Anda di halaman 1dari 17

KATA PENGANTAR

Bismillahirrohmanirrohim
Puji beserta syukur penulis ucapkan kehadirat Allah
SWT,dimana atas berkat dan rahmatnya penulis dapat
melaksanakan praktek dan menyelesaikan laporan praktek
gerinda ini dengan baik.
Ucapan terima kasih juga tidak lupa penulis ucapkan kepada
dosen pembimbing yang telah memberikan arahan dan
bimbingannya selama kegiatan praktek berlangsung yaitu Bapak
Yusri,ST.MT.Dan ucapan terima kasih juga tidak lupa penulis
ucapkan kepada teman-teman satu kelompok karna telah
memberikan masukan-masukan selama kegiatan praktek
berlangsung.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan laporan ini masih
banyak terdapat kekurangan dan masih jauh dari kata
kesempurnaan,maka untuk itu penulis sangat mengharapkan
adanya kritikan dan saran yang bersifat membangun demi
kesempurnaan laporan ini dimasa yang akan datang.
Demikianlah kata pengantar yang dapat penulis
sampaikan,semoga laporan ini berguna bagi kita semua.

Padang,26 Desember
2014

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I. PENDAHULUAN
I . 1 Latar
Belakang ...........................................................
I . 2 Tujuan
Praktek ...........................................................
BAB II. LANDASAN TEORI
II .1 Teori
Dasar ...............................................................
II .2
Peralatan ................................................................
..
II .3 Keselamatan
Kerja .....................................................
BAB III PROSES PENGERJAAN

III .1 Gambar
Kerja ............................................................
III .2 Langkah
Kerja ............................................................
BAB IV PENUTUP
VI .1
Kesimpulan ..............................................................
VI .2
Saran .......................................................................
.
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang


Kegiatan praktek merupakan proses pengaplikasian
pelajaran teori kedalam bentuk praktek atau kerja yang
sebenarnya. Kegiatan praktek dikatakan berhasil apabila
seseorang mampu bekerja dengan baik sesuai dengan teori dan
prosedur yang telah ditetapkan.
Dalam kegiatan praktek kita harus memperhatikan prosedur
kerja yang telah ditetapkan (SOP), agar pekerjaan yang kita
lakukan bisa berjalan dengan lancar serta mendapatkan hasil

kerja yang memuaskan, dengan menggunakan standar kerja


tersebut juga dapat meminimalisir kecelakaan kerja.
Di zaman yang modren ini, tentunya kemajuan dalam bidang
ilmu pengetahuan juga melaju pesat. Oleh karena itu maka dunia
permesinan juga mengalami kemajuan. Salah satu contohnya
yaitu mesin surface grinding ini, dimana mesin ini merupakan
inovasi dari mesin gerinda. Dan mesin surface gerinding ini sudah
bisa bekerja secara otomatis dan ketelitian yang tinggi (0.002).
Oleh sebab itu maka mahasiswa politeknik negeri padang
melakukan praktek ini guna mempersiapkan diri untuk
menyonsong dunia kerja nantinya. Dan nantinya mahasiswa
mampu memprogram dan menjalankan mesin surface gerinding
ini dengan baik.

I.2 Tujuan Praktek


Adapun tujuan dari pratikum surface grinding ini adalah
sebagai berikut :
a. Agar mahasiswa mampu mengoperasikan mesin gerinda
surface, dan dapat menggerinda sesuai dengan ukuran
penggerindaan yang telah ditentukan.
b. Agar dapat melatih ketelitian mahasiswa dalam
penggerindaan sesuai dengan ketelitian dan ukuran yang
telah ditentukan.
c. Agar mahasiswa bisa dan dapat mengerti fungsi dari masingmasing tombol yang ada di mesin surface grinding.

d. Agar mahasiswa tidak lagi canggung nantinya dalam


mengoperasikan mesin surface grinding dalam dunia
industri.
e. Dapat melatih kemampuan dan skill mahasiswa dalam
menggerinda dengan menggunakan surface grinding.

BAB II
LANDASAN TEORI

II. 1 Teori Dasar


Pengertian mesin surface grinding adalah mesin gerinda
yang mengacu pada pembuatan bentuk datar dan permukaan

