Anda di halaman 1dari 17

REFLEKSI KASUS

KANDIDOSIS DAN
ONIKOMIKOSIS
Rizki Indah Yati
20080310199
Preceptor :
Dr. Lucky Handaryati, Sp.KK

I. PENGALAMAN
Pasien anak laki-laki datang ke poliklinik kulit dan kelamin
RSUD Salatiga diantar oleh ayahnya (05-12-13).
Dari alloanamnesis ayah pasien mengatakan, merah
di kelamin sejak 6 bulan yang lalu sampai sekarang. Gatal
(-) tidak diketahui, tetapi menurut ayahnya anaknya sering
menggaruk-garuk kelamin, panas (-) tidak diketahui, nyeri
saat BAK (-). Pasien sudah tidak memakai popok sejak 6
bulan yang lalu. Pada kuku tangan kiri dan kuku kedua
kaki terdapat seperti koreng, mengeras, tebal dan warna
kecoklatan, nyeri (-). Pasien sering bermain di air. Sudah
pernah diobati di Mantri tetapi keluhan tidak berkurang.

Predileksi :
Kelamin : gland penis
Kuku : manus Sn : kuku digiti
I,II,IV,V
pedis Dx : kuku digiti
I,II,III,IV,V
pedis Sn : kuku digiti
I,II,III,IV,V
UKK :
Pada kelamin : terdapat bercak
bercak kecil bewarna putih, skuama
eritem, batas tidak tegas, agak
basah.
Pada kuku kaki & tangan :
permukaan kuku menebal, rusak,
warna kecoklatan

Diagnosis kerja : Kandidosis dan Onikomikosis


Treatment :
- Griseofulvin + ctm dalam bentuk puyer (1 dd pulv)
- Myco-Z cream (3 dd ue pada kelamin)
- Laprox Nail Lacquer (pada kuku)

Diagnosis Banding Kandidosis


Kandidosis

Balantitis/Balano
postitis

Tinea cruris

DKA

Gejala Subyektif

Gatal yang
mungkin sangat
hebat

Rasa gatal, panas


dan sakit

Rasa gatal

Rasa gatal

Predileksi

Didaerah lipatan
kulit, genital,
bokong, dibawah
payudara atau
daerah kulit
lainnya

Pada glands
penis dan
sekitanya

Pada daerah
lipatan paha,
genital, sekitar
anus, bokong,
bag.perut bawah

Bisa dimana saja,


tergantung dari
letak alergen yang
menempel

UKK

Lesi kulit eritem,


adanya eksudat
yang basah,
dapat terjadi
peradangan,
semakin meluas,
makula atau
papul. Mungkin
terdapat lesi
satelit/ lesi yang
lebih kecil yang
kemudan menjadi
lebih besar

Lesi beupa bercak


putih, eritematosa
dan erosif

Bercak
eritematosa yang
berbatas tegas,
dengan skuama
diatasnya. Bag.
Tepi lebih aktif,
dapat berupa
vesikel, pustula
atau papul

Lesi eritem, batas


tidak tegas, bisa
terdapat
pustulovesikel,
vesikel, bula,
edema, erosi,
eksodasi

Diagnosis Banding Onikomikosis


Onikomikosis
Subungual Distal
(OSD)
- Pada onikomikosis yang
disebabkan dermatofita,
yakni tinea unguium,
gambaran tersering adalah
distrofi dan debris pada
kuku subungual distal.
- Kandida sering
didahului oleh paronikia
atau peradangan jaringan
sekeliling kuku yang kronik
akibat pekerjaan basah atau
iritasi kronik

Psoriasis Kuku

- Nail pitting
- Tanda onikolisis berupa
tetesan minyak
- Warna coklat kemerahan
yang tidak ada pada
onikomikosis
- Keterlibatan jari pada
kedua tangan dapat
membedakannya dari
onikomikosis

Liken Planus

- Area lanula lebih terangkat


dibandingkan bagian distal

II. MASALAH YANG DIKAJI


A. Apa saja klasifikasi kandidosis dan bagaimana
pemeriksaan penunjang serta penatalaksanaannya?
B. Apa yang dimaksud dengan onikomikosis, jenis
onikomikosis dan bagaimana pemeriksaan penunjang
serta penatalaksanaanya?

