Anda di halaman 1dari 36

Makalah

Community Assessment
Tugas
Kepanitraan Klinik Ilmu Kesehatan Masyarakat
dan Ilmu Kedokteran Komunitas Sub Bagian Public Health Education

Oleh:
Ahmad Faisyar, S.Ked
Aidyl Fitrisyah, S.Ked
Andi Putra Siregar, S.Ked
Fadilla Octovini. S.Ked
Iis Martilopa, S.Ked
Dosen Pembimbing:
dr. Mariatul Fadillah, MARS
Dr. dr.M. Zulkarnain, M.Med.Sc, PKK
DEPARTEMEN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2011

HALAMAN PENGESAHAN

Makalah dengan judul

Community Assessment
oleh:
Ahmad Faisyar, S.Ked
Aidyl Fitrisyah, S.Ked
Andi Putra Siregar, S.Ked
Fadilla Octovini. S.Ked
Iis Martilopa, S.Ked
Telah diterima dan disetujui sebagai salah satu syarat untuk mengikuti Kepaniteraan
Klinik Senior di Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Kedokteran Komunitas
Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya.
Palembang, Maret 2011

Dosen Pembimbing

Dosen Pembimbing

dr. Mariatul Fadillah, MARS

Dr. dr. M. Zulkarnain, M.Med.Sc, PKK

ii

KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang
telah memberikan karunia dan rahmat-Nya serta kesehatan dan kesempatan sehingga
penulis dapat menyelesaikan makalah sebagai salah satu syarat dalam mengikuti
Kepaniteraan Klinik Senior di Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/ Ilmu
Kedokteran Komunitas Palembang, Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya.
Seiring dengan selesainya penulisan makalah yang berjudul Community
Assessment ini, penulis mengucapkan terima kasih dan rasa hormat kepada dr.
Mariatul Fadillah, MARS, dan Dr. dr. M. Zulkarnain, M.Med.Sc, PKK selaku
pembimbing makalah ini.
Kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan demi tercapainya hasil
yang lebih baik dan membawa manfaat bagi semua.
Akhir kata semoga makalah ini dapat bermanfaat serta dapat dijadikan
pertimbangan dan sumber informasi bagi pihak yang membutuhkan
Palembang, Maret 2011

Penulis

iii

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL.............................................................................................. i
LEMBAR PENGESAHAN.................................................................................... ii
KATA PENGANTAR............................................................................................. iii
DAFTAR ISI

...................................................................................................... iv

Bab I. Pendahuluan................................................................................................. 1
Bab II. Pembahasan ............................................................................................... 2
II.1. Definisi................................................................................................ 2
II.2. Urgensi................................................................................................ 2
II.3 Tujuan................................................................................................... 3
II.4 Indikator............................................................................................... 5
II.5 Prinsip-prinsip...................................................................................... 8
II.6 Panduan dasar....................................................................................... 11
II.7 Langkah-langkah.................................................................................. 12
II.8 Cara pengumpulan data........................................................................ 14
II.9 Evaluasi................................................................................................ 24
Bab III. Penutup ...................................................................................................... 26
Daftar Pustaka ...................................................................................................... 28

iv

BAB I
PENDAHULUAN
Bayangkan bahwa kita telah mengakui perlunya strategi komprehensif dalam
suatu komunitas. Strategi ini digunakan untuk mengumpulkan informasi awal untuk
mengukur konteks kerja sama, membentuk kemitraan, dan mengembangkan visi
bersama. Kita memerlukan informasi lebih lanjut untuk memandu usaha kita tersbut
dan itu dapat ditemukan melalui penilaian masyarakat/community assessment.
Community assessment adalah sebuah latihan dimana kemitraan kolaboratif
mengumpulkan informasi tentang kebutuhan dan permasalahan yang paling utama di
masyarakat atau komunitas dengan memperhatikan kekuatan dan kelemahan yang
ada pada masyarakat. Informasi didapat dari berbagai sumber terutama orang tua dan
anggota keluarga dan diperoleh dengan banyak teknik, termasuk wawancara, focus
groups, dan mengamati data demografis yang dikumpulkan oleh perwakilan
masyarakat setempat. Karena banyak jenis mitra yang berpartisipasi dalam
community assessment, seperti perencana strategi, staf program, administrator, guru,
orang tua, dan anggota masyarakat lainnya maka informasi yang dihasilkan adalah
luas, akurat, dan bermanfaat.
Community assessment berfokus pada aset lokal, sumber daya, dan aktivitas
serta kesenjangan, hambatan, atau kebutuhan yang muncul. Proses identifikasi dan
penilaian informasi ini akan membantu kemitraan kolaboratif.
Tulisan ini membahas definisi, urgensi, tujuan, prinsip, langkah dan cara
melakukan community assessment dan kelebihan dan kekurangan masing-masing
teknik pengumpulan informasi community assessment.

BAB II
PEMBAHASAN
II.1 Definisi
Community Assessment (CA) adalah pengumpulan dan analisa informasi
mengenai karakteristik dan kebutuhan suatu komunitas. Selain itu ada yang
mendefinisikan, community assessment adalah proses mengumpulkan, menganalisis
dan melaporkan informasi tentang kebutuhan dari komunitas serta kemampuan
komunitas tersebut untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Sebuah community
assessment dimulai dari mengumpulkan anggota-angota dari suatu kelompok,
menetapkan visi dan memprioritaskan isu-isu yang membutuhkan perubahan.
Perpaduan ini merupakan upaya antara anggota komunitas untuk membuat sebuah
community assessment, termasuk menentukan tenaga profesional yang memiliki
keahlian dalam menyelesaikan pokok masalah.
II.2 Urgensi
Sebuah rencana perubahan pada suatu komunitas dimulai dari adanya pemikiran
untuk membuat perubahan. Anggota dari suatu kelompok seringkali menyadari
mereka tidak memiliki ilmu pengetahuan yang cukup untuk membuat keputusan
tentang rencana aksi. Para anggota kemudian sering mendasarkan keputusan mereka
melalui cerita atau anekdot yang mereka dengar dari para anggota lainnya dan
penduduk di luar anggota perencanaan komunitas tersebut. Kadang-kadang
pengertian dari anekdot ini bertentangan antara visi dan pelaksanaan rencana. Tim
perencana juga menyadari bahwa diperlukan lebih dari satu rencana untuk
menyempurnakan visi. Tentu saja, sekalipun visi itu bagi beberapa anggota
bermanfaat dan bagi sebagian anggota tidak. Hasil dari merancang community
assessment yang baik tersebut diperoleh melalui metode penelitian terhadap
pendapat-pendapat yang diperoleh dari seluruh anggota dalam komunitas.

Merancang community assessment yang baik akan terlihat melalui adanya


penerimaan dari setiap anggota terhadap informasi yang akan diberikan. Community
assessment juga dapat digunakan untuk menaksir dan menyamaratakan kesadaran
dari isu-isu yang menjadi permasalahan poko dan untuk meningkatkan minat
penduduk dalam membuat perubahan.

Akhirnya, yayasan dan institusi yang

membiayai dan menyediakan sumber dana bagi penerapan rencana seringkali


membutuhkan penilaian formal dari kebutuhan dan sumber dana.
II. 3 Tujuan
Tujuan utama Community Assessment adalah untuk membuat keputusan
tentang rancangan program dan layanan berbasis informasi dimana yang akan
dikumpulkan dan dianalisis. Penilaian Community Assessment ditujukan untuk
mengidentifikasi isu-isu dan tren yang dapat menyebabkan dampak terbesar pada
suatu komunitas.
Pada akhirnya, manfaat menyelesaikan laporan Community Assessment ialah
untuk membuat, merencanakan dan mengevaluasi program baik di tingkat penerima
maupun pada tingkat federal. Keputusan tidak terbatas pada pilihan program, pusat
lokasi, dan bagaimana layanan akan diterima oleh anggota komunitas. Communtity
Assesment memungkinkan untuk menentukan apakah telah terjadi perubahan
kebutuhan penduduk di suatu wilayah. Hasil program Community Assesment dapat
digunakan untuk mengidentifikasi potensi masyarakat, menangkap kecenderungan
data internal dan eksternal, upaya advokasi dukungan, dan perencanaan program.
Alasan dasar untuk melakukan Community Assessment:
1.

