAN TIM TRAINING, PENJABARAN TUJUAN, MANFAAT


PELATIHAN, DAN DOA BERSAMA
Fasilitator memperkenalkan diri kepada para peserta, memnjabarkan tujuan dan mafaat
pelatihan, serta memimpindoa bersama sebelum memulai pelatihan.
(5 Menit)

B)

PEMBUATAN KESEPAKATAN BERSAMA


Pada sesi ini, fasilitator akan mengajak para peserta untuk membuat
Kesepakatan Bersama, yaitu suatu daftar hal-hal yang boleh dan
tidak boleh,serta suatu aturan main

yang dilakukan selama

Pelatihan berlangsung. Kata Kesepakatan Bersama digunakan untuk


menumbuhkan rasa kebersamaan antara peserta dengan fasilitator
atas jalannya pelatihan dengan menggunakan sistem bottom-up
dibandingkan sistem top down
(5 Menit)
C)

BRAIN GYM
Melakukan gerakan-gerakan dan aktivitas tertentu yang mudah dan
menyenangkan untuk memaksimalkan fungsi otak.
(10 Menit)

D)

PENGENALAN PESERTA
Pada sesi ini fasilitator mengajak peserta untuk bermain :
DENGAN BANGGA SAYA MEMPERKENALKAN
Deskripsi Permainan :
1. Fasilitator akan membagi peserta menjadi berpasangan
(3 Menit)
2. Tiap pasang akan diminta untuk berkenalan dan saling bertanya
tentang diri masing-masing
(5 menit)

3. Tiap pasang akan diminta maju ke depan kelas untuk saling


memperkenalkan pasangan masing-masing dan selalu diawali
dengan kalimat DENGAN BANGGA SAYA MEMPERKENALKAN..
Setelah itu, dapat dilengkapi dengan hal-hal lain tentang pasangan
yang

telah

diperoleh

saat

waktu

perkenalan,

seperti

hobi,

pekerjaan, kebiasaan buruk, dll. Fasilitator mendorong peserta


untuk memperkenalkan pasangannya dengan gaya Pemandu Kuis.
(2 Menit/Pasangan)
E)

MILL MILL GAMES


e1. DESKRIPSI AKTIVITAS :
1. Pertama tama peserta akan dibagi dalam 2 kelompok
2. Instruksi yang akan muncul adalah :
a. MILL MILL : Peserta menyilangkan kedua tangan di depan dada, dan berputar
putar sambil mengatakan MILL MILL MILL MILL MILL
b. PAUSE : Peserta freeze pada posisi terakhir ketika bergerak
c. Instruksi instruksi cepat seperti : TANGAN KANAN PEGANG LENGAN
TEMANNYA TANGAN KIRI PEGANG PUNDAK TEMANNYA dll
3. Instruksi terus di ulangi, gradien instruksi yang ketiga dimulai dari hal hal mudah
dan biasa seperti pegang lengan sampai dengan pegang dahi atau bibir
4. Pada akhirnya, kelompok kecil akan diminta untuk bergabung dengan kelompok
besar
(10 Menit)
e2. DEBRIEFING
Yang ingin di gali dari permainan ini adalah : Perasaan tidak nyaman selama permainan
karena disentuh atau menyentuh di area area yang tidak biasa disentuh orang lain
seperti dahi atau mata.
COMFORT ZONE

LZ

D
Z

CZ

Penjelasan Singkat :
1. Fasilitator akan menuliskan pada kotak kecil di dalam kotak besar, dan menjelaskan
bahwa kotak kecil tersebut adalah COMFORT ZONE kita. Zona dimana kita merasa
sangat nyaman untuk melakukan rutinintas harian dan melakukan hal hal yang sudah
biasa kita lakukan
2. Fasilitator menggali hal hal yang ingin dilakukan oleh peserta namun tidak berani atau
ingin dilakukan namun banyak faktor faktor yang menghambat, Seperti : Melakukan
bungee jumping, traveling keluar kota sendirian, bernyanyi di depan umum, dll
3. Fasilitator akan menuliskan pada kotak besar, dan menjelaskan bahwa kotak tersebut
adalah LEARNING ZONE kita. Zona dimana ada begitu banyak hal diluar comfort zone

kita yang dapat kita pelajari dan temukan untuk mengembangkan diri kita. Dalam
learning zone akan ada proses dimana kita mungkin belum berhasil namun disitulah letak
pembelajaran kita.
4. Namun JANGAN SAMPAI kita memasuki DANGER ZONE . Zona dimana ketika kita
gagal atau belum berhasil kita tidak mau bangkit untuk mencoba lagi.
( 10 Menit)
e3. SHARING
Fasilitator meminta peserta untuk sharing mengenai pengalaman keluar di Comfort Zone
atau sebaliknya sebagai seorang fasilitator (tanya juga pengalaman menjadi fasilitator).
(5 Menit)

