Anda di halaman 1dari 11

RESUME

ANALISA VEKTOR

OLEH :
ERMA MARIA
12.221.006
IV A MATEMATIKA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA


FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA
INSTITUT KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
IKIP MATARAM
2014

1. VEKTOR KONSTAN
a. Pengertian Tentang Vektor dan Notasi Vektor
Notasi vektor dan teknik-teknik dengan menggunakan analisis vektor sangat
berguna untuk menjelaskan hukum-hukum fisika dan aplikasinya baik dalam
bidang (dimensi dua = R2) maupun ruang (dimensi tiga = R3).
Ada 3 jenis vektor :
a. Vektor Bebas (free vector) : vektor yang boleh digeser sejajar dirinya dengan
panjang dan arah tetap.
b. Vektor meluncur (sliding vector) : vektor yang boleh digeser sepanjang garis
kerjanya, misalnya gaya yang bekerja sepanjang garis lurus.
c. Vektor terikat (binding vector) : vektor yang terikat pada sistem koordinat yang
menunjukkan posisi tertentu.
Kecuali bila digunakan untuk menyatakan letak atau posisi, pada umumnya orang
bekerja dengan vektor bebas.
b. Aljabar Vektor
1. Vektor nol (null vector)

Ditulis 0 adalah vektor yang panjangnya nol sehingga arahnya tak tentu
2.
3.

4.

5.

(karena ujung dan pangkalnya berimpit)


Kesamaan 2 vektor
Dua vektor dikatakan sama jika mempunyai panjang dan arah yang sama.
Kesejajaran 2 vektor
Dua vektor dikatakan sejajar atau paralel jika garis-garisnya sejajar, arahnya
bisa sama atau berlawanan. Vektor-vektor yang segaris merupakan vektorvektor yang paralel.
Penjumlahan vektor
Penjumlahan vektor bisa dilakukan dengan mengikuti aturan jajaran
genjang atau aturan segi banyak (poligon). Jumlah dari vektor-vektor yang
merupakan sisi-sisi dari sebuah segi banyak tertutup selalu nol jika arah
sisi-sisi tersebut berurutan.
Penggandaan vektor dengan skalar

Jika m = besaran skalar dan A = vektor yang panjangnya | A | maka :


m

A = vektor yang panjangnya m kali panjangnya

sama dengan vektor


vektor

A dan arahnya

jika m positif, atau berlawanan dengan arah

jika m negatif.

6. Pengurangan vektor
Pengurangan vektor dilakukan dengan menambahkan lawan dari vektor
yang mengurangi.

Hukum-hukum yang berlaku dalam Aljabar Vektor



Jika A , B , C adalah vektor dan m, n adalah skalar maka :
i.
ii.
iii.
iv.
v.
vi.
vii.
viii.

+ B = B +

(komutatif

terhadap jumlahan)
A + (B+ C)= (A + B) + C
(asosiatif terhadap jumlahan)
Terdapat vektor 0 sehingga: A + 0 = 0 + A = A (ada elemen netral)
Terdapat vektor -A sehingga: A + (-A) = 0 (ada elemen invers)
(mn) A = n(mA)
(asosiatif terhadap perkalian)
m(A + B) = mA + mB
(distributif terhadap perkalian)
(m + n) A = mA + nA
(distributif terhadap perkalian)
(A) = A
(ada invers dalam perkalian)

c. Vektor Posisi dalam Bidang dan Ruang


Teorema Dasar Dalam Vektor :
Setiap vektor C pada bidang dapat ditulis secara tunggal sebagai kombinasi linier
sembarang 2 vektor A dan B yang tidak paralel dan bukan vektor nol. Atau: C = mA
+ nB dengan m, n adalah skalar yang tunggal. Dalam hal ini m, n adalah skalar
yang tunggal. Karena jika tidak tunggal maka C akan bisa ditulis sebagai berikut :
C = m1 A + n 1 B = C = m 2 A + n 2 B
(m1 - m 2 ) A + (n 1 - n 2 ) B = 0
Karena A dan B bukan vektor nol dan tidak paralel maka,
m1 m2 0 m1 m2
n1 n2 0 n1 n2
Teorema dasar ini juga berlaku untuk vektor-vektor dalam ruang (R3), sehingga
untuk sembarang vektor D dapat ditulis :
D m1 A m2 B m3C

dengan A , B dan C adalah vektor-vektor yang tidak paralel, bukan vektor nol dan
tidak sebidang. Dua vektor A dan B dikatakan saling bergantung secara linier
(dependent linear) jika terdapat skalar m dan n yang tidak nol dan m A + n B = 0
Kejadian ini akan terjadi jika :
1. A dan B merupakan vektor nol atau
2. A dan B paralel (sejajar)
Vektor satuan (unit vector)

Vektor satuan adalah vektor dengan panjang 1 satuan panjang.