Pengambilan Keputusan dan Perencanaan Program

Community Assessment merupakan suatu bagian integral dari proses


perencanaan dari suatu komunitas. Community Assesment adalah dasar untuk
mendesain rencana layanan, memilih mitra masyarakat, menciptakan kolaborasi dan
melaksanakan pelayanan komprehensif yang memenuhi kebutuhan komunitas.

Dewan Kebijakan diharuskan untuk membuat keputusan tentang pilihan


program, lamanya kegiatan, daerah perekrutan, tujuan program, dan rekrutmen serta
seleksi prioritas dengan menggunakan informasi yang diperoleh dari Communtity
Assesment yang akan mendukung proses pengambilan keputusan.
2.

Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia.

Community Assessment yang komprehensif adalah cara yang efektif untuk


mendidik staf, orang tua, dan penasihat kebijakan komunitas tentang kekuatan
kebutuhan, karakteristik keluarga dan masyarakat. Hal ini dapat digunakan untuk
mengarahkan staf baru dan relawan agar rencana pelatihan dapat berjalan
sebagaimana mestinya.
3.

Sumber Komunitas

Proses Community Assessment dapat membantu mengidentifikasi kebutuhan


alternatif masyarakat, sumber daya, terutama lembaga-lembaga yang biasanya tidak
memberikan pelayanan kepada suatu komunitas. Pengumpulan informasi dan
pendapat dari kelompok masyarakat dan lembaga dapat meningkatkan kesadaran
masyarakat.
4.

Pembelaan

Program community assessment, dalam hubungannya dengan masyarakat,


diharapkan dapat memperbaiki kualitas hidup pada suatu komunitas. Kerja sama
dapat mengakibatkan peningkatan jasa, penggunaan optimal sumber daya yang ada,
atau perluasan/penciptaan layanan baru. Community Assesment menunjukkan
perlunya advokasi dan pemberian informasi untuk membantu menentukan prioritas.
5.

Menanggapi Mengubah Kebijakan dan Program

Perubahan prioritas seperti kesejahteraan merupakan tantangan reformasi staf


program. Community Assesment dapat membantu program dan menjawab tantangan
tersebut dengan merumuskan tujuan dan sasaran yang tepat.
6.

Menerapkan Dana dalam Tambahan Grant Mulai Kepala Dasar

Community Assessment dapat digunakan untuk mengembangkan programprogram baru, peningkatan kebutuhan layanan, dan mengidentifikasi pendanaan
khusus untuk program-program untuk mengatasi kebutuhan pada suatu komunitas.
II. 4 Indikator
Indikator yang berguna untuk pengamatan suatu komunitas adalah:
a. Masalah Kesehatan

Rata-rata imunisasi untuk anak-anak yang masih muda

Persentase bayi dengan berat lahir rendah

Tingkat perawatan prenatal

Tingkat kelahiran untuk ibu tunggal di bawah 8 tahun

b. Kondisi Ekonomi

Tingkat kemiskinan

Jumlah siswa yang menerima makan siang dengan pengurangan/bebas harga

Dewasa muda di sekolah atau dipekerjakan

Tingkat mobilitas perumahan

c. Tingkat Sukses Sekolah

Pengukuran prestasi akademik dalam melewati materi pelajaran di kelas

Tingkat mobilitas pelajar

Putus sekolah dan tingkat retensi-kelas

d. Masalah Keluarga

Jumlah penempatan anak asuh

Jumlah keluarga di daftar tunggu tempat penitipan anak

Jumlah kasus Aid to Families with Dependent Children (AFDC)

e. Perkembangan Anak Usia Dini

Tingkat mulai awal dan partisipasi prasekolah

Persentase anak-anak dengan kebutuhan khusus

Tingkat pengasuhan remaja


Proses dalam melakukan community assessment melibatkan pengamatan

masyarakat untuk mencari informasi yang ada, mengembangkan sebuah focus group,
mengidentifikasi aset masyarakat dan sejauh mana mereka dapat diakses oleh orangorang yang bisa mendapatkan keuntungan dari mereka, dan menganalisis informasi
yang diperoleh.
Penilaian masyarakat dilakukan secara menyeluruh dengan melihat seluruh
aspek, sistem, dan anggota masyarakat untuk mempelajari lebih lanjut tentang
keadaan yang kemitraan telah diidentifikasi sebagai penting untuk visi. Hal
mengumpulkan informasi dari berbagai individu dan kelompok dalam masyarakat;
jenis informasi tergantung pada fokus kemitraan dan sumber daya yang dapat
memanfaatkan untuk melakukan penilaian. Kebanyakan penilaian dimulai dengan
perakitan dan membandingkan informasi yang telah dikumpulkan oleh berbagai
instansi masing-masing. Tapi Anda juga mungkin ingin mengumpulkan informasi
segar dari keluarga dan anggota masyarakat melalui wawancara, focus group, dan
forum-forum publik.
Pendekatan konseptual dalam community assessment merupakan gabungan
dari 3 model yaitu deskriptif, epidemiologikal, dan ekologikal.
1. Deskriptif
Kekuatan terbesar model desktiptif adalah model ini terfokus pada
masyarakat. Dengan menggunakan model ini kita dapat secara objektif
memantau suatu masyarakat secara alami sehingga mendapatkan banyak input
yang tak ternilai. Namun, model deskriptif juga memiliki kelemahan yaitu
preconceive notion (gagasan sebelumnya) dan bias dari penilai yang akan
membuat community assessment menjadi tidak akurat.

2. Epidemiologikal
Kekuatan model epidemiologikal adalah dapat digunakan ketika
menghadapi masalah yang tidak dikenal dan membutuhkan perhatian lanjut.
Selain itu, dengan menggunakan model epidemiologikal kita juga mampu
membantu mengidentifikasi sumber daya dan jenis-jenis intervensi, dimana
hal ini akan sangat diperlukan dalam mengidentifikasi kebutuhan. Kelemahan
utama model ini adalah ketidakmampuan untuk memunculkan persepsi
masyarakat mengenai suatu masalah yang terjadi. Selain itu, model
epidemiologikal juga tidak mengarah pada kekuatan komunitas serta tidak
menyediakan pandangan holistik mengenai suatu masyarakat.
3. Ekologikal
Kekuatan terbesar model ini adalah berorientasi sistem dan harmonis dengan
model Neuman Health Care Systems. Model ini efektif dalam menentukan fokus dari
sebagian besar masyarakat. Namun kelemahannya, model ekologikal tidak spesifik
dalam community assessment, namun lebih spesifik digunakan dalam menentukan
fokus dalam kegiatan community assessment.
II. 5 Prinsip-prinsip
Adapun beberapa prinsip community assessment adalah sebagai berikut:
1. Membangun hubungan kemitraan
Pada prinsipnya membangun hubungan kemitraan adalah dasar proses
Community Assessment. Landasan nyata dari suatu community assesment adalah
hubungan yang terjalin antara orang dan organisasi yang ada dalam masyarakat
tersebut serta saling mempercayai adalah kunci utama dalam melakukan community
assesment. Kemitraan sangat berguna dalam melakukan community assesment
karena banyak keuntungan yang dapat diambil dari masing-masing mitra. Sebuah
kemitraan umumnya terdiri dari warga masyarakat, lembaga-lembaga publik, dan