Materi II = Komunikasi
A. DESKRIPSI SINGKAT
Ketrampilan berkomunikasi merupakan sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh setiap
orang. Seseorang tidak akan dapat menyampaikan sesuatu atau membantu orang lain tanpa
melalui komunikasi baik lisan maupun tertulis. Di lingkungan organisasi komunikasi sangat
diperlukan untuk tercapainya target. Tidak ada pemimpin yang berhasil memimpin anak buah
tanpa kemampuan berkomunikasi dengan baik. Hal-hal tersebut membuktikan bahwa menguasai
cara berkomunikasi dengan baik adalah hal yang amat penting untuk dimiliki oleh seorang
individu.
B. TUJUAN AKTIVITAS:
a. Memperkenalkan kepada peserta proses komunikasi dan faktor-faktor kendala yang
sering dihadapi.
b. Membekali dengan teknik berkomunikasi yang efektif agar dapat meminimalkan dampak
dari distorsi dalam komunikasi.
c. Membangun relationship melalui komunikasi yang baik, perkataan-perkataan dan sikap
yang positif.
d. Mendorong tercapainya kepuasan klien atau rekan bisnis melalui etika berkomunikasi
yang di deliver oleh semua orang maupun bagian dalam perusahaan

C. WAKTU:
- 120 menit
D. TEMPAT:
- Kelas
E. KELOMPOK AKTIVITAS:

F. METODE:

Ceramah;

Role-playing;

Games/permainan;

Diskusi;

G. ALAT:
- Laptop
- LCD Projector
- Sound system
H. AKTIVITAS:

Materi III = Problem Solving


A. DESKRIPSI SINGKAT
Sepertinya tidak ada orang di dunia yang tidak mempunyai masalah. Hampir setiap hari
kita selalu dihadapkan sengan masalah, baik di rumah, di tempat kerja, dan dimana saja. Agar
kehidupan kita tidak terus menerus dibebani oleh masalah yang datang tanpa henti maka setiap
orang sepatutnya mempunyai keterampilan untuk menyelesaikan masalah dengan baik atau
dikenal dengan istilah Problem Solving. Hal yang menjadi perhatian bukan hanya bagaimana
teori memecahkan masalah itu sendiri, namun juga memahami apa sesungguh-nya yang
dinamakan dengan problem (masalah) dan cara-cara apa saja yang bisa digunakan untuk dapat
menyelesaikan setiap masalah dengan baik
B. TUJUAN AKTIVITAS:
C. WAKTU:
- 120 menit
D. TEMPAT:
- Kelas
E. KELOMPOK AKTIVITAS:

F. METODE:
- Permainan
- Ceramah
G. ALAT:
- Laptop
- LCD Projector
- Sound system
H. AKTIVITAS

Materi IV = Leadership
A. DESKRIPSI SINGKAT
Salah satu faktor penunjang keberhasilan organisasi adalah adanya para pemimpin baik
di level atas maupun menengah yang mempunyai kemampuan memimpin dengan baik. Sebagian
berpendapat bahwa kemampuan memimpin adalah warisan atau bakat yang dimiliki seseorang,
namun sebenarnya kemampuan memimpin yang terutama bukan diperoleh dari bakat seseorang,
namun dibentuk dan ditingkatkan dengan pengetahuan dan praktek dari waktu ke waktu.
B. TUJUAN AKTIVITAS:
a. Peserta mampu mengidentifikasi kemampuan kepemimpinan pada dirinya sendiri.
b. Peserta mampu menemukenali gaya-gaya kepemimpinan.
c. Peserta mampu mengenal bahwa perkembangan ketrampilan kepemimpinan akan melalui
proses yang terus menerus.
d. Membawa setiap peserta memahami sifat-sifat kepemimpinan yang perlu dimiliki
e. Mengetahui sejauh mana efektifitas kepemimpinan yang telah dilakukan oleh peserta.
f. Membuat setiap peserta memahami kelebihan-kekurangan dan tindak lanjut yang
diperlukan untuk meningkatkan kemampuan memimpin.
g. Mengetahui dan memahami penerapan cara kepemimpinan yang tepat dalam berbagai
situasi yang dihadapi.
C. WAKTU:
- 2 Hari
D. TEMPAT:
- Kelas
E. KELOMPOK AKTIVITAS:

