Anda di halaman 1dari 7

Comparison of therapeutic efficacy of topical corticosteroid and oral zinc sulfatetopical corticosteroid combination in the treatment of vitiligo patients:

a clinical trial
Membanding keampuhan terapi kortikosteroid topikal dan kombinasi zinc sulfat oral
dengan kortikosteroid topikal dalam pengobatan pasien vitiligo
A. Latarbelakang
Vitiligo adalah suatu gangguan pembentukan pigmen paling lazim yang terjadi di seluruh
dunia. Insiden antara 0,1-4 persen.
Dengan penemuan jalur biologis tentang patogenesis vitiligo diharapkan :

Dapat memberikan pengetahuan manajemen terapi dan profilaksis di masa yang akan
datang yang akan dijadikan pengobatan dan pencegahan dari vitiligo.

Zinc adalah salah satu trace elemen penting yang berkaitan dengan kesehatan dan
penyakit. Zinc dalam kombinasi dengan mikronutrien lain seperti tembaga, kobalt, nikel,
besi, mangan, dan kalsium memainkan peran penting dalam proses untuk melanogenesis.
Tujuan studi :

Mengevaluasi efektivitas tambahan seng pada pengobatan vitiligo.

B. Metode
Uji klinis acak ini dilakukan selama satu tahun. (Maret 2008 sampai Maret 2009). Jumlah
Partisipan dalam studi di pusat dermatologi Judinshapur University terdiri dari :

86 pasien vitiligo dari 102 pasien.

Studi ini telah mendapat izin dari komite etik Judinshapur University
Dalam studi ini telah di persiapkan suatu inform konsen, yang terdiri dari

Definisi vitiligo
Pendekatan terapetik tradisional dan keamanan serta keampuhannya
Proses percobaan studi dan kemungkinan komplikasi dari zinc sebagai terapi baru
dalam studi ini

Kriteria Inklusi :

Dari kriteria inklusi dibagi 2 kelompok acak :


1. Kelompok 1 mendapat kortikosteroid topikal

klobetasol propionat krim 0,05% dalam alkohol isopropil 65 0 (dalam proporsi yg

sama) untuk tubuh


Triamsinolon asetonid 0,1% krim untuk wajah dan flexures (lipatan tubuh)

Cara pemakaian obat 2 kali sehari


2.

Kelompok 2 mendapat kortikosteroid topikal (sama dengan kelompok 1)


dengan zinc sulfat oral (220 mg /kapsul)

Dosis zinc yang diresepkan :

2 kapsul/hari untuk remaja dan dewasa

10 mg/kg kapsul/sirup untuk anak anak

Untuk kelompok ke 2 tingkat serum zinc harus diperiksa ulang 1 dan 3 bulan
setelah mulai perawatan

Semua pasien dinilai 1, 3 dan 4 bulan setelah awal perawatan. Sebagai perbandingan,
bercak yang berukuran besar dianggap sebagai lesi target :

Bercak target diambil di daerah yang terekspos, kecuali bercak yang terdapat pada
tungkai bawah. (Karena dalam evaluasi kemungkinan dapat terjadi bias, mengenai
kemungkinan respons yang terlalu cepat didaerah terbuka atau respon yang lambat
didaerah daerah ekstremitas yang sedikit rambut. )