organisasi berbasis masyarakat. Setiap anggota memainkan peran penting dalam


membawa sumber daya untuk community assesment. Untuk melakukan community
asssessment, kita dapat membangun hubungan yang ada untuk membentuk
kemitraan atau mendirikan kemitraan yang baru. Terlepas dari apakah itu kemitraan
baru atau yang ada, di belakang masing-masing kemitraan yang sukses adalah
hubungan saling percaya antar para mitra. Sedangkan kemitraan yang sukses adalah
di mana mitra:

memiliki kekuatan sama untuk pengambilan keputusan dan pemecahan masalah

hubungan saling menguntungkan

terbuka untuk mendengarkan ide dan pendapat orang lain

sabar dan mau bekerja melalui perbedaan

saling percaya komitmen (waktu, sumber daya) untuk tujuan bersama

bertindak atas hasil bersama

menunjukkan tanggung jawab dan kepekaan terhadap mitra lain

berkomunikasi dengan baik satu sama lain

2. Pengembangan kapasitas komunitas


Community Assesment harus mengembangkan kapasitas komunitas

untuk

memecahkan masalah dan meningkatkan kekuatan dalam komunitas tersebut. Prinsip


ini didasarkan pada keyakinan bahwa masyarakat memiliki individu, organisasi, dan
institusi yang dapat bersama-sama memahami, membuat keputusan dan menjalankan
tindakan-tindakan untuk keuntungan komunitas mereka. Kapasitas komunitas
meliputi komitmen, sumber daya, dan kemampuan dalam komunitas tersebut yang
dapat dikembangkan dalam peningkatan kekuatan komunitas dan pemecahan
masalah. Dalam rangka melakukan

perubahan masyarakat, penting untuk

membangun kapasitas warga masyarakat sehingga di masa depan mereka dapat

mengembangkan keterampilan mereka sendiri untuk melakukan penilaian. Peran


profesional adalah untuk bermitra dengan masyarakat, membantu memfasilitasi
pengembangan kapasitas komunitas dan mendorong perubahan dalam kondisi sosial
dan lingkungan yang mempengaruhi masyarakat.
Melalui Community Assesment, suatu komunitas memperoleh keterampilan
untuk mengumpulkan informasi yang mereka butuhkan. Mereka akan mampu
menggunakan keterampilan di masa depan dengan sedikit bantuan dari Departemen
Kesehatan Masyarakat atau organisasi. Melakukan penilaian lingkungan juga
merupakan proses pembangunan kapasitas Departemen Kesehatan Masyarakat dan
organisasi-organisasi mitra lainnya. Pengetahuan dan keterampilan di transfer dari
masyarakat untuk staf Kesehatan Masyarakat dan organisasi mitra lainnya.
3. Community driven process
Prinsip utama lainnya adalah bahwa proses community assesment perlu
dikendalikan oleh warga masyarakat. Ini berarti bahwa masyarakat memutuskan
apakah mereka ingin melakukan community assessment, apa yang mereka inginkan
untuk dinilai, bagaimana mereka ingin melakukannya, bagaimana mereka ingin
menyajikan hasil, dan bagaimana mereka ingin menggunakan hasil untuk tindakan
masyarakat. Intervensi berbasis masyarakat adalah yang paling berhasil bila
masyarakat memiliki peran sentral dalam mengidentifikasi masalah dan menentukan
intervensi. (Institute of Medicine,988). Di suatu komunitas, warga masyarakat adalah
pusat untuk merancang dan mengembangkan penilaian. Staf dari Departemen
Kesehatan Masyarakat hanya menyediakan sumberdaya, keterampilan teknis dan
bimbingan untuk menyelesaikan penilaian.
4. Emphasizing community assets

Penekanan pada aset masyarakat sejalan dengan prinsip peningkatan kapasitas


masyarakat. Aset

masyarakat berasal dari individu, kelompok, organisasi, dan

institusi. Berikut adalah beberapa contoh aset masyarakat.


Kualitas Warga
Warga yang suka membaca
Warga yang suka berkebun
Warga yang suka menjadi relawan
Organisasi dan sumber daya lainnya

Aset
Bisa menjadi mentor anak-anak, membaca
untuk orang tua yang sudah rabun
Dapat berbagi informasi tentang berkebun
Dapat menjadi bagian dalam kegiatan
siskamling
Mungkin dapat menyumbangkan uang atau
jasa

Aset masyarakat harus diidentifikasi oleh warga yang tinggal di daerah tersebut. Hal
ini sering sulit bagi orang yang tidak tinggal di daerah tersebut untuk mengetahui apa
yang ada, atau yang di dapat dari aset tersebut. Aset komunitas adalah sumber daya
dalam masyarakat yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup.
Menghubungkan aset individu dan kelompok dapat meningkatkan kekuatan seluruh
masyarakat. Selain itu, proses identifikasi aset masyarakat membantu warga untuk
lebih baik memanfaatkan sumber daya yang ada di komunitas mereka dan
mengembangkan keterampilan yang dapat mereka gunakan dalam penilaian masa
depan atau dalam memecahkan masalah.
II.6 Panduan dasar
Panduan dasar community assessment:
1. Pendapat kemitraan harus menjadi panduan community assessments
Visi menunjukkan arah informasi yang anda butuhkan dalam melakukan aksi,
semakin jelas pernyataan visi, maka penilaian akan lebih terfokus dan berguna.
Merujuklah pada visi anda dalam memilih informasi apa yang akan dicari dan
bagaimana cara menginterpretasikannya. Jika pernyataan visi menekankan pada

10

pencegahan, maka diantara hal-hal lain, penilaian anda akan terfokus pada kesehatan
dan nutrisi pada anak.
2. Penilaian harus terfokus pada topik-topik yang spesifik
Jangan coba untuk mengarahkan semua topik atau anda akan kewalahan dan
kehilangan pandangan mengenai apa yang anda coba selesaikan.
3. Penilaian merupakan proses berkelanjutan
Penilaian yang berkelanjutan dapat memberikan kesempatan kemitraan untuk
merespon kondisi perubahan.
4. Penilaian yang akurat dapat meninjau masyarakat dari banyak perspektif
Akurasi penilaian dapat mengenali keanekaragaman budaya, bahasa, etnis dan
ekonomi. Informasi dari berbagai stakeholder yang beragam termasuk keluarga,
anggota masyarakat, dan staf perwakilan menghasilkan sebuah gambaran yang lebih
komplit mengenai suatu masyarakat. Pandangan tiap orang berbeda-beda mengenai
suatu program, perwakilan, pelayanan, penyusunan strategi dan hubungan antara staf
perwakilan dan anggota masyarakat.
5. Penilaian yang efektif dapat melihat keanekaragaman dalam masyarakat
secara mendalam
Grup etnis seringkali memiliki pendapat yang berbeda mengenai pelayanan,
karena itu anda boleh saja memisahkan beberapa informasi berdasarkan kelompok
etnis. Anda juga harus memperhatikan bahwa beberapa kelompok bisa saja secara
etnis sama, namun berbeda dalam bahasa dan budaya.
6. Koordinator informasi dapat memfasilitasi pengumpulan informasi
Peran sebagai koordinator biasanya diisi oleh anggota staf yang berasal dari
organisasi mitra seperti sekolah di wilayah tersebut, ataupun departemen kesehatan
dan pelayanan warga. Seorang koordinator harus memiliki pengetahuan utama
mengenai masyarakat dan memahami dengan seksama mengenai visi masyarakat.
II. 7 Langkah-langkah