F. METODE:

a. Ceramah;
b. Role-playing;
c. Games/permainan;
d. Diskusi;

G. ALAT:
- Laptop
- LCD Projector
- Sound system
H. AKTIVITAS:

Materi V = Team Work


A. DESKRIPSI SINGKAT
Manusia diciptakan sebagai makhluk sosial. Artinya agar dapat memenuhi kebutuhan
hidup setiap manusia perlu bekerja sama dengan manusia lainnya. Demikian halnya dalam
lingkungan organisasi, bekerja sama antara sesama rekan kerja adalah hal yang mutlak agar
keberhasilan pencapaian tujuan organisasi dapat terwujud. Untuk itu, diperlukan adanya
pembentukan suatu tim. Tim mempunyai pengertian sejumlah orang dengan keterampilan yang
saling melengkapi, mengikatkan diri kepada suatu tujuan bersama, sasaran kinerja, dan
pendekatan, serta mempunyai tanggung jawab secara bersama.
B. TUJUAN AKTIVITAS:
a. Mengenalkan kepada para peserta pentingnya kualitas dan peningkatan tim kerja yang
harmonis dalam keberhasilan mencapai tujuan perusahaan
b. Mengetahui dan memahami pentingnya tim kerja dalam menjalankan setiap tugas
dalam unit kerja masing-masing
c. Membentuk tim kerja yang harmonis di unit kerja masing-masing
C. WAKTU:
- 120 menit
D. TEMPAT:
- Kelas
E. KELOMPOK AKTIVITAS:
F. METODE:
a. Ceramah;
b. Role-playing;
c. Games/permainan;
d. Diskusi;

G. ALAT:
- Laptop
- LCD Projector
- Sound system
H. AKTIVITAS

Materi VI = Creativity
A. DESKRIPSI SINGKAT
Dalam menangani tantangan-tantangan dan permasalahan dalam kehidupan, orang-orang
yang mampu memberikan solusi dengan cara-cara yang tidak biasa atau konvensional namun
tetap efektif dan efisien akan mempunyai nilai lebih tersendiri. Orang-orang yang demikian
dapat disebut sebagai orang yang kreatif atau memiliki kreativitas. Secara definisi, kreativitas
dipahami sebagai kemampuan untuk berpikir baru dan cara yang tidak biasa serta menghasilkan
solusi yang unik untuk memecahkan suatu masalah.
B. TUJUAN AKTIVITAS:
A.

Peserta memiliki kemampuan untuk membuat kombinasi baru berdasarkan data,

informasi atau unsur-unsur yang ada.


B. Peserta memiliki kemampuan menemukan banyak kemungkinan jawaban terhadap suatu
C.

masalah yang ditekankan kepada kuantitas, ketepat gunaan dan keragaman jawaban.
Peserta memiliki kemampuan yang mencerminkan kelancaran, keluwesan dan orisinalitas
dalam

berpikir,

serta

kemampuan

memperkaya, memperinci) suatu gagasan.


C. WAKTU:
- 120 menit
D. TEMPAT:
- Kelas
E. KELOMPOK AKTIVITAS:
F. METODE:
- Permainan
- Ceramah
G. ALAT:
- Laptop
- LCD Projector
- Sound system

untuk

mengelaborasikan

(mengembangkan,

H. AKTIVITAS:

Materi VII = Public Speaking


A. DESKRIPSI SINGKAT
Hampir setiap orang akan tampil sebagai public speaker, di berbagai titik dalam
hidupnya. Akan tetapi, berbicara tidak dapat dilakukan hanya dengan membuka mulut dan
bersuara. Berbicara memiliki pola dan cara yang berbeda-beda. Berbicara tidak dapat dilakukan
hanya dengan asal bicara. Berbicara, harus jelas dan dapat dimengerti. Menjadi public speaker
yang efisien dan efektif akan memberi bekal dan alat untuk membuat perbedaan besar dalam
bisnis, pekerjaan, dan masyarakat.
B. TUJUAN AKTIVITAS:

C. WAKTU:
- 120 menit
D. TEMPAT:
- Kelas
E. KELOMPOK AKTIVITAS:

F. METODE:
- Permainan
- Ceramah
G. ALAT:
- Laptop
- LCD Projector
- Sound system

H. AKTIVITA

Materi VIII = Percaya Diri


A. DESKRIPSI SINGKAT
Menghadapi tantangan kehidupan yang dirasakan semakin meningkat dewasa ini, salah
satu hal yang perlu dimiliki untuk meraih keberhasilan adalah rasa percaya diri. Percaya Diri
(Self Confidence) adalah meyakinkan pada kemampuan dan penilaian (judgement) diri sendiri
dalam melakukan tugas dan memilih pendekatan yang efektif. Hal ini termasuk kepercayaan atas
kemampuannya menghadapi lingkungan yang semakin menantang dan kepercayaan atas
keputusan atau pendapatnya.
B. TUJUAN AKTIVITAS:
C. WAKTU:
- 30 menit
D. TEMPAT:
- Kelas
E. KELOMPOK AKTIVITAS:
F. METODE:
- Permainan
- Ceramah
G. ALAT:
- Laptop
- LCD Projector
- Sound system

H. AKTIVITAS:

Materi IX = Training For Trainer


A. DESKRIPSI SINGKAT
Keterampilan menjadi trainer atau fasilitator semakin dibutuhkan dewasa ini oleh setiap
orang, terutama seorang pemimpin. Namun menjadi trainer yang baik tidak dapat terjadi secara
otomatis. Diperlukan persiapan, latihan dan jam terbang untuk menjadi trainer yang handal,
sehingga apa yang hendak disampaikan dapat diterima secara penuh oleh para peserta. Melalui
pelatihan dengan pendekatan yang unik dan praktis akan memberikan kesanggupan untuk
menjadi trainer yang baik.
B. TUJUAN AKTIVITAS:
a. Peserta mengetahui kemampuan dasar fasilitasi
b. Peserta memperoleh gambaran mengenai karakteristik-karakterirtik yang diperlukan
untuk menjadi seorang fasilitator.
c. Peserta mendapat kesempatan berlatih menjadi fasilitator dengan pemahaman modul
yang baik
d. Membuat peserta memahami akan tujuan training dan hal-hal apa yang harus dihindari.
e. Membekali dengan teknik berkomunikasi yang efektif agar dapat meminimalkan dampak
dari distorsi dalam komunikasi dalam penyampaian training.
f. Membuat peserta mengetahui cara, teknik, alat apa saja yang dapat digunakan dalam
training sehingga dapat menggunakan sesuai dengan saat dan kondisi yang tepat.
g. Mengetahui reaksi-reaksi peserta khususnya reaksi yang dapat mengganggu jalannya
training dan cara mengatasinya.
C. WAKTU:
- 2 Hari
D. TEMPAT:
- Kelas
E. KELOMPOK AKTIVITAS:

F. METODE:
- Permainan
- Ceramah

G. ALAT:
- Laptop
- LCD Projector
- Sound system

H. AKTIVITAS:
Fasilitator adalah orang yang memberikan bantuan dalam memperlancar proses komunikasi
sekelompok orang, sehingga mereka dapat memahami atau memecahkan masalah bersama-sama.
Fasilitator bukanlah seseorang yang bertugas hanya memberikan pelatihan, bimbingan nasihat
atau pendapat. Fasilitator harus menjadi nara sumber yang baik untuk berbagai permasalahan.
Tugas dan Wewenang
1. Menata acara belajar, menyiapkan materi, dan penyajian materi sesuai dengan bidangnya.
2. Menata situasi proses belajar.
3. Mengintensifkan kerjasama dan komunikasi antar anggota kelompok.
4. Mengarahkan acara belajar dan menilai bahan belajar sesuai dengan modul.
5. Mengadakan bimbingan pada diskusi kelompok, memberikan umpan balik/feedback
kepada anggota kelompok.
6. Apabila dalam diskusi terdapat pembicaraan yang keluar jalur, Fasilitator juga bertugas
sebagai mediator/penengah untuk mengembalikan topic pembicaraan ke jalur yang benar.