A
|a
a =
A dan A = | A
A = vektor satuan dari

||

Vektor basis satuan


Perhatikan suatu sistem koordinat XOY dalam R2 dan pilih 2 vektor satuan i dan j
sebagai basis yang masing-masing sejajar dan searah dengansumbu x dan y positif
dan berpangkal di O. Di R3 : sebagai vektor basis yang sejajar dan searah dengan
sumbu z dinyatakan dengan vektor k.
Vektor posisi
a. Vektor Posisi dalam R2
Jika i dan j adalah vektor-vektor basis di R2 yaitu vektor satuan yang masingmasing sejajar dan searah dengan sumbu X dan sumbu Y dan berpangkal di titik 0
dalam R2. Maka sembarang vektor r dari titik 0 ke titik P(x,y) dalam bidang
XOY selalu bisa dinyatakan sebagai kombinasi linier dari vektor basis i dan j .
b. Vektor Posisi dalam R3 :
Vektor-vektor basis dalam R3 adalah vektor-vektor satuan i , j dan k yang masingmasing berimpit dan searah dengan sumbu-sumbu X, Y dan Z positif dan
berpangkal di titik 0.
Perkalian Antar Vektor
a. Hasil Kali Skalar (Dot product / Scalar Product)


Ditulis: A B = | A||B| cos ; = sudut antara vektor A dan B
Sifat Hasil Kali Skalar :

1. A B= B A
2.

|A
|2 cos 0=| A|2
A A=

3. A (B + C) = A B + A C
4. (A + B) C = A C + B C
b. Hasil Kali vektor (Cross Product / Vector Product)

Ditulis: A B=C hasilnya berupa vektor
Dengan

|A B |=|A ||B |sin

Sifat hasil kali vektor:


1. A B B x A
2. A B = - (B A) anti komutatif
3. (kA) B = k(A B) = A (kB)
4. A (B + C) = (A B) + (A C)

5. (A + B) C = (A C) + (B C)
c. Hasil Kali Skalar Tripel (Triple Scalar Product)
Jika:
A= Ax i + Ay j + Az k
B= Bx i + By j + Bz k
C= Cx i + Cy j + Cz k
disebut hasil kali skalar triple, karena hasilnya merupakan skalar.
Dalam hasil kali skalar tripel berlaku sifat:
C=
(B
C ) A=
( C A
) B
A B
1.
sehingga:
A
( B C )
( A B ) C=
Nilai hasil kali ini hanya bergantung pada urutan siklus dari vektornya, letak tanda
dan nya tidak mempengaruhi hasilnya. Jika urutan vektornya ditukar
maka tandanya akan berubah.
Sehingga:
A B
C=

B A C=
B A C
2. Hasil kali skalar tripel:

C=0

A B

bila dan hanya bila

A , B , dan C

sebidang.
d. Hasil Kali Vektor Tripel (Triple Vector Product)
Hasil kali vektor tripel adalah :
( A B ) C
C )
A ( B
Tanda kurung diperlukan di sini karena nilai akan berubah jika letak kurangnya
ditukar.
Misalkan :
(i i) j = 0 j = 0
i (i j) = i k = j
Sifat Hasil Kali Vektor Triple :