11

Langkah-langkah dalam melakukan community assessment bervariasi,


tergantung pada masalah perencanaan yang dihadapai masyarakat. Kelompok
perencanaan sebaiknya sudah memulai pekerjaan dalam mempersiapkan community
assessment yaitu dengan memasukkan pemangku kepentingan (stakeholders),
mengembangkan visi untuk masa depan komunitas, dan membuat daftar pertanyaan
yang perlu dijawab oleh penilaian masyarakat. Ada lima langkah dasar dalam proses
Community Assesment:
Langkah 1: Merencanakan dan Mengatur
Langkah 2: Rancangan Pengumpulan Data
Langkah 3: Mengumpulkan Data
Langkah 4: Data Review dan Analisa Data
Langkah 5: Membuat Keputusan
Objek
Mengenal karakter masyarakat yang akan diberi informasi akan menjadi
proses yang panjang. Idealnya, jika waktu dan sumber daya memadai, data dapat
dikumpulkan dari siapa saja (kerangka sampling) di suatu tempat yang mempunyai
karakter yang diminati, namun pengumpulan data dari tiap orang jarang terjadi.
Sering sampel acak dipilih. Sampel adalah kelompok kecil yang diminta
untuk ikut serta memberikan informasi. Sampel acak jika tiap orang yang berada
dalam kerangka sampel memiliki kesempatan yang sama untuk sebuah sampel. Jika
anda mengumpulkan informasi menggunakan sampel acak, daftar dari tiap orang
dengan mengenal karakter daerah yang dilakukan penilaian terkadang sulit untuk
diperoleh.
Untuk bukan sampel acak seperti grup, penting untuk memperhatikan orang
yang akan memberikan informasi dalam suatu populasi. Tanpa memperdulikan
mekanisme sampel. Harus dipertimbangkan untuk memberikan pertanyaan, jumlah

12

pertanyaan, dan kuisoner yang dikirim, cara kuisoner dibuat.(ukuran, jarak tulisan,
menarik perhatian responden).
Pengumpulan data
Dalam mengumpulkan data kita harus mengetahui siapa yang akan
mengumpulkan

data,

bagaimana

mengumpulkan

data,

dan

bagaimana

melaporkannya. Untuk itu dalam pengumpulan data diperlukan relawan dari grup kita
yang dapat menyalurkan kuisoner jika jumlah relawan memadai dan pelatihan
penyaluran relawan tersedia. Melakukan wawancara telepon, percakapan langsung,
fokus grup, dan beberapa metode lainnya membutuhkan pelatihan khusus dan
keterampilan. Sebuah kelompok harus mempertimbangkan seseorang yang memiliki
pengalaman diarea yang dipilih. Penelitian akan menghemat waktu untuk grup.
Grup sebaiknya mempunyai anggota yang berpengetahuan dalam membuat
dengan informasi yang telah dikumpulkan. Frekuensi dihitung untuk respon terhadap
pertanyaan. Kadang-kadang tambahan analisis yang melihat perbedaan respon antara
kelompok responden (misalnya, responden dengan tingkat pendidikan tinggi lebih
mungkin untuk menjawab pertanyaan dengan cara tertentu) dapat dilakukan oleh
orang dengan keterampilan dalam crosstabbing informasi.
Membuat pemindahan respon ke pertanyaan terbuka (untuk survei surat dan
telepon) dan komentar yang dikumpulkan menggunakan metode lain seperti fokus
grup, percakapan langsung sangat membantu. Namun, meringkas atau menganalisis
jenis informasi ini adalah proses subjektif. Seorang konsultan teknis dapat
memberikan ringkasan atau memandu Anda melalui langkah-langkah dalam membuat
ringkasan anda sendiri.
Pelaporan
Data pertama yang telah terkumpul, sangat membantu dalam menentukan
hasil akhir informasi di laporan. Bahkan lebih membantu bila dipakai ilustrasi berupa
grafik atau tabel yang sederhana untuk audiens awam. Data grafik dapat menjadi

13

proses teknik, tergantung pada sifat informasi. Penasehat teknik anda dapat
membantu anda dalam membuat grafik atau laporan.
II. 8 Cara pengumpulan data
Menilai kekuatan dan kelemahan komunitas adalah sebuah langkah awal yang
penting dalam perencanaan proyek pelayanan yang efektif. Dengan mengambil waktu
untuk belajar tentang isu-isu masyarakat anda, kelompok dapat membuat suatu
kesempatan baru untuk proyek pelayanan dan mencegah duplikasi dari aset
masyarakat yang telah ada.
Communities in Action (605A-EN) memberikan petunjuk rinci untuk
melakukan penilaian masyarakat yang efektif. Alat berikut dapat digunakan bersamasama dengan penilaian untuk memastikan bahwa proyek akan memenuhi kebutuhan
masyarakat dan membuat penggunaan terbaik dari sumber daya yang tersedia.
Kelompok-kelompok bisa mengadaptasi assesment murah ini sesuai masyarakat
mereka. Alat-alat Community assesment terdiri dari: survey, inventarisasi asset,
pemetaan masyarakat, jadwal kegiatan harian, kalender musiman, cefe masyarakat,
focus group, diskusi panel.
Cara dalam mengumpulkan data untuk melakukan community assessment, yaitu:
1. Fokus Grup
Sebuah focus group adalah kelompok kecil yang datang bersama-sama untuk
menanggapi serangkaian tertentu pertanyaan. Hal ini digunakan untuk mendengarkan
orang-orang dan mempelajari pendapat mereka tentang suatu topik. Informasi yang
dikumpulkan melalui diskusi kelompok tentang topik tertentu adalah data. Hasilnya
dapat digunakan untuk menjadi acuan kegiatan kelompok selanjutnya. Sebuah
kelompok fokus dapat:

Membawa ide-ide baru dan berbeda

Mengumpulkan informasi dalam waktu singkat

14

Mengumpulkan informasi yang luas pada satu topik

Menangkap lebih mendalam dan intensitas respon dari survei

Membangun informasi yang dikumpulkan melalui survei

Menjadi acuan tindakan masyarakat


Ada beberapa keterbatasan dalam menggunakan focus group untuk

mengumpulkan informasi. Misalnya, kelompok fokus tampaknya lebih rumit. Mereka


membutuhkan perencanaan yang matang dan difasilitasi oleh moderator yang terlatih.
Selain itu, kelompok fokus tidak selalu cepat dan murah. Mereka sering
membutuhkan

waktu

dan

perencanaan

untuk

mengembangkan

pertanyaan,

mengidentifikasi dan merekrut peserta, dan menganalisis informasi. Selain itu,


kelompok fokus mungkin bukanlah cara terbaik untuk mengumpulkan informasi jika
topik tersebut tidak nyaman untuk didiskusikan dalam kelompok (seperti praktekpraktek seksual, penyalahgunaan zat, dll)
Focus group adalah diskusi yang digunakan untuk menentukan preferensi atau
opini di dalam masyarakat tentang suatu masalah atau ide yang berkembang di
masyarakat. Selain memerlukan

perencanaan yang hati-hati focus grup juga

memerlukan seseorang yang terampil dalam memimpin diskusi. Focus group terdiri
dari kelompok kecil, dimana di dalam focus grup terdiri dari 5 sampai 8 orang yang
berasal dari golongan masyarakat yang berbeda. Di dalam focus group peserta
diminta menjawab serangkaian pertanyaan yang menjadi isu-isu di dalam masyarakat.
Focus group yang efektif akan tampak seperti sebuah wawancara pekerjaan
dari pada perdebatan atau diskusi kelompok. Beberapa klub atau kelompok
menggunakan focus group pada pertemuan kelompok untuk mempelajari lebih lanjut
tentang isu-isu di masyarakat. Namun, kadang-kadang focus grup juga akan
dilakukan dalam bentuk private dengan satu atau dua fasilitator dan satu orang untuk
mencatat atau merekam tanggapan dari peserta focus group.
Tujuan focus group adalah mengidentifikasi pendapat para peserta focus grup
mengenai masalah-masalah spesifik di dalam komunitas dan mengidentifikasi

