Anda di halaman 1dari 17

Tinjauan Pustaka

Struktur dan Mekanisme Kerja Jantung


Robbiq Firly
10.2012.223
B9
Robbiq.firly@yahoo.com
KAMPUS II UKRIDA FAKULTAS KEDOKTERAN
Jl. Arjuna Utara No.6 Jakarta Barat 11510 Telp. 021-56942061 Fax. 021-5631731

Pendahuluan
Sistem sirkulasi adalah sistem yang mengendalikan gerak kontinu seluruh cairan tubuh,
dengan fungsi utama mengangkut oksigen dan nutrien ke jaringan dan karbon dioksida dan
produk limbah lainnya dari jaringan. Sistem sirkulasi juga terlibat dalam pengaturan suhu dan
distribusi molekul seperti hormon, dan sel seperti yang dari sistem imun. Sistem sirkulasi
mempunyai dua komponen fungsional: sistem vaskular darah dan sistem vaskular limfe.
Sistem vaskular darah terdiri atas lingkaran pembuluh yang aliran darahnya
dipertahankan oleh jantung yang memompa terus-menerus. Sistem arteri membentuk jalinan
yang menuju kapiler yang merupakan tempat utama pertukaran gas dan metabolit antara jaringan
dan darah. Sistem vena mengembalikan darah dari kapiler ke jantung. Sebaliknya, sistem
vaskular limfe semata-mata adalah sistem drainase pasif untuk mengembalikan ciran
ekstravaskular yang berlebihan yaitu limfe, ke dalam sistem vaskular darah. Sistem vaskular
limfe tidak mempunyai mekanisme pompa intrinsik.1 Tetapi, yang akan kita bahas lebih dalam
adalah mengenai sistem peredaran darah (vaskular) atau yang lebih dikenal dengan sebutan
kardiovaskular. Sirkulasi ini akan dibahas menurut urutan: arteri, arteriol, kapilar, venul, vena,
dan jantung. Selain itu akan dibahas juga mengenai mekanisme sirkulasi darah, enzim, serta
contoh gangguan yang dapat terjadi pada sistem tersebut.

A. Struktur makro dan mikro jantung

Sturktur makro jantung


Jantung yang sedikit lebih besar dari kepalan tangan sang pemiliknya,adalah pompa
muscular dengan fungsi ganda dan pengaturan diri sendiri secara otomatis,dan bagian-bagiannya
bekerja sama untuk mengalirkan darah ke berbagai bagian tubuh,Sisi kanan jantung menerima
darah yang miskin akan oksigen dari tubuh melalui vena cava superior dan vena cava inferior
dan memponya ke paru melalui truncus pulmonalis untuk oksigenisasi, sedangkan sisi kiri
menerima darah yang kaya akan oksigen dari paru dan mempompanya ke dalam aorta untuk
disalurkan ke seluruh bagian tubuh.Jantung berpetak 4:atrium dexter,atrium sinister,ventrikel
dexter dan ventrikel sinister.Atrium adalah penerima yang memompa darah ke dalam
ventrikel,yang berfungsi sebagai penyalur darah keluar.2

PBL Blok 8 Sistem Kardiovaskuler 2012/2013

Page 1

Gambar 1. Jantung

Ada 3 lapisan jantung:


1. Epikardium : lapisan jantung sebelah luar yang merupakan selaput pembungkus.Terdiri dari 2 lapisan yaitu lapisan
parietal dan visceral. Diantara kedua lapisan tersebutterdapat lender sebagai pelicin untuk menjaga jantung dari
gesekan.
2. Miokardium : lapisan inti dari jantung yang terdiri dari otot jantung.
3. Endokardium : lapisan jantung yang paling dalam dan terdiri dari jaringan endotel.2

Gambar 2. Lapisan janrung

Pada jantung terdapat 4 ruang:


1. Atrium dexter
2. Atrium dinister
3. Ventrikel sexter
4. Ventrikel siniter

PBL Blok 8 Sistem Kardiovaskuler 2012/2013

Page 2

Atrium dan Ventrikel Dexter-Sinister dibatasi oleh septum interventriculare dan septum atrioale
1. Atrium Dexter
Atrium ini agak besar dan dindingya mempunyai tebal kurang lebih 2 mm.Volumenya kurang
lebih 57cc.Terdiri atas 2 bagian:atrium propia(ruang atrium dexter yang sebenarnya) & auricular
dexter.
Atrium propia(sinus venarum cavarum)
Merupakan ruang diantara dua vena cava dan ostium atrioventricularis,dimana dindingnya
menjadi satu dengan dinding vena cava dan permukaan inferiornya halus.2
Auricular dexter
Berbentuk seperti daun telinga anjing,merupakan kantung di antara vena cava superior dan
ventrikel dexter.Batas antara auricular dengan atrium dari luar ditandai dengan sulcus terminalis
yang berhubunga dengan bagian dalam yang berigi yang disebut crista terminalis.Pada auricular
dexter terdapat susunan otot yang seperti mata sisir yang disebut m. Pectinati.2
Dalam atrium dexter terdapat beberapa lubang,diantara lain:
Ostium vena cava superior
Vena cava superior bermuara pada bagian superoposterior dari sinus venarum,lubangnya
menghadap langsung ke inferoantero sehingga darah tidak akan langsung menuju ostium
atrioventricularis dexter.2
Ostium vena cava inferior
Vena cava inferior bermuara [ada bagian inferior sinus venarum dekat septum
interatriorum.Ostium ini lebih besar dari yang superior dan menghadap ke superopostero yang
berfungsi mengarahkan darah ke fossa ovalis(pada sirkulasi darah janin).Ostium ini mempunyai
valvula yang disebut valvula vena cava inferior=valvula eustachii.2
Sinus coronaries
Bermuara pada atrium dexter diantara vena cava inferior dan foramen atrioventricularis
dexter.Sinus ini mempunyai valvula yang disebut valvula thebessi.2
Fossa ovalis
Merupakan cekungan berbentuk lonjong pada dinding septum,terletak pada daerah segitiga yang
dibentuk oleh muara kedua vena cava dan muar sinus coronaries
2. Ventrikel dexter
Ventrikel ini menempati sebagian besar dari facies ventralis(sternocostalis).Batas-batas ventrikel
dexter:
1.Ddexter: sulcus coronaries
2. Sinistra: sulcus longitudinalis anterior
3. Superior: conus arteriosus dengan truncus pulmonalis
4. Inferior: membentuk margo acutus