1) A x ( B x C ) ( A x B ) x C
2)

x C )=( A
C ) B
(A
B ) C
A x ( B
x C )=( A
C ) B
(B
C ) A

A x ( B

2. FUNGSI VEKTOR
Fungsi Vektor

Jika sembarang nilai skalar t dikaitkan dengan suatu vektor A, maka A bisa
dinyatakan sebagai fungsi vektor dari t atau A(t), yaitu suatu vektor yang
komponen-komponennya merupakan fungsi dari nilai skalar t.
Dalam R2, fungsi vektor A (t) biasa ditulis dengan,
A(t) = A1 (t) i + A2 (t) j
Dalam R3, fungsi vektor A(t) ditulis dengan,
A(t) = A1 (t) i + A2 (t) j + A3 (t) k
Konsep fungsi vektor ini bisa diperluas, jika sembarang titik (x,y,z) di R3 dikaitkan
dengan suatu vektor A, maka A bisa dinyatakan dalam bentuk fungsi vektor sebagai
berikut:
A(x,y,z) = A1(x,y,z) i + A2 (x,y,z) j + A3 (x,y,z) k
Jika setiap titik dalam suatu ruang (R3) dikaitkan dengan suatu vektor, maka ruang
tersebut disebut medan vektor. Sembarang fungsi yang tidak dikaitkan dengan
vektor disebut fungsiskalar, dan suatu ruang yang setiap titiknya tidak dikaitkan
dengan suatu vektor disebut medan skalar.
3. DIFERENSIAL VEKTOR
Derivatif Atau Turunan Aljabar Dari Fungsi Vektor
Fungsi vektor A(t) dikatakan diferensiabel di titik t jika nilai limit berikut:
A ( t+ t ) A (t) d
lim
= = A ' ( t)
t
dt
t 0
Dalam hal ini, vektor A(t) disebut derivatif (turunan) dari vektor A(t)
Jadi, jika A(t) = A1 (t) i + A2 (t) j + A3(t)k,
Maka :
d A 1 d A 2 d A3
A ' ( t )=
i+
j+
k= A' 1 ( t ) i+ A '2 ( t ) j+ A '3 ( t ) k
dt
dt
dt
Rumus-rumus untuk derivatif Fungsi Vektor:
1. (cA)'= cA' (c = konstanta atau skalar )
2. (A+ B)' = A'+B'
3. (A B)' = A' B+ A B'
4. (AB)' = A'B+ AB'
5. (A B C)' = (A'B C) + (A B' C) + (A B C')
Derivatif Parsial Fungsi Vektor
Untuk fungsi vektor yang komponen-komponennya terdiri dari dua variabel atau
lebih, misalnya: A(x,y,z) = A1(x,y,z)i + A2 (x,y,z) j + A3(x,y,z)k maka, bisa
ditentukan derivatif parsial dari A(x,y,z) terhadap x, y atau z sebagai berikut:

A A1 A 2 A 3
=
i+
j+
k
x x
x
x
A A1 A 2 A 3
=
i+
j+
k
y y
y
y
A A1 A 2 A 3
=
i+
j+
k
z z
z
z
Gradien, Divergensi Dan Curl
Didefinisikan suatu operator vektor (dibaca del atau nabla) sebagai berikut:

=i
+j
+ k = i+
j+ k
x y
z x y
z
Jika = (x,y,z) adalah fungsi skalar, dan
A = (x,y,z) = A1 (x,y,z) i + A2 (x,y,z) j + A3(x,y,z)k
adalah fungsi vektor yang mempunyai turunan pertama yang kontinu di suatu
daerah.
1. GRADIEN dari (x,y,z) didefinisikan dengan :

= i
+j
+k
Grad =
x y
z

( x , y , z ) ( x , y , z )
( x , y , z )
+j
+k
x
y
z

( x , y , z) (x , y , z) (x , y , z)
i+
j+
k
x
y
k

2. DIVERGENSI dari A(x,y,z):

A= i
+j
+k
div A =
x y
z

A1 (x , y , z ) A 2 (x , y , z ) A 3 ( x , y , z)
+
+
x
y
z

3. CURL atau ROTASI dari A(x,y,z):

i
+j
+k
x ( A 1 i+ A 2 j+ A 3 k )
Curl A = xA =
x y
z

x
A1

y
A2

z
A3

| || || |

i y
A2

z j x
A3
A1

z k x
A3
A1

y
A2

A3 A2
A3 A1
A2 A 1

k
y
z
x
z
x
y

) (

) (

2
4. Operator Laplace (LAPLACIAN) dari

2 = ( )= ( grad )

( x + j y + k z ) ( x i+ y j+ z k )

)(

+ 2+ 2 =
+ 2+ 2
2
2
x y z
x y z

Rumus-Rumus :
Jika A, B fungsi vektor
U,V fungsi skalar, maka
1. (U + V) = U + V atau grad (U + V) = grad U + grad V
2. (A+ B) = A + B atau div (A + B) = div A + div B
3.