15

bagaimana para peserta menyadari apakah masalah komunitas ini harus diatasi atau
tidak.
Contoh: Penelitian dilakukan di Desa Melati. Sebelum melakukan penelitian
kita telah melakukan survei terlebih dahulu mengenai masalah-masalah yang terdapat
di Desa Melati. Selanjutnya dari masalah-masalah tersebut kita memfokuskan ke satu
masalah yang akan dibahas dalam suatu diskusi, dimana di dalam diskusi tersebut
berisikan orang-orang yang memiliki peran penting di Desa Melati, seperti kepala
desa, kepala puskesmas, kepala karang taruna dan sebagainya.
2. Survei
Survei adalah cara untuk menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan
spesifik tentang pengetahuan masyarakat, pendapat, ide, dan tindakan. Survei
berguna untuk mendapatkan informasi dari yang kelompok yang besar. Kuesioner
yang sama digunakan untuk semua orang yang anda survei. Survei sering
mengumpulkan informasi yang dapat dihitung, seperti jumlah orang yang memiliki
anak. Ketika dilakukan dengan benar, survei dapat berbicara tidak hanya tentang
orang-orang yang menjawab pertanyaan, tetapi juga tentang populasi yang lebih besar
yang mereka wakili. Informasi Survei sangat membantu untuk kelompok masyarakat
pada waktu yang berbeda dengan alasan yang berbeda. Sebuah kelompok dapat
memilih untuk menggunakan survei ketika mereka ingin:

Tahu apa yang penting bagi komunitas yang lebih besar

Mengukur perubahan seiring waktu

Mendapatkan dukungan yang lebih dari komunitas

Mendapatkan informasi untuk proposal hibah

Mendapatkan informasi untuk mempengaruhi para pengambil keputusan

Lebih memahami kemungkinan perbedaan dan hubungan antara berbagai


indikator (contoh: hubungan antara berapa lama orang hidup dalam lingkungan
dan bagaimana mereka merasa tersambung ke lingkungan).

16

Saat grup mungkin tidak ingin melakukan survei bila:

Ada telah terlalu banyak survei dilakukan di masyarakat. Orang tidak suka harus
menanyakan pertanyaan yang sama dua kali. Oleh karena itu, grup perlu
meninjau penilaian sebelumnya yang dilakukan di masyarakat untuk memastikan
bahwa pertanyaan-pertanyaan yang ingin dijawab belum pernah dilaporkan.

Anda ingin hasil segera. Isu-isu Masyarakat dapat mendesak dan memerlukan
langsung tindakan. Survei bisa memakan waktu lama.

Anda sudah tahu masalah.

Anda tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk survei. Survei membutuhkan
sumber daya (waktu, pengembangan pertanyaan survei, staf, relawan, pelatihan, entri
data, dan analisis data).
Survei adalah salah satu metode paling dikenal dan paling populer untuk
menilai kekuatan dan kelemahan suatu komunitas. Survei bisa sangat sederhana,
dimana hanya menargetkan sekelompok kecil dari masyarakat, atau cukup kompleks,
dengan mengampel sampel yang besar dari suatu populasi. Sebuah survei yang baik
dapat memberikan informasi yang berguna dan mudah diukur.
Ukuran dan kompleksitas suatu survei akan tergantung pada sumber daya
keuangan kelompok penelitian dan kesesuaian dengan rancangan dan pelaksanaan
survei. Walaupun, survei komunitas bisa menjadi efektif dilakukan dengan uang
dalam jumlah sedikit kurang dan pilihan yang baik untuk banyak proyek.
Perencanaan yang cermat merupakan salah satu bagian yang paling penting
dari setiap kesuksesan sebuah survei. Desain beberapa survei dimulai dengan sebuah
tujuan, atau alasan mengapa survei akan dilakukan. Sebuah tujuan akan membantu
Anda menentukan apa jenis pertanyaan yang akan ditanyakan, bagaimana survei akan
dilaksanakan, dan siapa yang harus disurvei. Secara umum, paling baik membuat
survei yang singkat dengan pertanyaan pertanyaan yang mudah dimengerti.

17

Bagaimana survei akan disampaikan kepada orang lain juga harus


dipertimbangkan. Sebuah desain survei akan berubah tergantung pada metode
penyampaian (misalnya: melalui telepon, mail, internet, wawancara langsung). Harus
dipertimbangkan bagaimana cara komunikasi seseorang. Jika hanya sedikit orang di
komunitas Anda yang memiliki akses Internet, Anda mungkin bisa menggunakan
sebuah kertas survei atau sejenisnya yang diberikan pada tempat-tempat umum
seperti restoran atau pasar. Anda mungkin perlu untuk menggabungkan beberapa
metode penyampaian untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang masyarakat.
Uji survei pada sekelompok kecil orang sebelum dilakukan pada responden
target anda. Ini akan membantu anda mengidentifikasi kata-kata yang kurang tepat
pada pertanyaan atau kekurangan dalam desain survei yang mungkin menyebabkan
informasi menjadi tidak akurat.
Tujuan survei adalah identifikasi pendapat warga mengenai lingkungan
mereka.
Contoh: akan dilakukan penelitian pada Desa Melati yang berpenduduk 300 jiwa.
Peneliti dapat melakukkan survei kelompok besar pada keseluruhan populasi
penduduk Desa Melati atau mengambil sampel yang mewakili. Survei dirancang
sesuai dengan tingkat pemahaman masyarakat desa, dengan pertanyaan yang tidak
terlalu rumit sehingga mayarakat dapat mengungkapkan sebanyak-banyaknya
masalah dalam lingkungan mereka. Misalnya pertanyaan mengenai lingkungan:
Apakah keluarga anda menggunakan air sungai untuk keperluan sehari-hari, apakah
menurut anda air sungai bersih, dan lain-lain.
3. Wawancara mendalam
Wawancara mendalam adalah cara lain untuk mengumpulkan data. Setiap hari
kita sering melakukan wawancara informal kepada teman-teman atau rekan kerja kita
mengenai kehidupan mereka. Dalam community assesment keterampilan yang sama

18

digunakan untuk mengumpulkan informasi untuk suatu tujuan. Gunakan wawancara


untuk penilaian komunitas Anda bila Anda ingin:

Informasi mendalam mengenai topik tertentu dari seorang ahli

Pendapat masyarakat

Mendapatkan ide akurat dan menyeluruh

Tanggapan spontan

Informasi yang responden tidak mungkin ingin berbagi dalam kelompok, namun
mungkin bersedia untuk berbagi dengan seseorang

4. Inventarisasi Aset
Inventarisasi aset adalah teknik untuk mengumpulkan informasi tentang
masyarakat melalui observasi. Hal ini sama dengan penjaga toko yang mengambil
stok barang dagangan, disamping mengkatalog produk di toko. Anggota masyarakat
merupakan katalog dalam komunitas mereka.
Penilaian ini bekerja baik bila dilakukan pada pertemuan atau rapat-rapat
komunitas. Untuk melakukan inventarisasi, tim kecil berjalan di sekitar lingkungan
masyarakat mereka untuk mengamati orang, tempat, dan hal yang mereka anggap
berharga. Anggota tim kemudian membahas pilihan mereka, membuat daftar untuk
tim, dan berbagi dengan kelompok yang lebih besar lagi.
Contoh : Penelitian dilakukan di Desa Melati pada Rt. 02. Peneliti akan terjun
langsung ke Rt. 02 sebagai observer yang melakukan observasi mengenai aset-aset
yang dinilai berharga di lingkungan tersebut. Misalnya, berapa banyak kandang sapi,
berapa ekor sapi, berapa banyak rumah yang telah memiliki sumur, berapa banyak
rumah yang memiliki WC, dan lain-lain.
5. Pemetaan komunitas
Pemetaan komunitas digunakan untuk melihat perbedaan perspektif orang
tentang komunitas. Hal ini membutuhkan sedikit sumber daya dan sedikit waktu dan