PBL Blok 8 Sistem Kardiovaskuler 2012/2013

Page 3

Pada ventrikel ini terdapat 2 lubang:


1. ostium atrioventricularis dexter
2. ostium truncus pulmonalis
Ostium atrioventricularis dexter
Merupakan aperture yang berbentuk oval dan dikelilingi cincin fibrosa dan padanya melekat
valvula tricuspidalis(valvula atrioventricularis dexter)2
valvula tricuspidalis ini mempunyai 3 cuspis(daun):
1. cuspis anterior/cuspis vantralis/cuspis infundibulum,melekat pada dinding anterior conus
arteriosus.
2. cuspis medialis/cuspis septalis,melekat pada dinding septum ventrikel
3. cuspis posterior/cuspis dorsalis/cuspis marginalis
Pada ventrikel ini juga terdapat suatu jaringa fibrosa yang kuat dan halus yang disebut chorda
tendinei.Pada umumnya chorda ini melekat pada trabecula yang dikenal sebagai
m.papillaris(hanya terdapat pada ventrikel dexter dan sinister).
Ostium truncus pulmonalis
Merupakan lubang yang bulat terdapat pada puncak conus arteriousus.Ostium ini terletak
disebelah superior dan sinister dari ostium atrioventricularis dexter dan menutupi septum
interventricularis.Pada ostium ini terdapat valvula pulmonalis
Ada juga pada ventrikel ini terdapat trabeculla carnae yang merupakan kumpulan otot yang
ireguler yang membentuk permukaan dalam ventricle,kecuali daerah conus arteriosus.2
3. Atrium sinister
Atrium ini ukurannya sedikit lebih kecil dari yang dexter.Atrium sinister membentuk basis dan
facies dorso superior jantung,disebelah dorsal antara atrium dexter dan sinister tampak tidak
jelas.Sedangkan disebelah ventral superior ini dilewati oleh aorta dan truncus pulmonalis.2
Atrium sinister terbagi atas 2 bagian:
1. Atrium proprium
2. Auricula
Atrium proprium
Pada atrium ini terdapat 4 muara Vv.pulmonalis,pada masing-masing sisi bermuara 2 vena
pulmonalis(2 vena pulmonalis dexter & 2 vena pulmonalis sinistra).Muara Vv pulmonalis
mempunyai katup.Ostium atrioventricularis sinister ukurannya lebih kecil disbanding yang
dextra dan dilekati valvula mitalis.2
Auricular sinister
Antara auricular sinster dan atrium sinister terdapat daerah penyempitan. Auricula ini berbentuk
panjang,sempit dan lebih lengkung disbanding yang dextra.Permukaan dalam auricular sinistra
juga terdapat rigi muscular yang disebut m.pectinati.2

PBL Blok 8 Sistem Kardiovaskuler 2012/2013

Page 4

4. Ventrikel sinister
Ventrikel ini ikut membentuk sebagian kecil
diaphragmatica.Puncaknya membentuk apex codis.

facies

sternocostalis

dan

facies

Pada permukaan dalam ventrikel sinister dijumpai 2 lubang,yaitu:


1.ostium atrioventricularis sinistra
2.ostium aorticum

Ostium atrioventricularis sinister


Ostium ini berukuran lebih kecil dibanding dexter dan dikelilingi cincin fibrosa. Pada ostium ini
melekat pada valuvla bicuspidalis/valvula mitralis. Cuspis yang besar terletak disebelah ventral
dan dextra berbatasan dengan ostium aorticum disebut cuspis ventralis/cuspis anterior/cuspis
aorticus. Cuspis yang kecil terletak disebelah dorsal disebut cuspis posterior/cuspis dorsalis.
Pada ventrikel ini terdapat 2 mm.papilaris:
M.papilaris anterior melekat pada dinding ventral jantung
M.papilaris posterior melekat disebelah dorsal.2
Ostium aorticum
merupakan lubang bulat disebelah ventral dan dextra dari ostium atrioventricularis sinister,
mempunyai valvula semiulnaris. bagian dari ventrikel yang letaknya di inferior ostium aorticum
disebut vestibulum aorticum
Valvula aorticus
valvula aorticus ini terdiri dari 3 cuspis semiulnaris yang serupa besar,lebih kuat dan tebal.
Nama cuspis aorta berdasarkan posisi jantung didalam tubuh:
- Valvula anterior
- Valvula posterodextra (terdapat ostium a.coronaria cordis dexter)
- Valvual posterosinistra (terdapat ostium a.coronaria cordis sinistrer.2

Gambar 3. Struktur jantung

Struktur mikro jantung.