III. ANALISIS KRITIS


A.

Kandisosis merupakan infeksi jamur pada mulut, vagina / genital, kulit,


kuku, bronki atau paru, bersifat akut / subakut disebabkan oleh spesies
candida terutama Candida Albicans. Bisa terjadi pada lipatan kulit atau
tempat yang tertutup pakaian, pada tempat yang lembab.
Klasifikasi berdasarkan tempat atau alat yang terkena :
1. Kandidosis selaput lendir
a. Oral thrush biasanya pada bayi. Tampak pseudomembran
bewarna putih coklat muda sampai abu-abu yang menutupi lidah, platum
mole, pipi bagian dalam.
b. Perleche kelainan sudut mulut, lesi mengalami maserasi, erosi, basah
dengan dasar kemerahan
c. Vulvovaginitis pada labia tampak lesi berupa bercak putih eritematosa,
basah dan maserasi
d. Balanitis atau Balanopostitis biasanya pada laki-laki yang tidak
disunat dengan glands penis selalu tertutup oleh preputium (balanopostitis)
atau dapat pula terjadi pada laki-laki yang telah disunat (balantitis)

Cont..
e. Kandidosis muko-kutan kronik umumnya pada anak-anak,
dapat dihubungkan dengan adanya endokrinopati pada seseorang.
2. Kandidosis Kutis
a. Kandidosis Kutis Lokalisata
Kandidosis Intertriginosa daerah yang terkena adalah
bokong, lipatan paha, umbilikus, inframammae, ketiak
Kandidosis Perianal sering seluruh alat pencernaan terkena
b. Kandidosis Kutis Generalisata biasa pada bayi, kelaian kulit
hampir diseluruh tubuh. Tampak lesi eksematoid dimana terdapat
vesikel dan pustula.
c. Paronikia dan Onikomikosis sering terjadi pada penderita
yang pekerjaannya berhubungan dengan air
d. Kandidosis Kutis Granulomatosa biasanya menyerang anakanak pada daerah muka, kepala, kuku, badan, tungkai dan faring

Pemeriksaan penunjang :
Pemeriksaan Laboratorium :
- Pemeriksaan langsung dengan larutan KOH 10% atau pewarnaan
gram
- Pemeriksaan biakan agar : tampak adanya koloni berupa Yeast like
colony
Penatalaksanaan :
- Terapi umum : menghindari atau menghilangkan faktor predisposisi
- Terapi sistemik :
a. Amfoterisin B : diberikan dalam bentuk tab dengan dosis 0,5
mg/KgBB/hari selama 6-12 minggu
b. Nistatin. Dosis dewasa 3 x 500.000 unit/hari (tab), anak 3 x 100.000
unit/hari (suspensi)
- Terapi topikal :
a. Nistatin (krim/salep)
b. Mikonasol 2 % (krim/bedak)
c. Klotrimasol 1 % (krim,solutio)
d. Ekonasol 1 % (krim/solutio/bedak)

B. Onikomikosis adalah infeksi jamur pada lempeng kuku, yang dapat


disebabkan dermatofita, kandida, dan jamur lain.
Jenis jenis onikomikosis :
1. Onikomikosis supungual distal OSD)
Bentuk yang paling umum dari tinea unguium,biasanya disebabkan oleh
Trichophyton rubrum
Jamur menyerang dasar kuku di bawah lempeng kuku melalui hiponikium
dan bergerak ke arah proksimal.
Menunjukkan hiperkeratosis subungual dan onikolisis, yang biasanya
berwarna kuning-putih.
2. Onikomikosis superfisial putih (OSPT)/Leukonikia Trikofita
Disebabkan oleh invasi jamur ke lapisan superfisial lempeng kuku yang
membentuk "pulau-pulau putih" di lempeng.
Penyebab tersering adalah T.mentagrophytes
3. Onikomikosis subungual proksimal (OSP)
Infeksi dimulai dari lipatan kuku proksimal melalui kutikula dan masuk ke
kuku yangbaru terbentuk, selanjutnya bergerak ke arah distal.
Muncul daerah leukonikia di lempeng kuku proksimal yang bergerak distal
dengan pertumbuhan kuku.

