Anda di halaman 1dari 2

Miokarditis

Beberapa studi menunjukkan bahwa etiologi kardiomiopati peripartum mungkin


diakibatkan oleh miokarditis. Hubungan antara kehamilan dan miokarditis virus pertama kali
dipublikasikan pada tahun 1968. Studi pada hewan menunjukkan bahwa tikus yang hamil lebih
rentan terhadap infeksi virus daripada yang tidak hamil. Selain itu, studi Farbor dan Glasgow
menunjukkan bahwa virus bermultiplikasi lebih besar pada jantung tikus yang hamil. Hal ini
mungkin akibat peningkatan kortikosterois adrenal dan penghambatan terhadap antibodi selama
kehamilan normal, yang berperan pada imunosupresi yang relatif. Konsentrasi virus yang lebih
tinggi pada miokardium dihubungkan dengan miokarditis melalui diagnosis histologi. Studi lain
mengatakan bahwa ketika cardiac output meningkat seperti yang terjadi pada kehamilan normal
maka hal tersebut akan menyebabkan lesi virus miokardial memburuk. 8
Tambahan lagi, sejumlah studi telah melaporkan bukti histologi adanya miokarditis pada
sampel biopsi endomiokardium dari pasien dengan kardiomiopati peripartum. Insiden tersebut
bervariasi pada berbagai literatur yang berkisar antara 8,8% - 100%. Midei, et all melakukan biopsi
pada 18 pasien dengan kardiomiopati peripartum, diperoleh hasil 14 spesimen positif miokarditis. 8
A. Diagnosis
Anamnesis dan Pemeriksaan Fisik
Kardiomiopati peripartum atau post partum merupakan penyakit yang serius dengan
etiologi yang belum dimengerti hingga saat ini. Kardiomiopati ini dicirikan dengan cepatnya onset
terjadinya gagal jantung selama minggu akhir kehamilan atau sampai 6 bulan paska melahirkan.
Gambaran kliniknya berhubungan dengan gambaran klinik dari kardiomiopati dilatasi, tetapi
memilki perbedaan dengan bentuk kardiomiopati dilatasi yang lain dalam hal kesepatan
perkembangan penyakitnya.4
Diagnosis kardiomiopati peripartum atau post partum sebaiknya dipertimbangkan apabila
pasien menunjukkan gejala-gejala ringan gagal jantung pada akhir bulan kehamilan dan pada 5
bulan pertama post partum. Akan tetapi, pasien yang berada pada akhir bulan kehamilan biasanya
juga menunjukkan gejala-gejala yang pada umumnya memang dicetuskan oleh kehamilan seperti
dispnea, kelelahan, dan edema kaki, sehingga memberikan kesulitan dalam mendiagnosis. 6
Penggunaan klasifikasi NYHA tidak relevan karena pada gejala dan tanda yang terdapat pada
klasifikasi NHYA umumnya terjadi pada kehamilan normal, yang ternyata memilki gejala dan tanda
yang hampir sama dengan kardiomiopati peripartum. Klasifikasi ini tidak dapat mencerminkan
beratnya disfungsi jantung yang terjadi. 2 Tidak ada kriteria yang spesifik untuk membedakan
gejala-gejala gagal jantung pada kardiomiopati peripartum dengan gejala-gejala pada masa akhir
kehamilan yang normal, sehingga penting sekali untuk meningkatkan kecurigaan dalam
mengidentifikasi kasus yang jarang seperti kardiomiopati peripartum. 10
Gejala yang dapat timbul pada kardiomiopati peripartum adalah :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Dispnea
Orthopnea
Paroxysmal nocturnal dyspnea
Batuk
Nyeri dada
Anoreksia
Lelah
Edem kaki

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Adapun tanda-tanda dari kardiomiopati peripartum adalah :


Distensi vena jugularis
Takikardi
Takipnea
Hepatomegali
Refluks hepatojugular
Asites
Edema perifer
Perubahan status mental

9.
10.
11.
12.
13.

Tromboemboli
Irama gallop
Murmur regurgitasi mitral
P2 mengeras
Ronki