7. Merumuskan kegiatan2 dan hasil2 kegiatan peserta.


8. Mengadakan evaluasi terhadap peserta dan proses pelatihan.
Tanggung Jawab
Tim Fasilitator bertanggung jawab agar persiapan dan kegiatan proses pembelajaran berhasil
sesuai dengan tujuan pelatihan.
Kemampuan Seorang Fasilitator
1. Berkomunikasi dengan baik
Fasilitator harus mendengarkan pendapat setiap anggota kelompok, menyimpulkan
pendapat mereka, menggali keterangan lebih lanjut dan membuat suasana akrab dengan
peserta diskusi kelompok.
2. Menghormati sesama anggota kelompok
Fasilitator harus menghargai sikap, pendapat dan perasaan dari setiap anggota kelompok.
3. Berpengetahuan
Fasilitator harus mempunyai pengetahuan yang cukup terhadap setiap persoalan yang
akan dibahas. Ia harus memiliki minat yang besar terhadap berbagai persoalan yang ada.
4. Memiliki Sifat Terbuka
Fasilitator harus dapat menerima pendapat atau sikap yang mungkin kurang sesuai yang
disampaikan oleh anggota kelompok. Fasilitator harus menanggapi hal tersebut di atas
dengan sikap terbuka, sambil tertawa atau bergurau
Teknik Fasilitator
Dalam melaksanakan tugas sebagai Fasilitator baik dalam menyampaikan materi pelatihan,
memberikan bimbingan atau diskusi, terdapat teknik-teknik, sbb:
Pencairan Suasana
Maksud pencairan suasana adalah agar suasana diskusi kelompok menjadi tenang, nyaman,
santai dan tidak beku/tegang. Maka Fasilitator harus memperlihatkan raut wajah yang ramah,
banyak senyum serta dalam memberikan contoh atau celetukan yang lucu tetap dalam suasana
terkendali. Waktu untuk pencairan suasana cukup maksimal 10 menit, dan hal ini dilakukan pada
saat pertemuan pertama.

Ceramah
Ceramah adalah menyampaikan materi kepada anggota kelompok agar pesan dan kesan yang
benar dapat dipahami oleh peserta. Untuk memudahkan digunakan alat Bantu seperti buku,
flipchart, white board, dll. Waktu yang diperlukan untuk ceramah disesuaikan dengan banyaknya
materi yang akan dibahas.
Diskusi
Diskusi adalah pendalaman materi yang dilakukan secara komunikasi 2 arah, sehingga akan
memberikan arti lebih mendalam bagi anggota kelompok. Fasilitator bertindak sebagai penegnah
dan memberikan kesempatan berbicara pada semua anggota kelompok, agar anggota juga merasa
lebih dihargai pengetahuan atau pendapatnya.
Permainan

Kuis
Permainan kuis adalah cara mudah bagi kelompok untuk mengulang atau mengingat
kembali materi yang telah disampaikan agar kita yakin bahwa isi dari materi telah dapat
dimengerti sepenuhnya oleh peserta kelompok.
Contoh dari kuis adalah penggunaan kartu2 yang berisi pernyataan dengan jawaban
mudah yaitu Ya atau Tidak, atau Benar atau Salah. Beberapa pernyataan sengaja dibuat
salah, sehingga jawaban yang benar harus diterangkan oleh peserta kelompok. Sedangkan
bagi beberapa pernyataan yang benar, fasilitator hanya bertugas untuk menegaskan
kebenaran pernyataan tersebut.

Bermain Peran
Permainan peran adalah cara yang sangat efektif untuk belajar bersikap secara benar bagi
peserta dan sangat membantu peserta kelompok apabila mereka menemukan masalah
yang nyata di kemudian hari. Untuk permainan ini dapat dibuat kartu2 cerita, kasus atau
dialog yang dibuat untuk permainan individual maupun kelompok.

Membangun Komunikasi: Jangan memakai bahasa yang terlalu resmi. Untuk mencairkan
suasana, sesekali boleh menggunakan istilah2 yang berkembang di kalangan muda, seperti
bahasa gaul atau jargon2 yang popular di televise atau di daerah anda.

Jangan menggurui. Ajaklah mereka berdiskusi mengenai keadaan dan masalah yang sedang
dihadapi dengan menghormati sudut pandang mereka.

Materi X = Critical Thinking


A. DESKRIPSI SINGKAT
Berpikir kritis adalah sebuah keahlian atau cara yang berguna dan penting dalam
pengembangan profesi, karir, maupun kehidupan. Selain itu, berpikir secara jernih dan
sistematis, dapat meningkatkan kemampuan untuk mengekspresikan gagasan secara lebih
komprehensif. Artinya, berpikir kritis secara tidak langsung menambah kemampuan ber-bahasa
dan keahlian presentasi dari orang tersebut.
B. TUJUAN AKTIVITAS:
C. WAKTU:
- 30 menit
D. TEMPAT:
- Kelas
E. KELOMPOK AKTIVITAS:
F. METODE:
- Permainan
- Ceramah
G. ALAT:
- Laptop
- LCD Projector
- Sound system