PBL Blok 8 Sistem Kardiovaskuler 2012/2013

Page 5

1. Dinding jantung
Dinding jantung baik atrium dan ventrikulus terdiri atas 3 lapisan utama yaitu :
Endocardium
Myocardium
Epicardium
Endokardium, analog dengan tunika intima, tersusun atas endotel dengan jaringan ikat longgar
dan fibroblas. Di bawah endokardium dapat ditemukan lapis subendokardium yang terususn atas
jaringan ikat longgar. Lapissubendokardium memiliki serabut Purkinje yang membentuk sistem
penghantaran kelistrikan di jantung.3
Miokardium merupakan lapisan tengah yang paling tebal dari ketiga lapis jantung. Identik
denagan tunika media. Miokardium memiliki fungsi untuk menghasilkan kontraksi otot jantung
yang mempoma arah. Beberapa miokardium memiliki fungsi khusus,yakni mengandung granul
sekretori seperti atriopeptin, ANP, cardiodilatin, dan cardionatrin. Miokardium denganfungsi
khusus ini umumnya terletak di dinding atrium amupun di septum interventrikularis jantung.3
Epikardium merupakan lapis terluar dinding jantung yang memiliki nama lain pars visceral
perikardium parietal. Identik dengan tunika adventisia. Epiakardium tersusun atas mesotel (sel
epitel selapis). Lapis subepikardium banyak memiliki pembuluh darahkoroner, saraf, dan
ganglion. Lemak juga dapat ditimpun di lapisan ini.3

Gambar 4. Lapisan jantung secara histologi

2. Rangka Jantung
Untuk tempat pelekatan valvula dan otot-otot jantung terdapat bangunan jaringan pengikat padat
yang disebut rangka jantung.
Bagian-bagian utama : trigonum fibrosum, annulus fibrosus yang melingkari lubang antara
atrium dan ventriculus, dan septum membranaceum. Tiap valvula atrioventricularis merupakan
lembaran jaringan pengikat yang berpangkal pada annulus fibrosus. Pada kedua permukaan
katup dilapisi oleh endocardium. Pada tepi valvula banyak sekali perlekatan berkas serabutPBL Blok 8 Sistem Kardiovaskuler 2012/2013

Page 6

serabut kolagen yang ditutup oleh endocardium tipis dan berpangkal pada ujung m. pipillaris
yang dinamakan chordar endinea.3
3. Katup jantung
Katup jantung adalah lempengan jaringan ikat yang berpangkal pada anulus fibrosus.
Katub antioventrikular
Katup ini terdiri dari katup mitral dan katup trikuspid.
Katup mitral : menghunungkan atrium kiri dan ventrikel kiri
Katup trikuspid : menghubungkan atrium kanan dengan ventrikel kanan.
4. Sistem hantar rangsang
Serat purkinnye mempunyai kecepatan hantar rangsang yang lebuh besar dari pada serat otot
jantung biasa. Serat purkinye mempunyai banyak sakroplasma, miofibril yang jumlahnya sedikit,
dan terletak di tepi serat.3

Gambar 5. Serat purkinye

5. Pembuluh darah jantung


Dua arteri koronaria mensuplai darah ke jantung dan vena jantung mengalirkannya kembali.
Fungsi utama A. Koronaria dan arteriolnya adalah untuk menyediakan O2 secukupnya sesuai
kebutuhan miokard.3

B. Mekanisme kerja jantung


1. Aktifitas listrik jantung
PBL Blok 8 Sistem Kardiovaskuler 2012/2013

Page 7

Kontraksi otot jantung untuk mendorong darah dicetuskan oleh potensial aksi yang menyebar
melalui membran sel otot. Jantung berkontraksi atau berdenyut secara berirama akibat potensial
aksi yang ditimbulkan sendiri, suatu sifat yang dikenal dengan otoritmisitas. Terdapat dua jenis
khusus sel otot jantung yaitu 99% sel otot jantung kontraktil yang melakukan kerja mekanis,yaitu
memompa. Sel sel pekerja ini dalam keadaan normal tidak menghasilkan sendiri potensial
aksi.Sebaliknya, sebagian kecil sel sisanya adalah, sel otoritmik, tidak berkontraksi tetapi
mengkhususkan diri mencetuskan dan menghantarkan potensial aksi yang bertanggungjawab
untuk kontraksi sel sel pekerja. Kontraksi otot jantung dimulai dengan adanya aksi potensial
pada sel otoritmik. Penyebab pergeseran potensial membran ke ambang masih belum diketahui.
Secara umum diperkirakan bahwa hal itu terjadi karena penurunan siklus fluks pasif K+ keluar
yang langsung bersamaan dengan kebocoran lambat Na+ ke dalam. Di sel-sel otot ritmik
jantung, antara potensial-potensial aksi permiabilitas K+ tidak menetap seperti di sel saraf dan
sel ototrangka.Permiabilitas membran terhadap K+ menurun antara potensial-potensial aksi,
karena saluran K+ diinaktifkan, yang mengurangi aliran keluar ion kalium positif mengikuti
penurunan gradien konsentrasi mereka. Karena fluks pasif Na+ dalam jumlah kecil tidak
berubah, bagian dalam secara bertahap megalami depolarisasi dan bergeser ke arah ambang.
Setelah ambang tercapai, terjadi fase naik dari potensial aksi sebagai respon terhadap
pengaktifan saluran Ca2+ dan influks Ca2+ kemudian; fase ini berbeda dari otot rangka, dengan
influks Na+ bukan Ca2+ yang mengubah potensial aksi ke arah positif. Fase turun disebabkan
seperti biasanya, oleh fluks K+ yang terjadi karena terjadi peningkatan permeabilitas K+ akibat
pengaktifan saluran K+.Setelah potensial aksi usai, inaktivasi saluran saluran K+ ini akan
mengawali depolarisasi berikutnya. Sel sel jantung yang mampu mengalami otortmisitas
ditemukan pada nodus SA, nodus AV, berkas His dan serat purkinje.4