19

dapat disesuaikan untuk orang-orang dari hampir segala usia atau latar belakang
pendidikan.
Dalam kegiatan ini, individu atau kelompok yang menjadi peserta
menggambar peta dari komunitas mereka dan menandai daerah penting dan seberapa
sering mereka mengunjungi daerah tersebut. Seorang fasilitator memimpin sebuah
diskusi di antara peserta tentang peta tersebut, sedangkan fasilitator lain mencatat
diskusi. Pemetaan komunitas dapat dilakukan di antara kedua pertemuan masyarakat
informal di mana para pemimpin komunitas diajak berpartisipasi.
Tujuan pemetaan komunitas adalah mengidentifikasi penggunaan dan akses
pada sumber daya masyarakat, membandingkan persepsi tentang pentingnya berbagai
sumber daya masyarakat yang ada, serta mengidentifikasi kebutuhan peserta.
Contoh: Penelitian dilakuakan di Desa Melati, peneliti mendengarkan
keterangan dari penduduk mengenai kondisi dilingkungan sekitar mereka.
Keterangan yang dibutuhkan misalnya berupa fasilitas-fasilitas seperti berapa banyak
sekolah, posyandu, bidan lalu akan digambarkan dalam peta oleh peneliti.
Selanjutnya dari peta tersebut dapat diketahui penyebaran- penyebaran fasilitasfasilitas di Desa Melati, apakah ada tempat yang tidak terjangkau fasilitas kesehatan,
sekolah yang jauh dari pemukiman penduduk dan lain-lain.
6. Jadwal Kegiatan Harian
Mencari

tahu

tentang

kebiasaan

kerja

anggota

masyarakat

adalah cara terbaik untuk belajar tentang pembagian masyarakat tentang


pandangan mereka akan pekerjaan, berdasarkan jenis kelamin dan usia. Ini
juga dapat membantu mengidentifikasi teknik atau peralatan baru yang dapat
digunakan untuk meningkatkan kerja masyarakat efisiensi.
Dalam kegiatan ini, peserta dipisahkan menjadi dua kelompok (laki-laki dan
perempuan) dan diminta untuk mengembangkan rata-rata jadwal harian, berdasarkan
kegiatan mereka sendiri sehari-hari. Seorang fasilitator memimpin peserta dalam

20

diskusi tentang kegiatan yang berbeda antara anggota masyarakat, sedangkan


fasilitator lain mencatat poin utama dari diskusi.
Jenis penilaian ini mengungkapkan persepsi masyarakat berdasarkan jenis
kelamin yang mungkin membatasi efektivitas pelayanan berdasarkan kegiatan seharihari mereka. Hal ini juga dapat memberikan informasi penting tentang kelompokkelompok yang berbeda tentang partisipasi mereka dalam kegiatan tertentu dan
mengungkapkan cara untuk mengurangi jumlah orang bekerja.
Tujuan jadwal aktivitas harian adalah identifikasi rutinitas sehari-hari dari
orang-orang yang berbeda di dalam komunitas.
Contoh: Penelitian dilakukan di Desa Melati. Peneliti ingin mengetahui
apakah rendahnya pemberian ASI eksklusif di Desa Melati berhubungan dengan
aktivitas ibu. Peneliti akan bertanya pada populasi atau sampel mengenai kegiatan
sehari-hari ibu lalu mencatat hasilnya. Hasil yang didapatkan akan membantu
menyimpulkan apakah kegiatan ibu yang sebagian besar bertani menyebabkan ibu
tidak mempunyai waktu menyusui anak, atau ibu yang bekerja sebagai petani lebih
jarang menyusui anak dari pada ibu yang tidak bekerja.
7. Kalender Musiman
Kegiatan ini melihat pengaruh perubahan musim terhadap perubahan
penawaran dan permintaan, pola pendapatan rumah tangga, ketersediaan pangan, dan
tuntutan sumber daya publik, seperti sekolah, angkutan massal sistem, dan fasilitas
rekreasi. Dalam kegiatan ini, sekelompok anggota masyarakat dibagi menjadi
kelompok-kelompok kecil berdasarkan usia, jenis kelamin, atau profesi.
Seorang fasilitator meminta setiap kelompok untuk mengidentifikasi pekerjaan
mereka sepanjang setahun dalam waktu-waktu yang berbeda (terkait pekerjaan yang
mendapat upah maupun tidak, kegiatan sosial, kegiatan pendidikan, kesehatan
keluarga, dan perubahan lingkungan) dan berikan mereka waktu untuk salin berbagi
dengan kelompok lain. Fasilitator memimpin sebuah diskusi di mana peserta menilai
perbedaan dan menjelaskan pilihan mereka.

21

Hasil ini dapat digunakan untuk menentukan waktu terbaik dalam setahun
untuk memulai proyek-proyek tertentu dan mempertimbangkan bagaimana proyek
akan mempengaruhi orang dari kelompok-kelompok yang berbeda.
Tujuan kalender musiman adalah mengidentifikasi pola-pola suatu komunitas
kerja tahunan, pendapatan dan pengeluaran rumah tangga, kesehatan dan
kesejahteraan, serta rekreasi.
Contoh: Penelitian dilakuakan di Desa Melati. Peneliti ingin mengatahui
permasalahan yang terjadi pada musim pancaroba. Apakah musim pancaroba
berpengaruh pada diare anak atau gizi buruk di desa tersebut. Maka peneliti dapat
meminta keterangan mengenai hasil panen masyarakat setempat, berapa pendapatan
mereka, berapa jumlah kebutuhan mereka, apakah pendapatan mencukupi kebutuhan
mereka, dapat pula di bandingkan saat musim panen dengan musim pancaroba
sehingga jelas permasalahanya.
8. Cafe Masyarakat
Sebuah kafe masyarakat menciptakan suasana restoran atau kafe
di mana orang dari masyarakat mendiskusikan isu-isu atau pertanyaan yang
diminta oleh fasilitator dalam kelompok kecil. Hal ini dapat menyenangkan bagi
orang-orang yang sibuk dan cara yang unik untuk belajar tentang masyarakat
dengan melibatkan pemimpin masyarakat dalam dialog langsung.
Setiap meja memiliki "host," atau fasilitator diskusi, yang memimpin diskusi
tentang topik tertentu. Peserta bergerak dari satu meja ke meja lain sesuai waktu.
Setiap masalah yang dibahas, ide utama akan dicatat oleh host, yang akan melaporkan
ide paling umum dari diskusi mereka ke cafe maitred', "atau pemimpin fasilitator, di
akhir. Peneliti dapat menggunakan ide-ide untuk memutuskan proyek mana yang
harus dilakukan dalam komunitas mereka.
Tujuan community cafe adalah melibatkan masyarakat pemegang kepentingan
dalam diskusi bermakna mengenai komunitas mereka, identifikasi masalah utama