H. AKTIVITAS

Materi XI = Bullying
A. DESKRIPSI SINGKAT
Bullying adalah perilaku agresif yang disengaja dan berulang untuk menyerang target
atau korban, yang secara khusus adalah seseorang yang lemah, mudah diejek dan tidak bisa
membela diri. Bullying dapat terjadi di mana saja, tidak hanya di lingkungan sekolah, namun
juga di tempat kerja ataupun rumah. Apabila tidak dilakukan tindakan pencegahan yang
memadai terhadap bullying tersebut maka dapat memberikan pengaruh negatif terhadap
lingkungan serta individu yang berada di dalamnya.
B. TUJUAN AKTIVITAS:
C. WAKTU:
- 30 menit
D. TEMPAT:
- Kelas
E. KELOMPOK AKTIVITAS:
F. METODE:
- Permainan
- Ceramah
G. ALAT:
- Laptop
- LCD Projector
- Sound system
H. AKTIVITAS:

Materi XII = Motivation


A. DESKRIPSI SINGKAT
Setiap orang dalam menjalani kehidupan akan menghadapi tekanan-tekanan yang
seringkali membuat seseorang dalam kondisi kehilangan motivasi atau biasa disebut demotivasi.
Selain itu, demotivasi juga dapat terjadi walaupun seseorang tidak sedang menghadapi
tantangan-tantangan khusus, misalnya saat menghadapi kejenuhan. Oleh karena itu, suatu
pelatihan mengenai motivasi dapat berguna untuk menemukan dan menumbuhkan kembali
semangat yang sempat padam.
B. TUJUAN AKTIVITAS:
C. WAKTU:
- 1 Hari
D. TEMPAT:
- Kelas
E. KELOMPOK AKTIVITAS:
F. METODE:
- Permainan
- Ceramah
G. ALAT:
- Laptop
- LCD Projector
- Sound system
H. AKTIVITAS

Materi XIII = Manajemen Konflik


A. DESKRIPSI SINGKAT
Dalam kehidupan tentu perbedaan pendapat adalah suatu hal yang wajar terjadi. Akan
tetapi, perlu dihindari agar perbedaan pendapat tersebut terus meruncing hingga memancing
terjadinya suatu konflik. Dalam definisi, konflik adalah sikap saling mempertahankan diri
sekurang-kurangnya diantara dua kelompok, yang memiliki tujuan dan pandangan berbeda,
dalam upaya mencapai satu

tujuan sehingga mereka

berada dalam posisi oposisi, bukan

kerjasama. Untuk dapat menangani konflik dengan baik maka diperlukan suatu keahlian yang
biasa disebut dengan istilah manajemen konflik.
B. TUJUAN AKTIVITAS:
a. Peserta mampu mengidentifikasi tanda-tanda potensial terjadinya konflik
b. Peserta mampu men
C. WAKTU:
- 120 menit
D. TEMPAT:
- Kelas
E. KELOMPOK AKTIVITAS:
F. METODE:
- Permainan
- Ceramah
G. ALAT:
- Laptop
- LCD Projector
- Sound system
H. AKTIVITAS

Materi XIV = Presentation Skill


A. DESKRIPSI SINGKAT
Pesan yang sangat penting akan efektif disampaikan apabila dikemas dalam format
presentasi yang baik dan disampaikan dengan standar dan cara-cara yang baik pula. Melalui
pelatihan ini, peserta akan belajar prinsip-prinsip dasar presentasi dan beberapa tips dan teknik
presentasi

termasuk

pengenalan

dan

penggunaan

media

presentasi.

Pengalaman

mempresentasikan suatu topik di depan peserta lain dan memperoleh feedback terhadap
presentasi yang dibawakan akan membantu peserta mengembangkan kemampuannya
B. TUJUAN AKTIVITAS:
a. Peserta memahami prinsip-prinsip dasar melakukan presentasi kepada audience
b. Belajar dari pengalaman pribadi mempresentasikan suatu topik dengan menggunakan
teknik presentasi yang benar.
c. Belajar menguasai diri dan menguasai kelas atau audience melalui kemampuan
menyajikan presentasi
d. Mampu menjawab pertanyaan dan meberikan feedback dalam komunikasi yang positif
e. Mampu memilih dan menentukan metode dan media penyampaian informasi dengan
tepat.
C. WAKTU:
- 1 Hari
D. TEMPAT:
- Kelas
E. KELOMPOK AKTIVITAS:
a. Prinsip dasar presentasi yang benar
b. Teknik pembelajaran orang dewasa
c. Memimpin diskusi kelas
d. Memilih media yang akan digunakan
e. Membuat rencana pengajaran