Gambar 6.1 aktifitas listrik jantung


Nodus sinuatrialis adalah pemacau normal jantung
Sel-sel jantung non kontraktil yang mampu melakukan otoritmitas terletak di tempat-tenpat berikut:
Nodus siuatrialis (nodus SA), suatu daerah kecil khusus didinding atrium kanan dekat pintu masuk vena
kava superior
Nodus atrioventikularis (nodus AV), suatu berkas kecil sel-sel otot jantung khusus yang terletak didasar
atrium kanan dekat septum, tepat di atas pertemuan atrium dan ventrikel.

PBL Blok 8 Sistem Kardiovaskuler 2012/2013

Page 8

Berkas His, suatu jaras sel-sel khusus yang berasal dari nodus AV dan msuk ke septum antarventrikel.
Disini berkas tersebut terbagi menjadi cabang berkas kanan dan kiri yang turun menyusuri septum,
melengkung mengelilingi ujung rongga ventrikel, dan berjalan balik ke arah atrium sepanjang didinding
luar.
Serat purkinje, serat-serat halus terminal yang mejulur dari berkas his dan menyebar ke seluruh
miokardium ventrikel seperti ranting kecil dari suatu cabang pohon. 4

Gambar 6.2 aktivitas listrik jantung

Sebuah potensial aksi yang dimulai di nodus SA pertama kali, akan menyebar ke atrium melalui
jalur antar atrium dan jalur antar nodus lalu ke nodus AV. Karena konduksi nodus AV lamabat
maka terjadi perlambatan sebelum menyebar ke ventike. Dari nodus AV, potensial aksi akan
diteruskan ke berkas HIS sebelah kiri, lalu ke kanana, dan terkhir akan menyebar ke purkinje.
Potensial aksi yang ditimbulkan dari nodus SA akan menghasilkan gelombang depolarisasi yang
akan menyebar ke sel kontraktil melalui gap junction.4
2. Siklus jantung

Siklus jantung adalah periode dimulainya satu denyutan jantung dan awal dari denyutan selanjutnya.
Siklus jantung terdiri dari periode sistol dan diastol. Sistol adalah periode kontraksi dari ventrikel, dimana
darah akan dikeluarkan dari jantung. Diastol adalah periode relaksasi dari ventrikel, dimana terjadi
pengisian darah. fase sistol/ pengosongan, dan fase diastol/ pengisian. 5
Siklus dibedakan menjadi 7 fase.
Relaksasi isovolumetrik ventikel( volume tetap, semua katup tertutup)
Pengisian cepat ventrikel
Pengisisan lambat ventrikel
Sistol atirum ( menambah pengisian ventriekl)
Kontraksi isovolumetrik ventrikel
Ejeksi cepat
Ejeksi lambat.
Pada awal diastole ventikel, atrium masi relaksasi. Darah dari vena mengalir keatrium menyebabkan
volume atrium naik, tekanan atrium naik, dan katub AV terbuka. Katub AV terbuka menyebabkan darah
mengalir cepat ke ventrikel (pengisian cepat ventrikel) yang akan diikuti dengan pengisian lambat atrium.
PBL Blok 8 Sistem Kardiovaskuler 2012/2013

Page 9

Pengisian cepat ditambah pengisian lambat meliputi 70% pengisian ventrikel. Pada akhir fase diastole
potensial membrane simpul SA mencapai ambang letup, terjadi potensial aksi, dan kontraksi atium. Pada
penambahan pengisian ventrikel volume dan tekanan ventrikel meningkat, dan volume darah dalam
ventrikel pada akhir diastole kira-kira 135 ml.
Pada awal kontarksi ventrikel menyebabkan peningakatan tekanan ventrikel yang curam (kontaraksi
isovolumeterik), maka smeua katup-katup tertutup. Bila tekanan ventrikel lebih tinggi dari aorta, katup
semiulnar akan terbuka, dan darah dipompakan cepat ke aorta. Fase ini disebut fase ejeksicepat dan
disusul denagn fase ejeksi lambat.4