4.

(A+ B) = x A + x B atau curl (A + B) = curl A + curl B


(UA) = ( U) A + U ( A)

5.

(UA) = ( U) x A+ U ( x A)

6.

(A B) = B ( A) A ( B)

7.

( A B)=(B ) AB( A)( A B) B+ A ( B)

8.

( A B)=( B ) A+( A ) B+ B ( A)+ A ( B)

9.

( U )= 2 U =

Dan

2 U 2 U 2 U
+
+
x 2 y 2 z 2 disebut Laplace dari U

2
2
2
=
+
+
x 2 y 2 z2
2

disebut Operator Laplace

10.

( U )=0 cur l dari gradien U=0

11.

( A)=0 divergensi dari curl A=0

12.

x ( xA )=( A) A2

4. INTEGRAL VEKTOR
Integral Garis (Line Integrals)
Konsep integral garis merupakan generalisasi (perluasan) dari konsep integral
b

tertentu

f ( x ) dx
a

Dalam

integral

tertentu

f ( x ) dx
a

fungsi

f(x)

diintegrasikan sepanjang sumbu x dari x = a sampai x = b, dengan f(x) adalah


fungsi yang terdefinisi pada setiap titik pada sumbu x antara sampai b. Dalam
integral garis, akan diintegrasikan suatu fungsi F sepanjang kurva C dalam ruang
atau bidang, dan fungsi F adalah fungsi yang terdefinisi pada setiap titik di C.
Kurva C, oleh sebab itu disebut sebagai lintasanintegrasi. Lintasan integrasi C
merupakan kurva licin (smooth curve) yang bisa dinyatakan dalam bentuk fungsi
vektor:
r (t)=x(t)i+ y (t ) j+ z (t )k ; a t b
dan r(t) mempunyai derivatif kontinu,
dr dx (t ) dy ( t ) dz ( t )
r ' ( t )= =
i+
j+
k
dt
dt
dt
dt
x ' (t)i+ y ' (t ) j+ z '( t)k

yang tidak nol


Dalam hal ini C merupakan kurva berarah dengan:
A : r(a) = titik awal dari C
B : r(b)= t akhir dari C
Definisi Integral Garis
Integral garis dari suatu fungsi vektor F(r) sepanjang kurva C yang terdefinisikan
pada a t b , didefinisikan sebagai:
'

r (t) r ( t ) dt

F
b
dr
r (t) dt=
dt
a
F
b

f ( r ) dr=
a

Jika,
r (t) = x(t) i + y(t) j + z(t) k
dr dx (t ) dy ( t ) dz ( t )
'
r ( t )= =
i+
j+
k
dt
dt
dt
dt
dr = dx(t) i + dy(t) j + dz(t) k
F(r) = F1 i + F2 j + F3 k
maka:

F ( r ) dr= [ F 1 dx ( t )+ F 2 dy ( t ) + F3 dz ( t ) ]
b

F1
a

dx
dy
dz
+F2 +F3
dt
dt
dt
dt

[ F1 x ' ( t )+ F 2 y ' ( t ) + F 3 z ' (t ) ]dt


a

Integral

garis

sepanjang

lintasan

yang

tertutup

dinotasikan

kejadian

khusus

dari

dengan

F (r) dr
c

Bentuk-bentuk lain Integral Garis


Bentuk-bentuk berikut merupakan

F (r ) dr ,
c

Jika

F=F 1i=> F(r) dr= F 1 dx

F=F 2 j=> F (r ) dr = F2 dy
F=F 3 k => F(r) dr= F 3 dz

f ( r ) dt= f [ r ( t ) ] dt
Bentuk :
c
a
C : r ( t ) ; a t b Merupakan bentuk khususdari C F ( r ) dr , jika

integral

garis

dx
F=F 1i dan F 1=dx /dt f [r ( t)] , sehingga f =F1 =F 1 x ' (t ) .
dt
Jadi

CF ( r ) dr= C F 1 dx=
c

F [r ( t ) ]
dx= f [ r ( t ) ] dt
dx /dt
a