f. Menangani aktivitas pembelajaran

F. METODE:
- Permainan
- Ceramah
- Role Play
- Diskusi Kelompok
G. ALAT:
- Laptop
- LCD Projector
- Sound system

H. AKTIVITAS:

Materi XV = Integritas
A. DESKRIPSI SINGKAT
Integritas (Integrity) adalah bertindak konsisten sesuai dengan nilai-nilai dan kebijakan
organisasi serta kode etik profesi, walaupun dalam keadaan yang sulit untuk melakukan ini.
Dengan kata lain, satunya kata dengan perbuatan. Mengkomunikasikan maksud, ide dan
perasaan secara terbuka, jujur dan langsung sekalipun dalam negosiasi yang sulit dengan pihak
lain.
B. TUJUAN AKTIVITAS:
C. WAKTU:
- 30 menit
D. TEMPAT:
- Kelas
E. KELOMPOK AKTIVITAS:

F. METODE:
- Permainan
- Ceramah
G. ALAT:
- Laptop
- LCD Projector
- Sound system
H. AKTIVITAS

Materi XVI = Outbond


A. DESKRIPSI SINGKAT
Banyak kalangan menyadari bahwa sulit bagi suatu organisasi untuk dapat menunjukkan
performa maksimal bila suasana antara anggota kurang solid, kurang terdapat rasa tanggung
jawab dan rasa memiliki yang terbatas. Untuk meningkatkan performa organisasi dirasakan
penting untuk para anggotanya dilengkapi dengan aktivitas pembangunan tim dan karakter
(character and team building) dan nampaknya pengalaman secara outdoor, atau disebut juga
dengan outbond, yang tidak membedakan antara individu sangat kondusif untuk meningkatkan
interaksi yang efektif.
B. TUJUAN AKTIVITAS:
a. Membawa setiap peserta mengerti pentingnya kebersamaan tim dalam mencapai tujuan.
b. Membangkitkan semangat juang peserta dalam menghadapi tantangan, dan keyakinan
bahwa kebersamaan dapat menyelesaikan masalah.
c. Mencairkan kekakuan hubungan antara anggota untuk menjadi bonding bagi kepentingan
bersama.
d. Memberikan kesegaran fisik dan psikis melalui aktivitas kebersamaan yang
menyenangkan
C. WAKTU:
- 2 Hari
D. TEMPAT:
- Kelas
E. KELOMPOK AKTIVITAS:

F. METODE:

a.

In door

b.

Games dan Role Play

c.

Outbound activities

d.

Recreational

G. ALAT:
- Laptop
- LCD Projector
- Sound system

H. AKTIVITAS:

Materi XVII = Ice Breaking + Games


A. DESKRIPSI SINGKAT
Istilah ice breaking sering dipakai dalam training dengan maksud menghilangkan
kebekuan-kebekuan di antara peserta latihan, sehingga mereka saling mengenal, mengerti dan
bisa saling berinteraksi dengan baik antara satu dengan yang lainnya. Hal ini dimungkinkan
karena perbedaan usia, sosial ekonomi, dan sebagainya akan menyebabkan terjadinya dinding
pemisah antara peserta yang satu dengan yang lainnya. untuk melebur dinding-dinding
penghambat tersebut, diperlukan sebuah proses ice breaking.
B. TUJUAN AKTIVITAS:
a. Terciptanya kondisi-kondisi yang equal (setarap) antara sesama peserta dalam forum
training.
b. Menghilangkan sekat-sekat pembatas di antara peserta, sehingga tidak ada lagi anggapan
si pintar, si bodoh, si kaya, si bos dan lain sebagainya, yang ada hanyalah kesamaan
kesempatan untuk maju.
c. Terciptanya kondisi yang dinamis di antara peserta
d. Menimbulkan kegairahan (motivasi) antara sesama peserta untuk melakukan aktivitas
selama training berlangsung.
C. WAKTU:
- 2 Jam
D. TEMPAT:
- Kelas
E. KELOMPOK AKTIVITAS:
a. Pengenalan mengenai Ice Breaking
b. Tujuan dan kegunaan Ice Breaking
c. Simulasi berbagai macam Ice Breaking dan Games