C. Hasil
Memenuhi syarat studi : tersisa 35 pasien dari 86 peserta.

86 peserta
39 47
39
4
9

tes
ser
ser
Tersisaum
35 pasien
lab
um
ora
zin
zin
c
tori
c
um
me
me
nin
ab
nur
nor
gka
un
t
ma
l
Dari ke 86 peserta terdiri dari 39 perempuan dan 47 laki laki. Dari semua total peserta
39 peserta pemeriksaan tes laboratorium hasilnya abnormal, 4 peserta terjadi peningkatan
serum zinc, 9 peserta terjadi penurunan serum zinc, yang tersisa dalam studi ini berjumlah
35 peserta.
Kelompok 1 terdiri dari 16 peserta dan kelompok 2 terdiri dari 19 peserta. Pertimbangan
pengobatan pada 2 kelompok ini berdasarkan dari frekuensi jenis kelamin, Menggunakan
Pearson Chi-square test dengan P-value 0,45, menunjukkan tidak ada perbedaan yang
signifikan secara statistik.
Dalam uji perbandingan berdasarkan usia dengan nilai minimum, maksimum dan rata
rata, dari kelompok pertama 13.0, 57.0 dan 32.2 ( 12.58), kelompok kedua 11.0, 59.0
dan 30.5 ( 12.11), dengan T-tes dan P-value > 0.05 menunjukkan tidak ada perbedaan
3

yang signifikan secara statistik. Dalam uji perbandingan berdasarkan keterlibatan vitiligo
pada luas permukaan tubuh, kelompok pertama 11.0 % ( 6.6%) dari permukaan tubuh,
kelompok kedua 10.6% ( 8.1%) dari permukaan tubuh, dengan menggunakan T-tes dan
P-value 0.8, tidak ada perbedaan yang signifikan secara statistik
Dari kelompok 1, satu pasien dikeluarkan dari studi karena tidak melanjutkan
pengobatan. Dari kelompok 2, 3 pasien dikeluarkan dari studi karena refuting referenc, 1
kasus karena terjadi peningkatan serum zinc. Jadi dari kedua kelompok, tersisa 15 pasien
yang melanjutkan studi sampai bulan ke 4.
Pada kelompok 1, dari 15 pasien, satu (6,3%) menunjukkan tidak ada respons (dgn
perhitungan, Fishers exact test dan P-value 1.00, tidak ada signifikasi secara statistik.
Diantara kedua kelompok tidak menunjukkan respons selama 1 bulan terapi.

tabel : Respon rata rata pada kelompok 1 di bulan ke 3 dan ke 4


Dengan P-value 0.6 dan 0.4, Tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap kedua
kelompok tersebut.
D. Diskusi
Vitiligo merupakan penyakit depigmentasi oleh karena tidak adanya melanosit dan
mempengaruhi produksi pigmen pada kulit dan permukaan mukosa.
Zinc adalah salah satu trace elemen penting yang berkaitan dengan kesehatan dan
penyakit. Zinc dalam kombinasi dengan mikronutrien lain seperti tembaga, kobalt, nikel,
besi, mangan, dan kalsium memainkan peran penting dalam proses untuk melanogenesis.
4

Semua itu mengkatalisasi penataan-ulang dopachrome untuk bentuk 5,6-dihydroxy


indola-2 asam karboksilat (HAGI), dan peningkatan pembentukan polimer eumelanin.
Proses ini merupakan tahap akhir pembentukan eumelanin dalam melanogenesis.

E. Kesimpulan
Meskipun kortikosteroid dengan zinc sulfat oral lebih berespons dari kortikosteroid saja,
tidak ada perbedaan yang signifikan secara statistik.
Dengan mempertimbangkan efek kombinasi kortikosteroid dengan zinc sulfat oral yang
lebih berespons dibanding dengan kortikosteroid saja, untuk selanjutnya mungkin dengan
uji acak terkontrol dalam jangka waktu yang lebih panjang, mungkin dengan jumlah
pasien yg lebih banyak, dan mungkin juga dengan penggunaan dosis tinggi zinc sulfat
oral, semua hal tersebut diperlukan sepenuhnya untuk memastikan efektifitas zinc sulfat
oral dalam manajemen vitiligo.

JOURNAL READING
Comparison of therapeutic efficacy of topical corticosteroid and oral zinc sulfatetopical corticosteroid combination in the treatment of vitiligo patients: a clinical trial

Disusun Oleh :
Puspita Dewi Kusuma
(2007730097)
Pembimbing:

dr. Dindin Budi. R, Sp. KK


SMF ILMU KESEHATAN KULIT DAN KELAMIN
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH CIANJUR


2012