Gambar 7. Siklus jantung


3. Sirkulasi jantung

Peredaran darah manusia merupakan peredaran darah tertutup karena darah yang dialirkan dari
dan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah dan darah mengalir melewati jantung sebanyak
dua kali sehingga disebut sebagai peredaran darah ganda yang terdiri dari :
1. Sistem sirkulasi sistemik
Sistem sirkulasi sistemik dimulai ketika darah bersih (darah yang mengandung banyak oksigen yang
berasal dari paru) dipompa keluar oleh jantung melalui bilik (ventrikel) kiri ke pembuluh darah Aorta lalu
keseluruh bagian tubuh melalui arteri-arteri hingga mencapai pembuluh darah yang diameternya paling
kecil yang dinamakan kapilaria.6
Kapilaria melakukan gerakan kontraksi dan relaksasi secara bergantian yang disebut dengan vasomotion
sehingga darah didalamnya mengalir secara terputur-putus (intermittent). Vasomotion terjadi secara
periodik dengan interval 15 detik- 3 menit sekali. Darah mengalir secara sangat lambat di dalam kapilaria
dengan kecepatan rata-rata 0,7 mm/detik. Dengan aliran yang lambat ini memungkinkan terjadinya
pertukaran zat melalui dinding kapilaria. Pertukaran zat ini terjadi melalui proses difusi, pinositosis dan
transpor vesikuler, serta filtrasi dan reabsorpsi.
Ujung kapilaria yang membawa darah bersih dinamakan arteriole sedangkan ujung kapilaria yang
membawa darah kotor dinamakan venule, terdapat hubungan antara arteriole dengan venule melalui
'capillary bed' yang berbentuk seperti anyaman, ada juga hubungan langsung (bypass) dari arteriole ke
venule melalui 'Arteria-Vena Anastomose (A-V Anastomosis). Darah dari arteriole mengalir kedalam
venule kemudian melalui pembuluh darah balik (vena terbesar yang menuju jantung kanan yaitu Vena
PBL Blok 8 Sistem Kardiovaskuler 2012/2013

Page 10

Cava Inferior dan Vena Cava Superior) kembali ke jantung kanan (serambi/atrium kanan). Darah dari
atrium kanan memasuki ventrikel kanan melalui Katup Trikuspid (katup berdaun 3). 6
2. Sistem sirkulasi paru (pulmoner)
Sistem sirkulasi paru dimulai ketika darah kotor (darah yang tidak mengandung Oksigen (O2) tetapi
mengandung banyak CO2, yang berasal dari Vena Cava Inferior dan Vena Cava Superior) mengalir
meninggalkan jantung kanan (Ventrikel/bilik kanan) melalui Arteri Pulmonalis menuju paru-paru (paru
kanan dan kiri). Kecepatan aliran darah di dalam Arteri Pulmonalis sebesar 18 cm/detik, kecepatan ini
lebih lambat daripada aliran darah di dalam Aorta. Di dalam paru kiri dan kanan, darah mengalir ke
kapilaria paru-paru dimana terjadi pertukaran zat dan cairan melalui proses filtrasi dan reabsorbsi serta
difusi.
Di kapilaria paru-paru terjadi pertukaran gas O2 dan CO2 sehingga menghasilkan darah bersih (darah
yang mengandung banyak Oksigen). Darah bersih selanjutnya keluar paru melalui Vena Pulmonalis (Vena
Pulmonalis kanan dan kiri) memasuki jantung kiri (atrium/serambi kiri). Kecepatan aliran darah di dalam
kapilaria paru-paru sangat lambat, setelah mencapai Vena Pulmonalis, kecepatan aliran darah bertambah
kembali. Seperti halnya Aorta, Arteri Pulmonalis hingga kapilaria juga mengalami pulsasi (berdenyut).
Selanjutnya darah mengalir dari dari atrium kiri melalui katup Mitral (katup berdaun 2) memasuki
Ventrikel kiri lalu keluar jantung melalui Aorta, maka dimulailah sistem sirkulasi sistemik (umum), dan
seterusnya secara berkesinambungan. 6
Jadi secara ringkas aliran darah dalam sistem sirkulasi darah manusia sebagai berikut: 6
Sistem Sirkulasi Sistemik: jantung (bilik / ventrikel kiri) --> Aorta --> Arteri --> Arteriole --> Capillary
bed atau A-V Anastomose --> venule --> vena --> Vena Cava (Vena Cava Inferior dan Vena Cava
Superior) --> Jantung (atrium/serambi kanan).
Sistem Sirkulasi Paru-paru: Jantung (bilik/ventrikel kanan) --> Arteri Pulmonalis --> Paru --> Kapilaria
paru --> Vena Pulmonalis --> jantung (atrium/serambi kiri).
Pada orang dewasa, jumlah volume darah yang mengalir di dalam sistem sirkulasi mencapai 5-6 liter (4,7
- 5,7 liter). Darah terus berputar mengalir di dalam sistem sirkulasi sistemik dan paru-paru tanpa henti.
Untuk menjelaskan alur aliran darah, kita dapat memulai dari sistem sirkulasi sistemik kemudian sistem
sirkulasi pulmoner.6