yang rata pada sebuah benda kerja yang berada dibawah batu
gerinda yang berputar. Mesin gerinda adalah salah satu mesin
perkakas dengan mata potong jamak, dimana mata potongnya
berjumlah sangat banyak digunakan untuk mengasah atau
memotong benda kerja dengan tujuan tertentu. Pada umumnya
mesin ini digunakan untuk menggerinda permukaan yang meja
mesinnya bergerak horizontal bolak-balik, meja ini dapat
dioperasikan dengan cara manual maupun otomatis. Dan benda
kerja yang kita letakkan dibawah batu gerinda itu sudah dicekam
dengan kekuatan magnetik.
Prinsip kerja mesin gerinda adalah batu gerinda berputar
bersentuhan dengan benda kerja sehinnga terjadi
pengikisan,penajaman,pengasahan atau pemotongan. Mesin
surface grinding bisa kita jumpai di ATMI pada mesin Brand dan
Megerle. Pada umumnya mesin gerinda digunakan untuk
penggerindaan permukaan yang meja mesinnya bergerak bolakbalik. Benda kerja dicekam dengan kekuatan
magnetik,digerakkan maju mundur dibawah batu gerinda. Meja
pada mesin gerinda dapat dioperasikan secara manual maupun
secara otomatis yang dapat diatur pada bagian tuasnya.
Menggerinda merupakan salah satu pekerjaan yang
memerlukan ketelitian dalam bengkel mesin. Berdasarkan
keperluan, dengan penggerindaan dapat dihasilkan permukaan
akhir sesuai dengan yang kita kehendaki, dari yang kasar hingga
yang halus dengan ketelitian yang tinggi.
A.

Klasifikasi mesin surface grinding


1. Mesin datar horizontal dengan gerak meja bolak-balik

Mesin gerinda ini digunakan untuk menggerinda bendabenda dengan permukaan rata dan menyudut. Mengenai panjang
langkah pada meja dan gerakan melintang batu gerinda dapat
disetting pada tuas dimeja mesin gerinda sesuai dengan sifat dan
karakter benda kerja yang dikerjakan.
2. Mesin gerinda datar dengan gerak meja berputar

Mesin jenis ini dipergunaan untuk menggerinda permukaan


rata pada benda kerja silindris. Tepatnya dibagian sisi permukaan
rata benda kerja tersebut dengan gerakan berputarnya meja
mesin surface grinding.
3. Mesin gerinda datar vertical dengan gerak meja bolakbalik
Mesin jenis ini digunakan untuk menggerinda benda-benda
permukaan rata,lebar dan menyudut. Penggerindaan berlangsung
pada sisi samping roda gerinda sehingga ketika proses harus
berhati-hati dalam pemakanan (DOC) dengan cara lebih sedikitsedikit. Cara ini dilakukan agar benda kerja tidak gosong ketika
menerima beban dan luas penampang yang terlalubesar pada sisi
potong batu gerinda.
4. Mesin gerinda datar vertical dengan gerak meja berputar
Mesin jenis ini dipergunakan untuk menggerinda permukaan
rata poros dan lubang. Bisa juga untuk membuat lubang yang
presisi bila memang tidak ada me sin universal grinding dalam
bengkel anda saat diperlukannya penggerindaan lubang.
B. Berdasarkan

prinsip kerjanya mesin surface


grinding ada 2 , yaitu :
1. Surface grinding semi otomatis,proses pemotongan dapat
dilakukan dengan cara manual (tangan) dan otomatis
mesin.
2. Surface grinding otomatis,proses pemotongan diatur
melalui program (NC/Numerical Control dan
CNC/Computer Numerically Control)

C. Berdasarkan

prinsip pendingin (coolant)d dari


mesin surface grinding dibagi menjadi 2, yaitu :
1. Penggerindaan kering
Sesuai dengan tujuan,penggerindaan kering dilakukan
tanpa menggunakan cairan pendingin. Agar debu yang

timbul dari penggerindaan tidak beterbangan dan terhisap


oleh orang yang bekerja, maka mesin dilengkapi dengan
penyedot debu. Karena apabila tidak disedot, maka debudebu akan mengendap pada bagian-bagian mesin yang
dapat mengganggu system elektrik pada mesin.
2. Penggerindaan basah
Pada penggerindaan basah digunakan cairan pendingin
untuk mencegah mencegah debu yang timbul
daripenggerindaan. Hal ini perlu dijaga agar tidak sampai
mengenai operator, dan tidak pula berserakan keluar dari
mesin maupun membasahi lantai. Untuk itu mesin ini perlu
dilengkapi perisai untuk menahan cairan pendingin. Pada
penggerindaan basah, kita dapat mempertahankan sifat
logam,karena itu mengalami kenaikan suhu akibat gesekan
pada proses pemotongan.
D. Jenis-jenis

pencekam benda kerja pada mesin


surface grinding, yaitu :
1. Meja magnet listrik
Pencekam ini paling sering digunakan sebagian besar
mesin surface grinding. Benda kerja tipis yang tidak mampu
dilakukan pada pencekam biasa sangatlah cocok untuk
pencekam ini. Pencekam terjadi akibat adanya medan
magnet yang ditimbulkan oleh aliran listrik. Pada mesin
gerinda datar yang berfungsi sebagai pencekam benda kerja
adalah meja mesin gerinda itu sendiri.
Proses pencekaman benda kerja menggunakan meja
magnet listrik, harus mempunyai syarat yaitu permukaan
meja magnet dibersihkan dan magnet dalam posisi on.
Benda kerja diletakkan pada permukaan meja magnet dan
diatur pada posisi garis kerja medan magnet. Tentu saja
benda kerja dalam kondisi bersih juga. Pencekam
menggunakan prinsip elektromagnetik.