22

dari sebuah wajah komunitas, dan membangun hubungan antara kelompok dan
komunitas.
Contoh: Penelitian dilakukan untuk mengetahui permasalahan kesehatan di
seluruh kecamatan Kota Palembang. Peneliti menyelenggarakan di sebuah caf,
ballroom hotel atau tempat yang sesuai untuk menampung seluruh camat Kota
Palembang. Terdapat beberapa meja dengan fasilitator di setiap meja yang akan
membimbing diskusi, peserta diskusi akan berputar dari satu meja ke meja yang lain
setelah waktu yang ditentukan habis.
9. Diskusi Panel
Diskusi panel adalah diskusi yang melibatkan beberapa ahli di bidang
tertentu. Diskusi panel terstruktur dan biasanya melibatkan seorang fasilitator yang
meminta panelis untuk membuat pertanyaan khusus tentang masyarakat atau masalah
tertentu. Seringkali, organisasi seperti pemerintah kota, nirlaba atau organisasi non
pemerintah, rumah sakit, dan universitas memintah ahli untuk mengungkapkan dan
menginterpretasikan informasi secara rinci tentang masalah yang mereka hadapi di
dalam masyarakat. Pada dasarnya keahlian ini adalah cara terbaik untuk mengetahui
masalah di dalam masyarakat tanpa harus menginvestasikan banyak waktu atau uang.
Sebelum melakukan diskusi panel, pertimbangkan mana orang-orang yang
memenuhi syarat untuk memberikan komentar pada isu-isu tertentu dan fasilitas yang
tersedia. Panel biasanya terdiri dari 4-6 ahli untuk isu atau masalah tertentu
(Misalnya, diskusi tentang kesehatan masyarakat maka ahli yang kita undang adalah
dokter dari sebuah rumah sakit setempat, seorang pejabat kesehatan dari pemerintah
Dinkes, seorang profesor dari sebuah universitas lokal yang melakukan penelitian
tentang masalah kesehatan masyarakat, dan perawatan spesialis dari lokal nirlaba atau
swasta). Untuk mendapatkan informasi yang lebih luas dari masyarakat,
pertimbangkan membuat serangkaian diskusi panel dengan berbagai isu atau masalah
yang ada di masyarakat.

23

Diskusi Panel adalah suatu cara yang baik untuk meningkatkan kesadaran
anggota kelompok agar cepat belajar cara memberikan pelayanan pada masyarakat
daimana cara tersebut di peroleh dari para ahli.
Tujuan diskusi panel adalah mengidentifikasi apa yang ahli yakini di bidang
tertentu mengenai masalah-masalah komunitas tertentu.
II. 9 Evaluasi
Karakteristik keberhasilan community assessment
Penilaian keberhasilan community assessmen di dalam masyarakat yaitu bila
kita berhasil memberikan informasi, dan mendapatkan informasi yang akurat untuk
membuat keputusan. Hasil informasi community assessmen berawal dari penilaian
pada situasi saat ini. Informasi kapasitas fasilitas pelayanan masyarakat dan fasilitas
masyarakat lainnya saat ini di dapatkan dari para agen, institusi, dan asosiasi
setempat, serta dari anak-anak dan kaum muda dari suatu keluarga yang
diidentifikasi. Informasi yang dibutuhkan akan dikumpulkan, selain melalui data
yang telah ada (data sekunder) juga melalui data baru yang telah dikumpulkan, yang
dikenal sebagai data primer. Sehingga kesenjangan antara kapasitas dan kebutuhan
saat ini dapat diidentifikasi dan ide untuk menghilangkan kesenjangan tersebut dapat
dikumpulkan
Keberhasilan community assessmen juga dimulai dengan melihat dampaknya
di masa depan. Dengan meningkatnya ketersediaan informasi terhadap perubahan
teknologi, perencanaan kelompok dapat sangat banyak, tetapi hanya sedikit yang
dapat diaplikasikan dalam penelitian. Mengidentifikasi pertanyaan yang akan dijawab
oleh community assessmen anggota kelompok agar dapat

lebih selektif dalam

pengumpulan data dan menilai kegunaan data tersebut. Susunan persiapan pertanyaan
juga akan berperan sebagai batasan kerja untuk mengumpulkan informasi terbaru
selama survei, dan pertemuan publik.

24

Hasil akhir yang di harapkan dari community assessmen adalah agar dapat
berguna, informasi pengetahuan berasal dari persoalan orang orang yang memiliki
ketertarikan pada persoalan tersebut seperti orang tua, pelajar, personal agen,
pemerintahan.

Selanjutnya, community assessmen memberikan keinginan

perubahan dalam program kelompok yang menghubungkan informasi dengan


stakeholders dalam proses perencanaan.
Menyelesaikan community assessmen dilakukan dengan cara memberikan
informasi yang di butuhkan, informasi yang akurat merupakan dasar untuk membuat
suatu keputusan. Sayangnya, beberapa grup memilih survei dan penilaian sebagai
usaha akhir grup, dari pada visi mereka. Yang paling penting Saat ini untuk
menyelesaikan community assessmen agar dapat berhasil di perlukan kerja sama dan
kerja keras.
Pekerjaan awal untuk

langkah berikutnya jika terjadi perubahan rencana

maka harus mulai lagi, dengan kata lain, mulai dari awal lagi. Fasilitator dapat
menuntun anda untuk mengulang visi grup anda, merumuskan masalah yang anda
identifikasi, menyamakan solusi dan rencana dari tindakan yang digunakan untuk
menguatkan komunitas anda. Intinya, adalah untuk memberikan pertimbangan
dengan ceramat apakah grup anda inklusif jika diperlukan dan memberikan tindakan
yang anda pilih. kepada siapa anda akan melihat sasaran yang masuk kedalam proses
perencanaan, maka mereka akan membantu upaya pelaksaan anda dan menyetujui
hasil dari usaha anda di masa yang akan datang.
BAB III
PENUTUP
Community assessment memberikan mitra kolaboratif untuk mengumpulkan
informasi mengenai kekuatan, perhatian, dan kondisi dari anak-anak, keluarga, dan
komunitas. Penilaian menyeluruh melibatkan pengamatan informasi mengenai
komunitas, pengembangan fokus keluarga, identifikasi aset komunitas dan

25

aksesibilitasnya, serta menganalisis informasi. Penilaian memperlihatkan komunitas


dari banyak perspektif dan mengenali perbedaan budaya, bahasa, etnis, dan ekonomi.
Teknik

untuk

mengumpulkan

informasi

penilaian

termasuk

survei,

inventarisasi aset, community mapping, jadwal aktivitas harian, kalender musiman,


community cafe, focus group, dan diskusi panel.
Mitra mempelajari banyak hal dengan berpartisipasi dalam community
assessment dan dengan menginterpretasikan informasi yang diperoleh. Cobalah untuk
melibatkan seluruh mitra dan anggota komunitas dalam setiap fase penilaianperencanaan pengamatan, melakukan wawancara pada tetangga dan melalui telepon,
melakukan focus groups dan forum komunitas serta aset community mapping.
Ketika mengumpulkan informasi penilaian, ingat bahwa pendekatan
sekelompok kecil membantu keluarga merasa nyaman membagi rasa kegelisahan
mereka. Sebagai contoh, seorang kemitraan dapat belajar dari wawancara komunitas
dengan membagi ke dalam kelompok kecil untuk mempertimbangkan pandangan
yang berbeda yang diekspresikan dalam sebuah wawancara atau survei. Diskusi
kelompok kecil mungkin memberikan suara untuk kelompok yang tidak memiliki hak
suara

dan

mengungkapkan

mengapa

anggota

komunitas

yang

berbeda

mempertahankan pendapat yang berbeda tentang strategi seperti menempatkan pusat


sumber daya keluarga di sekolah. Pengetahuan ini akan lebih memperdalam
pemahaman pemegang kepentingan satu sama lain sama halnya seperti pemahaman
kemitraan di dalam komunitasnya.