F. METODE:
a.Metode Ceramah
Pelatih melakukan terlebih dahulu ceramah pembuka yang pada hakikatnya menjelaskan tentang
beberapa hal, antara lain : pentingnya kesatuan dalam suatu komunitas, persamaan hak di antara
sesama peserta, perlakukan yang sama,

tim building, kesadaran potensi, kerjasama antar

kelompok dll.
b. Metode Studi Kasus
Memberikan kesempatan kepada peserta untuk ikut andil memecahkan persoalan-persoalan
praktis sehari-hari yang ditawarkan oleh pelatih, tujuannya adalah ;
- Untuk melihat potensi awal yang dimiliki masing-masing peserta baik dari segi afektif,
kognitif maupun psikomotornya.
- Membiasakan peserta untuk berinteraksi dengan kelompoknya yang baru, dengan bertanya,
menanggapi atau mengamati peserta lain.
- Memberikan pengertian bahwa sejak hari itu mereka akan menjadi sebuah keluarga (sanak
famili) sampai kapanpun.
c.Metode Sinetik
Sebuah metode pengembangan sumbang saran, dimana dalam suatu pemecahan masalah
dipadukan berbagai pendapat dari berbagai disiplin ilmu sehingga memunculkan solusi yang
lebih kreatif terhadap persoalan yang muncul.
d.Metode Simulasi dan Permainan
Metode ini merupakan metode yang paling mudah dilakukan, pelatih mempersiapkan beberapa
permainan yang bertujuan untuk memecah kebekuan (ice breaking games) peserta. Tujuan
simulasi ini adalah :
- Terciptanya keakraban di antara peserta.
- Masing-masing peserta dapat menghafal nama dan beberapa identitas penting peserta
lainnya.

- Tertanamnya anggapan bahwa mereka adalah satu kesatuan (solidaritas) bila satu sakit,
yang lain akan ikut merasakannya.
G. ALAT:
- Laptop
- LCD Projector
- Sound system
H. AKTIVITAS:
a. Pengenalan Ice Breaking
Fasilitator memperkenalkan diri kepada para peserta mengenai pengertian
Ice Breaking, menjabarkan tujuan dan manfaat ice breaking, serta saat-saat
Ice Breaking dibutuhkan
(5 Menit)

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Saat Ice Breaking


a. Seorang pelatih haruslah mempunyai naluri (feeling) khusus yang kuat ketika melakukan
proses ice breaking. Ia harus tahu saat peserta sudah lebur atau belum dan masih harus
dileburkan. Ketika peserta belum lebur namun ice breaking sudah dihentikan, hal ini akan
menyusahkan sewaktu penyajian materi berikutnya.
b. Saat melakukan ice breaking, seorang pelatih harus sudah dapat mendeteksi, (minimal
beberapa orang dari peserta sudah masuk dalam memorinya) tentang potensi awal, sikap,
sifat dan karakteristik special seorang peserta.
c. Waktu yang disediakan untuk melakukan ice breaking sangat kondisional, tergantung
kepada tingkat keleburan peserta. Ada peserta yang mudah lebur dan ada yang sulit lebur,
karena perbedaan pendidikan, latar belakang, dll yang sangat signifikan. Oleh karena itu
seorang pelatih harus mempunyai beberapa jurus simpanan yang harus dikeluarkannya
bila peserta sulit mengalami peleburan antara satu dengan yang lainnya.
d. Menimbulkan kesan positif, seorang pelatih haruslah dipandang oleh peserta dalam
pandangan yang positif, baik dari segi pendapat, sikap, sifat dan interaksinya dengan

peserta, karena tidak menutup kemungkinan nanti seorang pelatih akan menjadi tempat
curhat paling dipercaya bagi peserta yang mengalami persoalan-persoalan khusus

Materi XVIII = Decision Making


A. DESKRIPSI SINGKAT
Mengambil Keputusan (Decision Making) adalah kemampuan untuk mengendalikan diri
(self control) dan tidak mudah terpancing oleh reaksi yang provokatif untuk dapat menentukan
suatu pilihan-pilhan yang akan diambil agar menghasilkan suatu kondisi yang terbaik.
B. TUJUAN AKTIVITAS:
a. Peserta dapat mengambil keputusan untuk tugas rutin berdasarkan prosedur kerja yang
jelas
b. Peserta dapat mengambil keputusan untuk tugas rutin secara mandiri
c. Peserta dapat mengambil keputusan untuk tugas non rutin
d. Peserta mampu mengambil keputusan yang beresiko namun situasinya lebih jelas
e. Peserta mampu dan berani mengambil keputusan walaupun situasinya tidak menentu.
Dalam hal ini ada unsur prediksi dan perhitungan resiko.
C. WAKTU:
- 120 menit
D. TEMPAT:
- Kelas
E. KELOMPOK AKTIVITAS:

F. METODE:
- Permainan
- Ceramah
G. ALAT:
- Laptop

- LCD Projector
- Sound system

H. AKTIVITAS

SUMBER :
http://www.andragogi.com/document2/ice_breaking.htm
http://vibizlearning.com/new/program