Batangan-batangan yang diujungnya diatur sehingga


menghasilkan kutub magnet utara dan selatan secara
bergantian bila dialiri arus listrik. Supaya aliran medan
magnet melewati benda kerja digunakan logam nonferro
yang disispkan pada plat atas pencekam magnet. Ketika
melepas benda kerja dilakukan dengan memutuskan aliran
listrik yang menuju pencekam magnet dengan
menggunakan tombol ON/OFF.
2. Meja magnet permanen
Pencekam terjadi akibat adanya magnet permanen
yang terdapat pada pencekam. Pada mesin gerinda jenis ini,
magnet yang mengaliri meja bersifat permanen, proses
pencekam benda kerja menggunakan mesin yang dilengkapi
dengan meja jenis ini hampir sama dengan proses
pencekaman benda kerja pada mesin gerinda datar pada
umumnya. Akan tetapi, ada beberapa hal yang membedakan
mesin jenis ini dengan mesin gerinda pada umumnya.
3. Meja sinus
Meja sinus dapat digunakan untuk mencekam benda
kerja dalam penggerindaan yang membentuk sudut dengan
ketelitian mencapai satuan sudut dalam detik.
Adapun proses pencekaman benda kerja dengan ragum
sinus sebagai berikut :
- Meja ini dicekam pada meja magnet (permukaan meja
sinus juga mengandung magnet yang berguna untuk
meletakkan benda kerja pada bagian atasnya).
- Kemiringan sudut yang dikehendaki diatur dengan
mengkendorkan kunci yang biasanya di setel dengan
kunci L. Kemudian posisi pada sudut yang diinginkan lalu
dikencangkan lagi.
- Benda kerja dipasang pada bidang atas meja sinus
dengan system pencekaman meja magnet juga.

II.2 Peralatan
Dalam melakukan praktek apa dan dimanapun kita
melakukan praktek tentu kita memerlukan peralatan sebagai alat
yang mendukung untuk menyelesaikan benda kerja kita, adapun
peralatan yang digunakan dalam praktek surface grinding ini
adalah sebagai berikut :
a. Satu unit mesin surface grinding
b. Micrometer digital
c. Meja perata
d. Meja magnet permanen
e. Keca mata bening
f. Sepatu safety
g. Kain lap (majun)
h. Kuas
i. Air coolant
# BAHAN
- Dua buah besi persegi panjang st 37

II.3 Keselamatan Kerja


Dalam melakukan praktek dibengkel apa dan dimanapun
tempat kita bekerja,kita tidak akan pernah terlepas dari yang
namanya keselamatan kerja. Secara garis besarnya keselamatan
kerja terbagi menjadi tiga, yaitu :
a. Keselamatan Diri Sendiri
Adapun keselamatan tentang diri sendiri selama
melakukan praktek adalah sebagai berikut :
- Pakailah Alat Pelindung Diri (APD) kita seperti baju
praktek,sepatu safety,sarung tangan bila perlu,kecamata
bening dan sebagainya.
- Janganlah bermain-main dalam bekerja,apalagi pada saat
mesin sedang beroperasi.
- Kemudian jangan dekat-dekat dengan meja surface
grinding, karna bisa mengakibatkan kita terluka karena
terkena meja surface grinding.
- Lakukanlah praktek surface grinding ini dengan hatihati,teliti dan sabar. Karna dengan itu semua kita bisa
mendapatkan apa yang kita inginkan selama
melaksanakan praktek.
b. Keselamatan Peralatan dan Mesin
- Gunakanlah peralatan sesuai dengan fungsinya.
- Programlah mesin dengan baik agar tidak terjadinya
kerusakan pada mesin grinding.
- Selama melakukan praktek lakukanlah apa yang telah
diinstruksikan oleh pembimbng agar kegiatan praktek bisa
berjalan dengan lancar.