Gambar 8. Sistem peredaran darah


4. Elektrokardiogram (EKG)
Arus listrik yang dihasilkan oleh otot jantung selama depolarisasi dan repolarisasi menyebar ke dalam
jaringan sekitar jantung dan dihantarkan melalui cairan tubuh. Sebagian kecil dari aktifitas listrikini
mencapai permukaan tubuh, tempat aktivitas tersebut dapat dideteksi dengan menggunakan elektroda
perekam. Rekaman yang dihasilkan adalah elektrokardiogram (EKG).4
PBL Blok 8 Sistem Kardiovaskuler 2012/2013

Page 11

Tiga hal penting dalam mempertimbangkan apa yang direpresentasikan oleh EKG:
EKG adalah rekaman dari sebagian aktifitas listrik yang diinduksi dicairan tubuh oleh impuls jantung
yang mencapai permukaan tubuh, bukan rekaman langsung aktivitas listrik jantung yang sebenarnya.
EKG adalah rekaman kompleks yang mencerminkan penyebaran keseluruhan aktivitas diseluruh jantung
sewaktu depolarisasi dan repolarisasi. EKG bukan rekaman suatu potensial aksi disebuah sel pada suatu
saat. Rekaman disetiap saat mencerminkan jumlah aktivitas listrik disemua sel otot jantungyang sebagian
munkin mengalami potensial aksi sementara yang lain munkin belum di aktifkan.
Rekaman mencerminkan perbandingan dalam voltasi yang terdeteksi oleh elektroda-eektroda di dua titik
yang berbeda di permukaan tubuh bukan potensial sebenarnya
Untuk menghasilkan perbandingan yang baku, rekaman EKG secara rutin terdiri dari 12 sistem elektroda
konvensional, atau sadapan (lead). Ketika sebuah mesin elektrokardiograf dihubungkan antara elektrodaelektroda perekam di dua titik di tubuh maka susunan spesifik dari masing-masing pasangan koneksi di
sebut sadapan.4
Pemeriksaaan EKG terdiri dari 12 sadapan yaitu sbb :

Sadapan standard Einthoven : I, II, III

Augmented Extremity Lead Goldberger : aVR, aVL, aVF

Sadapan Precordial Wilson : V1, V2, V3, V4, V5, V6

Sadapan standard einthoven:

LI : LA + dan RA -

LII : LL + dan RA -

LIII : LL + dan LA Sadapan I,II,III membentuk segitiga sama sisi = segitiga einthoven hukum einthoven. Jumlah aljabar
sadapan II= jumlah aljabar sadapan I + III ( II= I+III). 3

Sadapan lead goldberger

aVR elektroda + RA

aVL elektroda + LA

aVF elektroda + LL
RA, LA, LL melalui tahanan tinggi 5000 ohm disatukan dan membentuk zero potensial, dan elektrodanya
menjadi negatif.4

Sadapan precordial Willson


PBL Blok 8 Sistem Kardiovaskuler 2012/2013

Page 12

V1: ruang intercostalis IV garis parastrernal kanan.

V2: ruang intercostalis IV garis parasternal kiri.

V3: pertengahan garis lurus yang menghubungkan garis 2 dan 4.

V4: ruang intercostalis V garis midclavicularis kiri.

V5: titik potongan garis axillaris kiri depan dengan garis horizhontal V4.

V6 : titik potong garis axillaris kiri tengah dengan garis horishontal melalui V4 dan V5. 3
Gelombang dan interval :
Sebuah EKG yang khas melacak detak jantung normal (siklus jantung ) terdiri atas :

Gelombang P mencerminkan depolarisasi atrium

Gelombang QRS mencerminkan depolarisasi ventrikel

Gelombang T mencerminkan repolarisasi ventrikel.


Voltase garis dasar elektrokardiogram dikenal sebagai garis isoelektrik khasnya , garis isoelektrik diukur
sebagai porsi pelacakan menyusul gelombang T dan mendahului gelombang P berikutnya.

PBL Blok 8 Sistem Kardiovaskuler 2012/2013

Page 13

Gambar 8. EKG

Keterangan :
Gelombang P : depolarisasi atrium, normal (+), kecuali pada aVR (-)
Segmen PR / PQ : jeda / penundaan nodus AV
Kompleks QRS : Depolarisasi ventrikel ( atrium secara bersamaan mengalami repolarisasi)
Segmen ST : saat ventrikel berkontraksi dan mengosongkan isinya
Gelombang T : Repolarisasi ventrikel
Interval TP : waktu saan venrikel melemas dan terisi.