Cont..
4. Onikomikosis kandida (OK)
Dapat terjadi pada pasien immunocompromised, dan pada
orang dengan kandidiasis mukokutan kronis
Pemeriksaan penunjang :
Penyebab pasti ditentukan dengan dengan pemeriksaan
kerokan kuku dengan KOH 40 % untuk mempermudah lisis
keratin. Positif jika ditemukan spora, hifa ataupun miselium.
Zat pewarna tambahan misalnya tinta Parker blue-black
ataupewarnaan PAS akan mempermudah visualisasi jamur.
Dapat pula dilakukan biakan untuk menemukan elemen jamur
dengan media agar Sabouraud

Penatalaksanaan :
Terapi topikal krim dan solusio sulit untuk penetrasi ke
dalam kuku, sehingga tidak efektif untuk pengobatan
onikomikosis. Obat topikal formulasi khusus dapat
meningkatkan penetrasi obat ke dalam kuku, yaitu :
Bifonazol-urea : kombinasi derivat azol, yaitu bifonazol 1 %
dengan urea 40 % dalam bentuk salep.Urea untuk melisis kan
kuku yang rusak sehingga penetrasi obat jamur meningkat.
Amorolfine : merupakan derivat morfolin yang bersifat
fungisidal. Digunakan dalam bentuk catkuku konsentrasi 5 %.
Ciclopiroxolamin 8 %: suatu derivat piridon dengan spectrum
anti jamur luas, juga digunakan dalam bentuk cat kuku.
Terapi sistemik :
Itrakonazol 200 mg/hari selama 3-4 bulan,atau 400 mg per hari
selama seminggu tiapbulan selama 3-4 bulan, baik untuk
penyebab dermatofita maupun kandida.
Griseofulvin : dosis anak 15-20 mg/kgBB/hari. Dosis dewasa
500-1000 mg selama 2-4 minggu

IV. KESIMPULAN
Kandidosis merupakan infeksi jamur pada mulut, vagina / genital,
kulit, kuku, bronki atau paru, bersifat akut / subakut disebabkan
oleh spesies candida terutama Candida Albicans. Pada pasien
ini termasuk kandidosis genitalis karena predileksi nya
ditemukan dialat kelamin / glands penis dan sekitarnya. UKK pada
pasien ini terdapat lesi eritem, terdapat bercak-bercak kecil
bewarna putih, batas tidak tegas, agak membasah.
Onikomikosis adalah infeksi jamur pada lempeng kuku, yang
dapat disebabkan dermatofita, kandida, dan jamur lain. Pada
pasien ini termasuk jenis onikomikosis subungual distal karena
jamur menyerang dasar kuku dibawah lempeng kuku melalui
hiponikium dan bergerak kearah proksimal. UKK pada pasien ini
permukaan kuku menebal, rusak, warna kecoklatan

Terapi pada pasien ini diberikan terapi topikal, terapi sistemik dan
antihistamin. Griseofulvin merupakan antibiotik sistemik yang
bersifat fungistatik. Sehingga dapat menghambat pertumbuhan
berbagai spesies dari mikrosporum. CTM / chlorpheniramine
maleat merupakan gol.antihistamin penghambat reseptor H1.
Myco-Z cream merupakan terapi topikal yang 1 gr nya
mengandung nystatin 100.000 U, digunakan untuk infeksi mikosis
kulit yang disebabkan candida albicans. Sedangkan Loprox Nail
Lacquer merupakan terapi topikal pada onikomikosis yang
mengandung ciclopirox/siklopiroks. Jadi pada pasien ini terapi yang
diberikan sudah tepat.
Edukasi pasien :
- Hindari faktor pencetus
- Jangan sering bermain air, dan sering ganti pakaian apabila
basah/lembab
- Jaga kebersihan dengan menggunting kuku
- Kalau bermain diluar rumah gunakan sendal
Prognosis umumnya baik

V. REFERENSI
Djuanda, Adhi,dkk. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin.
Edisi kelima. FKUI. Jakarta. 2007
Mulyono. Pedoman Pengobatan Penyakit Kulit dan
Kelamin. Edisi 1. Meidian Mulya Jaya. Jakarta. 1986
Siregar, R.S. Atlas Berwarna Saripati Penyakit Kulit.
Edisi 2. EGC. Jakarta. 1996

ALHAMDULILLAH
TERIMAKASIH