- Janganlah sekali-kali membanting micrometer yang


disediakan pembimbing, karna bisa menimbulkan
kerusakan.
- Bersihkan dan simpanlah kembali peralatan yang kita
gunakan apabila telah selesai melakukan praktek.
- Bersihkan kembali mesin yang telah kita gunakan selama
praktek tadi,agar mesin tetap terpelihara dan kelihatan
bersih.
c. Keselamatan Lingkungan Sekitar
- Peliharalah kebersihan lingkungan selama kita melakukan
praktek.
- Janganlah membuang sisa-sisa pemotongan di sembarang
tempat.
- Setelah melakukan praktek bersihkan kembali lingkungan
sekitar kita bekerja tadi dari benda-benda sisa
pemotongan maupun dari air coolant yang berserakan.
- Dan yang terakhir adalah janganlah terlalu menganggap
sepele tentang keselamatan kerja ini, karna mencegah itu
lebih baik dari pada mengobati, dan utamakanlah selalu
keselamatan kerja dalam melalukan pekerjaan ataupun
praktek.
Demikianlah keselamatan kerja yang dapat penulis
rangkum pada laporan surface grinding kali ini,semoga kita
semua dapat memahaminya dan meningkatkan lagi
keselamatan kerja kita dalam praktek.

III. 2 Langkah Kerja


Adapun langkah kerja yang penulis lakukan dalam praktek
surface grinding ini adalah sebagai berikut :
a. Berdoalah sebelum melakukan pekerjaan.
b. Persiapkan alat keselamatan kerja untuk diri sendiri.
c. Pastikan mesin dalam keadaan baik dan bisa dioperasikan.
d. Lakukan warming up pada mesin surface grinding terlebih
dahulu dalam selang waktu kira-kira 5-10 menit.
e. Kemudian lap permukaan benda kerja dan juga permukaan
meja magnet permanen dari kemungkinan adanya debudebu yang melekat pada benda kerja dan meja magnet
permanen demi kesempurnaan hasil yang kita dapatkan.
f. Setelah itu letakkan benda kerja pada meja magnet
permanen kemudian tekan tombol untuk mengaktifkan
magnet.
g. Kemudian program mesin dengan batas pemakanan bagian
belakang dan bagian depan benda kerja, dengan jarak
setengah dari batu gerinda berada di atas permukaan benda
kerja baik dari belakang maupun dari depan.

h. Selanjutnya setelah di program letakkan batu gerinda pas di


atas benda kerja dan pas pada posisi tengah benda kerja,
kemudian lakukan pencarian titik nol.
i. Setelah dapat pada posisi nol, lakukan program pemakanan
seperti apa yang telah di instruksikan oleh pembimbing
surface grinding.
j. Dan apabila pemakanan yang telah kita lakukan hampir
selesai, maka selanjutnya ubah pemakanan batu gerinda
dengan tahap finishing.
k. Terakhir setelah proses pemakanan selesai barulah kita tekal
tombol OFF magnet untuk menghilangkan kekuatan magnet.
l. Kemudian ukurlah benda kerja dengan micrometer digital,
apakah ukuran sudah sesuai dengan yang kita inginkan.

BAB IV
PENUTUP

IV. 1 Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang dapat penulis rangkum dalam
laporan praktek surface grinding ini adalah sebagai berikut :
a. Dengan melaksanakan job dan praktek ini, pengetahuan dan
keahlian mahasiswa tentang pekerjaan menggerinda dengan
mesin surface grinding ini menjadi bertambah.
b. Berhati-hati dalam bekerja merupakan hal yang sangat
penting apalagi dalam pekerjaan yang membutuhkan
ketelitian tinggi contohnya dalam bekerja menggerinda
dengan surface grinding ini.

c. Kemudian dalam dalam pekerjaan pemotongan lakukanlah


dengan cara pemakanan bertahap dan jangan tergesa-gesa
sehingga ukuran yang pas dapat tercapai.
d. Dan satu hal lagi yang perlu diingat dalam praktek
menggerinda dengan menggunakan mesin surface grinding
ini yaitu kesabaran dan ketelitian merupakan faktor utama
untuk benda kerja dengan ukuran yang pas dan sesuai
dengan apa yang kita harapkan.

IV. 2 Saran
Adapun saran yang penulis terhadap job menggerinda
dengan menggunakan mesin surface grinding adalah :
a. Setiap mahasiswa atau operator harus melakukan pekerjaan
sesuai dengan prosedur dan seperti yang di instruksikan
oleh instruktur.
b. Berhati-hatilah pada saat melakukan pekerjaan demi
minimnya kecelakaan kerja.
c. Perhatikan pekerjaan kita dengan seksama proses demi
prosesagar keahlian kita dapat kita terapkan di dunia
insdustri.
d. Pergunakannlah waktu sebaik mungkin agar semua rekan
kita mendapat giliran untuk melakukan praktek.

Demikianlah kesimpulan dan saran yang dapat penulis


rangkum dalam laporan praktek surface grinding kali ini, mudahmudahan kita semua dapat memahaminya.

DAFTAR PUSTAKA

- Politeknik Negeri Padang.2014, COURSE NOTE TEKNOLOGI


MEKANIK.
Jurusan Teknik Mesin : Dipakai dilingkungan sendiri.
- Politeknik Negeri Padang.2014, JOOB SHEET BENGKEL IV.
Jurusan Teknik Mesin : Dipakai dilingkungan sendiri