Pompa Jantung
Pertukaran oksigen dan karbondioksida dalam sistem kapiler dapat diterangkan dengan teori
difusi di mana molekul-molekul gas akan bergerak dari konsentrasi yang lebih besar ke
konsentrasi yang lebih kecil sehingga konsentrasinya akan merata. Molekul-molekul tersebut
akan saling bertumbukan.
Dalam pompa jantung, berlaku hukum starling yang menguraikan bahwa aliran fluida masuk dan
keluar dari pembuluh darah kapiler. Gerakan zat cair melalui dinding kapiler merupakan hasil
dari 2 jenis tekanan yaitu tekanan hidrostatik dan tekanan osmotik. Tekanan hidrostatik memaksa
zat cair dan oksigen keluar dari kapiler, sedangkan tekanan osmotik membawa zat cair dan
karbondioksida masuk ke dalam kapiler. Volume darah yang dipompakan jantung umumnya
sebesar 80cc dengan tekanan pada pulmonalis sebesar kurang lebih 25 mmHg dan tekanan pada
sistemik sebesar kurang lebih 125 mmHg. Usaha yang dilakukan jantung merupakan hasil kali
tekanan dengan volume.
Tegangan yang dialami pembuluh darah diakibatkan adanya tekanan. Besarnya tegangan ini
bergantung pada tekanan dan diameter pembuluh darah. Prinsip Bernoulli dapat diterapkan
dalam sistem sirkulasi ini. Prinsip ini didasarkan pada hukum kekekalan energi. Tekanan fluida
merupakan bentuk dari energi potensial dan gerakan fluida merupakan bentuk dari energi kinetik.
Kecepatan rata-rata darah meninggalkan jantung umumnya kurang lebih 30 cm/detik, maka
energi kinetik untuk 1cc darah setara dengan berkurangnya energi potensial sebesar 450 erg atau
tekanan darah sebesar 0,4 mmHg. Saat seseorang melakukan latihan fisik, maka kecepatan aliran
darah akan meningkat yang mengakibatkan energi potensial jantung akan berkurang.
Kecepatan aliran darah dalam pembuluh darah sendiri tergantung pada tekanan, viskositas atau
kekentalan darah, temperatur, oanjang dan diameter pembuluh darah. Temperatur semakin tinggi,
maka viskositas darah sebaliknya akan semakin kecil, begitu sebaliknya semakin rendah
temeratur maka viskositas darah akan semakin tinggi. Kecepatan aliran darah biasanya dihitung
dengan menggunakan hukum Poisseuille.

PBL Blok 8 Sistem Kardiovaskuler 2012/2013

Page 14

Pada umumnya, hampir di semua pembuluh darah terdapat aliran laminar. Akan tetapi, ketika
darah mengalir cepat melewati katup-katup jantung atau ketika terjadi penyumbatan atau
penyempitan pembuluh darah, maka aliran darah yang tadinya laminar berubah menjadi aliran
turbulen. Saat kecepatan aliran ditambah dengan mengurangi diameter pembuluh darah, maka
akan dicapai kecepatan kritis dimana aliran laminer tadi berubah menjadi aliran turbulen. Buka
dan tutup katup jantung berkontribusi terhadap suara jantung karena perubahan aliran darah ini
akan menghasilkan vibrasi. Pada keadaan normal, frekuensi suara jantung berkisar antara 20-200
Hz dan unutk memperoleh informasi dari suara jantung dapat menggunakan stetoskop ataupun
phonocardiography.
Pada orang yang sedang istirahat jantungnya berdebar sekitar 70 kali satu menit dan memompa
70ml setiap denyut(volume denyutan adalah 70ml). Jumlah darah yang setiap menit dipompa
adalah 70 x70 ml atau sekitar 5 liter. Sewaktu banyak bergerak kecepatan jantung dapat menjadi
150 setiap menit dan volume denyut jantung lebih dari 150ml, yang membuat daya pompa
jantung 20 sampai 25 liter per-menit. Tiap menit sejumlah volume yang tepat sama kembali dari
vena ke jantung. Akan tetapi, bila pengembalian dari vena tidak seimbang dan ventrikel gagal
mengimbanginya dengan daya pompa jantung, terjadi payah jantung. Vena-vena besar dekat
jantung menjadi membengkak berisi darah, sehingga tekanan dalam vena naik. Jika tidak cepat
ditangani akan terjadi udema.

Faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik


Kecepatan jantung yang mempengaruhi curah jantuh disebut dengan isi sekuncup, jumlah darah yang
dipompa keluar oleh masing-masing ventrikel pada setiap denyut. Dua junis kontrol yang mempengaruhi
yaitu:
1.
Kontrol intrinsik yang berkaitan dengan jumlah aliran vena
Merujuk pada kemampuan inheren jantung untuk mengubah-ngubah isi sekuncup, berganung pada relasi
jantung memompa keluar lebih banyak darah, tetapi hubungan ini tidak sesederhana seperti terlihat,
karena jantung tidak menyemprotjab semua darah yang dikandungnya. Kontrol intrinsik ini bergantung
pada hubungan panjangan tegangan otot jantung, yang serupa dengan terjadi pada otot rongka.
2.
Kontrol ekstrinsik yang berkaitan dengan tingkat stimulasi simpatis jantung.
Berasal dari faktor-faktor luar jantung denganyang terpenting yaitu kerja saraf simpatis jantung dan
epinefrin. Simulasi simpatis dan epinefrin meningkatkan kontraktilitas jantung, yaitu kekuatan kontraksi
disetiap Vda. Dengan kata lain dengan adanya simulasi jantung akan bekerja dengan keras.