26

Matriks Community Assessment Tools

Fokus
Group

Definisi

Tujuan

Survei

Cara
menemukan
jawaban atas
kelompok kecil
pertanyaan
yang datang
pertanyyan
bersama-sama
spesifik
untuk menanggapi
tentang
serangkaian
pengetahuan
tertentu
masyarakat,
pertanyaan
pendapat, ide
dan tindakan.

Mengidentifikasi
pendapat
beberapa
stakeholders pada
satu masyarakat
mengenai isu-isu
spesifik dalam
masyarakat

identifikasi
pendapat
warga
mengenai
lingkungan
mereka.

Wawancara

Community

Seasonal

Community

mendalam

mapping

Calendar

Caffee

salah satu teknik


pengumpulan data
dalam studi
kualitatif untuk
memperoleh
informasi yang
mendalam tentang
pendapat, persepsi,
penerimaan atau
kepercayaan
masyarakat
terhadap program
pelayanan yang
telah ada (evaluatif)
atau program yang
akan dijalankan.

menyediakan
informasi yang
akurat dan alat
visualisasi yang
efektif kepada
para praktisi
pembangunan, s
erta kemampuan
untuk memahami
dan berbagi
pengalaman
dalam konteks
lingkungan
mereka yang
terus berubah.

Kegiatan ini
melihat pengaruh
perubahan musim
terhadap
perubahan
penawaran dan
permintaan, pola
pendapatan
rumah tangga,
ketersediaan
pangan, dan
tuntutan sumber
daya publik,

Sebuah kafe
masyarakat
menciptakan
suasana restoran
atau kafe
di mana orang dari
masyarakat
mendiskusikan isuisu atau
pertanyaan yang
diminta oleh
fasilitator dalam
kelompok kecil

adalah
mengidentifikasi
pola-pola suatu
komunitas kerja
tahunan,
pendapatan dan
pengeluaran
rumah tangga,

melibatkan
masyarakat
pemegang
kepentingan dalam
diskusi bermakna
mengenai
komunitas mereka,
identifikasi

Mengidentifikasi
menelusuri
kegunaan dan jalur
berbagai hal yang
akses sumber
diperkirakan
daya masyarakat,
sebagai faktor yang membandingkan
berkaitan dengan
perspektif
adanya informasi
masyarakat
terbaru yang belum
mengenai

Panel Discussion

diskusi yang
melibatkan beberapa
ahli di bidang tertentu.
Diskusi panel
terstruktur dan
biasanya melibatkan
seorang fasilitator
yang meminta panelis
untuk membuat
pertanyaan khusus
tentang masyarakat
atau masalah tertentu.
mengidentifikasi apa
yang ahli percaya di
bidang tertentu
mengenai masalahmasalah komunitas
tertentu.

27

tersebut, dan
mengidentifikasi
bagaimana
mereka percaya
bahwa isu-isu
tersebut harus
diatasi.
Keuntungan

1. Memperoleh
sangat
informasi
sederhana dan
mendalam
mudah, dimana
tentang
hanya
perilaku
menargetkan
individu
dari
2. Memperoleh
sekelompok
pengetahuan
kecil
yang
masyarakat
mendalam
dengan
tentang
mengambil
pendapat,
sampel
sikap dan
terbesar dari
penerimaan
suatu populasi
masyarakat
mengenai
suatu program
3. Memperoleh
data yang
tidak dapat
diperoleh
dengan cara
kuantitatif
4. Menghemat

pernah ada.

Adanya informasi
terbaru yang
sebelumnya tidak
pernah muncul di
masyarakat

pentingnya sumber
daya tersebut,
serta
mengidentifikasi
kebutuhan
masyarakat
etika disajikan
dengan baik, peta
memiliki kekuatan
untuk
menyampaikan
informasi dan
hubunganhubungan yang
rumit dalam cara
yang mudah dan
dapat diakses,
membantu orangorang yang bukan
ahli untuk
berpartisipasi
dalam
perencanaan dan
pemberdayaan
masyarakat

kesehatan dan
kesejahteraan,
serta rekreasi.

masalah
utama
dari sebuah wajah
komunitas,
dan
membangun
hubungan antara
kelompok
dan
komunitas.

1. Dapat
1. Menyatukan
menentukan
beberapa
waktu terbaik
stakeholders
dalam
pada satu
setahun untuk
masyarakat ke
memulai
dalam suatu
proyekdiskusi
proyek
bermakna,
tertentu
2. Mengidentifikas
2. Mempertimba
i isu-isu apa
ngkan
saja yang
bagaimana
berkembang di
proyek akan
masyarakat
mempengaru 3. Membangun
hi orang dari
hubungan baik
kelompokantara grup
kelompok
PHE dengan
yang
anggota
berbeda.
msyarakat.

1.

2.

3.

Memberikan
kesempatan
kepada
pendengar
untuk
mengikuti
berbagai
pandangan
sekaligus.
Biasanya
dalam diskusi
panel timbul
pro dan
kontra
pandangan,
semakin
sengit pro
dan kontra,
maka diskusi
akan semakin
menarik untuk
diikuti.
Dalam diskusi
panel,

28

waktu dan
biaya
4.

kelompok
yang
melakukan
diskusi akan
berhati-hati
dalam
mengajukan
pandangan
atau
mengemukak
an pendapat,
karena
menyadari
akan dapat
langsung
digugat atau
dibantah.
Peserta yang
mempunyai
pengetahuan
dan
kemampuan
yang lebih
dalam hal
yang
didiskusikan
dapat
menyampaika
n pandangan.

29

Kerugian

1. Kurangnya
tenaga
fasilitator yang
ahli
2. Hasilnya tidak
dapat
dikuantifikasi
dan bersifat
subjektif
3. Fasilitator
adalah peneliti

4. Jumlah
respoden tidak
banyak
5. Membutuhkan
keahlian khusus
dalam teknik
wawancara
6. Membutuhkan
waktu yang
relatif lama
7. Kesimpulan
bersifat subjektif

1. Suasana
dalam diskusi
panel akan
menjadi tidak
seimbang
apabila ada
peserta yang
jauh lebih
tangkas dalam
menyampaika
n daripada
yang lain
2. Moderator
terpaksa
membuat
kesimpulan
sendiri dan
menyampaika
nnya dalam
diskusi
tersebut
3. Pemilihan
moderator
yang tepat
dalam subuah
diskusi agar
dapat berjalan
lancar tanpa
ada masalah
4. Ada
kemungkinan
terjadi

30

pencemaran
nama baik
dalam diskusi

Waktu yang
diperlukan

30-45 menit,
tergantung dari
panjang survey

1-1,5 jam

1-1,5 jam

1-1,5 jam

1,5-2 jam

1,5-2 jam

1 2 jam

31

DAFTAR PUSTAKA
1. Mizoguchi N, Luluquisen M, Witt S, Maker L. A handbook for participatory
community assessment. Oakland: Alameda county public health department;
2004
2. Rotary international. Community assessment tools, a companion piece to
communities in action: a guide to effective service projects (605A-EN). USA:
Rotary international; 2006.
3. Five steps to community assessment. AI-TAN/AED; 2006.
4. Preparing for a collaborative community assessment. Iowa State University
Extension; 2001
5. North central regional educational laboratory. Conducting a community
assessment. USA: U.S. Department of Education; 1994
6. Community

assessment.

Available

from:

http://psychnursing.tripod.com/communityassessment.html
7. Preparing for a collaborative community assessment. Available from:
http://www.extension.iastate.edu/publications/CRD334.pdf
8. Chapter

2:

Conducting

community

assesment.

Available

from:

http://www.ncrel.org/sdrs/areas/issues/envrnmnt/css/ppt/chap2.htm

32