Enzim Kardiovaskular 7,8


Analisis enzim jantung dalam plasma merupakan bagian dari profil diagnostik yang meliputi
riwayat, gejala, dan elektrokardiogram. Analisis enzim bertujuan untuk mendiagnosis infark
miokardium. Enzim dilepaskan dari sel bila sel mengalami cedera dan membrannya pecah.
Kebanyakan enzim tidak spesifik dalam hubungannya dengan organ tertentu yang rusak.
Laktat Dehidrogenase (LDH) dan Isoenzimnya; ada 5 macam LD isoenzim (LD1LD5). Masing-masing isoenzim tersebut mempunyai berat molekul sekitar 134.000 kDa. Mereka
mengandung kombinasi subunit H dan M. Jantung lebih banyak mengandung LD1, sedangkan
PBL Blok 8 Sistem Kardiovaskuler 2012/2013

Page 15

hati dan otot mengandung LD5. Pemeriksaan LD isoenzim dilakukan dengan cara elektroforesis.
Pada infark miokardium akut, kadar LD1 melebihi kadar LD2, sedangkan pada keadaan normal
kadar LD1 lebih rendah dibandingkan LD2.
Kreatinin Kinase; karena enzim yang berbeda dilepaskan ke dalam darah pada periode
yang berbeda setelah infark miokardium, maka sangat penting mengevaluasi kadar enzim yang
dihubungkan dengan waktu awitan. Kreatinins kinase (creatinine kinase CK), dan isoenzimnya
(CKMB) adalah enzim yang dianalisis untuk mendiagnosis infark miokardium akut dan
merupakan enzim pertama yang meningkat saat terjadi infark miokardium. Gangguan pada
jantung selain infark miokard akut juga dihubungkan dengan nilai kadar CK dan CKMB total
yang abnormal. Gangguan tersebut juga termasuk perikarditis, miokarditis, dan trauma.
Troponin T (cTnT); protein kontraktil mulai menarik perhatian sebagai karakteristik
terjadinya gangguan pada sistem kardiovaskular yang sangat potensial pada akhir tahun 1970-an,
saat ditemukan isoform unik pada berbagai tipe otot striated (cepat, lambat, dan jantung).
Karakteristik yang spesifik untuk jantung seperti cTnT mempunyai keunggula dibandingkan
dengan karakteritik yang terdapat di semua otot seperti CK dan mioglobin.
C-Reactive Protein (CRP); merupakan anggota dari protein pentraxin. Istilah CRP
dikenalkan oleh Tillet dan Framcis pada tahun 1930, senyawa ini dapat bereaksi dengan
polisakarida C somatik pada Streptococcus pneumonia. Kadarnya akan meningkat 100 kali
dalam 24-48 jam setelah terjadi luka jaringan. Sebelas tahun kemudian, Mac Leod dan Avery
mengenalkan istilah fase akut pada serum penderita infeksi akut, untuk menunjukkan sifat
CRP.
CRP secara normal berada dalam serum manusia dalam jumlah yang kecil. Kushner dan
Feldman menemukannya dalam hepatosit, 24-38 jam setelah sel dirangsang oleh senyawa
inflamasi. CRP disintesis dan disekresi oleh hati sebagai respons terhadap sitokin, terutama IL-6.
Sitokin dihasilkan terutama oleh monosit atau makrofag, juga oleh leukosit lain atau sel endotel.
Peningkatan kadar CRP biasanya non-spesifik tetapi merupakan pertanda respons fase
akut yang sensitif terhadap senyawa infeksius, stimulus imunologik, kerusakan jaringan, dan
inflamasi akut lain. Peningkatan kadar CRP yang menetap terjadi pada inflamasi kronis meliputi
penyakit autoimun dan mglinasi. Inflamasi kronis merupakan komponen yang penting dalam
perkembagan dan progresi arteriosklerosis. Kadar CRP berhubungan juga dengan disfungsi
endotel.
Elektrolit Serum; dapat memengaruhi prognosis klien dengan infark miokard akut atau
setiap kondisi gangguan jantung. Natrium serum mencerminkan keseimbangan cairan relatif.
Secara umum, hiponatremia menunjukkan kelebihan cairan dan hipernatremia menunjukkan
kekurangan cairan. Kalsium sangat penting untuk koagulasi darah dan aktivitas beuromuskular.
Hipokalsemia dan hiperkalsemia dapat menyebabkan perubahan EKG dan disritmia.

Kesimpulan
Takikardian/ jantung berdebar-debar menyebabkan teknan darah rendah dan pernapasan menjadi
cepat. Hal itu dapat menimbulakn gangguan pada mekanisme kerja jantung. (hopitesa diterima) .

PBL Blok 8 Sistem Kardiovaskuler 2012/2013

Page 16

Daftar pustaka
1. Burkitt George. Histologi fungsional. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC; 2005. h. 140-5.
2. Wati W. W, Kindangen K, Listiawati E. Sistem kardiovaskuler. Jakarta: Ukrida, 2010. h.14-35.
3. Junqueira,Luiz C, Jose C.Otot Jantung.dr.Frans Dany(eds).Histologi dasar teks dan
atlas ed 10.Jakarta: EGC,2007.h.196-7.

4. Sherwood L. Fisiologi manusia dari sel ke sistem. Ed. 6. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran
EGC, 2001.h. 333-44.
5. Ganong, W.Buku ajar fisiologi kedokteran. Ed 17. Jakarta: EGC,2001.h. 299
6. Ward J P T, Clarke W R, Linden W A R. At a glance fisiologi. Jakarta: Penerbit Erlangga,
2007.h.33-4.
7. Muttaqin Arif. Pengantar asuhan keperawatan klien dengan gangguan sistem kardiovaskular.
Jakarta: Salemba Medika; 2009. h. 9-12, 59-60.
8. Corwin Elisabeth. Buku saku patofisiologi. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC; 2009. h.
468.
9.

PBL Blok 8 Sistem Kardiovaskuler 2012/2013

Page 17